STRONG FATHER

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Dan karakter lain dari anime lain

Rate : M

Genre : family, humor, romance, fantasy

Pair :

Naruto U x Harem

(Menma x Raynare) (Naruko x --) (Vivi x --) (Rin x --) (Gray x --) (Mirajane x --) (Minato x Koneko)

Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur brantakan.

"Hello" : orang bicara

"Hello" : orang membatin

"Hello" : monster bicara

"Hello" : monster membatin

.

Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin bayak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.

.

Chapter 13

.

#SKIP NEGERI ALFTEIM

.

#DI HUTAN

.

DUAAARRRRRR!

.

TAP!

.

Tiba-tiba Naruto terhenti lompatannya di atas pohon dan langsung menoleh kearah sumber suara ledakkan yang jaraknya cukup jauh tapi masih terdengar olehnya.

"Belum juga nyampe luar hutan, ada saja masalah yang kutemui," gumam Naruto masih menoleh kearah sumber suara ledakkan.

"Inilah dunia yang penuh misteri Gaki! Di mana ada kau, di situ ada masalah," balas Kurama menyahuti gumaman Naruto.

"La! Kok aku yang jadi sumbernya Kurama?" tanya Naruto tidak terima.

"Karena tampangmu yang aneh Gaki," balas Kurama santai.

"Terserah kau mau ngomong apalah Kurama," kata Naruto cuek.

.

WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP!

.

Dan Akhirnya Naruto melanjutkan lompatannya dengan cepat tapi arah tujuannya berganti ke arah sumber ledakkan yang didengarnya.

.

TAP!

.

Tak berselang lama akhirnya Naruto sampai di sumber suara ledakkan tadi. Dapat dilihat di pandangannya sekarang, banyaknya pepohonan yang luluh lantah akibat ledakan dan ditengah-tengahnya terdapat seorang gadis Elf berambut kuning diikat ekor kuda yang memakai pakaian hijau serta busur panah dipunggungnya (Liya : Dragon Nest) sedang tersimpuh akibat luka berat dan di belakangnya ada 2 Elf yang sepertinya rekannya sudah tergeletak alias mati.

Gadis tersebut sedang menatap benci 3 Elf berpakaian serba hitam di hadapannya yang siap melemparkan sebuah sihir entah apa itu kepada gadis tersebut.

"MATI KAU! KETURUNAN UN--"

"Woy woy woy, apa pantas mengeroyok seorang gadis yang tak berdaya,"

Tiba-tiba Naruto bersuara tak jauh di belakang gadis yang tersimpuh memotong teriakan Elf yang mau menyerang gadis tersebut. Sontak semuanya langsung menoleh kearahnya, bahkan gadis Elf yang tersimpuh pun menoleh ke belakang.

"Siapa kau!" bentak Elf berpakaian hitam yang sepertinya pemimpinnya.

"Aku?" kata Naruto menunjuk diri sendiri. "Aku hanya pengembara yang tak sengaja melihat 3 tiku got berkeliaran," sambung Naruto mengejek.

.

SHOT!

.

Tiba-tiba saja pemimpin Elf berpakaian hitam menembakkan sebuah sihir hitam kearah Naruto karena termakan ejekan Naruto.

"Cih! Tidak sesuai dengan omong besarnya," desis Elf tadi yang menembakkan sihir hitam kearah Naruto karena tak merasakan hawa keberadaan Naruto setelah menerima tembakkan sihirnya tadi.

.

SLAS! SLAS!

.

"Hmm itu tadi rapalan mantra yang lumayan cepat juga," Tiba-tiba Naruto bersuara di belakangnya. Sontak Elf yang tadi menembakkan sihir hitam dan gadis Elf yang tersimpuh terkejut, dengan perlahan menoleh ke sumber suara.

.

DEG!

.

Gadis Elf dan Elf berpakaian hitam langsung melebarkan mata terkejut. Dapat dilihat sekarang Naruto berdiri tegak dengan 2 kepala Elf yang tergeletak di hadapannya serta sebuah Katana berkarat yang berlumuran darah di genggaman tangan kanannya.

Sontak Elf berpakaian hitam itu langsung melompat menjauh setelah melihat hal tersebut dan langsung menatap waspada Naruto.

"Hey bung! Kenapa kau menjauh dariku?" tanya Naruto kepada Elf berpakaian hitam tadi yang sekarang jaraknya lumayan jauh dengan Naruto.

"Siapa kau sebenarnya?" bukan jawaban yang diterima Naruto, melainkan sebuah pertanyaan penuh selidik dari Elf tersebut.

"Lebih baik perkenalkan diri sendiri sebelum bertanya bung, apa kau tak pernah belajar dari kecil," balas Naruto mendekati sang gadis Elf di hadapannya.

"Baiklah, kau bisa panggil aku X dari bangsa Dark Elf, lalu siapa dirimu Elf lemah," kata X memperkenalkan diri diakhiri ejekan kepada Naruto.

