DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2
CHAPTER 6 : TENRYUUBITO!
( TIME SKIP 8 BULAN )
8 bulan sudah setelah Sasuke tiba di East Blue dan tidak ada hal yang ia kerjakan. Kegiatan sehari-harinya adalah hanya berdiam diri di rumah Dadan dan sekali-kali ia mengunjungi bar Makino. Jujur Sasuke sudah mulai merasa bosan dengan kehidupannya yang biasa-biasa saja di East Blue dan dia merasa dia perlu sedikit hiburan atau tantangan sedikit untuk menggerakan tubuhnya karena praktis selama 8 bulan ia tidak pernah bertarung.
Artinya, hanya tinggal 2 bulan lagi dan Luffy akan melanjutkan perjalanannya kembali. Sebenarnya alasan Sasuke memutuskan untuk rehat adalah karena ia ingin bergerak bersama dengan Luffy. Sasuke percaya bahwa Luffy lah yang memegang peranan penting dalam dunia ini dan mungkin Luffy adalah orang yang akan mengubah dunia ini seperti layaknya Naruto di dunia shinobi. Sasuke takut bahwa jika ia melakukan pergerakan yang terlalu agresif maka bisa jadi ia akan mengubah takdir yang berada di dunia ini dan menyebabkan dunia ini menjadi kacau.
Tapi, Sasuke masih berusaha untuk kembali ke dunia shinobi dan ia makin berpikir keras kenapa ia sulit sekali kembali ke dunianya. Ratusan portal sudah ia buka dengan mata rinegannya tetapi tidak ada yang terhubung ke dunia shinobi.
'Sepertinya ada yang harus aku lakukan di dunia ini..' Gumam Sasuke dalam hatinya.
Ia mulai percaya bahwa keberadaanya di dunia ini sangat dibutuhkan tetapi dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sasuke hanya bisa memejamkan matanya dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dan mencoba untuk mengikuti arus dunia ini.
Beberapa bulan yang lalu mulai tersebar berita yang mengatakan bahwa era sekarang adalah eranya Uchiha Sasuke. Sasuke adalah seseorang yang memilki bounty tertinggi dan orang yang di gadang-gadang akan menjadi raja bajak laut. Rock,D,Xebec, Gol,D,Roger, Edward Newgate. Tiga orang itu sudah memimpin eranya masing-masing dan kini giliran Uchiha Sasuke yang memegang era sekarang. Para bajak laut dan juga angkatan laut masih menunggu apa yang akan dilakukan oleh Sasuke tetapi sampai sekarang mereka tidak mendengar apapun tentang Uchiha Sasuke dan bahkan mereka tidak tahu dimana keberadaan Uchiha Sasuke.
Semua orang mengira bahwa Sasuke berada di dunia baru tetapi saat mereka mencarinya mereka tidak menemukannya. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui keberadaan Sasuke seperti Kaido, Big Mom, Luffy, Rayleigh dan Hancock.
Sasuke yang membaca berita ini pun mulai berpikir keras karena dia tahu bahwa dia tidak bisa terus sendiri mengarungi luasnya dunia ini.
'Apa aku harus menerima tawaran Marco untuk menggantikan Shirohige?' Gumam Sasuke dalam hatinya. Ia mulai berpikir untuk menerima tawaran Marco karena daripada dia harus membuat bajak lautnya sendiri dan harus mencari orang-orang baru, lebih baik dia menggantikan Shirohihe karena dia pun sudah mengenal seluruh bajak laut Shirohige.
'Ah sepertinya aku harus melakukannya. Aku harus cepat menemui Marco.' Gumam Sasuke dalam hatinya.
"Sasuke, apa kau sedang memikirkan sesuatu?"
Sasuke langsung menoleh kebelakang dan melihat Makino yang sedang tersenyum kepadanya. Sasuke pun langsung tersenyum karena dia menyukai sifat Makino yang sangat periang dan selalu tersenyum setiap saat.
"Ah. Ada yang menganganggu pikiranku akhir-akhir ini tapi bukan masalah besar." Jawab Sasuke.
Makino pun lalu menarik kursi dan duduk di depan Sasuke. "Ceritakan padaku. Aku ingin tau apa ceritamu." Ucap Makino sambil tersenyum,
"Aku hanya sedang berpikir apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Semua orang sedang menunggu pergerakanku sekarang dan aku tidak boleh diam saja." Ucap Sasuke.
"Begitukah? Apa kau tidak mempunyai impian seperti Luffy yang ingin menjadi raja bajak laut?" Tanya Makino.
"Tidak. Secara teknis impianku sudah tercapai. Maka dari itu aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan selanjutnya." Jawab Sasuke.
"Ara-ara kalau begitu menikah saja." Celetuk Makino sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung memejamkan matanya dan memijit keningnya. "Siapa juga yang harus aku nikahi dan kenapa aku harus menikah?" Tanya Sasuke.
"Kau sudah menjadi seseorang yang hebat dan menjadi orang yang paling ditakuti di dunia ini. Semua orang mengenal nama Uchiha Sasuke dan kau sudah mempunyai harta dan tahta. Satu-satunya yang kau belum miliki adalah wanita." Jawab Makino sambil tersenyum.
"Orang-orang di dunia ini terobesi sekali dengan pernikahan." Gumam Sasuke dengan pelan.
"Aku pernah mendengar kau dekat dengan wanita tapi siapa yah.." Makino memejamkan matanya dan menaruh telunjuknya di dagunya dan berusaha mengingat wanita yang pernah di gosipkan dekat dengan Sasuke.
"AAAAAH! Nico Robin! Aku pernah membaca berita bahwa kau dan Nico Robin berpacaran.." Ucap Makino.
"Robin kah? Sudah hampir 3 tahun aku tidak bertemu dengannya." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Benarkan? Menikah saja dengannya. Aku akan menyiapkan semuanya jika kau ingin menikah dengannya dan aku harap kau menggelar pernikahanmu di sini," Ucap Makino sambil tersenyum.
"Tidak. Aku tidak akan menikah. Lagipula dia masih memiliki impian yang harus ia gapai." Ucap Sasuke. 'Apa aku harus menemuinya sekarang?' Gumam Sasuke dalam hatinya yang tiba-tiba teringat Robin. 'Ah sudahlah. Lagipula dia pasti baik-baik saja.'
"Hora.. sepertinya kau sedang memikirkannya yah." Goda Makino kepada Sasuke.
"Hn. Kau sendiri bagaimana? Apa kau sudah mempunyai pacar?" Tanya Sasuke kepada Makino.
Wajah Makino pun langsung memerah dan ia memalingkan wajahnya serta memainkan kedua jari telunjuknya. "Etooo.. Anooo…"
"Luffy bilang kau dekat dengan Akagami Shanks." Lanjut Sasuke.
"EEEEHH!?" Makino pun tersentak dan membelalakan matanya saat mendengar perkataan Sasuke.
Sasuke pun tersenyum saat melihat reaksi Makino dan bangkit berdiri. "Jangan terlalu dipikirkan. Aku akan pergi mungkin sekitar 2 minggu." Ucap Sasuke yang langsung berjalan keluar dari bar Makino.
"Ehhh? Kau mau kemana?" Tanya Makino.
"Jalan-jalan saja dan mencoba berkeliling East Blue." Jawab singkat Sasuke.
-X-
( GRANDLINE : PULAU SEAN )
Robin, Sabo dan Koala kembali mendapatkan tugas dari Dragon dan mereka disuruh pergi ke pulau Sean. Pulau kecil yang sangat misterius yang berada di Grand Line dan banyak rumor yang mengatakan bahwa di pulau tersebut terdapat sebuah Poneglyph yang unik yang berbeda dari poneglyph pada umumnya. Robin sangat bersemangat karena ia tidak sabar untuk menemukan pone itu dan mendapatkan cerita sejarah yang baru dan siapa tahu pone ini bisa membimbingnya mendapatkan Rio Poneglyph.
