DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2

CHAPTER 9 : SASUKE AND ROBIN.

( ARABASTA )

Arabasta, sebuah negerti yang berada di Grandline dengna penguasa mereka yatu keluarag Nefertari kini sedang melakukan persiapan karena raja mereka dan putri mereka yatitu Cobra dan Vivi sebentar lagi akan menghadiri reverie.

"Tou-San, lihat! Sasuke-San akan ikut serta dalam reverie ini!" Ucap Vivi sambil menunjukan koran kepada ayahnya.

Cobra pun hanya mengelus janggutnya dan terlihat ia seperti sedang berpikir. "Hmm, ini aneh dan diluar dugaan. Baru pertama kali aku mendengar pemerintah dunia mengundang bajak laut yang bukan Shicbukai ke Marijois." Gumam Cobra.

"Benar juga. Apa maksud dari semua ini? Apa mereka berusaha menyerang Sasuke-San?" Tanya Vivi yang khawatir.

"Terlalu ceroboh dan aku pikir mereka tidak sebodoh itu. Sasuke adalah orang yang sangat kuat dan menjadi bajak laut paling berbayah di dunia ini. Mereka tidak mungkin mengajak Sasuke bertarung di Marijois yang dimana banyak Tenryuubito yang hidup disana." Ucap Cobra.

Vivi pun tersenyum dan ia langsung membuka jendela ruangan dan menatap negeri Arabasta dari jendela tersebut. "Benar. Sasuke-San tidak mungkin kalah oleh angkatan laut dan pemerintah dunia. Dia terlalu kuat untuk dihentikan. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya lagi."

"Haaahh.. Sepertinya putriku ini mempunyai perasaan special pada Uchiha Sasuke." Ucap Cobra sambil tesenyum.

Vivi yang mendengar itu pun wajahnya langsung memerah dan dengan cepat ia membalikan tubuhnya dan menatap ayahnya dan menyilangkan kedua tangannya. "Ti-tidak! Bu-bukan begitu! Aku ingin bertemu dengannya karena kami ini umhhhh…. TEMAN! Yah Teman! Hahahahah."

Cobra yang mendengar itu pun hanya terkekeh melihat putrinya yang salah tingkah. Cobra lalu memejamkan matanya dan melipat tangannya. 'Syukurlah kau datang. Uchiha Sasuke, aku sebenarnya ingin meminta bantuanmu saat reverie nanti. Jika sesuatu buruk terjadi padaku, tolong lindungilah Vivi dan Arabasta.' Gumam Cobra dalam hatinya.

( MARINEFORD )

"Jadi bagaiamana Sakazuki? Apa sebaiknya aku ke Marjois?" Tanya Kizaru kepada Akainu.

"Tidak perlu Borsalino." Ucap Akainu sambil menyeringai. "Jika itu yang mereka inginkan, maka jangan bantu mereka! Kita lihat apa yang akan Uchiha Sasuke lakukan disana." Lanjutnya.

"Hmmmm? Bukankah itu terlalu berbahaya? Bagaimana bila ada kerusuhan disana?" Tanya Kizaru.

"Birakan saja. Mereka sendiri yang bilang kita tidak perlu ikut campur tentang Uchiha Sasuke dan aku ingin melihat apa yang akan dilakukan ke lima orang tua itu." Jawab Akainu sambil menyeringai.

Kizaru pun kembali duduk di sofanya dan menyilangkan kakinya. "Ryokyugu ada disana. Setidaknya ada seseorang yang bisa menghambat pergerakan Sasuke jika dia ingin membuat kerusuhan." Ucap Kizaru.

"Ah. Lagipula disana banyak warga sipil dan semua keluarga kerajaan akan berkumpul. Sasuke tidak mungkin bertindak brutal. Seperti yang kita tahu, dia bukanlah tipikal bajak laut yang brutal. Dia hanya akan menyerang jika ada yang mengganggunya. Selama kita tidak megusiknya, dia pun tidak akan bertindak." Ucap Akainu.

"Benar juga. Aku baru teringat kejadian satu tahun yang lalu." Ucap Kizaru tiba-tiba.

"Hmm? Kejadian mana yang kau bicarakan?" Tanya Akainu.

"Satu tahun lalu, Arabasta sempat diduduki oleh Kurohige dan di saat yang bersamaan kita mendengar bahwa Kurohige sempat bertarung dengan Uchiha Sasuke dan setelah pertarungan itu Kurohige pergi dari Arabasta dan kini Arabasta kembali stabil. Bagaimana menurutmu Sakazuki?" Tanya Kizaru kepada Akainu.

Akainu yang mendengar itu pun hanya menghisap cerutunya dan melipat kedua tangannya. "Huffftt.. Kau berasumsi bahwa Arabasta mempunyai hubungan dengan Uchiha Sasuke?" Tanya Akainu sambil menghembuskan asap dari mulutnya.

"Itu pendapatku. Bagaimana menurutmu?" Tanya Balik Kizaru.

"Tidak pernah tersebar berita bahwa Uchiha Sasuke mempunyai hubungan dengan keluarga kerajaan Arabasta. Tapi asumsimu patut untuk diselidiki dan dibuktikan kebenarannya karena jika sampai itu benar, maka kita juga harus menghancurkan Arabasta." Ucap Akainu.

( DUNIA BARU : ZOU )

BUAGH!

Tubuh Robin seketika terasa lemas dan ia langsung terduduk. Tubuhnya bergetar dan air mata pun keluar dari matanya saat ia melihat seseorang yang sudah lama ia ingin temui. Bibirnya bergetar karena saat ini perasaannya sangat campur aduk antara senang, marah, sedih dan takut dan yang bisa ia lakukan hanyalah menatap Sasuke.

"SASUKKEEEEE!" Luffy pun langsung berlari dan memeluk Sasuke dengan erat.

"Jadi dia yang bernama Uchiha Sasuke…" Gumam Kinemon sambil menatap Sasuke..

"Orang yang pernah mengalahkan Kaido.." Momonosuke pun hanya menganga dan menatap Sasuke.

"Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya disini." Ucap Franky sambil menelan ludahnya.

"Yohohoho aku merasakannya. Auranya sangat kuat sekali." Ucap Brook.

Nami pun hanya menatap Sasuke dan memofukskan matanya ke wajah Sasuke. Wajahnya tiba-tiba merona dan ia memegang kedua pipinya dengan kedua tangannya. 'S-sulit dipercaya! Bagaiamana bisa ada pria yang mempunyai wajah sempurna seperti itu? Aku baru pertama kali melihat pria setampan dia!' Gumam Nami dalam hatinya.

"Sugeeee.. Mirai Kaizoku-O ada di depan mataku.." Ucap Chopper.

"…." Law tidak mengatakan apapun karena tidak tahu kenapa, dia merasa ketakutan saat melihat Sasuke secara langsung. Law merasa tatapan Sasuke sangat mengintimidasi dan Law tidak menyukai tatapan seperti itu.

"Jadi ini bajak laut terkuat didunia?" Tanya Ussop yang terkagum melihat Sasuke.

"Uchiha Sasuke!" Gumam Zoro sambil menyeringai dan langsung menggenggam katananya. Mata Zoro langsung terfokus pada pedang yang berada di pinggang Sasuke. "Jadi itu.. Kusanagi no Trusugi.." Zoro pun mengetahui tentang pedang kusanagi karena Mihawak menceritakan betapa kuatnya pedang itu.

Sasuke pun hanya menghela nafas karena tidak menyangka bahwa akan bertemu kelompok Luffy disini. "Lepaskan pelukanmu." Ucap Sasuke dengan datar.

"E-Eh? Baik! Shishishihi!" Luffy pun langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Sasuke. "Apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kau ingin ikut aliansiku?" Tanya Luffy

"Aliansi?" Gumam Sasuke.

"Benar! Kami sedang membuat aliansi besar untuk mengalahkan Kaido. Oh ia aku belum memperkenalkan nakamaku kepadamu kan!? Akan aku perkenalkan sekarang." Ucap Luffy yang benar-benar senang.

Luffy lalu menarik Sasuke dan berlari mendekati nakamanya. "Lihat Tengkorak itu! Dia adalah Brook dan dia adalah musisi terhebat yang pernah aku temui."

Sasuke pun langsung mengarahkan pandangannya pada Brook dan sweatdrop. Dia tidak menyangka Luffy akan mengizinkan tengkorak sepertinya untuk menjadi anggotanya. Namun Sasuke tersenyum karena ia tahu bahwa selera Luffy memang aneh.

"Hn. Senang bertemu denganmu." Ucap Sasuke kepada Brook.

"YOHOHOHOHOHO! Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu Sasuke-San." Ucap Brook yang sangat senang karena di sapa oleh Sasuke.

"Lalu kau lihat robot besar yang itu?" Dia adalah Franky! Dia adalah tukang kayu yang hebat dan yang memberikanku kapal Sunny Go!" Ucap Luffy.

"Yooo. Mirai-Kaizoku-O jika kau mempunyai masalah dengan kapalmu aku siap membantumu!" Ucap Franky kepada Sasuke.

"Hn. Terima kasih." Jawab Sasuke singkat.

"Sasuke! Kau lihat rusa itu!" Ucap Luffy sambil menunjuk Chopper.

Sasuke pun langsung menatap Chopper dengan datar yang membuat Chopper ketakutan dan berlindung di balik kaki Ussop. "Ussop, aku takut!" Gumam Chopper.

"Tonakai?" Ucap Sasuke sambil berjongkok dan menatap Chopper sambil tersenyum.

Chopper pun yang mendengar itu terkejut karena biasanya saat pertama kali bertemu dengannya orang-orang menyebutnya tanuki sedangkan Sasuke langsung menyebutnya tonakai.

"A-ah aku tonakai, Senang bertemu denganmu." Ucap Chopper.

"Dia adalah seorang dokter yang hebat Sasuke!" Ucap Luffy sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung berdiri dan tersenyum kepada Chopper. Sasuke lalu menatap Ussop dengan datar dan membuat Ussop langsung ketakutan. "Lalu siapa si hidung panjang ini?" Tanya Sasuke sambil menatap Ussop.

"AH! Dia Ussop! Kau ingat kan saat aku bercerita tentang temanku yang suka berbohong? Dialah orangnya!" Ucap Luffy sambil tersenyum.

"OII!" Ussop pun marah karena dibilang tukang bohong oleh Luffy.

"Tidak apa-apa. Salah satu kemampuan yang harus dimilki oleh bajak laut adalah berbohong. Senang bertemu denganmu." Ucap Sasuke kepada Ussop sambil tersenyum.

Ussop pun langsung merasa bangga dan tersenyum kepada Sasuke. "Senang bertemu denganmu juga Sasuke-San!" Ucap Ussop.

"DAN DIALAH ORANGNYA SASUKEEE!" Ucap Luffy sambil menunjuk Nami.

