Dance of Love

Karya : Miyuki Kobayashi

Re-Write : JAS

.

.

.

.

.

Selamat Membaca Semoga Suka

.

.

.

.

.

Dance Of Love

Disclaimer : Miyuki Kobayashi, Pt Elex Media Komputindo.

Rate : T (For Teen)

Genre : Romance, Friend Ship, Family

Warning : Typo's

.

Bab 10 : Sayonara

"Aku benar-benar mau pindah!"

Bulan November, daun-daun berguguran. Aku janjian dengan Tatsuya sepulang sekolah.

"Sudah baca koran? Perusahaan Papa resmi ditutup."

"Ya!"

"Perusahaan Papa ditutup akhir bulan ini. Setelah itu, kami bertiga akan pindah ke Tohoku."

"Sekolahmu bagaimana?"

"Aku akan mendaftar SMP di sana."

"Lalu, ujian masuk SMU?"

"Aku akan berusaha."

"Mebae orangnya pantang menyerah. Rasanya aku nggak perlu khawatir lagi, deh."

"Terima kasih!"

"Mama mu setuju?"

"Ya, kata-kata Tatsuya telah menyadarkan Mama."

"Kamu membuatku malu. Maafkan aku waktu itu, ya!"

"Tidak apa-apa. Tatsuya hebat sekali, bisa mengutarakan pendapat tanpa takut pada orang dewasa."

"Oh, ya?"

"Ya, sebenarnya aku sedih harus pindah dari Tokyo. Tapi, aku yakin pasti ada sisi baiknya, kok!"

"Sisi baik?"

"Ya, Tatsuya kan pernah bilang, kalau habis mengalami hal buruk akan muncul hal-hal baik."

"Contohnya?"

"Kami bertiga bisa saling bertukar pikiran. Padahal ini nggak pernah terjadi sebelumnya. Papa terlalu sibuk bekerja, sedangkan Mama sibuk bersenang-senang."

"Iya, ya!"

"Tapi kami akan mulai dari awal lagi sekarang. Kami harus berusaha keras. Kalau Papa dan Mama kesulitan, aku harus bisa menghibur mereka. Sekarang keadaan keluargaku jauh lebih baik. Aku lebih akrab dengan Papa dan Mama. Awalnya ku pikir impian Papa itu aneh. Tapi, setelah kupikir-pikir lagi, ternyata impiannya hebat juga."

"Wah, sekarang Mebae sudah banyak berubah, ya!?

"Masa, sih?"

"Ya, semakin kuat dan tegar."

"Itu berkat perkataan Tatsuya pada Mama. Aku memikirkanya berulang-ulang."

"Hah! Apa yang kau pikirkan?"

"Ternyata Tatsuya itu playboy yang baik."

"Playboy!? Mana buktinya?"

"Kardigan biru itu pemberian cewekmu, kan?"

"Kardigan?"

"Yang kamu pakai di Karuizawa dulu!."

"Oh, itu! Ya, ya! Aku teringat, waktu Mebae kedinginan itu, kan?" Tatsuya menahan tawa.

"Apa?"

"Memang dari cewek. Tapi itu dirajut nenekku yang sudah meninggal."

"Masa?"

"Memang nggak begitu bagus, sih. Tapi sangat berarti bagiku. Nenek memberikannya sewaktu aku masih kecil."

"Oh, ya?!"

"Sejak adikku lahir, tanpa sadar orang tuaku lebih memperhatikannya. Adikku memang lucu. Aku jadi sedih. Untung ada Nenek yang selalu menghiburku."

"Oh!"

"Walaupun nggak terampil, Nenek merajut kardigan untukku dari musim gugur sampai musim dingin, dan baru selesai pas awal musim panas," kenang Tatsuya.

"Lama amat!"

"Tapi aku senang memakainya sampai sekarang. Kardigan itu harta karunku yang tak terharga."

Entah mengapa aku menjadi lega. Sesuatau yang mengganjal di hatiku kini hilang dan dadaku terasa hangat.

"Harta yang berharga itu hanya kupinjamkan pada orang yang kusayangi."

"Apa?"

Aku terkejut mendengarnya. Benarkah?

"Kamu tadi bilang apa?"

"Aduh! Masa harus ku ulangi lagi, sih!" Tatsuya memalingkan muka.

Kupandangi wajahnya. Apa katanya barusan? Dia nggak bohong, kan? Oh, wajahnya memerah karena malu. Senangnya! Tapi sayang… sebentar lagi kami akan berpisah.

.

.

.

.

.

Bersambung

Apakah Mebae dan Tatsuya akan menjalin hubungan secara resmi?

Tunggu kelanjutanya di chapter selanjutnya ya!