N
Chapter 11 - Neid inmitten des Glücks.
Naruto belong to Masashi Kishimoto
Gender Bender
.
.
I don't really know a lot about love
A lot about love, a lot about love
But you're in my head, you're in my blood
And it feels so good, it hurts so much
.
.
Naruto berdiri dengan gugup di depan cermin besar yang menunjukkan penampilannya malam ini. Bukannya mengagumi dan kagum pada penampilannya, Naruto justru terlihat gugup dan cemas. Night dress yang sewarna dengan bola matanya yang biru, benang berwarna emas membentuk pola sulur rumit yang membuat gaun tersebut senada dengan rambut pirang Naruto. Rambut pirang Naruto yang mulai panjang melewati bahunya juga dibuat sedikit lebih ikal dari aslinya tanpa hiasan apapun, karena Naruto tidak ingin terlalu berlebihan untuk pesta pertunangannya dengan Uchiha Sasuke.
Penata rias professional yang biasanya merias para model Victoria Secret pun sengaja didatangkan oleh kakaknya - Deidara untuk membuatnya tampil mempesona. Naruto hendak menolak tapi apa boleh buat ketika penata rias itu telah datang di dalam kamarnya. Permata saphire Naruto semakin terlihat menonjol dengan eyeliner berwarna hitam yang menghiasi bagian atas dan bawah matanya. Bulu matanya yang lentik semakin menukik jelita membantu menonjolkan permata saphirenya. Bibirnya yang memang telah berwarnan merah alami hanya perlu sedikit polesan lipstik berwarna senada dan lipgloss bening yang semakin menampilkan bibir sensualnya.
Pandangan Naruto semakin cemas memandang gaun yang dikenakannya, karena belahan dadanya yang terlalu rendah. Jangan lupakan bagian punggungnya yang juga terbuka. Naruto tidak pernah menggunakan gaun seterbuka ini dan Uchiha Sasuke sengaja memilihkannya gaun ini.
Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Uchiha arogan, menyebalkan, seenaknya sendiri dan mesum itu! rutuk Naruto dalam hati.
"Nee-sama!" panggilan kesal dari Kyuubi membuatnya terhenyak.
Naruto mengalihkan pandangannya pada Kyuubi yang mengenakan gaun berwarna hitam selutut dengan bagian rok yang mengembang. Rambut pirangnya sengaja diikat tinggi menampilkan leher jenjangnya. Kyuubi terlihat mempesona dan Naruto tersenyum bangga melihat adik bungsunya tampil begitu menawan.
"Seharusnya wajah penuh senyuman itu yang kau tampilkan sejak tadi. Bukannya gugup, cemas dan khawatir. Seperti akan pergi perang saja." Naruto mencibir mendengar ucapan adik bungsunya ini. Tetap saja, tutur bahasa Kyuubi tidak akan pernah berubah. Selalu dan akan selalu menusuk siapapun yang mendengarnya.
"Kau lihat gaunku! Ini menakutkan. Aku tidak mau semua orang menatapku dengan gaun ini!"
Kyuubi memutar bola matanya dan mendekat pada kakaknya. Kyuubi membalik Naruto untuk kembali menatap ke cermin besar di depan mereka. Pantulan bayangan Naruto dan Kyuubi terlihat. Kyuubi tersenyum menatap pantulan bayangan keduanya.
"Aku melihat kakakku yang cantik mempesona. Kakakku yang penuh percaya diri. Kakakku yang bahagia bersama dengan pangeran menyebalkannya. Kakakku yang selangkah lebih dekat untuk memulai kehidupan barunya untuk menghasilkan Uchiha-uchiha kecil menyebalkan."
Naruto yang awalnya tersenyum menjadi cemberut mendengar ucapan terakhir Kyuubi. "Kau menyebalkan! Kami tidak akan menghasilkan uchiha-uchiha kecil -"
"Aku tahu Nee-sama!" potong Kyuubi. "The point is, Du siehst unglaublich schön aus." lanjut Kyuubi memeluk Naruto dari samping. "And i am happy for you." Naruto tersenyum haru dan balas memeluknya hangat.
"Danke, kleiner Fuchs." Kyuubi langsung cemberut mendengar julukan Naruto untuknya.
"Okay, sekarang sudah waktunya kalian keluar, sebelum uchiha menyebalkan itu merangsek kemari." sebuah suara berat menghentikan momen Naruto dan Kyuubi. "Du siehst fantastisch aus, kleine Schwester."
Naruto tersenyum, melepaskan pelukannya dan menghambur masuk ke dalam pelukan Deidara - kakak sulungnya yang membalas pelukannya tidak kalah hangat.
"Ich bin so dankbar, dass du mit diesem Bastard geendet hast. Versprich mir, du wirst immer glücklich mit ihm sein." Deidara kembali berucap sambil membelai punggung Naruto pelan untuk menilai respon Naruto yang tidak lagi takut akan sentuhan oleh lawan jenis. "Uchiha Bastard itu benar-benar membuatmu sembuh ya."
Naruto menatap Deidara dengan senyum malunya. "Promise me, kalian berdua akan berusaha untuk selalu bahagia. No more sadness in this saphire blue."
"I am will, Nii-sama." Naruto tersenyum membalas ucapan kakaknya yang dihadiahi dengan elusan pada rambut pirang Naruto yang sewarna pirangnya dengan Deidara.
"Okay, time to stop this disgusting moment!" seru Kyuubi dengan wajah penuh mengejek pada kedua kakaknya. "atau kita akan terlambat dan Uchiha Bastard itu merangsek kemari."