Nami pun langsung kebingungan saat mendengar Luffy berteriak seperti itu dan menunjukanya. "A-apa?" Tanya Nami yang kebingungan.

Sasuke pun langsung menatap Nami dengan dingin dan membuat Nami merinding. "Ha-halooo. Senang bertemu denganmu." Ucap Nami dengan gugup sambil melambaikan tangannya.

"Dia yang sering memukulku dan sering meminta bayaran kepadaku! Dialah yang mengambil emasmu dan selalu menggunakan uang anggota untuk membeli baju!" Ucap Luffy sambil menunjuk Nami.

"Tu-Tunggu Luffy!" Nami pun protes karena ia kesal dijelek-jelakan di depan Sasuke yang adalah kakakanya Luffy.

Sasuke pun langsung menatap Nami dengan dingin dan mendekatinya. "Aku dengar kau selalu memukulinya?" Tanya Sasuke kepada Nami.

Nami pun merinding saat menerima tatapan Sasuke. "Ti-tidak tuan maksudku tidak Sasuke-San. Luffy lah yang selalu bertindak ceroboh. A-aku memukulnya untuk memperingatkannya saja." Ucap Nami kepada Sasuke.

"Haruskah kau memukulnya?" Tanya Sasuke kepada Nami dengan datar.

Nami pun makin merinding karena ia tidak tahu harus menjawa apa. Nami lalu melihat Luffy yang berdiri di belakang Sasuke sambil menjulurkan lidahnya kepada Nami.

"UWEEE!" Ucap Luffy sambil menjulurkan lidahnya kepada Nami.

Seluruh orang yang berada disana khususnya seluruh anggota topie jerami berkeringat jatuh saat melihat kapten mereka berlindung di balik Sasuke dan mengejek Nami. Perempatan pun timbul di dahi Nami saat ia melihat Luffy sedang mengejeknya. Jika saja tidak ada Sasuke disini maka dia sudah pasti akan memukul Luffy.

"Si bodoh Luffy itu. Dia sekarang seperti seorang anak kecil yang meminta bantuan kepada kakaknya." Gumam Franky.

"Sepertinya perkataan Sabo benar. Luffy memang bersikap berbeda di depan Sasuke." Ucap Zoro sambil tersenyum.

"A-ano Sasuke-San dia sering sekali bertindak ceroboh. Dia selalu menghabiskan stok makanan yang kita siapkan untuk seminggu. Dia juga selalu menyerang musuh dengan gegabah dan membuat kami khawatir." Ucap Nami kepada Sasuke.

Sasuke pun langsung mengarahkan pandangannya pada Luffy. Luffy yang tahu dan merasa perkataan Nami benar, langsung memalingkan wajahnya dan bersiul.

"Kemarilah Luffy." Ucap Sasuke.

"Baiklah!" Luffy pun langsung berlari kegirangan dan mendekati Sasuke.

TLAK!

"SAAAKKKIIITTT!" Luffy pun memegangi dahinya karena disentil oleh Sasuke dengan sangat keras dan membuat dahinya memerah.

Sasuke pun langsung kembali menatap Nami dan tersenyum kepadanya. "Senang bertemu denganmu. Aku mengerti apa yang kau rasakan. Saat kecil dia juga selalu seperti itu dan membuatku khawatir." Ucap Sasuke.

Wajah Nami pun kembali memerah saat melihat Sasuke tersenyum kepadanya. 'Ta-tampannya….' Gumam Nami dalam hatinya.

Luffy pun kembali bangkit berdiri dan ia langsung menujuk Zoro. "Nah yang itu adalah wakil kaptenku. Dia bercita-cita untuk menjadi pendekar pedang terhebat di dunia."

"Pendekar pedang terhebat?" Zoro pun sedikit melirik Zoro yang sedang duduk sambil menyeringai.

"Ah! Aku dengar kau pernah mengalahkan Taka no Me dan aku sangat tertarik dengan pedang yang kau bawa itu." Ucap Zoro kepada Sasuke.

Sasuke pun langsung melirik pedangnya dan langsung menyabut kusanaginya dari sarungnya. "Kenapa dengan pedang ini?" Tanya Sasuke yang juga agak bingung dengan perkataan Zoro.

"Taka no Me bilang pedangmu itu sangat unik. Pedang itu bisa meniru gerakan musuh dengan sekejap dan mempunyai tingkat ketajaman yang tidak masuk akal. Kusanagi no Tsurugi, pedang yang bisa menebas Kaido, Big Mom dan juga para admiral. Pedang itu tidak hanya menebas tubuhmu tapi juga menebas jiwamu." Ucap Zoro dengan serius.

Momonosuke dan Kinemon pun kagum saat mendengar perkataan Zoro terutama saat Zoro bilang pedang itu mampu menebas Kaido.

"Be-benarkah? Apa pedang itu sekuat yang kau katakan Zoro-Dono?" Tanya Kinemon.

"Sugeee! Aku baru dengar ada pedang yang mempunyai kekuatan hebat seperti itu." Ucap Momonosuke.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya sweatdrop karena ia tahu bahwa media pasti membesar-besarkan berita lagi dan kali ini tentang pedangnya. "Pedang ini… tidak sehebat yang kau kira.. ini hanya pedang biasa.." Ucap Sasuke sambil sweatdrop.

Sasuke pun lalu mengarahkan pandanganya kepada Zoro. "Luffy memang merepotkan-"

"Tapi tolong jaga dia dengan baik. Itukan yang akan kau katakan?" Ucap Zoro yang langsung memotong perkataan Sasuke karena ia sudah pernah bertemu dengan Ace dan Sabo dan mereka berdua mengatakan hal yang sama.

Sasuke pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kau salah. Yang ingin aku katakan adalah Luffy memang merepotkan dan jika terasa terlalu merepotkan buang saja dia ke laut dan aku dengan senang hati akan menggantikannya dan menjadi kapten kalian."

"EEEEEHHHHHH!?" Semua kru topi jerami pun membelalakan matanya karena terkejut dengan perkataan Sasuke.

"KONOYARO! Kau dari awal memang ingin mencuri nakamaku Sasukee!" Teriak Luffy kepada.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Lalu ia mengarahkan pandanganya kepada wanita yang dulu sempat berlayar bersama dengannya. Nico Robin.

Robin pun membelalakan matanya saat matanya bertemu dengan mata Sasuke. Mata yang sudah lama ia tidak lihat dan wajah yang begitu ia rindukan kini hadir didepannya. Robin pun menelan ludahnya dan memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Sasuke.

"Sa-Sasuke-Kun.." Gumam Robin.

Sasuke hanya menatap Robin dengan datar dan ia langsung memalingkan wajahnya. "Lalu dimana kokimu?" Tanya Sasuke kepada Luffy.

Merasa diacuhkan Robin pun merasa hatinya sangat sakit dan ia mengeluarkan air matanya kembali. Dia meremas pahanya sekuat mungkin dan tertunduk lesu dan dia tahu dia akan mengelami percakapan panjang dengan Sasuke setelah ini.

"Ah Sanji! Dia di culik oleh Big Mom. Dia akan dinikahkan dengan anaknya Big Mom. Aku berencana untuk ketempatnya Big Mom dan mengambil Sanji kembali." Ucap Luffy kepada Sasuke.

"Linlin… Hobi sekali dia menikahkan anaknya dengan pria asing." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Nami pun membelalakan matanya karena ia pun mengingat sesuatu. "A-ano Sasuke-San, kalau tidak salah aku pernah mendengar kau akan dinikahkan dengan salah satu putrinya Big Mom. Apa itu benar?" Tanya Nami kepada Sasuke.

"Hn. Sebenarnya dia berniat membunuhku dan sama sekali tidak berniat menikahkanku dengan Galette. Karena itu lah aku menghajarnya." Ucap Sasuke.

Seluruh kru topi jerami yang mendengar itu pun membelelakan matanya. Saat mendengar cerita Sasuke yang sebenarnya, mereka makin khawatir hal yang serupa akan menimpa Sanji.

"Gawat! Bisa jadi Sanji akan dibunuh juga!" Ucap Chopper yang khawatir.

"Kita harus cepat kesana sebelum hal buruk menimpa Sanji-San!" Ucap Brook.

Sasuke yang mendengar itu pun lalu mengarahkan pandangannya kepada Luffy dan menatapnya dengan serius. "Cepatlah sebelum kokimu itu mati. Linlin adalah wanita gila dan dia akan melakukan apapun untuk menggapai tujuannya." Ucap Sasuke kepada Luffy.

"OIII! UCHIHA SASUKEEE!"

Sasuke pun membalikan tubuhnya dan menoleh kearah sumber suara. Ia melihat Nekomamushi dan Inuarashi yang menatapnya dengan kesal.

"Apa?" Tanya Sasuke dengan datar.

""DASAR PEMBOHONG!""

SIUUUNGG!

DUAAAARRRR!

"OIIIIII! APA YANG KALIAN LAKUKAN!?" Teriak Luffy.

Semua orang yang berada disana pun membelelakan matanya saat melihat Nekomamushi dan Inuarashi menyerang Sasuke.

Inuarashi dan Nekomamushi langsung melompat dan menyerang Sasuke bersamaan. Tapi Sasuke langsung mengeluarkan kusanaginya dan menahan serang mereka dengan mudah.

"KAU BILANG KAU TIDAK AKAN BERTARUNG DENGAN KAIDO!" Teriak Nekomamushi.

"Kalau tahu kau bisa mengalahkan Kaido, kami pasti ikut kesana dan membantumu!" Ucap Inuarashi.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menghela nafas dan mendorong mereka berdua dengan kusanaginya dengan sangat kuat sehingga membuat mereka terpental dan menabrak road poneglyph yang berada dibelakang.

SSIUNNGG!

DUAAAARRRR!

"OOIII! Sasuke! Apa yang kau lakukan!?" Teriak Luffy kepada Sasuke.

"Nekomamushi dan Inuarashi masih cedera! Kau tidak boleh melemparnya seperti itu!" Teriak Chopper kepada Sasuke.

"Sa-Sasuke-San tenanglah mereka mungkin hanya kesal.." Ucap Nami kepada Sasuke.

"Ciiih!" Law pun langsung memegang pedangnya dan bersiap untuk bertarung.

Inuarashi dan Nekomamushi pun langsung bangkit berdiri dan mengerang kesakitan. "Kusoo! Kuat sekali dia!" Ucap Nekomamushi.

"Lukaku sepertinya terbuka kembali." Gumam Inuarashi.

Sasuke pun kembali memasukan kusanaginya kedalam sarungnya dan menatap mereka berdua dengan datar. "Maaf. Saat itu aku terbawa suasana dan terpaksa harus bertarung dengan Kaido. Tidak ada pilihan lain saat itu." Ucap Sasuke.

