STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rate : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair :
Naruto U x Harem
(Menma x Raynare) (Naruko x --) (Vivi x --) (Rin x --) (Gray x --) (Mirajane x --) (Minato x Koneko)
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur brantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin bayak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 12
.
#SKIP 6 TAHUN KEMUDIAN
.
Banyak hal yang terjadi selama 6 tahun ini. dari keluarga Naruto yang sudah bertambah lagi karena Naruko dan Vivi memiliki adik yang usianya hanya terpaut kurang lebih hanya 2 tahun saja. Karena 4 tahun yang lalu Serafall melahirkan lagi anak perempuan yang diberi nama Rin, memiliki rambut hitam seperti Serafall. sedangkan Grayfia juga melahirkan anak kembar yang jarak kelahirannya setelah 1 bulan dari Serafall yang diberi nama Gray untuk yang laki-laki yang memiliki rambut kuning seperti Naruto dan Mirajane untuk perempuan yang memiliki rambut putih perak seperti Grayfia.
Kelahiran Gray, Mirajane dan Rin juga tidak jauh dari lahirnya anak Pillar Sitri dan Pillar Gremory pada saat itu juga. Dengan Lady Sitri melahirkan anak perempuan yang diberi nama Sona dan Lady Gremory atau Venelana Gremory melahirkan anak perempuan yang diberi nama Rias. Sontak karena Sirzech memiliki seorang adik maka jiwa Siscon terpendamnya bangkit, karena saking senangnya memiliki seorang adik.
Bukan itu saja perubahannya, Sirzech juga sudah menikah dengan Rossa 2 tahun yang lalu, tapi Rossa belum mau memiliki anak bahkan hamil juga belum sampai sekarang. Itu karena keinginan Rossa sendiri yang katanya belum mau repot jadi ibu dulu karena masih ingin membantu Sirzech dalam urusan Maou-nya. Dan Perege Sirzech juga sudah Full Set serta Souji juga sudah naik peringkat menjadi High-Class devil sesuai ucapan Naruto bahwa Souji akan menjadi iblis kelas atas dalam waktu dekat dan sudah terbukti.
Bukan keluarga Gremory saja tapi keluarga Phoenix juga ada perubahan sendiri, yaitu Lady Phoenix yang sekarang ini sedang mengandung adik Riser. Sontak Riser sangat senang karena keinginannya memiliki adik akan terwujud, yah walaupun belum lahir saat ini. Dan Riser serta Menma juga sudah tumbuh remaja belasan tahun, tapi kelakuannya masih tetap dengan Riser dan Menma terus bersaing segala hal aspek tapi tidak ada permusuhan di antara mereka.
Dan 2 tahun belakangan ini entah kenapa perhatian serta sifat Serafall dan Grayfia sangat berubah terhadap Naruko dan Vivi. Serafall dan Grayfia lebih perhatian dengan anak keduanya dan berlaku kasar terhadap anak pertamanya entah karena apa, dan perlakuan kasar Serafall dan Grayfia tidak di ketahui oleh Naruto selama 1 tahun. Dan akhirnya 1 tahun yang lalu Naruto mengetahui kelakuan Serafall dan Grayfia menjadi sangat marah dan mulai saat itu Naruto sering berdebat dengan 2 istrinya yang masalahnya pasti menyangkut anaknya.
Sontak kelakuan Serafall dan Grayfia berdampak pada anak keduanya, walaupun masih kecil tapi anak kedua Naruto dari Serafall dan Grafiya memiliki keistimewaan, yaitu bisa dengan cepat memahami apa pun dan kekuatan sihir yang cukup besar. Berbeda dengan Naruko dan Vivi, mereka tidak memiliki mana sihir apa pun dan sangat lamban dalam memahami apa pun. Dan itu sebabnya Serafall dan Grayfia seolah-olah menganggap anak pertamanya cacat dan dampak pada anak keduanya adalah mereka jadi ikut membenci Naruko dan Vivi seolah-olah tidak sudi memiliki kakak yang lemah dan bodoh. Tapi Naruto menyangkalnya dan terus membela anak tertuanya dan akibatnya Naruto juga jadi bahan kebencian Gray, Mirajane dan Rin serta Serafall dan Grayfia juga sering sekali membantah perintah Naruto. tapi Naruto bersyukur karena Menma tidak seperti adik-adiknya, dia lebih dewasa dan tidak ikut membenci Naruko dan Vivi melainya super akut penyakit Sisconnya terhadap Naruko dan Vivi serta adik-adik lainya, walaupun Gray, Mirajane dan Rin sering memandang jijik kelakuan Menma tapi Menma tak terbawa suasana dengan itu semua.
Bahkan Naruto juga sering menginap di Mansion Phoenix membawa Naruko dan Vivi, kalau Menma dia lebih betah di Mansion Phoenix dari dulu jadi Naruto tidak perlu repot-repot membawanya karena sudah pasti Menma di Mansion Phoenix setiap harinya. Alasan Naruto sering menginap di Mansion Phoenix karena terlalu malas menanggapi ocehan istri-istrinya yang ujung-ujungnya menyangkut Naruko dan Vivi. Dan pandangan Naruko serta Vivi kepada ibu-ibu mereka menjadi tatapan takut bahkan bisa sangat takut bila tak ada Naruto di samping mereka. Tapi kepergian Naruto pasti langsung di jemput lagi setelah seminggu oleh Serafall dan Grayfia dengan alasan meminta maaf atau apalah, tapi tetap saja itu terus berulang kali selama 1 tahun belakangan ini, hingga Naruto mengetahui fakta yang mengejutkan yang di dengar saat ini.
Dapat dilihat kini Naruto duduk di ruangan tertentu dengan Vivi yang terlelap terus memeluk erat dirinya sedang berhadapan dengan Meliodas yang ingin menjelaskan sesuatu terhadapnya dan di belakang Meliodas sudah berkumpul pasukan lainya yang sudah bertambah menjadi 9 orang.
"Jadi, bisa jelaskan detailnya Meliodas? Kenapa anakku bisa berada di hutan di dunia manusia?" tanya Naruto ingin tau membuat Meliodas menghela nafas.
.
#Meliodas Pov on
.
Begini Naruto-san, sejak kita mengetahui gerbang ke dunia manusia setelah perang dan kau memberikan kebebasan untuk kami, kami berpetualang di dunia manusia dan akhirnya menetap disini di Britania sejak 3 tahun lalu. Sebenarnya aku mau memberitahumu sejak 2 tahun lalu tapi ada suatu hal mencurigakan di keluargamu terutama ayah mertuamu yaitu Lord Sitri.
.
.
#Flash back 2 tahun lalu
.
SRING!
.
Saat itu aku muncul di sekitar Mansion Sitri dengan tujuan ingin memberitahumu tentang keberadaan kami sekarang. Tapi saat aku mau masuk ke dalam Mansion, aku mendengar sebuah percakapan dari sebuah ruangan sedang membicarakan tentang anakmu. Karena aku penasaran, aku mengendap-endap ingin mendengar dengan jelas bahkan saking penasarannya diriku, aku menekankan hawa keberadaanku agar tidak diketahui oleh mereka.
