DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2
CHAPTER 5
( ONIGASHIMA )
Pulau Onigashima, sebuah pulau yang berbentuk tengkorak yang sangat besar kini sedang direnovasi ulang. Terlihat ada beberapa pekerja yang sedang bekerja untuk membangun kembali kastil yang telah di hancrukan oleh Uchiha Sasuke. Pertarungan antara Kaido dan Sasuke menyebabkan kerusakan parah untuk pulau tersebut dan juga membunuh beberapa pasukan Kaido dan membuat Kaido kesal dan kini ia dihadapkan dengan anaknya yang dari tadi meneriakinya.
"AKU INGIN PERGI BERLAYAR! AKU MUAK DENGAN TEMPAT INI!" Ucap Yamato yang kesal kepada Kaido.
Kaido yang mendengar itu hanya tersenyum dan meminum sakenya. "GLUP! GLUP! GLUP! Uahhhh! Pergilah jika kau mau dan borgol itu akan meledak wororororo!" Ucap Kaido sambil tertawa dan mengejek Yamato.
Yamato yang mendengar itu makin mengerang kesal dan memelototi ayahnya. Yamato ingin sekali pergi dari Onigashima dan berpetualang di lautan tetapi apa daya ayahnya tidak mengizinkannya dan sudah merenggut kebebasannya sejak ia masih kecil. Yamato tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh ayahnya dan entah kenapa dia dibelenggu seperti ini.
"CIH! Seharusnya aku memutuskan untuk ikut dengan Uchiha Sasuke waktu itu!" Ucap Yamato.
"Wororororo kalau dipikir-pikir kau makin berani setelah melihat Sasuke mengalahkanku. Sasuke adalah orang yang hebat dan tidak mungkin dia mau membawamu berlayar bersamanya!" Ucap Kaido kepada Yamato.
Yamato yang mendengar itu pun hanya menyeringai dan menatap ayahnya. "Heh!? Benarkah? Asal kau tahu, saat pertarunganmu selesai dan saat kau terkapar, aku diam-diam menyelinap dan berhasil bertemu dengan Uchiha Sasuke."
Kaido pun membelalakan matanya karena terkejut. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya anaknya telah bertemu dengan Sasuke. "Hah!? Bagaimana bisa kau bertemu dengannya!?" Teriak Kaido.
Flashback.
Sasuke kini sudah berada di ujung pulau Onigashima dan berniat untuk kembali ke pantai Wano Kuni untuk kembali ke kapalnya. Pandangannya tertuju pada salah satu kapal yang terparkir di tepi pulau dan ia berniat untuk menggunakan kapal itu. Sasuke langsung melompat ke kapal itu dan langsung membaringkan dirinya karena ia cukup kelelahan setelah melawan Kaido.
"Yonkou kah? Kekuatanya setara dengan para 5 kage bahkan bisa dibilang, mereka setidaknya lebih kuat satu level di atas para kage." Gumam Sasuke sambil melihat bulan terang yang berada di atas.
Sasuke lalu bangkit duduk dan menyandarkan punggungnya di tiang kapal. Dia melihat seluruh tubuhnya yang penuh dengan luka dan merasa tubuhnya lemas karena terlalu banyak menggunakan chakra. Kaki kirnya pun patah dan membuat ia sedikit kesulitan berjalan.
"UCHIHA SASUKKKEEEEEEEE!"
Sasuke langsung memegang kusanaginya saat ia mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Dia mengarahkan pandangannya kearah kiri dan melihat ada seorang wanta yang sedang berlari-lari.
"UCHIHA SASUKE DIMANA KAU? AKU INGIN BERBICARA!"
"YAMATO-SAMA HENTIKAN!"
"URUSAI!"
BUAGH! BUAGH! BUAGH!
DUAAR!
"UAAAAGHHHH!"
"UCHIHA SASUKE! DIMANA KAU!? AKU YAKIN KAU MASIH ADA DISEKITAR SINI!"
Sasuke yang mendengar kembali namanya di panggil dan melihat bahwa wanita itu tadi memukuli para bawahan Kaido mencoba bangkit berdiri. Dia gunakan kusanaginya sebagai tongkat untuk membantunya berjalan dan ia berjalan ke ujung kapal untuk menemui wanita tersebut.
"UCHIHA SASUKE DIM-"
"Disini."
Ucapan wanita itu pun terpotong saat ia mendengar ada seseorang bicara. Dia menoleh ke kanan dan melihat ada seorang pria, yaitu Uchiha Sasuke sedang berdiri disebuah kapal. Wanita itu langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangannya kepada Sasuke.
"UCHIHA SASUKEEEEEEEE!" Teriak wanita itu kegirangan.
"Berhentilah berteriak seperti itu." Ucap Sasuke dengan datar dan langsung membalikan tubuhnya dan berjalan.
Wanita tersebut yang melihat Sasuke berjalan meninggalkannya langsung membelalakanya matanya dan langsung berlari menuju kapal itu sebelum Sasuke pergi. "OOOOIII! TUNGGU!" Ucap wanita tersebut sambil berlari.
Wanita tersebut langsung melompat ke kapal dan melihat Sasuke yang sedang duduk dan menyelonjorkan kakinya dan menyandarkan punggungya di tiang kapal. Terlihat tubuhnya yang penuh luka sayatan dan rambutnya yang sedikit berantakan tapi, nampaknya lukanya tidak serius karena Sasuke masih terlihat biasa saja dan tidak sekarat.
"Uchiha Sasuke!" Ucap Wanita itu lagi sambil tersenyum kearah Sasuke.
"Kau sudah menyebut namaku 5 kali. Jika kau ingin bertarung maka majulah. Aku harus segera pergi dari disini." Ucap Sasuke sambil menatap wanita itu dengan dingin.
Wanita itu pun langsung menelan ludahnya dan berkeringat dingin saat menerima tatapan dingin Sasuke. Wanita tersebut menatap mata rinnegan Sasuke yang sangat mengerikan dan tubuhnya bergetar karena ketakutan.
"Tu-tunggu! Aku tidak ada niatan untuk bertarung sama sekali. Aku kesini karena ingin bertemu denganmu. Lihat, aku bahkan membawa beberapa perban dan obat untuk menyembukanmu!" Ucap Wanita tersebut sambil menunjukan tas yang berisikan perlatan medis seperti perban, jarum suntik dan beberapa botol obat.
Sasuke pun mengarahkan pandangannya pada wanita yang sedang berjongkok didepannya. Seorang wanita yang mempunya tinggi sekitar 2,6 meter dengan rambut berwarna putih kehijaun dan memiliki tanduk di kepalanya. Wanita tersebut memakai sebuah kimono berwarna putih panjang. Namun yang menjadi perhatian Sasuke adalah borgol yang ada di tangannya.
"Siapa kau dan kenapa kau ingin menolongku. Aku tidak butuh pertolonganmu." Ucap Sasuke dengan datar.
"Hahaha sepertinya Ace benar. Kau adalah orang yang sangat kejam dan arogan." Ucap wanita tersebut sambil tersenyum manis.
Sasuke yang mendengar nama Ace sedikit terkejut dan membelalakan matanya. "Kau kenal dengan Ace?"Tanya Sasuke.
"Tentu saja." Ucap wanita tersebut sambil tersenyum. "Namaku adalah Yamato dan aku adalah putra dari Kaido." Ucap Yamato.
Sasuke yang mendengar itu hanya berkeringat jatuh karena Yamato memperkenalkan dirinya sebagai seorang putra padahal jelas dia adalah seorang wanita. "Transgender kah?" Tanya Sasuke.
"HHAAAHH!? Siapa yang kau bilang transgender!? Aku ini seorang pria!" Teriak Yamato yang kesal karena tidak terima disebut transgender oleh Sasuke.
"Terserahlah. Jika kau sudah selesai cepat pergi dari sini." Ucap Sasuke.
"Tunggu dulu aku ingin berbicara denganmu dan lagi apa kau tidak ingin mendengar ceritaku dengan Ace?" Tanya Yamato kepada Sasuke.