"Goranyayaya! Tetap saja kau berbohong!" Teriak Nekomamushi kepada Sasuke.

"Lalu, apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?" Tanya Inuarashi.

"Apa kalian tahu keberadaan Marco?" Tanya Sasuke.

"Marco? Kenapa kau bertanya tentang Marco?" Tanya Inuarashi.

"Aku berencana untuk menggantikan Shirohige dan memimpin bajak laut Shirohige." Ucap Sasuke dengan datar.

BLINK!

BLINK!

BLINK!

"EEEEEEEEEEHHHHHHHHH!?""

Semua orang pun membelalakan mata mereka sehingga mata mereka keluar karena saking terkejutnya dengan perkataan Sasuke.

"O-Oi, apa kau serius!?" Tanya Law kepada Sasuke.

"SUUUGGEEEE! SASUKE!" Teriak Luffy yang matanya pun berbinar-binar.

"Ti-tidak bisa dipercaya! Ini akan menjadi berita besar!" Ucap Nami yang juga terkejut.

Robin yang mendengar itu pun hanya membelalakan matanya dan menatap punggung Sasuke. Dia tahu karakter Sasuke yang selalu ingin menyendiri dan jika Sasuke memutuskan untuk memimpin sebuah bajak laut sebesar bajak laut Shirohige, pasti ada sesuatu yang tidak beres.

"Ke-kenapa kau ingin menggantikan Shirohige?" Tanya Nekomamushi.

Sasuke pun memejamkan matanya dan melipat tangannya. "Ada hal besar yang harus aku lakukan dan aku membutuhkan banyak bantuan. Aku kira Marco dan kawan-kawan adalah orang yang tepat." Ucap Sasuke.

Nekomamushi pun mengisap roko pipanoya dan menatap Sasuke. "Sebenarnya aku juga ingin bertemu dengan Marco untuk membantu aliansi kami untuk mengalahkan Kaido." Ucap Nekomamushi.

"Berapa banyak yang kalian butuhkan untuk mengalahkan Kaido?" Tanya Sasuke sambil tersenyum mengejek kepada Luffy.

Luffy yang melihat raut wajah Sasuke pun mengerti bahwa saat ini dia sedang di ejek dan langsung mengerang kesal. "Kalau begitu aku akan bubarkan aliansi ini dan aku sendiri yang akan pergi ke Wano!" Luffy langsung mengarahkan pandanganya ke seluruh nakamanya dan melipat tangannya. "OMAERA! Sudah kuputuskan! Aku sendiri yang akan mengalahkan Kaido!"

""JANGAN BERCANDAA!"" Nami dan Ussop pun langsung berteriak kepada Luffy.

"Jangan samakan kami dengan dirimu, Mirai Kaizoku-O. Kami ini hanya manusia biasa sedangkan kau adalah monster. Biarkan kami beraliansi mengalahkan Kaido." Ucap Law kepada Sasuke.

Sasuke pun lalu mengarahkan pandangannya kepada Law. "Jadi ini rencanamu untuk mengalahkan Kaido?" Tanya Sasuke kepada Law.

"Aku percaya pada adikmu karena itulah aku memilih mugiwara." Jawab Law.

"SASUKE-DONO!" Kinemon langsung berteriak kepada Sasuke.

"Hn?" Sasuke pun langsung menatap Kinemon. "Samurai kah?" Sasuke lalu mengarahkan padangannya kepada Momonosuke. "Dan…. Siapa bocah ini?" Tanya Sasuke.

"JANGAN PANGGIL AKU BOCAH! Aku adalah Kozuki Momonosuke dan aku adalah calon pemimpin shogun Wano Kuni!" Teriak Momonosuke kepada Sasuke.

Sasuke menatap Momonosuke dengan dingin dan membuat Momonosuke sedikit mundur beberapa langkah karena ketakutan. "Jadi kau, putra dari Kozuki Oden?"

"Be-benar! Aku putra dari Kozuki Oden!" Jawab Momonosuke.

Sasuke lalu mengarahkan pandangnnya kepada Kinemon. "Dan kau salah satu samurai merah, Kinemon? Lalu…" Sasuke lalu mengarahkan pandangannya kepada Kanjuro.

Kanjuro langsung menelan ludahnya karena ketakutan. "Na-namaku adalah Kanjuro. Senang bertemu denganmu." Ucap Kanjuro dengan terbata-bata.

Sasuke tidak menjawab Kanjuro dan terus menatapnya dengan datar. Sasuke merasa ada yang aneh dengan orang yang bernama Kanjuro ini. "Untuk siapa kau bekerja?"

Semua orang yang berada di sana pun terkejut dengan pertanyaan Sasuke terutama Kanjuro. 'Ga-gawat! Apa dia mengetahuinya!?' Gumam Kanjuro dalam hatinya dan kini ia mulai berkeringat dingin.

"Sasuke-Dono, Kanjuro adalah teman kami dan salah satu pengikut Oden-Sama. Bersama dengan kami, dia juga salah satu saksi dan melihat secara langsung bagaiamana Oden-Sama dieksekusi oleh Kaido dan Orochi." Ucap Kinemon kepada Sasuke.

Sasuke lalu mengaktifkan sharingannya dan mencoba membaca pikiran Kanjuro. Sasuke langsung tersenyum saat ia sudah mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Kanjuro. "Hn. Aku menganggumi kesetiaanmu terhadap tuan dan teman-temanmu. Namun, kepercayaan yang berlebihan kadang-kadang menimbulkan kekecewaan yang sangat besar." Ucap Sasuke.

Kanjuro pun makin berkeringat dan membelalakan matanya. Dia kini sudah bingung dengan apa yang harus dia katakana dan lakukan karena, jika Sasuke membocorkan semuanya disini, dia pasti akan tertangkap dan tidak bisa melarikan diri.

Disisi lain, Robin mengepalkan kedua tangannya dan merasa perkataan Sasuke yang barusan itu ditujukan kepadanya. Dia merundukan kepalanya dan mencoba untuk berbicara kepada Sasuke.

"SASUKE-DONO!"

Robin langsung menatap Kinemon yang ternyata lebih dulu memanggil Sasuke dan sepertinya ia harus menunggu sampai Kinemon beres berbicara.

"Aku ingin meminta bantuanmu! Demi mengalahkan Kaido dan Menurunkan Kurozumi Orochi dari tahta tertinggi di Wano Kuni, demi menyalamatkan Wano Kuni dan membuka negeri Wano, dan juga demi membalaskan kematian dari Kozuki Oden, maukah kau beraliansi dengan kami?" Tanya Kinemon yang berlutut di depan Sasuke.

Sasuke pun menghela nafas dan langsung menatap Luffy. "Kau perlu bantuanku untuk mengalahkan Kaido?"

Luffy yang mendengar itu pun kembali menatap Sasuke dengan serius. "Maaf Sasuke tapi kali ini biarkan aku bergerak sendiri. Aku tidak ingin kau membantuku karena aku ingin mengalahkan Kaido dengan kekuatanku sendiri. Aku sudah berjanji bukan? Suatu saat aku akan mengalahkan Kaido sama seperti yang kau lakukan." Jawab Luffy dengan serius.

Sasuke pun tersenyum dan kembali menatap Kinemon. "Kau dengar kan? Percayakan saja semuanya pada dia. Dia mungkin bodoh, konyol, cengeng, tak berotak dan ceroboh."

"OOOOIII!" Luffy pun langsung meneriaki Sasuke karena kesal.

"Tapi dia orang yang bisa dipercaya. Jika dia mengatakan akan mengalahkan Kaido, maka dia akan mengalahkannya." Ucap Sasuke.

Semua kru topi jerami pun langsung tersenyum saat mendengar perkataan Sasuke tersebut.

"Heh! Dia memang kejam tapi dia pun percaya dengan Luffy." Ucap Franky sambil tersenyum.

"Sepertinya Luffy benar, dia berbeda dari kakak-kakaknya yang lain." Ucap Zoro sambil tersenyum.

"Dan juga Sasuke…" Luffy pun kembali berbicara. "Setelah mengalahkan Kaido aku akan menantangmu berduel! Akulah yang akan menjadi raja bajak laut!" Ucap Luffy kepada Sasuke.

Semua orang yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan langsung memelototi Luffy.

"Oi Mugiwara-ya! Jangan bercanda!" Ucap Law kepada Luffy.

"Lu-Luffy…" Gumam Nami yang terlihat sangat khawatir.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Luffy. "Apa kau yakin? Aku harap kau tidak akan mengecewakanku jika saat itu tiba." Ucap Sasuke kepada Luffy.

"Tentu saja! Aku akan mengalahkanmu suatu saat nanti! Tunggu saja! Aku akan urus Kaido terlebih dahulu baru setelah itu kau dan aku akan menjadi raja bajak laut! SHishishishi." Ucap Luffy sambil tersenyum.

"Aku juga!" Zoro pun lalu bangkit berdiri dan mengeluarkan pedanganya dan mengarahkannya kepada Sasuke. "Aku ingin melihat sebarapa kuat kusanagi no tsurugi dan ingin melihat keahlian berpedangmu!" Ucap Zoro sambil menyeringai.

"Hn. Dilihat dari raut wajah kalian sepertinya kalian meremehkanku." Sasuke lalu melipat tangannya didepan dadanya dan mengangkat jari telunjuknya.

SSSIIINGGG!

BOOOOMMM!

DUUAAAAARRR!

CRACK!

Seketika tubuh Sasuke diselimuti aura ungu kehitam-hitam dan tercipta angin yang sangat besar. Suasana pun seketika mencekam dan membuat semua orang yang berada disitu langsung bergidik dan merinding ketakutan. Beberapa dinding pun retak karena tidak sanggup menahan aura Sasuke yang begitu dahsyat karena Sasuke kini sedang mengeluarkan chakra yang begitu besar yang ia gabungkan dengan Haoshoku Haki.

"A-apa ini? A-aku akan mati!" Ucap Momonosuke sambil memegangi lehernya karena merasa dicekik dan tidak bisa bernafas.

"Sa-Sasuke-Kun!" Robin pun kesulitan bernafas dan memegangi dadanya.

"MUGIWARA-YAAA! LAKUKAN SESUATU!" Teriak Law yang juga sesak nafas dan memegangi lehernya.

Tubuh Luffy pun bergetar dan membelelalakan matanya dan menatap Sasuke. Dia mencoba untuk bergerak namun setiap bagian tubuhnya tidak ada yang mau bergerak.

WUSSSSH!

GOAAAAAAAARRRR!

Seketika dari tubuh Sasuke muncul sebuah aura yang membentuk sebuah monster bermata satu dan monster itu pun meraung dengan keras dan membuat seluruh orang yang berada disana pun makin ketakutan.

