"Ini dimana?" Naruto bertanya, kepalanya menoleh menatap lingkungan sekitar. Ia berdiri di tanah lapang, rumput hijau memenuhi lahan tanpa ujung tersebut. Di langit hanya ada warna putih, tempat ini dipenuhi warna hijau di tanah, dan putih di langit.

"Aku juga tak tahu kita ada dimana, yang jelas tempat ini terpisah oleh ruang-waktu!" Suara anak kecil itu menegaskan. Naruto tak lagi terkejut saat sosok gadis berpakaian Gothic itu muncul dari ketiadaan.

"Jadi bisa kita mulai?" Naruto sudah tak sabar. Ingin menjadi kuat, dan melakukan apapun untuk balas dendamnya.

"Jangan terburu-buru bocah-!" Naruto mengumpat dalam hati ketika ia dipanggil bocah oleh sosok anak kecil usia 10 tahun, lama-lama ia pun mulai geram terhadap gadis tersebut.

"Oh, kau akhirnya datang Ophis!" Naruto terlonjak kaget saat tanah berguncang ketika suara keras itu terdengar, seolah datang dari semua penjuru tempat ini.

Di langit kemudian cahaya emas menyeruak menembus warna putih, seperti asap yang mulai turun ke tanah. Cahaya itu semakin terang saat mendekat, membuat flash silau sehingga Naruto menutupi matanya.

-Bang! Entah petir dari mana asalnya, suara memekak pun terdengar, kilat menyambar saat asap mengambil bentuk di hadapan Naruto. Kira-kira setinggi seratus meter, sosok naga yang hanya dilihat Naruto di dalam film terbentuk dari asap emas tersebut.

"Seperti yang kau tebak, aku datang untuk mengambil janjimu-!" Naruto memang tak mengenal gadis kecil tersebut, tapi suara keras tadi menyebut nama Ophis saat muncul, jadi Naruto menganggap nama gadis tersebut ialah Ophis.

—Ophis berteriak ke arah sosok naga emas.

"Hm? Jadi ini anak yang akan menjadi tungkumu?" Sosok naga yang dipanggil Ashuron itu melirik Naruto, terlihat ia mulai mengevaluasi pemuda pirang tersebut.

"Memang ia memiliki tekad yang kuat, tapi tubuhnya amat lemah untuk menerima warisanku-"

Dulu sebelum dunia memiliki manusia sebagai penghuninya, terdapat 13 dewa naga yang menguasai dunia. Pada dasarnya 12 small-world yang ada saat ini dulu dijaga oleh 13 makhluk superior ini, dan Ashuron salah satu dari 13 dewa naga tersebut.

Memang Ashuron bukanlah yang terkuat, tapi diantara Ophis dan Great Red yang masih tinggal di dimensi ini kekuatan Ashuron jauh di atas mereka.

Ashuron memiliki kemampuan uniknya sendiri sebagai Divine Dragon, ia mampu melihat takdir, namun bukan takdir dirinya yang bisa ia lihat. Sebelum kepergian Ashuron ke dimensi lain, ia memperingati Ophis bahwa small-word yang ia jaga akan direbut oleh Great Red, dan pada akhirnya hal itu memang terjadi.

Untuk membantu Ophis merebut kembali rumahnya, Ashuron meninggalkan potongan jiwanya yang bisa digunakan sekali untuk mewarisi darah dewa naga yang ia miliki, dan kemudian Ophis bisa menggunakan tubuh pria manusia biasa tanpa kekuatan supranatural untuk mengambil warisannya.

—Nanti jika manusia tersebut berhasil melewati kesengsaraan ilahi, Ophis akan menggunakan tubuh itu untuk menambah esensi ilahi nya.

Caranya menerima sperma dari pemegang warisan Ashuron.

Karena kesempatan itu hanya bisa dilakukan sekali, Ophis belum menemukan seseorang yang cocok hingga puluhan ribu tahun pun berlalu.

"Tenang saja, aku masih memiliki ini untuk memperkuat fisiknya-!" Ophis mengeluarkan sebuah botol kaca, cairan kental berwarna jingga memenuhi botol tersebut.

"Dari auranya, kurasa itu darah Great Red, bukan?" Ashuron bertanya dengan nada heran, setetes darah Great Red pun dapat membakar tubuh manusia biasa tanpa sisa.

"Ya-! Setelah bertarung dengannya selusin kali akhirnya aku dapat menyimpan darah si merah-," Ophis kemudian menoleh ke arah Naruto yang masih bingung. Pemuda itu pun ikut menoleh ke arah Ophis saat merasa gadis tersebut menatapnya.