"Tidak." Jawab Sasuke singkat.
"HAAAH!? Bukannya tadi kau bertanya duluan kepadaku apa aku mengenal Ace!? Kenapa sekarang kau tiba-tiba bilang tidak tertarik dengan ceritaku dan Ace!?" Teriak Yamato kepada Sasuke.
"Aku hanya bertanya kepadamu apa kau mengenal Ace dan kau menjawab iya. Untuk kelanjutannya aku tidak tertarik." Ucap Sasuke.
Yamato yang mendengar jawaban Sasuke pun mengerang kesal karena sikap dingin yang diberikan Sasuke kepadanya. "Ace benar! Kau benar-benar sombong! Kau sangat berbeda dengannya." Ucap Yamato kepada Sasuke.
"Pergi dari sini atau aku akan menyeretmu keluar." Ucap Sasuke sambil menatap Yamato dengan datar.
Yamato yang mendengar itu pun terkejut dan membelalakan matanya. Ia mengepalkan kedua tangannya dan melihat borgol yang membelenggu tangannya. "Aku hanya ingin bilang padamu bahwa aku ingin ikut denganmu berlayar. Aku benci ayahku." Ucap Yamato dengan pelan.
Sasuke yang mendengar perkataan Yamato tersebut dan terlihat ekspresi Yamato yang sedih sedikit merasa bersalah karena merasa terlalu kasar padanya. "Seharusny kau bilang itu dari tadi. Tidak usah bertele-tele." Ucap Sasuke.
Yamato pun langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar kepada Sasuke."Benarkah!? Apa kau mengizinkanku untuk berlayar bersamamu!?" Teriak Yamato yang kegirangan.
"Tidak."
Ekspresi Yamato langsung berubah drastis dan ia langsung cemberut dan memelototi Sasuke. "KAU INI PLIN PLAN SEKALI!" Teriak Yamato yang sudah sangat kesal dengan Sasuke.
Sasuke tidak menghiraukan perkataan Yamato barusan dan melihat borgol yang ada di tangan Yamato. "Kenapa kau di borgol?" Tanya Sasuke kepada Yamato.
Yamato yang mendengar pertanyaan Sasuke itu pun hanya tersenyum dan melihat kedua tangannya. "Ayah sialan itu memborgolku karena aku selalu berusaha kabur dari sini. Borgol ini akan meledak jika aku pergi dari pulau ini." Ucap Yamato.
Sasuke tersenyum mendengar jawaban Yamato. Sepertinya hubungannya dengan Kaido benar-benar buruk dan nampaknya ada perbedaan pandangan antara sang anak dan sang ayah yang membuat Yamato sampai di borgol seperti ini.
"Kau bilang ingin memabantuku bukan?" Tanya Sasuke kepada Yamato.
"UHMMMM!" Yamato tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Kau mempunyai gips?" Tanya Sasuke.
"Ehhh? Apa tulangmu ada yang patah?" Tanya Yamato kepada Sasuke.
"Hn. Kaki kiriku." Jawab Sasuke.
Yamato pun langsung mengambil tasnya dan langsung mencari gips. Beberapa detik ia mencari dan akhirnya ia menemukannya.
"DAPAT!" Ucap Yamato sambil memegang sebuah gips.
"Apa kau membawa semua peralatan medis di dalam tasmu?" Tanya Sasuke kepada Yamato.
"Benar. Aku membawa semua perlatan dari ruangan dokter. Aku tidak tahu apa saja luka yang kau derita jadi aku bawa saja semua." Ucap Yamato.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum mengarahkan kaki kirinya kepada Yamato. "Tolong bantu aku pasangkan gips di kaki kiriku." Ucap Sasuke.
"BAIK!" Ucap Yamato yang langsung memegang kaki kiri Sasuke dengan lembut dan hati-hati.
Mata Yamato seketika membelalak dan ia langsung terdiam. Dia hanya memegang kaki kiri Sasuke dan hanya menatapanya tanpa melakukan apapun. Hampir 1 menit sudah Yamato terdiam dan akhirnya Sasuke mula kesal.
"Apa kakiku seindah itu hingga membuatmu terdiam seperti ini?" Sindir Sasuke kepada Yamato.
"Etooo… Bagaimana cara memasangkannya?" Tanya Yamato kepada Sasuke.
Sasuke langsung sweardrop dan menatap Yamato dengan datar. "Seharusnya kau bilang dari tadi." Gumam Sasuke kepada Yamato. "Ambilah perban terlebih dahulu dan liltkan dari ujung kakiku sampai lututku." Ucap Sasuke.
"BAIK!" Ucap Yamato yang langsung mengambil segulung perban.
Dengan tangannya yang besar, ia sedikit mengangkat kaki kiri Sasuke dan mulai melikitkan perban di kakinya. "Aku kira kau akan sekarat setelah melawan ayahku tetapi kau ternyata baik-baik saja dan hanya mengalami patah tulang." Ucap Yamato sambil memerban kaki Sasuke.
"Aku mendapatkan bantuan yang tidak terduga." Ucap Sasuke.
"Bantuan? Apa maksudmu bantuan? Kau hanya datang sendiri dan aku tidak melihat temanmu." Ucap Yamato yang bingung.
"Monster bermata satu itu." Jawab Sasuke.
Yamato langsung menghentikan kegiatannya memerban kaki Sasuke dan membelalakan matanya. Tubuhnya bergetar dan bulu kuduknya merinding. Pada saat Juubi keluar, Yamato dapat melihat jelas betapa menakutkannya Juubi dan merasakan aura yang sangat mencekam.
"Hn sepertinya kau takut dengan monster itu." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Te-tentu saja! Bahkan monster itu bisa menyentil ayahku! Aku tidak pernah melihat ayahku disentil seperti itu!" Teriak Yamato kepada Sasuke.
"Lanjutkan." Ucap Sasuke sambil melihat kakinya dan memberi tanda kepada Yamato untuk melanjutkan memerban kakinya.
"E-eh? Baik." Yamato pun langsung kembali memerban kaki Sasuke. "Aku tidak tahu ternyata diluar sana ada orang sekuat dirimu. Ayahku adalah Yonkou dan ku kira dialah yang paling kuat." Ucap Yamato.
"Di atas langit masih ada langit. Didunia ini, semua orang bisa dikalahkan." Jawab Sasuke sambil tersenyum.
"Apa kau pernah kalah?" Tanya Yamato kepada Sasuke.
Sasuke pun hanya memejamkan matanya dan tersenyum. Dia mengingat saat dirinya masih kecil dan saat ia dikalahkan oleh Itachi dan juga saat di perang dunia ke 4 dia ditusuk oleh Madara dan yang terakhir saat dirinya di hajar habis-habisan oleh Naruto di lembah kematian.
"Pernah. Aku mengalami banyak kekalahan dalam hidupku." Jawab Sasuke. "Setelah ini ambilah gips itu dan pasangkan pada kakiku." Lanjut Sasuke.
"Baik." Ucap Yamato yang langsung memasangkan gips pada kaki Sasuke. "Siapa orang yang bisa mengalahkanmu? Orang itu pastilah monster!" Ucap Yamato.
"Mereka adalah kakakku, leluhurku dan sahabatku." Jawab Sasuke.
"Kakak? Ace bilang kau adalah yang paling tua?" Tanya Yamato yang terkejut karena ternyata Sasuke mempunyai kakak dan itu artinya Ace mempunyai kakak selain Sasuke.
"Dia adalah kakak kandungku. Jadi dia tidak pernah bertemu Ace sebelumnya dan lagi dia sudah mati saat aku berumur 16 tahun." Ucap Sasuke.
"Begtitukah? Maaf kalau begitu aku tidak berniat mengungkitnya aku hanya penasaran saja." Ucap Yamato. "Nah selesai! Apa aku sudah benar?" Tanya Yamato yang baru saja selesai memesangkan gips pada kaki Sasuke.