"Huh, asal kau tau aku ini bukan Elf, melainkan Manusia yang bernama Naruto," balas Naruto menghela nafas tenang sambil membuka hoodie jaketnya. Sontak ucapan Naruto membuat X dan gadis Elf di dekat Naruto melebarkan mata terkejut.

"Ma-Manusia!" kejut 2 Elf tersebut.

"Hahahahahahaha Manusia!" tiba-tiba X tertawa tak percaya. "Baiklah manusia, karena urusanku sudah tercapai disini, kunantikan pertarungan kita di pertemuan selanjutnya," sambung X lalu melompat mundur menjauh dari Naruto menuju utara hutan tersebut yaitu kerajaan Spriggan.

.

" Pangeran Spriggan harus tau ini," batin X sambil melompat sangat cepat menuju kerajaan Spriggan.

.

"Kau tidak apa-apa nona?" kata Naruto setelah X pergi menjauh kepada gadis Elf yang tersimpuh di hadapannya sedang memegang pundaknya kanannya yang terlihat sakit.

"Tidak apa-apa, terima kasih," balas gadis Elf tersebut mencoba berdiri.

.

BRUK!

.

Tiba-tiba gadis Elf tersebut ambruk lagi karena tak kuat kakinya untuk menopang badannya dengan luka di sekujur tubuhnya. Sontak Naruto langsung menolongnya untuk membantu berdiri dan diterima dengan baik oleh gadis Elf tersebut.

"Boleh kutau namamu manusia? Maaf namaku Liya dari bangsa Elf Undine," kata gadis Elf yang bernama Liya disela-sela papahan dari Naruto yang mencoba membantu berdiri.

"Naruto, Uzumaki Naruto kau bisa memanggilku Naruto," kata Naruto memperkenalkan diri sambil memapah Liya berjalan. "Boleh kutau? Kenapa kau bisa disini dengan kondisi seperti tadi?" sambung Naruto bertanya.

"Aku hanya ingin pergi ke dunia manusia tapi dihadang oleh mereka tadi," balas Liya memberi alasan membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

"Pergi ke dunia manusia? Buat apa?" kata Naruto tidak mengerti. Membuat Liya berpikir sejenak.

.

" Apa tak apa ya kuberitau alasannya, dia kan manusia, mungkin bisa membantuku menuju dunia manusia," batin Liya penuh pertimbangan.

.

"sebenarnya aku hanya ingin mencari ayah brengsekku, dia telah meninggalkan aku dan Mamaku sendirian disini, aku ingin meminta tanggung jawabnya," kata Liya datar penuh kebencian ketika menyebut kata ayah brengsek membuat Naruto cengo.

"Kurang ajar sekali ayahmu, baiklah akan kubantu kau keluar ke dunia manusia untuk mencari ayahmu tapi setelah urusanku disini selesai," kata Naruto membuat Liya langsung menoleh ke arahnya.

"Sungguh!" ucap Liya memastikan lagi ucapan Naruto dan dijawab anggukan Naruto sambil tersenyum. "Terima ka--AAAAAAAAARRRRRRGGGGG!"

Tiba-tiba Liya menjerit kesakitan memegang pundak kanannya, sontak membuat Naruto langsung melihat ke sumber sakitnya di tubuh Liya yaitu pundak kanannya dan mencoba untuk memulihkan luka di pundak Liya dengan Chakra pemulihannya tapi Naruto langsung melebarkan mata terkejut. bukan sebuah luka yang ada dipundak Liya melainkan sebuah tanda hitam berbentuk tengkorak dan di sekitar tanda itu muncul urat-urat milik Liya yang terlihat sangat jelas.

" Sial! Tanda kutukan," batin Naruto setelah melihat bentuk tanda tengkorak di pundak Liya.

.

"AAAAARRRRRGGGHH!"

.

BRUK!

.

Seketika Liya langsung ambruk alias pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit di pundaknya yang seakan-akan menyerap kekuatan dan kesadarannya.

Sontak Naruto yang melihat Liya pingsan langsung menggendongnya ala pangeran terus melompat ke pohon dan melesat keluar hutan bagian timur.

.

WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP!

.

" Untung saja tujuanku kerajaan Undine, jadi aku bisa memulihkannya di sana dan memberitau keluarganya," batin Naruto di setiap lompatan-lompatan di atas batang pohon menuju kerajaan Undine yang terletak di sebelah timur hutan.

.

.

#SKIP KUOH GAKUEN

.

#Atap sekolah

.

Jam istirahat sekolah, yap waktunya para siswa-siswi mengisi waktu santai setelah pelajaran yang menguras pikiran, bagi yang begitu. Dapat dilihat di atap sekolah terdapat 2 gadis yang memiliki warna surai rambut yang berbeda yaitu kuning dan putih perak sedang berdiri di pinggir pembatas memandang lapangan sekolah.

