DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2
CHAPTER 8 : RICHEST MAN IN THE WORLD!
Tesoro dan Stella kini berada diruangannya sambil memantau CCTV yang berada di ruangan mereka dan mereka kini sedang menonton sesuatu yang menarik. Mereka sedang melihat Sasuke yang sedang berjudi dengan para Tenryuubito dan para pengusaha top dunia ini. Stella tersenyum saat mengetahui Sasuke memenangi 5 ronde dan mendapatkan 5 Milyar Berry dengan begitu mudah. Sama halnya dengan Tesoro yang menyeringai karena dia sangat puas melihat para Tenryuubito itu kalah.
"Fufufufu sepertinya Sasuke-San menang banyak." Ucap Stella sambil tertawa manis.
"Hahahaha tapi aku lebih menyukai reaksi Tenryuubito itu. Lihat raut wajah mereka! Mereka seperti genangan lumpur yang sedang di injak-injak oleh Mirai Kaizoku-O!" Ucap Tesoro sambil tertawa.
Stella yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menyandarkan dirinya ke dada bidang Tesoro. "Kau tahu, saat aku masih ditempat pelelangan kau berjanji padaku akan memberiku kehidupan yang sangat mewah dan aku tidak menyangka kau benar-benar menetapi janjimu dan setia denganku." Ucap Stella sambil memejamkan matanya.
Tesoro pun memeluk Stella dengan lembut dan mengelus-elus kepalanya dengan penuh kasih sayang. "Aku mencintaimu semenjak pertama kali kita bertemu dan akan selamanya mecintaimu. Sampai kita tua nanti bahkan sampai kita mati nanti." Ucap Tesoro
Stella pun terharu dan meneteskan air matanya dan makin memeluk Tesoro dengan lebih erat. "Kau sangat baik kepadaku. Terima kasih Tesoro." Ucap Stella.
"HEY! Kau ini kekasihku! Sudah pasti aku akan bersikap baik padamu." Ucap Tesoro sambil mencubit pelan pipi Stella.
"Fufufufu, lalu bagaimana dengan Sasuke-San? Apa kau akan membiarkannya terus berjudi?" Tanya Stella.
"Tentu saja! Aku tidak melihat tanda-tanda kekelahan dari Uchiha Sasuke dan jika dia memenangkan babak bonus, dia akan menjadi pria terkaya di dunia ini." Ucap Tesoro.
"Para Tenryuubito itu menawarkan para budaknya kepada Sasuke-San. Apa yang akan Sasuke-San lakukan dengan para budak itu menurutmu?" Tanya Stella.
"Hehehe tentu saja dia akan membebaskannya. Dia adalah pria terhormat dan pria yang mempunyai moral tinggi. Dia tidak akan mungkin merampas kebebasan seseorang dan menjadikan mereka budaknya." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Fufufu kau benar. Lalu apa kau tetap akan memberikannya emas? Dia sudah mendapatkan 5 milyar berry." Ucap Stella kepada Tesoro.
"Tentu saja. Sebagai rasa terima kasihku karena telah menyelamatkanmu aku akan menjadikannya sainganku sebagai pria terkaya di dunia." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Fufufu baiklah. Sepertinya itu ide yang bagus." Ucap Stella sambil terkekeh pelan.
-X-
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas penjelasan anda Volturi-Dono kami sangat menghargai itu. Dan…. MARI KITA MULAI BABAK BONUS!" Teriak Baron dengan keras.
Semua peserta pun masuk kedalam mode serius dan mulai berkonsentrasi. Mereka tidak ingin kalah dalam game terakhir ini karena mereka tahu, mereka akan rugi besar jika kalah.
"Seperti yang sudah-sudah, game ini bertujuan untuk menguji keberuntungan para peserta dan tidak ada perhitungan yang perlu dilakukan. Sehebat apapun kalian dalam matematika, kalian tidak akan bisa memprediksi kemenangan kalian karena game ini murni tentang keburuntungan. Seperti yang kalian tahu, dalam judi, hal yang terpenting bukanlah hasil yang akan kalian dapatkan tapi taruhan apa yang kalian tawarkan karena dari taruhan yang kalian tawarkan itu kita bisa melihat seberapa besar kalian mendedikasikan diri kalian untuk berjudi DAN ITULAH SENSASI DALAM BERJUDI!" Teriak Baron sambil merentengkan kedua tangannya.
"Dia benar-benar maniak judi.." Gumam Sasuke sambil melirik Baron.
"Sepertinya, dia mulai berjudi semenjak ia berada dalam rahim ibunya." Ucap Volturi yang sweatdrop melihat tingkah laku Baron.
"EHEM! Baiklah. Maaf aku terlalu bersemangat." Ucap Baron sambil berdehem dan kembali ke mode serius. "Baiklah peraturanya sangat sederhana. Aku akan menaruh 5 kartu acak di meja dan masing-masing kalian akan mendapatkan 2 kartu. Setelah kalian mendapatkan kartu kalian aku akan langsung membuka 5 kartu yang aku taruh di meja dan kalian harus mengkombinasikan 5 kartu ini dengan 2 kartu yang kalian miliki. Apa kalian mengerti?" Tanya Baron kepada para peserta.
Semua peserta pun mengangguk tanda mereka mengerti. Melihat itu, Baron pun ikut menganggukan kepalanya dan mulai mengkocok kartu yang berada di tangannya.
SRET! SRET! SRET! SRET! SRET!
Baron lalu meletakan 5 buah kartu di atas meja secara tertutup. Para pandangan peserta pun langsung tertuju kepada 5 kartu yang tertutup itu dan mulai menduga-duga kartu apa yang ada disana. Baron lalu mulai membagikan 2 kartu kepada masing masing peserta.
Setiap peserta pun langsung mengambil kartu itu dengan cepat dan menyembunyikannya supaya peserta lain tidak melihat kartu milik mereka.
'2 hati dan Jack keriting. Setidaknya aku harus mendapatkan Full House supaya aman.' Gumam Erison dalam hatinya.
'Hahahahahah mendapatkan king keriting dan jack hati dua-duanya.' Gumam Saint Zefron dalam hatinya.
'10 sekop dan As sekop. Semoga aku beruntung dengan kedua kartu ini.' Gumam Sasuke dalam hatinya.
"Baiklah aku akan membuka 5 kartu ini.."
Baron pun perlahan membuka masing-masing dari kartu yang berada di meja.
SRET!
"4 hati.."
SRET!
"3 keriting.."
SRET!
"Jack sekop.."
SRET!
"Queen sekop.."
SRET!
"Dan yang terakhir King sekop."
Baron pun kembali menyandarkan punggunya ke kursi dan mengambil sisa kartu yang berada di sampingnya. "Untuk menentukan giliran siapa yang akan membuka kartunya terlebih dahulu, aku akan membagikan kepada kalian masing-masing satu kartu. Siapa yang memiliki kartu terbesar dia akan mendapatkan bagian paling akhir dan yang mendapatkan kartu terendah akan mendapat giliran pertama."
Baron pun langsung membagikan kartu kepada masing-masing mereka dengan cepat. Melihat dari kecepatan tangannya saat membagikan kartu, sepertinya perkataan Sasuke benar bahwa Baron ini adalah seorang maniak judi.
"Baiklah sebutkan kartu kalian." Ucap Baron.
"6 keriting." Ucap Volturi.
"3 tempe…." Ucap Saint Zefron yang makin depresi.
"King hati." Ucap Erison sambil tersenyum.
"8 sekop." Ucap Saint Velin
"Jack keriting.." Ucap Saint Bill.
"2 sekop.." Ucap Sasuke sambil menyeringai.
"EHEM! Baik. Artinya Sasuke-Dono mendapat giliran paling akhir dan Sain Zefron-Dono mendapat giliran awal." Ucap Baron sambil memejamkan matanya. Ia lalu kembali membuka matanya dan menyeringai seperti seorang psikopat! "SA! TUNJUKAN KARTU KALIAN DIMULAU DARI ZEFRON-DONO!" Teriak Baron.
Zefron pun membuka kedua kartunya. "King keriting dan jack hati!" Ucap Zefron sambil menyeringai.
"Uoooo! Awal yang sangat baik! 2 pair! Pair jack dan pair King! Zefron dono memimpin! Lalu selanjutnya anda Volturi-Dono!" Teriak Baron kepada Volturi.
"Hehehehe kau bernasib buruk, Tenryuubito-Sama. 7 sekop dan 5 sekop!" Ucap Volturi sambil menyeringai.