"Ah. Terima kasih." Ucap Sasuke kepada Yamato.
"Hey! Ayolah, aku ingin ikut berpetualang bersamamu! Berapa banyak anggota yang kau punya? Diamana kapalmu berada? Aku akan mengantarmu kesana!" Ucap Yamato.
Sasuke pun langsung menatap Yamato dengan serius dan membuat Yamato sedikit terkejut. "Yamato.. Maaf aku tidak bisa membawamu karena aku memutuskan untuk kembali ke kampung halamanku dan kembali ke East Blue." Ucap Sasuke.
Yamato pun membelalakan matanya menatap Sasuke. "Ke-kenapa?" Gumam Yamato yang tidak percaya.
"Aku ingin beristirahat sebentar dan ingin bertemu dengan keluarga di East Blue. Aku baru akan kembali berpetualang satu setengah tahun lagi." Ucap Sasuke.
"Satu setengah tahun? Kau juga bilang pada ayahku tentang apa yang akan terjadi satu setengah tahun kedepan. Kau bilang adikmu, Monkey,D,Luffy akan ke sini dan mengalahkan ayahku kan?"Tanya Yamato kepada Sasuke.
"Ah. Saat itu tiba, aku juga akan kembali kesini dan sepertinya kau lebih cocok bergabung dengan Luffy." Jawab Sasuke.
"Ace juga selalu membicarakn tentang Luffy. Nampaknya adik kecilmu itu orang yang sangat menarik." Ucap Yamato sambil tersenyum. "Tapi, aku ingin pergi sekarang dan aku kira ini moment yang tepat untukku." Ucap Yamato sambil tertunduk.
"Tidak. Ini bukan waktu yang tepat untukmu meninggalkan tempat ini. Kalau begitu aku ingin meminta bantuanmu." Ucap Sasuke kepada Yamato.
"Bantuan? Bantuan apa?" Tanya Yamato yang bingung karena dia merasa bahwa dial ah yang seharusnya di bantu bukan membantu.
"Aku yakin Luffy suatu saat akan kesini dan menyerang Kaido. Bila saat itu tiba, aku ingin kau membantunya mengalahkan Kaido." Ucap Sasuke dengan serius.
"Membantu Luffy?" Gumam Yamato.
"Ah. Kekuatanmu diperlukan untuk membantu Luffy dan kawan-kawannya. Jika pertarungannya sudah selesai dan jika Luffy menolakmu untuk bergabung bersamanya, aku akan mengajakmu berpetualang bersamaku. Bagaimana?" Tanya Sasuke kepada Yamato.
Yamato pun tersenyum dengan lebar dan tanpa sadar ia meneteskan air mata karena sakin bahagianya. Dia tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang memberikannya sebuah harapan untuk menggapai cita-citanya dan orang tersebut adalah Uchiha Sasuke. Seorang pria yang sanggup mengalahkan ayahnya.
"Dengan kata lain, kau pasti akan keluar dari tempat ini dan melihat dunia luar. Entah itu bersama Luffy atau bersamaku. Kau hanya perlu menunggu satu setengah tahun lagi." Lanjut Sasuke.
"BAIK!" Teriak Yamato sambil mengusap air matanya.
Flashback End.
Kaido yang mendengar cerita Yamato pun mengerang karena kesal. "Monkey,D,Luffy!? Memangnya apa yang bisa bocah seperti dia lakukan hah!?" Teriak Kaido.
"Sudahku bilang bukan!? Dia adalah adik dari Uchiha Sasuke! Pria yang telah menendang bokongmu dan membuatmu terkapar!" Balas Yamato.
"Worororor coba saja kalau bisa dan lagi aku tidak akan membiarkanmu berlayar dengan Sasuke!" Ucap Kaido sambil menyeringai.
"GGGRRRRR!" Yamato hanya mengerang dan memelototi ayahnya. 'Satu tahun lagi! Aku hanya tinggal menunggu satu tahun lagi dan aku bisa bebas dari sini!' Gumam Yamato dalam hatinya.
-X-
(EAST BLUE : DESA FOOSHA)
Pagi telah tiba dan sinar matahari mulai menyinari Desa Foosha. Angin berhembus cukup kencang sehingga kincir angina besar yang menjadi salah satu icon Desa Foosha pun berputar kencang. Suasannya sangat damai dan suasana seperti ini tidak akan pernah ditemui di dunia baru. Itu lah yang Sasuke kini pikirkan. Ia duduk di depan bar dan terus melihat langi yang ada di atasnya.
"Sepertinya aku mulai menikmati kehidupanku disini." Gumam Sasuke sambil tersenyum.
Jujur saja Sasuke menyukai kehidupannya di dunia ini. Dibandingkan di dunia Shinobi, dia memiliki banyak teman dan keluarga di dunia ini. Banyak yang di sayangi dan banyak juga yang harus ia lindungi disini. Tetapi, bukan berarti bahwa dia melupakan semua kenangannya di dunia Shinobi karena awal mula karirnya dan awal mula dia menjadi hebat bermula di dunia Shinobi dan tentu saja ia tidak akan pernah melupakan teman-temannya di team 7 yaitu Kakashi, Naruto dan Sakura. Mereka bertigalah alasan Sasuke bisa keluar dari kegelapan dan kembali ke jalan yang benar.
Sebenarnya, saat ia singgah di setiap pulau ia diam-diam terus membuka portal dan mencari jalan kembali ke dunia shinobi karena ia tahu keberadaanya disini pasti akan merubah takdir yang seharusnya terjadi. Atau kehadirannya di dunia ini adalah sebuah takdir juga? Entahlah dan itu juga yang membuat Sasuke bingung ditambah lagi dengan penjelasan Rayleigh tentang God Poneglyph. Sasuke juga tidak bisa asal langsung pulang ke dunianya karena ia sudah terlanjur menjalin ikatang dengan orang-orang di dunia seperti Luffy, Garp, Robin dan yang lainnya. Setidaknya ia harus pamit kepada mereka saat ia akan pulang karena belum tentu ia bisa kembali ke dunia ini jika dia sudah kembali lagi ke dunia Shinobi.
"Sasuke sarapanmu sudah siap."
Lamunan Sasuke buyar saat ia mendengar suara seseorang. Dia langsung menoleh kebelakang dan melihat Makino yang sedang tersenyum. "Apa menu sarapannya?" Tanya Sasuke.
"Makanan kesukaanmu. Dango dan tomat segar." Ucap Makino sambil tersenyum.
"Hn baiklah kalau begiu." Ucap Sasuke yang langsung bangkit berdiri dan masuk ke bar.
Sasuke duduk didepan bar dan melihat makanannya sudah siap. Dia langusng menambil dango yang berada didepannya dan melahapnya. Makino yang melihat itu pun langsung tersenyum dan duduk di depan Sasuke.
"Apa perjalananmu menyenangkan?" Tanya Makino kepada Sasuke.
"Begitulah. Banyak orang aneh yang aku temui diluar." Jawab Sasuke.
"Benarkah? Kenapa kau menyebutnya aneh?" Tanya Makino yang penasaran.
"Manusia ikan, naga, raksasa dan masih banyak yang lainnya." Ucap Sasuke.
"SUGOI! Aku tidak tahu ternyata ada banyak ras di dunia ini. Apa kau berteman dengan mereka semua?" Tanya Makino sambil tersenyum.
"Tidak semaunya. Beberapa dari mereka ada yang menyebalkan dan terpaksa aku harus menghajar mereka." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Fufufufu sepertinya kau menikmati petualanganmu Sasuke." Ucap Makino sambil tertawa kecil.
CLACK!
Pintu bar pun terbuka dan terlihat ada dua orang yang memasuki bar tersebut. Mereka berdua adalah Garp dan sang kepala Desa.
"Buahahaha kau bangun pagi sekali Sasuke." Ucap Garp sambil tertawa.
"Tidak pernah berubah. Kau selalu bangun pagi dari kecil." Ucap Kepala Desa sambil tersenyum. "Makino aku ingin kopi." Ucap kepala desa.
