DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2
CHAPTER 10 : ROAD TO MARIJOIS!
"GLUP!" Terdengar suara Nami menelan ludahnya dan ia mencoba tersenyum tetapi tidak membalikan tubuhnya karena ia takut melihat sosok yang ada dibelakangnya. Dia mengenali sosok tersebut dan sosok itu adalah Uchiha Sasuke.
"Ka-Kau mengenaliku?" Tanya Nami.
"Hn."
Nami pun makin berkeringat saat mendengar suara itu karena ia sangat mengenali suara tersebut. Suara itu adalah suara dari sang pemilik kapal dan sang pemilik emas-emas yang sedang ia curi dan Nami pun sadar bahwa ia kini telah tertangkap basah.
Nami pun mulai berpikir bagaimana caranya ia keluar dari situasi yang canggung dan menakutkan ini. Dia sudah melihat betapa mengerikannya kekuatannya Sasuke dan ia pun sadar bahwa Luffy pun pasti tidak akan bisa banyak membantunya karena Luffy adalah adiknya dan Luffy pun pernah bilang bahwa ia takut dengan Sasuke.
"A-Aku sedang melihat-lihat kapalmu dan aku secara tidak sengaja sampai disini." Ucap Nami yang masih membelakangi Sasuke.
"Lalu karung itu?" Tanya Sasuke.
Nami yang mendengar itu pun makin berkeringat dan langsung menendang karung yang berisikan emas yang berada disebelahnya.
BUAGH!
"ITTTAIIII!" Nami pun berteriak kesakitan dan langsung terjatuh karena ia menendang tumpukan emas yang sangat keras yang berada dalam karung.
Nami pun langsung terjatuh dan memegangi kakinya yang kesakitan dan terlihat heel sepatu yang dikenakannya pun patah akibat tendangan tadi.
'Sepertinya tidak ada pilihan lain. Maaf Robin, aku harus melakukan ini untuk menyelamatkan hidupku. Aku harap kau mengerti.' Gumam Nami dalam hatinya sambil menyeringai.
Nami lalu perlahan membuka tali-tali yang mengikat bajunya dan berusaha untuk menggoda Sasuke. "Apa kau pernah melihat tubuh wanta seindah in-"
"Tidak ada gunannya kau menggodaku. Pakai bajumu kembali dan ikut aku. Teman-temanmu sudah menunggu." Ucap Sasuke dengan datar.
Nami pun kembali menelan ludahnya karena panic ternyata Sasuke tidak jatuh kedalam perangkapnya dan dia menyadari betapa bodohnya karena harus melakukan sesuatu seperti itu. Nami pun langsung kembali memakai bajunya dan mencoba berdiri.
"I-itai!" Saat mencoba berdiri, Nami merasakan sakit yang luar biasa di pergelangan kakinya yang ia duga karena menendang emas-emas yang berada dalam karung tadi.
"Kenapa?" Tanya Sasuke yang berjalan mendekati Nami.
"Sepertinya kakiku terkilir karena menendang emas-emas itu." Ucap Nami sambil memiji kakinya yang terkilir.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan berjongkok dihadapan Nami dan ia memegang pergelangan kaki Nami. "Luffy bercerita banyak tentangmu." Ucap Sasuke sambil mengurut kaki Nami.
Wajah Nami pun memerah karena ia tidak menyangka bahwa seorang bajak laut terkuat di dunia sedang berusaha mengobati kakinya yang terkilir. Nami menatap wajah Sasuke dengan seksama dan nampaknya ia benar-benar terpesona dengan wajah Sasuke. 'Robin, kau benar-benar beruntung.'
"Luffy juga bercerita banyak tentangmu. Luffy bilang kaulah yang paling dekat dengannya dibandingkan kakaknya yang lain." Ucap Nami sambil tersenyum.
Sasuke lalu merogoh saku dalam jubahnya dan mengeluarkan segulung perban dan ia langsung memerban pergelangan kaki Nami dengan hati-hati. "Apa dia kapten yang baik?" Tanya Sasuke.
"Uhm! Meskipun dia ceroboh dan seenaknya tapi dia peduli dengan kami semua dan selalu melindungi kami semua. Banyak hal yang sudah kami lalui dan dia selalu membantu kami saat kami membutuhkannya." Jawab Nami sambil tersenyum.
Sasuke lalu mengikat perbannya dan langsung berdiri. "Kakimu terkilir dan nampaknya kau akan kesulitan berjalan selama 1-2 hari. Tidak perlu panic seperti itu. Tidak mungkin aku membunuhmu hanya karena kau mencuri emasku." Ucap Sasuke kepada Nami.
"Itu hanya reflex saja. Bagaiamana aku tidak panic setelah aku melihat kekuatanmu saat kau mengeluarlan aura yang sangat menyeramkan saat di hutan paus tadi?" Ucap Nami kepada Sasuke.
Sasuke pun hanya tersenyum mendengar perkataan Nami karena ia tahu bahwa orang-orang seperti Luffy, Zoro dan Law mungkin tidak terlalu terkena dampak dari aura yang ia keluarkan saat di hutan paus namun untuk orang-orang seperti Nami, Ussop dan Chopper mereka semua pasti sangat shock dengan aura Juubi yang dikeluarkan oleh Sasuke.
"Sebentar lagi kalian akan menghadapi Yonkou. Jika sudah ketakutan dengan auraku maka kalian tidak punya kesempatan menang melawan Kaido." Ucap Sasuke kepada Nami.
"Aku sama sekali tidak ada niatan mengalahkan Yonkou atau semacamnya. Itu semua keputusan Luffy." Gumam Nami sambil mengembungkan pipinya.
"Cepatlah. Teman-temanmu mulai menanyakan keberadaanmu." Ucap Sasuke kepada Nami.
Nami yang mendengar itu pun memalingkan wajahnya dan memainkan jarinya. "Bo-bolehkah aku meminta emasmu?" Tanya Nami dengan sangat pelan.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan berjalan mendekati tumpukan emas yang berada disebelahnya. Ia mengambil 3 emas batangan dan memberikannya kepada Nami,
"Ambilah. Satu batangnya berharga 10 juta berry." Ucap Sasuke kepada Nami.
Nami yang mendengar itu pun langsung tersenyum lebar dan memeluk emas batangan itu dengan erat seolah tidak ada hari esok untuk memegang emas tersebut,
"TERIMAKASIH SASUKE-SAN!" Teriak Nami dengan sangat keras sambil merundukan kepalanya.
Sasuke pun langsung menutup kedua telingannya dan menutup satu matanya karena telinganya terasa sakit mendengar teriakan Nami yang sangat keras. "Kau benar-benar mirip dengan Carina." Gumam Sasuke.
Nami yang mendengar nama Carina terucap dari mulut Sasuke pun langsung membelalakan matanya dan langsung menatap Sasuke. "Ka-kau kenal dengan Carina?" Tanya Nami.
"Hn." Jawab Sasuke sambil menganggukan kepalanya.
"Bagaimana kau bisa mengenal serigala licik itu?" Tanya Nami yang penasaran.
"Aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu dan dia banyak membantuku." Jawab Sasuke datar.
