The Interstellar Nation Army Become a Mercenary

Chapter 7

Persiapan (Bagian 1)

.

Naruto Point of View (POV)

Hah...

Sejujurnya aku masih sangat mengantuk sekarang, namun berhubung matahari sudah agak meninggi di atas sana. Aku lalu putuskan untuk bangun lebih awal.

Ayo bangun. Masih banyak hal yang mesti kukerjakan saat ini.

Aku mengambil posisi duduk dengan cara menyilangkan kedua kakiku. Setelah mengucek-ucek kedua mataku dengan sebelah tangan, aku lalu menangkap sosok Piña yang sedang duduk agak jauh dariku.

Nampaknya dia sedang memilih-milih pakaian apa yang ingin dia bawa. Aku tidak tau mengapa dia melakukan itu, namun dari apa yang sudah terjadi sampai sekarang. Aku menduga bahwa dia tidak ingin untuk merepotkanku dengan semua barang bawaan yang ingin ia bawa.

Yah, aku bisa memahami itu. Lagipula, akan sulit bagi kami berdua untuk membawa semua barang bawaan miliknya. Selain karena faktor eksternal, kondisi Piña yang saat ini juga tidak memungkinkannya untuk mampu membawa banyak barang. Jadi wajar saja jika dia berpikir seperti itu. Penasaran, aku lalu berdiri dan kemudian berjalan menuju ke arahnya.

Dari jarak satu meter, aku dapat melihat berbagai macam pakaian yang tersusun rapi di atas sebuah alas yang sepertinya terbuat dari kulit hewan.

Mmn...

Bukankah semua pakaian wanita itu berasal dari kotak kulit hewan yang sebelumnya pernah aku geledah? Jadi itu semua memang milik Piña, yah?

Ketika dia baru menyadari keberadaanku, Piña lalu buru-buru menutup rapat kotak itu dan kemudian menatapku dengan wajah yang cemberut. Oh ayolah... aku gak ada maksud untuk mengambil pakaianmu, sungguh.

Setelah itu, Piña lalu menunjukkan ekspresi yang seakan memberitahuku bahwa dia baru mengingat sesuatu yang penting.

Dengan tangan kanannya, Piña lalu menarik pedangnya yang masih berada di dalam sarung pedang, mengayunkannya ke kereta-kuda dan kemudian ia menunjuk dirinya sendiri.

Apa?! Apakah dia sedang diburu oleh kelompok bersenjata?! Mungkinkah dia seorang kriminal, seperti bandit?! Ada juga kemungkinan bahwa peperangan hebat telah terjadi di tanah airnya sehingga Piña dan kelompoknya memutuskan untuk melarikan diri ke dalam hutan.

Berapa banyak pengejar yang tengah memburumu? Aku memberi isyarat kepadanya dengan kedua tanganku. Aku mencoba mengangkat jariku satu per satu dengan harapan dapat mengetahui jumlah pengejarnya. Namun, Piña langsung menghentikanku untuk menggalih lebih dalam.

Yeah, aku mengerti. Biar bagaimanapun juga, selompok orang yang terdiri dari sepuluh orang dipaksa untuk mundur. Lebih aman mengasumsikan jika jumlah pengejar jauh lebih banyak dari perkiraan awal.

[Tolong segera hentikan cara berkomunikasi yang tidak efisien itu.]

Sebenarnya Wise jarang membuat komplain. Aku sudah tahu. Memang salahku juga sih sejak awal sehingga berakhir begini.

Aku lalu memberi tanda 'Oke' dengan kedua jariku.

Selanjutnya adalah berapa banyak waktu yang kami berdua miliki sampai mereka sampai datang ke sini. Aku menunjuk ke arah matahari dan kemudian mengarahkannya ke barat.

Akan aneh jika aku tiba-tiba mengajaknya bicara, bukan?

Piña sekali lagi menggelengkan kepalanya tanda tidak tau.

Memahami apa maksudnya, aku kembali memberi tanda 'Oke' dengan kedua jariku.

Yah, dia terlihat tergesah-gesah sambil memilih barang-barang apa saja mesti ia bawa. Jadi aku berpikir bawa para pengejar itu kemungkinan akan datang ke sini dalam waktu dekat.

Sebenarnya aku ingin tetap tinggal di sini untuk sementara waktu dan kemudian berangkat esok harinya. Namun, sepertinya aku harus mengubah jadwalku lagi deh.

Apakah ada sesuatu seperti tas di dekat sini?

'Wise. Tolong tandai tas atas sesuatu yang terlihat seperti tas di dekat area ini.'

[Roger.]

Aku segera melihat ke arah objek yang diberi tanda merah saat men-scan area di sekitarku. Oh, ini dia. Sebuah tas dafel yang terbuat dari kulit hewan yang tergeletak tak jauh dari sisa-sisa api unggun.

Mungkinkah ada makanan di dalamnya? By the way, aku tidak menemukan satupun persediaan makanan di dalam kereta-kuda kemarin, jadi itu agak aneh bagiku.

