"Kesulitan tampaknya menemukan bocah ini dengan cukup mudah"Chen Fan bergumam cukup pelan kerana tidak mahu menganggu tidur Cheng Yu di katil pesakit. Empat minggu lepas dia dimasukkan ke rumah sakit kerana ditikam penjenayah yang tidak diketahui asal usulnya, tapi Chen Fan tahu mereka bertiga orang suruhan Chang Wen. Mereka bertiga telah ditahan dalam lokap manakala Chang Wen pula terlepas dari hukuman percubaan membunuh. Tapi gadis itu nampaknya mula bertindak lowkey dan tidak membuat masalah pada Cheng Yu buat masa ini.
Dan, kali ini pula dia dimasukkan lagi ke hospital tetapi dengan alasan berbeza. Luka ditembak pistol, di bawah pengaruh ubat afrodisiak, dan luka pendalaman di bahagian bawah...Erk, lebih baik jangan memikirkannya. Dan luka lidah digigit. Chen Fan memijit pelipisnya, teringat dokter wanita memberitahunya luka tersebut terjadi atas kemahuan pesakit untuk melakukan suicide(Percubaan Cheng Yu untuk bunuh diri) dan wanita itu menyarankan dia agar memberi Cheng Yu makan makanan yang lembut seperti bubur, testur yang tidak kental supaya tidak akan mencederakan lidahnya lagi.
Menurut kiraan dokter tersebut ia akan memakan masa seminggu sebelum luka di lidah Cheng Yu benar-benar sembuh tetapi bergantung dengan pemberian Spirit Water dan penambahan Spirit Enchancing pill, luka di lidah Cheng Yu akan sembuh dalam masa dua hari. Manakala, luka bekas tembakan di betis, juga luka dalamannya juga akan memakan waktu untuk pulih tetapi dengan minum Spirit Water dan Spirit Enchancing Pill, masa untuk Cheng Yu pulih akan di perpendekkan.
Atas desakan Cheng Yu dan dibantu dengan matanya yang besar dan berair hati sang dokter mula mencair seperti jeli. Cheng Yu yang sepatutnya harus tinggal di ruang inap di rumah sakit itu dalam masa seminggu sudah dibenarkan pulang namun dia dilarang untuk melakukan tugas berat seperti mengemasi rumah atau memasak di dapur. Nampaknya Chen Fan harus memesan makanan dari luar. Memikirkan selama Cheng Yu dalam prosess penyembuhan tidak diperbolehkan untuk melakukan kerja berat, perutnya mula memprotes tidak suka. Chen Fan mengakui kalau dia mulai kecanduan makanan buatan Cheng Yu, sungguh.
Chen Fan menghela nafas, dia menoleh ke samping dan melihat wajah Cheng Yu yang sedang tidur dengan damai. Dia menyibakkan rambut cheng Yu yang menutupi separuh wajah bocah mugil itu ke sisi tepi telinganya, mempamerkan wajahnya yang teramat cantik tidak seperti seorang pria yang melakukan operasi plastik untuk terlihat seperti wanita, struktur wajahnya sempurna dari segala sisi. Pipinya juga terasa halus bila disentuh. Seperti menyentuh kulit bayi, getus hati Chen Fan yang tidak sedar sedang memakan tofu dengan menyentuh Cheng Yu lagi.
Kadang-kadang Chen Fan juga akan terpukau melihat Cheng Yu tetapi apabila nama Fang Qiong dibawa masuk ke benak mindanya dia akan kembali ke alam nyata dan mula menjarakkan diri dengan Cheng Yu. Namun siapa tahu pria kecil ini pula yang akan menjauhkan dirinya dengan berpindah keluar dari villa Chen Fan dan kembali ke apartmen lamanya. Ini benar-benar satu tindakan Cheng Yu mengelak untuk bertemu dengannya. Bukankah itu yang direncanakannya tapi malah kenapa ia jadi kebalikan?Chen Fan merasakan tamparan mendarat di wajahnya. Memang benar-benar pedas dan panas.