"Kyuubi!" desis Deidara dan Naruto bersamaan.
.
.
Baru tiga hari yang lalu, Sasuke melamarnya. Tapi Kakek Sasuke dan Neneknya telah siap dengan pesta pertunangan malam ini. Naruto bahkan tidak menyangka jika keduanya telah menyiapkan pesta pertunangan yang dibalut begitu mewah dan indah. Walaupun berada di dalam aula khusus salah satu hotel bintang lima terbaik milik Uchiha, pesta pertunangan Naruto dan Sasuke bernuansakan pesta kebun yang dihiasi bunga matahari dan lampu-lampu kecil. Di tengah aula terdapat sebuah panggung bernuansa putih dengan hiasan bunga-bunga yang dibentuk indah melingkari inisial nama Sasuke dan Naruto.
Pesta pertunangan Naruto dan Sasuke menjadi semacam pengumuman bersatunya klan Uchiha dan Uzumaki. Sejumlah klan besar juga diundang menjadi saksi bersatunya dua kekuatan besar yang selama ini dihindari oleh klan lain. Naruto dan Sasuke tampil mempesona dan menjadi pusat perhatian dengan setelan berwarna senada - biru saphire baik untuk gaun dan setelan suit yang dikenakan oleh Sasuke.
Naruto hampir tidak bisa berpaling dari Sasuke saat proses pemakaian cincin keduanya karena Sasuke yang biasanya sudah sangat tampan menjadi semakin tampan dengan rambut yang ditata lebih rapi dan senyuman tulus yang selalu dilemparkannya pada Naruto.
"Apa aku terlihat begitu menawan hingga kau tidak bisa berpaling, Mrs Uchiha?" tanya Sasuke yang membuat Naruto gemas. Keduanya begitu menikmati alunan musik lembut yang membuat keduanya bergerak seirama.
"Mrs Uchiha To Be, Sasuke." Naruto mengingatkan. "Dua bulan lagi hingga aku menyandang gelar itu." lanjutnya dengan senyum bahagia yang membuat Sasuke gemas untuk mencuri kecupan dari bibir sensual Naruto.
"Bagaimana kalau kita majukan malam ini saja? Aku tidak keberatan memanggil pendeta kemari." usul Sasuke dengan wajah memohonnya.
"Kau suka sekali terburu-buru," Naruto tertawa dengan wajah memohon Sasuke. "Ingat perjanjian yang kau buat dengan nenekku - dua bulan lagi."
Sasuke mendengus kesal dengan ucapan Naruto. Naruto seakan mengingatkannya akan perjanjian yang dibuatnya untuk melamar Naruto. Sasuke baru bisa menikahi Naruto dua bulan lagi dan upacaranya harus dilaksanakan di Jerman. Uzumaki Mito sangat enggan melaksanakan pernikahan cucu kesayangannya di Jepang yang penuh dengan kutu-kutu busuk menurutnya.
"Atau kita menikah diam-diam saja tanpa sepengatuhan Nenekmu. Dua bulan lagi kita menikah lagi." Naruto tertawa dengan usulan Sasuke.
Naruto mengalungkan kedua lengannya pada leher Sasuke, membuat jarak keduanya semakin dekat. "Dasar, Uchiha menyebalkan!" desis Naruto dengan wajah lucunya yang membuat Sasuke kembali mengecup bibir Naruto dengan senyum jahilnya. "Mesum!"
"Dan kau terlihat begitu cantik malam ini. Begitu mempesona." Senyuman Naruto semakin lebar dengan pipi yang merona mendengar pujian Sasuke.
"Apakah ini rayuan?" tanya Naruto yang dibalas dengan senyuman kecil Sasuke.
Tatapan cinta yang terlihat dari keduanya menunjukkan begitu besar rasa cinta untuk keduanya, yang akan membuat siapapun iri.
Termasuk seorang pria yang menatap lurus pada Naruto dengan pandangan sendu. Posisi pria tersebut yang berdiri di sudut aula, di sebelah pilar besar membuatnya dengan leluasa bisa mengamati kedekatan Naruto dengan Sasuke. Bagaimana cara Naruto tersenyum bahagia dengan setiap ucapan yang Sasuke keluarkan, dengan setiap gestur pemujaan yang Sasuke tunjukkan dan dengan setiap tindakan kecil yang Sasuke perlihatkan.
Seolah-olah Naruto yang dikenalnya dulu, yang penuh dengan kebahagiaan untuk ditularkan pada orang lain. Naruto yang penuh dengan semangat. Naruto yang memberikannya kebahagiaan, kenyamanan, perhatian dan kasih sayang. Seolah-olah peristiwa yang membekas padanya dan Naruto tidak pernah terjadi.
"Apakah aku terlambat, Naru-chan?" seru pria tersebut dengan senyuman kecilnya menatap Naruto yang kini tertawa lebar saat Sasuke mengajaknya menari dengan bebas mengikuti alunan musik. Seperti helaian bunga matahari yang diterbangkan oleh angin musim panas. Begitu bebas, begitu bahagia.
Pandangan pria tersebut beralih pada Sasuke yang juga terlihat bahagia. Tangan pria tersebut mengepal kuat - tidak terima. Seharusnya dia yang berada disana saat ini.
"Kau selalu menjadi penghalangku, Uchiha." desis pria tersebut. "Sejak dulu." lanjutnya.
The point is, you look incredibly beautiful.
Thank you, little fox.
You look amazing little sister.
I'm so grateful that you ended up with that bastard. Promise me you will always be happy with him. Uchiha Bastard itu benar-benar membuatmu sembuh ya.