"Pulau yang aneh." Gumam Koala sambil berjalan dan melihat sekelilingnya.
Sebuah pulau yang tidak berpenduduk dan hanya dipenuhi oleh pepohonan dan kabut yang tebal. Membuat mereka sedikit merinding dan bersiaga karena siapa tahu akan ada yang menyerang mereka secara tiba-tiba.
"Sepertinya ada banyak manusia yang pernah dibantai di pulau ini." Ucap Robin dengan datar.
"Robin, jangan membuat suasana bertambah buruk." Ucap Sabo yang sweatdrop karena ia tidak pernah mengerti kenapa Robin selalu mempunayai pemikiran yang brutal.
Mereka bertiga pun kembali melanjutkan perjalanan mereka dan terus mencari batu Poneglyph yang mereka cari. Hampir 30 menit mereka berjalan akhirnya mereka menemukan sebuah batu kecil berwana hitam dengan tulisan kuno yang berwarna emas.
"KETEMU! Robin-San! Sepertinya ini pone yang dimaksud oleh Dragon-San." Ucap Koala dengan gembira.
Robin pun tersenyum dan mendekati batu pone tersebut dan berjongkok didepan pone tersebut. "Sepertinya benar, poneglyph ini mempunyai bentuk yang unik dan memiliki warna yang berbeda." Ucap Robin sambil tersenyum dan menyentuh batu pone tersebut.
"Oi Robin, cepatlah terjemahkan tulisan itu. Aku benci berlama-lama di pulau mencekam sekali." Ucap Sabo yang bergidik.
"Baik-baik." Ucap Robin yang langsung mengeluarkan sebuah buku dan pena untuk menyalin tulisan pone tersebut.
Poneglyph.
Aku melihat kejadian dan peperangan yang sangat dahsyat. Aku adalah salah satu saksi dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa hebatnya orang tersebut. Saat mereka mengira kami akan kalah tetapi orang itu datang dan menghancurkan musuh-musuh kami. Jika orang itu tidak ada, mungkin saja dunia ini tidak akan terbentuk. Seseorang yang mempunyai mata berwarna merah dan mempunyai kekuatan yang dahsyat. Dia bisa membelah gunung dan menghancurkan satu pulau. Bahkan, 3 senjata kuno pun tidak mempan terhadap orang itu. Seseorang yang berasal dari keluarga terhormat dan lambang keluarga itu adalah lambang kipas berwarna putih merah. Suatu saat, keturunannya akan membuat dunia ini mencapai perdamaian dan mengancurkan semua orang yang mempunyai inisial D dalam nama mereka. Peperangan akan terjadi kembali dan pasti keturunan dari orang itu akan membuat orang berinisial D lenyap dari dunia ini.
Poneglyph End.
Robin membelalakan matanya dan ia langsung jatuh terduduk. Sabo dan Koala pun langsung menyentuh Robin karena merasa khawatir.
"Kenapa Robin?" Tanya Sabo.
"Kau tidak apa-apa Robin-San?" Tanya Koala kepada Robin.
Robin tidak menjawab pertanyaan mereka dan masih terdiam dan terlihat tubuhnya bergetar, Banyak poneglyph telah ia baca dan kebanyakan dari mereka menceritakan tentang D no ishi atau tekad D dan menceritakan tentang senjata kuno. Namun Robin kini baru membaca ada Poneglyph yang bercerita tentang kehancuran orang-orang yang memiliki inisial D dalam nama mereka.
Namun yang membuat Robin makin terkejut adalah lambang kipas yang diceritakan oleh poneglyph ini. Dari perkataanya, sepertinya Robin mengetahui lambang kipas mana yang dimaksud dalam pone ini. Ditambah lagi disini tertulis ada seseorang yang memilki mata berwarna merah dan mampu membelah gunung dan menghancurkan suatu pulau. Semakin a berpikir semakin juga ia berasumsi bahwa yang dimaksudkan oleh pone ini adalah keluarga dari orang yang dicintainya, Uchiha Sasuke.
Flasback.
Kapal Sasuke kini sedang berada di tengah-tengah lautan dan baru saja menghadapi badai yang dahsyat. Hujan lebat pun masih turun tetapi angin cenderung normal dan nampaknya Sasuke dan Robin bisa bersantai dalam kapal mereka sambil menikmati segelas kopi panas.
"Kapan hujan ini akan berhenti?" Gumam Sasuke yang duduk di sofa sambil dan melihat keluar jendela.
"Sepertinya hujan akan bertahan lama. Memangnya apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Robin yang duduk disebelah Sasuke sambil membaca buku.
"Aku hanya ingin duduk di luar." Ucap Sasuke sambil menopang dagu.
"Kau bosan?" Tanya Robin yang menutup bukunya dan menoleh ke kiri untuk melihat Sasuke.
"Hn." Jawab singkat Sasuke.
Robin menaruh bukunya di meja dan melepaskan kacamatanya yang juga ia taruh di atas bukunya. Robin bergeser dan mendekatkan dirnya kepada Sasuke dan menggandeng tangannya. "Kau tidak merasa bosan denganku kan?" Tanya Robin yang gelisah.
Jika Robin melihat dan merasa Sasuke diam sepanjang hari dan nampak bosan, Robin berusaha sebisa mungkin untuk menghibur Sasuke dan membuat Sasuke tidak bosan. Robin takut kalau Sasuke merasa bosan dengannya karena Robin merasa dia tidak pernah berbuat apa-apa untuk Sasuke. Yang bisa Robin lakukan hanyalah menyentuh Sasuke dan bertanya kepadanya jika ada yang bisa ia lakukan untuk membuat Sasuke tidak bosan.
"Tidak. Bukan kau yang membuatku bosan tapi hujan ini." Jawab Sasuke datar.
"Kau tahu, saat kau merasa bosan seperti ini tidak tahu kenapa aku merasa bersalah." Ucap Robin sambil mengelus telapak tangan Sasuke.
"Ah. Kadang-kadang kau juga membuatku bosan." Ucap Sasuke.
Robin membelalakan matanya. Perkataan Sasuke seperti menusuk hatinya dan ia pun langsung berhenti mengelus tangan Sasuke. "Be-benarkah? Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tidak bosan?" Tanya Robin dengan gugup.
Sasuke pun menyandarkan punggungnya ke sofa dan menatap Robin. "Kenapa kau takut sekali?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Aku tidak ingin kehilanganmu." Jawab Robin sambil menundukan kepalanya.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya mengela nafas dan memejamkan matanya. "Sudahku bilang aku tidak akan meninggalkanmu. Apa kau meragukanku?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Bukan begitu. Semakin lama aku bersamamu semakin besar juga perasaanku padamu dan itu benar-benar membuatku gelisah. Aku sekarang hanya berpikir bagaimana caranya membuatmu bahagia dan aku sempat berpikir untuk melupakan semua impianku dan tinggal bersamamu." Ucap Robin yang terus menggandeng tangan Sasuke dan mempererat gandenganya.
"Kau membuang semua impianmu demi tinggal bersamaku? Kau kini sudah tinggal bersamaku. Kenapa kau harus membuang impianmu?" Tanya Sasuke.
"Kau tidak mengerti. Impianku terlalu berat untuk di gapai karena musuhku adalah pemerintah dunia. Aku tahu kau pasti akan menjawab kau akan menghajar mereka semua tapi aku tidak mau mengambil resiko itu. Resiko itu terlalu besar untuk ditanggung dan aku menghindari semua seseuatu yang berpotensi akan membuatmu terluka." Ucap Robin.
"Tidakkah kau berpikir kau menjadi seorang pecundang sekarang?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Terserah kau mau berkata apa tentangku tapi, bagiku keselamatanmulah yang terpenting." Ucap Robin.