"Makino ingin teh hijau panas." Ucap Garp yang duduk di sebelah Sasuke.
"Baik-baik. Akan segera datang." Ucap Makino sambil tersenyum dan berjalan menuju dapur untuk membuat kopi dan teh pesanan Garp dan kepala desa.
"Apa kau akan kembali ke markas besar?" Tanya Sasuke kepada Garp karena ia melihat Garp sudah memakai pakaian resmi dan memaka jubah angkatan laut.
"Ahh. Aku sudah terlalu lama disini. Sengoku pun terus meneleponiku." Ucap Garp sambil tersenyum.
"Bukannya dia sudah pensiun?" Tanya Sasuke kepada Garp.
"Tidak sepenuhnya. Dia kini menjadi mentor dan melatih para generasi baru yang menjadi angkatan laut." Ucap Garp sambil tersenyum.
"Pesanan datang.." Ucap Makino yang membawa dua buah gelas dan menaruhnya di atas meja.
"Terima Kasih Makino." Ucap Garp yang langsung mengambil tehnya dan meminumnya. "Lalu apa yang akan kau lakukan disini? Jangan bilang kau sedang mencari seseoran untuk kau ajak berlayar dan berniat membangun kelompok bajak laut?" Tanya Garp kepada Sasuke.
"Jika seperti itu, aku lebih baik mencari orang-orang tersebut di Grand Line atau di dunia baru. Lagipula aku kesini hanya untuk bersantai." Jawab Sasuke.
"Buahahaha jangan remehkan orang-orang East Blue. Orang-orang hebat biasanya berasal dari East Blue." Ucap Garp sambil menyeringai.
Garp lalu menghabiskan tehnya dan langsung bangkit berdiri. "Baiklah kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Jaga diri kalian baik-baik dan sampai bertemu lagi Sasuke." Ucap Garp sambil berjalan keluar.
"Jaga dirimu juga Garp-San." Ucap Makino sambil tersenyum.
"Hati-hati di jalan Garp." Ucap sang kepala desa.
"Hn. Sampaikan salamku pada angkatan laut." Ucap Sasuke sambil menyeringai.
"Buahahah dasar bocah sialan. Baik akan aku sampaikan buahahahaha!" Balas Garp sambil tertawa.
-X-
( RUSKAINA ISLAND )
"HIYAAA!"
BOOM!
"HUAAAA!"
BOOM!
"Yoossh! Sepertinya aku sudah bisa mengendalikan buhsosoku haki sepenuhnya shishshi." Ucap Luffy sambil tertawa.
"Luffy… Makananmu sudah siap…" Ucap Hancock sambil memainkan jarinya dan memalingkan wajahnya yang merona.
"YOSSSH! Saatnya makan!" Luffy berteriak dengan semangat dan langsung berlari menuju ke keranjang makanan yang di bawa Hancock.
Hancock pun merasa senang karena makanan yang kali ini ia bawa adalah makanan yang ia masak sendiri dan dia ingin melihat apakah masakannya disukai Luffy atau tidak.
"UOOO! Baunya sedap sekali Hancock!" Ucap Luffy sambil menatap makanan yang ada didepannya.
"Be-benarkah?" Tanya Hancock.
"UHM! Itadakimasu!"
Luffy pun langsung melahap semua makanan yang dibawa Hancock dan Hancock pun merasa sangat bahagia karena ternyata ia bisa memasak dan bisa membuat Luffy gembira.
Disisi lain, terlihat Rayleigh sedang duduk disebuah batu dan mengelus janggutnya. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu dan nampaknya sesuatu itu sangat penting karena terlihat wajahnya yang sangat serius. Luffy dan Hancock yang menyadari bahwa seperti ada yang salah dengan Rayleigh mencoba memanggilnya.
"Kenapa Rayleigh?" Tanya Luffy sambil menyantap makannanya.
"Ini tidak seperti biasanya. Biasanya kau langsung memarahiku jika aku datang." Ucap Hancock yang juga kebingungan.
Rayleigh yang mendengar itu pun mengarahkan pandangannya pada Luffy dan menatapnya dengan serius. "Luffy, jawab aku dengan jujur. Jika suatu saat kau harus bertarung melawan Sasuke, apa kau siap?"
Luffy dan Hancock yang mendengar pertanyaan Rayleigh pun kebingungan. Pertanyaan ini terasa sangat tiba-tiba dan mereka tidak tahu apa maksud sebenarnya dari pertanyaan ini.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Luffy yang menghentikan kegiatan makannya dan menatap Rayleigh dengan serius.
"Anggap saja suatu saat kalian mempunyai pandangan yang berbeda dan harus bertarung. Apa kau siap?" Tanya Rayleigh.
"Hei, apa maksudmu? Memangnya apa yang telah Sasuke lakukan sampai kau bertanya seperti ini?" Tanya Hancock.
Luffy pun sedikit termenung dan memejamkan matanya. Ia lalu tersenyum dan kembali membuka matanya. "Impianku adalah menjadi raja bajak laut. Aku tahu impianku sangatlah berat untuk digapai karena aku harus melawan banyak orang kuat dan salah satunya adalah Sasuke. Karena impianku selain menjadi raja bajak laut adalah mengalahkan Sasuke dalam pertarungan satu lawan satu." Jawab Luffy sambil tersenyum.
"Kenapa kau ingin bertarung melawannya? Apa hanya sekedar untuk bertambah kuat saja?" Tanya Rayleigh.
"Aku pun tidak tahu. Tapi, Sasuke adalah satu-satu nya orang yang sampai saat ini belum bisa aku sentuh. Aku merasa jarakku dengan Sasuke terlalu jauh dan aku ingin terus mengejarnya sehingga aku bisa seimbang dengannya. Setiap kali aku membaca berita tentangnya aku merasa bahwa aku semakin tertinggal jauh. Dia bisa menjadi seorang kapten, dia bisa menggunakan pedang dengan hebat, dia bisa menjadi navigator, dia bisa berbohong dan bisa menggunakan pistol dengan hebat, dia bisa memasak, dia juga seorang dokter, dia mengetahui banyak tentang sejarah, dia mengerti tentang strutur kapal dan bisa memperbaiki kapal, dan aku tidak tahu apa dia bisa memainkan alat music atau tidak tapi aku yakin dia pasti bisa. Dia bisa melakukan semuanya sendiri sedangkan aku membutuhkan nakamaku untuk melakukan semua hal itu dan karena itulah dia selalu berlayar sendiri karena dia tidak membutuhkan orang lain lagi." Ucap Luffy sambil tersenyum.
Rayleigh dan Hancok pun tersenyum mendengar cerita Luffy. Sepertinya Luffy benar-benar mengenal siapa Sasuke sesungguhnya dan mereka pun setuju dengan perkataan Luffy. Sasuke terlalu sempurna untuk seorang manusia. Tidak ada yang tidak bisa Sasuke lakukan dan ia selalu melakukan apapun sendirian. Mereka tidak tahu jelas tentang masa lalu Sasuke tapi mereka yajin bahwa Sasuke pasti telah menghadapi sesuatu yang sangat berat sehingga ia bisa menjadi kuat.
"Aku selalu berpikir bahwa aku tidak punya kesempatan menang melawan Sasuke tapi aku sudah berjanji pada Sasuke bahwa aku akan mengalahkannya dan aku harus menetapi janji itu shshishi." Ucap Luffy sambil tertawa.
"Begitukah? Kalau begitu aku hanya mengharapkan kemenanganmu Luffy." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu, aku harap kau bisa memukulnya tepat di wajahnya dan buat dia menangis!" Ucap Hancock yang mencoba menyemangati Luffy.
"Shishishi, aku pasti akan memukul wajahnya tapi sepertinya aku tidak akan bisa membuatnya menangis." Jawab Luffy sambil tersenyum. "Ngomong-ngomong Hancock kenapa kau selalu bertengkar dengan Sasuke? Jika melihat kalian berdua aku seperti melihat Zoro dan Sanji shishi." Tanya Luffy sambil tertawa.