Kau tau Naruto-san, aku sempat terkejut karena orang yang sedang berbicara adalah kedua istrimu dan Lord Sitri. Tapi aku lebih terkejut dengan apa yang mereka bicarakan.
"Jadi, apa yang ingin Otou-sama bicarakan kepada kami?" tanya Serafall yang kudengar.
"Sera, Grayfia, sebenarnya Otou-san ingin menanyakan ini dari dulu dengan kalian, apa kalian tidak merasa aneh dengan kondisi anak pertama kalian?" jawab Lord Sitri.
"Apa maksud Otou-sama? Bukannya kondisi Naruko dan Vivi itu baik-baik saja, iyakan Grayfia?" kata Serafall di balas anggukkan Grayfia.
"Huh, tapi apa kalian sudah tau kondisi mana sihirnya? Coba kalian bandingkan dengan anak kedua kalian," kata Lord Sitri.
"Hmmm memang si banyak perbedaannya, anak kedua kami pernah tidak sengaja memperlihatkan sihirnya dan gampang sekali paham segala sesuatu pengetahuan, tapi untuk Naruko dan Vivi sampai saat ini juga belum pernah memperlihatkan sihirnya, walaupun tidak sengaja tetap tidak ada tanda-tanda sihirnya dan terlalu malas untuk belajar pengetahuan," kata Serafall mencoba membandingkan.
"Karena anak pertama kalian memang tidak memiliki inti mana sihir sedikit pun dan ini buktinya," balas Lord Sitri sambil menyerahkan sebuah kertas yang aku lihat. Dan anehnya kedua istrimu seperti menatap terkejut setelah membaca isi kertas itu Naruto-san.
"I-ini bohong kan," kejut Serafall sedangkan Grayfia sudah menutup mulutnya tidak percaya.
"Apa yang kalian baca adalah bukti nyata, dan selanjutnya terserah kalian," balas Lord Sitri datar.
"Tidak mungkin, pasti mereka punya mana sihir," kata Serafall mencoba menyangkal kenyataan.
"Itu tidak akan terjadi Sera! Apabila suamimu terus-terusan mengajar mereka dengan cara lembut, mereka tidak akan berkembang sama sekali," balas Lord Sitri dan entah kenapa Serafall dan Grayfia mengangguk.
"Otou-sama benar, kemungkinan cara pengajaran Naru-kun yang kurang keras sehingga Naruko dan Vivi tidak ada perkembangan, kalau begini jadinya maka aku yang akan mengajarinya dengan keras agar terlihat perkembangannya," balas Serafall dan di dukung anggukkan Grayfia.
"Kuberi waktu 2 tahun, jika mereka tidak ada perkembangan sama sekali, maka maaf saja aku tidak butuh bumerang di Pillar Sitri, mereka bisa menghancurkan kehormatan Pillar Sitri jika seperti itu dan aku tidak sudi menganggap mereka keluarga Sitri jika masih lemah dan bodoh," kata Lord Sitri datar membuat Serafall dan Grayfia mengangguk mengerti. Dan setelah itu mereka keluar ruangan tersebut dan aku dengan cepat langsung bersembunyi.
Dan mulai saat itu aku terus mengawasi tindakan istri-istrimu dari kejauhan dan melupakan niatku untuk memberitau keberadaanku karena masalah ini jauh lebih penting menurutku.
Selama 1 tahun sebelum tindakan istri-istrimu diketahui olehmu, aku sering sekali melihat tindak kekerasan kepada anakmu oleh Istri-istrimu. Mereka melakukan pengajaran terhadap anakmu dengan kekerasan tak tanggung-tanggung dengan tamparan bahkan tendangan mereka lancarkan ke anakmu dan pastinya tindakkan mereka di saat kau tak ada dan kedua anakmu sudah di ancam oleh mereka jika memberitahumu.
Sebenarnya aku juga sudah tidak tahan dengan itu semua, ingin sekali kulaporkan itu padamu. Tapi aku tidak memiliki bukti nyata jika aku beritau dan aku hanya pasrah tapi masih tetap mengawasi hal tersebut, berharap agar dirimu cepat mengetahui tindakkan mereka.
Hingga 1 tahun akhirnya harapanku terkabul, kau akhirnya mengetahui tindakkan mereka dan kau marah besar setelah mengetahui itu semua. Tapi walaupun istrimu mengatakan tidak akan mengulangi lagi, tetap saja di pengawasanku mereka masih saja melakukan kekerasan terhadap anakmu tanpa sepengetahuanmu, dan kau juga sering memergokinya kan. Bukan itu saja Naruto-san, mereka juga pilih kasih terhadap mereka, untuk anak termudamu mereka lebih di perhatikan ketimbang anak-anak tertuamu dan itu juga mengakibatkan anak-anak termudamu lebih arogan dan memandang jijik kakak-kakaknya, bahkan aku sempat melihat anak-anak termudamu mencaci-maki kakak-kakaknya dan dengan lantang tidak sudi menganggap Naruko dan Vivi adalah saudara mereka dan pada akhirnya kau juga mengetahui itu.
Hingga pengawasanku berlanjut sampai hari ini. Aku tadi mengikuti istrimu yang bernama Grayfia menyeret Vivi ke dunia manusia hanya berdua. Karena aku merasa curiga aku terus mengikutinya dan pada akhirnya tujuan mereka di tengah-tengah hutan tak berpenghuni di kaki gunung Fuji. Pada saat itu Grayfia menanamkan sihir penenang pada Vivi sehingga membuatnya tertidur dan diletakkan di bawah pohon. Tidak ada wajah khawatir atau apa yang di tunjukkan oleh Grafiya melainkan tatapan datar tidak peduli dan meninggalkan Vivi di tengah hutan yang sangat gelap tersebut.
Setelah kurasa Grayfia kembali ke Underword, aku langsung menghampiri Vivi yang terlelap dan seketika aku membuat cloning diriku untuk membawa Vivi langsung ke Britania tempatku menetap sekarang dan diriku yang asli langsung kembali ke Underword mencari dirimu untuk memberi tau hal ini,"
.
#Meliodas Pov end
.
"Jadi begitulah Naruto-san, alasanku kenapa tidak memberitahumu dari awal karena aku tidak ingin dianggap pembohong oleh dirimu bila memberitahumu tanpa bukti," kata Meliodas setelah menjelaskan semuanya dengan detail kepada Naruto. Tak ada jawaban dari Naruto melainkan wajah datar sangat dingin yang di perlihatkan karena sangat marah setelah tau kebenaran dari Meliodas. Dan tiba-tiba Naruto berdiri.
