Justice

.

.

.


KOKOTiME mempersembahkan:

"Hidden Storyboard"

"Justice" - ditulis oleh Nakashima Asuka 1704

Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.

Genre: General

Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 15 - Prompt: Keadilan (Words count: 453).


.

.

Matahari mulai beranjak pergi ke peraduannya. Semburat jingga terpancar dari belahan barat bumi, tak luput menyinari Kedai Kokotiam andalan Tok Aba.

BoBoiBoy mengelap cangkir-cangkir bersih yang sebelumnya telah dicuci. Sementara Ochobot membersihkan meja-meja di sekeliling kedai.

Gopal, Ying, dan Fang sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Hanya tinggal Yaya yang masih duduk tenang di depan meja kedai.

"Kamu tidak pulang, Yaya?" tanya BoBoiBoy.

Dengan telaten ia merapikan cangkir-cangkir yang sudah dikeringkan dengan lap.

"Bukannya aku mengusirmu, tapi ... kurasa sebentar lagi kedai akan tutup. Tok Aba ada urusan lain, jadi sepertinya beliau tidak kembali lagi ke sini," lanjutnya.

Yaya menjawab, "Nanti saja, BoBoiBoy. Aku ingin menghabiskan waktuku di sini sebelum kedai ini tutup. Lagipula rumah kita bersebelahan, 'kan?"

BoBoiBoy hanya mengangguk pertanda mengerti.

Tidak jauh dari mereka, dua orang anak lelaki berumur sepuluh tahun sedang bermain di taman dekat kedai. Keceriaan terproyeksikan dengan jelas dari wajah mereka.

Seorang anak lelaki yang berlari-lari mengenakan kaus biru dan kain merah yang tersampir di punggungnya. Kain itu berkibar, membuat anak itu terlihat seperti pahlawan super. Tak lupa ia merentangkan tangan kanannya yang terkepal ke depan untuk menjiwai peran pahlawannya.

"Akulah pahlawan Pulau Rintis!" teriaknya bersemangat.

"Pahlawan Pulau Rintis itu, kan, Abang BoBoiBoy dan teman-temannya," sahut anak lelaki satunya—yang memakai kaus oranye—sambil tertawa.

Anak lelaki yang pertama berhenti berlari, kemudian menengok ke arah temannya.

"Aku, kan, mengagumi Abang BoBoiBoy. Siapa tau suatu saat nanti, aku juga bisa menjadi pahlawan yang melindungi pulau ini!"

Tanpa mereka sadari, pipi dari pemilik nama yang disebut memerah karena tersipu. Yaya hanya tersenyum penuh makna ke arah BoBoiBoy, menggoda sang sahabat. Sepasang sahabat berbeda gender itu kembali asyik memperhatikan kedua anak lelaki tersebut.

Sang anak berbaju lazuardi mengangguk, lalu berkata, "Aku pun juga ingin menjadi pahlawan. Kita tidak boleh lupa tujuan kita kelak."

"Ya, menegakkan keadilan!" sahut pemuda kecil yang barusan berlari-lari.

BoBoiBoy dan Yaya tertegun mendengarnya, tidak menyangka bahwa hal itu terdengar dari anak-anak yang bahkan belum memasuki masa pubertasnya. Lantas keduanya menyunggingkan senyum.

.

xXx]-•-•-•-x-•-•-•-[xXx

.

"Keadilan, ya ...," gumam Yaya setelah kedua anak itu menghilang dari pandangan, kemungkinan telah pulang ke rumahnya.

"Itu memang tugas kita, 'kan? Sudah menjadi suatu keharusan untuk menegakkan keadilan," ujar BoBoiBoy.

"Benar! Meski bagiku, menegakkan keadilan adalah tugas semua orang, bukan hanya kita," tanggap sang gadis berkerudung.

Yaya menyeruput Special Ice Chocolate miliknya. Lidahnya menikmati sensasi dingin dan manis dari minuman tersebut, sebelum kembali melanjutkan.

"Hidup seringkali tak adil. Jadi, keadilan bisa ditegakkan mulai dari diri sendiri, 'kan?"

Keadaan memaksa mereka berlima untuk dewasa sebelum waktunya.

Di saat remaja seusia mereka hanya memikirkan belajar dan main, mereka berlima mengemban tanggung jawab untuk melindungi bumi dan galaksi.

BoBoiBoy mengangguk. "Kamu benar."

Petang hari itu, mereka diingatkan akan esensi dari seorang pahlawan oleh orang yang tidak terduga.

.

.

.

FIN

.

.

.


Pojok KOKOTiME

.

Halo, kembali lagi dengan Asuka~ ( ´ ▽ ` )ノ

Apa kabar? Semoga pembaca sehat selalu.

Saat membaca prompt keadilan, aku teringat pada anak-anak yang sering mengimajinasikan dirinya sebagai pahlawan. Padahal, tugas pahlawan itu tentu saja berat, karena dengan kekuatan yang besar akan mendatangkan tanggung jawab yang besar juga. Kemudian, terlintaslah plot untuk eksekusi prompt ini. Semoga pembaca menikmatinya, ya.

Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca. Silakan tinggalkan review bila ada kritik saran atau tanggapan terhadap fic ini~

Nantikan juga drabble dari author-author lain, yaa XD

.

Salam hangat,

Nakashima Asuka 1704

15 Oktober 2020