Sasuke yang mendengar itu kembali menghela nafas dan memejamkan matanya. "Dunia ini luas. Jika memang suatu saat kau harus berpisah denganku kau pasti-"
"TIDAK! Aku tidak ingin mendengarnya!" Robin langsung memotong perkataan Sasuke karena dia tahu apa yang akan dikatakan Sasuke selanjutnya. "Kau tidak mengerti perasaanku. Hati wanita tidak bekerja seperti itu khususnya aku yang sudah menganggapmu sebagai penyelamatku." Lanjut Robin.
"Kau terlalu berlebihan. Tidurlah. Nampaknya kau butuh istrahat." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun langung memejamkan matanya dan menyandarkan dirinya ke bahu Sasuke. "Aku merasa dingin. Sepertinya aku tidak enak badan." Ucap Robin.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung memegang dahi Robin dan sepertinya benar Robin mengalami demam. "Pergilah ke kamar. Disana ada selimut." Ucap Sasuke.
"Tidak. Aku lebih suka memelukmu daripada memakai selimut." Ucap Robin yang tersenyum. "Kalau boleh tahu, aku ingin tahu detail tentang kekuatan matamu itu. Beberapa kali aku melihat kau mata merahmu berubah-ubah saat bertarung." Ucap Robin.
"Kenapa kau ingin tahu?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Aku penasaran. Aku tidak pernah melihat sebelumnya ada seseorang yang bertarung menggunakan matanya dan aku ingin mendengarkan cerita sebelum aku tidur." Ucap Robin.
"Nama mataku ini sharingan. Tingkat lanjutnya dari sharingan adalah mangekyou sharingan. Aku bisa membaca pergerakan musuh dengan mataku ini. Secepat apapun pergerakan mereka, aku bisa membacanya. Hanya clan ku saja yang memiliki sharingan." Ucap Sasuke.
"Jadi setiap orang yang memilki darah Uchiha bisa langsung menggunakan sharingan?" Tanya Robin.
"Tidak juga. Dibutuhkan latihan untuk bisa menggunakan sharingan dengan benar. Pertama-tama mereka hanya bisa menggunakan sharingan dengan satu tomoe tapi jika mereka terus berlatih maka tomoe mereka bertambah dan menjadi tiga." Ucap Sasuke.
"Kalau mangekyou sharingan?" Tanya Robin.
"Mangekyou sharingan…. Cara membangkitnya sangatlah berbeda dari sharingan biasa." Ucap Sasuke.
"Bagaimana caranya?" Tanya Robin.
"Jika ingin membangkitan mangekyou sharingan maka…. Orang tersebut harus membunuh orang yang paling dicintainya atau melihat orang yang dicintainya terbunuh." Ucap Sasuke.
Robin pun langsung terbangun dan membelalakan matanya. "A-apa maksudmu?" Tanya Robin dengan pelan.
"Aku mendapatkan mangekyou sharingan ini karena aku telah membunuh kakak kandungku sendiri." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Robin menelan ludahnya dan terus menatap Sasuke. Mata hitam birunya membesar seolah dia masih tidak percaya dengan perkataan Sasuke barusan. "Ke-kenapa? Kenapa kau membunuh kakak kandungmu sendiri?" Tanya Robin.
"Saat itu aku tersesat. Aku tidak bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Tapi itu semua masa lalu dan aku sudah kembali ke jalan yang benar." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Robin pun memegang tangan Sasuke dan menatapnya dengan lembut. Robin semakin penasaran dengan masa lalu Sasuke dan ingin tahu apa yang telah Sasuke lalui saat kecil. "Apa kau mau menceritakan kisahmu sekarang? Aku sangat ingin mendengarnya." Ucap Robin sambil tersenyum.
"Tidak. Lagipula aku ingin meluapakan semua itu." Jawab Sasuke.
Robin pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. Dia mulai berpikir untuk menyerah untuk mengetahui masa lalu Sasuke dan ia berencana menunggu sampai Sasuke sendiri yang menceritakannya.
"Mungkin pandangan mulai sedikit berubah saat mendengar aku tega membunuh kakak kandungku sendiri dan aku bebas memilih. Jika kau ingin pergi maka pergilah aku tidak akan menghalangimu." Ucap Sasuke.
"Dasar bodoh." Ucap Robin sambil tersenyum. "Tidak peduli seberapa kejamnya kau dulu tapi kau yang sekarang adalah pria yang baik hati. Tidak peduli apa yang telah kau lakukan, aku akan selalu mencintaimu dan mendukungmu." Lanjut Robin sambil tersenyum.
Sasuke pun sedikit membelalakan matanya dan sedikt terkejut karena perkataan Robin barusan hampir sama dengan perkataan Itachi. Sasuke lalu tersenyum dan bangkit berdiri. "Kau lapar? Apa masih tomat tersisa di lemari pendingin?" Tanya Sasuke.
"Fufufufuu sepertinya kau mulai mencintaiku Sasuke-Kun." Ucap Robin sambil tertawa.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya memasang ekspresi datar dan pergi meninggalkan Robin.
Flashback End.
'Mata merah, lambang kipas, membelah gunung, menghancurkan pulau. Semua yang tertulis di batu ini seperti menjelaskan tentang Sasuke. Tidak, Lebih tepatnya menjelaskan tentang clan yang memiliki lambang kipas. Apa clan yang dimaksudkan adalah clan Uchiha? Apa ini sebabnya Sasuke selalu menutupi masa lalunya?' Gumam Robin dalam hatinya.
"OOI! ROBIN! APA KAU MENDENGARKU!? APA KAU BAIK-BAIK SAJA!? JAWAB AKU ROBIN!" Teriak Sabo sambil memegang pundak Robin. Sabo mulai khawatir karena dari tadi Robin tidak bergerak dan hanya melotot seperti orang yang mati mendadak.
Robin pun mengedipkan matanya dan mulai sadar. "A-aku tidak apa-apa Sabo. Aku hanya terkejut saja." Ucap Robin.
"Memangnya apa yang tertulis di batu itu Robin-San?" Tanya Koala.
Robin pun langsung bangkit berdiri dan menatap Sabo dengan serius. "Sepertinya kita harus segera menemui Sasuke. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya."
-X-
( EAST BLUE : KERAJAAN GOA )
Setelah sekian lamanya, hampir sepuluh tahun yang lalu, akhirnya Sasuke kembali ke tempat ini. Tempat atau kota metropolitan pertama yang ia singgahi di dunia ini. Goa Okoku! Tempat dimana ia, Sabo, Luffy dan Ace berlari-lari dan mencuri makanan.
Sasuke sendiri kini memakai jubah panjang dan topi bundar serta mengenakan penutup mata untuk menutupi mata rinegannya. Dia sengaja berpenampilan seperti ini karena ia tahu jika orang-orang menyadari keberadaanya pasti kota ini akan heboh dan pasti banyak angkatan laut yang akan langsung dikirim.
Sasuke berjalan-jalan santai sambil melihat beberapa toko baju yang berada disekelilingnya. Sasuke sebenarnya berniat untuk membeli beberapa pakaian dan juga sepatu karena sebentar lagi dia akan melanjutkan perjalanannya dan harus kembali ke dunia baru untuk menemui Marco.
WUSH!
"CP-0. Kami ingin berbicara denganmu, Uchiha Sasuke."
Sasuke pun langsung menyipitkan matanya dan langsung memegang kusanaginya. Dia melirik kesebalah kiri dan melihat ada 3 orang berpakaian serba putih. Dua pria dan satu wanita dan sepertinya merekalah yang berbicara tadi.
"Kau ingin berbicara atau bertarung?" Tanya Sasuke kepada salah satu dari mereka.
"Kami tidak berniat untuk bertarung. Kami hanya ingin berbicara. Jika bersedia, ikut kami karena kita tidak bisa berbicara di tempat seperti ini." Ucap seorang wanita yang memakai topi dan berambut pirang.
Sasuke pun melepaskan tangannya dari kusanaginya dan menatap 3 orang yang berada didepannya dengan datar. "Kalau begitu cepatlah. Aku tidak punya banyak waktu." Ucap Sasuke.