"Merlin! kau bawa anakku ke kamar yang ada di tempat ini dan pulihkan! Dan kau Meliodas! kau cari Menma dan bawa dia kemari! Ini akan menjadi keputusan terakhirku," kata Naruto datar memerintah Merlin serta Meliodas dan langsung dijawab anggukan oleh mereka. "Akan kubuat perhitungan dengan mereka, karena berani menyakiti anak Monster di dunia ini," sambung Naruto sangat dingin penuh penekanan sehingga membuat orang-orang yang ada di ruangan tersebut merinding ngeri. Kecuali meliodas yang sudah langsung menghilang ke Underword mencari Menma dan Marlin membawa Vivi ke kamar di ikuti Elizabeth dan Elaine yang juga ikut membantu Merlin untuk menyembuhkan luka mental milik Vivi.
.
SRING!
.
Dan Naruto langsung menghilang pergi ke Underword mencari Grayfia dan Serafall berada. Meninggalkan 5 orang yang tersisa di ruangan tersebut.
"Di-dia lebih menyeramkan dari pada Dancho," gagap remaja berambut coklat yang melayang-layang di ruangan tersebut sambil memeluk bantal bernama Harlequin.
"Ka-kau benar sekali King," timpal wanita berambut coklat yang di ikat 2 di sisi orang yang bernama Harlequin.
"Kalian bertiga itu baru saja mengetahui sebagian kecil Shishoku, karena kalian baru saja menjadi anggota kami," kata Ban kepada Harlequin, Diane dan Escanor. Sontak mereka bertiga langsung menoleh kearah Ban.
"KI yang sangat pekat tadi kau bilang baru sebagian kecil Ban? Bagaimana dengan semuanya?" kejut Harlequin tidak percaya diikuti anggukan Diane dan Escanor bersamaan.
"Huh, kau tanya saja sama Growther, dia jauh lebih tau daripada diriku," balas Ban menunjuk pria berambut ungu kemerahan dengan kacamata bertengger di hidungnya sedang membaca buku di sudut ruangan.
"Jangan buat aku mengingat hal mengerikan Ban?" sahut Growther menutup bukunya.
"Ceritakan sedikit saja dengan jurusmu itu Growther, simpel kan," ucap Ban santai.
"Baiklah akan aku perlihatkan sedikit ingatan mengerikan dan bersiaplah untuk mati berdiri," ucap Growther menyiapkan jurusnya di jarinya dan di arahkan ke kepala Harlequin, Diane dam Escanor.
.
GLEK!
.
Sontak mereka bertiga menelan ludah kasar setelah mendengar ucapan terakhir Growther.
.
[SESSHU TENSO!]
.
Seketika sebuah jurus Growther yang seperti jarum menancap di kepala Harlequin, Diane dan Escanor. Dan tak berselang lama Harlequin dan Diane menunduk ketakutan sambil memegang kepalanya sedangkan Escanor masih tetap berdiri tapi diam mematung alias pingsan sambil berdiri.
"Kubilang juga apa," kata Growther setelah melihat reaksi Harlequen dan Diane meringkuk di pojokkan seperti ketakutan sedangkan Escanor pingsan berdiri.
.
.
#SKIP MANSION NAMIKAZE
.
BRAK!
.
"GRAYFIA! DI MANA KAU!"
.
Teriak Naruto menendang pintu Mansionnya dengan kasar sambil berteriak memanggil Grayfia dengan ekspresi sangat marah yang di perlihatkan.
.
TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!
.
Langkah Naruto begitu cepat langsung keruang tengah mencari Grayfia. Alangkah terkejutnya Naruto bahwa pintu masuk keruang tengah seperti diberi kekkai dan peredam suara dari dalam.
.
PYAR!
.
Naruto yang marah langsung menendang pintu yang dilapisi kekkai tersebut dan seketika langsung hancur memperlihatkan Serafall sedang berdiri angkuh di depan Naruko yang sedang menangis takut. Sontak karena hancurnya kekkai, Serafall langsung menoleh ke belakang.
.
DEG!
.
Dapat dilihat Naruto menatap tajam, lebih tajam dari tatapan sebelum-sebelumnya sambil melangkah mendekatinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN HA!" bentak Naruto sangat Marah sambil merangkul Naruko yang menangis tersedu-sedu.
"Kau bilang apa yang kulakukan? SUDAH JELAS AKU MENGAJARINYA BIAR DIA CEPAT BERKEMBANG!" kata Serafall juga tidak mau kalah dengan Naruto sambil menatap tajam balik Naruto. "APA KAU TIDAK MALU! APA KAU TIDAK MALU MEMILIKI ANAK LEMAH NARU! KAU ITU PAHLAWAN DAN TIDAK SEPANTASNYA MEMILIKI ANAK LEMAH DIKELUARGA INI!" sambung Serafall membentak sangat keras.
"Malu katamu! SEHARUSNYA AKU YANG MALU DENGAN KELAKUAN KAU DAN GRAYFIA! KALIAN TIDAK MENCERMINKAN SEORANG IBU YANG PATUT DI CONTOH UNTUK ANAKNYA! DAN GELAR PAHLAWAN HANYALAH SAMPAH BAGIKU! AKU TIDAK BUTUH SEBUTAN ITU SIALAN!" bentak Naruto tidak kalah sengit membuat Serafall tambah geram.
"AKU SUDAH MUAK DENGAN INI SEMUA! LEBIH BAIK KAU PERGI DAN BAWA ANAK LEMAHMU ITU! AKU TIDAK BUTUH KALIAN!" bentak Serafall.
.
SRING!
.
Tiba-tiba Grayfia muncul dengan lingkaran teleportnya dan langsung terkejut. Pasalnya Grayfia melihat ada kehadiran Naruto yang sedang memasang wajah marah menatap tajam Serafall.
"Baik! Aku akan pergi menjauh dari kehidupan kalian!" balas Naruto langsung menggendong Naruko dan melangkah keluar, tapi Naruto terhenti pas di pintu yang tadi di hancurkan tanpa menoleh ke belakang. "Jangan pernah sesali ucapan kalian! Kalian adalah wanita paling brengsek dari pada manusia dan jangan pernah menganggap diriku suamimu lagi!" sambung Naruto dingin.
"YA! DAN JANGAN PERNAH MENAMPAKKAN DIRI LAGI DISINI! KAU DAN ANAK BODOHMU BUKAN LAGI KELUARGA SITRI LAGI!" balas Serafall membentak sedangkan Grayfia hanya diam memasang wajah datar tak peduli.
"Kau pikir juga aku sudi menjadi bagian Sitri? Sorry ya, aku malah jijik dianggap keluarga Sitri! Apalagi ayahmu yang sok-sokan bijak, di mataku dia hannyalah curut sampah yang sok tau arti kehormatan!" ucap Naruto datar menekankan kata curut sampah tanpa menoleh. Sontak ucapan Naruto Membuat Serafall mengepalkan tangannya sangat erat karena tidak terima dengan hinaan Naruto yang menghina ayahnya.
.
"MATI KAU!"
DUARRRR!
.
tiba-tiba Serafall menembakkan sihirnya ke arah Naruto tapi Naruto sudah menghilang dan muncul di luar Mansion menghiraukan Serafall yang emosi karena tidak terima ayahnya dihina.