"Kamu banyak memberiku masalah..."Sang kultivator itu mengeluh buat kesekian kalinya lagi. Tangannya yang membelai pipi halus Cheng Yu dilepaskan. Kepalanya ditoleh menghadap langit sore dipetang hari melalui jendela di samping katil. Chen Fan berkata dengan pandangan kosong, melihat pemandangan indah di waktu senja. "Tapi, tanpa kamu di rumah serasa sepi..."
Tiada siapa yang menjawab, hanya bunyi suara kipas angin di dinding berpusing di kamar mereka dan bunyi kicauan burung bergurau senda pada dahan pokok berdekatan dengan jendela yang tidak tertutup itu.
Keesokan harinya Cheng Yu sudah dibenarkan pulang. Dia ditolak keluar dari pintu gerbang rumah sakit itu dengan menggunakan kerusi roda yang ditolak Chen fan dari belakang. Suasana diantara mereka sunyi, tiada siapa yang tahu untuk memulakan perbicaraan dulu hinggalah kesunyian terpecah dengan bunyi panggilan dari sang pemanggil dari hujung talian.
Chen Fan menghentikan kerusi roda, mengeluarkan ponselnya dari saku celana jeansnya dan melihat nama pemanggil.
Wei Ziqing, putri keturunan Wei.
"Chen Fan, apakah kamu masih di Chu City? Aku tidak bisa masuk ke rumahmu sama sekali! Ada apa dengan semua kabut di rumahmu ini?"Wei Ziqin mengeluh di ujung telepon.
"Adakah yang kamu butuhkan dariku?"Chen Fan mengerutkan alisnya. Dia berencana untuk meninggalkan Chu Zhou City dan kembali daerah kota kecil Si Shui untuk tahun baru Cina.
Wei Ziqin berhenti sejenak dan kemudian berkata dengan nada serius; "Kakekku ingin bertemu denganmu sebelum kamu meninggalkan Chu Zhou City"
Gadis itu kemudian berkata dengan ragu-ragu; "Ayahku juga ada di sini, dia ingin bertemu denganmu juga"
"Ayahmu? Wei Changgeng?" Chen Fan terkejut. Putra tertua Pak Tua Wei disebut Wei Changgeng, dan dia seorang pegawai tinggi di wilayah itu; putra keduanya adalah pemimpin unit militer setempat.
"Mereka ingin membalas dendam untuk Wei Zipin?"Chen Fan berpikir sendiri. Namun, dia tidak takut pembalasan dendam dari keluarga Wei sama sekali. Setengah tahun yang lalu, ketika dia pertama kali bertemu Pak Tua Wei, dia hanya berada di tingkat Foundation Establishment. Bahkan tembakan dari pistol bisa mengancam hidupnya.
Namun, setengah tahun kemudian, dia hampir menyelesaikan Foundation Establishment level dan memperoleh dua artefak Dharma yang mematikan. Dengan bantuan Immortal Will-nya, dia bisa dibilang tak terkalahkan selama dia tidak menghadapi seluruh pasukan.
"Baik, apa salahnya melihat mereka?"Chen Fan segera bersetuju. Seketika kemudian dia kembali teringatkan sesuatu. Dia lekas menyampaikan kepada Wei Ziqing kerana tidak mahu menyusahkan gadis itu yang sudah lama menunggunya di depan villanya yang berkabut dan dari tadi langsung tidak dapat masuk ke dalam.
"Oh ya, kamu kembali dulu ke rumahmu. Aku tiada di Chu Zhou City. Mungkin aku akan tiba di sana dalam masa satu jam lebih"
"Okey, aku balik dulu. Jumpa lagi"Wei Ziqing mematikan panggilan telefon. Dengan langkah malas gadis itu kembali turun dari puncak gunung menuju ke villa rumahnya.
Selepas Wei Ziqing menamatkan panggilan, Chen Fan mematikan ponselnya dan kembali menolak kerusi roda, dan menghentikan taksi yang lalu lalang di jalan. Cheng Yu yang dari tadi senyap kini dengan ragu bersuara; "Uh...siapa tadi tu?Pacarmu?"