Hancock yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan melipat tangannya. "Sasuke adalah orang yang kasar, dingin, egois, dan cuek. Banyak alasan yang bisa menjelaskan kenapa aku selalu bertengkar dengan si perjaka itu tapi…" Hancock menggantung kalimatnya dan mendongakan kepalanya ke atas sambil menatap langit cerah yang ada di atas. "Dialah yang telah menyelamatkanku dari Marijois."
Flashback.
Ace, Luffy, Dadan dan para bandit gunung lainnya kini sedang berada di rumahnya. Mereka semua terlihat murung dan tidak ada satupun dari mereka yang bicara. Mereka hanya merunundukan kepala mereka terlihat mata mereka kosong. Dua hari sudah setelah kematian Sabo dan mereka masih belum bisa melupakannya.
"HEY! Sudahlah! Tidak ada gunanya kita bersedih seperti ini terus!" Ucap Ace yang mulai kesal.
"Hiks…hiks.. Sabo…" Ucap Luffy sambil menangis.
"LUFFY! SUDAH KUBILANG JANGAN PERNAH MENANGIS LAGI!" Bentak Ace kepada Luffy.
"UHM!" Luffy menganggukan kepalanya dengan cepat dan berusaha berhenti menangis.
Dadan pun menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke dinding di belakangnya. "Apa kalian tahu dimana Sasuke?" Tanya Dadan yang dari tidak melihat keberadaan Sasuke.
"Dia bilang dia sedang ada urusan dan mungkin akan pergi selama seminggu." Ucap Dogra.
"HAH!? Memangnya urusan apa!? Kenapa dia malah pergi disaat seperti ini!?" Teriak Dadan dengan kesal.
"KUSO! Baka Aniki! Kemana dia pergi!?" Ucap Ace yang juga kesal.
Luffy pun makin merundukan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan topi jeraminya. Dia khawatir bila Sasuke berada dalam bahaya dan akan bernasib sama dengan Sabo.
-X-
Sasuke kini sedang berlayar menggunakan kapal yang cukup besar yang ia curi dari sekelompok bajak laut disebuah pulau. Ia kini sedang menuju ke Marijois dan ia berniat untu membalaskan dendam Sabo kepada Tenryuubito dan ia juga sebenarnya penasaran seperti apa rupa dari Tenryuubito yang disebut sebagai dewa di dunia ini.
"Dewa kah? Apa mereka semua sekuat Otsutsuki?" Gumam Sasuke yang sedang duduk di ujung kapal dan melihat lautan lepas yang berada di depannya.
Sasuke sebenarnya tidak terlalu takut dengan istilah dewa karena ia pernah melawan salah satu dari mereka saat di dunia Shinobi. Otsutsuki Kaguya. Seorang dewa yang menjadi titik awal terbentuknya dunia Shinobi dan sistem chakra dan kini ia pun mempunyai setengah kekuatan dewa yang telah diberikan oleh Rikudou Sennin kepadanya untuk mengalahkan Kaguya pada pertempuran terakhirnya di perang dunia shinobi ke empat.
WUUUSSSSHHH!
SPLASH!
Sasuke langsung menoleh ke kiri dan ia melihat ada seseuatu yang bergerak di sebelah kapalnya. Sasuke menyipitkan matanya dan berusah mengidentifikasi seseuatu yang bergerak itu. Terlihat seperti seekor ikan yang cukup besar tetapi anehnya, ikan itu memakai baju.
"Oi." Merasa penasaran Sasuke pun mencoba untuk memanggil ikan tersebut.
Ikan tersebut pun mendongakan kepalanya ke atas dan melihat Sasuke denan datar. "Kenapa kau memanggilku?" Tanya ikan tersebut.
Sasuke sedikit tersentak karena ia tidak menyangka bahwa ikan tersebut bisa berbicara. "Kau bisa berbicara?" Tanya Sasuke.
"Tentu. Aku adalah manusia ikan. Ras yang paling tertindas di dunia ini." Ucap Manusia ikan tersebut.
Sasuke pun menyipitkan matanya dan sedikit kebingungan dengan jawaban dari manusia ikan tersebut. "Naiklah. Aku ingin berbicara denganmu." Ucap Sasuke kepada Ikan tersebut.
"Apa yang seorang manusia inginkan dariku?" Tanya manusia ikan tersebut.
"Aku hanya ingin berbicara denganmu." Jawab Sasuke.
Manusia ikan tersebut pun berpikir sejenak dan memandang Sasuke dengan tajam seolah dia sedang menyelidiki Sasuke dan menduga-duga apa yang akan dilakukan oleh Sasuke. Setelah berpikir cukup lama akhirnnya manusia ikan tersebut menghela nafas. "Baiklah."
WUSSSH!
Manusia ikan tersebut pun langsung melompat ke kapal Sasuke. Ia berjalan mendekati Sasuke yang sedang duduk bersila di dekat tiang kapal dan ikut duduk didepan Sasuke. "Nah, jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
"Apa maksudmu ras yang paling tertindas di dunia ini?" Tanya Sasuke.
"Manusia ikan adalah salah satu dari sekian banyak ras yang ada di dunia ini. Kami para manusia ikan sering mendapatkan diskrimanasi karena para manusia menganggap kami aneh dan menanggap kami bukan seperti manusia tapi seperti hewan yang bisa diperjual belikan dan direnggut kebebasannya." Jawab manusia ikan itu dengan serius.
Sasuke pun hanya terdiam dan ia baru mendapatkan informasi baru bahwa ternyata dunia ini ternyata mempunyai masalah rasisme dan diskrimnasi. "Souka. Apa yang sedang kau lakukan dan kemana kau akan pergi?" Tanya Sasuke kepada manusia ikan tersebut.
"Aku sedang menuju Marijois dan ingin membebaskan teman-temanku yang telah menjadi budak disana." Ucap Manusia ikan tersebut.
"Apa orang-orang yang dijadikan budak ada di Marijois?" Tanya Sasuke.
"Benar. Orang-orang yang sudah di beli oleh para Tenryuubito mereka bawa ke Marijois dan mereka semua dijadikan budak oleh para Tenryuubito." Jawab Manusia ikan tersebut.
Sasuke yang mendengar itu menganggukan kepalanya dan tersenyum. "Kalau begitu kita mempunyai tujuan yang sama." Ucap Sasuke.
Manusia ikan tersebut pun membelalakan matanya dan terkejut dengan perkataan Sasuke. "A-apa maksudmu?"
"Aku sedang menuju Marijois dan sedang mencari Tenryuubito yang telah membunuh adikku." Ucap Sasuke.
Manusia ikan tersebut makin membelalakan matanya. Ia menatap Sasuke dan perlahan ia bibirnya terangkat dan ia tersenyum. "Apa kau ingin menyerang Marijois?" Tanya Manusia ikan tersebut.
"Tujuanku hanyalah mencari orang yang membunuh adikku tapi jika itu diperlukan maka aku akan menghancurkan Marijois." Ucap Sasuke.
"Hehehe sangat menarik. Untuk seorang bocah, kau mempunyai nyali yang cukup besar." Ucap Manusia ikan tersebut. "Namaku Fisher Tiger. Senang berkenalan denganmu." Ucap Manusia ikan tersebut yang diketahui bernama Fisher Tiger sambil menyodorkan tangannya untuk mengajak Sasuke bersalaman.
"Uchiha Sasuke. Senang berkenalan denganmu." Ucap Sasuke sambil menjabat tangan Fisher Tiger. Sasuke lalu melepaskan tangannya dan kembali menatap Fisher Tiger. "Aku mendengar bahwa Marijois berada di suatu tempat yang jauh di atas. Apa kau tahu dimana tepatnya?" Tanya Sasuke.