"KOREWA! KOREWA! Tidak bisa dipercaya! 7 sekop dan 5 sekop! Volturi-Dono mendapatkan Flush sekop! Volturi sama memimpin sekarang. Selanjutnya anda, Saint Vellin!" Teriak Baron kepada Vellin.
"4 hati dan 4 tempe.." Ucap Velin sambil tertunduk sedih.
"Sangat disayangkan! 4 hati dan 4 tempe! Vellin-Dono hanya mendapatkan 3 of a kind dan Volutri Dono masih memimpin! Selanjutnya anda Saint Bill-Dono!" Teriak Baron kepada Saint Bill.
"KUSOO!" Bill langsung melemparkan kartunya dan langsung pergi dari tempat itu. "Ini budak-budakku! Kalian memilikinya!" Bill pun langsung meninggalkan ruangan.
"Ara? 5 keriting dan 5 tempe! TIDAK ADA YANG BISA DIKOMBINASIKAN! Volturi-Dono tetap memimpin! Selanjutnya anda Erison-Dono!" Teriak Baron kepada Erison.
"Sial! Aku memang tidak beruntung kali ini." Ucap Erison sambil melemparkan kartunya.
"Ohhh! 2 hati dan Jack keriting! Kartu yang besar namun belum cukup untuk di kombinasikan! Erison-Dono mendapatkan pair Jack! Volturi-Dono masih memimpin! SAA! Yang terakhir, sang pemenang yang memenangkan seluruh ronde sebelumnya dan berhasil mendapatkan 5 milyar. Apakah dia akan kembali memenangkan babak ini atau Volturi-Dono berhasil membalikan keadaan!? Selanjutnya anda Sasuke-Dono!" Teriak Baron kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung memejamkan matanya dan membuka kartunya. "Sudahku bilang aku akan memenangi permainan remeh ini."
"SSSUUUUGGOOOOIII! 10 sekop dan As sekop! ROYAL FLUSH! Sasuke-Dono memenangkan permaianan ini!" Teriak Baron dengan sangat keras.
Semua peserta pun tertunduk lesu dan meninggalkan taruhan mereka diatas meja dan perlahan meninggalkan ruangan VVIP. Sasuke pun langsung bangkit berdiri dan mengambil semua taruhan itu dari buah iblis sampai 4 buah permata dari Erison.
"Kami siap melayani anda, Sasuke-Sama."
Sasuke pun lalu mengarahkan pandangannya kepada para budak yang tiba-tiba berlutut dihadapnnya. Sasuke mengambil beberapa chip dan mengambil kunci rantai yang membelenggu leher mereka. Para Tenryuubito tadi meninggalkan kunci budaknya karena mereka sudah bukan pemilik dari budak-budak itu.
"Mulai sekarang, kalian bebas. Ambilah beberapa chip ini dan pergi dari sini. Chip ini berharga 20 juta berry dan ini akan membantu kalian untuk hidup." Ucap Sasuke sambil memberikan kunci dan chip.
Para budak itu langsung membelalakan mata mereka dengan lebar dan air mata pun menetes dari mata mereka. Mereka tidak menyangka bahwa mereka akan dibebaskan oleh seorang bajak laut bahkan meeka diberi uang oleh Sasuke.
"""TERIMA KASIH SASUKE-SAMA! KAMI SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADAMU! KAMI TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN HARI INI DAN KAMI TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN KEBAIKAN ANDA!"""
Para budak itu pun berteriak secara bersamaan sambil membungkukan badan mereka dan memberi hormat kepada Sasuke. Sasuke pun hanya mengangguk dan berbalik badan dan meninggalkan mereka. Sasuke kembali ke meja judi dan mengambil sebuah kartu dan kartu itu jika ditukarkan bernilai 50 juta berry.
"Ini untukmu.." Ucap Sasuke sambil melempar kartu itu kepada Baron.
"EHEM! Terima kasih Sasuke-Dono." Ucap Baron sambil memasukan kartu itu kedalam jasnya. "Aku akan menukarkan seluruh chip ini untukmu. Apa kau ingin menukarkan semuanya atau menukar sebagian untuk berjudi lagi?" Tanya Baron kepada Sasuke.
"Tidak. Tolong tukarkan semua. Aku tidak akan berjudi lagi." Ucap Sasuke.
"EHEM! Baik. Semua chip ini bernilai 5.011,000,000 berry. Tunggu sebentar Sasuke-Dono. Aku akan kembali secepat mungkin." Baron pun langsung mengambil semua chip itu dan bergegas menukarkannya.
"SUUUUUGGGOOOOIII!"
GRAB!
Sasuke sedikit terkejut saat merasa ada yang memeluknya dari belakang dan berteriak tepat dibelakangnya. Sasuke lalu menoleh kebelakang dan melihat Carina yang sedang memeluknya.
"Sugoi! Sugoi! Sugoi! Kau benar-benar mendapatkan 5 milyar berry hanya dalam waktu 1 jam saja!" Ucap Carina sambil menggesek-gesekan payudaranya yang besar ke punggung Sasuke.
Sasuke pun langsung melepas pelukan itu dan membalikan tubuhnya untuk menatap Carina. "Sebentar lagi, kau akan mendapat bagianmu. Tunngu sebentar disini." Ucap Sasuke dengan datar.
"HEY! Kau yakin tidak mau tidur denganku? Gratis tidak perlu bayar! Aku juga ingin berkencan dengan orang hebat sepertimu!" Ucap Carina sambil memainkan payudaranya dan berusaha menggoda Sasuke.
"Tidak. Aku tidak tertarik. Aku hanya melakukanya dengan wanita yang aku cintai." Ucap Sasuke dengan datar dan tidak terpengaruh sama sekali dengan godaan Carina.
"Fufufufufu kau memang pria yang kaku Uchiha yakin kau masih perjaka." Ucap Carina yang mengejek Sasuke sambil menjulurkan lidahnya.
"Menjadi perjaka diusiaku ini dan dengan statusku ini, adalah sebuah prestasi. Camkan itu." Ucap Sasuke.
"Sasuke-Dono maaf membuat anda menunggu. Ini 5 milyar berry anda." Tiba-tiba Baron pun datang dan membawa sekitar 10 koper besar. "Manager anda memintaku untuk memecah 5 milyar anda menjadi 10 koper dan satu kopernya berisi 500 juta berry." Lanjut Baron.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pandangannya pada Carina. Carina pun tersenyum dengan manis sambil mengangkat jari telunjuk dan jari manisnya dan membuat tanda peace kepada Sasuke.
"Haaaahhh.. Baiklah, terima kasih Baron." Ucap Sasuke.
"EHEM! Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu Sasuke-Dono." Baron pun membungkuk kepada Sasuke dan langsung pergi meninggalkan Sasuke.
"SAA! Bolehkah aku mengambil bagianku sekarang!?" Ucap Carina kepada Sasuke.
Sasuke pun langsung memberikan satu koper kepada Carina. "Ambil ini." Ucap Sasuke kepada Carina.
"TERIMA KASIH BANYAK! Kau memang yang terbaik Sasuke-San." Ucap Carina kepada Sasuke yang menerima koper itu dengan senang hati.
Sasuke lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari jubahnya dan membuat beberapa segel tangan. Seketika, semua koper itu terhisap masuk kedalam gulungan itu dan membuat Carina yang melihatnya sedikit terpukau.
"Sugoi! Kau mempunyai kekuatan yang menarik!" Ucap Carina sambil tersenyum. Carina lalu memegang tangan Sasuke dan menatapnya. "Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Tanya Carina.
"Aku akan berjalan-jalan di kota ini." Jawab Sasuke dengan datar.
"Begitukah? Kalau begitu biar aku temani! Aku tahu setiap sudut kota ini dan tahu tempat menarik di kota ini dan kau belum makan kan? Kalau begitu ayo kita makan dulu. Aku akan mengajakmu ke restoran termewah di pulau ini." Ucap Carina.
Sasuke yang mendengar itu pun sweatdrop karena dia tahu bahwa Carina pasti memiliki maksud terselubung. "Kau ingin aku membayar tagihannya kan?" Tanya Sasuke.
"Tidak! Aku yang teraktir! Tapi aku hanya teraktir makan saja dan jika kau ingin membeli pakaian atau yang lainnya, belilah dengan uangmu sendiri." Ucap Carina sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu.." Sasuke pun mengiyahkan ajakan Carina dan mereka berdua pun keluar dari ruangan VVIP itu.