"Tidak. Dia temanku. Ayah dan kakeknya sepertinya mahu bertemu aku. Jadi kita harus lekas pulang ke rumah" Chen Fan lekas menidakkan dan menjelaskannya. Dia tidak tahu kenapa dia harus berterus terang dengan bocah mugil ini. Apa ada sesuatu yang salah dengannya?(Chen Fan)
"Oh..."Bibir tipis Cheng Yu dibuka menjadi huruf 'O' Dia bernafas lega mendengar jawapan dari Chen Fan dan mengutuk dengan kebodohannya kerana telah terlupa akan alur plot kisah hidup Chen Fan dan menyalah anggap Chen Fan. Mana mungkin Chen Fan akan ada pacar sehingga dia bertemu dengan Fang Qiong semula.
Ekspresi wajah Cheng Yu membeku teringat nama gadis itu. Pacar?Fang Qiong?Kekasihnya Chen Fan?
Tiba-tiba Cheng Yu merasa dingin menyerang dari kepala sampai ujung kakinya. Pria kecil itu tertunduk dan menatap tangannya yang mengepal erat.
Thump!
Thump!
'Mengapa jantungku berdenyut menyakitkan sih?' Cheng Yu menyentuh dadanya, jantungnya berdenyut tidak keruan dan kadang-kadang ia akan merasakan kesakitan seolah ditoreh oleh pisau apabila memikirkan Chen Fan akan bersama dengan wanita lain dan bukan dirinya. Perasaan ini terasa begitu asing buatnya dan dia juga tidak tahu mengapa ini semua terjadi. Cheng Yu hanya tahu gejala ini akan terjadi apabila dia berdekatan dengan Chen Fan. Haruskah dia mengelak lagi dari Chen Fan lagi?
Tab!Tepukan lembut dari bahu membuyarkan lamunan Cheng Yu yang menjeratnya ke alam separuh sedar. Cheng Yu mendongak melihat Chen Fan memegang bahunya. Dia memandang Cheng Yu dengan tatapan pelik.
"Apa ada masalah?"pria lebih tinggi itu bertanya, bingung dengan emosi Cheng Yu yang tidak stabil sejak bertemu dengannya. Apa dia ada buat kesalahan lain lagi? Cheng Yu benar-benar sukar untuk dijangka!
Cheng Yu mengalih pandangannya ke arah lain, membuka mulutnya dan membalas; "Nggak ada apa-apa"
Perjalanan pulang ke villa di puncak gunung YunWu di Chu Zhou City memakan masa satu jam lebih dan suasana di dalam mobil pun kembali sunyi seperti sebelumnya. Perjalanan yang mengambil masa satu jam lebih terasa bagikan setengah hari lamanya.
Setibanya taksi di villa nya, Chen Fan terus membayar tambang mobil, dan membawa keluar kerusi roda cheng Yu dari taksi. Cheng Yu keluar dari mobil itu dengan hanya bergantung pada kaki kanannya saja. Dia berdiri depan pintu pagar besi sambil menyandarkan tubuhnya pada dinding batu.
"Ini kerusi rodanya. Ayuh duduk"Chen Fan meletakkan kerusi roda tepat depan Cheng Yu, dengan bergantung satu kaki Cheng Yu berjaya melabuhkan punggungnya atas permukaan kerusi roda nya itu. Pintu pagar besi dibuka secara automatik dan Chen Fan segera menolak kerusi roda tersebut masuk ke dalam perkarangan villa menuju pintu masuk utama.
Apabila mereka tiba depan pintu, Chen Fan menurunkan Cheng Yu dari kerusi roda. Perbuatan ini membingungkan pria kecil itu.
"?" Kenapa Chen Fan menurunkan dia?Cheng Yu menatap Chen Fan dengan bingung.
Kerusi roda dipinggirkan di pintu masuk villa dan Chen Fan dengan senang hati mengangkat Cheng Yu dengan mudah dan mendukungnya dengan cara bridal style.
"Wahhh?!Chen Fan. Turunkan saya... ini memalukan..."Tindakan Chen Fan yang tiba-tiba ini memeranjatkan Cheng Yu dan membuatkan jantung sang cowok mugil itu berdebar tidak normal. Pipinya juga terasa berbahang. Dia cuba meronta tetapi tidak berjaya. Kekuatan Chen Fan jauh lebih kuat darinya. Dengan mengharapkan fisiknya yang lemah jangan haraplah dia dapat meloloskan dirinya dari pegangan kuat Chen Fan.