"Ne Naruko, apakah tak apa mereka kembali lagi di kehidupan kita?" tanya gadis berambut putih perak yaitu Vivi kepada gadis di sebelahnya yaitu Naruko saudaranya.

"Entahlah, aku tidak tau," balas Naruko menghela nafas lalu berbalik badan menyenderkan punggungnya di pagar pembatas. "kalau boleh jujur, aku sangat senang mendapat kasih sayang dari Yasaka Kaa-san, tapi hatiku entah kenapa merasa ada yang kurang, entah apa itu?" sambung Naruko sambil menerawang awan cerah di atas langit. Tiba Vivi juga ikut berbalik menyenderkan punggungnya di pembatas pagar atap dan ikut menerawang langit seperti Naruko.

"Kau benar sekali, aku juga merasakannya," balas Vivi menerawang langit di atas. "Perasaan yang diinginkan tapi sakit untuk mengingatnya," sambung Vivi.

.

KRIIEEEEET

.

Tiba-tiba pintu atap terbuka memperlihatkan Minato diikuti Rias dan Sona serta Perege mereka di belakangnya langsung menghampiri Naruko dan Vivi.

"Ruko-nee, Vi-nee," tiba-tiba Rias dan Sona menyapa setelah mereka dekat dengan Naruko dan Vivi. Sontak Naruko dan Vivi langsung menoleh ke arah mereka karena tadi menghiraukan kehadiran mereka.

"Hmm," balasan singkat Naruko sedangkan Vivi hanya diam saja.

Dan entah kenapa Akeno dan Tsubaki langsung mengajak yang lainnya untuk menjauh dari interaksi King mereka diikuti Minato.

"Ada apa si Akeno-san? Kenapa kita harus berpindah tempat?" tanya Issei tak tau maksud ajakkan Akeno dan Tsubaki.

.

BUGH!

.

"Dasar otak dengkul," tiba-tiba Koneko meninju perut Issei, sontak Issei langsung pingsan di tempat. Dan entah kenapa Minato langsung mundur ke pojokkan.

" Gile! Wanita memang mengerikan!" batin Minato ngeri dengan sifat Koneko yang main tinju saja.

.

.

#kembali ke Naruko dan Vivi

.

"Maaf," tiba-tiba saja Sona menundukkan kepalanya di sebelah Rias setelah peregenya kesisi tempat lain bersama perege Rias.

"Untuk apa? Bukanknya kau tak memiliki salah terhadapku Sona?" balas Naruko tenang tapi Sona masih menunduk.

"Bukan untukku, tapi untuk Serafall Onee-sama dan Grafiya Onee-sama, tolong maafkan atas perbuatannya," kata Sona. Tiba-tiba Naruko berbalik badan memunggungi Sona sambil memandang lapangan sekolah di bawah.

"Huh, entahlah Sona, mau bagaimanapun mereka ibu kandungku dan Vivi, itu tak akan berubah sama sekali. tapi, untuk saat ini kami belum siap menerima semuanya begitu saja karena kami masih belum bisa melupakan perlakuan mereka dulu," balas Naruko menghela nafas.

"Tapi mereka sudah menyesal Ruko-nee," kata Sona meyakinkan setelah menegakkan kepalanya. Tidak ada jawaban dari Naruko sama sekali, tiba-tiba Vivi menghela nafas.

"Huh, kupikir kecerdasanmu tak berkurang dari dulu Sona, apa kau tak bisa memahami ucapan kami Sona?" kata Vivi tenang. "Naruko dan aku mungkin saja bisa memaafkan mereka sebagai ibu kami, tapi untuk memaafkan tindakkan mereka itu butuh waktu, ini terlalu mendadak bagi kami," sambung Vivi menjelaskan tanpa menoleh kearah Sona karena sedang memandang langit di atas.

"Baik aku mengerti, tapi kumohon dengan sangat maaf kalian, aku tidak ingin mereka tersiksa oleh penyesalan yang terus menghantui mereka," kata Sona memohon lalu menoleh kearah Rias dan entah kenapa Rias mengangguk mengerti, lalu Sona dan Rias melangkah pergi meninggalkan Naruko dan Vivi sendirian.

"Bagaimana Naruko?" kata Vivi setelah Sona dan Rias menjauh.

"Lihat kedepannya nantilah, aku yakin Tou-san melimpahkan keputusan ini kepada kita," balas Naruko tenang.

"Aku mengikutimu saja, kau kan lebih tua dariku," kata Vivi tenang juga.

"Ya ampun Vivi, jangan seperti itulah kita kan hanya berjarak 5 menit saja," balas Naruko sebal karena dibilang tua oleh Vivi sambil mengembungkan pipinya.

"Hihi, tapi tetap tuaan dirimu kan Naruko," cekikikan Vivi.