"OPERA!" panggil Naruto dan tiba-tiba Opera muncul di samping Naruto langsung membungkuk hormat. "Kau kembali ke Mansion Phoenix dan mulai sekarang kau tidak lagi menjadi pengawal pribadiku," sambung Naruto membuat Opera melebarkan mata terkejut langsung menatap Naruto.
"Ke-kenapa Naruto-sama? Apa aku berbuat kesalahan?" kata Opera takut tapi di jawab gelengan kepala Naruto.
"Aku akan pergi, tolong nanti bilang kepada keluarga Phoenix kalau aku pergi untuk melatih anakku di dunia manusia jika mereka bertanya," kata Naruto membuat Opera mengangguk sedih karena sebenarnya dia tadi mendengar perdebatan di dalam Mansion tapi karena perintah Naruto maka tidak ada pilihan lain selain melaksanakan perintahnya.
"Hai Naruto-sama hiks," sedih Opera.
"Aku pergi dulu, dan kau jangan sedih. Aku tidak akan melupakanmu kok," balas Naruto tersenyum menenangkan kesedihan Opera yang akan di tinggal pergi.
.
SRING!
.
DUAR! DUAR!
.
Tiba-tiba Naruto menghilang dan di ikuti fenomena aneh di seluruh Underword dengan langit yang selalu cerah dari dulu tiba-tiba menjadi mendung di susul suara petir di sana-sini tanpa henti membuat seluruh iblis di Underword bingung dengan fenomena yang baru pertama kali muncul di Underword.
.
#Mansion Phoenix
.
"Aneh ya, kenapa langit tiba-tiba mendung dan ini baru pertama kali?" kata Lord Phoenix sambil melihat langit luar Mansion dari jendela.
" Seperti menandakan kekecewaan seseorang," lanjutnya membatin sambil terus menerawang langit luar.
.
#Mansion Sitri
.
" Aneh, kenapa tiba-tiba mendung ya? Dan kenapa arah awannya seperti berkumpul di atas Mansionku?" batin Lord Sitri bingung.
.
#kantor Sirzech
.
" Aku merasakan firasat buruk dengan fenomena baru terjadi ini," batin Yondai Maou kecuali Serafall, yang sekarang sedang berkumpul di ruangan Sirzech.
.
#dengan Opera
.
" Cih! Aku tidak sudi lagi menghormati sampah Sitri! Karena ulah mereka, orang yang aku anggap kakak pergi dari sini," batin Opera datar seperti membenci seseorang dan tak lama kemudian menghilang.
.
#Kembali ke dalam Mansion Namikaze
.
"Apa keputusan tadi tidak masalah Sera?" tanya Grayfia kepada Serafall yang sedang mengatur nafasnya.
"Hah Biarkan saja, Hah palingan dia pergi ke Mansion Phoenix Hah, dan itu sudah sering terjadi," balas Serafall kelelahan karena tadi terus berteriak.
"Baiklah kalau tak apa, dan aku sudah membuang anakku yang lemah di dunia manusia barusan," kata Grayfia datar membuat Serafall menoleh ke arahnya.
"Serius!" kejut Serafall dan hanya di jawab anggukkan Grayfia. "Huh, dengan begini Reputasiku sebagai Leviathan tak akan goyah," sambung Serafall bernafas lega.
"Dan aku juga akan menagih janji ayahmu Sera! Seperempat Kekuasaan Sitri akan jadi miliku," timpal Grayfia.
"Kau tenang saja, Otou-sama pasti menepati janjinya," balas Santai Serafall.
.
.
#SKIP BRITANIA
.
# 2 jam kemudian
.
Kini Naruto berada di Britania di kedai milik Meliodas. Dapat dilihat di ruangan lantai 1 kedai milik Meliodas sekarang Naruto sedang duduk dengan minuman alkohol di depannya, sedangkan Naruko sudah langsung di baringkan dari tadi di kamar bersama Vivi ditemani Menma, Merlin, Elizabeth, Elaine dan Diane di lantai 2. Sehingga di lantai 1 sekarang hanya tersisa para laki-laki saja.
"Meliodas! Ambil minuman lagi hik!" kata Naruto dengan wajah yang merah karena sudah mabuk berat.
"Naruto-san, kau sudah menghabiskan 5 botol Wine lo," balas Meliodas was-was.
"Sudah berikan saja hik! minuman di sini kuborong semua hik!" kata Naruto memaksa membuat Meliodas menghela nafas pasrah.
" Dancho, karena minumannya di borong Shisho, jadi berikan 1 botol untukku," tiba-tiba Ban berucap langsung duduk di sebelah Naruto dan menghadap Meliodas. "Boleh ya Shisho?" sambung Ban kepada Naruto yang cegukkan terus menerus dari tadi.
"Ambil saja hik!" balas Naruto membuat Ban senang.
.
BRAK!
.
tiba-tiba Naruto ambruk dan kepalanya membentur meja dengan mata berputar-putar sambil terus bergumam.
.
"Sial wanita brengsek hik! iblis brengsek hik! asal menganggap anakku lemah saja hik! Padahal anakku mewarisi Chakra diriku hik!" gumam Naruto tanpa sadar.
.
Zzzzzzzzz Zzzzzzzzzz Zzzzzzz
.
Dan selanjutnya Naruto terlelap karena sudah tak kuat minum lagi sedangkan Ban masih cengengesan sambil meminum Wine dengan senangnya. Untuk Meliodas, Harlequin dan Escanor hanya geleng-geleng kepala sedangkan Growther masih fokus dengan bukunya dan duduk di pojokkan.
.
.
#SKIP 1 TAHUN KEMUDIAN
.
#Di Underword di Mansion Sitri malam
.
Dapat dilihat di Mansion Sitri kini ramai sekali karena ada sebuah acara besar-besaran yang diadakan di Mansionya. Kita lihat di dalam Mansion di ruang utama, disitu terdapat sebuah kue besar yang diatas kue bertulisan angka 5.
"Selamat ulang tahun Rin-chan," kata para tamu undangan kepada Rin selaku anak Serafall yang sedang ulang tahun dan di balas senyuman senang Rin.
Tiba-tiba rombongan Phoenix menghampiri Rin kecuali Opera yang menghindar kesisi lain.
"Selamat ya Rin-chan," kata Lady Phoenix sambil menggendong bayi yaitu adiknya Riser yang diberi nama Ravel.
"Terima kasih nenek," balas Rin senang. Lalu tiba-tiba Serafall berdiri di atas panggung entah apa yang ingin dilakukan.
"Para tamu undangan yang terhormat, terima kasih telah hadir diacara penting ini," suara Serafall memakai Microfone membuat semua tamu undangan yang di dalam ruangan menoleh kearahnya. "Berikan tepuk tangan untuk Rin selaku anak Pahlawan Under--"
.
PYAR!