Great! Bahkan ada sesuatu seperti garam di dalamnya! Dan apa ini? Baunya seperti merica. Mungkinkah ini sejenis bumbu dapur?

Tidak jauh dariku, ada sebuah tas yang berisi peralatan untuk memasak. Mulai dari panci pengorengan, panci untuk merebus, pisau, garpu, sendok, hampir semuanya peralatan makan yang kutahu ada di sini.

Selain itu, aku kembali menemukan sebuah tas yamg terlihat mewah di dekat kereta-kuda. Ketika aku membuka isinya, terdapat setumpuk pakaian dalam wanita yang tersusun rapi di dalam tas tersebut.

Tidak, tidak, tidak... ngapain aku pake acara menggendus segala.

Aku menyerahkan tas itu kepada Piña. Ketika dia memeriksa isinya, Piña lalu kembali menatapku dengan mata yang tajam.

Hentikan itu. Aku gak ada maksud untuk ngapa-ngapain, serius.

Untuk mempersingkat waktu, aku lalu meminta Wise untuk memeriksa dan mengonfirmasi setiap barang dan persediaan yang wajib kami bawa.

Aku juga harus mempertimbangkan secara terperinci mengenai jumlah barang yang dimungkinkan untuk dimuat ke dalam tas. Aku tidak ingin membuat Piña membawa lebih dari dua tas.

Sekitar satu jam kemudian, aku sudah mengemas setidaknya satu ransel dan tiga buah tas yang terisi penuh oleh persediaan kami.

Masing-masing dari mereka digantung di kedua tanganku bersama dengan ransel, dua tas dafel, dua gulungan selimut, dan satu senapang plasma.

Ini berat. Kukira aku harus membuang tas-tas ini jika kami menjumpai situasi dimana aku harus memakai senapanku untuk melawan.

Sedangkan Piña, ia hanya membawa tas paling kecil diantara ketiganya. Dia juga membawa tas yang berisi barang-barang pribadinya, seperti celana dalam.

Mengingat itu, entah kenapa membuatku merasa sesak di bawah.

...

Piña POV

Aku berhasil menyampaikan pesanku pada Sir Osbern bahwasanya aku sedang diburu menggunakan bahasa isyarat. Aku tidak bisa menyimpan masalah ini sendirian.

Jalan belakang kemungkinan sudah diintai oleh musuh. Tidak banyak rute pelarian yang tersedia bagi kami.

Aku sebenarnya tidak enak merepotkan Sir Osbern. Tidak ada alasan baginya yang tidak mempunyai hubungan denganku untuk terlibat dalam masalah. Aku tidak akan menyalahkannya jika dia berniat untuk berpisah.

Akan tetapi, meskipun Sir Osbern awalnya terlihat terkejut, namun ia nampak tidak terganggu sama sekali. Apakah aku gagal menyampaikan maksudku padanya? Tidak, nampaknya bukan begitu.

Sir Osbern mulai sibuk sendiri setelah itu. Dia nampaknya memeriksa persediaan. Dia mondar-mandir kesana-kemari sambil mengumpulkan banyak persediaan.

Dia nampak puas setelah mengumpulkan hampir semua barang dan memanggilku. Dia mungkin bertanya apakah boleh menaruh barang-barang itu ke dalam tas. Saat aku mengangguk setuju, dia segera mulai mengemas barang-barang itu ke dalam tas. Dia sepertinya sudah memilih beberapa benda untuk dikemas terlebih dahulu.

Semua benda yang ia masukan terdiri dari barang-barang yang penting bagi kami. Bahkan akupun yakin dengan pilihannya. Aku juga sudah mengemas barang-barangku sebelumnya, namun aku menganggap semua barangku penting, jadi aku tidak bisa menentukan mana yang harus menjadi prioritas.

Terakhir, Sir Osbern juga mengisi tas pribadinya, yang mirip dengan yang dipakai oleh para pedagang keliling, dan tiga tas dafel yang berisi persediaan.

Sir Osbern mengangguk ke arah tas pribadinya dan dua tas besar lain kemudian menunjuk dirinya sendiri. Dia kemudian mengangguk ke arah tas yang paling kecil dan menunjuk ke arahku. Aku baru yakin untuk pertama kalinya bahwa dia berniat menemaniku.

Sir Osbern benar-benar teladan seorang bangsawan. Aku benar-benar malu karena sempat mencurigainya.

Selagi dia mengorganisir barang bawaan, aku perhatikan bahwa Sir Osbern tidak memiliki pedang. Mungkin dia kehilangannya saat bertarung dengan gerombolan Gray Hound kemarin.

Aku mengumpulkan semua pedang dari mendiam teman-temanku, namun tidak mungkin aku membawa semuanya. Jadi aku putuskan membiarkan Sir Osbern memilih pedangnya sendiri. Aku mengajaknya ke tempat dimana aku mengumpulkan semua pedang itu dan memberinya isyarat untuk mengambil satu.

...