"Cih! Jangan terlalu baik padanya. Dia tidak membantu orang secara cuma-cuma. Dia pasti mengharapkan imbalan dari seseorang yang telah dia bantu." Ucap Nami kepada Sasuke.
"Ah. Dia secara terang-terangan menunjukan sifatnya kepadaku dan pada akhirnya dia meminta uang kepadaku." Ucap Sasuke.
"Sudah kuduga. Memangnya bantuan apa yang kau perlukan dan berapa uang yang kau berikan kepadanya?" Tanya Nami kepada Sasuke.
"Lebih tepatnya dia saat itu menjadi managerku. Aku mengikuti kompetesi judi dan ia yang mendaftarkanku dan aku memberinya 500 juta berry." Ucap Sasuke.
"HAAAAAHH!? 500 JUTAA!?" Teriak Nami kembali karena ia benar-benar shock ketika mendengar nominal yang diberikan Sasuke kepada saingannya itu. "I-itu tidak masuk akal! Kenapa kau memberinya uang sebanyak itu!?"
"Aku mendapatkan 5 milyar dari judi itu dan dia meminta 10% dari hasil judi itu." Jawab Sasuke kembali dengan datar.
Nami yang mendengar itu pun hanya mengerang kesal dan mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Nami iri dengan Carina karena Carina berhasil mendapatkan uang sebanyak itu dan Nami berpikir kini Carina pasti sedang bersenang-senang dengan uang itu.
Nami langsung mendongakan wajahnya dan menatap Sasuke sambil menyeringai. "Kau tidak menidurinya kan? Sangat tidak masuk akal ada pria yang memeberi wanita uang sebanyak itu hanya karena menjadi manager." Ucap Nami kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan memejamkan matanya. "Dia juga sempat menawarkan itu kepadaku secara gratis." Ucap Sasuke.
Nami yang mendengar itu pun makin shock dan menganga tidak percaya. Nami tidak menyangka bahwa Carina berani menawarkan dirinya secara gratis kepada Sasuke tanpa meminta imbalan apapun dan itu bukan Carina yang ia kenal.
"La-lalu apa kau melakukannya?" Tanya Nami.
"Tentu saja tidak. Aku tidak tertarik dengannya." Jawab Sasuke.
Nami yang mendengar itu pun langsung menyeringai. "Sudah kuduga. Dia hanya wanita yang memiliki dada besar namun wajahnya jelek." Gumam Nami.
Nami kembali menyeringai dan kembali menatap Sasuke. "Kau tau aku adalah wanita yang cukup popular di kalangan pria dan banyak pria yang menginginkanku. Aku tipe yang sangat pemilih dan hanya pria-pria kelas atas saja yang bisa berkencang denganku tapi aku tidak keberatan jika harus berkencang denganmu asalkan kau memberiku uang sebesar yang kau berikan kepada Carina." Ucap Nami sambil tersenyum.
CEKLEK!
"Kau tau aku adalah wanita yang cukup popular di kalangan pria dan banyak pria yang menginginkanku. Aku tipe yang sangat pemilih dan hanya pria-pria kelas atas saja yang bisa berkencang denganku tapi aku tidak keberatan jika harus berkencang denganmu asalkan kau memberiku uang sebesar yang kau berikan kepada Carina."
Nami kembali membelalakan matany saat melihat Sasuke mempunyai dial tone dan perkataanya barusan telah direkam oleh Sasuke.
"Bagaimana jika kau memberikan ini kepada Robin?" Tanya Sasuke kepada Nami.
"TIDAAAAKK!" Nami langsung berteriak dan memeluk kaki Sasuke. "Kumohon jangan! Bisa-bisa aku dibunuhnya atau lebih parahnya lagi, dia bisa memutilasiku secara brutal!" Ucap Nami yang memohon.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Kalau begitu cepat keluar dari sini atau Robin akan semakin curiga." Ucap Sasuke kepada Nami.
"Ah benar juga! Lagipula aku sudah mendapatkan 3 emas batangan ini dan aku bisa membeli furniture-furniture mahal di kamarku." Ucap Nami yang tersenyum sambil memegang emas batangan pemberian Sasuke.
Nami lalu mencoba berdiri namun sepertinya dia kesulitan berdiri karena kakinya yang terkilir. Menyadari hal tersebut Sasuke hanya menghela nafas dan kembali berjongkok dihadapan Nami.
"Kau tidak bisa berdiri?" Tanya Sasuke kepada Nami.
Nami yang mendengar pertanyaan Sasuke pun hanya tersenyum malu dan merona. "Se-sepertinya begitu." Jawab Nami dengan pelan.
Sasuke lalu memutar tubuhnya dan membelakangi Nami. "Cepat naik."
Nami pun membelalakan matanya karena tidak menyangka Sasuke akan menggendongnya. Mungkin untuk sebagian wanita ini adalah hal yang wajar dimana ada pria yang mau menggendong wanita ditambah lagi yang akan menggendongnya adalah pria tertampan di dunia ini. Namun karena sudah saking lamanya dia berada di kru topi jerami dimana disitu tidak ada laki-laki yang normal. Luffy selalu membawanya terbang, Zoro tidak bisa diandalkan, Sanji sebenarnya selalu ingin menggendongnya tapi Nami tahu Sanji adalah pria yang yang mesum sama halnya dengan Brook.
"A-apa tidak apa-apa? Bagaimana bila Robin melihat kau menggendongku?" Tanya Nami.
"Aku yang akan menjelaskan." Jawab singkat Sasuke.
Nami pun dengan keraguannya perlahan mendekati Sasuke dan melingkarkan kedua tangannya di leher Sasuke dan menempelkan dirinya di punggung Sasuke. Sasuke pun lalu langsung mengangkat Nami dan menggendong Nami di punggungnya.
"Ano Sasuke-San, Maaf merepotkanmu hehehe." Ucap Nami sambil tertawa malu.
Sasuke lalu sedikit menengok kebelakang dan membuat wajah Nami kembali merona karena kini wajah mereka berjarak sangat dekat.
DEG! DEG!
Jantung Nami berdetak dengan sangat keras sehingga terdengar oleh Sasuke dan membuat Nami semakin malu. "Jangan hiraukan aku. Bukan kesalahan ku jika aku tergoda oleh ketampananmu. Semua wanita pun pasti akan mengalami hal yang serupa jika digendong seperti ini." Ucap Nami sambil memejamkan matanya dan mencoba menghindari kontak mata langsung dengan Sasuke.
"Reaksi mu sama seperti Robin namun, kau lebih jujur dan terbuka." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
-X-
( RUANG MAKAN )
Pereperepereperep! Pereperepereperep!
Seluruh kru topi jerami plus Kinemon, Momonosuke dan Law sudah menyelesaikan kegiatan makan mereka dan kini mereka sedang bersantai dan mengobrol. Namun dari tadi denden mushi milik Sasuke terus berdering dan membuat mereka semua penasaran siapa yang menelepon Sasuke dari tadi.
"Kusoooo! Berisik sekali! Kenapa Sasuke tidak juga kembali?" Tanya Luffy yang kesal karena bunyi denden mushi yang sedari tadi berbunyi.
"Oi, apa dia tersesat?" Ucap Zoro.