Robin disisi lain mencoba untuk bangkit berdiri dan mencoba untuk menghentikan Sasuke namun apa daya tubuhnya tidak bisa bergerak karena pandangannya terpaku terhadap monster yang berada di belakang Sasuke. 'I-inikah monster yang pernah mengalahkan Kaido!?' Gumam Robin dalam hatinya karena ia sebenarnya pernah melihat monster itu melalui visual denden mushi saat di Baltigo tetapi dia tidak menyangka ternyata melihatnya secara langsung membuatnya merinding ketakutan.

Luffy pun terus berusaha bergerak namun tidak ada hasil dan dia malah terus berkeringat dingin dan terpaku menatap Sasuke.

"Jika saat itu tiba, aku tidak akan melihatmu sebagai adikku tapi sebagai musuh yang harus aku bunuh! Aku tidak akan bersikap lunak lagi padamu Luffy." Ucap Sasuke sambil menatap Luffy dengan tajam.

Luffy pun bergidik dan langsung berkeringat dingin saat menerima tatapan Sasuke. Baru pertama kali ia melihat Sasuke semenyeramkan ini dan tentu saja itu sangat membuatnya terkejut.

WUUSSSHHH!

Sasuke lalu menurunkan jari telunjuknya dan auranya pun ikut menghilang.

"Hah…hah,,,,hah,,,,hah,,, Apa itu..? Aku tidak bisa bernafas tadi.." Ucap Nami yang langsung terduduk sambil memegangi dadanya.

"….." Zoro pun tidak berkata apa-apa dan hanya menatap Sasuke dengan tajam. Terlihat tubuhnya sudah dipenuhi keringat dan tangannya tidak bisa berhenti gemetar. 'Apa apaan itu!? Itu bukan Haoshoku haki. Aku merasakan aura membunuh yang sangat besar dari dirinya!' Gumam Zoro yang ketakutan.

"CIH! Sudahku bilang menantangnya bertarung adalah ide yang buruk mugiwara-ya! Level dia sudah jauh berada di atas Yonkou dan kita mengumpulkan banyak pasukan hanya untuk mengalahkan Kaido! Sedangkan dia berhasil mengalahkan Kaido dan seluruh anak buahnya sendirian! Apa kau berpikir bisa menang satu lawan satu dengannya!?" Ucap Law.

Chopper dan Ussop pun sudah tidak mampu berbicara karena barusan mereka merasa baru saja dibunuh oleh Sasuke. Mereka merasa ada yang menusuk jantung mereka sehingga mereka kesulitan bernafas. Hal yang sama pun dirasakan oleh Kinemon, Kanjuro, Momonosuke, Franky Brook, Inuarashi, Nekomamushi dan juga Robin. Mulut mereka terasa kaku dan tidak bisa berbicara karena saking ketakutannya mereka.

"Su-sugeee! Inikah kekuatan dari seorang calon raja bajak laut?" Tanya Franky yang berkeringat dingin.

"Yoho-yohohohoh! Aku merasa baru saja memasuki alam lain.." Gumam Brook.

Luffy pun menelan ludahnya dan memberanikan diri untuk berbicara. "A-Aku pasti bisa! Aku pasti bisa mengahkannya!" Ucap Luffy yang terlihat ragu.

"Kau pun menjadi ragu sekarang." Ucap Sasuke sambil tersenyum. "Tapi tidak apa-apa. Fokuslah pada tujuanmu untuk mengalahkan Kaido. Aku akan menunggu diluar karena sepertinya kalian sedang membiacarakan hal yang penting." Sasuke pun lalu pergi meinggalkan mereka.

Robin yang melihat Sasuke pergi pun langsung bangkit berdiri. Dia merasa sudah terlalu lama terdiam dan dia harus memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Sasuke.

"Luffy aku-"

"Ah. Tidak apa-apa Robin. Pergilah. Kau harus menemuinya. Shishishi." Ucap Luffy sambil tersenyum.

Robin yang medengar itu pun langsung tersenyum dan berlari mengejar Sasuke.

Setelah kepergian Sasuke, terlihat semua orang yang berada disana langsung menghela nafas dan duduk di tempat mereka masing-masing. Terlihat mereka semua lega dengan kepergian Sasuke karena baru saja mereka melihat kekuatan Sasuke yang sangat mengerikan dan hampir membuat mereka kejabisan nafas.

"Uaaaaahhhhh! OI! LUFFY! Torao benar! Sasuke bukanlah manusia biasa! Kau dengar sendiri bukan? Dia bahkan lebih kuat daripada Yonkou!" Ucap Ussop kepada Luffy.

"Be-benar Luffy aku tadi merasa telah mati saat Sasuke mengeluarkan hakinya!" Ucap Nami kepada Luffy.

"Aku tidak percaya Robin sanggup menjadi kekasihnya…" Gumam Franky

Momonosuke dan Kinemon terkejut saat mendengar perkataan Franky dan membelalakan mata mereka. "Di-dia adalah kekasih Robin-Dono!?" Tanya Kinemon.

"Aku tidak tahu kalau Robin ternyata sudah mempunyai kekasih.." Gumam Momonosuke.

Brook pun langsung mendekati Momonosuke dan menyeringai dengan wajah tengkoraknya. "Yohohoho Momonosuke-San, apa aku harus memberitahu Sasuke-San tentang tindakan mesum yang pernah kau lakukan pada Robin-San?"

Momonosuke pun langsung merinding dan terlihat dari wajahnya ia benar-benar ketakutan sekarang. "KUMOHON BONEKICHI! JANGAN LAKUKAN ITU!"

"Kau pun merasakannya kan Luffy?" Tanya Zoro tiba-tiba kepada Luffy.

LUffy yang mendengar itu pun menatap seluruh nakamanya dengan serius. "Ah. Barusan dia berniat untuk membunuh kita semua. Itu peringatan darinya supaya kita sadar dengan kekuatan kita. Tapi aku tahu dia tidak benar-benar berniat membunuh. Itu hanya gertakan saja." Ucap Luffy.

"Di-dia lebih menyeramkan daripada Kaido.." Gumam Momonosuke.

"Be-benar! Tadi aku seperti melihat iblis!" Sambung Kinemon.

"Bagaiamana orang seperti dia bisa terlahir didunia ini?" Tanya Nekomamushi.

"Aku berharap tidak akan menjadi musuhnya suatu saat nanti." Ucap Inuarashi.

"Shishishishi jangan khawatir. Kalian tidak mungkin jadi musuhnya lagipula dia orang yang baik. Dia banyak membantu orang-orang dan selalu memberikan dagingnya kepadaku." Ucap Luffy sambil tersenyum.

"Luffy…"

TAP!

TAP!

TAP!

Nami memanggil Luffy dan berjalan mendekati Luffy. Nami tersenyum sangat manis kepada Luffy dan membuat Luffy kembali bergidik. "Ke-kenapa Nami?"

"Beraninya kau…"

BUAAAAAGHHHH!

"MENJELEK-JELKANKU DI DEPAN KAKAKMU!" Nami langsung memukul Luffy dengan sangat keras hingga membuatnya terpental.

"SAKIITT NAMI! MAAAFKAN AKU!" Teriak Luffy yang meringis kesakitan dan memegangi kepalanya yang sudah benjol.

Nami yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan kembali menatap Luffy dengan tajam. "Jika kau berani menjelek-jelekanku di depan Sasuke-San lagi aku akan memukulmu sampai kau tidak bisa berjalan! Mengerti!?" Tanya Nami.

"HAAIII!" Luffy pun dengan cepat menganggukan kepalanya.

"Tapi…." Gumam Nami sambil menundukan kepalanya dan dia kembali berkeringat dingin. "Aku tadi hampir mati saat Sasuke-San mengeluarkan aura yang sangat menyeremkan. Dia benar-benar menakutkan." Ucap Nami.

"Jantungku serasa di remas dengan keras.." Sambung Chopper.

"Luffy, aku tidak menyangka bahwa dia sekuat itu. Pantas saja Kaido dan Big Mom kalah. Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia mengeluarkan seluruh kemampuannya." Ucap Zoro.

"Dia benar-benar berbeda dengan kakakmu yang lainnya." Ucap Ussop.

"Shishsishi itulah Sasuke. Sudah ku bilang bukan, selama aku mengenalnya aku belum pernah mendengarnya kalah dalam pertarungan. Meskipun Sabo dan Ace juga kuat, namun kami bertiga belum sanggup mengalahkannya sampai sekarang." Ucap Luffy sambil tersenyum.

Seketika mata Luffy membelalak dan ia teringat sesuatu yang sangat penting yang belum ia sampaikan kepada Sasuke. "GAWAT! Aku lupa memberitahu Sasuke kalau Sabo masih hidup! Aku harus segera menemuinya sekarang!" Luffy pun bangkit berdiri dan mencoba untuk menyusul Sasuke.

"TUNGGU LUFFY!" Nami pun dengan sigap menahan Luffy sebelum Luffy berlari. "Kau tidak boleh menemui Sasuke-San sekarang! Dia sedang berbicara dengan Robin." Ucap Nami.

"Lalu kenapa? Mereka kan hanya bicara aku juga ingin tahu apa yang mereka bicarakan! Siapa tahu Sasuke akan menculik Robin dan menjadikan Robin nakamanya!" Ucap Luffy.

"Dasar bodoh! Mereka sedang membicarakan hal penting. Robin pasti sangat senang bertemu lagi dengan Sasuke-San setelah sekian lama dan jangan ganggu reuni mereka!" Ucap Nami.

Luffy yang mendengar itu pun langsung cemberut dan kembali duduk. "Baiklah. Tapi aku tidak akan membiarkan Sasuke mengambil Robin!"

-X-

Sasuke kini masuk kedalam sebuah gubuk kosong. Gubuk yang tidak terlalu buruk dan juga tidak terlalu berdebu dan tempat yang cukup baik untuknya berdiam diri sambi menunggu mereka semua selesai berbicara. Sasuke lalu menyandarkan punggungnya ke kayu gubuk itu dan melepas jubahnya dan sorbannya.

Sasuke lalu mendengar ada suara langkah kaki yang perlahan mendekatinya. Sasuke sebenarnya tahu siapa orang itu dan hanya menghela nafas. "Sepertinya ini akan sangat merepotkan." Gumam Sasuke.

Langkah itu pun semakin mendekat dan kini sosok itu telah sampai di gubuk itu dan menatap Sasuke. "Sasuke-Kun.."

Sasuke pun menatap sosok itu yang ternyata adalah Nico Robin. "Hn." Jawab Sasuke singkat.

Robin pun berjalan mendekati Sasuke dan duduk dihadapan Sasuke. "Sa-Sasuke-kun aku.." Robin pun terdiam karena dia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada Sasuke.

"Apa?" Tanya Sasuke.