"Ikuti kami."
Mereka berempat pun langsung berjalan. Sasuke terus mengikuti mereka dan hampir sekitar 7 menit mereka berjalan, mereka sampai disebuah gang yang cukup kecil. Sasuke pun menyandarkan punggungnya ke tembok yang berada dibelakangnya dan melipat tangannya.
"Katakan, apa yang kalian ingin bicarakan." Ucap Sasuke.
"Kami adalah CP-0 agen rahasia dari pemerintah dunia. Namaku Stussy, sedangkan yang memakai topi bundar adalah Lucci dan yang berhidung panjang itu Kaku." Ucap Stussy sambil mengarahkan tangannya dan mengajak Sasuke untuk berjabat tangan.
Sasuke pun terus memperhatikan Stussy dan menatapnya dengan datar. "Aku tidak ingin dan tidak mau mengenal kalian. Katakan saja apa yang kalian mau." Ucap Sasuke dengan datar.
"Aku pun tidak ingin mengenalmu. Kami hanya diperintahkan oleh Gorosei untuk memberikan ini kepadamu." Ucap Lucci sambil menyerahkan amplop kepada Sasuke.
"Gorosei?" Gumam Sasuke sambil mengambil amplop yang diberikan oleh Lucci.
Sasuke lalu membuka amplop itu dan mengeluarkan kertas yang berada dalam amplop itu. Dengan perlahan ia membuka lipatan kertas itu dan mulai membaca.
Letter.
"Uchiha Sasuke, Perkenalkan kami adalah Gorosei, 5 pimpinan tertinggi di dunia ini. Dengan rendah hati kami ingin mengundangmu ke istana Marijois untuk mendiskusikan beberapa hal dan ingin menjelaskan kepadamu tentang sejarah dunia ini Informasi ini sangat penting dan akan sangat berguna untukmu maka dari itu, kami sangat mengharapkan kedatanganmu ke Marijois. 3 bulan lagi, pada saat Reverie. Kami akan mempublikasikan pertemuan kita kepada public jika kau menerimanya. Kami menunggumu."
Letter End.
Sasuke pun sedikit menyipitkan matanya setelah membaca surat itu. Sasuke masih tidak mengerti mengapa Gorosei ingin menceritakan sejarah dunia ini kepadanya dan juga ingn mempublikasikan pertemuan mereka dengannya. Apakah mereka ingin membunuh Sasuke disana? Atau mereka ingin mencoba beraliansi dengannya? Atau malah mereka ingin menyatakan perang terbuka kepada Sasuke?
"Apa maksud dari semua ini? Aku kira kalian membenci para bajak laut tapi, kalian ingin mengundangku ke Marijois?" Tanya Sasuke.
"Kami hanya diperintahkan untuk menyerahkan surat ini kepadamu. Untuk maksud dan tujuannya, kami tidak tahu. Sebaiknya kau penuhi undangan itu supaya kau mendapatkan jawaban dari rasa penasaranmu." Ucap Kaku kepada Sasuke.
"Lalu apa jawabanmu?" Tanya Stussy kepada Sasuke.
"Aku harus menjawabnya?" Tanya Sasuke.
"Benar. Kami juga diperintahkan untuk mendapatkan jawabanmu." Jawab Lucci.
Sasuke pun memejamkan matanya dan mulai berpikir. Apakah dia harus memenuhi undangan ini? Atau dia harus menolak undangan ini?
"Apa itu Reverie?" Tanya Sasuke.
"Reverie adalah rapat tahunan atau pertemuan yang di adakan setiap tahun oleh seluruh raja di dunia ini." Jawab Kaku.
"Jadi, mereka ingin aku ikut pertemuan dengan seluruh raja yang ada di dunia ini?" Tanya Sasuke.
"Tidak. Kau akan berbicara terpisah dengan para Gorosei." Ucap Stussy.
"Baiklah. Bilang pada pimpinan kalian bahwa aku akan menemui mereka saat Reverie dan katakan juga jika mereka melakukan sesuatu yang aneh aku tidak akan segan menghancurkan Marijois." Ucap Sasuke dengan datar.
"Baiklah. Terima kasih atas kerjasamamu Uchiha Sasuke, kami sangat menghargainya. Kalau begitu kami pergi." Ucap Stussy.
SRING! SRING! SRING!
Setelah mengatakan itu, Stussy, Lucci dan Kaku langsung menghilang dan meninggalkan Sasuke sendirian. Sasuke pun menghela nafas dan berjalan keluar dari gang tersebut dan kembali melanjutkan kegiatannya yatitu membeli beberapa pakian dan sepatu.
-X-
( GRANDLINE : BALTIGO )
"Jadi apa kau mendapatkan sesuatu dari Poneglyph itu?" Tanya Dragon kepada Robin.
"Dragon-San, sepertinya aku mulai menemukan titik terang dari clan Uchiha." Ucap Robin dengan serius.
"Jelaskan." Ucap Dragon dengan serius.
"Di poneglyph yang aku baca, tertulis bahwa ada seseorang yang sepertinya membantu para Tenryuubito dan pemerintah dunia dalam membentuk dunia ini. Aku sudah menemukan dan meneliti beberapa poneglyph dan hampir semuanya tertulis tentang tekad D atau cara membangkitkan senjata kuno. Tapi di poneglyph ini, tertulis tentang ramalan kehancuran orang-orang yang mempunyai inisial nama D." Ucap Robin dengan serius.
"Apa kau tahu siapa orang yang dimaksudkan itu?" Tanya Dragon.
"Tidak jelas. Mereka tidak menyebut nama orang tersebut atau nama clannya tapi, tertulis bahwa orang tersebut mempunyai mata berwarna merah dan mempunyai kekuatan yang dahsyat. Membelah gunung, menghancurkan pulau dan bahkan ketiga senjata kuno pun tidak mampu mengalahkan orang itu dan clan dari orang itu memiliki lambang kipas." Ucap Robin.
"Jadi, maksudmu poneglyph itu menceritakan tentang clan Uchiha?" Tanya Dragon kepada Robin.
"Itu baru hipotesisku dan asumsi belaka saja. Aku perlu bukti yang kuat untuk menemukan kebenarannya karena itu, aku ingin bertemu dengan Sasuke-Kun secepatnya. Bukan karena masalah pribadiku tapi karena sejarah dunia ini." Ucap Robin.
Dragon pun memejamkan matanya dan melipat tangannya. "Aku tidak tahu keberadaan Uchiha Sasuke sekarang dan lagi, kau hanya punya waktu dua bulan dan kau akan kembali berlayar dengan anakku. Lagipula, tidak mungkin kau mengesampingkan masalah pribadimu dengannya saat bertemu dengannya." Ucap Dragon kepada Robin.
Robin pun menundukan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya. Dragon benar. Robin tidak mungkin mengesampingkan masalah pribadinya dengan Sasuke dan lagi sebentar lagi dia harus berkumpul kembali dengan bajak laut topi jerami. Robin pun mulai kebingungan karena tidak mungkin dia menghabiskan dua bulan ini hanya untuk mencari Sasuke karena bisa-bisa dia akan terlambat sampai di pulau Saboady dua bulan lagi.
"Kusarankan minta bantuan Luffy. Luffy pasti mempunyai vivre card Sasuke dan akan membantumu untuk lebih mudah menemukan Sasuke." Ucap Dragon.
Robin pun menghela nafas dan menurunkan bahunya. "Baiklah. Terimakasih Dragon-San."
-X-
( MARINEFORD )
"Hahahahahaha sepertinya keputusanku untuk pensiun memang benar. Aku tidak perlu berurusan dengan kertas-kertas brengsek itu. Benarkan Sakazuki? Hahahahah." Tawa lepas Sengoku yang sepertinya sangat puas.
"GRRRR! Diamlah kau pria setengah pensiunan! Era yang kuhadapi jauh lebih sulit dibandingkan denganmu!" Teriak Sakazuki dengan geram.