"Marijois adalah sebuah wilayah yang sangat suci dan terletak di puncak Red Line. Tidak mudah untuk menyelinap kesana karena itu adalah tempat yang dipercayai sebagai tempat para dewa. Mereka, Ternyuubito menganggap bahwa manusia khususnya manusia ikan adalah mahluk rendahan dan semua manusia harus tunduk kepada mereka." Ucap Fisher Tiger.
"Aku tidak menyangka ternyata dunia ini di perintah oleh sampah semacam mereka." Ucap Sasuke dengan kesal.
"Anak muda kalau kau ikut denganku maka kau akan diburu oleh pemerintahan dunia dan menjadi buronan. Apa kau siap?" Tanya Fisher Tiger.
Sasuke yang mendengar itu langsung memasukan tangannya ke dalam jubahnya dan mengeluarkan sebuah topeng. "Aku akan menutupi wajahku dengan topeng ini." Ucap Sasuke sambil memakai topeng tersebut.
"Kenapa? Apa kau takut wajahmu akan dikenali oleh seluruh dunia?" Tanya Fisher Tiger.
"Bukan itu masalahnya. Aku mempunyai seorang kakek angkat yang bernama Monkey,D,Garp dan dia adalah angkatan laut. Dia pasti mengomeliku habis-habisan jika tahu aku menyelinap ke Marijois." Ucap Sasuke.
Fisher Tiger langsung membelalakan matanya karena terkejut setelah mendengar bahwa Sasuke adalah cucu dari Garp sang pahlawan angkatan laut. "K-Kau cucunya Garp!? Si pahlawan angkatan laut itu!?" Teriak Fisher Tiger.
"Ah. Cucu angkat bukan kandung. Dia sendiri yang tiba-tiba mengangkatku sebagai cucunya meskipun aku beberapa kali menolak." Ucap Sasuke.
"Hahahaha aku tidak menyangka cucu dari seorang petinggi angkatan laut akan menyerang Marijois." Ucap Fisher Tiger. "Tapi sepertinya kita harus mengakhiri percakapan kita ini dan segera bergerak."
Sasuke yang mendengar itu pun langsung melihat kedepan kea rah dimana mata Fisger Tiger tertuju. Terlhat sebuah dinding berwarna merah besar didepan mereka dan juga sangat tinggi.
"Red Line kah?" Gumam Sasuke sambil memandangi dinding besar tersebut.
"Tepat sekal dan tujuan kita adalah tempat yang berada di atas dinding ini." Ucap Fisher Tiger.
Sasuke pun langsung memarkirkan kapalnya tepat di depan dinding itu dan menurunkan jangkar kapal. Ia mendongakan kepalanya ke atas dan bersiap untuk memanjat Red Line.
"Tunggu Sasuke. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Fisher Tiger.
Sasuke pun sedikit berpikir setelah mendengar perkataan Fisher Tiger. Awalnya ia ingin memanjat dan mengalrikan chakra ke kakinya lalu berlari ke atas namun sepertinya dia mempunyai ide yang lebih bagus.
"Aku berencana memanjat dinding ini. Apa kau sanggup memanjat dinding ini sampai ke atas?" Tanya Fisher Tiger.
"Tidak perlu Tiger. Aku mempunyai cara yang lebih efektif. SUSANO!"
Sasuke langsung mengaktifkan mangkeyou sharingannya dan mengeluarkan susano sempurna tetapi susano biasa yang masih berbentuk tengkorak hanya saja memiliki sayap.
"A-apa itu? Apa kau pengguna buah iblis?" Ucap Fisher Tiger sambil mendongakan kepalanya dan menatap susano sasuke yang besar.
"Bukan. Aku bukan pengguna buah iblis. Kita akan menggunakan kekuatan ku ini supaya lebih cepat menuju ke atas." Ucap Sasuke.
Tangan Susano itu lalu bergerak dan meraih Fisher Tiger dan kini Fisher Tiger berada dalam genggaman susano Sasuke.
"Apa kau siap?" Tanya Sasuke kepada Fisher Tiger.
"Ah! Aku siap!" Ucap Fisher Tiger sambil menganggukan kepalanya.
SIUNGG!
WUSSSSSHHHH!
Susano itu langsung melesat dan terbang dengan kecepatan tinggi. Fisher Tiger pun kagum dengan kekuatan yang dimiliki Sasuke karena dengan kekuatan Sasuke, dia tidak perlu susah payah memanjat Red Line.
WUUUSSSH!
Setelah hampir 5 menit terbang, akhirnya mereka sampai di puncak. Sasuke langsung menonaktifkan susanonya. Fisher Tiger pun mendarat dengan mulus di sebelah Sasuke. Mereka berdua kini mengarahkan pandangan mereka ke depan dan melihat sebuah istana yang sangat megah nan besar.
"Jadi, inikah Marijois?" Tanya Sasuke.
"Ah benar." Jawab Fisher Tiger. "Lalu apa yang kau rencanakan?" Tanya Fisher Tiger.
"Aku akan berpisah denganmu. Aku tidak mau menghalangi jalanmu untuk membebaskan teman-temanmu dan aku pun tidak ingin kau menghalangi jalanku. Dan satu lagi. Jangan pernah ceritakan atau sebut namaku kepada orang lain." Ucap Sasuke.
Fisher Tiger pun tersenyum dan menatap Sasuke. "Baiklah. Aku tidak akan menghalangimu dan tidak akan memberitahu seorang pun tentang perbuatanmu ini. Jaga dirimu baik-baik dan terima kasih atas bantuanmu, Uchiha Sasuke. Aku tidak akan pernah melupakanmu." Ucap Fisher Tiger.
"Ah. Jaga dirimu baik-baik Fisher Tiger." Balas Sasuke sambil tersenyum.
-X-
Sasuke telah berhasil memasuki Marijois dan berhasil menyusup ke istana. Dengan keahlian ninjanya, dia bergerak dengan sembunyi-sembunyi tanpa mengeluarkan suara apapun. Sasuke lalu melihat ada seorang pria sedang berjalan. Pria itu memakai pakaian yang aneh dan memiliki model rambut yang aneh dimana rambutnya rancung ke atas. Tetapi yang menarik perhatian Sasuke adalah pria tersebut memegang sebuah rantai yang awalnya Sasuke kira pria itu membawa binatang peliharan. Tetapi Sasuke langsung membelalakan matanya saat ia melihat ternyata yang dibawa oleh pria itu adalah seorang wanita yang di rantai dan merangkak seperti binatang.
'Seperinya pria itu adalah Tenryuubito dan wanita yang dibawanya itu adalah seorang budak. Jadi mereka memperlakukan budak mereka seperti binatang.' Gumam Sasuke dalam hatinya yang sedang berjonkok di atas langit-langit barusan tersebut.
"Merangkaklah lebih cepat dasar manusia hina!" Ucap Ternyuubito tersebut sambil menarik rantai yang ia pegang.
"Ma-maaf tapi lutut ku terasa sakit…" Ucap wanita tersebut sambil menangis.
"HAH!? Lalu kenapa kalau lututmu sakit!? Setiap ucapanku adalah perintah! Mau kau sakit atau tidak, kau harus tetap melakukan setiap perintahku! Apa kau mengerti!?" Teriak Tenryuubito itu kepada budaknya.
"Ba-baik.."
BUAAGH!
"AAAAAHHHHH!" Wanita itu menjerit kesakitan karena kepalanya ditendang dan diinjak oleh Tenryuubito tersebut.
"Kau lama-lama membuatku kesal! Cepat buka celanamu!" Teriak Tenryuubito itu.
"Ba-baik Carlos Sama.." Ucap Wanita itu dengan lemah sambil membuka celananya.
Terlihat sekarang wanita itu tidak mengenakan celana dan menampakan alat kelaminya. Tenryuubito yang bernama Carlos itu mulai menyeringai mesum saat melihat wanita itu sedang menungging dan menampakan vaginanya.
"Hehehe untuk seorang budak kau mempunyai tubuh yang lumayan." Ucap Carlos sambil tertawa mengejek.