"Dasar tidak tahu diri." Gumam Ussop sambil melirik kearah Zoro.
"Sepertinya ini sangat penting. Apa aku harus keluar dan membawa denden mushi ini kepada Sasuke-San?" Tanya Chopper.
"Benar. Bisa jadi ini telepon dari pemerintah dunia mengingat sebentar lagi reverie akan dilaksanakan." Ucap Franky.
"Apa aku harus mengangkatnya?" Ucap Robin.
"Jangan Nico-ya. Jika ini telepon dari pemerintah dunia maka akan sangat berbahaya jika kau yang mengangkatnya. Siapa tahu angkatan laut sedang menyadap denden mushi ini." Ucap Law kepada Robin.
"Sepertiya Sasuke-Dono adalah orang yang sangat sibuk." Ucap Kinemon.
"Kenapa seorang bajak laut ditelepon pemerintah dunia?" Tanya Momonosuke.
CLACK!
Terdengar suara pintu terbuka dan semua orang langsung melihat ke pintu dan mereka melihat Sasuke yang sedang menggendong Nami.
"NAMI! Kenapa kau di gendong oleh Sasuke!?" Teriak Luffy kepada Nami.
"Yohohoho kau sungguh beruntung Sasuke-San." Ucap Brook.
Robin disisi lain hanya menatap Sasuke dan Nami dengan datar dan ia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Tatapan Robin lebih tertuju kepada Nami dan tatapan itu seolah berbicara menjauhlah dari Sasuke sekarang juga atau kau akan menerima akibatnya.
"Ahahahah maaf kakiku terkilir dan aku tidak bisa berjalan. Sasuke-San membantuku." Ucap Nami sambil tertawa.
"Manja sekali." Gumam Zoro sambil memejamkan matanya.
Sasuke pun lalu berjalan kearah kursi dan menaruh Nami di kursi tersebut. Sasuke lalu mengarahkan pandangannya kepada denden mushi yang masih bordering.
"Dari tadi denden mushi itu bordering." Ucap Robin dengan sangat datar kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum karena ia tahu Robin merasa cemburu karena ia barusan menggendong Nami.
"Oi Sasuke cepat angkat! Bunyi denden mushi itu membuat telingaku sakit!" Ucap Luffy kepada Sasuke.
Sasuke pun lalu berjalan menuju meja dimana denden mushi berada dan akan mengangkatnya. Namun sebelum ia mengangkatnya, ia langsung menatap semua orang yang berada disana dengan serius.
"Siapa pun dari kalian, jika kalian bersuara saat aku berbicara dengan orang ini aku akan mengakhiri hidup kalian. Mengerti?" Tanya Sasuke kepada mereka semua.
""HAAAAAI! SASUKE-SAMA!"" Ucap mereka semua dengan bersamaan dan langsung menutup mulut mereka.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengangkat denden mushinya.
Pereperepereperep! Perepereperep-GOTCHA!
"Uchiha Sasuke disini." Ucap Sasuke.
"Wororororororo!"
Kinemon dan Momonosuke pun langsung terlihat shock dan terkejut ketika mendengar suara seseorang dari denden mushi tersebut karena mereka mengenali suara tersebut.
BUSSSH!
Seketika, Momonosuke langsung berubah menjadi naga dan langsung memeluk Nami.
"Kenapa Momo-Chan?" Tanya Nami dengan sangat pelan.
"I-itu.. O-orang itu…" Ucap Momonosuke dengan terbata-bata.
"Kuso…" Gumam Kinemon dengan sangat pelan.
Semua orang yang berada disitu pun makin heran ketika melihat reaksi Momonosuke dan Kinemon yang sepertinya ketakutan.
"Kaido kah?" Ucap Sasuke.
Semua orang yang berada disitu pun langsung membelalakan mata mereka dan terkejut. Mereka pun akhirnya mengetahui kenapa Momonosuke dan Kinemon terlihat sangat ketakutan namun mereka mencoba untuk tetap diam dan membiarkan Sasuke berbicara dengan Kaido.
"Lama tidak bertemu Sasuke! Bagaiamana kabarmu?" Tanya Kaido kepada Sasuke dan terlihat denden mushi itu menyeringai.
"Kenapa kau meneleponku?" Tanya Sasuke balik tanpa menjawab pertanyaan Kaido.
"OI! Aku menanyakan kabarmu! Tidak bisakah kau jawab pertanyaan sederhana itu!?" Teriak Kaido yang kini terlihat marah.
Sasuke yang mendengar hal tersebut pun memejamkan matanya dan menghela nafas. "Aku tidak suka basa-basi. Cepat katakana apa maumu." Ucap Sasuke dengan datar.
"Worororo dasar bocah arogan! Ada 3 hal yang ingin aku bicarakan kepadamu!" Ucap Kaido sambil menyeringai.
"Katakan." Jawab Sasuke.
"Pertama, apa kau tahu apa yang telah adikmu lakukan hah!? Monkey,D,Luffy dan juga Trafalgar Law telah menghancurkan bisnis besarku!" Teriak Kaido yang nampak sangat marah.
Semua orang yang mendengar itu pun menelan ludah mereka kecuali Luffy, Zoro dan Law. Mereka bertiga nampak tetap tenang namun serius mendengarkan percakapan antara Kaido dan Sasuke.
"Lalu?" Tanya Sasuke singkat.
"Lalu!? TENTU SAJA AKU AKAN MEMBUNUH MEREKA SEMUA!" Teriak Kaido.
"Hn kau terlalu meremehkannya. Coba lah bertarung dengannya dan kita lihat siapa yang akan menang." Jawab Sasuke sambil melirik kearah Luffy dengan tersenyum.
Luffy pun membalasa senyuman Sasuke dengan senyuman kembali dan mengangkat jempolnya kepada Sasuke.
"HAAAH!? Aku tidak akan kalah dari bocah ingusan seperti dia!" Teriak Kaido.
"Lalu apa lagi yang ingin kau katakan?" Tanya Sasuke kepada Kaido.
"Wororororo apa Linlin belum memberitahumu?" Tanya Kaido kepada Sasuke.
"Memberitahu apa?" Tanya Sasuke yang penasaran.
"Tentang pertemuan kita bertiga!" Ucap Kaido sambil menyeringai.
"Kenapa dengan pertemuan itu?" Tanya Sasuke.
"Aku dan Linlin sepakat bahwa pertemuan kita nanti akan diadakan di Onigashima! 3 minggu dari sekarang kau harus datang ke Onigashima karena aku ingin membahas beberapa hal penting denganmu." Ucap Kaido dengan serius.
"Sepertinya aku akan terlambat. Aku harus ke Marijois terlebih dahulu dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi disana." Ucap Sasuke kepada Kaido.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan disana!? Jangan bilang kau akan menjadi anjing pemerintah dunia dan menjadi shicibukai!" Ucap Kaido.
"Jangan bercanda Kaido. Apa kau pikir aku akan melakukan hal terhina seperti itu?" Tanya Sasuke yang sepertinya tersinggung dengan perkataan Kaido.
"Worororo baguslah kalau begitu! Apa kau akan kesana sendirian?" Tanya Kaido kepada Sasuke.