.
tiba-tiba ucapan Serafall terhenti karena suara pecahan kaca dari pojokkan ruangan dan pelakunya adalah Opera yang memecahkan gelas minuman di genggamannya dengan aura dingin yang keluar dari tubuhnya.
"Apa tadi kau bilang Leviathan? Pahlawan? " kata Opera menekankan kata Leviathan, sontak semuanya langsung menoleh kearah Opera. Dan Serafall langsung menatap tajam Opera tidak suka karena ucapan Opera seperti tidak menghormatinya.
"JAGA UCAPANMU OPERA! DIA MAOU, KAU HARUS MENGHORMATINYA!" bentak Lord Phoenix kepada Opera.
"Menghormati? Cih! Sampai mati pun aku tak akan sudi menghormati wanita brengsek dengan ego selangitnya!" balas Opera dingin menekankan kata wanita brengsek. Sontak Serafall langsung geram membanting Microfonenya.
"JAGA UCAPANMU BRENGSEK! JANGAN MENTANG-MENTANG KAU PENGAWAL PRIBADI SUA--"
"JANGAN SEBUT NARUTO-SAMA SUAMIMU SIALAN! KAU TELAH MENGUSIRNYA!" ucapan Serafall terpotong oleh bentakkan Opera. Sontak semuanya yang mendengar bentakkan terakhir Opera langsung menoleh ke arah Opera, terutama keluarga Phoenix.
"Apa maksudmu Opera? Bukannya kau bilang Naruto-kun pergi ke dunia manusia untuk melatih anak-anak tertuanya," tanya Lady Phoenix tidak percaya.
"Ya! Aku memang mengucapkan itu 1 tahun yang lalu tapi, ITU KARENA PERINTAH NARUTO-SAMA! KARENA YANG SEBENARNYA 2 WANITA BRENGSEK ITU YANG MENGUSIRNYA!" kata Opera diakhiri bentakkan sambil menunjuk Serafall dan Grayfia sangat benci. Sontak Serafall dan Grayfia serta anak-anaknya langsung terdiam karena baru teringat suatu hal dan keluarga Phoenix langsung menoleh ke arah Serafall dan Grayfia dengan wajah datar.
"Apa benar yang di ucapkan Opera?" tanya Lady Phoenix datar. Tak ada jawaban dari Serafall dan Grayfia yang malah menunduk. "CEPAT JAWAB!" sambung Lady Phoenix membentak dengan mata berkaca-kaca akan mengeluarkan air mata.
"Hiks maafkan aku bibi, " balas lemah Serafall, sontak Lady Phoenix langsung pingsan dan dengan sigap di tangkap oleh Lord Phoenix yang untungnya Ravel sudah di gendongan Lord Phoenix dari tadi.
"Setelah ini kau harus jelaskan semuanya!" kata Lord Phoenix dingin. "Ruval Kita pulang! acara ini, acara sampah!" sambung Lord Phoenix kepada Ruval di sebelahnya yang sedang menatap tajam Serafall.
Tiba-tiba seisi ruangan menjadi panas dan sumbernya dari Riser sedang menunduk dengan kobaran api di tubuhnya yang melambai-lambai siap membakar apa saja.
"Bohong! Bohong! Bohong! INI PASTI BOHONG!" teriak Riser tiba-tiba berlari ke arah Serafall dan Grayfia dengan kepalan tangan penuh api.
.
WUSH!
.
"KEMBALIKAN ONII-SAMA SIALAN!" teriak Riser marah lalu melompat untuk menerjang Serafall dan Grayfia. Tidak ada pergerakkan dari Serafall dan Grayfia, mereka masih tetap menunduk seolah-olah apa yang akan di lakukan Riser memang pantas untuk mereka.
.
BRAK!
.
Tiba-tiba Riser membentur lantai dan pelakunya Ruval yang membenturkan Riser dengan keras tapi Riser masih sadar dan berusaha melepaskan diri dari tikaman Ruval.
"LEPASKAN AKU RUVAL NII-SAMA! BIARKAN AKU MEMBAKAR MEREKA KARENA TELAH MENGUSIR ONII-SAMA!" teriak Riser berusaha melepaskan diri. Sontak Ruval langsung membuat lingkaran teleport menuju Mansionya sedangkan keluarga Phoenix sudah berteleport dari tadi berserta Opera, dan di ikuti bubarnya para tamu undangan lainya. Dan sekarang hanya tersita Yondai Maou dan Pillar Gremory yang tersisa sebagai tamu yang sepertinya juga akan membubarkan diri.
"Sangat di sayangkan sekali ya, aku pikir kau adalah wanita yang patut di contoh untuk wanita lainnya, tapi sekarang aku kecewa karena kau lebih rendah dari binatang ternyata," kata Rossa setelah tadi di ceritakan masalah keluarga Naruto oleh Opera di saat Riser mengamuk tadi. Dan langsung melangkah keluar bersama Sirzech.
"Aku juga sangat kecewa sebagai sesama Yondai Maou, padahal Naruko dan Vivi tidak selemah yang kau pikirkan. Bahkan Naruto pernah berbicara padaku kalau Naruko dan Vivi jauh lebih kuat ketimbang adik-adiknya malah sudah terbilang menyamai kalian karena mereka mewarisi sebagian besar kekuatan Naruto-san itu sendiri," kata Ajuka lalu melangkah keluar bersama Falbium tanpa permisi.
"Lihatlah Henri! Bukan kehormatan yang kau dapat, melainkan kehancuran Pillarmu karena pringsip bodohmu," kata Zeoticus kepada Lord Sitri yang terdiam di sebelah istrinya yang sedang terisak tangis. "Ayo sayang kita pulang, benar kata Nix, acara ini, acara sampah!" sambung Zeoticus mengajak istrinya dan dijawab anggukan Venelana yang menuntun Rias lalu melangkah keluar Mansion Sitri.
Dan kini di ruangan tersebut hanya tersisa Serafall, Grafiya, Lady Sitri dan Lord Sitri sedangkan Rin, Gray, Mirajane dan Sona sudah berlari ke kamarnya masing-masing sambil menangis keras bahkan suaranya sampai terdengar di ruangan tengah tempat acara ulang tahun tadi yang sekarang sepi tinggal 4 orang saja dan kuenya juga masih utuh tak tersentuh sedikit pun.
.
" Hiks, Apa yang telah kulakukan selama ini, A-aku telah mengusir anakku dan suamiku hiks," batin Serafall dan Grafiya terisak langsung tersimpuh di lantai dengan linangan air mata penyesalannya.
" Astaga, apa yang telah kuperbuat? Benar apa yang di katakan Zeo dan Nix, sekarang Pillarku di hancurkan oleh pringsip bodohku," batin Lord Sitri menyesali perbuatannya.
.
"hiks Otou-sama, hiks Onee-sama, hiks Onii-sama," ucap Rin, Gray dan Mirajane bersamaan di kamar masing-masing sambil terisak.
"Hiks Ruko-Nee, Vi-Nee, Menma-Nii," gumam Sona di kamarnya.
.
.
#Skip Britania di Kedai Meliodas malam
.