"Yayaya terserah dirimu lah," balas Naruko singkat lalu Vivi ikut berbalik mengikuti pandangan Naruko dan tak lama kemudian bel masuk berbunyi.

.

.

#Skip Kembali Ke tempat Naruto

.

# 30 Menit Kemudian

.

TAP!

.

Akhirnya Naruto sampai di gerbang masuk pusat kerajaan Undine yang begitu luas sambil terus mengendong Liya menghampiri 1 penjaga gerbang.

"Permisi penjaga-san, apa kau tau siapa orang tua gadis ini?" tanya Naruto kepada penjaga tersebut.

"Liya-sama! Apa yang terjadi dengan Liya-sama?" kejut penjaga tersebut setelah melihat siapa yang ada di gendongan Naruto.

"Maaf penjaga-san tidak ada waktu untuk menjelaskannya, intinya aku menemukannya di hutan tadi," balas Naruto membuat Penjaga tersebut mengangguk mengerti.

"Mari kuantarkan, dia cucu Raja Undine," kata Penjaga tersebut.

"Tidak perlu!"

.

WUSH!

.

Tiba-tiba Naruto langsung melompat ke atas atap rumah-rumah warga menuju sebuah bangunan paling besar yang ada di tengah-tengah kota tersebut. Sontak tindakkan Naruto membuat penjaga tersebut terkejut.

" Ce-cepat sekali!" batin penjaga setelah melihat Naruto sudah jauh dari pandangannya.

.

WUSH! TAP! WUSH! TAP!

.

Dan tak butuh lama akhirnya Naruto sampai di gerbang masuk bangunan besar tersebut atau bisa dibilang Istana yang ditinggali oleh Raja. Sontak kehadiran Naruto langsung disambut banyaknya prajurit dengan senjata masing-masing sudah diacungkan ke Naruto.

"Siapa kau, berani sekali menyusup ke Istana!" bentak salah satu prajurit yang sepertinya pemimpinnya.

"Tolong tenang dulu, aku bukan penyusup, aku hanya ingin mengantarkan gadis ini," kata Naruto memberi alasan. Sontak para prajurit langsung melihat ke arah gendongan Naruto dan langsung melebarkan mata.

"Li-Liya-sama, apa yang terjadi!" kejut pemimpin prajurit langsung mengambil Liya dari gendongan Naruto. "kau harus ikut kami ke dalam untuk menjelaskannya," sambung Pemimpin prajurit dan dijawab anggukkan Naruto lalu melangkah ke dalam Istana diikuti Naruto di belakang serta prajurit lainya masih mengacungkan senjata kepada Naruto dari belakang tapi dihiraukan oleh Naruto.

.

"Sieun!" panggil prajurit yang menggendong Liya setelah di dalam Istana kepada salah satu wanita Elf yang tidak jauh dari langkahnya. Sontak wanita Elf yang dipanggil Sieun tadi langsung mendekat ke arah pemanggilnya.

"Ya komandan! Ada ap—apa yang terjadi dengan Liya-sama!" kejut Sieun ketika melihat Liya di gendongan prajurit tersebut.

"Nanti saja, cepat beritau Tuan Putri, ini darurat!" perintah tegas sang pemimpin prajurit.

"Tapi Komandan, Tuan Putri dan Yang Mulia sedang menghadiri rapat penting aliansi dengan kerajaan Sylpn," kata Sieun.

"Ini lebih penting, hanya Tuan Putri yang tau tanda kutukan ini," balas Sang prajurit tersebut menunjukkan gambar tengkorak hitam di pundak Liya. Sontak Sieun mengangguk lalu melangkah keluar Istana.

.

DEG!

.

Tiba-tiba Sieun merasakan aura tak asing setelah melewati Naruto. Sontak langkahnya langsung berhenti dan menoleh ke belakang melirik Naruto yang belum melepaskan Hoodie jaketnya di kepala.

" Siapa orang itu? Auranya tak asing bagiku," batin Sieun memandang punggung Naruto. " Ah tidak-tidak hanya perasaanku saja," sambung batin Sieun geleng-geleng kepala cepat langsung keluar Istana menuju Timur ke kerajaan Sylpn.

.

.

#SKIP KUOH

.

#Pulang Sekolah

.

"Ne Nee-san, apakah Nee-san tau kondisi sebenarnya Menma-nii? Soalnya reaksi Tou-san sangat berbeda, tidak seperti reaksi Menma-nii mengamuk waktu dulu," kata Minato disela-sela langkahnya pulang dari sekolah menuju rumah.

"Entahlah Minato, semoga saja Menma-nii baik-baik saja, aku yakin Tou-san akan melakukan hal terbaik untuk Menma-nii nantinya," balas Vivi tenang disela-sela langkahnya.