Robin pun menundukan kepalanya dan meremas pahanya dengan sangat keras. Tubuhnya bergetar dan air mata pun kembali menetes. "Aku..Aku…"

Sasuke hanya memejamkan matanya dan menunggu Robin untuk berbicara. "Hn?"

Robin pun terus terdiam dan terus menundukan kepalanya. Sejujurnya dia sangat malu bahkan untuk menunjukan wajahnya kepada Sasuke pun dia sangat malu.

Sasuke pun kembali menghela nafas dan kembali memakai jubahnya dan bersiap untuk pergi. "Kau benar-benar meyebalkan." Ucap Sasuke dengan datar.

Sasuke lalu berdiri dan berjalan melewati Robin dan berniat untuk meninggalkannya.

GRAB!

BUAAAGHHH!

Sasuke terkejut karena tiba-tiba Robin menariknya sehingga ia terbaring dan Robin menduduki perutnya. Robin lalu mencengkram kerah baju Sasuke dengan keras dan memelototi Sasuke.

TES!

TES!

TES!

Beberapa tetes air mata pun menetes diawajah Sasuke dan terlihat Robin benar-benar sedih. Sasuke hanya menatap Robin dengan datar dan tanpa ekspresi sedikit pun. "Lepaskan. Kau merusak bajuku." Ucap Sasuke.

"Kau… KAAAUUUUU! INI SEMUA SALAHMU!" Teriak Robin kepada Sasuke.

"Hn?" Sasuke pun kebingungan dengan perkataan Robin.

"KAU! Hiks…hiks…. Kenapa kau tidak mencariku? Kalau kau bisa kabur dari impel down kenapa kau tidak mencariku? KENAPA!?" Teriak Robin kepada Sasuke sambil menangis.

"Tidakkah kau berpikir seseorang yang seharusnya marah adalah aku?" Tanya Sasuke.

Robin makin mencengkram kerah Sasuke dengan lebih keras dan makin mendekatkan wajahnya kepada Sasuke. "AKU PUN BERHAK MARAH! INI SEMUA SALAHMU! JIKA DARI AWAL KAU TERBUKA KEPADAKU, AKU TIDAK AKAN MEMPERCAYAI PERKATAAN AKAINU!" Teriak Robin.

"Kau menyalahkan sifatku atas pengkhianatanmu? Umurmu tidak sebanding dengan pola pikirmu." Ucap Sasuke dengan datar.

"KAU BRENGSEK! AKU ADALAH WANITA YANG SELALU DIKEJAR-KEJAR SEUMUR HIDUPKU! KAU PUN TAHU AKU MEMPUNYAI KRISIS KEPERCAYAAN KEPADA ORANG LAIN! KAU SELALU MENUTUP DIRIMU DAN MEMBUATKU SEMAKIN PENASARAN DENGAN DIRIMU TAPI KAU TIDAK PERNAH MAU BERBICARA DENGANKU! KADANG-KADANG AKU RAGU DENGANMU KARENA SEMAKIN LAMA AKU MENGENALMU, KAU SEMAKIN MENCURIGAKAN!" Teriak Robin semakin keras.

"Jadi ini semua salahku?" Tanya Sasuke yang mulai kesal.

" TENTU SAJA! KAU SEKARANG BERTEMU DENGANKU DAN KAU TIDAK MENGATAKAN APA-APA PADAKU!? APA AKU DARI DULU TIDAK MENARIK DIMATAMU!? NEFERTARI VIVI, CHARLOTE GALETTE! NAMPAKNYA KAU TELAH BERSENANG SENANG DENGAN KEDUA WANITA ITU!" Teriak Robin.

"Jadi ini semua karena cemburu? Apa kau tahu cerita sebenarnya? Seharusnya kau berpikir kenapa aku pada akhirnya bertarung dengan Big Mom untuk masalah Galette. Dan untuk Vivi apa kau tahu apa yang terjadi pada Arabasta beberapa bulan yang lalu? Bersikaplah dewasa." Ucap Sasuke.

"Bukan…bukan itu masalahnya…" Robin membenamkan wajahnya di leher Sasuke dan menangis. "Perasaanku sekarang ini benar-benar kacau. Aku takut, aku sedih, aku marah, aku senang, aku merindukanmu. Aku merasakan semua itu sekarang dan aku tidak tahu mana yang harus kuutarakan terlebih dahulu tapi, melihatmu mengacuhkanku seperti itu benar-benar membuatku emosi. Aku hanya ingin kau mengerti perasaanku." Ucap Robin sambil memeluk Sasuke.

Sasuke pun lalu mencoba untuk duduk dan melepaskan pelukan Robin namun Robin malah ikut duduk juga dan tidak mau melepaskan pelukannya. "Aku mengerti. Jangan kau pikir aku adalah orang yang egois yang tidak mau mendengar alasanmu." Ucap Sasuke.

"Aku merindukanmu… Benar-benar merindukanmu… Selama aku terpisah denganmu aku mencari cara supaya bisa membebaskanmu dari Impel Down namun aku tidak dapat melakukannya. Semua usaha yang kulakukan berakhir sia-sia dan aku malah bergabung dengan Crocodile dan mengacau di Arabasta." Ucap Robin yang masih memeluk Sasuke.

"Hn. Aku tahu. Sudahlah, tidak ada yang perlu kau sesali. Kau sudah menjadi anggota Luffy dan tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah berjalan di jalan kita masing-masing." Jawab Sasuke dengan datar.

Robin meremas punggung Sasuke dengan keras dan membuat Sasuke sedikit kesakitan. "Kenapa kau jahat sekali kepadaku? Kenapa kau berbicara seperti itu padaku? Bukan berarti setelah aku menjadi anggota Luffy aku akan melupakanmu. Seperti janjiku, aku masih tetap dan akan selalu mencintaimu Sasuke-Kun." Ucap Robin yang mencoba berbicara pelan kepada Sasuke karena ia sadar dari tadi dia sudah banyak berteriak.

Sasuke memejamkan matanya dan menghela nafas. "Aku tahu itu. Jika kau ingin tahu apa yang aku lakukan selama kita terpisah, aku mencarimu kemana-mana tapi aku tidak dapat menemukanmu. Sampai suatu saat aku mendengar kau sedang berada di Arabasta dan aku segera pergi ke Arabasta. Namun aku juga mendengar kau menjadi anggota Luffy dan aku berhenti mencarimu karena kau sudah berada di tangan yang tepat." Ucap Sasuke.

"Betapa bodohnya aku meninggalkanmu dan mengkhianatimu karena perkataan seorang admiral. Aku benar-benar mengutuk diriku sendiri karena telah mengkhianatimu. Aku membuang semua kesenangan dan kenyamananku bersamamu." Ucap Robin yang makin erat memeluk Sasuke.

"Aku memang berlayar bersama Luffy dan menjadi nakamanya namun aku merasa ada yang kurang. Aku sudah terbiasa tidur denganmu, aku sudah terbiasa memelukmu saat aku tidur dan yang terpenting aku merasa bahwa aku tidak bisa hidup terlalu jauh denganmu. Aku merasa hatiku sudah terikat denganmu dan aku bisa merasakan saat ada wanita lain yang mencoba menyentuhmu atau jika kau dalam bahaya." Lanjut Robin yang masih memeluk Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya bisa menghela nafas dan tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya dia pun mengerti kenapa alasan Robin dulu mengkhianatinya dan ia menganggap itu hanyalah hal sepele dan tidak perlu ada dendam ataupun kekesalan yang berlebihan tentang masa lalu itu. Dia kini merasa kasihan dan sedikit tersentuh dengan perkataan Robin yang nampaknya sudah benar-benar cinta mati dengannya.

"Sejujurnya aku kesal saat kau mengkhianatiku. Aku tidak percaya kau lebih mempercayai perkataan seseorang yang baru kau kenal dibandingkan aku." Ucap Sasuke.

Robin yang mendengar itu pun hanya membenamkan kepalanya di dada Sasuke dan tidak berani menatap wajah Sasuke karena dia kini sangat malu.

"Tapi…" Sasuke lalu membalas pelukan Robin dengan meletakan tangan kanannya di punggung Robin dan tangan kirinya di kepala belakang Robin sambil mengelusnya dengan lembut. "Aku senang kau baik-baik saja sampai saat ini."

Robin yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan kembali menangis. "Hiks….Hiks….Hikssss.. Arigatou… Hontou ni Arigatou…. Hiksss… Terima kasih telah memafaakan diriku yang bodoh ini…" Ucap Robin sambil menangis di dada Sasuke.

"Hn. Jadi sudahlah. Apa kau masih belum puas memelukku?" Tanya Sasuke kepada Robin.

Robin pun masih tetap memeluk Sasuke dan menggelengkan kepalanya di dada Sasuke. "Belum. Aku ingin memelukmu seharian penuh sampai kita tertidur nanti. Aku benar-benar merindukan sentuhan darimu. 3 tahun sudah aku tidak mendapatkan kehangatan darimu dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Ucap Robin.

"Aku akan melepasmu secara paksa kalau begitu." Ucap Sasuke.

"Aku akan berusaha sekaras mungkin untuk tidak melepaskannya." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Orang lain akan berpikir yang tidak-tidak jika melihat kita berpelukan seperti ini dan di tempat seperti ini." Ucap Sasuke yang terus mencoba untuk membujuk Robin supaya melepaskannya.

"Jika kau ingin melakukan yang tidak-tidak pun tidak masalah bagiku dan…." Robin pun meremas kembali punggung Sasuke dengan keras. "Sepertinya kau sangat dekat dengan Boa Hancock huh?"

Sasuke yang mendengar itu pun memiringkan sedikit kepalanya karena dia bingung bagaimana Robin tahu hubungannya dengan Hancock. "Kau mengenal wanita gila itu?" Tanya Sasuke.

GRAB!

"Khhhhh! Apa yang kau lakukan!?" Sasuke pun sedikit kesakitan karena ia merasa punggungnya di remas oleh Robin.

"Luffy bilang padaku bahwa kau telah membuat Boa Hancock terangsang!" Ucap Robin yang sudah mengangkat wajahnya dan menatap Sasuke dengan tajam.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan dia tahu pasti Hancock telah berbicara yang tidak-tidak kepada Luffy dan bodohnya, Luffy menyampaikannya kepada Robin. "Aku tidak pernah melakukan apapun dengannya dan jangan percaya dengan apa yang dia katakan. Dia hanya ingin membuatmu kesal." Ucap Sasuke dengan datar.

Robin yang mendengar itu pun tersenyum dan kembali membenamkan wajahnya di dada Sasuke. "Aku dengar Putri Kerajaan Ryugu, Shirahoshi ingin menikahimu tapi kau menolaknya karena kau bilang kau sudah mempunyai kekasih dan kekasih yang kau maksudkan itu aku. Benar kan?" Tanya Robin.

"Sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya. Dunia pun sudah menganggap kita sepasang kekasih dan apa itu tidak cukup bagimu?" Tanya Sasuke kepada Robin.

"Tentu saja tidak. Aku tidak akan puas sampai kau sendiri yang menyatakan cintamu kepadaku. Aku tidak butuh dunia ini. Persetan dengan dunia ini yang aku ingin hanyalah dirimu." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Sepertinya kau mulai tidak waras." Gumam Sasuke.

"Berbicaralah sesukamu dan aku akan tetap seperti ini. Aku selalu berpikir bahwa aku tidak menarik dihadapanmu. Maka dari itu aku sedikit merubah penampilan." Robin pun akhirnya melepas pelukan Sasuke dan tersenyum kepadanya. Robin lalu merentangkan kedua tangannya seolah memberi tanda kepada Sasuke untuk melihat tubuhnya. "Lihat aku yang sekarang? Apa kau menyukainya?" Tanya Robin kepada Sasuke.

"Kau tahu kan aku tidak terlalu perduli dengan tubuh wanita?" Tanya Sasuke kepada Robin.

"Aku tahu. Tapi anggaplah ini hadiah untukmu. Aku merawat tubuhku ini supaya nanti, jika suatu saat kita bercinta kau akan lebih menikmatinya. Fufufufu." Ucap Robin sambil tertawa sedikit dan kembali memeluk Sasuke. "Hmmmpphh.. Nyaman sekali berada dalam pelukanmu."

"Kenapa kau menjadi mesum seperti ini?" Tanya Sasuke kepada Robin.

"Aku hanya mesum denganmu saja." Ucap Robin.

Sasuke kembali menghela nafas dan sedikit merundukan kepalnya untuk melihat Robin. "Kau tidak bercanda kan saat bilang akan memelukku seharian?"

"Hmmm. Aku ingin memelukmu sampai kita tertidur dan aku akan tidur sambil memelukmu. Saat aku bangun nanti aku juga masih berada dalam pelukanmu dan itu akan menjadi hari yang luar biasa bagiku." Ucap Robin.

"Aku tidak berencana tidur disini dan aku akan segera pergi. Masih banyak yang harus aku lakukan." Ucap Sasuke.

Robin pun sedikit mengangkat wajahnya dan mendongakan kepalanya untuk melihat wajah Sasuke. "Wajahmu semakin tampan dan rambutmu sudah panjang. Sudah tiga tahun aku tidak melihatmu secara langsung dan aku ingin tetap bersamamu disini. Setidaknya untuk hari ini saja. Lagipula, Nekomamushi dan Inuarashi masih berdiskusi dengan Luffy." Ucap Robin.

"Sudahku bilang masih banyak yang harus aku lakukan. Aku harus cepat bertemu dengan Marco dan pergi ke Marijois." Ucap Sasuke kepada Robin.

Robin yang mendengar itu pun langsung menatap Sasuke dengan serius dan menyentuh wajah Sasuke dengan lembut. "Kau tidak berniat untuk berperang dengan pemerintah dunia kan?" Tanya Robin.

"Masalahnya bukan itu. Aku merasa akan terjadi sesuatu yang besar saat reverie nanti dan aku tidak tahu apa yang akan gorosei lakukan kepadaku. Sebenarnya aku berniat mengajak Marco dan para bajak laut Shirohige untuk menemaniku ke Marijois karena…" Sasuke memotong perkataannya dan memejamkan matanya.

"Ka-karena apa?" Tanya Robin yang khawatir. Selama 3 tahun berlayar dengan Sasuke, baru kali ini ia mendengar Sasuke ingin ditemani menuju suatu tempat.

"Aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk menimpaku disana. Bukannya aku takut, tapi kali ini aku sangat berhati-hati dan tidak meremehkan mereka." Jawab Sasuke.

Robin pun membelalakan matanya saat mendengar jawaban Sasuke. Dia belum pernah mendengar Sasuke berkata seperti itu sebelumnya. Biasanya Sasuke sangat percaya diri dalam pertarungan dan selalu meremehkan musuh-musuhnya. Yang kini menjadi pertanyaan Robin adalah, apa maksud Sasuke dengan hal buruk yang akan menimpanya?

"A-apa maksudmu? Kau tidak apa-apa kan? Apa pertarunganmu dengan Kaido dan Big Mom meninggalkan luka yang cukup parah?" Tanya Robin dengan khawatir.

"Ah.. itu salah satunya. Kaki kiri ku patah dua kali saat bertarung dengan mereka. Yang pertama saat melawan Kaido di Onigashima. Sebenarnya aku sudah mendapatkan penangan untuk itu dan butuh waktu sekitar 3 bulan untuk pemulihan namun, belum sampai 3 bulan aku harus kembali bertarung dengan Linlin dan Kaido dan kaki kiriku kembali patah dan lebih parah. Kaki kiriku kadang sulit digerakan dan kadang-kadang terasa sakit." Ucap Sasuke.

Robin pun langsung melepas pelukannya dan langsung menyentuh kaki kiri Sasuke. Dia sedikit menyingkap celana Sasuke dan melihat kaki kiri Sasuke yang dibalut perban. "Apa kau yakin kau sudah mendapatkan penanganan yang baik? Chopper adalah dokter yang hebat. Aku akan memintanya untuk memeriksamu setelah ini." Ucap Robin yang khawatir dengan kondisi kaki Sasuke.

"Tapi bukan itu alasannya. Aku menduga bahwa pemerintah dunia pasti menyiapkan pasukan terkuatnya dan merencanakan sesuatu. Aku tidak tahu seberapa kuat mereka dan aku tidak tahu apakah gorosei ini bisa bertarung atau tidak. Jadi aku memang membutuhkan sedikit bantuan." Ucap Sasuke.

Robin yang mendengar itu pun hanya menatap Sasuke dengan khawatir karena jujur, sebenarnya ia ingin kembali berlayar dengan Sasuke dan ikut Sasuke ke Marijois untuk membantunya. Sebuah dilemma untuk Robin karena di satu sisi, kaptennya pun membutuhkannya karena mereka kini sedang menuju ke Wano Kuni untuk menumbangkan salah satu Yonkou. Robin mengerti bahwa dia kini sudah terikat dengan Luffy karena Luffy adalah kaptennya dan dia harus menuruti perintah kaptennya.

"Aku tahu yang kau pikirkan. Aku tidak pernah berpikir utuk mengajakmu ke Marijois karena kau adalah incaran pemerintah dunia. Akan sangat bahaya jika kau ikut kesana dan jangan khawatir. Aku pasti baik-baik saja." Ucap Sasuke kepada Robin.

Robin yang mendengar itu pun mendesah dan kembali membenamkan wajahnya di dada Sasuke. "Aku yakin kau akan baik-baik saja. Hanya saja aku masih tetap khawatir apa lagi aku berbicara seolah-olah kau akan kalah." Ucap Robin. Robin pun langsung membuka matanya dan menatap Sasuke dengan tersenyum.

"BENAR JUGA! Aku mempunyai berita baik untukmu." Ucap Robin.

"Hn?"

"SABO! Salah satu adikmu masih hidup dan dia kini bekerja untuk pasukan revolusioner! Aku bertemu dengannya saat aku berada di markas besar pasukan revoluisoner." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Aku tahu. Sejujurnya, aku juga pernah bertemu denganmu satu tahun yang lalu di Arabasta. Tepatnya saat Arabasta diserang oleh Kurohige." Ucap Sasuke.

Robin pun membelalakan matanya karena dua hal. Pertama Sasuke tahu Sabo masih hidup dan kedua, Sasuke bilang bahwa dia pernah bertemu dengan Sasuke satu tahun lalu di Arabasta.

"Be-benarkah? Aku tidak mengingatnya." Gumam Robin.

"Aku adalah Kabuto. Orang yang Vivi bawa waktu itu."

Robin pun kembali membelalakan matanya dan langsung mencengkram kerah baju Sasuke dengan keras. "Kenapa kau tidak memberitahuku!? Saat itu aku memang sudah curiga kalau orang yang bernama Kabuto itu sangat mencurigakan dan juga.. Kau membiarkan Nefertari Vivi menggunakan parfum mu kan!? Kau merawat dan menggendongnya dan juga kau menyuapinya! Aneh sekali! Kau menjadi pria yang sangat perhatian pada orang yang baru saja kau kenal tetapi kau tidak pernah membiarkanku menyentuh parfum sekali pun!" Ucap Robin.

"Kau mau menggunakan parfumku? Kenapa tidak bilang? Saat itu Vivi sendiri yang memintanya dan aku tidak melihat ada kesalahan disitu." Jawab Sasuke dengan datar.

"Lalu bagiamana dengan menyuapi dan menggendongnya!? Aku yakin tangan dan kakinya baik-baik saja dan kau tidak perlu melakukan semua itu!" Umpat Robin kepada Sasuke.

Sasuke hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Kalau begitu, biarkan aku menyuapi gadis berambut oranye, Nami. Sepertinya dia juga tertarik denganku."

Robin makin mengeraskan cengkaramannya dan menatap Sasuke dengan tajam. "Ah! Dan kita lihat apa yang akan terjadi setelah itu!" Jawab Robin.

"Memangnya apa yang bisa kau lakuan?" Tanya Sasuke.

Robin yang mendengar itu pun langsung menyentuh wajah Sasuke dengan kedua tangannya dan menyeringai. "Aku akan melakukan ini!"

CUP!

Robin dengan cepat langsung mengecup bibir Sasuke dan membuat Sasuke terkejut. Melihat Sasuke yang terkejut Robin pun langsung tersenyum dan mengelus wajah Sasuke dengan lembut.

"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu. Tidak peduli siapapun saingannya entah itu ratu, anak yonkou atau bahkan nakamaku sendiri, aku akan tetap berjuang demi mendapatkanmu." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Baiklah sudah cukup. Aku akan segera menemui mereka kembali." Ucap Sasuke sambil bangkit berdiri.

Robin pun ikut berdiri dan langsung menggandeng tangan Sasuke dan menyandarkan kepalanya di bahu Sasuke. "Aku ikut." Ucap Robin sambil tersenyum.

-X-

Luffy dan seluruh anggotanya beserta Kinemon, Kanjuro, Momonosuke, Law, Inuarashi dan Nekomamushi masih berada dalam hutan paus dan mereka kini sedang berbincang-bincang santai.

"Apa kalian sudah selesai?"

Mereka semua lalu mengarahkan pandangan mereka ke pintu masuk dan melihat Robin dan Sasuke. Seluruh kru topi jerami tersenyum saat melihat Robin menggandeng tangan Sasuke dan terlihat dari raut wajahnya bahwa Robin sangat bahagia.

"Hampir 1 jam kalian berduaan. Apa kalian hanya berbicara atau kalian melakukan hal lain?" Tanya Nami sambil menyeringai kepada Sasuke dan Robin.