BRAK!
.
"PAMAN BAN!" teriak Menma yang masuk kedai langsung duduk di kursi pelanggan paling depan.
"Aduh Menma, jangan terlalu semangat kali masuknya," tiba-tiba disusul masuknya Naruto sambil menuntun Naruko dan Vivi di setiap tangannya, kemudian Naruko dan Vivi langsung berlari menuju tempat Merlin yang duduk di pojokkan.
.
BLUUUS
.
Tiba-tiba salah satu wanita berambut kuning di sebelah Menma bersemu merah setelah melihat siapa yang masuk kedai dan terus menatapnya tanpa berkedip hingga Naruto duduk di sebelah Menma pun wanita itu masih tetap memandang Naruto tanpa berkedip. Dan gelagat wanita tersebut di ketahui oleh Elizabeth.
"Meliodas! Aku pesan seperti biasa," kata Naruto setelah duduk di sebelah Menma di samping wanita berambut kuning yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Menma! Kemari," ajak Ban kepada Menma. Sontak Menma langsung mengikuti Ban dan berbisik-bisik di pojokkan.
.
"Bagaimana paman Ban, apakah sekarang ada type yang berbeda lagi," bisik Menma dengan wajah senang anehnya.
"Hehe sekarang type Onee-san Menma," balas Ban berbisik dengan wajah mesumnya. Sontak Menma langsung mimisan.
"Sungguh! Ayo paman Ban, kita meluncur sekarang," kata Menma berbisik dengan wajah tambah senangnya. Lalu mereka berdiri dan melangkah keluar Kedai.
"Tou-san! Aku keluar dulu bersama paman Ban ya, hehe biasa lah Tou-san," kata Menma di bibir pintu keluar kedai.
"Ya! Dan nanti kalau Tou-san sudah tidak disini, kau langsung pulang ya," balas Naruto dan di balas anggukan senang Menma langsung melangkah keluar Kedai menyusul Ban dan pergi menuju suatu tempat.
.
"Sebenarnya acara Menma dan Ban itu apa si? sampai sekarang aku belum tau acara mereka," gumam Naruto bermonolog sendiri lalu menghadap ke depan lagi menunggu pesanan yang di pesan tadi.
.
.
"Tuan Putri," panggil pelan Elizabeth kepada wanita yang masih memandang Naruto dan tak ada respon. "Tuan Putri!" dan sekarang Elizabeth memanggilnya sedikit keras dan sontak sang wanita tadi langsung gelagapan tak jelas.
"I-iya Elizabeth, a-ada apa?" balas wanita tadi gagap, lalu Elizabeth mendekatkan mulutnya ke telinga wanita tadi kemudian berbisik dan tiba-tiba wanita tersebut mengangguk dengan cepat membuat Elizabeth tersenyum misterius lalu Elizabeth menoleh ke arah Naruto.
" Shisho! Ada yang ingin berkenalan denganmu," kata Elizabeth kepada Naruto. Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Elizabeth.
"Siapa?" balas Naruto bingung.
"Ini Shisho, Tuan Putri Arturia ingin berkenalan dengan Shisho," kata Elizabeth menunjuk orang yang bernama Arturia yang sedang menunduk memainkan jarinya.
"Oooo Arturia," balas singkat Naruto langsung menoleh ke arah depan lagi, Tiba-tiba.
.
"EEEEEEEEEEHH ARTURIA ANAK TERTUA RAJA PENDRAGON MAKSUDMU ELIZABETH!"
.
Kejut Naruto langsung menoleh ke arah Elizabeth lagi dan hanya dijawab anggukan Elizabeth. "Maaf Tuan Putri, atas ketidaksopananku," kata Naruto langsung membungkuk di depan Arturia dan Arturia hanya tersenyum kikuk dengan tingkah Naruto.
"Ti-tidak apa-apa kok, emm—"
"Naruto saja," potong Naruto memperkenalkan diri.
"baik Naruto-san," ucap Arturia membuat Naruto menegakkan kepalanya dan duduk kembali.
"Sungguh aku terkejut seorang Putri Raja kenapa bisa ada disini?" kata Naruto setelah duduk dan bertanya kepada Arturia.
"Ah itu karena pasukannya Meliodas adalah orang terpenting bagi kerajaan kami, jadi aku tau tempat ini karena mengenal mereka," balas Arturia memberitau.
"Hmm jadi begitu," balas singkat Naruto dan tak lama pesanan Naruto datang yaitu semangkuk ramen.
Dan selanjutnya Naruto memakan ramen sambil terus mengobrol berbagai hal dengan Arturia dan entah kenapa Arturia bisa tersenyum senang karena obrolan Naruto begitu menghibur menurutnya. Berbeda dengan yang lainya yang malah terbengong melihat senyum Arturia yang jarang di perlihatkan kini tersenyum manis di hadapan Naruto, membuat Elizabeth, Elaine, Diane dan Merlin tersenyum menyerigai, kalau untuk yang laki-laki disitu sudah bersemu merah serta Naruko dan Vivi hanya bingung tidak tau apa-apa di samping Merlin.
.
" Cih! Kata-kata yang bisa meracuni wanita tanpa sadar," batin Kurama yang mendengar obrolan Naruto dan Arturia.
.
.
#Skip Tempat Lain
.
"Bagaimana Menma? Oke ngak?" bisik Ban yang sedang meneropong tempat pemandian khusus wanita.
"Widih, mantap paman, yang rambut merah mantap sekali tu Oppainya," bisik Menma yang juga ikut meneropong ke arah pemandian perempuan dengan hidung yang sudah keluar darah sangat derasnya.
"Kau benar Menma," timpal Ban menyetujui ucapan Menma dan juga sudah mengalir deras darah dari hidungnya.
"Inget paman, kau memiliki istri lo jangan kesenangan lihat kayak gini, nanti ketahuan bibi Elaine bisa mampus kau paman," kata Menma tanpa menoleh karena masih asik dengan apa yang di lihatnya.
"Sesekali tidak apalah Menma, kan aku cuma cuci mata saja," balas Ban tanpa menoleh seperti Menma tadi.
"Ralat! Bukan sesekali, tapi sering," kata Menma tetap fokus melihat pemandangan.
"Ya ya ya, jangan bahas itu lagi, nanti hambar pemandangan ini," balas Ban mengakhiri percakapannya dan langsung fokus dengan penglihatan yang di tangkap oleh teropongnya.
Dan malam itu juga di balik semak-semak yang cukup lebat di isi oleh 2 pria yang lagi asik meneropong ke arah pemandian khusus wanita yang jaraknya 50 meter dari tempat mereka.
.
.
#SKIP 1 TAHUN KEMUDIAN LAGI
.
#Underword siang
.
Banyak yang terjadi selama 1 tahun semenjak kejadian di Mansion Sitri. Dari Pillar Phoenix yang seakan putus hubungan dengan Pillar Sitri dan yang paling menonjol adalah Lady Phoenix, Opera dan Riser yang sangat membenci semua keluarga Sitri, bahkan Lord Phoenix dan Lord Sitri sudah jarang sekali berinteraksi sejak 1 tahun belakangan ini.