"Semoga saja," balas singkat Minato. Tiba-tiba Naruko terhenti langkahnya memandang ke seberang jalan. Sontak Minato dan Vivi juga terhenti dan menoleh kearah pandangan Vivi. dapat dilihat di seberang jalan atau lebih tepatnya di depan supermart ada seorang anak kecil bergender perempuan yang memiliki rambut hitam panjang dan pakaian putih polos sampai lutut sedang kebingungan mencari sesuatu.

Sontak karena anak-anak Naruto selalu di ajarkan sifat peduli oleh Naruto, maka Naruko, Vivi dan Minato langsung menyeberang dan menghampiri gadis tersebut.

"Hey adik kecil, kamu sedang apa disini?" tanya Naruko karena melihat tingkah bingung gadis kecil tersebut seperti mencari seseorang.

"Nee-san, aku sedang mencari Mamaku," balas gadis kecil tersebut memberitau.

"Oh gitu, baik Nee-san bantu cari ibumu ya," kata Naruko sambil tersenyum.

"Tapi Nee-san, kata Mama, aku tidak boleh ikut orang yang tidak aku kenal," balas gadis kecil tersebut menolak.

"Tenang saja, Nee-san tidak akan berbuat jahat kok," kata Naruko meyakinkan membuat gadis kecil tersebut mengangguk. "Oke, jadi siapa Namamu adik kecil?" sambung Naruko bertanya.

"Luna namaku, Onee-san," balas gadis kecil tersebut memperkenalkan dirinya dan di jawab anggukkan Naruko.

"Yos! Ayo kita cari ibu kamu Luna-chan," kata Naruko lalu menuntun Luna melangkah ke arah utara.

.

"LUNA! KAMU DI MANA NAK!"

.

Baru satu langkah kaki Naruko tiba-tiba ada wanita berambut hitam panjang (dengan pakaian Hancock saat di Marineford) berteriak memanggil Luna dari arah utara dengan raut wajah yang begitu cemas. Dan seketika Luna langsung memasang wajah senang setelah melihat siapa pemilik suara wanita tersebut.

"MAMA!" panggil Luna dan Hancock langsung menoleh ke arah Luna dengan cepat langsung menghampiri Luna.

"Aduh sayang, kamu dari mana saja? Mama khawatir tau," kata Hancock setelah di hadapan Luna sambil berjongkok memeluk Luna begitu cemas.

"Maaf ya Mama, Tadi Luna hanya ingin beli Es Cream itu kok," balas Luna sambil menunjuk gambar Es Cream di kaca supermarket. "Tapi Luna tidak sendirian kok Mama, Luna ditemani sama Nee-san dan Nii-san yang baik hati mau membantu Luna disini," sambung Luna menunjuk Naruko, Vivi dan Minato di belakang Luna. Sontak Hancock langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Luna dan langsung melebarkan mata terkejut dengan arah pandangannya tertuju pada Minato di Samping Vivi.

.

"Na-Naruto-kun?" kejut Hancock membuat Naruko, Vivi dan Minato saling pandang karena mendengar nama ayah mereka.

"Maaf tante, apa tadi tante memanggilku Naruto?" kata Minato memastikan dan di jawab anggukkan Hancock.

"Benarkan kamu Naruto-kun, tapi kenapa tubuhmu menjadi seperti remaja?" bingung Hancock dengan fisik Minato. Sontak membuat Minato menghela nafas.

"Begini tante, orang yang kau sebutkan itu adalah Tou-san kami bertiga," kata Minato menjelaskan membuat Hancock terdiam karena terkejut.

.

" Memang si Naruto-kun bercerita punya anak, tapi aku tak menyangka jika anaknya ada 3 dan sudah dewasa semua," batin Hancock yang terdiam.

.

Tiba-tiba Hancock tersadar dari kejutnya langsung merogoh kantong bajunya mencari sesuatu, dan tak lama kemudian mengeluarkan selembar foto dan langsung ditunjukkan kepada Naruko, Vivi dan Minato.

"Apa ayah kalian seperti ini?" tanya Hancock sambil menunjukkan sebuah foto yang bergambar Naruto sedang terlelap di bawah pohon dengan damainya.

"Um! itu Tou-san kami tante, apakah tante kenalan Tou-san kami?" angguk Naruko lalu bertanya.

"Um! Tante adalah kenalan ayah kalian, boleh tante menemui ayah kalian, ini sangat penting," kata Hancock berharap.

"Baiklah, tante bisa ikut kami ke rumah, kebetulan kami juga baru pulang sekolah," balas Naruko menyetujui membuat Hancock tersenyum senang.

Dan akhirnya Hancock dan Luna mengikuti Naruko, Vivi dan Minato ke rumah Naruto dengan senyum senang terpasang di wajah Hancock.

.

"Akhirnya, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu Rajaku," batin Hancock senang di setiap langkahnya sambil menuntun Luna mengikuti Naruko, Vivi dan Minato.

.

.

#SKIP GRIGORI

.

TAP! TAP! TAP! TAP!

