Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
Mengandung unsur dewasa.
Lemon/lime bukan hal utama dalam fic ini, so jangan harap ada lemon/lime yang berlebihan,
Tidak di anjurkan untuk pembaca di bawah umur.
Jadilah pembaca yang bijak.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
~ Give me your blood ~
[ Chapter 12 : Perlindungan ]
.
.
.
"Apa maksudmu?"
"Aku melakukannya untuk membantumu. Sekarang, kau istirahat saja. Aku sudah membeli beberapa makanan untuk di santap." Ucapnya.
"Aku sudah sangat lapar." Ucap Naruto.
Sejenak semua apa yang aku lihat di depan mataku kembali terbayang, bagaimana Sakura berusaha melawan mereka, bagaimana Sakura berusaha menghindar dan melindungi dirinya, semuanya menjadi sia-sia. Bagaimana Neji tahu?
Mengambil kantong belanjaannya dan membuangnya ke lantai begitu saja.
"Katakan dengan jelas." Kesalku hingga meremas kerah bajunya.
"Sasuke. Apa yang kau lakukan? Kenapa kalian bertengkar?" Ucap Naruto.
"Diam!" Aku sampai membentak Naruto.
"Katakan, Neji." Ucapku. Aku butuh jawabannya.
"Aku sudah memberinya peringatan sekali, lalu peringatan kedua, dan peringatan terakhir untuk menjauhimu."
Kembali aku mengingat jelas setiap raut wajah Sakura. Ketika wajah cerianya menghilang secara tiba-tiba.
"Kau tahu siapa dia?" Tanyaku.
"Aku tahu. Aku bahkan sering melihat beberapa plester di tubuhmu setiap kita akan berganti baju olahraga. Dia memanfaatkanmu, Sasu-"
Bughtt!
"KENAPA KAU TEGA MELAKUKANNYA! AKU TIDAK BUTUH PERLINDUNGANMU! KEMBALIKAN DIA PADAKU SEKARANG JUGA!" Teriakku.
Aku hanya memukul wajah Neji sekali. Naruto berusaha menahan pukulan keduaku. Menarikku menjauh dari Neji.
"Sasuke! Hentikan!" Teriaknya. "Ada apa denganmu? Neji apa yang terjadi? Ucapnya.
Kau tidak akan memahaminya Naruto.
Sial!
Dadaku semakin sesak setiap mengingat orang-orang itu melukai Sakura.
"Dia sudah tidak ada. Sekarang hiduplah dengan normal Sasuke." Ucap Neji. Bahkan masih memasang wajah tenangnya.
"Apa kau tidak tahu. Dia lah yang membuatku bertahan hingga sekarang ini."
"Aku hanya ingin melindungimu."
"Persetan dengan melindungiku! Aku akan membunuhmu sekarang juga!" Kesalku.
Bagaimana pun aku mencoba melawannya. Naruto masih menahanku dengan sangat kuat.
"Kenapa kalian seperti ini?" Ucap Naruto.
"Dia sudah membunuh pacarku!" Ucapku dan menunjuk Neji.
Naruto hanya terkejut mendengar ucapanku. Dia menatap bingung ke arah Neji.
"Naruto. Kita pergi." Ucap Neji.
Sial!
Sial!
Apa semudah itu mereka melenyapkan seseorang seperti Sakura? Dia tidak melukai siapapun. Dia vampire yang baik.
Naruto tidak juga bergerak.
"Sasuke butuh waktu." Ucapnya.
Butuh waktu katanya? Apa dia tidak pernah merasakan bagaimana seseorang yang sangat di cintai di pukul begitu saja di hadapanya? Sementara kau akan menjadi orang yang hanya menontonnya.
"Mulai hari ini. Jangan pernah menganggapku sahabat kalian." Ucapku.
Neji memaksa Naruto untuk pergi. Pintu itu akhirnya tertutup, yang tertinggal hanya perasaan sesak ini. Aku tidak bisa menahannya. Sakura telah pergi, mereka yang membunuhnya. Aku tidak tahu jika Neji merupakan orang dari organisasi yang di sebutkan Sakura.
.
.
[by:sasukefans_ama]
.
.
[ Neji Pov. ]
Aku mulai memperhatikan Sasuke ketika dia kembali ke sekolah. Saat pelajaran olahraga, aku melihat sebuah plester kulit di tubuhnya, ada beberapa bekas luka gigitan yang mulai sembuh, ini bukan bekas gigitan biasa. Seorang vampire sedang memaksa Sasuke untuk memberikan darah padanya.
