STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rantim : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair :
Naruto U x Harem
(Menma x Raynare) (Naruko x --) (Vivi x --) (Rin x --) (Gray x --) (Mirajane x --) (Minato x Koneko)
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin bayak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 14
.
DUAGH!
.
WUSH!
.
BYARRRRR!
.
Tiba-tiba saja Lord Undine menghantam kepala Naruto hingga terpental membentur dinding ruangan tersebut hingga jebol.
"Jadi ini pria yang telah menghamili anakku," kata Lord Undine menatap tajam kepulan debu yang beterbangan hasil benturan Naruto dan tembok.
"APA YANG AYAH LAKUKAN HA!" bentak Asuna tak suka dengan kelakuan ayahnya yang main pukul saja.
"Apa yang ayah lakukan? SUDAH JELAS MENGHAJAR MANUSIA BRENGSEK ITU ASUNA!" bentak Lord Undine sambil menunjuk kearah Naruto yang belum terlihat karena kepulan debu tebal.
"HENTIKAN AYAH! INI BUKAN SALAHNYA! INI KEMAUANKU YANG INGIN MEMILIKI KETURUNAN DARINYA!" bentak Asuna menyahuti bentakan Lord Undine membuat Lord Undine dan semua orang terdiam.
.
#Disisi Naruto
.
Setelah benturan keras dengan dinding ruangan, entah kenapa Naruto sulit sekali bergerak di bawah tumpukkan reruntuhan tembok yang hancur olehnya. Dan di pikirannya hanya diisi ucapan Asuna yang terus berputar-putar tak henti.
.
Mindscape on
.
Dan entah kenapa Naruto sudah berada di alam bawah sadarnya sedang mengambang di permukaan air di hadapan Kurama yang sedang bersila menopang dagunya dengan tangan kanannya.
" Apa yang diucapkan wanita telinga panjang itu benar Gaki! Kau dan dia pernah melakukan hubungan intim dan mungkin gadis yang kau tolong tadi dihutan adalah hasilnya," ucap Kurama memberi tau dengan tampang bosan memandang Naruto. Tiba-tiba Naruto terbangun dari mengambangnya langsung menghela nafas memunggungi Kurama yang berada dibelakangnya.
"Kenapa kau tak pernah memberitahuku hal ini Kurama?" tanya Naruto tanpa menoleh kearah Kurama.
"Ya kukira tak akan ada hasilnya, jadi kudiam saja Gaki! Dan wanita telinga panjang itu sama persih dengan wanita dari Mitologi Nordik yang sekarang ada di rumahmu," balas Kurama membuat Naruto berbalik badan memandang Kurama.
"Itu artinya aku melakukan tanpa sadar atau sebuah hipnotis gitu maksudmu Kurama?" tanya Naruto menebak.
"Tumben sekali otakmu lancar Gaki! Ya seperti itulah, dan bukan 2 wanita yang telah kau ketahui, melainkan masih banyak wanita yang melakukan hal sama seperti tebakanmu itu Gaki!" balas Kurama memberitau membuat Naruto melebarkan mata terkejut langsung menatap Kurama meminta penjelasannya. "Sudahlah Gaki! Nanti kujelaskan, sekarang kau urus dulu urusanmu itu, aku mau tidur," sambung Kurama yang tau arti tatapan Naruto. Dan Naruto hanya mendesah pasrah lalu memejamkan mata. "Satu lagi, gadis yang kau tolong tadi benar-benar memiliki Chakra, mungkin kau bisa menggunakan segel pengacau fungsi pada tanda kutukan itu Gaki!" kata Kurama menghentikan tindakan Naruto yang ingin kembali sadar, dan hanya dibalas anggukan Naruto lalu memejamkan mata dan berkonsentrasi kemudian kembali ke ke dunia nyatanya.
.
Mindscape off
.
KREK! KREK!
.
Tiba-tiba saja reruntuhan yang mengubur Naruto bergerak dan lama-kelamaan muncul tangan Naruto yang mencoba keluar dari reruntuhan.
"Uh sakit sekali," rintih Naruto setelah semua tubuhnya benar-benar keluar dari reruntuhan tembok yang menguburnya. Secara perlahan Naruto melangkah menuju tempat Liya yang terbaring disebelah Asuna, dan disebelah Asuna ada Lord Undine yang menatap tajam Naruto. Tapi dihiraukan oleh Naruto yang terus melangkah menuju tempat terbaringnya Liya.
.
WUSH
.
DUAR!
.
Tiba-tiba saja Lord Undine menerjang lagi Naruto dengan kepalan tinju penuh kemarahan tapi ditahan dengan mudah oleh Naruto yang menatap datar Lord Undine.