.

Suara langkah kaki milik Azazel dan Baraqiel di karidor Markas pusat menuju sebuah ruangan khusus di dalam Markas.

"Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan 3 tawanan itu Azazel?" tanya Baraqiel di setiap langkahnya di sebelah Azazel.

"Aku akan kembalikan mereka ke tempat asalnya, mereka masih terlalu bocah untuk di hukum berat," balas Azazel santai.

"WOW! Tumben sekali kau bijak Azazel? Ada yang konslet dengan kepalamu ya?" balas Baraqiel mengejek membuat pelipis Azazel muncul urat-urat kekesalan.

"KAMPRET KAU BARAQIEL!" kesal Azazel membentak Baraqiel tapi hanya di balas dengan tawa oleh Baraqiel.

Dan tak berselang lama mereka berdua sampai di ruangan yang dituju dan langsung masuk. Dapat dilihat di dalam ruangan terdapat 2 remaja pria dan 1 gadis remaja yang usianya masih terbilang tanggung. Mereka bertiga sedang duduk bosan di pojokkan dan hanya melirik sepintas kehadiran Azazel dan Baraqiel melalui ekor matanya tanpa menoleh.

"Hmmm 2 keturunan Raja Pendragon, Arthur dan Le Fay serta Cucu Sun Wukong, Bikou. Apa benar itu Nama kalian?" tanya Azazel sambil duduk dan membaca sebuah kertas dokumen profil mereka bertiga. Sontak ketiga remaja tadi langsung menoleh ke arah Azazel.

"Ba-bagaimana kau tau semua itu?" kejut remaja berambut kuning dan berkacamata yaitu Arthur Pendragon.

"Itu tidak penting bocah, dan bisa kalian beritau alasan kenapa kalian mengacau di pertemuan tadi malam? Apa kalian anggota teroris?" balas Azazel langsung bertanya dengan tatapan serius. Tidak ada jawaban dari 3 remaja tersebut melainkan mereka bertiga diam menunduk karena takut mengucapkan alasannya dan tingkah mereka bertiga membuat Azazel menghela nafas lalu menoleh ke arah Baraqiel. "Baraqie! Kau bawa keturunan Sun Wukong ke asalnya dan berikan ini kepada Sun Wukong," kata Azazel sambil menyerahkan sebuah map kuning entah apa isinya dan langsung di terima oleh Baraqiel dan kemudian Baraqiel menghampiri remaja yang selalu memegang tongkat

"LEPASKAH! AKU TIDAK INGIN PULANG!" bentak Bikou menolak ketika Baraqiel memegang pergelangan tangannya dengan paksa.

.

BUGH!

.

"Na kalau diam dan menurut kayak gini kan enak," kata Baraqiel dengan tampang tanpa dosa setelah memukul tengkuk Bikou sampai pingsan. Sontak Arthur dan Le Fay Sweatdrop melihat hal tersebut sambil menelan ludah kasar.

"Jadi, kalian ingin menurut dengan tenang tau ingin seperti keturunan Sun Wukong tadi," kata Azazel setelah Baraqiel melangkah keluar ruangan sambil membawa Bikou seperti karung beras di pundak kanannya.

"Hai! Ka-kami menurut saja," balas Arthur dan Le Fay pasrah, lalu Azazel membuat lingkaran sihir teleport membawa Arthur dan Le Fay serta map seperti yang di bawa Baraqiel di genggaman tangan kananya.

.

" Sial! Acara santaiku bakal terganggu lagi oleh berkas-berkas milik Onee-sama," batin Arthur kesal sebelum tertelan lingkaran teleport milik Azazel.

" Gawat! Acara santaiku terganggu lagi oleh keponakan sialan!" batin Le Fay kesal sebelum menghilang tertelan lingkaran teleport milik Azazel.

.

SRING!

.

Dan seketika mereka bertiga menghilang ditelan lingkaran teleport milik Azazel menuju sebuah kerajaan yang bernama Britania.

.

.

#SKIP KEMBALI KE TEMPAT NARUTO

.

# 1 jam kemudian

.

BRAK!

.

Tiba-tiba pintu ruangan Istana tempat Naruto berada terbuka dengan paksa oleh seorang wanita berambut biru panjang serta pakaian biru bercorak putih dan pedang panjang di pinggangnya (Asuna Elf Undine) memasuki ruangan tersebut sangat terburu-buru dan raut wajah cemas terlihat sangat jelas langsung menghampiri tempat Liya berbaring di ranjang ruangan tersebut serta hanya beberapa orang saja berada di ruangan tersebut dan diikuti Lord Undine serta Sieun di belakang Asuna dengan langkah santai mereka.

"Apa yang terjadi dengan Putriku?" panik Asuna langsung mengecek kondisi Liya.