Carlos lalu mula membuka celananya dan bersiap untuk menyetubuhi budaknya itu.
SRING!
BUAGH!
Tiba-tiba ada Carlos tumbang dan nampaknya ada seseorang yang memukulnya hingga pingsan seperti itu. Sang wanita lalu mengarahkan pandangannya kepada seseorang yang berdiri dihadapannya. Ia melihat seorang yang mengenakan topeng dan terlihat dari postur tubuhnya, nampaknya ia masih sangat muda dan mungkin berusia 14 atau 15 tahun.
"A-ampuni aku tuan…" Ucap wanita itu sambil menangis dan berusujud.
Orang bertopeng yang sebenarnya Sasuke memandang wanita itu dengan kasihan. Sasuke lalu berjongkok dan menatap wanita itu. "Siapa namamu?"
"Stella. Namaku Stella tuan. Ampuni aku…" Ucap wanita itu yang masih saja bersujud dan menundukan kepalanya karena tidak berani melihat Sasuke.
Sasuke lalu mengarahkan tangannya ke rantai leher yang mengikat leher wanita yang bernama Stella itu dan mencengkramnya dengan keras. Stella pun membelelakan matanya dan mulai ketakutan karena ia mengira Sasuke akan meledakan cincin leher yang mengikat lehernya.
"Tu-tuan ku mohon aku tidak akan membuatmu marah lagi. Aku akan menyerahkan seluruh hidupku pada anda. Aku akan melakukan apapun tapi tolong jangan bunuh aku." Ucap Stella yang ketakutan sambil meneteskan air mata.
Sasuke tidak menjawab perkataan Stella itu dan tetap memegang cincin leher itu dengan keras. Sasuke lalu menarik nafas yang panjang dan memejamkan matanya dan ia menggunakan Ryu-O nya untuk menghancurkan cincin leher itu.
CRACK!
SIUNG!
BOOOM!
Sasuke berhasil menghancurkan cicin leher itu dan langsung melemparnya ke belakang dan cicin leher itu langsung meledak.
Stella membelalakan matanya dan ia menyentuh lehernya dengan kedua tangannya. Setelah 7 tahun menjadi budak dengan cincin leher yang membelenggunya, kini ia merasa bebas. Untuk pertama kalinya ia merasa bahwa dirinya telah bebas. Stella lalu mengangkat wajahnya dan menatap Sasuke.
"Si-siapa kau? Ke-kenapa kau melakukan semua ini?" Tanya Stella terbata-bata.
"Pakai celanamu dan ikuti aku. Aku akan membebaskan semua budak yang ada disini dan membakar tempat ini." Ucap Sasuke kepada Stella.
Stella membelalakan matanya. Seumur hidup dia tidak pernah mendengar bahkan membayangkan ada seseorang yang berani menentang Tenryuubito dan berani menyerang Marijois seperti ini.
"Be-benarkah? Apa kau tahu apa yang kau lakukan!? Kau pasti akan mati disini!" Teriak Stella kepada Sasuke.
"Lalu, apa kau ingin tetap hidup seperti ini?" Tanya Sasuke kepada Stella.
Stella pun kembali membelalakan matanya dan meneteskan air mata. Dia memeluk dirinya sendiri dan tubuhnya bergetar. "A-aku sudah tidak mempunyai harapan lagi. Aku memang manusia hina yang dan hidupku ditakdirkan untuk menjadi budak." Gumam Stella.
Sasuke pun menghela nafas dan menatap Stella dengan serius. "Lawan takdir itu. Semua manusia terlahir bebas di dunia ini dan tidak ada satu pun orang yang boleh merampas kebebasan milik orang lain." Ucap Sasuke.
Stella membelalakan matanya dan menatap Sasuke dengan kagum. Untuk pertana kalinya dia mendengar ada seseorang yang berkata seperti itu kepadanya. Stella seolah menemukan sebuah cahaya terang dan menemukan sebuah harapan baru.
"Pakailah celanamu dan kita pergi dari sini." Ucap Sasuke sekali lagi.
Stella pun menganggukan kepalanya dan mengelap semua air matanya. Dengan sigap ia langsung memakai celananya sambil duduk. Saat ia mencoba berdiri, ia merasa tubuhnya tidak seimbang dan akhirnya ia terjatuh.
"Uaaaaghhh!"
GRAB!
Sasuke pun langsung menangkap Stella sebelum ia terjatuh ke tanah. "Kenapa kau?"
"Ti-tidak tahu. Sepertinya aku lupa carany berdiri karena sudah 7 tahun aku selalu merangkak." Ucap Stella.
Sasuke pun membelalakan matanya dan tidak menyangka bahwa ada orang yang dipaksa untuk merangkak seumur hidupnya sampai-sampai ia lupa caranya berjalan. Sasuke pun lalu melihat punggung Stella dan terlihat ada sebuah lambang besar yang berada di punggunya. Sasuke lalu menyentuh lambang itu dan terkejut. Saat ia menyentuhnya, Sasuke tahu bahwa itu bukanlah tato biasa tetapi sebuah luka bakar.
"Apa yang telah kau lalui selama ini?" Tanya Sasuke kepada Stella.
Stella yang mendengar itu pun memeluk Sasuke dan menangis sejadi-jadinya dan menumpahkan seluruh kesedihannya. "A-aku… Hiks.. hikssss….. hiksss…. Benar-benar membenci hidupku! Hiks.. hikssss… Kenapa aku harus menjadi seperti ini? Hiks… hikss…" Ucap Stella di selah-selah tangisannya.
Sasuke pun menepuk punggung Stella dengan lembut guna menenangkan Stella yang terus menangis. Sasuke tahu bahwa wanita ini sangat menderita dan ia butuh seseorang yang bisa membantu dan menyelamatkannya.
"Tenanglah. Setelah ini kau akan kembali mendapatkan kebebasanmu." Ucap Sasuke sambil tersenyum. Sasuke lalu membantu Stella berdiri dan menggendongnya di punggunya. "Pegangan yang erat, aku akan membawamu ke temanku dan kau akan aman bersamanya." Ucap Sasuke.
Stella pun melingkarkan tangannya di leher Sasuke dan menempatkan dagunya di pundak Sasuke. "Ba-baiklah."
"Tapi sebelum itu, apa kau dimana tempat para budak lainnya?" Tanya Sasuke kepada Stella.
"Mereka semua berada di sebelah ruangan ini." Ucap Stella sambil menunjuk salah satu pintu yang berada di sisi kanan.
"Kalau begitu kita kesana." Ucap Sasuke yang langsung berlari.
-X-
Sasuke dan Stella kini sudah sampai di tempat para budak. Sasuke melihat sebuah penjara atau tepatnya bisa dibilang kandang dan terlihat dalam kandang itu banyak manusia yang di rantai. Sasuke mengerang dan menggertakan giginya karena ia benar-benar kesal.
"Tempat macam apa ini!?" Gumam Sasuke.
"Disinilah tempat kami para budak tinggal. Kami diperlakukan seperti binatang bahkan kadang kami tidak diperbolehkan makan dengan tangan kami." Ucap Stella.
"Dunia ini benar-benar tidak waras." Ucap Sasuke.
Sasuke lalu menurunkan Stella dan menyandarkannya di pinggir pintu. Ia lalu membuat segel tangan dan mengeluarkan jurusnya.
KAGE BUNSHIN NO JUTSU!
BUSSSHH! BUSSSH! BUSSSH!
Sasuke mengeluarkan kage bunshin dan terlihat kini ada sekitar 10 cloning Sasuke yang beridiri di depan Stella. Stella pun terkejut dan membelalakan matanya. "Bagaimana bisa?" Tanya Stella.
"Ini kekuatanku. Ikuti salah satu cloningku dan pergi dari tempat ini secepatnya." Ucap Sasuke.
Lalu, salah satu cloning Sasuke kembali menggendong Stella dan langsung membawa Stella pergi. Stella pun kembali melingkarkan tangannya di leher Sasuke dengan sangat erat dan tersenyum. "Siapa namamu tuan?" Tanya Stella.