"Hn. Nampaknya seperti itu." Ucap Sasuke.
"Bagaiaman jika aku ikut denganmu! Kita akan hancurkan Marijois dan kita akan menguasai dunia ini! Worororooro!" Ucap Kaido sambil tertawa.
"Tidak. Kau tidak perlu ikut. Biar aku saja yang kesana. Lalu apa hal terakhir yang akan kau bicarakan?" Tanya Sasuke kepada Kaido.
"Worororo! Aku sekarang sedang mencoba saranmu!" Ucap Kaido sambil menyeringai/
Sasuke yang mendengar itu pun memejamkan matanya dan memijir keningnya karena ia tidak percaya bahwa Kaido benar-benar akan melakukan itu.
"Jangan bilang kau akan melompat sekarang." Gumam Sasuke.
"Wororororo tepat sekali! Aku kini sedang berada di pulau langit dan berjarak 10.000 km di atas permukaan laut. Kau pernah bilang padaku kalau ingin mati dengan keren, terjun dari langit adalah salah satu caranya bukan?" Tanya Kaido kepada Sasuke sambil tertawa.
Sasuke yang mendengar itu pun kembali menghela nafas dan memejamkan matanya. "Selamat mencoba kalau begitu." Jawab Sasuke.
"AAAHH! Kalau begitu aku akan terjun sekarang!"
GOTCHA!
Sasuke lalu langsung menutup telepon denden mushi itu dan kembali ke meja makan dan duduk disebelah Robin. Sasuke menyadari kini semua tertuju kepadanya seoalah mereka meminta penjelasan kepada Sasuke.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Tanya Sasuke dengan datar.
"Mirai Kaizoko-O, apa kau berencana membangung aliansi dengan Big Mom dan Kaido?" Tanya Law tiba-tiba dan menatap tajam Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan terlihat bosan dengan pertanyaan yang menyangkut tentang peraliansian. "Aku tidak akan membangun aliansi dengan siapapun. Pertemuanku dengan kedua orang itu untuk membahas Road Poneglyph." Ucap Sasuke.
Semua orang yang berada disitupun terkejut dan tidak menyangka bahwa Sasuke sedang mencari pone merah tersebut terutama Luffy dan Robin.
"OI Sasuke! Kau tidak berencana menjadi raja bajak laut kan!?" Teriak Luffy kepada Sasuke.
"Kenapa kau mencari road poneglyph?" Tanya Robin penasaran.
"Aku hanya ingin mengetahui apa itu One Piece dan juga God Poneglyph." Ucap Sasuke dengan datar.
"God Poneglyph? Apa itu?" Tanya Robin kepada Sasuke karena dia pun yang merupakan sejarawan dan arkeolog baru mendengar tentang God Poneglyph itu.
"Entahlah. Rayleigh yang mengatakan kepadaku untuk menemukan poneglyph itu dan dia bilang jika aku sudah menemukannya cara pandangku terhadap dunia ini akan berubah. Maka dari itu aku semakin penasaran." Ucap Sasuke
Robin yang mendengar itu pun kembali membelalakan matanya karena ia baru teringat dengan pone yang ia temukan di pulau sean beberapa bulan yang lalu. Di pone tersebut di ceritakan tentang seseorang yang telah menciptakan dunia ini dan juga tertulis tentang lambang kipas yang sangat mirip dengan lambang dari Uchiha.
"Tapi tidak apa-apa meskipun kau mendapatkan poneglyph hanya Robin yang bisa membacanya dan aku tidak akan mengizinkan Robin untuk membantumu soal hal itu. Shishishi." Ucap Luffy sambil tertawa mengejek Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan melipat tangannya. "Percaya diri sekali kau." Ucap Sasuke kepada Luffy.
"Luffy, Sasuke bisa membaca poneglyph." Ucap Robin sambil tersenyum manis.
"NANIII!?" Luffy pun langsung terkejut dan berteriak karena tidak menyangka bahwa Sasuke dapa membaca poneglyph.
"Ba-bagaiamana bisa!?" Nami pun ikut terkejut dengan fakta yang baru saja terungkap.
"Kalau begitu kenapa hanya Robin saja yang diincar? Kenapa pemerintah dunia tidak mengincar Sasuke-San jika Sasuke-San dapat membaca poneglyph?" Tanya Chopper.
"Jangan bodoh Chopper. Sudah jelas pemerintah dunia takut dengannya." Ucap Zoro.
"Kuso! Kalau begini dia pasti akan dengan mudah menjadi raja bajak laut!" Ucap Luffy kepada dirinya sendiri dan lebih tepatnya ia sedang menggerutu.
"Tenanglah. Lagipula aku hanya ingin mengetahui tentang One Piece saja dan aku sama sekali tidak tertarik dengan raja bajak laut." Ucap Sasuke.
"Kenapa kau tidak tertarik menjadi raja bajak laut?" Tanya Nami kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Nami. "Apa kau tahu apa arti sebenarnya menjadi raja bajak laut?" Tanya Sasuke.
Semua orang yang mendengar itu pun langsung terdiam dengan pertanyaan Sasuke. Kalau dipikir-pikir, pertanyaan Sasuke ada benar juga karena selama ini mereka hanya focus membantu Luffy untuk menjadi raja bajak laut tanpa mencari tahu apa makna sebenarnya dari raja bajak laut.
"Menjadi orang paling bebas di dunia ini." Jawab Luffy polos sambil menatap Sasuke.
"Apa kau belum merasa bebas sampai saat ini?" Tanya Sasuke kepada Luffy.
Luffy yang mendengar itu pun kembali terkejut dan ia kembali terdiam karena ia merasa tidak bisa menjawab pertanyaan Sasuke.
Sasuke yang melihat itu pun hanya tersenyum dan menyandarkan punggungnya ke belakang kursinya dan sedikit menyeruput kopi panasnya. "Aku tidak ingin menjadi sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa makna dari sesuatu tersebut." Jawab Sasuke.
"Jadi jika kau sudah tahu apa makna dari menjadi raja bajak laut, apa kau akan menjadi raja bajak laut?" Tanya Luffy kepada Sasuke.
"Tidak juga. Tergantung apa makna tersebut. Jika itu membosankan, lebih baik aku menjadi orang biasa saja." Jawab Sasuke sambil tersenyum.
Sasuke lalu mengarahkan pandangannya kepada Luffy dan menatapnya dengan serius. "Kau mempunyai tekad yang sangat kuat dank au dikelilingi nakama yang bisa diandalkan namun, kau masih terlalu muda dan polos dalam melihat dunia ini. Hal yang akan membebanimu bukan perjalananmu untuk menjadi raja bajak laut namun apa yang akan kau lakukan setelah menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke kepada Luffy.
Luffy yang mendengar itu pun memiringkan kepalanya pertanda ia bingung. "Apa yang akan aku lakukan setelah menjadi raja bajak laut?" Ucap Luffy.
Pertanyaan Sasuke pun membuat seluruh orang khususnya para anggota topi jerami pun kebingungan. Biasanya orang-orang akan bertanya bagaiamana caranya untuk menjadi raja bajak laut tetapi tidak ada yang pernah bertanya apa yang akan dilakukan setelah menjadi raja bajak laut.