-X-
( NEW WORLD )
Kapal mugiwara Kaizoku-Dan kini sedang berlayar di lautan baru. Setelah dari pulau manusia ikan, mereka masuk ke dunia baru dan seperti biasanya mereka membuat kekcauan. Setelah masuk ke dunia baru mereka memasuki sebuah pulau pulau aneh. Pulau tersebut adalah Punk Hazard. Pulau yang menjadi tempat pertarungan antara Aokiji dan Akainu.
Saat berada di Punk Hazard, Kelompok top jerami membuat suatu gebrakan besar yaitu beraliansi dengan salah satu Shicibukai, Traflagar Law dan menghancurkan laboratorium penelitian Ceaser Clown, sang ilmuwan kesayangan Doflamingo.
Tujuan aliansi ini dibuat adalah untuk mengalahkan salah satu Yonkou, yaitu Hyakuju no Kaido. Maka dari itu Mugiwara Kaizokudan dan Trafalgar Law menghancurkan laboratorium penelitian untuk membuat buah smile, buah iblis buatan. Dan lagi, mereka bertemu dengan dua orang aneh yang mengaku sebagai samurai dari negeri wano, Kinemon dan Momonosuke.
Kini mereka semua sedang menuju Dressrosa untuk menghancrukan pabri pembuatan buah smile dan mengalahkan Doquixote Doflamingo. Luffy kesal karena dia baru mengetahui bahwa Doflamingo ternyata adalah bos dari Ceaser Clown dan seperti yang kita tahu, Luffy sangat membenci Ceaser.
Pagi ini mereka mendapatkan berita mengejutkan bahwa Doflamingo keluar dari Shicibukai dan berita tentang aliansi mereka dengan Trafalgar Law sudah tersebar ke public dan membuat banyak orang terkejut.
"Oi Torao Apa yang yang sedang kau lakukan?" Tanya Luffy kepada Law.
Law pun tetap melanjutkan kegiatannya yang sedang mengotak-atik sebuah denden mushi yang berwarna hitam. "Aku sedang berusaha menyadap Doflamingo. Aku tahu pasti dia sedang merencanakan seseuatu." Jawab Law.
"Black denden mushi. Denden mushi yang bisa menyadap denden mushi orang lain dan biasanya digunakan angkatan laut untuk menyadap percakapan para bajak laut. Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Robin kepada Law.
"Sudah jelas aku mencurinya dari angkatan laut. Statusku sebagai shicibukai memudahkanku untuk mencuri barang-barang seperti ini." Ucap Law.
"Subarashi. Aku baru tau ada barang seperti de-gozaru." Ucap Kinemon sambil mengelus jenggotnya.
"Oi apa tidak apa-apa menyadap Doflamingo? Bisa-bisa dia tambah marah!" Ucap Ussop kepada Law.
"Kau takut?" Tanya Sanji kepada Ussop.
"JANGAN BERCANDA! Aku adalah captain Ussop yang memiliki 8000 pasukan! Tidak ada yang bisa membuatku kekatukan karena musuh lah yang takut kepadaku!" Ucap Ussop dengan percaya diri.
"Sugee Ussop! Kau benar-benar bajak laut legenda.." Ucap Chopper yang matanya berbinar-binar.
"Bagaimana dia bisa mempercayai semua kebohongannya?" Gumam Nami sambil melirik Chopper dan Ussop yang sedang menari-nari.
Denden Mushi.
"JOKEEEEERRR! APA MAKSUD DARI SEMUA INI!?"
Semua orang yang berada disana pun langsung membelalakan mata mereka karena terkejut tiba-tiba ada yang teriak dari denden mushi yang dipegang oleh Law. Kinemon dan Momonuske adalah orang yang paling shock saat mendengar suara itu.
"Si-siapa orang yang berteriak barusan?" Tanya Franky.
Law pun langsung menyipitkan matanya dan tubuhnya sedikit bergetar. "Yonkou Kaido!" Jawab Law.
""EEHHHHHHHHHH!?"
Seluruh kru mugiwara serta Kinemon dan Momonosuke pun terkejut. Momonosuke pun langsung memeluk Nami dengan erat dan membuat Nami pun kebingungan.
"Kenapa Momo-Chan?" Tanya Nami.
"Ka-Ka-Kaidooo!" Ucap Momo sambil menangis.
"Oi! Apa artinya saat ini Doflamingo sedang berbicara dengan Kaido?" Tanya Zoro kepada Law.
"Yohohoho benar-benar menakutkan." Ucap Brook.
"MOSHI MOS! OREWA MONKEY,D,LUFFY! KAIZOKU-O NI NARU OTOKO DA!" Teriak Luffy didepan denden mushi itu
"Bakayaro! Mereka tidak akan bisa mendengarmu. Ini hanya digunakan untuk menyadap bukan untuk berkomunikasi. Diamlah dan mari dengarkan apa yang akan mereka bicarakan." Ucap Law.
"Tenanglah. Aku pasti akan memperbaiki semuanya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Doflamingo.
"GRRRRRRRR! Beraninya para bocah itu menghancurkan bisnisku! Apa mereka tahu siapa yang akan mereka hadapi!? Teriak Kaido dengan kesal.
"Heheheheh aku dengar mereka beraliansi untuk mengalahkanmu." Ucap Doflamingo sambil tertawa.
"HAAAAHHH!? Mengalahkanku!? Wororororo! Bagaimana bisa bocah-bocah lemah eperti mereka bahkan bisa berpikir untuk mengalahkanku?" Ucap Kaido sambil tertawa.
Luffy yang mendengar itu pun kesal dan langsung berteriak. "YAROO! AKU AKAN MENGHAJARMU KAIDO!" Teriak Luffy dengan sangat keras.
"Diamlah Luffy! Kita sedang focus dan ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan." Ucap Nami kepada Luffy.
"Tapii.."
TAP!
Luffy pun langsung menengok kebelakang dan melihat Robin memegang pundaknya. "Robin.."
Robin pun hanya memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Luffy yang menegerti maksud Robin pun akhirnya diam dan mencoba tenang dan mendengarkan kelanjutan percakapan antara Kaido dan Doflamingo.
"Semuanya masih terkendali dan akan kembali seperti semula. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Doflamingo kepada Kaido.
"Baiklah kalau begitu. Aku percayakan semuanya padamu, Joker. Jangan mengecewakanku!" Ucap Kaido.
"Hehehehehe tentu saja. Oh iya apa kau mendengar berita terbaru tentang Uchiha Sasuke?" Tanya Doflamingo.
"Ah. Si Monster itu, aku tidak menyangka dia akan bertemu dengan para gorosei! Apa yang dia pikirkan!?" Teriak Kaido yang kesal karena ia menduga bahwa Sasuke akan dijadikan anjing pemerintah dunia.
"Hehehehe aku juga mendengar kau akan mengadakan pertemuan besar dengan Big Mom dan Uchiha Sasuke? Apa itu benar?" Tanya Doflamingo sambil menyeringai.
"Wororororo sepertinya kau mempunyai informan yang handal Joker! Benar! Aku akan mengadakan pertemuan besar dengan kedua orang itu dan akan membahas sesuatu yang sangat penting." Jawab Kaido sambil menyeringai.
"Heheheh sepertinya kekalahanmu dari Uchiha Sasuke membuatmu sedikit gelisah." Ucap Doflamingo.
Kinemon dan Momonosuke pun langsung membelalakan matanya karena mereka mendengar sesuatu yang membuat jantung mereka berdetak dengan kencang.
"Mengalahkan….." Gumam Kinemon.
"Kaidooo…." Sambung Momonosuke.
"Sasuke sialan itu, dia bukanlah manusia! Aku perlu senjata kuno jika ingin mengalahkannya dan untuk saat ini tidak ada yang bisa aku perbuat untuk mengentikannya." Ucap Kaido.
"Hehehehe kalau begitu undanglah aku saat pertemuan kalian nanti. Aku ingin berbicara beberapah hal dengan Uchiha Sasuke." Ucap Doflamingo.
"Woorororo aku akan mengajakmu jika kau sudah menyelesaikan semua kekcauan ini joker!
GOTCHA!
Denden Mushi End.
Law dan seluruh anggota topi jerami pun sedikit terkejut dengan pembicaraan yang dilakukan oleh Doflamingo dan Kaido. Mereka lalu menghela nafas dan duduk di tempatnya masih-masing.