Bukan itu saja, di kediaman Sitri juga banyak sekali perubahan. Dengan Serafall dan Grayfia serta anak-anaknya sekarang sering mengurung diri di Mansionnya dan setiap malamnya pasti terdengar suara tangis Serafall dan Grayfia karena tersiksa oleh penyesalannya. Sedangkan untuk Lord Sitri sekarang malah di pandang rendah oleh iblis-iblis bangsawan lainya, sontak membuat Lord Sitri stres bahkan hampir gila karena terus merutuki kebodohannya yang telah di perbuatnya dulu terhadap cucu-cucunya tapi untungnya ada Lady Sitri yang terus menenangkan suaminya agar tidak terpuruk oleh penyesalannya.
.
#Di Hutan
.
"Kau tau Gray-kun, Mira-chan, dulu Okaa-san di selamatkan oleh Tou-sanmu di sini, dia tidak takut sama sekali yang pada saat itu Okaa-san di kepung banyak musuh. Tou-sanmu sangat kuat, dia bisa mengalahkan musuh yang mengepung Okaa-san tanpa sisa hanya hitungan detik," kata Grayfia menceritakan masa lalunya kepada anak-anaknya yang sekarang mereka berada di hutan yang dulu Grayfia pernah di selamatkan oleh Naruto pertama kali. "Tou-sanmu sangat gagah hiks, Okaa-san sangat mencintai Tou-sanmu saat itu juga hiks hiks hiks, dan bodohnya Okaa-san yang malah membuang Nee-san kalian sehingga membuat Tou-san kalian pergi hiks hiks hiks aku memang tidak pantas di anggap ibu hiks hiks," sambung Grayfia mulai terisak karena tak kuat mengingat apa yang telah di perbuatnya selama ini sambil terus menangis.
.
GREP!
.
Tiba-tiba Gray dan Mirajane langsung memeluk ibunya dan juga ikut terisak sedih seperti Grayfia.
"Hiks, Okaa-sama tetaplah ibu kami dan Nee-sama hiks, hiks," kata Gray terisak.
.
"Hiks hiks hiks hiks hiks,"
.
Dan di hutan itu sekarang hanya di isi suara tangis 3 orang yang saling berpelukkan karena sebuah penyesalan.
.
.
#Mansion Sitri Malam
.
Di salah satu kamar di Mansion Sitri atau lebih tepatnya kamar milik Serafall. Dapat di lihat kini Serafall sedang memandang 2 foto, yaitu foto Naruto dan Naruko di pandangannya.
.
"Maafkan Okaa-san Ruko-chan hiks, maafkan Okaa-san hiks hiks hiks--"
.
Dan malam itu di kamar milik Serafall hanya di isi tangis Serafall tanpa henti sambil memeluk 2 foto yang di pandang dari tadi.
.
.
#Britania malam
.
Bukan hanya di Underword yang banyak perubahan, di Britania juga banyak perubahan. Contohnya anggota baru yang diketuai oleh Meliodas sekarang memanggil Naruto adalah Shisho, dan paling anehnya adalah Arturia yang 1 tahun belakangan ini sering sekali mengunjungi Kedai milik Meliodas setiap minggunya serta Arturia dan Naruto juga semakin akrab saja.
Sontak tingkah Arturia yang 1 tahun belakangan ini membuat pasukkan Meliodas terheran-heran, karena tahun lalu biasanya Arturia datang mengunjungi kedai milik Meliodas hanya tiap bulan bahkan bisa sampai 3 bulan sekali, tapi anehnya 1 tahun belakangan ini malah menjadi 1 minggu dan rutin tiap minggunya tanpa telat.
Bayak yang di ketahui Arturia dari Naruto. Dari Naruto yang mempunyai anak dan lain sebagainya dan terkadang Arturia bersikap berlebihan terhadap Naruto sehingga Naruto di buat heran dengan tingkah aneh Arturia. Dan sikap bodoh Naruto mendapat pandangan aneh dari Elizabeth dan Merlin karena Naruto tidak peka sekali dengan tingkah wanita, pikir Elizabeth dan Merlin.
.
BRAK!
.
tiba-tiba Arturia masuk kedai milik Meliodas sangat terburu-buru dengan nafas yang terputus-putus langsung duduk di sebelah Naruto.
"Ah akhirnya sempat," kata Arturia setelah duduk di samping Naruto.
"Apanya yang sempat Tuan Putri?" bingung Naruto melihat tingkah Arturia.
"Tidak apa-apa Naruto-kun," balas Arturia sudah tenang lalu berdiri dan melangkah kearah dapur mencari Merlin.
.
"Oh ya Naruto-san, kau besok jadi pindah ke Kyoto?" tanya Meliodas di depan Naruto.
"Ya, aku telah menemukan lahan cocok untuk usahaku di sana berkat teman DaTanshiku," balas Naruto santai dan Meliodas hanya ber-O-ria.
.
"Merlin, apa pesananku sudah jadi?" tanya Arturia kepada Merlin setelah di dapur.
"Tenang saja Tuan Putri, pesananmu sudah siap kok, dan aku sarankan tuan putri melakukannya malam ini juga sebelum Shisho pergi besok lo," balas Merlin menggoda Arturia, Sontak Arturia langsung bersemu merah.
"Nanti aku pinjam kamarmu ya Merlin," kata Arturia malu-malu.
"Pakailah sepuasmu Tuan Putri dan jangan lupa pakai sihir peredam suara di kamar ya," balas Merlin tersenyum dan hanya di jawab anggukan malu Arturia.
.
.
#Skip 1 jam kemudian
.
Kini kedai Meliodas sudah tutup dan hanya tersisa Naruto, Arturia, Meliodas, Ban, Harlequin, Growther, Merlin, Diane, Elizabeth, Elaine dan Escanor saja.
.
"HOOAAAAAM!"
.
"Kenapa aku ngantuk sekali ya? Padahal dari tadi aku minum kopi," kata Naruto merasa ngantuk setelah meminum kopi buatan Merlin tadi. "Meliodas, mungkin aku akan menginap disini, boleh aku pinjam kamar kosongmu?" sambung Naruto kepada Meliodas dengan mata yang sudah sayup-sayup.
"Silakan, Naruto-san tinggal naik saja dan kamar paling pojok kanan itu kosong," balas Meliodas membuat Naruto langsung beranjak dari duduknya.
"Bangunkan aku besok pagi Meliodas, aku tidak ingin telat besok," kata Naruto di tangga dan dijawab anggukkan Meliodas, kemudian Naruto melanjutkan langkahnya menuju kamar kosong yang di sebutkan Meliodas tadi.
Selang 15 menit tiba-tiba Arturia beranjak dari duduknya dan melangkah ke lantai 2 membuat orang-orang yang di ruangan tadi bertanya-tanya kecuali Merlin yang malah tersenyum menyerigai.