Kinemon dan Brook pun langsung mimisan saat mendengar perkataan Nami tetapi mereka langsung mengalihkan pandangan mereka karena mereka takut Sasuke akan marah kepada mereka berdua.

"Fufufufu aku berniat melakukannya tapi waktunya tidak tepat." Jawab Robin sambil tertawa.

"Aku tidak menyangka dia cukup vulgar." Ucap Franky sambil melirik Robin.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan berjalan mendekati mereka. "Jadi, apa kalian semua sudah selesai menyusun rencana?" Tanya Sasuke.

Inuarashi dan Nekomamushi pun saling melirik satu sama lain dan setelah itu mereka berdua menatap Sasuke dengan serius.

"Maaf, tapi sepertinya kita membutuhkan Marco dalam aliansi ini. Kaido bukanlah orang yang bisa diremehkan dan kami harus mengumpulkan orang-orang kuat." Ucap Inuarashi.

"Aku tidak bermaksud untuk menghalangimu tapi, biarkan Marco membantu kami terlebih dahulu setelah itu kau boleh membawa Marco dan kawan-kawannya." Tambah Nekomamushi.

Sasuke yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan ia mengerti dengan situasi ini. "Aku mengerti. Aku ingin bertemu dengannya terlebih dahulu dan ingin berbicara dengannya saja."

"Kalau begitu, besok ikut aku. Aku akan mencari Marco." Ucap Nekomamushi.

Sasuke yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan menatap Nekomamushi. "Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu." Ucap Sasuke.

Robin pun dengan sigap menahan tangan Sasuke dan menghentikannya untuk pergi. "Kau mau kemana? Bukankah tadi kau bilang kau akan ikut dengan Nekomamushi untuk mencari Marco?"

"Hn. Aku akan kembali ke kapalku dan akan beristirahat disana." Ucap Sasuke.

Luffy yang mendengar itu pun langsung tersenyum lebar dan berlari mendekati Sasuke. "SASUKE! Aku ikut! Aku ingin melihat kapalmu lagi!" Ucap Luffy dengan mata yang berbinar-binar.

Semua anggota topi jerami pun langsung menatap Luffy dan membelalakan matanya. "Oi Luffy! Kita harus tetap disini sampai besok." Ucap Zoro.

"Benar. Siapa tahu anak buah Kaido akan menyerang lagi." Ucap Nami.

Franky yang mendengar itu pun menyeringai dan berjalan mendekati Luffy. "Yoo Luffy! Aku juga tertarik dan ingin melihat kapal dari calon raja bajak laut." Ucap Franky sambil tersenyum.

Ussop dan Chopper pun langsung tersenyum dan menatap Luffy. "Luffy! Aku juga ingin ikut!" Teriak Ussop kepada Luffy.

"Aku juga! Aku juga!" Teriak Chopper sambil melompat-lompat kegirangan.

"Fufufufu jadi bagaiamana? Kau akan mengizinkan mereka kan? Aku juga ingin tahu bagaimana kondsi kapalmu sekarang." Ucap Robin yang masih menggandeng tangan Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menghela nafas dan ia tahu jika ia menolak permintaan Luffy, Luffy akan terus meminta dan tidak akan berhenti sampai ia megizinkannya. "Baik."

Sasuke pun langsung membalikan tubuhnya yang diikuti Robin dan mereka berdua berjalan meninggalkan hutan paus.

Luffy pun langsung tersenyum dan mengarahkan pandangannya kepada nakamanya. "AYO OMAERA! Kalian pasti akan terkejut dengan kapal Sasuke! Kapal Sasuke sangat besar dan ia memiliki banyak emas."

SRING!

Mata Nami tiba-tiba berubah menjadi lambang mata uang berry dan ia langsung tersenyum. "Kalau begitu ayo!" Nami langsung menarik Luffy.

"Haahh.. Merepotkan.." Zoro pun langsung bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi. Sebelum pergi ia mengarahkan pandangannya kepada Law yang sepertinya kesal. "Ikutlah dengan kami. Siapa tahu pria itu mempunyai sake yang banyak di kapalnya." Ucap Zoro.

"Kuso.." Gumam Law yang akhirnya dia pun berdiri dan mengikuti mereka semua.

"Baiklah aku akan ikut juga! Ayo Momonosuke-Sama!" Ucap Kinemon yang juga langsung menarik Momonosuke.

"Kalian tidak ikut?" Tanya Momonosuke kepada Inuarashi, Nekomamushi dan Kanjuro.

"Tidak. Kami akan tetap disini." Jawab Inuarashi sambil tersenyum.

"Goronya! Aku pun tidak ikut. Aku ingin tidur sebentar dan menyembukan luka-lukaku ini!" Ucap Nekomamushi yang juga tersenyum.

"Aku akan tetap disini dan ingin mengobrol sebentar dengan mereka. Kalian pergilah duluan dan nanti aku akan menyusul." Ucap Kanjuro sambil tersenyum. 'Ini gawat! Aku harus segera melapor kepada Orochi-Sama! Jika Uchiha Sasuke bergabung dalam aliansi ini, maka habislah sudah!' Gumam Kanjuro dalam hatinya.

-X-

Kini Sasuke dan seluruh kelompok topi jerami ditambah Kinemon dan Momonosuke sudah berada di ujung pulau Zou dan bersiap terjun kebawah. Tetapi mereka semua membelalakan mata mereka karena mereka tidak tahu bagaiamana caranya untuk melompat kebawah karena jika mereka langsung melompat, mereka pasti akan langsung mati.

"Bagaimana cara kita menuju kebawah!?" Tanya Nami sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.

"YOSH! Semua berpegangan! Kita akan loncat sekarang juga!" Ucap Luffy yang berjongkok dan siap untuk melompat.

""BOOODDDOOOH! KITA BUKAN MANUSIA KARET SEPERTIMU!"" Teriak Chopper dan Ussop secara bersamaan.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas. "Kalian semua mendekatlah." Ucap Sasuke.

Mereka pun langsung mendekatkan diri kepada Sasuke sehingga mereka saling menempel satu sama lain.

"Aku hanya bilang kepada kalian untuk mendekat. Bukan berdempetan seperti ini." Gumam Sasuke yang sweatdrop.

"Fufufufu ini lebih baik." Ucap Robin sambil melingkarkan tangannya di pinggang Sasuke.

"YOSSSH! Lalu apa yang akan kau lakukan Sasuke?" Tanya Luffy sambil tersenyum.

Sasuke pun langsung mengaktifkan Mangekyou sharingannya dan seketika aura ungu langsung menyelimuti mereka semua.

SUSANO!

Mereka semua kini berada dalam Susano Sasuke dan Susano itu pun langsung mengeluarkan sayap dan langsung terjun kebawah.

"SSUGGEEE! KITA TERBANG USSOP!" Teriak Chopper yang kegirangan.

"SUGOI! Inikah kekuatan dari Mirai Kaizoku-O?" Gumam Ussop sambil memperhatikan Susano Sasuke dari dalam.

"OIII USSOP! Jauhkan wajahmu dariku!" Ucap Zoro sambil mendorong wajah Ussop.

"Yohohoho Nami-San! Oppaimu benar-benar besar!" Ucap Brook yang sudah mimisan karena wajahnya berada tepat di depan payudara Nami.

"Sugoi.. Kita seperti dilindungi oleh tengkorak ungu ini." Ucap Nami yang menghiraukan perkataan Brook.

SIUUUNGG!

WUUUUSSSSHH!

Akhirnya mereka sampai di kapal Sasuke dan Sasuke pun langsung menghilangkan Susanonya. "Jadi yang tadi itu adalah susano?" Tanya Robin kepada Sasuke.

"Hn." Jawab Singkat Sasuke.

"SSSSSSSUUUGGGEEEEEE!"

Sasuke sedikit terkejut karena ia mendengar ada seseorang yang berteriak dengan kencang. Sasuke lalu menoleh ke sumber suara dan melihat Luffy, Ussop dan Chopper yang matanya sudah berbinar-binar.

"USSOP LIHAT! Semuanya terbuat dari emas!" Teriak Chopper sambil memegang rumput emas yang di ia injak.

"LIHAT! Bahkan tiang kapalnya pun terbuat dari emas!" Ucap Ussop sambil menyentuh tiang kapal.

"Tidak bisa dipercaya! Mataku hampir buta karena melihat kilauan emas dari kapal ini. Tapi aku kan sudah tidak mempunyai mata! Yohohohoho!" Ucap Brook.

Franky sebagai ahli kapal pun membelalakan matanya saat melihat struktur kapal Sasuke. Dia tidak percaya ada kapal dengan model seperti ini dan bisa berlayar di ganasnya lautan dunia baru. "Bagaiaman bisa? Bagaiamana bisa kapal ini terbuat dari emas?" Tanya Franky.

"SUUGEEEE! OI OMAERA! LIHAT! Bahkan air yang berada di kolam renangnya pun berwarna emas!" Ucap Luffy.

Semua orang yang berada disana pun langsung bergegas menuju ke tempat Luffy dan melihat kolam renang yang dibicarakan Luffy.

"Sugoii! Apakah memang ada air berwarna emas?" Tanya Momonosuke.

"Aku merasa seperti berada di istana emas!" Sambung Kinemon.

Sasuke dan Robin yang melihat mereka semua terpuka hanya tersenyum. "Mereka semua seperti anak kecil." Ucap Sasuke sambil memperhatikan Luffy dan kawan-kawan.

Robin pun hanya tersenyum dan kembali menggandeng tangan Sasuke. "Sepertinya, seleramu makin tinggi. Bagaiamana kau bisa mendapatkan semua emas ini?" Tanya Robin.

"Ini semua hadiah dari seseorang." Jawab Sasuke sambil tersenyum dan mengingat Tesoro dan Stella.

Robin yang mendengar itu pun menyipitkan matanya dan memandang Sasuke dengan serius. "Wanita atau pria?" Tanya Robin.

"Wanita dan pria. Mereka sepasang kekasih. Jangan menanyakan pertanyaan yang tidak penting." Jawab Sasuke yang lalu pergi meninggalkan Robin dan menuju ke dalam kapalnya.

Robin yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. Namun ia tersenyum dan mengarahkan pandangannya kepada Sasuke yang sedang berjalan. "Kau memang tidak berubah sama sekali, Sasuke-Kun." Gumam Robin sambil tersenyum.

-X-

Kini mereka semua berada di dalam kapal Sasuke dan sedang berkumpul di meja makan. Suara piring dan sendok beradu pun terus terdengar dan tentunya suara itu di buat oleh Luffy, Ussop dan Chopper yang sepertinya sangat menikmati makanan mereka dan mereka semua kini sedang menyantap hidangan yang lezat yang dibuat oleh Sasuke.