"Sepertinya kita benar-benar sedang di buru oleh Yonkou." Ucap Sanji dengan tenang sambil menghisap rokoknya.
"Ano, Luffy-Dono, siapa itu Uchiha Sasuke?" Tanya Kinemon.
"Ahh Sasuke adalah kakaku. Shishishishi." Jawab Luffy dengan santai.
"Apa benar dia pernah mengalahkan Kaido?" Tanya Kinemon.
"Benar. Dia pernah mengalahkan Kaido satu setengah tahun yang lalu." Ucap Luffy.
Kinemon dan Momonosuke pun membelalakan matanya dan menganga dengan lebar. Mereka tidak percaya ternyata selama kepergian mereka, ada seseorang sanggup mengalahkan Kaido.
"Apa yang sebenarnya terjadi!? Bagaiamana bisa dia mengalahkan Kaido!?" Tanya Momonosuke.
"Pertarungan itu terjadi satu setengah tahun yang lalu. Uchiha Sasuke, setelah peperangan besar Marineford, dia pergi ke Onigashima dan menginvasi Onigashima seorang diri dan dia berhasil mengalahkan seluruh bajak laut Kaido sendirian." Ucap Robin kepada Momonosuke.
"Mengalahkan Kaido sendirian…." Kinemon pun sudah tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia tahu betapa kuatnya Kaido dan bahkan seorang Kozuki Oden dan para samurai merah pun tidak sanggup mengalahkannya. Namun kini ia mendengar ada seseorang yang mampu mengalahkan Kaido dan para anak buahnya sendirian tanpa bantuan dan tanpa pasukan.
"Dasar bodoh. Itu berita besar dan semua orang mengetahui kekalahan Kaido dalam pertarungan itu. Kemana saja kalian?" Tanya Zoro dengan malas.
"Kami benar-benar tidak membaca berita dan tidak tahu apa yang terjadi. Jika saja kami lebih cepat…" Gumam Kinemon
"Jangan khawatir Kinemon. Aku pasti akan memabantumu mengalahkan Kaido. Shishishishi." Ucap Luffy sambil tertawa dan menyentuh pudak Kinemon.
"Mugiwara-ya.. Apa kau dengar yang dikatakan Kaido barusan? Dia akan bertemu dengan Uchiha Sasuke dan Big Mom untuk membahas sesuatu yang penting. Apa kau tahu apa yang mereka rencanakan?" Tanya Law kepada Luffy.
"Tidak." Jawab Luffy singkat sambil mengupil.
Semua orang pun sweatdrop dengan jawaban Luffy dan tertunduk lesu. Disisi lain, Robin menopang dagu dan menatap Luffy dengan serius.
"Luffy, bisakah kau mempertemukan aku dengan Sasuke-Kun dengan lebih cepat?" Tanya Robin kepada Luffy.
"Ada apa Robin?" Tanya Luffy.
"Aku ingin memastikan dia tidak berbuat hal aneh. Semakin lama, aku merasa ada yang tidak beres dengannya." Ucap Robin kepada Luffy.
"Tidak beres dengan Sasuke? Apa yang kau bicarakan Robin? Setahuku, Sasuke adalah manusia palin beres didunia ini. Dia sangat kuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya." Ucap Luffy kepada Robin.
"Dasar bodoh! Ini bukan masalah kekuatan! Robin-Chan khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk kepada kakakmu!" Ucap Sanji kepada Luffy.
"Dakara, Sasuke adalah orang yang sangat kuat dan tidak mungkin hal buruk menimpa dirinya. Tenanglah kalian semua aku tahu Sasuke sejak aku kecil. Dia memang terlihat seperti orang jahat tapi sebenarnya dia adalah orang baik." Ucap Luffy sambil tersenyum.
Robin yang mendengar itu pun tersenyum dan menghela nafas. Memang benar dia dan Sasuke sudah berlayar bersama selama 3 tahun dan dia mengetahui bahwa Sasuke bukanlah orang jahat. Benar yang dikatakan Luffy, Sasuke memang seperti orang jahat namun hatinya sangat baik.
"Kau benar. Aku terlalu mengkhawatirkannya. Maaf Luffy. Fufufufu." Robin pun tersenyum.
"Yosssh! Dengar kalian semua! Pertama kita akan mengalahkan Doflamingo dan setelah itu kita pergi ke Wano Kuni!" Teriak Luffy dengan semangat.
"OOOUUUUUHHHH!"
-X-
Sasuke dan Carina kini berada disebuah restoran yang sangat elit dan megah. Semua bangunan yang ada di restoran ini sangat mewah dan berlapiskan emas. Mereka berdua telah menghabiskan makanan mereka dan kini mereka sedang bersantai di restoran itu sambil berbincang santai.
"Sudahku bilang bukan? Restoran ini sangat mewah dan makanannya pun benar-benar lezat!" Ucap Carina sambil tersenyum kepada Sasuke.
"Hn." Ucap Sasuke sambil meminum winenya.
"Lalu apa kau akan menginap di hotel? Aku tau hotel yang-"
"Tidak. Aku akan pergi sekarang. Aku sudah mendapatkan banyak uang disini dan sudah saatnya aku akan pergi." Ucap Sasuke yang langsung memotong perkataan Carina.
"EEHHH!? Apa kau yakin? Kau bahkan tidak membeli pakaian dan barang-barang mewah disini. Pakaian di tempat ini sangat bagus dan mahal dan kau pasti menyukainya." Ucap Carina.
"Pakaianku sudah cukup banyak dan aku tidak perlu pakaian lagi." Ucap Sasuke.
"Bagaiamana dengan jubah? Jaket? Kacamata? Celana? Topi? Atau perhiasaan! Bajak laut perlu perhiasaan untuk menghiasi tubuh mereka. Aku tahu toko perhiasaan terbaik di kota ini." Ucap Carina.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas karena sudah mulai kesal dengan Carina yang cerewet. "Jika kau sudah selesai, kau bisa meninggalkanku." Ucap Sasuke.
"Shishishishi kau benar-benar pria yang unik. Baiklah…" Carina pun bangkit berdiri dan mengeluarkan domptnya dan mengeluarkan sejumlah uang yang ia langsung taruh di meja. "Seusai dengan janjiku, aku yang traktir. Aku harus pergi sekarang karena masih banyak yang harus aku kerjakan."
CUP!
Carina pun langsung mengangkat tangan Sasuke dan mencium tangan Sasuke. "Terima kasih atas 500 jutanya dan sampai bertemu lagi." Ucap Carina yang langsung berlari meninggalkan Sasuke.
Sasuke pun langsung mengelap tangannya karena akibat dari ciuman dari Carina itu ada bekas lipstick yang menempel di tangannya. Sasuke pun langsung bangkit berdiri dan membawa uang yang ditinggalkan oleh Carina.
Dia pergi ke kasir dan membayar semua tagihannya dan ia langsung pergi meninggalkan restoarant itu. Sasuke berniat kembali ke kapalnya karena dia sudah mendapatkan apa yang ia cari yaitu uang. Dia sebenarnya tidak menyangka akan mendapatkan uang sebanyak 5 milyar beserta 3 buah iblis yang sangat langka.
Sasuke mulai bingung dengan apa yang harus ia lakukan dengan buah iblis itu. Jika dijual, bisa jadi buah iblis itu akan jatuh ketangan yang salah dan hanya akan menyebabkan kekacauan lagi. Pilihan terbaik yang ia punya sekarang adalah menyimpan ketiga buah iblis itu di kapalnya.
"WOW! Amazing!"
Sasuke langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat wanita tinggi berambut merah dan menggunakan kacamata hitam. Sasuke mempunyai firasat bahwa wanita ini memang mencarinya. "Kau pasti mencariku." Ucap Sasuke.
"GREAT! Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu Uchiha Sasuke-Sama. Namaku adalah Bacarat dan aku salah satu eksekutif Tesoro-Sama." Ucap Bacarat yang menjulurkan tangannya kepada Sasuke.
"Senang bertemu denganmu." Sasuke pun menjabat tangan Bacarat.
"Anda diundang ke istana Tesoro-Sama. Dia bilang ingin berbicara denganmu." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
"Kenapa dia ingin menemuiku?" Tanya Sasuke.
"Ara ara. Tesoro bilang dia ingin membelas kebaikan anda di masa lalu." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
"Kebaikan? Aku yakin belum pernah bertemu dengannya sebelumnya." Gumam Sasuke yang bingung.