"Apa kalian pernah berpikir kenapa Roger mempublikasikan dan mendeklarasikan tentang One Piece sebelum kematiannya? Apa kalian pernah berpikir kenapa dai kaizoku jidai ini terbentuk?" Lanjut Sasuke.
Robin disisi lain terus menatap Sasuke denga serius dan mencoba mencerna apa yang sedang Sasuke katakana dan apa maksud dari perkataan Sasuke.
"Apa maksudmu?" Tanya Law kepada Sasuke.
"Aku berasumsi bahwa ada suatu hal yang tidak sanggup Roger lakukan. Maka dari itu ia membuat era bajak laut besar ini dan mempercayakan hal itu kepada kalian semua, sang generasi baru." Ucap Sasuke dengan serius.
"Sesuatu yang tidak sanggup raja bajak laut lakukan?" Gumam Ussop.
"Apa dia bermaksud ada musuh yang sangat kuat yang akan menghalangi jalan kita?" Tanya Franky.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum. "Hn sudah kuduga kalian masih terlalu bodoh untuk hal-hal rumit seperti ini. Teruslah berpetualang dan kalian akan menemukan jawabannya." Ucap Sasuke.
"Hmmmm aku tidak terlalu mengerti dengan apa yang kau katakan tapi aku akan mencari jawabannya dan aku akan beritahu padamu jika aku sudah menemukannya. Shishishishi." Ucap Luffy sambil tersenyum.
-X-
Kini mereka semua sudah berada ditaman kapal Sasuke dan bersiap untuk kembali ke Zou untuk bersiap-siap menuju ke Wano.
"Yosssh Sasuke, terima kasih karena telah mengundangku ke kapalmu. Suatu saat nanti kau yang harus mampir ke kapalku." Ucap Luffy kepada Sasuke sambil tersenyum.
"Yooooo Terima kasih atas jamuaanya Mirai Kaizoku-O. Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu." Ucap Franky sambil tersenyum.
"Yohohoho Terimakasih Sasuke-San." Ucap Brook kepada Sasuke.
"Luffy, sepertinya aku akan bermalam disini dengan Sasuke. Tidak apa-apa kan?" Tanya Robin kepada kaptennya itu.
"Uhm! Pastikan kau akan kembali besok pagi Robin." Ucap Luffy kepada Robin.
"Heh? Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Nami sambil menyeringai kepada Robin.
Kinemon dan Brook pun langsung tersenyum mesum dan mulai mimisan karena mereka sudah membayangkan hal-hal yang aneh-aneh namun mereka langsung memalingkan wajah mereka karena mereka takut Sasuke melihatnya.
"Tapi bagaimana kita kembali naik ke atas?" Tanya Zoro.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengeluarkan jurus kage bunshinya.
BUSSH!
Keluar kepulan asap yang cukup tebal dan terlihat cloningan Sasuke muncuk di sebelah Sasuke yang asli.
"SUGEE! Dia bisa menggandakan diri." Ucap Chopper yang matanya berbinar-binar.
"Bunshin ku akan mengantar kalian ke atas. Mendekatlah dengannya." Ucap Sasuke kepada mereka semua.
Seluruh kru topi jerami kecuali Robin beserta Kinemon, Momonosuke dan Law pun langsung mendekat ke arah bunshin Sasuke.
SUSANO!
Bunshin Sasuke lalu mengeluarkan Susanonya dan bersiap untuk membawa mereka kembali ke Zou.
"Sasuke, Robin kami akan pergi duluan! Jaga diri kalian baik-baik!" Ucap Luffy kepada Sasuke dan Robin.
WUSSSH!
Susano itu pun langsung terbang dan membawa mereka kembali ke Zou dengan selamat dan kini hanya tersisa Robin dan Sasuke yang berada di kapal. Robin lalu mengarahkan pandangannya kepada Sasuke dan tersenyum.
"Lalu, apa yang ingin kau lakukan sekarang?" Tanya Robin kepada Sasuke.
"Aku ingin berbaring saja sambil membaca koran." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun langsung menggandeng tangan Sasuke dan menatapnya. "Masuklah. Ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu." Ucap Robin.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Apa lagi kali ini?"
"Ini tentang poneglyph yang aku temukan disebuah pulau dan nampaknya poneglyph itu ada sangkut pautnya denganmu." Ucap Robin serius.
-X-
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Sasuke sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
Robin yang mendengar pertanyaan Sasuke pun lalu menatap Sasuke dengan serius dan mengeluarkan sebuah kertas kecil dari celana pendeknya.
"Ini salinan poneglyph yang aku temukan di sebuah pulau." Ucap Robin sambil memberikan kertas tersebut.
Sasuke langsung mengambil kertas tersebut dan mebacanya. Sasuke membaca tulisan yang berada di kertas itu dengan sangat teliti dan ia pastikan tidak akan ada satu kata pun yang akan terlewat. Kata demi kata ia baca dan ia langsung membelalakan matanya.
Aku melihat kejadian dan peperangan yang sangat dahsyat. Aku adalah salah satu saksi dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa hebatnya orang tersebut. Saat mereka mengira kami akan kalah tetapi orang itu datang dan menghancurkan musuh-musuh kami. Jika orang itu tidak ada, mungkin saja dunia ini tidak akan terbentuk. Seseorang yang mempunyai mata berwarna merah dan mempunyai kekuatan yang dahsyat. Dia bisa membelah gunung dan menghancurkan satu pulau. Bahkan, 3 senjata kuno pun tidak mempan terhadap orang itu. Seseorang yang berasal dari keluarga terhormat dan lambang keluarga itu adalah lambang kipas berwarna putih merah. Suatu saat, keturunannya akan membuat dunia ini mencapai perdamaian dan mengancurkan semua orang yang mempunyai inisial D dalam nama mereka. Peperangan akan terjadi kembali dan pasti keturunan dari orang itu akan membuat orang berinisial D lenyap dari dunia ini.
"Mata merah? Lambang kipas? Apa maksud dari semua ini?" Gumam Sasuke.
"Apa kau mengetahui sesuatu dari tulisan ini? Maksudku mata merah dan lambang kipas yang terulis disini bukankah ini sangat mirip dengan clan Uchiha?" Tanya Robin kepada Sasuke.
Sasuke pun tidak menjawab pertanyaan tersebut dan hanya terdiam. Dia kembali mengingat perkataan Rayleigh yang mengatakan bahwa Rayleigh pun pernah melihat lambang kipas Uchiha disuatu poneglyph. Semakin lama Sasuke berpikir, Sasuke mulai mengira bahwa sebelum dirinya, sepertinya ada seseorang dari dunia shinobi yang pernah menginjakan kaki di dunia ini dan nampaknya orang tersebut adalah seorang Uchiha.
SREK!
Sasuke dengan tidak sadar meremas kertas itu dengan keras dan membuat kertas tersebut kusut. Sepertinya dugaanya benar bahwa kedatangannya di dunia bukan hanya kebetulan semata namun ada sesuatu yang harus ia lakukan disini.
"Sasuke-Kun?"
Lamunan Sasuke buyar saat ia mendengar suara yang memanggilnya. Sasuke lalu menatap Robin yang sepertinya khawatir akan dirinya.