"Kau tidak perlu tahu namaku." Ucap Sasuke yang masih terus berlari.
"Setidaknya aku ingin mengetahui seseorang yang menyelamatkanku." Ucap Stella.
Sasuke pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Sasuke. Uchiha Sasuke. Jangan beritahu namaku kepada orang lain atau aku akan mendapatkan masalah yang besar." Ucap Sasuke.
"Baiklah. Terima kasih, tuan Sasuke." Ucap Stella sambil tersenyum.
-X-
BOOOOM!
DUAAAARRRR!
BOOOOM!
DUAAARRRR!
"LARI!"
"KITA SEMUA BEBAS! AKHIRNYA KITA SEMUA BEBAS!"
"SELAMATKAN DIRI KALIAN!"
"PRIA BERTOPENG ITU TELAH MENYELAMATKAN KITA!"
Terdengar teriakan dimana-mana dan suara ledakan. Para budak kini telah bebas dan mereka semua sedang berlari menyelamatkan diri mereka. Sasuke sendiri kini sedang berlari menuju ke salah satu ruangan yang ia dengar dari para budak adalah ruangan VIP. Ruangan VIP ini adalah ruangan para budak istimewa yang mempunyai wajah cantik atau keahlian khusus.
Sasuke kini sudah sampai di ruangan VIP itu dan dengan pelan ia membuka pintu. Sasuke melihat sebuah ruangan yang penuh dengan rantai dan semacam penjara.
"HAHAHAH kau memang budaku paling terbaik. Besok kita akan bersenang-senang lagi jadi persiapkan dirimu."
Sasuke langusng mengarahkan pandangannya ke depan dan melihat ada seorang Tenryuubito yang sedang berbicara kepada budaknya. Sasuke lalu mengaktifkan Susanonya dan langsung menyerang Tenryuubito itu.
"JAWAB AKU DASAR MANUSIA HINA-UAAAAAAAAAAAAAGHHHH!"
BUAAAGHH!
DUAAAAARR!
Ucapan Tenryuubito itu langsung terpotong karena Sasuke langsung menyerangnya dengan susanonya sehingga Tenryuubito itu langsung terpental dan menghantam tembok.
Sasuke lalu mengarahkan pandangannya kepada 3 budak yang berada dalam penjara. Terlihat 3 orang wanita yang tidak mengenakan pakaian sehelai pun dan Sasuke menduga mereka habis diperkosa. Dilihat dari ekspresi mereka, sepertinya mereka semua ketakutan melihat Sasuke terutama melihat susano Sasuke.
Sasuke lalu menggerakan Susanonya dan meninju jeruji penjara yang berada di depannya.
BUAGH!
BOOM!
Ketiga wanita itu pun menyilangkan tangannya di depan wajahnya dan tubuh mereka makin bergetar saat melihat Sasuke mendekati mereka.
"Si-siapa kau? Apa maumu?" Tanya salah satu wanita yang berambut hitam dan dia adalah Boa Hancock.
Sasuke tidak menjawab pertanyaan Hancock dan makin mendekati Hancock lalu memegang cincin leher yang berada di leher Hancock. "Siapa namamu?" Tanya Sasuke kepada Hancock.
"Ha-Hancock." Jawab Hancock yang terbata-bata.
Sasuke lalu menarik nafas yang panjang dan mula mengaktifkan hakinya untuk menghancurkan cincin leher itu.
CRACK!
SIUNGG!
DUAAAAR!
Sasuke berhasil melepaskan cincin leher yang berada di leher Hancock dan melemparnya kebelakang dan cincin leher itu langsung meledak.
Hancock dan ketiga saudaranya membelalakan matanya dan terkejut saat melihat Sasuke berhasil mengahncukan cincin leher yang telah membelenggu mereka selama bertahun-tahun.
"Kalian berdua, kemarilah." Ucap Sasuke kepada dua saudara Hancock.
Kedua saudara Hancock, yaitu Sandersonia dan Marigold pun menganggukan kepala mereka mendekati Sasuke. Sasuke lalu langsung melepaskan kedua cincin leher yang berada di leher mereka.
"Ke-kenapa kau melakukan semua ini? Kenapa kau menyelamatkanku?" Tanya Hancock kepada Sasuke.
"Kau tidak seharusnya hidup seperti ini. Tidak ada yang boleh merampas kebebasan milik orang lain dan lagi, aku kesini untuk membalaskan dendam adikku yang telah Ternyuubito bunuh." Ucap Sasuke.
Hancock dan ketiga saudaranya pun langsung tersentuh saat mendengar ucapan Sasuke dan secara tidak sadar mereka meneteskan air mata mereka.
"Ikuti aku dan ayo pergi dari tempat sialan ini." Ucap Sasuke.
Flahback End.
"EEEEEEHHHHHH!? JADI SASUKE YANG TELAH MENYELAMATKANMU!? Tapi waktu itu kau bilang Fisher Tiger yang menyelamatkanmu?" Tanya Luffy yang terkejut.
"Aku tidak tahu nama dari orang bertopeng itu jadi aku kira dia adalah salah satu anak buah dari Fisher Tiger." Ucap Hancock sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana kau tahu kalau orang bertopeng itu Sasuke?" Tanya Luffy kepada Hancock.
"Tengkorak ungu yang dikeluarkan Sasuke. Tengkorak ungu itu yang telah menyelamatkanku dari Marijois dan aku benar-benar terkjut saat melihat kembali tengkorak ungu itu di Marineford. Maka dari itu aku memutuskan untuk berbicara dengan Sasuke dan ternyata benar. Sasuke adalah orang bertopeng itu." Ucap Hancock sambil tersenyum.
"Shishishi begitukah? Ternyata Sasuke memang benar-benar hebat." Ucap Luffy sambil tertawa.
"Yah harus aku akui dia adalah orang yang hebat meskipun menyebalkan." Ucap Hancock sambil tertawa kecil karena mengingat tingkah laku Sasuke yang arogan.
"Hahaha tapi sampai sekarang pun pemerintah dunia tidak tahu kalau orang bertopeng itu adalah Uchiha Sasuke." Ucap Rayleigh sambil tertawa. "Yossh Luffy ayo lanjutkan latihanmu. Kau tidak punya waktu bersantai jika kau ingin mengalahkan Sasuke." Ucap Rayleigh yang langsung bangkit berdiri.
"YOSSSSSHH! AYO LATIHAN!" Teriak Luffy dengan gembira. "AKU AKAN MENENDANG BOKONG SASUKEEEEEEE!"
-X-
( DESA FOOSHA )
"Haachooo!" Sasuke yang sedang menyantap makanannya pun tiba-tiba bersin.
"Kenapa Sasuke? Apa kau sakit?" Tanya Makino kepada Sasuke.
"Tidak. Sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakanku." Ucap Sasuke.
DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 5 END
ARIGATOU GOZAIMASU!
Yosssh Mina-San I'm Back Hahahahaha! Maaf untuk update yang lama karena pertama author lagi natalan dan kedua author mulai bingung bikin alur ceritanya hahahah :v. Author mengucapakan selamat natal bagi yang merayakan dan semoga natal tahun ini membawa dama dan sukacita bagi kalian semua.
Lalu untuk Stella yang ada di cerita ini adalah Stella temenya Tesoro yang ada di Movie Gold.
Author juga baca salah satu review dari para reader untuk memasukan alur the movie seperti movie gold atau stampede dan author pikir itu ide yang bagus. Lalu masih ada yang bertanya apakah akan ada karakter Naruto yang muncul lagi atau tidak dan jawaban author adalah ikutin aja cerita ini hahahaha. Tapi yang mau author tegaskan adalah cerita ini terfokus pada Sasuke dan meskipun ada karakter Naruto yang muncul itu paling cuman sedikit dan tidak terlalu berdampak.
Sekian yang bisa author sampaikan dan untuk Dragon God, tunggu aja. Pasti akan update ko.
Terima kasih!