"Biasanya yang menerima kebaikan akan selalu mengingatnya sedangkan sang pemberi biasanya melupakannya. Bukankah sebaiknya kau ikut denganku dan bertanya sendiri kepada Tesoro-Sama?" Tanya Bacarat.
Sasuke pun menghela nafas dan memejamkan matanya. "Baiklah. Bawa aku ke tempat Tesoro kalau begitu." Ucap Sasuke.
"SUGOI! Kalau begitu ikut aku." Ucap Bacarat yang membalikan tubuhnya dan mulai berjalan.
Sasuke pun lalu mengikuti Bacarat dibelakangnya. Hanya sekitar 4 menit mereka berjalan, mereka sampai disebuah parkiran dan terdapat satu mobil berwarna emas yang cukup besar. Bacarat pun lalu membuka pintu mobil itu dan mempersilahkan Sasuke masuk.
"Silahkan masuk, Sasuke-Sama." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
"Hn." Sasuke pun masuk kedalam mobil itu dan Bacarat langsung menutup pintu mobilnya. Ia lalu berjalan ke pintu pengemudi dan masuk ke mobil itu.
BREEEMMM!
Bacarat menyalakan mobil itu dan mobil itu pun mulai berjalan menuju istana Tesoro.
Diperjalanan Sasuke hanya diam dan melihat sekeliling kota melalui jendela mobil dan jujur dia harus mengakui bahwa arsitektur kota ini sangatlah luar biasa dimana semua bangunan yang terdapat disini semuanya terbuat dari emas.
"Kota yang megah bukan?" Tanya Bacarat sambil tersenyum.
"Hn. Tesoro mempunyai kekuatan yang sangat menguntungkan dirinya." Ucap Sasuke.
"Ara ara tapi itu semua belum ada apa-apanya dengan kekuatan yang anda miliki, Mirai Kaiozku-O sama." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
"Panggil aku Sasuke saja. Julukan itu lama-lama membuatku sedikit tidak nyaman." Jawab Sasuke.
"Fufufuf baiklah kalau begitu. Oh iya apa anda menginginkan wanita? Tesoro-Sama bilang anda adalah seorang bajak laut penyindiri dan dia pikir anda membutuhkan wanita. Sebutkan saja wanita seperti apa yang anda inginkan atau…." Bacarat pun menurunkan tangan kanannya dari setir dan menyingkap sedikit roknya sehingga terlihat celana dalamnya. "Anda ingin diriku ini? Aku mungkin bukan perawan tapi aku akan memuaskanmu." Ucap Bacarat sambil mengedipkan matanya.
"Tidak. Aku tidak butuh itu. Aku ingin segera pergi dari pulau ini dan melanjutkan perjalananku." Jawab Sasuke dengan datar.
"AMAZING! Belum pernah ada sebelumnya yang menolaku. Bahkan Tesoro-Sama pun sedikit tergoda. Sepertinya kau memang setia kepada Nico Robin fufufufu." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
"Dari mana kau tahu tentang hubunganku dan dia?" Tanya Sasuke.
Ara ara? Orang-orang mengenal kalian sebagai sepasang kekasih. Semua orang tahu tentang hubunganmu dengan Nico Robin." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
'Nampaknya media mulai berkata yang tidak-tidak. Aku jadi ingin bertemu orang yang mengatur media di dunia ini.' Gumam Sasuke dalam hatinya. "Apa kita sudah sampai?" Tanya Sasuke yang mengalihkan topik.
"Benar Sekali. Kita sudah sampai." Ucap Bacarat.
Bacarat lalu memarkirkan mobilnya di depan gedung tinggi dan langsung keluar dari mobil itu. Bacarat lalu berjalan menuju Sasuke dan membukakannya pintu. "Silahkan, Sasuke-Sama."
Sasuke pun langsung keluar dari mobil itu dan melihat pintu besar yang berada didepannya. "Ini tempat tinggalnya?" Tanya Sasuke.
"Tepat sekali. Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita masuk." Ucap Bacarat.
"Hn."
Mereka berdua pun memasuki istana itu dan pergi menuju ke elevator. "Ruangan Tesoro-Sama berada di lantai paling atas jadi kita harus menaiki elevator ini." Ucap Bacarat sambil menekan tombol elevator tersebut.
TEEEENG!
Pintu elevator itu pun terbuka dan Bacarat membiarkan Sasuke untuk masuk terlebih dahulu. " Silahkan masuk."
Sasuke pun langsung masuk elevator itu dan diikuti oleh Bacarat yang langsung menutup pintu elevator tersebut dan menekan tombol 10 dan elevator itu pun langsung bergerak ke atas menuju lantai 10.
"Sasuke-Sama, apa anda yakin anda tidak ingin bercinta denganku? Anda akan merasa seperti di surga jika melakukannya denganku dan lagi suatu kehormatan bagiku jika bisa bercinta dengan pria sepertimu." Ucap Bacarat sambil menyentuh dagu Sasuke.
-X-
( THOUSAND SUNNY GO )
BUAAAGHHHH!
Seluruh anggota topi jerami, Law, Kinemon dan Momonosuke pun terkejut saat tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara yang keras. Mereka semua langsung menoleh kearah sumber suara dan seketika merinding saat melihat Robin yang tubuhnya sudah diselimuti oleh aura hitam.
"USSOP! GAWAT! ROBIN HILANG KENDALI LAGI!" Teriak Chopper sambil berlari berputar-putar karena panic.
"AKU PERINTAHKAN KALIAN PARA IBLIS UNTUK MENJAUHI ROBIN DAN JANGAN MENGGANGGU JIWANYA LAGI!" Ucap Ussop yang menodongkan salib kearah Robin,
"Kenapa Robin? Sepertinya kau marah sekali." Ucap Luffy kepada Robin.
"Ahhh.. Tidak tahu kenapa merasa aku harus mematahkan tangan seseorang sekarang." Ucap Robin dan nada suaranya terdengar sangat berat dan menyeramkan.
""KIIIIIYYAAAAAAAAAAAAAAA!""
-X-
Sasuke pun dengan sigap menangkap tangan Bacarat dan menatapnya dengan datar. "Aku sudah bilang kan kalau aku tidak tertarik?" Tanya Sasuke.
"Ara ara maafkan aku. Aku kira anda akan berubah pikiran." Ucap Bacarat sambil tersenyum.
TEEENNGG!
"Kita sampai. Ikuti aku Sasuke-Sama."
Mereka berdua pun kini berjalan dengan santai menuju ruangan Tesoro. Sesampainya di depan ruangannya Tesoro, Bacarat langsung membuka pintu dan memasuki ruangan itu.
"Tesoro-Sama, Uchiha Sasuke sudah datang." Ucap Bacarat.
"Hehehehe terima kasih Bacarat. Kau boleh pergi." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Bacarat yang lalu membalikan tubuhnya dan tersenyum kepada Sasuke. "Ingat, jika kau berubah pikiran temui aku di lantai dasar." Ucap Bacarat sambil mengedipkan matanya dan meninggalkan ruangan itu.
"Hahahahah wanita memang merepotkan. Setiap orang mengira bahwa pria lebih tertarik dengan hubungan seksual tapi nyatanya, wanita jauh lebih gila saat berhubungan seks." Ucap Tesoro sambil meminum winenya. Lalu taruh gelasnya di meja dan tersenyum kepada Sasuke. "Selamat datang di rumahku yang sangat sederhana ini, Mirai Kaizoku-O." Ucap Tesoro.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya sweatdrop meskipun Sasuke tahu bahwa maksud dari orang ini adalah merendah. "Tesoro kah?" Ucap Sasuke.
"Benar sekali. Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu. Banyak sekali bajak laut yang ingin bertemu denganmu dan aku tidak menyangka aku adalah salah satu orang yang bisa bertemu denganmu. Duduklah. Aku sudah menyiapkan alcohol termahal di dunia ini. Aku tahu kau habis makan dengan Carina jadi aku hanya menyiapkan beberapa buah-buahan saja." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung duduk dan meminum cairan emas yang berada di dalam gelas itu. "Gold Wine kah? Kadar alcoholnya sangat tinggi dan akan membuatmu mabuk hanya dengan satu gelas saja." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Hahahah kau pernah mencobanya?" Tanya Tesoro sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar pertanyaan itu pun hanya memejamkan matanya dan memijit keningnya karena dia mengingat saat pertama kali dia meminum gold wine.