"Maaf, akhir-akhir ini aku terlalu banyak pikiran." Ucap Sasuke.
Robin yang medengar itu pun hanya tersenyum dan menyentuh tangan Sasuke. "Mau kuambilkan sesuatu?" Tanya Robin kepada Sasuke.
"Tidak. Terima kasih. Aku hanya sedang bingung saja." Jawab Sasuke. "Semakin lama, sepertinya banyak informasi yang aku terima dan membuatku semakin penasaran dengan sejarah dunia ini dan…." Sasuke membuka telapak tangannya dan menatap telapak tangannya.
"Dan…?" Gumam Robin sambil menatap Sasuke.
"Sepertinya salah satu leluhurku memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan dunia ini. Sepertinya hal ini yang akan dibicarakan oleh para Gorosei." Ucap Sasuke.
Robin yang mendengar itu pun kembali menatap Sasuke dengan serius. "Saat aku berada di pasukan revolusioner, Dragon-San, sang pemimpin revolusioner pernah bercerita bahwa dia pernah melihat seorang Tenryuubito membawa sebuah kain yang bergambarkan lambang clanmu." Ucap Robin kepada Sasuke.
Sasuke langsung menyipitkan matanya dan menatap Robin dengan serius. "Jadi, maksud dari perkataanmu adalah keluarga Uchiha adalah tenryuubito?" Tanya Sasuke kepada Robin.
"Itu adalah hipotesa yang paling masuk akal yang bisa di ambil dari semua misteri ini. Satu fakta yang menguatkan lagi adalah pemerintah dunia sepertinya tidak terlalu berusaha menangkapmu melainkan mereka seperti berusaha untuk mendekatimu dengan cara damai." Ucap Robin kepada Sasuke.
"Huuffftt…" Sasuke lalu menghembuskan nafas panjang. "Sepertinya aku mulai tahu apa yang akan mereka bicarakan. Terima kasih untuk informasinya, Robin." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan wajahnya mulai merona. Dia sangat terkejut saat Sasuke memanggil namanya karena Sasuke jarang sekali memanggilnya dengan nama. Sasuke biasanya memanggilnya dengan "Hei" atau "Oi"
"Kau memanggil namaku?" Ucap Robin sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Hn?" Sasuke pun memiringkan sedikit kepalanya karena bingung dengan pertanyaan Robin.
"Ma-maksudku, kau jarang sekali memanggil namaku." Ucap Robin.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan tersenyum. "Dasar bodoh. Kita sudah berpisah selama 3 tahun dan wajar jika kau merasa aneh jika aku memanggil namamu lagi." Ucap Sasuke kepada Robin.
Sasuke lalu bangkit berdiri dan menaruh kusanaginya di sofanya serta melepaskan jubahnya dan kini ia hanya mengenakan sweater hitam dan celana hitam panjang saja. "Aku mau tidur." Ucap Sasuke sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Robin yang melihat Sasuke berjalan pun langsung bangkit berdiri dan mengikuti Sasuke. "Tunggu! Aku juga ingin tidur!" Ucap Robin sambil berlari kecil untuk mengejar Sasuke.
Mereka berdua pun kini sudah sampai di kamar Sasuke. Robin pun sedikit membulatkan matanya saat melihat kamar Sasuke yang baru. Kamar yang begitu luas dengan ranjang yang sangat besar. Robin lalu melihat sebuah gambar kipas besar yang dimana itu adalah lambang clan Uchiha disebalah pintu kamar.
'Sepertinya kau benar-benar bangga akan clanmu, Sasuke-Kun.' Gumam Robin dalam hatinya.
"Tidak terasa sudah pukul 10 malam dan semakin malam, udara di sini semakin dingin." Ucap Robin sambil tersenyum.
"Tidurlah. Besok kau harus bangun pagi." Ucap Sasuke sambil duduk ditepi ranjang dan menatap Robin.
Robin yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan berjalan mendekati Sasuke. "Seperti biasa. Aku tidur di ujung." Ucap Robin.
Robin lalu naik ke kasur tersebut dan langsung membaringkan dirinya di sebelah Sasuke yang masih terduduk.
"UAAAAH! Kasur mu sangat empuk." Ucap Robin sambil meregangkan seluruh tubuhnya.
"Kau mempunyai kamar yang cukup baik di Thousan Sunny." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun langsung menghadap kearah Sasuke dan tidur menyamping. "Bagaimana kau tahu tentang kamarku?" Tanya Robin kepada Sasuke.
"Aku pernah masuk ke kamarmu. Saat itu kalian masih terpencar dan Thousand Sunny masih terparkir di Saboady dan karena penasaran aku mencoba memasuki kapal itu." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin hanya tersenyum dan menopang kepalanya dengan salah satu tangannya sambil menatap Sasuke. "Hm? Benarkah? Lalu apa yang kau temukan di kamarku?" Tanya Robin dengan nada menggoda.
Sasuke pun menghela nafas dan melepas jaketnya dan ia lipat dan ia taruh di meja disebelahnya. "Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar pertanyaan tersebut langsung membelalakan matanya karena ia merasa bahwa pertanyaan Sasuke barusan sangatlah ambigu dan terkesan seperti pertanyaan dari seseorang yang sedang marah.
"A-apa maksudmu?" Tanya Robin sambil menyentuh tangan Sasuke dengan lembut.
"Apa yang kau harapkan dariku?" Tanya Sasuke lagi.
Robin pun makin mengeraskan genggamanya pada tangan Sasuke dan menatap Sasuke dengan tajam. Sasuke yang mengerti bahwa Robin kebingungan pun langsung membalikan tubuhnya dan menatap Robin dengan serius.
"Aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin tahu apa yang kau harapkan dariku? Aku tahu kau mencintaiku namun kau juga tahu aku bukanlah pria yang baik akan hal itu." Ucap Sasuke kepada Robin.
"Yang aku ingin hanyalah kau tetap berada disisiku. Mungkin memang aku berharap lebih dari itu seperti aku ingin mempunyai anak darimu dan aku ingin menjadi istrimu namun aku tahu kau sepertinya tidak ingin hal-hal seperti itu terjadi." Ucap Robin kepada Sasuke sambil mengelus tangan Sasuke.
"Perkataanmu itu membuatku seolah terlihat seperti pria yang brengsek." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Lalu apa yang kau harapkan dariku?" Tanya Robin kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung memejamkan matanya dan menarik nafas yang panjang lalu menghebuskannya. Sasuke mulai berpikir bahwa setidaknya dia harus sedikit membuka dirinya kepada Robin mengingat hanya Robin lah orang yang paling dekat dengannya dan Sasuke berpikir bahwa Robin adalah wanita yang cukup handal dalam menyimpan rahasia apalagi rahasia dari orang yang ia cintai.
"Dirimu." Jawab Sasuk singkat.
Mata Robin kembali membelalak dan wajahnya merona karena mendengar perkataan Sasuke. "Di-diriku?" Gumam Robin.
"Hn. Yang aku harapkan darimu adalah dirimu sendiri. Dengan keberadaanmu dihidupku telah banyak membantuku." Ucap Sasuke kepada Robin.