Robin disisi lain berada di dapur dan membantu Sasuke untuk memasak. Awalnya sebenarnya Sasuke hanya ingin makan sendiri namun mendengar Sasuke akan makan, Luffy pun langsung berteriak dan meminta makanan juga yang membuat Sasuke harus memberi makan Luffy dan tentunya seluruh nakamanya karena dia merasa tidak enak jika hanya dia dan Luffy saja yang makan,

"Kenapa aku harus membuatkan mereka makanan?" Gumam Sasuke yang berada di dapur dan sedang menggoreng ikan.

"Fufufufu jangan mengeluh. Sudah kewajiban dari tuan rumah untuk melayani tamu." Ucap Robin yang tersenyum sambil memotong bawang.

Sasuke pun langsung mengangkat ikan dari penggorengannya dan menaruhnya dipiring. "Aku akan membawa ikan ini dan berhentilah membantuku. Kau juga harus makan." Ucap Sasuke kepada Robin.

Robin yang mendengar itu pun hanya tersenyum kepada Sasuke. "Makanlah duluan. Aku akan membereskan dapurmu terlebih dahulu."

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Robin. "Terima kasih." Ucap Sasuke yang lalu berjalan menuju ke meja makan dan meninggalkan Robin yang sedang merona.

'Tanpa aku sadari, kini aku bersikap seperti istrinya.' Gumam Robin dalam hatinya sambil tersenyum.

"Ikan datang." Ucap Sasuke sambil membawa sebuah piring besar yang berisikan ikan yang sangat besar.

"UUOOOOOOH! Nampaknya itu sangat lezat!" Ucap Luffy sambil meneteskan air liurnya.

Sasuke langsung menaruh piring itu di atas meja dan langsung duduk di antara mereka yang sedang menyantap makanan mereka. Mereka semua nampaknya lupa bahwa mereka sedang berada didalam kapal calon raja bajak laut dan rasa takut mereka sudah tertutupi dengan rasa lapar mereka.

"Ano Sasuke-San, apa yang sedang dilakukan Robin? Kenapa dia tidak ikut makan dengan kita?" Tanya Ussop kepada Sasuke.

"Dia sedang mencuci piring." Jawab Sasuke dengan datar.

"Tidak biasanya Robin mencuci piring." Gumam Chopper sambil melirik kea rah Robin yang sedang mencuci piring.

"Yohohoho sepertinya Robin-San sedang berusaha menjadi istri anda Sasuke-San." Ucap Brook.

"OOII ROBIN! APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN!? CEPAT KESINI ATAU AKU AKAN MEMAKAN JATAHMU!" Teriak Luffy kepada Robin.

Robin yang mendengar itu pun hanya terkekeh dan langsung berjalan ke meja makan dan duduk disebelah Sasuke. "Fufufufu sepertinya ramai sekali. Kalau begitu aku juga akan ikut makan bersama kalian." Robin lalu menatap Sasuke yang ada disebelahnya. "Semuanya sudah kubereskan dan setelah makan siang ini beres pun biarkan aku yang mencuci semua piring." Ucap Robin kepada Sasuke.

Sasuke hanya menghela nafas dan tersenyum. "Baiklah kalau begitu. Terserah kau saja."

"Ano Sasuke-San?"

Sasuke lalu menoleh kearah sumber suara dan melihat Kinemon yang sedang menatapnya dengan serius. "Hn?" Jawab Sasuke dengan datar.

"Aku ingin tahu kenapa kau bertarung dengan Kaido. Apa kau mempunyai masalah pribadi dengannya sehingga kau menyerangnya sendirian?" Tanya Kinemon.

Semua orang yang berada disitu pun langsung mengarahkan padangannya kepada Sasuke dan mereka semua menunggu jawaban Sasuke karena mereka pun sebenarnya penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi satu setengah tahun yang lalu.

"Aku berasalah dari sebuah negeri yang sangat mirip dengan Wano Kuni. Aku sebenarnya hanya ingin mengunjungi negeri Wano saja namun aku mendapatkan beberapa masalah disana sehingga aku dihadapkan dengan shogun disana." Jawab Sasuke.

Kinemon yang mendengar itu pun langsung mengerang kesal karena ia tahu siapa shogun yang Sasuke maksudkan. "Orochi kah!?"

"Hn. Si Pecundang itu sangat beruntung mendapatkan dukungan dari Kaido." Jawab Sasuke sambil tersenyum.

"Ah! Kau benar! Jika saja tidak ada Kaido maka Wano Kuni tidak akan jadi seperti ini dan Oden Sama pun tidak akan mati!" Saut Kinemon.

"Lalu apa yang terjadi? Bagaimana kelanjutan ceritanya?" Tanya Law.

"Saat berada di kastil Orochi, salah satu anak buah Kaido menghampiri ku dan Kaido menelepon ku disana dan singkat cerita aku pergi ke Onigashima dan bertarung dengannya." Ucap Sasuke.

"Aku masih tidak mengerti. Kenapa kalian harus bertarung karena dari cerita yang kau sampaikan barusan tidak ada factor yang membuat pertarunganmu dan Kaido harus terjadi." Ucap Law kepada Sasuke.

"Kami berdua hanya penasaran siapa yang lebih kuat diantara kami. Itu saja," Jawab Sasuke sambil tersenyum.

Semua orang yang mendengar itu pun langsung sweatdrop dengan jawaban Sasuke karena mereka sudah mengira bahwa Sasuke mempunyai dendam atau masalah pribadi dengan Kaido namun ternyata pertarungan disulut karena kedua petarung hanya ingin mengetahui siapa yang lebih kuat diantara mereka.

"Shishishi kau memang tidak pernah berubah Sasuke." Ucap Luffy yang terseyum dan kagum mendengar cerita Sasuke. Luffy langsung menghentikan tawanya dan matanya langsung membelalak karena ia mengingat sesuatu yang sangat penting

"SASUKE! Aku mempunyai berita yang sangat penting! Sabo masih hidup! Aku bertemu dengannya di Dressrosa dan dia banyak membantuku disana." Ucap Luffy yang sangat gembira.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Luffy. "Aku sudah tahu. Aku bertemu dengannya satu tahun yang lalu di Saboady sebelum aku mengunjungi di Ruskaina." Ucap Sasuke.

Luffy yang mendengar itu pun langsung cemberut dan langsung memelototi Sasuke. "Lalu kenapa kau tidak memberitahuku!?" Tanya Luffy yang marah.

"Dia bilang padaku untuk tidak memberitahumu karena dia ingin memberikanmu kejutan." Jawab Sasuke datar.

Luffy yang mendengar itu pun langsung tersenyum. "Begitukah? Shishishi tidak apa-apa kalau begitu."

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan menyandarkan punggunya ke belakang kursi. Dia menatap satu persatu-satu nakama Luffy dan dia menyadari ada satu orang yang hilang.

"Oi, dimana wanita berambut orange itu?" Tanya Sasuke tiba-tiba.

Semua orang yang berada disitu pun langsung menghentikan kegiatan makan mereka dan mulai menyadari bahwa salah satu teman mereka yaitu Nami tidak ada disekitar mereka.

"Dimana Nami?" Tanya Franky.

"Yohohoho aku rasa tadi dia ikut bersama kami ke kapal ini." Ucap Brook.

"Apa kau yakin kita tidak meninggalkannya?" Tanya Law.

"O-Nami, apa dia diculik?" Tanya Momonosuke.

"Cih! Mungkin dia tersesat!" Ucap Zoro sambil menyeringai dan meminum winenya.

Semua orang kecuali Luffy langsung sweatdrop mendengar perkataan Zoro karena mereka berpikir bahwa kata-kata itu tidak seharusnya keluar dari pendekar pedang yang buta arah.

Sasuke pun langsung berdiri dan memakai jaketnya. "Aku akan mencarinya."

-X-

( RUANG PENYIMPANAN UANG DAN EMAS )

Nami berada di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan emas dan tumpukan uang. Matanya benar-benar berkilau dan melebar karena ia tidak pernah melihat uang sebanyak ini sebelumnya. Semenjak ia menginjakan kaki di kapal ini, Nami sudah langsung terpukau dengan kilauan emas yang melapisi kapal ini. Nami lalu berpikir bahwa Sasuke adalah seorang bajak laut besar dan pastinya memiliki uang dan harta yang sangat melimpah dan maka dari itu dia memutuskan untuk diam-diam menyelinap dan mencari harta Sasuke.

"Ba-banyak sekali… Aku tidak menyangka dia bisa mengumpulkan emas dan uang sebanyak ini dan lagi…" Mata Nami pun langsung tertuju kepada 3 buah yang memiliki corak yang aneh.

Nami lalu menyentuh salah satu buah itu dan mengambilnya. "Buah ini memliki corak aneh dan memilki warna hitam kemerah-merahan. Aku belum pernah buah seperti ini sebelumnya dan sepertinya ini adalah buah iblis." Gumam Nami sambil terus menatap buah iblis itu.

Nami seketika menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menaruh buah iblis itu. "Tidak! Aku tidak bisa mengambilnya. Akan sangat jelas jika aku mengambilnya karena kini mereka sudah pasti curiga dan sedang mencariku. Aku hanya akan mengambil beberapa emas dan uangnya saja dan setelah itu aku akan kembali." Ucap Nami.

Nami lalu mengambil beberapa batang emas dan beberapa lembar uang dan ia masukan kedalam sebuah kantong yang cukup besar. "Luffy, kau mempunyai kakak yang sangat bisa diandalkan." Gumam Nami sambil tersenyum.

"Berapa banyak yang kau ambil?"

"Hanya beberapa saja. Lagipula dia tidak akan menyadarinya. Uang dan emas yang ia miliki sangat banyak." Jawab Nami spontan dan terus memasukan uang dan emas ke dalam kantong.

"Begitukah?"

"Uhm! Lagipula dia hanya berlayar sendiri dan dia tidak perlu uang sebanyak ini dan lebih baik jika uang ini aku ambil." Ucap Nami sambil tersenyum.

Seketika tubuh Nami seperti membeku dan dia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya saat ia mulai menyadari bahwa ada seseorang dibelakangnya.

"GLUP!" Terdengar suara Nami menelan ludahnya dan ia mencoba tersenyum tetapi tidak membalikan tubuhnya karena ia takut melihat sosok yang ada dibelakangnya. Dia mengenali sosok tersebut dan sosok itu adalah Uchiha Sasuke.

DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 9 END

ARIGATOU GOZAIMASU

YOOOOO! Minna-San I'M BACK! Sorry updatenya lama karena kemarin author lagi UAS dan persiapan skripsi. Semoga di maafkan yah! Wkwkwkwk

Terima kasih buat para reader yang selalu setia membaca dan mereview fic ini dan terus dukung author suapaya bisa menyelesaikan fic ini sampai tamat!

Sekian dan Terima kasih!