Flashback.
"Sasuke-Kun, apa yang kau bawa itu?"Tanya Robin yang langsung menutup bukunya karena ia melihat Sasuke mengeluarkan sebuah botol berwarna emas.
"Aku membelinya di sebuah bar saat kita singgah di pulau tadi. Aku baru melihat ada wine berwarna emas." Ucap Sasuke.
Robin pun langsung bangkit dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang. Ia mengarahkan padangannya kepada botol yang dipegang Sasuke sambil menopang dagunya. "Nampaknya itu adalah gold wine."
"Gold wine? Apa itu?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Alcohol termahal didunia ini. Kadar alcoholnya sangat tinggi dan akan membuatmu mabuk hanya dengan satu gelas saja. Biasanya ini dihidangkan saat perjamuan besar para pengusaha-pengusaha kaya." Ucap Robin sambil tersenyum.
Sasuke pun lalu melihat botol yang ia pegang. "Pantas saja harganya mahal sekali. Aku mengeluarkan 10 juta berry hanya untuk membeli ini." Gumam Sasuke.
Robin yang mendengar itu pun langsung menyipitkan matanya dan menatap Sasuke dengan tajam. "Kenapa kau malah membuang-buang demi sebotol alcohol?"
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Aku hanya penasaran saja." Jawab Sasuke singkat.
"Sepertinya mulai sekarang aku yang harus mengatur keuangan. Jika kau yang mengatur keuangan maka kita akan miskin mendadak." Ucap Robin.
"Kenapa kau cerewet sekali? Lagipula aku yang mencari uang dan aku yang berhak menggunakan uang itu." Ucap Sasuke kepada Robin.
"Ini bukan masalah bagaimana cara mencari uang tapi bagaimana kau menggunakan uang itu! Kau selalu membuang-buang uang kita dan lihatlah sarung pedang ini!"Ucap Robin sambil mengangkat salah satu sarung pedang. "Kau membeli ini dengan harga hampir 5 juta berry dan kenapa kau tidak menggunakannya!?" Tanya Robin yang mulai kesal.
"Tidak cocok dengan pedangku." Jawab singkat Sasuke.
Perempatan pun muncul di dahi Robin dan dia menatap Sasuke dengan tajam. "Lalu kenapa kau membelinya hah?" Tanya Robin.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas. Dia lalu membuka botol itu dan mengambil sebuah gelas di laci lalu ia menuangkan wine itu ke gelas. "Tidak ada gunanya memperdebatkan masa lalu. GLUP! GLUP! GLUP!." Sasuke pun langsung meminum gold wine itu.
Robin yang melihat itu pun hanya mendesah dan dia tahu bahwa dia tidak akan bisa menang berdebat melawan Sasuke meskipun dia benar. "Lakukan sesukamu." Ucap Robin yang kembali berbaring dan membaca bukunya.
"Kau tidak ingin mencobanya?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Tidak. Aku tidak ingin mabuk." Ucap Robin sambil membaca bukunya.
"Baiklah. Lagipula ini tidak seperti yang kau bilang. Aku sudah menghabiskan satu gelas namun aku tidak merasakan apapun." Sasuke pun kembali menuangkan wine itu ke gelas dan meminumnya kembali.
"Semua pria sama saja. Kalau tidak brengsek, pasti keras kepala." Gumam Robin dengan pelan sambil membaca bukunya.
15 MENIT KEMUDIAN.
Sudah cukup lama ia membaca buku akhirnya Robin menutup buknya dan berencana untuk tidur. Namun ada hal yang aneh. Sedari tadi ia membaca buku, ia tida mendengar suara Sasuke sedikit pun. Ia lalu melirik kearah Sasuke yang duduk membelakanginya.
"Kau tidur?" Tanya Robin.
"Tidak.. hik…" Ucap Sasuke.
Robin yang mendengar itu pun langsung menyeringai terutama saat mendengar Sasuke cegukan. "Fufufufu kau tidak perlu malu saat mabuk lagipula aku tidak akan mengejekmu." Ucap Robin.
"Tidak. Aku tidak apa-apa ..hik.." Ucap Sasuke sambil cegukan.
"Ara ara.. Jangan tidur sambil duduk seperti itu. Biar aku bantu." Ucap Robin yang bangkit dari tidurnya dan berjalan mendekati Sasuke.
Robin pun lalu meraih salah satu tangan Sasuke dan melingkarkan tangan Sasuke ke pundaknya dan membantu Sasuke berdiri. "Ternyata kau berat juga." Ucap Robin sambil tersenyum.
"Sudah cepat bawa aku ke kasur." Jawab Sasuke.
"Baik-baik, yang mulia.." Jawab Robin dengan sinis dan langsung membantu Sasuke berjalan dan langsung membaringkan Sasuke di kasur.
"Kau tidur diujung. Dengan kondisimu seperti ini bisa-bisa kau terjatuh dari ranjang." Ucap Robin kepada Sasuke.
Sasuke pun lalu menggeser tubuhnya yang terasa sangat berat hingga mentok sampai tembok. "Kau puas?" Tanya Sasuke kepada Robin.
Robin yang melihat itu pun tersenyum dan menatap Sasuke yang wajahnya benar-benar merah. "Kau tahu, kau bertingkah seperti orang bodoh sekarang."
"Berisik. Aku tidak bisa tidur jika kau terus bersuara." Ucap Sasuke yang lalu memejamkan matanya.
"Haaahhhh.." Robin menghela nafas panjang dan langsung menarik selimut dan berbaring disebelah Sasuke dan kini mereka berdua telah berbaring bersebelahan dan tertutup selimut untuk melindungi tubhku mereka dari udara dingin.
"Selamat malam, Sasuke-Kun." Ucap Robin yang merubah posisinya dan kini ia tidur menyamping dan membelakangi Sasuke.
Robin pun memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.
GRAB!
Mata Robin pun kembali terbuka dan sedikit terkejut saat merasa ada yang menyentuh perutnya dan memeluknya dari belakang. Robin pun makin terkejut saat Sasuke kepala belakangnya menyentuh dada Sasuke yang bidang dan dagu Sasuke menyentuh bagian atas kepalanya.
"Kau baik-baik saja?" Robin sambil menyentuh tangan Sasuke yang berada di perutnya.
"Terimakasih." Jawab Sasuke.
Robin pun yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan mengelus tangan Sasuke dengan lembut. "Aku hanya memindahkanmu dari kursi ke kasur. Kau tidak perlu-"
"Terimakasih karena telah mau menemaniku berlayar." Sasuke langsung memotong perkataan Robin.
Robin pun terkejut bukan main karena dia tidak percaya Sasuke mengtakan hal semacam itu. Robin merasa untuk pertama kalinya Sasuke mengutarakan dan mengatakan perasaannya dengan jujur kepadanya. Robin memejamkan matanya saat ia merasakan Sasuke makin memeluknya dengan erat.
"Seharusnya aku yang berterima kasih karena telah mau menerimaku dan mau berlayar bersamaku dan juga terima kasih telah memelukku seperti ini. Aku sering membayangkan akan dipeluk dari belakang secara tiba-tiba oleh orang yang aku cintai dan aku tidak percaya itu terjadi sekarang." Ucap Robin sambil terus mengelus tangan Sasuke.
"Jangan berusara. Aku mencoba untuk tidur." Ucap Sasuke.
Robin pun hanya terkekeh pelan dan menoleh kebelakang.
CUP!
Robin lalu mencium bibir Sasuke dengan singkat dan tersenyum. "Selamat malam. Sasuke-Kun."
Flashback End.
"Aku tidak ingin mengingatnya. Sangat memalukan untuk diingat." Gumam Sasuke.
"Hahahah sebenarnya ini adalah wine buatanku." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Jadi kau yang membuat dan memproduksi gold wine ini?" Tanya Sasuke.
"Benar. Sebenarnya bukan kadar alcholnya yang membuat gold wine ini terasa begitu nikmat. Yang membuat gold wine ini terasa begitu nikmat adalah aku sedikit memasukan obat perangsang. Jadi setiap orang yang meminum ini akan bergairah dan akan meningkatkan hasrat seksual mereka." Ucap Tesoro sambil menyeringai.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya karena dia merasa sangat bersyukur saat itu dia tertidur disaat yang tepat karena jika tidak dia sudah pasi melakukannya dengan Robin.