"Maaf Tuan Putri, tadi Liya-sama di bawa oleh orang itu dalam kondisi sudah seperti ini," balas ketua Prajurit menunjuk Naruto yang terlelap di pojokkan dengan hoodie jaket masih menutup sebagian wajah dan kepala.

"Bawa orang itu kemari, aku ingin mendengar penjelasannya!" perintah Asuna dan salah satu Prajurit mendekati Naruto lalu membangunkannya.

"WOY BANGUN!" dengan lantang Prajurit tersebut berteriak ditelinga Naruto.

BUGH!

DUARR!

"SIALAN! JANGAN TERIAK-TERIAK KAMPRET!" teriak Naruto karena kaget langsung meninju prajurit tadi dan seketika prajurit yang ditinju langsung terpental membentur dinding hingga dinding tersebut langsung hancur alias jebol.

Sontak semua yang ada di ruangan tersebut terbengong dengan apa yang dilakukan oleh Naruto, tak terkecuali Lord Undine juga ikut terbengong melihatnya.

.

" Se-sekali pukul!" kejut semua orang yang ada di ruangan tersebut tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.

.

"Up! Maaf tadi reflek," ucap Naruto langsung menutup mulutnya setelah melihat sekeliling ruangan hanya ada 3 prajurit serta Lord Undine dan Sieun. dan arah pandangannya terhenti pada Asuna yang sedang terkejut. "Jadi dia anakmu Asuna-san?" sambung Naruto bertanya sambil melangkah ke arah Asuna. Sontak Asuna langsung menatap tajam Naruto yang masih memakai hoodie penuh selidik.

"Siapa kau! Kenapa kau bisa mengenaliku?" tanya Asuna datar menatap tajam Naruto. Sontak 3 prajurit yang ada di ruangan tersebut langsung mengacungkan senjatanya masing-masing membuat Naruto menghentikan langkahnya.

"Huh, ya ampun Asuna-san, apa kau sudah melupakanku?" kata Naruto menghela Nafas sambil membuka hoodie di kepalanya sehingga terlihat jelas wajah Naruto yang sedang tersenyum cerah bak Matahari terbit di pagi hari. Sontak Asuna langsung melebarkan mata terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.

" Ma-manusia!" batin semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut kecuali Asuna.

" Di-dia!" batin kejut Sieun sepertinya mengenal sosok Naruto.

"Na-Naruto-kun!" kejut Asuna tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan tiba-tiba Naruto melangkah mendekati Asuna menghiraukan semua orang yang terkejut melihatnya.

"Jadi benar dia anakmu Asuna-san?" tanya Naruto setelah dekat dengan Asuna sambil menunjuk Liya yang terbaring lemas dan di jawab anggukkan pelan oleh Asuna. "Jadi begini, aku tadi menemukannya di tengah hutan yang jauh di sebelah barat kerajaan ini," tiba-tiba Naruto menunduk. "Maaf Asuna-san, aku terlambat menyelamatkan anakmu, karena anakmu telah terkena kutukan mantra yang mematikan," sambung Naruto lirih membuat Asuna melebarkan mata terkejut sambil menutup mulutnya tak percaya. Seketika Asuna langsung mengecek lagi kondisi Liya dan langsung tambah terkejut setelah melihat gambar tengkorak hitam di pundak Liya dengan urat-urat sangat terlihat jelas.

"Hiks i-ini kutukan kematian!" ucap Asuna mulai meneteskan air matanya dan membuat semua orang terkejut setelah mendengar ucapan Asuna. Tiba-tiba Asuna berdiri sambil terisak langsung membenamkan kepalanya yang penuh tangis kesedihan di dada bidang Naruto dan lagi-lagi membuat semua orang di ruangan tersebut terkejut dan bertanya-tanya apa hubungannya Asuna dengan Naruto.

"Hiks Naru, kumohon selamatkan Liya hiks hiks," tangis Asuna begitu deras di dada bidang Naruto.

"Memang ada apa dengan kutukan itu Asuna-san?" tanya Naruto bingung dengan tingkah Asuna yang malah main memeluknya pikir Naruto.

"Liya hiks, Liya hiks, Liya terkena kutukan Soul Eater Shadow Naru, hiks hanya yang menanamkan kutukan tersebut yang bisa membatalkan kutukannya hiks dan kematian si penanam kutukan jalan pintasnya hiks hiks, putriku hanya bisa bertahan seminggu jika terkena kutukan itu hiks," kata Asuna memberitau tapi masih menanamkan kepalanya di dada Naruto sambil terisak.

"Akan ak--"

"Apa kau tak kasihan hiks, apa kau tak kasihan Naru," tiba-tiba Asuna memotong ucapan Naruto langsung menatap mata Naruto dengan mata berkaca-kaca. "Liya itu hiks, Liya itu hiks--"

.

.

.

"Anak kita Naru,"

.

DEG!

.

BUGH!

.

WUSH!

.

BYARRR!

.

#SKIP RUMAH NARUTO

.