Aku ingin tahu, tapi Sasuke bukan tipe yang akan mengatakan apapun dengan mudah, bahkan persahabatan kami yang sudah begitu lama, dia menutupi ibunya yang sakit cukup lama. Kami baru saja mendengar kabar itu dari wali kelas kami. Sasuke mau tidak mau harus berbicara pada guru untuk kejelasaan keadaannya sekarang. Kami sangat ingin membantunya, hanya saja, kami kesulitan dengan sikap Sasuke yang merasa dia tidak perlu bantuan apapun.
Saat mengunjungi sebuah minimarket. Aku melihat Sasuke menatap gadis kasir itu, ada tatapan yang berbeda dari mereka.
"Tunggu. Pemuda itu lupa dengan bento yang di belinya." Ucap kasir itu.
Aku mulai curiga padanya. Sejujurnya tatapanku tidak lepas dari Sasuke. Dia tidak membeli apapun, tapi gadis ini mengatakan jika Sasuke memesan bento. Dia berbohong.
Sasuke juga berbohong tentang berbicara dengan paman itu. selama ini aku tidak pernah mendapat kabar jika Sasuke melakukan kerja paruh waktu. Hal itu akan menyita waktu belajarnya. Seseorang pasti sedang membantunya. Sekarang Sasuke tidak punya kerabat terdekat lagi.
Siapa yang membantunya?
Aku meminta beberapa mata-mata mengikuti Sasuke. Mereka berhasil menemukan Sasuke dan gadis itu jalan bersama. Gadis itu bahkan menjauh saat tahu Kiba dan Naruto menemukan Sasuke. Apa dia sengaja?
Saat ke rumah Sasuke. Aku yakin jika ada yang tidak beres, aku sering menatap kamar Sasuke, mungkin saja dia menyimpan gadis itu di sana atau gadis itu sedang keluar karena menghindari kami. Aku tidak bisa menemukannya.
Satu-satunya cara, aku mencarinya di minimarket itu. Aku sempat menemui pemilik minimarke itu.
"Oh pemuda waktu itu, dia hanya menanyakan salah satu pegawaiku. Seorang gadis yang sering menjaga di waktu shift malam." Jelas paman itu.
Sudah ku duga.
Aku hanya ingin menolong Sasuke terlepas dari makhluk yang hanya meresahkan siapapun.
"Aku dan Sasuke adalah sahabat. Ini adalah sedikit peringatan untukmu, jangan mengganggu Sasuke. Kau akan tahu akibatnya." Ucapku. Aku memberinya satu kali peringatan.
Tapi
Gadis vampire ini keras kepala. Berkali-kali dia melanggar peringatanku. Untuk terakhir kalinya. Aku akan benar-benar memberinya pelajaran. Dia sangat kuat. Aku yakin karena gadis vampire ini sudah hidup cukup lama dan terus mengkonsumsi darah manusia, tapi tidak akan ada yang bisa melawan orang-orang dari organisasi yang didirikan oleh keluargaku sejak jaman dulu.
"Aku minta maaf." Ucap gadis itu padaku sebelum dia di bawa pergi. Air mata yang terus mengalir di wajahnya dan tatapannya terus mengarah pada Sasuke.
Kenapa dia harus menangis?
Kau hanya makhluk yang tidak jelas, kehidupan kalian sangat meresahkan jika tetap di biarkan hidup. Seharusnya sejak dulu kalian punah saja. Dunia ini harus aman dari bangsa aneh seperti kalian.
Aku berusaha melindungi Sasuke.
Walaupun yang aku dapat adalah ucapan marah darinya dan pukulan darinya.
Pipiku cukup sakit, tapi nantinya dia akan berterima kasih padaku. Dia akan melupakan gadis itu, segera mungkin.
.
.
TBC
.
.
update...~
jadi biangnya adalah si babang NEJI... pokoknya selama buat kalian yang tebakannya benar dan juga yang sedikit ragu XD
ada alasan Neji seperti ini. tapi... ets, nggak bisa di jelaskan sekarang, ini menyangkut spoiler chapter di masa depan eh (?) jadi tetaplah bersabar hingga fic ini mencapai alasan NEJI.
lalu.
apa Sakura sudah di musnah?
SEE YOU NEXT CHAP!