"Aku tidak ada waktu meladenimu SIALAN!" kata Naruto diakhiri bentakkan langsung menghempaskan Lord Undine ke sembarang tempat. Dan Naruto langsung berjalan ke arah Liya menghiraukan Lord Undine yang ditahan Sieun dan pemimpin prajurit sambil menatap benci Naruto.
Setelah dekat dengan Liya, sontak Naruto langsung menyentuh bahu Liya yang ada gambar tengkorak hitam dengan telapak tangan kanannya. Tiba-tiba saja sebuah kanji rumit terlihat jelas dilantai ruangan dengan pusatnya berada di telapak tangan Naruto yang menyentuh gambar tengkorak tersebut.
"Aku Cuma bisa memperlambat reaksi kutukannya, dan akan aku usahakan untuk mencari siapa penanam kutukannya," kata Naruto sambil berkonsentrasi mengalirkan Chakra.
"Na-Naruto-kun, apa kamu percaya jika Liya anakmu?" kejut Asuna di belakang Naruto ketika melihat tampang biasa Naruto.
"Hm, Aku percaya karena kekuatan Chakraku merespon padanya, itu berarti dia memiliki darahku," balas Naruto tenang. Sontak Asuna senang dengan mata berkaca-kaca tidak menyangka Naruto bisa menerima Liya bahwa memang anaknya.
"Terima kasih Naruto-kun, karena telah mengakui Liya anakmu," kata Asuna senang dan hanya dibalas anggukan oleh Naruto lalu fokus lagi ke segel kutukannya.
Tiba-tiba saja Naruto merapalkan Hensel tangan sangat cepat dan rumit langsung ditekankan ke gambar kutukan di pundak Liya.
.
[FUUJA HOUIN!]
.
Setelah menyebutkan nama jurusnya, tiba-tiba kanji rumit yang dilantai bergerak ke pusat gambar tengkorak dan lama-kelaman menjadi sebuah tulisan kanji rumit tapi kecil mengelilingi gambar tengkoraknya dan secara perlahan urat-urat milik Liya mulai menghilang.
.
" Tak kusangka segel dari Kakashi-teme yang kumodifikasi berfungsi juga," batin Naruto setelah melihat hasil yang memuaskan.
.
"Fuh! Akhirnya merespon juga segelnya," ucap Naruto setelah selesai dengan tindakannya.
"Na-Naruto-kun, apa yang kamu lakukan barusan?" tanya Asuna tak mengerti dengan tindakan Naruto
"Tenang saja, itu adalah segel untuk mengacau fungsi kutukan itu," balas Naruto santai lalu duduk disebelah tempat berbaring Liya. "Apa kau tau siapa yang bisa menggunakan Segel tersebut, Asuna?" sambung Naruto setelah duduk dan bertanya kepada Asuna yang berdiri didepannya.
"Yang bi--"
"Kau juga harus memberikan alasan yang bagus untukku pria brengsek!" Tiba-tiba Lord Undine memotong ucapan Asuna sambil mengepalkan tangannya melangkah pelan ke tempat Naruto dengan ucapan penuh penekanan di akhir kalimatnya dan KI yang pekat menatap tajam Naruto. bahkan saking pekatnya KI Lord Undine membuat prajurit di ruangan tersebut dan Sieun langsung merinding ngeri karena kemarahan Lord Undine sudah pada puncaknya.
Tiba-tiba ruangan tersebut bergetar dengan mata Naruto sudah berubah menjadi mata kuning predator menatap tajam Lord Undine. Sontak semua yang ada di ruangan tersebut dibuat sesak nafas karena KI Naruto jauh lebih pekat dari pada Lord Undine. Bahkan Asuna dan Lord Undine bisa merasakannya.
"Sudah kubilang! Urusanku denganmu itu nanti Sialan! Tidak ada yang lebih penting selain keturunanku disini!" kata Naruto dingin penuh penekanan, sontak Lord Undine langsung terhenti langkahnya. Merasa Lord Undine menyetujui ucapannya, dengan seketika Naruto menurunkan lagi KI-nya menjadi semula dan semua penghuni ruangan bernafas lega.
.
" Kereeeeen, ayahnya Liya-sama ternyata orang kuat, pantas saja Tuan Putri sangat ngebet banget dengannya dulu dihutan terlarang, inilah pria yang dinginkan bayak wanita Elf di negeri ini, aku menginginkannya juga," batin Sieun kagum dengan mata yang sudah love-love memandang Naruto begitu jantan, pikir Sieun.
" Gila! Tadi itu KI yang menjanjikan kematian nyata!" batin para prajurit yang ada di ruangan tersebut merinding ngeri.