Akhirnya Cheng Yu harus mengalah dan membiarkan Chen Fan membawanya naik ke lantai aras dua, menuju ke bilik yang di tinggali Cheng Yu sebelum dia berpindah keluar dari villa nya. Cheng Yu dibawa masuk ke biliknya dan tubuhnya di baringkan atas kasur tidurnya.
Cheng Yu segera bangun dari berbaring dan duduk di ranjang, menjeling Chen Fan dengan wajahnya yang masih merona merah. Dia masih malu dengan tindakan Chen Fan mendukungnya bridal style. Sekiranya dia di tubuh lamanya mungkin dia akan berteriak dan menari terkinja-kinja diangkat bagaikan seorang puteri tetapi dia sekarang di tubuh seorang pria. Itu sangat memalukan...walau dalam hati sebenarnya dia menyukainya.
"Kamu tinggal saja di kamar. Aku akan menyuruh bibi Liu untuk menyiapkan bubur ayam buatmu. Aku harus keluar untuk menemui temanku dulu"Chen Fan memujuknya sambil tangan besarnya mengusap dengan lembut rambut Cheng Yu hingga menjadi berantakan.
"Hei!Stop it. Rosak rambutku..."Cheng Yu memegang lengan Chen Fan, menghentikan pria itu daripada merosakkan rambutnya lagi.
"Nanti kita makan bersama. Ok?"Chen Fan tersenyum lebar sehingga memperlihatkan gigi-giginya. Diperlihatkan ekspresi wajah Chen Fan yang sedang tersenyum iklas itu
menyebabkan seluruh anggota tubuh badan Cheng Yu terasa lembik seperti jeli, tetapi di sebabkan dia sekarang sedang duduk di kasurnya jadi tiada apa-apa yang terjadi.
Namun hanya Cheng Yu sendiri yang tahu bertapa kuat dan lajunya detak jantung nya buat masa ini kerana di matanya wajah kacak Chen Fan yang terlihat biasa di mata semua orang tampak sangat memukau dan menyerlahkan pesona wajah pria itu. Alas, janganlah senyum macam tu...jantung dia sudah hampir jatuh ke perut ni...
"O...ok.."Cheng Yu mengangguk laju, wajah merahnya di toleh ke arah lain. Terlalu malu untuk bertemu muka dengan Chen Fan.
"Ok, aku pergi dulu..."Chen Fan segera keluar dari kamar Cheng Yu dan berdiri depan pintu kamar bocah mugil itu untuk beberapa saat. Dia menghela nafas dan menyibakkan helaian rambut di wajahnya sehingga berantakan.
"Damn it Cheng Yu, kenapa mesti aku...?"dia bergumam pelan. Chen Fan yang sudah hidup sebagai kultivator selama lima ratus lebih tahun lamanya tahu cara membezakan seseorang yang mempunyai niat baik dan buruk terhadapnya.
Selama dia hidup selama lima ratus tahun dia sudah melihat bermacam ragam manusia yang ingin mendekatinya kerana status dan darjatnya yang lebih tinggi, ada juga yang ingin membalas dendam atas kematian keluarga mereka yang telah dia bunuh dan ada juga sesetengah para wanita kultivator dan wanita biasa yang telah mempamerkan ekspresi wajah seperti yang ditampilkan Cheng Yu sebentar tadi, ekspresi sebagai seseorang yang sedang di lamun cinta.
Chen Fan tahu Cheng Yu diam-diam sudah mula menyukainya tapi dia tidak dapat membalas perasaan Cheng Yu kerana jauh di dasar hatinya Fang Qiong lebih penting dari segalanya. Jadi dia harus menolak cinta Cheng Yu yang baru berputik itu. Sekiranya dibiar lama makin parah jadinya.
Thump!
Tapi apa itu tindakan yang benar harus dia lakukan?Kenapa jantungnya terasa sedikit tidak nyaman apabila memikirkan apa yang harus dia jelaskan pada Cheng Yu nanti?