"Hahahaha lupakan tentang itu. Maksudku mengundangmu kesini adalah untuk mengucapkan terima kasih kepadamu." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Terima kasih? Untuk apa?" Tanya Sasuke yang kebingungan.
"Lama tidak bertemu, Sasuke-San."
Tiba-tiba pintu pun terbuka dan terlihat sosok wanita yang berjalan mendekatinya. Wanita iu terus berjalan dan duduk di samping Tesoro sambil tersenyum. Sasuke pun memperhatikan wanita itu dan langsung membelalakan matanya karena ia mengenali wanita itu.
"Kau kan wanita yang di Marijois itu.. Stella kan?" Tanya Sasuke kepada Stella.
"Fufufufu aku senang sekali kau masih mengingatku. Senang bertemu denganmu lagi Sasuke-San dan Tesoro adalah kekasihku." Ucap Stella kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung tersenyum. Dia lalu menyandarkan punggunya ke belakang sofa dan menyilangkan kedua kakinya. "Maaf, bukannya aku tidak menghargai reuni ini tapi aku harus segera pergi dan melanjutkan perjalananku. Ada beberapa hal penting yang harus aku lakukan." Ucap Sasuke.
"Sepertinya kau sangat terburu-buru tapi tidak apa-apa. Aku pun tidak ingin menghambat perjalananmu. Aku hanya ingin memberimu hadiah karena telah menyalamtkanku dan Stella dari Marijois." Ucap Tesoro.
Sasuke pun langsung memiringkan kepalanya sedikit dan terkejut. "Apa kau juga dulunya budak dari para Tenryuubito?" Tanya Sasuke.
"Ah. Aku mendekam dan terpenjara sebagai budak selama 7 tahun dan aku tidak tahu apa jadinya jika kau tidak datang dan menghinvasi Marijois. Mungkin aku dan Stella masih mendekap disana." Ucap Tesoro.
"Benar. Aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih padamu Sasuke-San, jadi tolonglah terima hadiah dari kami." Ucap Stella sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung menghela nafas dan tersenyum. "Nampaknya aku tidak bisa menolak permintaan kalian. Baiklah, jadi apa yang ingin kalian berikan?"
"Antar kami ke kapalmu. Aku akan memberi hadiahmu disana." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
-X-
Kini Tesoro, Stella dan Sasuke sudah berada di kapal Sasuke. Tesoro langsung tekagum saat melihat kapal Sasuke yang begitu megah dan besar. Tetapi yang menarik perhatiannya adalah lambang kipas yang berada di layar Sasuke.
"Lambang kipas itu, apakah itu lambang bajak lautmu?" Tanya Tesoro.
"Bisa dibilang begitu. Aku membenci lambang tengkorak." Jawab Sasuke.
"Fufufuf kau mempunyai selera yang unik Sasuke-San." Ucap Stella yang tersenyum kepada Sasuke. Lalu ia mengarahkan pandangannya kepada Tesoro dan menyentuh pundaknya. "Ayo Tesoro. Sasuke-San sepertinya sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
"Hahahah baiklah."
Tesoro pun langsung mendekati kapal Sasuke. Ia meraba kapal Sasuke lalu memejamkan matanya dan menghembuskan nafas panjang.
SRIIINGGGG!
WUUUSSSHHHH!
Sekektika, kapal Sasuke pun diselimuti oleh emas dan kapal Sasuke pun berubah warna menjadi emas. Sasuke yang melihat itu pun membelalakan matanya. Ia melihat kapalnya dari depan sampai belakang sudah terlapisi emas yang berkilau bahkan seluruh pintu dan tiang kapal pun berubah menjadi emas.
"O-Oi, apa ini tidak berlebihan?" Tanya Sasuke.
"Hahahaha tentu saja tidak. Ini bukan hanya untuk membuat kapalmu terlihat lebih mewah namun emas ini sangat kuat bahkan Meriam pun tidak akan sanggup menggores emas ini. Kau bisa duduk santai di dalam kapal saat ada yang menembaki kapalmu dengan Meriam karena kapal ini tidak akan terluka sedikit pun." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Ohhh iya Sasuke-San apa kau sudah memberi nama kepada kapalmu ini?" Tanya Stella kepada Sasuke.
"Tidak. Aku tidak pernah berpikir untuk memberi kapal ini nama." Ucap Sasuke.
"Yokata! Kalau begitu bolehkah aku yang memberi nama untuk kapal ini?" Tanya Stella kepada Sasuke.
"Hn." Jawab singkat Sasuke yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan nama kapalnya.
"Kapal ini akan menjadi kapal terkuat di dunia. Tidak akan ada satu peluru dan bola Meriam yang sanggup melukai kapal ini. Kapal ini kini sudah menjadi sekaras titanium maka dari itu, aku akan memberi nama kapal ini.. TITANIC!" Ucap Stella sambil tersenyum.
"Titanic kah? Bukan nama yang buruk.." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Benarkan? Aku sudah memikirkan ini sejak lama dan aku sangat bersyukur karena kau menerima nama pemberianku!" Ucap Stella.
"Tapi ini masih belum berakhir." Tesoro pun lalu berjalan menuju kolam renang dan menyentuh air yang berada di kolam tersebut.
SRINGGG!
Seketika, air tersebut pun berubah warna menjadi emas dan Sasuke pun kembali terkejut. "Dia bahkan bisa merubah air menjadi emas." Ucap Sasuke.
"Masih belum berakhir.."
SRIIINGG!
Dari tangan Tesoro, keluar emas batangan yanga sangat banyak dan kira-kira Tesoro mengeluarkan 100 emas batangan.
"Kau berlebihan." Gumam Sasuke.
"Ini hanyalah emas. Yang kau lakukan dulu kepada Stella lebih berharga daripada emas batangan ini." Ucap Tesoro sambil tersenyum. "Hanya inilah yang aku dan Stella bisa berikan kepadamu. Maaf bila kau masih merasa kurang." Ucap Tesoro sambil tersenyum.
"Tidak. Seperti yang ku bilang tadi ini sangat berlebihan dan terima kasih atas semua ini." Ucap Sasuke.
"Fufufufu kalau begitu selamat jalan Sasuke-San semoga kau baik-baik saja dan selamat berlayar dengan Titanic!" Ucap Stella kepada Sasuke.
"Aku dengar kau diundang pemerintahan dunia ke Marijois?" Tanya Tesoro kepada Sasuke.
"Hn. Aku tidak tahu apa maksud mereka sebenarnya jadi aku berniat untuk berbicara dengan mereka." Ucap Sasuke.
"Hati-hati Sasuke-San, sepertinya pemerintah dunia mempunyai rencana busuk terhadapmu mengingat kau hanya berlayar sendiri dan pastinya kemanan di Marijois akan sangat ketat saat kau datang." Ucap Tesoro dengan serius.
"Hn. Terima kasih atas peringatanmu dan sekali lagi terima kasih, Tesoro dan Stella." Ucap Sasuke.
-X-
TIME SKIP 1 MINGGU!
Satu minggu sudah setelah Sasuke meninggalkan Grand Tesoro dan kini dia melanjutkan perjalanannya di dunia baru. Sebentar lagi reverie akan dimulai dan Sasuke seperinya harus bersiap-siap menuju Marijois. Sama seperti sebelumnya, Sasuke tidak melakukan apa-apa selama satu minggu dan hanya terombang ambing di lautan.
Dia mendapatkan informasi dari seseorang bahwa bajak laut Shirohige kini sudah bubar dan terpencar dan itu membuat Sasuke sedikit kecewa karena Sasuke pikir Marco lah yang menggantikan Shirohige dan menjadi kapten bajak laut Shirohige. Tetapi dia tetap ingin menemui Marco dan mencoba berdiksi dengan Marco dan mencoba membangkitkan kembali semangat dari bajak laut Shirohige.
Sasuke pun mendapat informasi yang mengatakan bahwa raja di pulau Zou yaitu Nekomamushi dan Inuarashi sangat dekat dengan bajak laut Shirohige dan kini dia sedang menuju ke Zou kembali. Pulau yang sebenarnya adalah gajah raksasa yang hidup.
Kini Sasuke sedang membaca berita dan tersenyum saat membaca berita tersebut.
"Sepertinya kau sudah betambah kuat Luffy." Ucap Sasuke.