GLUP!
Robin menelan ludahnya dengan keras dan ia terpaku menatap Sasuke. Seolah-olah kedua bola matanya sudah terkunci untuk menatap wajah Sasuke.
"Ka-kau tahu? Aku tidak ingin ada salah paham antara kita. Perkataanmu tadi seolah bermaksud bahwa kau juga mencintaiku." Ucap Robin.
"Hn. Kau benar. Aku sepertinya mulai mencintaimu." Ucap Sasuke datar.
Jantung Robin langsung berdetak dengan cepat dan wajahnya sudah memerah seperti tomat yang direbus. Robin tidak menyangka bahwa ada suatu moment dimana Sasuke akan menyatakan perasaannya kepadanya.
"Sasuke-Kun… Apa kau serius?" Tanya Robin kepada Sasuke.
"Hn. Tapi ini tidak semudah yang kau kira." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin lansgung bangun dari tidurnya dan mendudukan dirinya serta menatap Sasuke dengan serius. "Bukannya aku menganggapmu bercanda tapi dari tadi kau seperti orang sedang kebingungan. Aku melihat banyak perubahan sifatmu dan kau sedikit berbeda dengan dirimu 3 tahun yang lalu. Seharusnya aku senang dengan pernyataanmu barusan tapi aku merasa kau tidak mengatakan itu dengan jujur. Maksudku, masih ada yang kau sembunyikan dariku." Ucap Robin dengan serius.
Sasuke yang mendengar hal tersebut pun langsung memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya kebelakang ranjang. "Akan menghabiskan waktu yang sangat banyak jika aku harus menjelaskannya dari awal. Tidurlah dan aku akan menceritakan semuannya jika kita bertemu lagi." Ucap Sasuke kepada Robin.
"Kau selalu saja seperti ini. Kau menutup-nutupi semua masalahmu dan kau bertingkah seolah semuanya baik-baik saja. Kau bahkan tidak menuruti perkataanku saat aku bilang kau harus memeriksakan kakimu kepada Chopper. Kau bilang mencintaiku tapi kau tidak pernah mendengar perkataanku sedikit pun." Ucap Robin kepada Sasuke yang sudah mulai kesal.
"Aku sudah bilang kan? Ini tidak semudah yang kau kira." Jawab Sasuke dengan datar.
"Aku bahkan tidak tahu masalahnya apa dan kau bilang ini tidak semudah yang aku kira. Aku tidak akan tahu seberapa sulitnya itu jika aku tidak tahu apa permasalahannya!" Ucap Robin yang sedikit menaikan nada bicaranya.
"Tidurlah. Kau nampak kelelahan." Ucap Sasuke yang memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
Robin yang melihat Sasuke mengacuhkannya mengerang kesal dan mengepalkan kedua tangannya dengan keras. "Apa yang salah diriku!? Apa aku bukan pendengar yang baik!? Apa aku terlalu bodoh untukmu!? Aku selalu mengkhawatirkanmu setiap saat dan selalu berusaha membantuku! Aku tidak ingin terus berada dalam lindunganmu dan aku juga ingin melindungimu! Setidaknya ceritakanlah apa yang kini sedang ka-"
"Karena suatu saat aku akan menghilang dan tidak akan pernah kembali lagi."
Sasuke langsung memotong perkataan Robin karena Sasuke tahu jika terus dibiarkan maka Robin akan semaki berteriak dan mereka akan bertengkar lagi.
Robin disisi lain langsung membelalakan matanya dan sangat terkejut dengan perkataan Sasuke. Tubuhnya bergetar dan dengan perlahan, tanganya langsung bergerak dan langsung memegang tangan Sasuke dengan cukup keras seolah ia tidak akan melepaskan genggamannya.
"A-apa kau bilang?" Gumam Robin.
"Sudahku bilang ini tidak mudah. Tidak mudah untukku dan untukmu juga jadi tolong jangan memperumit keadaan dan percaya saja padaku." Ucap Sasuke kepada Robin.
"Apa yang harus aku percayakan padamu!? Memangnya kau akan menghilang kemana!? Kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti ini!?" Teriak Robin kepada Sasuke.
"Inilah kenapa aku tidak ingin membicarakannya. Kau pasti akan bereaksi berlebihan." Jawab Sasuke.
"Berlebihan katamu!? Apa reaksiku ini berlebihan saat mendengar orang yang aku cintai akan menghilang!?" Ucap Robin kepada Sasuke dan terlihat air mata pun sudah menetes dari mata kirinya.
"Maka dari itu, tenangkan dirimu dan lebih baik kita bicarakan ini dengan perlahan." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin pun lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya guna menenangkan dirinya. Terlihat Robin kini sudah bisa tenang namun pandangannya masih terlihat cukup tajam dan ia masih menatap Sasuke dengan serius.
"Jelaskan padaku, kenapa kau akan menghilang dan kemana kau akan pergi. Aku sudah terpisah 3 tahun denganmu dan percayalah, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku." Ucap Robin kepada Sasuke.
"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya tapi intinya adalah aku tidak bisa terus bersamamu dan aku akan meninggalkanmu. Jadi jangan berharap banyak dariku." Ucap Sasuke kepada Robin.
GRAB!
Robin langsung menarik baju Sasuke dan menarik Sasuke untuk mendekati tubuhnya. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Aku tahu kau bukanlah tipe pria seperti itu. Kau melakukan segala sesuatu dengan penuh pertimbangan dan rencana! Ini pasti ada kaitannya dengan reverie nanti dan sepertinya aku tidak akan mengizinkanmu pergi ke reverie!" Ucap Robin kepada Sasuke.
"Kau tidak berhak melarangku dan aku juga tidak perlu izin darimu." Jawab Sasuke dengan datar.
"Kau benar! Jadi kau juga tidak berhak melarangku dan aku tidak perlu menurutimu kan? Kalau begitu akan ikut denganmu ke Marijois!" Ucap Robin kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun kembali menghela nafas karena ia tahu bahwa percakapan ini tidak akan berjalan dengan baik jika keduanya keras kepala dan salah satu dari mereka harus mengalah dan sepertinya Sasuke lah yang harus mengalah saat ini.
Sasuke lalu mengangkat tangannya dan memegang wajah Robin dengan lembut. "Aku akan menceritakan semuanya saat aku kembali dari reverie nanti. Aku hanya ingin menemukan moment yang pas untuk menceritakan masa laluku dan menurutku moment ini tidak cukup baik karena kau pun harus bersiap besok pagi untuk pergi ke Wano Kuni." Ucap Sasuke.
Robin pun memegang tangan Sasuke yang berada di wajahnya dengan kedua tangannya dan menatap Sasuke dengan sendu. "Kau berjanji kan? Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepadamu dan aku sekarang khawatir jika kau suatu saat benar-benar menghilang. Aku tidak tahu darimana kau berasal dan aku pun tidak tahu harus mencarimu kemana jika suatu saat nanti kau hilang. Maka dari itu aku ingin terus bersamamu." Ucap Robin.
"Ah. Aku tahu. Sekarang istirahatlah. Besok pagi kau harus sudah bersiap." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin pun tiba-tiba tertunduk dan meremas pahanya. "La-lalu, apa jawabanmu?" Tanya Robin dengan pelan.