"Kau siap? Jika kau gagal, kau akan lenyap-!" Naruto diam selama beberapa detik, terlihat berpikir. Tetapi mengingat kalimat yang dilontarkan Issei, Naruto meremas tinjunya kuat, sebelum menghembuskan napas kasar.

"Aku siap!"

—Ophis pun menyeringai lebar.

"Minum cairan itu, aku akan membantumu mengolahnya-!" Ophis melemparkan botol kaca yang dipegangnya, dengan mudah Naruto menangkapnya.

Sirkulasi sihir bergejolak disekitar Naruto saat Ophis memulai mantranya, cukup panjang sebelum sebuah lingkaran sihir raksasa muncul tepat di bawah Naruto.

Ophis mengangguk pelan. Sosok Ashuron hanya menatap gadis-pemuda itu diam, saat Naruto mulai membuka tutup botol kaca semburan api menyeruak membakar sekitar.

—Namun Naruto tetap aman di dalam perlindungan sihir Ophis. Ia meneguk botol cairan tersebut hingga habis tak tersisa, setelah meneguhkan hatinya.

"Aaarrrgghh!" Naruto menjerit saat api panas membakar tubuh, teriakan penuh kesakitan itu menggema ke seluruh penjuru. Ophis yang siap memanipulasi sihirnya mulai membantu Naruto menekan nyala api, tapi tetap saja itu masih amat menyakitkan bagi manusia biasa seperti Naruto.

Api jingga itu semakin panas di setiap detik berlalu, semakin menyiksa Naruto yang pada akhirnya seluruh tubuhnya ditelan api jingga. Dengan tekad dan keyakinan begitu kuat, pemuda itu mampu bertahan.

Naruto merasa setiap sel darahnya mulai terbakar dan digantikan oleh yang baru, sepuluh menit kemudian giliran otot dan organ dalamnya yang diperkuat, proses itu bertahan selama tiga puluh menit.

Selesai memperkuat organ, kali ini tulang Naruto yang ditempa ulang. Suara retakan tulang terdengar selama proses, teriakan Naruto telah putus-putus menahan rasa sakit tersebut.

—Namun pada akhirnya Naruto berhasil. Setelah proses selama dua jam lebih, api jingga mulai terlihat padam.

Dengan api semakin mengecil sosok Naruto terlihat, ia terbaring di tanah dalam ke adaan telanjang, namun tubuhnya memancarkan aura yang kuat, dengan hanya fisik mungkin ia mampu bertahan dari serangan dari iblis kelas tinggi.

"Anak ini tak terlalu buruk-!" Ashuron berkomentar setelah melihat perjuangan Naruto. "Ia lebih dari perkiraan ku, mungkin ia akan mampu menerima seratus persen dari warisan yang aku tinggalkan,"

Ophis yang mendengar perkataan Ashuron tampak girang, merasa bangga apa yang telah Naruto capai sejauh ini. "Lagipula, ia juga tidak terlalu buruk," Penilaian Ophis pada Naruto juga mulai membaik.

—Senyum hangat pun terpatri di wajah imut Ophis.


Jika ini di dunia manusia, Naruto telah tertidur selama tiga hari. Namun tempat ini sedikit berbeda, dibuat secara pribadi oleh salah satu makhluk agung yang pernah ada di dunia.

—Waktu sama sekali tidak berjalan di tempat Naruto tidur.

"Ssstt-!" Naruto mendesah saat ia membuka mata, langit putih kembali hadir dalam penglihatannya.

"Akhirnya kau bangun, bocah-" Naruto kemudian duduk, kepalanya masih terasa sakit, namun tubuhnya merasa nyaman. Ia merasa seakan tubuhnya bukanlah miliknya.

—Penuh tenaga dan stamina.

Sosok Ophis dan Ashuron terlihat, gadis gothic itu tersenyum manis ke arahnya. Jika ia pribadi yang dulu, Naruto pasti terpesona oleh keimutan Ophis. "Bagaimana perasaanmu?" Tanya Ophis, yang mulai ada emosi di kalimatnya.

"Aku merasa telah dilahirkan kembali-!" Naruto bergumam saat menggerakan tubuhnya.

"Pada dasarnya kau memang telah dilahirkan kembali. Meskipun kau saat ini masih manusia seutuhnya, tapi fisikmu mungkin sekeras berlian."

Naruto tercengang saat mendengar perkataan Ashuron, ia masih tak percaya dengan semua yang telah ia lalui.

"Jangan berpuas diri bocah, meskipun tubuhmu saat ini kuat, tapi ada kemungkinan kau akan mati saat menerima warisanku." Ujar Ashuron. Naruto kembali memasang raut serius setelah mendengarnya, tapi tekadnya masih kuat seperti sebelumnya.

