Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: Osamu x OC, berpotensi spoiler manga.

.

.

not another story about love
Kelimabelas: Epilog
(Berdasarkan
manga chapter 378, dengan perubahan)

by Fei Mei

.


.

Tadashi memerhatikan stan makanan di kiri dan kanannya sambil jalan. Semua aromanya sangat enak, tapi kasihan dompet dan kantongnya jika memutuskan untuk membeli semua makanan itu masing-masing satu. Aduh, makanannya pada harum banget, walau aromanya nabrak kanan-kiri, tapi tetap saja berhasil membuat perut mantan kapten tim Karasuno ini bersenandung kencang.

Lalu matanya menangkap spanduk salah satu stan. Ia merasa tidak asing dengan merek dagang itu, entah hanya nama tersebut kebetulan sama dengan kenalannya, atau memang itulah merek yang sedang dielu-elukan belakangan ini. Tapi hebat banget lho, dari Hyogo, gitu. Apa mungkin ini hanya cabang atau sekedar orang yang numpang nama? Mengingat salah satu pemain Black Jackals punya nama yang sama, mungkin penjaga stan ini memang pemilik tokonya langsung.

"Eh, bukannya dia—"

"Iya, itu Miya Atsumu dari Jackals, kan?"

Tadashi tersenyum mendengar pembicaraan dua gadis muda itu.

"Pasti begitu, lihat saja wajahnya!"

"Tepat sebelum pertandingan? Apakah ini semacam lelucon?"

Tadashi berusaha menahan tawa, tampaknya kedua gadis itu benar-benar tidak tahu soal Atsumu di luar lapangan.

Baru saja ia ingin mengoreksi dua orang itu, seorang pria lebih dulu menghampiri. "Tidakkah kalian tahu, nona-nona? Itu kembarannya Miya Atsumu, Osamu!"

"Eh?! Kembar?!"

Tadashi terkikik. Kini ia telah memutuskan untuk mengisi perutnya dengan apa.

Melewati dua gadis yang sedang diberitahu pria itu mengenai masa SMA Miya Kembar, Osamu masuk ke kerumunan orang yang ingin beli apa yang dijual adiknya Atsumu.

"Onigiri salmon mayo, lima!" sahut Tadashi.

Osamu yang masih sibuk membungkus pesanan pembeli lain hanya mengangguk tanpa melihat siapa yang barusan menyuarakan pesanan. Tampaknya, bahkan di luar Hyogo pun, Onigiri Miya begitu dinikmati, apalagi karena mereka menyediakan jasa pesan-antar sampai ke luar prefektur. Entahlah, apa mungkin hari ini stannya terkenal karena pemilik tokonya punya wajah yang sama persis dengan seorang pemain yang akan bertanding nanti?

"Lima salmon mayo!" panggil Osamu. Tadashi mengangkat tangan dan maju, disitulah si pemilik baru melihat wajah familiar di hadapannya. "Silakan—oh! Tunggu, aku tahu kamu! Dari Karasuno! Yang nge-serve jump float menyebalkan itu!"

"Ah, iya, aku Yamaguchi…" cicit Tadashi, padahal dalam hati ia antara senang karena salah satu dari si kembar mengenalinya, tapi juga agak miris karena disebut menyebalkan—mungkin itu sebenarnya pujian karena berarti servenya sempat membuat Inarizaki kewalahan.

Lalu ketika Tadashi menyodorkan uang untuk membayar, Osamu malah menunjuk pada seorang perempuan yang sedang duduk. "Bayar ke istriku, ya, dia yang jadi kasir," katanya sambil tersenyum.

Pandangan Tadashi mengikuti tunjukkan jari si penjual. Perempuan itu tampak … yah, perutnya besar. "Ehm, istri?"

Osamu menyengir lebar. "Gede ya, perutnya?" Tadashi terkesiap, tidak enak hati karena isi hatinya terasa dibaca oleh kakak kelasnya. Tapi Osamu tidak tampak tersinggung sama sekali, pria itu malah tersenyum bangga. "Isinya ada dua, dan ini bulan kelima!"

Eh? Bulan kelima? Isi dua?

"Ap—KEMBAR?!" tanya Tadashi. Osamu mengangguk semangat dan tersenyum lebar. "WAAAHH SELAMAT! Eh, tunggu, kayaknya mukanya gak asing …"

Osamu menyengir jahil. "Kamu pernah ketemu kok, Yukime itu manager Inarizaki waktu kelas dua dan tiga."

Tadashi mengangguk dan ber-oh pelan, pantas saja samar-samar wajah wanita itu cukup familiar. Lalu dirasakan tangannya dicolek, ia menoleh lagi pada si penjual.

"Terus, kamu belum sah sama mantan manager kalian itu?"

Sontak Tadashi tersedak.

.


.

Selesai

.


.

A/N: Iya beneran selesainya cuman begitu. Malah awalnya gak berniat ada epilog, jadi rencananya tamat ketika OC terima lamaran Osamu. Terus tiba-tiba kepikiran tentang timeskip, jadilah begini, pakai sudut pandang Yamaguchi yang ujungnya digodain tentang Yachi. Eaaa~

Fei belom pernah baca manga versi bahasa Indonesia, jadi dialog canon yang terjadi disini itu adalah terjemahan versi Fei dari bahasa Inggris-nya ya, maaf kalau ternyata tidak sesuai dengan versi resmi bahasa Indonesia.

Terima kasih sudah baca sampai sini, maaf karena tampaknya bagian Kita tidak tergali sama sekali.

Review?