Memori
.
.
.
KOKOTiME mempersembahkan:
"Hidden Storyboard"
"Memori" - ditulis oleh Strawberry Cheesecakee
Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.
Genre: General, Family
Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 14 - Prompt: Senja (Words count: 498).
.
.
"Fang ikut Abang jalan-jalan naik kapal angkasa, mau tidak?"
Sepasang iris merah Fang mengerjap perlahan. Tatapannya tertuju lurus kepada seorang wanita bersurai ungu.
Itu adalah sore hari ketika Kaizo baru sampai di rumah.
"Jalan-jalan naik kapal angkasa?" Fang berseru antusias. "Ya, Fang mau ikut Abang!"
Mata Fang berbinar cerah. Sang ibu tersenyum hangat. Tangannya bergerak mengusap lembut puncak kepala Fang.
Kemudian, ibunya beranjak menghampiri Kaizo. Fang tak paham pembicaraan kedua orang dewasa di hadapannya. Setelah pembicaraan keduanya usai, Kaizo segera menuntun Fang dan membawanya pergi.
"Abang, kenapa Mak tidak ikut?" Fang bertanya bingung.
Katanya ingin jalan-jalan bersama, tapi kenapa hanya Fang dan Kaizo saja yang pergi?
Di tengah kekalutan hati, Kaizo berusaha untuk tetap bersikap normal. Walaupun keselamatan keluarganya sudah nyaris terancam. Ia tak ingin membuat Fang mengetahui hal tersebut.
"Mak akan menyusul nanti. Fang, mau Abang belikan es krim?"
Pertanyaan Kaizo merupakan sebuah bentuk pengalih perhatian.
Fang berseru riang, "Fang mau es krim!"
Kilau matanya semakin terang.
Masa itu, usia Fang masih sangat dini. Ia belum pandai membaca situasi. Hingga tak menyadari bahwa 'jalan-jalan' yang dimaksud sang ibu adalah alibi untuk menyelamatkan diri.
.
xXx]-•-•-•-x-•-•-•-[xXx
.
"Abang, kenapa langit selalu gelap?"
Fang tampak bingung. Planet yang ia tempati sekarang, berbeda sekali dengan tempat kelahirannya. Gelap dan hampa, seperti tak ada kehidupan dan masa depan.
Menurut Fang, perputaran waktu di sini sangat membosankan. Tak ada hal menarik yang dapat ia perhatikan selain bentangan hitam tak berujung.
"Abang, kenapa tak ada matahari?" Fang bertanya lagi. Mata bulatnya mengerjap menunggu jawaban.
"Matahari tak sampai ke sini, Fang." Kaizo menggenggam tangan kecil Fang.
"Fang tak suka di sini," ungkap Fang dengan jujur. "Fang ingin pulang. Fang ingin melihat matahari, bertemu Mak dan Ayah."
Rautnya berubah murung. Fang menggerakkan tangan Kaizo.
"Abang, ayo kita pulang," pinta Fang dengan mata berair.
"Perjalanan kita belum selesai, Fang."
Nada suara Kaizo terdengar pelan.
"Jadi, kita tak boleh pulang," lanjutnya.
Fang teringat pada cerita yang dibacakan ibunya sebelum tidur. Cerita tentang pengembaraan seorang pahlawan di antariksa. Ibunya berkata, pahlawan tak dapat pulang sebelum tugasnya selesai. Lalu, Fang pun mulai mengerti.
"Ayo selesaikan, Abang. Agar kita bisa pulang," kata Fang penuh harap.
Seberkas kirana menyelinap di hati. Sementara, Kaizo hanya mengangguk saja.
"Abang membeli donat lobak merah untuk Fang."
Kaizo mengambil sekotak donat yang sejak tadi tergeletak di atas meja. Seketika, anak berkacamata itu tampak bersemangat dan melupakan sejenak kesedihannya.
"Terima kasih, Abang." Fang memeluk Kaizo.
Andai matahari dapat menjangkau planet itu, senja pasti menyoroti mereka.
.
xXx]-•-•-•-x-•-•-•-[xXx
.
"Fang?" panggil BoBoiBoy.
"Dey! Fang, kau ini melamunkan apa?" Gopal berseru kesal. Disenggolnya bahu pemuda itu.
Fang tersentak kaget.
"Hah, apa?" ia balik bertanya.
Lembayung jingga sedang memeluk bumi. Kilaunya membuat Fang terhanyut memandangi pesonanya.
Senja memiliki berjuta memori bagi Fang.
Senja terkelam saat ia tak dapat melihat kedua orangtuanya lagi.
Senja tergelap saat matahari tak hadir menyinari planet tempatnya singgah.
Senja terhangat hanya ada di Bumi. Ketika menikmati akhir hari dengan para sahabatnya.
Senja memiliki banyak arti untuk Fang. Seiring dengan bergulirnya detik. Fang menyadari, setiap senja mempunyai kesan yang berbeda.
.
.
.
FIN
.
.
.
Pojok KOKOTiME
.
Setelah melakukan beberapa pengeditan, fic ini masih nyaris tembus batas kata. Syukurlah bisa terselesaikan tepat waktu.
Ya, pada prompt kali ini. Saya memilih untuk memakai tokoh kedua kakak beradik ini.
Selamat membaca, nantikan terus drabble dari para anggota KOKOTiME lainnya~
.
Salam hangat,
Strawberry Cheesecake
14 Oktober 2020
