Disclaimer: [Masashi Kishimoto] [Ichie Ishibumi]—Etc!

Warning: Smut! NC 18! BDSM! Supranatural! Rape-Man! Lolicon You comehere! And If You just children, so get out!


Semua berawal ketika Uzumaki Naruto, seorang siswa culun di akademi Kuoh, menyatakan cinta pada seorang ratu di akademi tersebut. Gadis itu sungguh cantik, tubuh molek menggoda, kulit porselen sebening susu, bibir merah merona, dan tentunya sepasang aset yang membuat kalian nyaman jika berbaring di atasnya.

—Begitu empuk, bahkan Naruto lelaki culun saja sampai berfantasi bertapa lenturnya pentil itu ketika di gigit.

~Nyoot- begitulah khayalan Naruto setelah mengungkapkan perasaannya.

Saat itu ia dan gadis yang Naruto sukai berada di belakang akademi, tepatnya di depan gedung tua yang dijadikan sebagai ruang klub yang dipimpin sang gadis.

Rias, nama pujaan Naruto hanya diam, ia sebenarnya juga malas bertemu dengan pemuda culun bodoh ini, tapi karena telah sering diganggu melalui surat cinta, ia pun menyerah.

—Niatnya, Rias akan menolak Naruto secara kasar.

Namun sebelum Rias sempat mengatakan sepatah katapun, seorang pemuda bersurai cokelat datang menghampiri mereka, "Oi kuning brengsek! Jangan ganggu buchou, kau tak tahu apa buchou itu calon haremku!"

Pemuda itu membentak kasar, sebelum Naruto membalas ucapan si pemuda, sebuah pukulan mendarat di wajahnya. Kacamata tebal yang Naruto pakai langsung hancur oleh pukulan tersebut, apalagi wajahnya yang lebih lemah dari bahan kacamata.

—Naruto seketika mimisan; hidung, mata dan bibir Naruto ikut lebam.

Naruto tersungkur, setelah kakinya di sapu si pemuda rambut cokelat, kemudian menendang perutnya tanpa perasaan. Ia terbanting membentur pohon, sebelum memproses semua kejadian cepat itu, Naruto pingsan di tempat.

"Ara~ara-!" Seorang gadis anggun, tak kalah montok dari Rias datang menghampiri mereka, ia sedikit prihatin pada Naruto tapi tetap tersenyum begitu hangat pada si rambut cekelat. "Issei-kun memukulnya tanpa ampun~!" Gadis itu terkikik.

"Bajingan ini pantas mendapatkannya~" Pemuda dipanggil Issei itu berteriak lantang, jelas masih belum puas. Saat Issei melangkah mendekat ke arah Naruto, Rias menyela, "Cukup Issei! Lagian kau tak perlu sekasar itu. Mari kita pergi, ada seseorang yang akan datang bertamu nanti!"

Issei tersenyum, agak tampak aneh jika bagi seseorang. "Tapi Buchou, si culun ini berani-beraninya menyatakan cinta padamu, padahal ia hanya seorang manusia biasa. Aku pun yang sang pemilik Longinus, belum menyatakannya padamu-!"

Dalam anggapan Issei, Rias adalah miliknya. Mereka telah tidur telanjang bareng, bahkan Rias pernah membiarkan dirinya memegang payudara besar itu, tapi tentu saja itu hanyalah anggapan.

—Sedangkan Rias hanya membiarkan Issei seperti itu, dalam benak Rias itu akan menjadi motifasi untuk bertambah kuat bagi Issei. Jika Issei kuat, tentu posisinya di Underworld pun meningkat.

Mereka pun berlalu pergi, tak menyadari bahwa Naruto telah mendengar semua perkataan Issei, dan dari sikap Rias pun jelas bahwa gadis itu mendukung tindakannya.

Dalam diam Naruto bertekad akan membalas mereka, tapi apa daya ia yang lemah, tetapi jika ada kesempatan Naruto berjanji pada dirinya untuk membalas rasa malu ini.

Tubuhnya yang sakit membuat Naruto terbaring beberapa jam di tempat itu, tak ada sama sekali orang yang peduli. Pada akhirnya Naruto masih tinggal di sana sampai malam, ia dapat berdiri kembali setelah malam larut, itu pun dengan kaki pincang yang tak sanggup berjalan.

Naruto masih berada di bawah pohon, sambil menatap bulan ia duduk menyandar. Semakin lama ia memikirkan kejadian tadi siang semakin kuat niatnya untuk balas dendam, bahkan terbesit aura pembunuh yang tipis di sekitar tubuhnya, namun itu hanya bisa dilihat oleh para organisme supranatural.

"Kau menarik, bocah!" Seperti hantu, tiba-tiba seorang gadis kecil berpakaian gothic berdiri di hadapan Naruto, tanpa ada tanda kedatangannya.

"Kau tampak menyedihkan." Bocah itu berjalan mendekat, tatapan matanya tampak kosong, Naruto ketakutan seketika.

—Ia menganggap hantu anak kecil mendatanginya.

Gadis berpakaian gothic itu berjongkok di depan Naruto, menatap ke arah sapphire biru si pemuda. Ia menyadari, meskipun saat ini sedang ketakutan, tapi tatapan dingin Naruto tetap ada di sapphire birunya. "Bagus. Kau lulus-!"

Naruto tak tahu apa yang ia ucapkan, namun di saat anak kecil itu memegang tubuhnya, cahaya hijau menyelimutinya, perlahan rasa sakit dan semua lukanya sembuh seketika.

—Satu yang Naruto yakini, kesempatan itu datang begitu cepat.

Tatapan Naruto berkilat dingin, gadis itu terkekeh saat melihat tatapan dengan nafsu membunuh tersebut. "Kau ingin kekuatan?"

Tanya si anak kecil. Naruto tak tahu dan tak menuntut penjelasan, setelah melihat gadis kecil di depannya ini mampu menyihir lukanya, Naruto yakin kekuatan yang dimaksud olehnya lah yang ia butuhkan.

Naruto mengangguk pelan, tapi matanya berkilat dengan tekad dan penuh keyakinan. "Tetapi kau harus melewati rasa sakit yang tak berujung sebelum mendapatkannya."

"Bahkan menjual jiwaku pada iblis pun aku sanggup-!" Potong Naruto tegas.

"Iblis? Oh ini lebih menyakitkan ketimbang jiwamu direnggut oleh makhluk kotor itu,"

"Aku siap!" Sekali lagi dengan penuh keyakinan.

"Bagus... aku suka tekadmu, tapi ku harap tekad itu tetap kuat sampai akhir." Malam pun diam setelah kalimat sang anak kecil, dengan peringatan terakhirnya mereka menghilang, seakan tak pernah ada di sana.


Ini dia segmen baru kita, mengangkat cerita supranatural, man~!

Timeline is when Naruto meets the child..., (Kalian bisa tunggu kelanjutannya di next. ch!)

Tadi sempat baca review, dan ada yang request Rias... but I hate Rias-!

-so, saya membuatnya korban BDSM si-Naru! Hehehe, nantikan bro!

See You,