Setelah menempuh 25 menit perjalanan, akhirnya Naruko, Vivi dan Minato serta Hancock yang masih menuntun Luna sudah sampai di rumah Naruto yang sudah agak luas setelah di lebarkan oleh Azazel pas malam setelah pertemuan Aliansi di Kuoh.

"Ini rumah kami tante," kata Naruko berada di depan rumah dan di jawab anggukan antusias Hancock. "Ayo tante," sambung Naruko mengajak masuk lalu mereka melangkah masuk rumah.

.

"TADAIMA!" ucap Naruko, Vivi dan Minato bersamaan.

"Permisi," ucap Hancock sambil terus menuntun Luna.

.

"OKAERI!" balas 3 suara perempuan dari dalam, sontak membuat Hancock menaikkan sebelah alisnya bingung dan bertanya-tanya dalam hati.

TAP! TAP! TAP!

Lalu Langkah mereka berlima masuk keruang tengah, tapi Naruko dan Vivi langsung naik ke lantai 2 setelah melihat ada Serafall dan Grayfia disitu yang ingin menghampirinya. Sontak Serafall dan Grayfia langsung menunduk sedih, dengan langkah pelan lalu melangkah menaiki tangga menuju kamar milik Naruko dan Vivi berada.

"Yang lain ke mana Okaa-san?" tanya Minato kepada Yasaka yang sedang duduk santai disitu yang di sebelahnya ada Freya juga.

"Mereka sedang mandi Minato-kun, dan siapa yang berada di belakangmu Minato-kun?" balas Yasaka langsung bertanya setelah melihat Hancock di belakang Minato.

"Ah ini kenalan Tou-san, katanya ada kepentingan dengan Tou-san," balas Minato santai membuat Yasaka dan Freya langsung menatap Hancock penuh selidik. "Aku ke kamar dulu ya Okaa-san, mungkin tante ini bisa berbicara dengan Okaa-san," sambung Minato dan mendapat anggukkan Yasaka lalu melangkah ke kamarnya di lantai 2.

"Silakan duduk nona," kata Yasaka mempersilahkan Hancock duduk, lalu Hancock melangkah mendekati Yasaka dan langsung duduk di hadapan Yasaka yang hanya dihalangi oleh meja sedang, sedangkan Freya sudah ke dapur untuk membuat minuman. "Apakah dia putrimu?" sambung Yasaka sambil menunjuk Luna disebelah Hancock. dan Hancock langsung mengangguk sambil tersenyum senang. "Sepertinya putrimu penuh semangat dan ceria setiap saat ya,"

"Um, putriku memang penuh semangat dan ceria seperti ayahnya," balas Hancock antusias sambil mengelus rambut Luna tanpa menatap Yasaka. Dan Yasaka mengangguk paham dan penasaran karena pikirannya entah kenapa mengatakan ada kaitannya dengan suaminya.

"Memang siapa ayah dari putrimu itu Nona?" tanya Yasaka penasaran.

.

.

.

.

"Naruto-kun adalah ayahnya,"

.

PYAR!

.

END

.

.

Yo kembali lagi kita lanjutkan ffn ini broo.

.

Untuk Elf di sini kubuat tak memiliki sayap ya...jadi jangan bertanya lagi tentang itu.

.

Buat yang penasaran nanti nasib Serafall, Grayfia dan Katerea, hmmmmmm itu rahasia saja, biarkan menjadi misteri. Soalnya biasanya sebuah tebakkan kadang sesuai harapan, dan kadang tidak sesuai harapan...itu si yang aku tau...wkwkwk

.

Btw untuk Chara Date A Live,hmmmm aku malah ke pikiran dengan profil salah satu artikel tentang Dewa dari mitologi Nordik yang pernah kubaca...tapi entahlah, lihat saja kedepannya oke hehehe.

.

Terima kasih untuk reader yang telah kasih dukungan dan saran padaku agar Story ni terus berlanjut...aku sangat berterima kasih.

.

Oke itu saja lah untuk chap ini.

.

.

.

#List urutan dari yang tertua.

1. Draig & Albion : Menyusul

2. Olive : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)

3. Menma : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)

4. Naruko : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)

5. Vivi : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)

6. Rin : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)

7. Gray & Mirajane : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)

8. Lucy : menyusul

9. Minato : [Yasaka Masih](dxd)

10. Liya : [Asuna Belum] (SAO)

11. Leo : menyusul

12. Kunou : [Yasaka Masih] (dxd)

13. Shuna : menyusul

14. Sting : [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)

15. Luck : menyusul

16. Luna : [Boa Hancock Belum] (One Piece)

17. -- : --

18. -- : --

19. -- : --

20. -- : --

Nott : urutan bisa berubah kapan pun kecuali no 1 sampai 7 yang sudah paten. Dan 2 di antaranya dari manusia.

.

.

.

See you next chapter...