Berita besar kembali muncul dan yang menjadi topik pembicaraan di berita tersebut adalah aliansi kelompok bajak laut mugiwara dan Trafalgar Law yang berhasil mengalahkan salah satu Shicibukai yaitu Donquixote Doflamingo dan nilai buronan Luffy naik menjadi 500 juta berry.
"Tapi sepertinya kau masih belum cukup kuat untuk mengalahkan Kaido." Ucap Sasuke kembali sambil tersenyum.
Sasuke lalu menaruh koran itu dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Setelah 15 menitan mandi, Sasuke lalu memakai pakaiannya. Ia kembali mengenakan sweater hitam panjang dan celana hitam panjang. Tidak lupa ia menyemprotkan parfum ke tubuhnya dan ia langsung mengenakan jubahnya dan sorbannya karena ia tahu suhu di Zou yang begitu dingin.
Setelah semuanya siap, Sasuke keluar dari kapalnya dan melihat sebuah gajah raksasa didepannya. Sasuke lalu mengarahkan kapalnya ke salah satu kaki gajah itu dan memarkirkan kapalnya di dekat kaki gajah itu. Setelah sampai ia langsung menurunkan jangkar dari kapalnya ke laut supaya kapalnya tidak bergerak terbawa arus laut.
SUSANO!
Sasuke lalu mengaktifakn susanonya dan langsung terang menuju puncak dari gajah rakasasa tersebut. Sekitar 10 detik terbang, akhirnya Sasuke pun sampai di Zou tanpa kendala apapun. Ia mulai berjalan menuju pusat kota sambil memperhatikan sekelilingnya.
Setelah Sasuke berjalan 400 meter, ia merasa ada yang aneh dari pulau ini. Banyak pohon yang tumbang dan banyak bercak darah yang sudah kering.
"Apa terjadi peperangan disini?" Gumam Sasuke sambil berjongkok dan melihat bercak darah yang berada di tanah.
SREK! SREK! SREK!
Sasuke menyipikan matanya saat mendengar ada suara dari balik semak-semak. Sasuke hanya memejamkan matanya dan mengangkat kedua tangannya. "Aku tidak berniat jahat. Kau boleh keluar." Ucap Sasuke.
Perlahan terlihat sosok keluar dari semak-semak tersebut. Sasuke pun lalu memperhatikan sosok itu dengan seksama. Seorang manuisa setengah macan atau bisa dibilang jaguar dan nampaknya Sasuke pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya.
"Uchiha…Sasuke…" Ucap sosok itu yang ternyata adalah Pedro.
"Aku pernah bertemu denganmu sebelumnya. Kau salah satu anak buah Inuarashi dan Nekomamushi. Pedro kalau tidak salah." Ucap Sasuke.
Pedro yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan menatap Sasuke dengan serius. "Benar. Maaf telah membuatmu tidak nyaman." Ucap Pedro.
"Apa yang terjadi disini?" Tanya Sasuke.
"Kota ini baru saja diserang beberapa hari yang lalu. Banyak orang yang mati dan kota ini sudah hancur lebur." Ucap Pedro sambil menudukan kepalanya.
"Siapa yang menyerang kalian?" Tanya Sasuke.
"Jack. Anak buah Kaido." Jawab Pedro yang terlihat sangat marah dan kesal.
Sasuke pun langsung menyipitkan matanya dan dia tahu orang bernama Jack ini karena Jack adalah orang yang membawa Sasuke dari Wano Kuni ke Onigashima sebelum pertarungannya dengan Kaido.
"Kenapa dia menyarang kota ini?" Tanya Sasuke,
Pedro pun mengambil sebatang rokok dan menyalakannya lalu menghisapnya. "Tidak ada yang perlu aku sembunyikan darimu. Jack kemari karena mencari seseorang. Seseorang itu adalah salah satu samurai merah Oden-Sama dan dia adalah ninja dari Wano Kuni. Raizo. Kami menyembunyikan Raizo disini dan kami tidak memberitahunya sehingga ia mengamuk dan menghancurkan kota ini. Inuarashi-Sama dan Nekomamushi-Sama pun hampir mati saat itu." Jelas Pedro kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menganggukan kepalanya dan menatap Pedro dengan serius. "Sebenarnya aku kesini untuk bertemu dengan Nekomamushi dan Inuarashi. Aku juga ingin melihat keadaan mereka dan ada beberapa hal yang perlu aku bicarakan dengan mereka. Apa kau bisa mengantarku kesana?" Tanya Sasuke.
"Baiklah dan aku juga mempunyai kejutan kecil untukmu." Ucap Pedro sambil tersenyum.
"Kejutan apa?" Tanya Sasuke yang kebingungan.
"Kau akan tahu saat melihatnya."
-X-
Trafalgar Law, Mugiwara Kaizokudan minus sanji, Inuarashi, Nekomamushi, Kinemon, Kanjuro dan Momonosuke kini sedang berada di dalam hutan paus Zou. Nekomamushi dan Inuarashi sengaja membawa mereka semua ke sana untuk menunjukan sejarah clan Kozuki kepada mereka dan menunjukan road poneglyph kepada mugiwara kaizokudan. Mereka juga terkejut saat mendengar penjelasan Nekomamushi dan Inuarashi tentang road penglyph yang ternyata bisa menuntun mereka menuju ke Laugh Tale.
Namun mereka juga dikejutkan dengan berita bahwa ternyata Robin bisa saja diincar oleh para bajak laut yang ingin menemukan One Piece karena kemampuan Robin yang bisa membaca poneglyph. Namun Robin tetap tenang dan percaya bahwa teman-temannya akan melindunginya.
"Luffy-Dono serta Law-Dono, kami telah melihat kekuatan kalian dan kami kagum dengan kekuatan kalian. Kami ingin meminta bantuan kalian untuk beraliansi dengan kalian untuk mengalahkan Kaido!" Ucap Kinemon sambil berlutut.
"Tolong bantu kami! Luffy-Dono." Sambung Kanjuro.
Luffy yang mendengar itu pun hanya melipat tangannya didepan dadanya dan menatap Kanjuro dan Kinemon dengan datar. "Tidak!"
"EEEEEEHHHH!?"
Semua orang pun tidak percaya dengan jawaban Luffy karena mereka tidak menyangka Luffy akan menolak permintaan Kinemon.
"OOII LUFFY! Apa yang kau bicarakan!?" Teriak Ussop kepada Luffy.
"Kau tidak boleh menolak permintaanya Luffy!" Franky pun ikut kesal.
"MOMO! Kau adalah pemimpin mereka! Jangan hanya menangis dan katakan sesuatu!" Ucap Luffy kepada Momonosuke.
Momonosuke pun langsung berjalan menghampiri Luffy sambil mengusap air matanya. "Luffy.. Aku ingin mengalahkan Kaido!" Teriak Momo kepada Luffy. "Bantu aku menyelamatkan Wano Kuni dan bantu aku untuk mengalahkan Kaido!"
Luffy yang mendengar itu pun langsung mennyeringai dan berjongkok didepan Momonosuke. "Baiklah kalau begitu. Aku akan membantumu Momo!" Ucap Luffy sambil tersenyum.
Momonosuke yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan kembali mengusap air matanya dan menjabat tangan Luffy dengan keras.
"YOOSSSH! Inilah aliansi terbesar kita! Ninja, Samurai, Mink, Kaizoku bersatu!" Teriak Luffy dengan semangat.
Semua orang yang berada di situ pun langsung tersenyum dan meregangkan tubuh mereka seakan-akan mereka sudah siap untuk pertarungan besar.
"Nekomamushi-Sama, Inuarashi-Sama."
Semua orang pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke tangga dan melihat Pedro.
"Ada apa Pedro?" Tanya Nekomamushi.
"Aku membawakan orang special untukmu dan orang ini ingin berbicara denganmu dan Inuarashi-Sama." Ucap Pedro sambil tersenyum.
"Siapa dia?" Tanya Inuarashi.
"Masuklah." Ucap Pedro sambil menoleh kebelakang.
TAP!
TAP!
TAP!
TAP!
Terdengar sebuah suara langkah kaki yang makin lama mendekat. Semua orang yang berada disitu termksud kelompok topi jerami, Law dan para samurai pun penasaran dengan siapa orang yang dimaksudkan Pedro.
Perlahan sosok itu mulai terlihat jelas dan mereka semua membelalakan mata mereka. Sosok pria bersorban dengan mengenkan jubah hitam datang menghampiri mereka.
"UCHIHA SASUKEEE!"
DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 8 END.
ARIGATOU GOZAIMASU!