"Ehhh? Benarkah? Hahahahah kalau begitu selamat berjuang dengan kertas-kertas itu." Balas Sengoku sambil tertawa.
"CIH! Semakin lama aku menjadi Fleet Admiral, semakin tahu juga aku sifat asli dari 5 kakek tua sialan itu! Bagaimana bisa mereka berencana untuk beraliansi dengan Uchiha Sasuke!?" Ucap Sakazuki dengan geram sambil menghisap cerutunya.
Sengoku yang mendengar itu pun melipat tangannya dan ekspresinya berubah menjadi serius. "Uchiha Sasuke kah? Kira-kira apa yang sedang dia rencanakan?" Tanya Sengoku.
"Entahla. Apapun itu kita harus menghentikannya. Dia adalah orang yang sangat berbahaya dan sebagai angkatan laut, setidaknya kita harus menekan dia." Jawab Sakazuki.
"Kau benar. Uchiha Sasuke bukanlah orang sembarangan. Kita tidak bisa menyerangnya secara terbuka atau kita akan mati. Kau tahu itu kan? Sakazuki?" Tanya Sengoku kepada Sakazuki.
"Aku tahu! Maka dari itu aku sedang memikirkan sebuah rencana! Aku pun tidak dapat menemukan Nico Robin." Ucap Sakazuki.
"Hmmm? Rumor yang beredar mengatakan bahwa Uchiha Sasuke mempunyai hubungan yang special dengan Nico Robin. Kau berencana menculiknya dan membuat Sasuke menyerah?" Tanya Sengoku.
"Hanya itulah yang ada dipikiranku sekarang tapi aku yakin itu pun pasti gagal." Ucap Sakazuki.
"Haaaaaahhh…" Sengoku menghela nafas panjang. "Hampir dua tahun setelah perang besar Marineford dan sudah banyak yang berubah. Aku tidak menyangka orang yang memegang era ini adalah Uchiha Sasuke yang notabennya masih sangat muda. Setiap pergerakannya tidak hanya dipantau oleh angkatan laut namun para bajak laut juga ikut memantaunya. Hanya saja sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda dia akan bergerak dan ini membuat kita para angkatan laut semakin bingung." Ucap Sengoku.
"Itulah yang aku herankan. Big Mom, Kaido, Kurohige mereka bertiga sudah dikalahkan oleh Sasuke namun setelah itu dia tiba-tiba menghilang. Apa menurutmu dia sedang mengumpulkan pasukan?" Tanya Sakazuki.
"Hmmmmm… Mungkin saja mengingat dia hanya berlayar sendirian tapi apa kau pikir dia sedang berlibur?" Tanya Sengoku.
"HHAAAAHH!? Apa maksudmu berlibur!?" Teriak Sakazuki yang kesal.
"Hahahahaha jangan marah seperti itu aku hanya bercanda saja." Ucap Sengoku sambil tertawa. "Yang terpenting adalah jangan bertindak gegabah Sakazuki. Setiap keputusan yang kau buat akan mempengaruhi citra angkatan laut. Jangan terlalu berambisi untuk menangkap Uchiha Sasuke." Ucap Sengoku yang menasihati juniornya itu.
"Aku tahu. Aku tidak sebodoh itu, Sengoku." Ucap Akainu.
-X-
( GRANDLINE : BALTIGO )
Robin kini berada di ruangannya dan sedang terbaring di kasurnya. Sesekali dia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur namun alhasil dia tidak bisa tidur karena ada banyak hal yang sedang menganggangu pikirannya sekarang. Robin terlihat sangat gelisah dan terus berpikir bagaimana caranya dia bisa bertemu Sasuke secepatnya karena dia ingin bertanya seseuatu kepada Sasuke.
"Dimana kau sekarang?" Gumam Robin.
Dia mulai penasaran dengan sejarah clan Uchiha dan ingin mengetahui siapa sebenarnya Sasuke dan apa yang sedang Sasuke rencanakan. Tidak mungkin Sasuke hanya akan berdiam diri saja setelah mendapatkan julukan Mirai Kaizouku-O dan Robin yakin Sasuke suatu saat akan membuat gebrakan yang besar.
Namun, yang membuat Robin was-was adalah bagaimana jika dia harus melawan Sasuke suatu saat nanti. Robin mulai berpikiran seperti itu semenjak ia membaca Poneglyph kecil yang berada di pulau Sean dan Robin berasumsi bahwa sebenarnya clan Uchiha adalah Ternyuubito.
Selama hidupnya, Robin beberapa kali bertemu dengan seseorang yang memiliki inisial nama D dan orang tersebut selalu membantu Robin. Jaguar,D,Saul dan Monkey,D,Luffy serta jangan lupakan Monkey,D, Dragon. Tercatat, 3 orang yang memiliki nama D telah banyak membantunya dan karena itu dia ingin mengetahui apa makna dari D itu sendiri. Namun, bagaimana jika Sasuke adalah orang yang benar-benar ditakdirkan untuk memusnahkan orang-orang bermarga D itu?
"Haaaaahhhh…Makin lama aku memikirikannya, kepala makin terasa sakit." Ucap Robin sambil memjamkan matanya dan memijit keningnya.
Robin tahu bahwa Sasuke bukanlah seseorang yang mudah ditebak. Sasuke mungkin bisa bersikap sangat baik kepada seseorang yang di anggap temannya atau keluarganya. Namun Sasuke adalah monster dan mimpi buruk bagi orang yang menjadi musuhnya. Dari sekian banyak hal yang ingin Robin hindari, Robin paling tidak mau menjadi musuh Sasuke karena dia tahu dia tidak mempunyai kemungkinan menang. Robin pun ragu jika Luffy mampu mengalahkan Sasuke.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa sebaiknya aku mengikuti saran Dragon-San untuk meminta bantuan Luffy untuk bertemu Sasuke?" Tanya Robin kepada dirinya sendiri. "Kau benar-benar mengganggu pikiranku dan hatiku, Uchiha Sasuke. Nampaknya kini aku hanyalah wanita biasa yang sedang dibutakan oleh cinta." Lanjut Robin sambil tersenyum.
-X-
TIME SKIP 2 BULAN
( EAST BLUE : FOOSHA VILAGE )
Dua bulan telah berlalu begitu cepat dan seperti biasanya selama dua bulan tidak ada hal signifikan yang Sasuke lakukan dan dia hanya bersantai di bar Makino. Namun kini sudah saatnya dia kembali berlayar dan sudah saatnya dia membuat sebuah pergerakan besar. Semua orang telah menunggunya bergerak dan Sasuke pun harus mengikuti arus dunia ini atau bisa jadi dia merubah arus besar dunia ini.
"Apa kau akan pergi sekarang?" Tanya Makino kepada Sasuke.
Dadan, Dogra, Magra, Makino dan sang kepala desa kini sudah berkumpul di bar untuk melihat kepergian Sasuke yang kedua kalinya.
"Ah. Waktu sudah saatnya aku bergerak. Badanku terasa sakit semua karena jarang bergerak." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Dasar maniak pertarungan." Gumam Dogra sambil sweatdrop.
"Ara-ara, sepertinya Sasuke merindukan pertarungan." Ucap Makino sambil tersenyum.
"Oi Sasuke, jika kau kembali lagi kesini bawa emas yang banyak." Ucap Dadan sambil menyeringai.
Sasuke pun hanya berkeringat jatuh dan menatap Dadan dengan datar. "Terserah."
"Sasuke, jika kau bertemu dengan Luffy tolong sampaikan salam kami kepadanya." Ucap sang kepala desa kepada Sasuke.
"Aku pasti menyampaikannya." Ucap Sasuke sambil tersenyum. Lalu ia memakai jaketnya dan bangkit berdiri. "Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih semuanya." Ucap Sasuke sambil membalikan tubunya dan berjalan keluar bar.
"Hati-hati dijalan Sasuke." Ucap Makino sambil melambaikan tangannya.