"Hn?"
"Ba-barusan kau bilang kau mulai mencintaiku. Apa maksudmu?" Tanya Robin sambil memalingkan wajahnya.
"Hn. Aku pikir, kau lah satu-satunya wanita didunia ini yang mengerti tentangku. Meskipun kau menyebalkan tapi kau selalu membantuku dan selalu memberiku perhatian. Terima kasih untuk itu." Ucap Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun tersenyum dan menatap Sasuke. Secara tidak sadar ia mulai mendekatkan dirinya kearah Sasuke dan mulai memejamkan matanya dan terlihat sepertinya ia akan mencium Sasuke.
"Tapi aku tidak bisa menjawab itu sekarang. Aku akan memberimu jawaban setelah kalian berhasil mengalahkan Kaido." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Seketika Robin pun terkejut dan membuka matanya. Perempatanpun muncul di dahi Robin karena ia kesal ia tidak berhasil mencium Sasuke.
"Apa kau harus mengatakan hal itu sekarang?" Tanya Robin sambil mengerang.
"Hn. Aku tahu apa yang akan kau lakukan." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Apa kau benar-benar tidak ingin melakukannya denganku? Atau kau sudah pernah melakukannya dengan wanita lain?" Tanya Robin.
"Tidak. Hancock selalu memanggilku sebagai perjaka karena aku memang belum pernah melakukannya tapi banyak wanita yang sudah menawarkan dirinya." Ucap Sasuke sambil menyeringai.
Robin yang mendengar itu pun mengerang kesal dan moodnya mulai menjadi buruk. "Apa maksudmu menagatakan itu?" Tanya Robin.
"Aku hanya ingin terbuka kepadamu. Kau bilang aku harus menceritakan tentang diriku dan terbuka kepadamu bukan?" Tanya Sasuke.
"Grrr! Kau hanya menggodaku kan!? Kau tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku adalah wanita yang cukup nekad jika situasi memaksaku!" Ucap Robin.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan?" Sasuke kepada Robin.
Robin yang mendengar itu pun langsung menyeringai dan dengan perlahan ia melepas bajunya dan terlihat ia kini hanya mengenakan celana pendek dan BH saja.
"O-oi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sasuke.
"Aku akan menunjukan kepadamu seberapa besar tekadku!"
BUAGH!
-X-
( MARIJOIS )
Didalam kastil Pangea, terlihat sosok yang besar sedang berdiri dan menatap sebuah poster buronan. Sebuah poster buronan yang sampai sekarang menjadi poster buronan yang paling mengerikan dan memiliki harga tertinggi dari pada bajak laut lain yang masih hidup. Poster itu adalah poster dari Uchiha Sasuke.
Sosok tersebut lalu menaruh poster buronan tersebut di meja di depannya dan ia duduk disebuah kursi yang sangat besar. Sosok tersebut adalah Im-Sama. Sosok yang misterius tetapi satu hal yang pasti tentangnya adalah dia adalah orang yang mengatur jalannya di dunia ini.
Semua orang mengira bahwa Gorosei lah pemegang kekuasaan tertinggi dunia ini dan sedikit sekali orang yang berani mengganggu mereka. Biasanya para bajak laut pun hanya berani berurusan dengan para angkatan laut saja karena mereka tahu bahwa jika mereka berani menyerang pemerintahan dunia secara langsung maka sesuatu yang buruk pasti akan menimpa mereka.
Satu-satunya yang berani secara terang-terangan menentang pemerintah dunia adalah Pasukan Revolisoner namun sampai sejauh ini belum ada tindakan besar ataupun signifikan yang dilakukan oleh Revolusiner untuk mengguncang dunia.
Mungkin seluruh dunia akan terkejut jika mereka mengetahui eksistensi dari Im-Sama karena mereka berpikir bahwa tidak baik jika dunia ini dipimpin oleh satu orang karena orang tersebut akan menjadi sosok yang sangat powerful dan berpotensi akan menyalahgunakan kekuasaanya. Namun bukankah suatu organisasi memang seharusnya di pimpin oleh satu orang? Jika Pemerintahan dunia adalah organisasi terbesar di dunia ini maka memang seharusnya pemerintah dunia dipimpin oleh satu orang dan itu sistem itu pun yang diterapkan di setiap negara. Satu negara satu raja karena akan sangat merepotkan jika ada dua raja dalam satu negara dan mungkin akan sangat merepotkan juga bila ada dua pemimpin dalam dunia ini.
Bermacam-macam ideology dan pemikiran pun muncul baik yang memihak kepada pemerintah dunia maupun yang menentang pemerintahan dunia namun pada akhirnya sejauh ini pemerintah dunia mampu menyelesaikan setiap masalah yang mereka hadapi dan buktinya adalah mereka masih berjaya sampai saat ini dan belum ada satu kekuatan yang mampu merobohkan pemerintahan dunia.
Namun saat ini, ada seseorang yang kekuataanya mampu merobohkan pemerintahan dunia dan tentunya ini membuat para petinggi-petinggi di pemerintahan dunia pun mulai panic dan mereka harus bergerak secepat mungkin sebelum orang ini akan menjadi ancaman besar dan menjadi gelombang yang akan menghancurkan pemerintah dunia.
"Uchiha Sasuke, sudah saatnya kita mewujudkan dunia yang ideal dan indah." Ucap Im-Sama sambil menyeringai.
DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 END!
ARIGATOU GOZAIMASU!
Yoooossh Mina-San akhirnya author bisa menyelesaikan season 2 ini! Mohon maaf bila season 2 ini tidak sampai 15 chapter karena setelah berpikir panjang author kira 10 chapter sudah cukup untuk season 2 ini karena waktu author cek juga words setiap chapternya cukup panjang dan semoga para reader menikmati setiap chpaternya.
Praktis di season dua ini engga ada pertarungan yang besar dan hanya menceritakan perjalanan Sasuke saja. Sebenarnya author udah bikin konsep di setiap season pasti ada pertarungan besarnya namun apa daya semua pertarungan besarnya udah ada di season 1 karena author pun kebawa alur ceritanya wkwkwkwkw!
Awalnya sih mau dibikin perang Marineford itu di Season 1 sedangkan Kaido dan Big Mom ada di season 2 tapi ya sudahlah mau gimana lagi wkkwkwk! Dan untuk season 3 ini author mau focus ke pertarungan-pertarungan dan jika memungkinkan akan ada lemon sedikit dan lemon tentunya bukan untuk Sasuke dan Robin saja. Karatker lain pun memungkinkan ada scene lemonya dan scene lemon ini bertujuan untuk nge build cerita ini supaya lebih ngena aja bukan sebatas engas! Wkwkwkwk jadi untuk para reader yang masih di bawah 17 tahun dimohon kebijaksanaanya! Wkwkwkwk.
Oke sekian yang bisa di ucapkan author dan tidak ada bosanya author mengucapkan terima kasih buat para reader dan reviewer yang sudah setia sama fic ini dan terus dukun fic ini suapaya fic ini bakal tamat dan memecahkan rekor satu-satunya fic yang ga hiatus.
See you in Season-3!