—Sebelumnya ia akan bertaruh tanpa keyakinan, namun sekarang ia memiliki modal untuk yakin bisa melewati semua ini.

"Baiklah, sekarang sudah waktunya, bukan?"

"Aku suka semangatmu bocah,"

Mengiringi kalimat Ashuron, langit berubah menjadi hitam. Setitik kecil warna emas terlihat jatuh dari langit menuju Naruto, ia secara tak sadar menengadahkan tangan pada titik emas tersebut.

—Titik emas itu mulai berhenti dan melayang satu senti dari telapak tangan Naruto.

"Itu adalah Blood Essence dariku, jika kau mampu menyerap semua kandungannya, maka kau akan mendapatkan kekuatan setara dengan Great Red seketika-!"

Naruto tak tahu seberapa kuat Great Red itu, tapi jika kekuatan yang ia dapatkan mampu mewujudkan balas dendamnya, ia tak terlalu perduli seberapa ia menjadi kuat.

"Ini akan lebih menyakitkan daripada sebelumnya!" Cairan emas itu pun mulai terpecah, sebelum semua pecahannya masuk ke semua pori-pori tubuh Naruto.

"Aaarrgghh..." Sekali lagi Naruto menjerit kesakitan, dan kali ini lebih sakit daripada sebelumnya.

"Konsentrasi bocah! Rasakan dan cerna energinya-"

Naruto berusaha agar tidak mengerang, dan berkonsentrasi penuh. Yang ia lihat dalam kesadarannya; partikel kecil berwarna emas yang tersusun dalam bentuk seekor naga.

Satu persatu dari ribuan partikel itu mulai berpisah dan menyatu ke dalam tubuh beserta jiwanya. Hanya butuh beberapa menit, sebelum kesadaran Naruto mulai terbenam seutuhnya, memulai proses penyerapan Blood Essence dari Ashuron.

—Ashuron yang melihat Naruto tak lagi menjerit dan kesadarannya hilang sepenuhnya kagum pada perkembangan Naruto.

"Sepertinya kau mendapatkan tungku yang luar biasa, nee Ophis-!"

"Hm-" Ophis yang sedari tadi memperhatikan Naruto, tanpa sadar mengulas senyum lembut.


"Selamat kau telah sepenuhnya menerima warisanku-!"

Pada partikel emas terakhir, Naruto mendengar suara Ashuron di benaknya. Bersamaan tubuh Naruto yang memancarkan sinar emas yang terpancar ke seluruh penjuru.

"Mulai saat ini, dunia buatanku ini milikmu. Bentuknya dapat kau ubah sesukamu, tapi luasnya tergantung seberapa besar mana yang kau miliki-!" Bersamaan dengan suara Ashuron, dimensi tempat Naruto dan Ophis mulai mengecil, dan bentuknya pun berubah.

—Kini tanah lapang itu memiliki sebuah istana di pusatnya.

"Lumayan," Kekeh Ashuron ketika menyaksikan istana megah itu. "Saat ini mungkin kau belum memiliki kekuatan sebesar Great Red, tapi setelah kau dan Ophis melakukan seks berulang kali kau akan tumbuh kuat."

"A-apa?!" Naruto yang sedang berkonsentrasi linglung sejenak, lagipula ia bukanlah lolicon yang memiliki daya tarik pada anak kecil.

"Ingatlah, kau bukan seekor naga. Tetapi memiliki Blood Essence naga di dalam dirimu, jika kau terus kawin dengan naga maka kekuatanmu akan semakin kuat-!" Meskipun mengejar kekuatan sebagai alasan, batin Naruto belum menerima jika ia melakukan seks dengan seorang anak kecil.

"-begitu pun Ophis, ia juga akan bertambah kuat dengan spermamu. Jadi bersiaplah untuk diperas, Naruto-kun!" Kesadaran Naruto mulai kembali bersamaan dengan hilangnya tawa jahil Ashuron.

—Ketika ia membuka mata, Naruto menemukan Ophis yang mengeluarkan asap dari hidungnya. Ia merasa saat ini ditatap oleh seekor predator.


—Bersiaplah Na-ru-to! (Ophis berucap dengan nada sensual-!)

[Cut! Cut oi!] (Ophis menatap tajam Author, terlihat pakaian Gothic nya telah terlepas, menampilkan dada kecil tersebut)

—Nee Author-san, apa maksudnya ini?

[Udah Ophis, besok kita lanjut syutingnya, sekarang istirahat-!] (Dan Ophis pun pergi dengan pipi mengembung.)

—Oh, iya-! ditunggu ya para pem-ba-ca! (Ophis tersenyum sambil menutupi area intimnya.)