"Pastikan kau tetap hidup dan jangan mati," Ucap Dadan sambil tersenyum.
-X-
( SABOADY ARCHIPELAGO : GROVE 17 )
Sepertinya, sebuah berita besar akan muncuk dan berita tersebut akan mengguncang dunia dan membuat angkatan laut kerepotan. Seseorang yang telah menghilang selama dua tahun, seseorang yang mengacau di peperangan besar Marineford, seorang rookie yang selalu menyita perhatian dunia, seseorang yang dua tahun lalu kehilangan kakaknya di depan matanya kini telah kembali.
Monkey,D,Luffy, sang kapten dari Mugiwara Kaizokudan telah kembali dan menujukan dirinya di Saboady Archipelago. Tidak hanya itu, ternyata semua anggotanya pun telah kembali dengan selamat dan mereka semua sudah kembali bersama di kapal kesayangan mereka yaitu Thousand Sunny. Selama dua tahun mereka berpisah, mereka melatih diri mereka untuk menjadi lebih kuat agar mampu menghadapi ganasnya dunia baru.
Mereka harus menjadi lebih kuat untuk menggapai mimpi mereka masing-masing dan juga untuk membantu kapten mereka yang meskipun bodoh namun mereka yakin pasti akan menjadi raja bajak laut. Telah banyak yang mereka lalui dan kini mereka berjanji pada diri mereka sendiri bahwa mereka tidak akan kalah lagi dan akan terus maju. Tidak perduli apapun halangannya, siapapun musuhnya, mereka harus menghadapinya.
Kini Mugiwara Kaizokudan sedang berlayar menuju pulau manusia ikan setelah sebelumnya sedikit membuat kekacauan di Saboady Archipelago. Mereka sudah melapisi kapal mereka dengan gelembung sehingga mereka mampu untuk menyelam ke dalam lautan untuk menuju pulau manusia ikan.
Seluruh anggota kelompok topi jerami kini sedang duduk di taman sambil bercerita tentang kehidupan mereka selama dua tahu berpisah. Candaan dan tawa menghiasi percakapan mereka karena mereka kini sedang melepas semua kerinduan mereka setelah berpisah selama dua tahun.
"Jadi begitu ceritanya! Aku menjadi pahlawan di Pulau Boin dan semua orang yang berada disana menganggapku sebagai dewa!" Ucap Ussop dengan sangat bangga.
""SUUUUGGEEEEE!"" Teriak Luffy dan Chopper yang terkagum-kagum dan mata mereka berbinar-binar.
"Oi, apa kau mengatakan yang sebenarnya?" Tanya Franky yang ragu.
Ussop pun berkeringat dingin dan gugup saat melihat tatapan Franky. "A-aku mengatakan yang sebenarnya konoyaro!" Ucap Ussop yang terbata-bata.
"Heh, dia sama sekali tidak berubah. Kebohongannya itu seperti cerita asli." Ucap Nami yang tersenyum. "Oh iya Luffy, dari tadi aku melihat kau selalu membawa tas besar itu. Apa isinya?" Tanya Nami sambil memperhatikan tas yang ada disebelah Luffy.
Luffy pun yang mendengar itu langsung memeluk tas itu seolah melindungi tas itu dari Nami dan membuat Nami kebingungan. "Nami, jangan berani sentuh tas ini! Tas ini berisikan emas yang sangat mahal!" Teriak Luffy.
Nami pun yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya dan matanya berubah menjadi lambang mata uang berry. "Benarkah? Kalau begitu aku ingin melihatnya saja boleh kan?"
Luffy pun hanya mengangguk dan perlahan membuka tas itu.
SRING!
Semua anggota kelompok topi jerami langsung menyipitkan matanya dan melindungi mata mereka karena sinar terang yang tiba-tiba muncul dari tas yang dibuka Luffy. Mata mereka melhat sepuluh emas batangan yang sangat besar dan sangat indah.
"SUGE LUFFY! Darimana kau mendapatkan ini semua?" Tanya Chopper kepada Luffy.
"Aku tidak menyangka kau mampu mengumpulkan emas sebanyak ini." Ucap Sanj yang juga terkejut.
"Yohohoho, Luffy-San apa kau sekarang menjadi mata duitan sepeti Nami-San?" Tanya Brook.
"Fufufu.." Robin pun hanya terkekeh melihat tingkah laku teman-temannya yang sangat kekanak-kanakan,
"Kuso, ada apa? Kenapa berisik sekali?" Ucap Zoro yang terbangun dari tidurnya karena suasana yang sangat berisik dan bising.
"Luffy, boleh kah aku mengambilnya?" Tanya Nami yang tersenyum manis. Sangat manis dan tentunya itu bukanlah hal yang bagus.
"TIDAK! Aku meminta emas ini dengan susah payah dan kau pasti akan menggunakan emas ini untuk membeli pakaian kan? Itulah kenapa kelompok bajak laut kita selalu miskin!" Ucap Luffy.
"HAH!? Apa kau bilang!? Uang kita cepat habis karena porsi makanmu yang banyak!" Balas Nami yang kesal.
"EEEEH!? Benarkah Sanji?" Tanya Luffy kepada Sanji,
"Kuso gomu yaro! Seharusnya kau sadar itu! Jika kau bisa menahan nafsu makanmu maka kita bisa sedikit menabung dan lagi aku tidak keberatan menjadi miskin dan aku akan gunakan semua uangku untuk membelikan Nami-San pakaian yang mahal. NAMI-SWAAANNN! AKU AKAN MENYERAHKAN SEMUA UANGKU KEPADAMU!" Teriak Sanji sambil berputar-putar dan menari-nari didepan Nami.
Nami pun yang mendengar perkataan Sanji tersenyum dan langsung mengarahkan pandangannya kepada Luffy sambil menyeringai. "Nah Luffy kau dengar sendiri bukan? Jadi serahkan emas itu dan biar aku yang mengurus keuangan kelompok ini."
Luffy pun yang mendengar itu pun langsung berkeringat dingin dan gugup. "Ta-tapi, aku sudah berjanji untuk menggunakan emas ini sebaik mungkin." Ucap Luffy.
"Sudahlah berikan saja padaku lagipula kau juga tidak bisa menggunakan emas-emas itu dengan baik. Aku harus menimbangnya dan menafsir harga per batangnya." Ucap Nami.
"Kalau tidak salah dengar, satu emas ini beratnya satu kilogram dan harga satu batangnya sekitar 30 juta Berry." Ucap Luffy sambil tersenyum.
""EEEEEHHHH!?""
Semua orang kecuali Robin terkejut mendengar perkataan Luffy. Mereka tidak menyangka Luffy bisa mengetahui harga per batang emas dan bisa mengira-ngira berat dari emas tersebut.
"Oi Luffy? Apa kau baik-baik saja? Kepalamu tidak terbentur kan?" Tanya Zoro yang khawatir.
"Yohohoho nampaknya kau sudah banyak berubah Luffy-San." Ucap Brook.
"Bagaimana kau bisa mengetahu harga emas ini?" Tanya Nami.
"Ah, emas ini aku minta dari Sasuke." Jawab Luffy dengan santai.
Semua orang yang mendengar itu pun langsung terkejut dan membelalakan matanya.
"EEEEEEEEHHHHH!?"
Saat mereka mendengar nama Sasuke, mereka semua langsung merinding karena selama dua tahun, mereka selalu membaca berita tentang Uchiha Sasuke yang membuat sebuah gebrakan besar dan orang yang disebut akan menjadi raja bajak laut.
"U-Uchiha Sasuke kah?" Ucap Ussop terbata-bata.
"Ah benar! Apa kau tahu Sasuke, Ussop?" Tanya Luffy kepada Ussop.
"TENTU SAJA BAKAYARO! Semua orang pasti mengenal dan tahu Mirai Kaizoku-O. Dia adalah orang yang berhasil mengalahkan dua Yonkou sendirian dan mampu membelah maskar besar angkatan laut!" Ucap Ussop.