"Jangan bilang kalau ngantuknya Shisho itu ulahmu Merlin, dan apa-apaan tadi? Kenapa Tuan Putri juga naik ke lantai 2?" tanya Ban yang tau Serigai Merlin, sontak semuanya langsung menoleh ke arah Merlin.
"Em kau benar sekali Ban, tak kusangka ramuan uji cobaku berhasil dan sekarang Tuan Putri sedang melancarkan serangannya," balas Marlin santai membuat seisi ruangan Sweatdrop.
.
"Gila! Shisho di jadikan kelinci percobaannya" batin semua orang yang mendengar ucapan santai Merlin.
.
"Wah kau parah Merlin, kau bisa di cincang kalau tau Shisho menjadi kelinci percobaanmu," kata Ban geleng-geleng kepala dan hanya di balas senyuman oleh Merlin. "Ngomong-ngomong Tuan Putri melancarkan serangan apa kepada Shisho?" sambung Ban bertanya.
"Sini mendekat, akan kubisikkan sesuatu," kata Merlin dan semua penghuni ruangan langsung mendekati Merlin dan memasang telinga lebar-lebar. Kemudian Merlin berbisik dan selanjutnya semua orang langsung melebarkan mata terkejut dan bersemu merah.
.
" Kampret Shisho! Beruntung sekali bisa merasakan tubuh mulus Tuan Putri," batin para laki-laki di ruangan itu sudah mimisan membayangkan apa yang di lakukan Arturia.
" Kyaaaaa! Tuan Putri berani sekali," batin para perempuan yang sudah bersemu merah kecuali Merlin.
.
Dan dikamar yang Naruto tiduri malam itu terdengar jeritan kenikmatan dari suara perempuan yang terdengar jelas saat itu.
.
.
.
#FLASH BACK ARC END
.
#KEMBALI KE MASA SEKARANG
.
"Wah! Jadi patung yang di tengah kota itu Naruto Onii-sama," kata Ravel setelah mendengar cerita dari Lady Phoenix.
"Kau benar sekali sayang," balas Lady Phoenix tersenyum.
.
" Jadi itu alasannya kenapa Okaa-sama, Riser Nii-sama dan Opera-san sangat membenci Pillar Sitri," batin Ravel setelah tau penyebab kebencian keluaga Phoenix kepada Pillar Sitri setelah ibunya bercerita.
.
.
#SKIP DI TENGAH HUTAN BLACK FOREST
.
Dapat diketahui di tengah hutan yang gelap tanpa cahaya walau pun sekarang sudah tengah hari. Dapat di lihat kini Naruto sedang duduk di sebuah batu sambil menatap bosan 2 pohon yang menyatu seperti gerbang masuk entah ke mana yang berjarak 5 meter di hadapannya.
Tiba-tiba muncul sebuah pusaran berwarna ungu di antara 2 pohon yang di pandang Naruto, sontak Naruto langsung berdiri.
"Ah akhirnya terbuka juga," gumam Naruto lalu melangkah menuju pusaran tersebut dengan hoodie jaket sudah disarungkan ke kepalanya. "Semoga saja Asuna-san masih mengenaliku," sambung Naruto lalu menghilang setelah memasuki pusaran tersebut dan muncul di tengah-tengah hutan yang hampir sama dengan hutan Black Forest di dunia manusia. Dengan sigap Naruto langsung meluncur keluar dari hutan dengan melompat di atas batang pohon ke pohon lain menuju sebuah kota di luar hutan tersebut.
.
TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH!
.
Lompatan demi lompatan terus di lakukan dengan tatapan lurus ke arah depan karena hutan yang sekarang Naruto berada memang sama persis luasnya seperti Black Forest dan mungkin akan memakan waktu berjam-jam untuk sampai di kota pikir Naruto.
.
.
#Skip kota Kuoh malam
.
Dapat dilihat di penginapan yang berada di kota Kuoh. Di salah satu kamar penginapan tersebut terdapat 3 wanita dewasa dan 1 gadis kecil yang terlihat 10 tahunan dengan rambut hitam panjang (Yui SAO) sedang terlelap di pangkuan wanita dewasa yang sama-sama berambut hitam panjang serta anting berbentuk ular di setiap telinganya sedang mengusap kepala gadis kecil tersebut dengan lembut.
"Sepertinya Luna sangat kelelahan hari ini," kata wanita dewasa tadi sambil mengelus rambut gadis bernama Luna di pangkuannya dengan lembut. "Oh ya Margaret, apa sudah benar kota ini yang di tinggali Naruto-kun?" sambungnya bertanya kepada salah satu wanita dewasa berambut kuning di hadapannya.
"Benar Hancock-sama, dari salah satu ular yang kusebar ke seluruh dunia ada yang melihat Naruto-sama di kota ini," jawab wanita bernama Margaret kepada wanita dewasa bernama Hancock atau lebih tepatnya Boa Hancock.
"Baiklah kalau itu benar, sekarang kita istirahat dulu dan mulai mencarinya besok," kata Hancock dan di jawab anggukkan oleh 2 wanita di hadapannya. Lalu 2 wanita di hadapan Hancock melangkah keluar menuju kamar di sebelahnya langsung istirahat.
.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan bertemu ayahmu, kamu pasti tidak sabar kan, sama dong, Mama juga tidak sabar ingin bertemu ayahmu hehe," gumam Hancock tersenyum senang sambil terus mengelus rambut gadis kecil yang terlelap di pangkuannya.
.
"Apa kau masih mengingatku?"
.
.
.
RAJAKU
.
.
.
.
End.
.
.
Fuh! Akhirnya scane ini selesai juga...yah walau tak memuaskan endingnya si...tapi ideku Cuma itu ya mau bagaimana lagi hehehe.
.
.
Yo kita lanjut ffn ini brooo...
.
.
Oke untuk char di atas...hmmm itu dari Reader lo dan untungnya aku dapat susunan scane yang pas untuk memasukkannya hehehe...
.
.
.
Vote Pair untuk anak-anak Naruto juga boleh,terserah mau ambil dari char anime mana saja yang penting jangan ambil dari Canon Naruto (inces kutolak, tidak ada kata inces di kamus otakku) wkwkwk
.
Oke itu saja lah chap ini
.
.
#List urutan dari yang tertua.
1. Draig & Albion : Menyusul
2. Olive : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
3. Menma : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
4. Naruko : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
5. Vivi : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
6. Rin : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
7. Gray & Mirajane : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
8. Lucy : menyusul
9. Minato : [Yasaka Masih](dxd)
10. Liya : menyusul
11. Leo : menyusul
12. Kunou : [Yasaka Masih] (dxd)
13. Shuna : menyusul
14. Sting : [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
15. Luck : menyusul
16. Luna : menyusul
17. -- : --
18. -- : --
19. -- : --
20. -- : --
Nott : urutan bisa berubah kapanpun kecuali no 1 sampai 7 yang sudah paten. Dan 2 diantaranya dari manusia.
.
.
.
See you next chapter...