"Uchiha Sasuke.. Orang yang memegang dan memimpim era baru bajak laut setelah kematian Shirohige." Gumam Nami dengan pelan.
"Dia itu kakakmu kan?" Tanya Sanji kepada Luffy.
"SUGE! Ace adalah komandan divisi 2 bajak laut Shirohige dan Uchiha Sasuke adalah sang calon raja bajak laut. Kau mempunyai kakak yang hebat Luffy." Ucap Chopper.
Robin yang mendengar itu pun sedikit membelalakan matanya dan langsung menatap Luffy dengan serius. "Luffy, apa kau bersama Sasuke selama dua tahun ini?" Tanya Robin.
"Ah. Sebenarnya selama dua tahun ini aku berlatih dengan Rayeligh tapi sebelum dengan Rayeligh, Sasuke lah yang melatihku selama 6 bulan. Setelah 6 bulan melatihku, Sasuke pergi ke dunia baru dan mengalahkan para Yonkou. Shishishishi." Jawab Luffy sambil tertawa.
"Jadi kau dilatih oleh Uchiha Sasuke? Seharusnya kau sudah jauh bertambah kuat karena orang yang melatihmu adalah orang yang terkuat di dunia ini." Ucap Franky sambil tersenyum.
"Lalu apa kau tahu dimana dia sekarang? Dan bagaimana kabarnya? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Robin kepada Luffy.
"Dia baik-baik saja dan sekarang dia sedang berada di East Blue. Dia kembali ke rumahnya karena ingin bertemu Dadan, Makino dan yang lainnya." Jawab Luffy sambil tersenyum.
Robin pun tersenyum saat mendengar jawaban Luffy. Ternyata selama ini Sasuke kembali ke East Blue dan bertemu dengan keluarganya. Robin sedikit menghela nafas karena dia sedikit khawatir dengan apa yang akan dilakukan Sasuke khususnya setelah ia menemukan poneglyph di Pulau Sean.
"Syukurlah kalau begitu. Apa dia membenciku?" Tanya Robin.
"Hmmmmm.. Aku tidak tahu.. Dia itu aneh sekali setiap kali aku membicarakan tentangmu dia pasti diam dan tidak mau menjawab." Ucap Luffy.
Robin pun langsung memebelalakan matanya dan terkejut. Tubuhnya bergetar dan ia mengepalkan kedua tangannya dengan keras dan menundukan kepalanya.
"Lalu dia bilang kau sekarang bukan tanggung jawabnya lagi dan tidak ada yang perlu dia bicarakan denganmu." Tambah Luffy.
Robin pun kembali membelalakan matanya dan kini dia benar-benar tersentak dengan perkataan Luffy. Hatinya benar-benar sedih karena ternyata Sasuke tidak mau bertemu dengannya lagi.
Semua kru topi jerami yang melihat itu pun menatap Robin dengan lembut dan mereka tahu kesedihan yang Robin rasakan saat ini.
"Tapi tenang saja, Aku sudah beberapa kali bicara dengannya dan dia berjanji kepadaku suatu saat nanti akan kembali menemuimu." Ucap Luffy sambil tersenyum.
"Be-benarkah?" Tanya Robin.
"UHM! Sasuke sendiri yang bilang, tapi Robin! Kau harus tetap bersamaku dan menjadi anggota bajak lautku! Aku takan biarkan Sasuke megambilmu!" Ucap Luffy kepada Robin.
Robin yang beberapa saat lalu bersedih kini tersenyum mendengar perkataan Luffy. Robin merasa seperti sedang diperebutkan oleh dua orang pria saat ini. "Baiklah Luffy, aku akan tetap bersamamu." Ucap Robin sambil tersenyum.
"Oh iya Robin aku mendengar rumor bahwa kau adalah pacar dari Uchiha Sasuke. Apa itu benar?" Tanya Ussop kepada Robin. "Dua tahun lalu saat kita di bar Shakky, Rayleigh mengatakan kau adalah kekasih dari Uchiha Sasuke."
"SUUGGEE Robin! Kekasihmu adalah orang yang sangat hebat." Ucap Chopper.
"Yohohoho Robin-San, meskipun kau sudah mempunyai kekasih, bolehka kau melhat cela-"
"Brook.." Ucapan Brook langsung dipotong oleh Nami.
"Ada apa Nami-Swan?" Tanya Brook yang kebingungan.
"Kau tahu kan siapa itu Uchiha Sasuke? Bagaimana jika saat kita bertemu dengan Sasuke nanti aku akan mengadukan tingkah laku mesummu kepada Robin?" Tanya Nami sambl menyerngai.
Brook yang mendengar itu pun langsung berkeringat dingin dan tubuhnya mula bergetar. Dia kini membayangkan kepalanya yang di penggal oleh Uchiha Sasuke. "TIDAAAAAAAAAAKKKKKKK!" Teriak Broook dengan sangat keras.
"Fufufufu.." Robin pun hanya terkekeh melihat tingkah laku konyol Brook. "Sebenarnya, aku memang mencintainya. Aku bahkan telah menyatakan perasaanku kepadanya. Tapi.." Ucap Robin sambil tersenyum.
"Tapi apa? Apa dia menolakmu?" Tanya Franky.
"BAKAYARO! Tidak mungkin ada pria yang menolak Robin-Chan!" Teriak Sanji kepada Franky.
"Dia tidak menolakku. Tapi dia juga tidak menerimaku. Aku kini sedang di gantung." Ucap Robin sambil tersenyum.
"NAANNIIII!? Kau di gantung oleh Sasuke!? Konoyaro Sasuke! Beraninya dia menggantung nakamaku!" Teriak Luffy yang emosi saat mendengar cerita Robin.
Seluruh kru topi jerami pun berkeringat jatuh dan menatap Luffy dengan datar.
"Aku tidak yakin dia mengerti dengan maksud Robin.." Gumam Nami yang sweatdrop.
"Kebodohannya tidak terbatas.." Ucap Sanji.
"Fufufufu tidak Luffy. Dia tidak menggantungku sungguhan. Dia hanya belum menjawab pertanyaanku saja." Ucap Robin kepada Luffy sambil tersenyum.
"Benarkah!? Syukurlah kalau begitu Shihsihshi." Ucap Luffy sambil tersenyum. "Oh iya Robin, Hancock dan Rayleigh menitipkan pesan kepadaku."
Robin yang mendengar itu pun sedikit terkejut. Mungkin, untuk Rayleigh dia masih bisa terima, tapi kenapa Boa Hancock menitipkan pesan kepadanya. Robin yakin dia tidak pernah bertemu dan mengenal Shicibukai itu.
"Boa Hancock? Shicibukai? Apa kau mengenalnya juga Robin?" Tanya Ussop kepada Robin.
"Tidak. Aku tidak mengenalnya." Ucap Robin sambil menggelengkan kepalanya. "Apa pesan itu Luffy?"
"Hancock bilang kepadaku bahwa Sasuke telah membuatnya terangsang dan meninggalkannya." Ucap Luffy sambil tersenyum. Luffy tersenyum karena dia mengira bahwa perkataanya itu baik adanya dan tidak akan membuat Robin sakit hati.
Tetapi, semua anggota topi jerami membelalakan matanya dan menutup mulut mereka dengan kedua tangan mereka. Lalu, tubuh mereka bergidik dan merinding karena mereka merasakan aura yang sangat mencekam keluar dari tubuh Robin.
"O-oi, Luffy sepertinya kau salah mendengar…" Ucap Nami yang terbata-bata,
"Me-menyeramkan! Robin menyeramnkan Ussop!" Ucap Chopper sambil memeluk Ussop.
"Lihat aura hitam yang mengelilingi tubuhnya! Di-dia sudah dikuasai oleh iblis!" Teriak Ussop.
""KIYAAAAAAAAAAAA!"" Ussop dan Chopper pun langsung mundur dan berlindung di balik tiang.
Robin pun mengepalkan tangannya dan menudukan kepalanya. "Lalu, apalagi yang dikatakan oleh Boa Hancock?" Tanya Robin.
"Hmmm dia bilang bahwa kau harus cepat mengambil keperjakaan Sasuke sebelum direbut oleh orang lain. Shishshishi." Ucap Luffy dengan polosnya.
Robin yang mendengar itu pun langsung merona dan membelalakan matanya. "E-e-eh!?" Gumam Robin yang tidak percaya. "A-apa kau bilang?"
"BAKAYARO! APA KAU YAKIN KAU TIDAK SALAH MENYAMPAIKAN PESAN HAH!?" Teriak Sanji yang mulai marah dengan perkataan Luffy.
"Lu-Luffy! Kau tidak boleh mengatakan hal itu secara terbuka! Itu privasi seseorang!" Ucap Nami yang juga wajahnya memerah.
"Apa sih yang kalian bicarakan? Aku hanya menyampaikan pesan dari seseorang. Meskipun aku tidak mengerti maksud dari pesan itu tapi aku yakin pesan itu bukan ancaman." Ucap Luffy sambil mengupil.
Robin yang mendengar itu pun kembali tesenyum karena kepolosan kaptenya itu. Sangat langka menemukan pria seperti Luffy di dunia bajak laut yang dikelilingi oleh wanita dan harta. "Fufufufu Nami benar. Itu adalah urusan pribadiku tapi terima kasih atas Luffy sudah menyampaikan pesan itu dan bilang pada Boa Hancock untuk tidak menyentuh Sasuke atau aku akan memberinya pelajaran." Ucap Robin sambil tersenyum dengan sangat manis.
"Me-menyeramkan Ussop! Aku baru pertama kali melihat Robin semenyeramkan ini!" Ucap Chopper yang berlindung di balik tubuh Ussop.
"Ah.. Wanita akan menjadi sangat menyeramkan jika pria yang dicintainya direbut oleh wanita lain!" Gumam Ussop sambil memperhatikan Robin yang masih tersenyum.
"Lalu apa pesan dari Rayleigh?" Tanya Robin.
"Ah… Rayleigh bilang kau harus tetap mengawasi Sasuke karena hanya kau lah yang bisa menghentikan Sasuke bila suatu saat dia melakukan sesuatu." Ucap Luffy.
Robin pun menyipitkan matanya dan kebingungan dengan perkataan Luffy. "Melakukan sesuatu? Apa maksudnya?" Tanya Robin.
"Entahlah. Rayleigh bilang kau harus terus membaca seluruh Poneglyph yang ada di dunia ini baru kau akan tahu apa maksudnya." Jawab Luffy.
Robin yang mendengar itu pun mulai berpikir dan menerka-nerka apa maksud Rayleigh. 'Apa ini ada hubungannya dengan poneglyph yang aku temukan di Pulau Sean? Rayleigh sudah mengetahui sejarah dunia ini dan sepertinya dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Sasuke-Kun kedepannya.' Gumam Robin dalam hatinya.
"Oi Luffy." Ucap Zoro tiba-tiba.
"Kenapa Zoro?" Jaawab Luffy.
Zoro pun langsung menatap Luffy dengan serius dan memegang pedangnya. "Jika suatu saat nanti aku ingin bertarung dengan Uchiha Sasuke, apa kau akan melarangku?"
"EEEEEEEHHHHH!?" Semua orang disitu kecuali Luffy berteriak dan terkejut.
"OI Marimo!? Apa kau gila? Kau ingin bertarung dengan kakak dari kapten kita?" Tanya Sanji kepada Zoro.
"Haaaahhh? Siapa yang kau sebut Marimo dasar alis keriting?" Tanya Zoro sambil melirik Sanji.
"HAAAAHH!? Apa kau ingin merasakan tendanganku!?"
"Coba saja dasar bodoh! Aku akan menebas kaki payahmu itu!"
BUAGH! BUAGH!
DUAAR!
Seketika Zoro dan Sanji pun terkapar di tanah karena tekena pukulan keras dari seseorang yang sangat menakutkan.
"Hentikan pertengkaran bodoh kalian!" Ucap Nami. "Dan lagi kenapa kau ingin bertarung dengan kakaknya Luffy, Zoro?" Tanya Nami.
Zoro yang mendengar itu pun langsung bangkit kembali dan mengelus-elus kepalanya yang kesakitan. "Aku dengar dia adalah ahli pedang yang sangat hebat. Dia berhasil mengalahkan Taka No Me dan membuat Taka no Me babak belur. Aku sangat ingin bertarung dengan orang kuat seperti Uchiha Sasuke." Ucap Zoro sambil menyeringai.
Luffy yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan tertawa. "Sishishishi. Lakukan saja. Jika kau ingin bertarung dengan Sasuke maka bertarunglah. Sasuke memang ahli pedang yang hebat dan kemampuan pedangnya sangat luar biasa. Dan juga aku sebenarnya ingin bertarung dengan Sasuke baru setelah itu aku akan menjadi raja bajak laut." Ucap Luffy sambil tersenyum,
"O-o-oi Luffy, apa kau yakin ingin bertarung dengan Mirai Kaizoku-O? Dia adalah orang yang terkuat di dunia ini!" Ucap Chopper yang khawatir.
"Be-benar! Lagipula dia itu kakakmu! Kau tidak perlu bertarung dengannya." Ucap Ussop kepada Luffy.
"Shishishi, tidak perlu khawatir. Aku pasti akan mengalahkannya dan pasti akan melampauinya. Jadi aku minta pada kalian semua untuk percaya padaku agar aku bisa mengalahkannya." Ucap Luffy sambil tersenyum.
Semua orang yang mendengar itu pun ikut tersenyum dan menghela nafas mereka. Mereka pun tahu sebenarnya pertarungan yang dimaksudkan Luffy bukanlah pertarungan hidup dan mati melainkan pertarung yang sekedar menentukan siapa yang lebih kuat diantara mereka dan mereka juga yakin Sasuke bukanlah orang yang jahat karena Sasuke adalah kakak dari kapten mereka.
"Baiklah kalau begitu mau bagaiamana lagi? Aku akan membuat senjata hebat agar bisa membantumu mengalahkan Uchiha Sasuke, Luffy!" Teriak Franky dengan semangat.
"OOOI! Luffy apa kau yakin? Dia adalah orang yang mampu mengalahkan dua Yonkou!" Teriak Ussop yang ketakutan.
"Dan lagi dia adalah kakakmu sendiri. Apa kau berani melawan kakakmu sendiri?" Tanya Nami kepada Luffy.
"Fufufufu kau tahu kan seberapa menakutkannya Sasuke?" Tanya Robin sambil tertawa.
"AH! Saat berlatih bersamanya, aku benar-benar disiksa olehnya namun karena siksaan itulah aku menjadi lebih kuat sekarang." Ucap Luffy sambil mengepalkan tangannya. Luffy lalu bangkit berdiri dan mengangkat lengan kanannya ke atas. "YOSSSHH! Yarodomo! Kita akan pergi ke dunia baru dan mengalahkan para Yonkou, lalu setelah itu kita kalahkan Sasuke dan baru aku akan menjadi raja bajak laut!" Teriak Luffy dengan semangat.
"""OOOOOOOOOOUUUUUHHHH!"""
DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 6 END
ARIGATOU GOZAIMASU!
Selamat tahun baru Mina-San! Semoga di tahun 2021 menjadi tahun terbaik bagi kita semua ! Dan juga terima kasih atas review kalian semua yang membuat author makin semangat update! Ada reviewer yang bilang kalau author mulai bingung menentukan alur dan benar! Author mulai bingung! Wkwkwkwkwk ternyata menulis fanfic tidak semudah perkiraan di awal dan mungkin inilah kenapa banyak fanfic yang berhenti di tengah jalan. Tapi, author bakal terus berpikir dan mencoba untuk membuat alur yang bagus untuk fic ini.
Sekian dan Terima kasih!