" Hmm, boleh juga tu pria brengsek, kuharap dia bisa menghiburku nanti," batin Lord Undine dengan tampang menyerigai.
" Naruto-kun kereeeen! Aku tambah mencintaimu Naru!" batin Asuna sangat kagum dengan keberanian Naruto menentang ayahnya.
Bukan jadi alasan umum jika Elf wanita di negeri ini selalu mengincar orang-orang kuat sebagai pendampingnya. entah itu dari ras mana pun asal prianya kuat maka akan menjadi incaran oleh wanita Elf mana pun. entah itu dari ras Light, Dark, Pussa, Spriggan, Sylmp dan Undine serta ras-ras lainya di negeri ini, maka pria kuat akan menjadi target mereka. Jadi bisa dikatakan di negeri ini pria kuat adalah rajanya para wanita.
.
"Jadi, bisa kau jelaskan sekarang Asuna? Semua tentang kutukan yang ada dipundak Liya dan siapa saja yang bisa menggunakannya?" ucap Naruto menghiraukan semua orang yang sedang membatin. Sontak ucapan Naruto membuyarkan lamunan Asuna dan Asuna langsung duduk di samping Naruto.
"Kutukan Soul Eater Shadow adalah--"
.
.
#SKIP DIRUMAH NARUTO
.
PYAR!
.
Tiba-tiba saja minuman yang dibawa oleh Freya terjatuh setelah mendengarkan ucapan Hancock yang begitu lancar menyebutkan nama Naruto. Bukan Cuma Freya saja, tapi Yasaka juga langsung melebarkan mata terkejut tapi tak lama.
"Ah maaf, akan kubuatkan lagi," kata Freya langsung mengambil pecahan gelas dan langsung kembali lagi ke dapur membuat minuman lagi.
"Huh, biar ku tebak, kau pasti melakukan hipnotis atau pembiusan kepada suamiku ya?" tanya Yasaka menghela nafas sambil memijat pelipisnya karena merasa pusing. Sontak ucapan Yasaka membuat Hancock terkejut karena tebakannya benar.
"Da-dari mana kau tau?" kejut Hancock memandang Yasaka.
"Karena wanita tadi juga melakukan hal yang sama dengan tindakanmu," balas Yasaka tenang. "Jadi, bisa kau beri alasan kenapa kau sangat menginginkan suamiku?" sambung Yasaka bertanya, sontak membuat Hancock bersemu merah.
"Na-Naruto-kun adalah cinta pertamaku, di-dia pria satu-satunya yang memandangku tulus, bukan pandangan mesum," balas Hancock memberi alasan membuat Yasaka mendesah. Tiba-tiba Freya sudah kembali sambil membawa nampan berisi 3 minuman.
"Maaf untuk yang tadi, aku terkejut soalnya tadi," kata Freya sambil menaruh minuman diatas meja lalu duduk di samping Yasaka. "Jadi, kau juga sama sepertiku," sambung Freya kepada Hancock dan dijawab anggukan Hancock.
"Huh, kalau begini jadinya mau bagaimana lagi, itu semua bukan suamiku duluan yang memulai, jadi aku tak ada alasan untuk membenci kehadiranmu atau mengusirmu," desah Yasaka. "Dan kutanya padamu, apa kau benar-benar mencintai suamiku?" sambung Yasaka bertanya dan langsung dijawab anggukan Hancock.
"Sangat! Aku sangat mencintai Naruto-kun," balas tegas Hancock membuat Yasaka mengangguk mengerti. Tiba-tiba Freya berdiri dan pindah duduk di samping Hancock.
"Ne, dari tadi kita belum berkenalan, aku Freya, Dewi dari Mitologi Nordik calon istrinya Naruto-kun dan dia Yasaka, pemimpin bangsa Yokai, istri sahnya Naruto-kun," kata Freya memperkenalkan diri sambil tersenyum.
"Hancock, Boa Hancock ratu suku Amazon. Dan kenapa dirimu baru calon?" jawab Hancock langsung bertanya, membuat Freya memegang dagunya.
"Hmmm, karena tadi malam aku juga sama sepertimu, hehe," balas Freya tersenyum. "Dan aku juga punya anak yang seumuran dengan putrimu, tapi laki-laki," sambung Freya memberitau.
"Jangan bilang jika anakmu itu juga dari Naruto-kun?" tanya Hancock dan dijawab anggukan Freya.
"Um, jadi kita sama-sama oke," balas Freya mengangguk membuat Hancock mengangguk mengerti. "Jadi, apa kau menginginkan menjadi bagian keluarga ini?" sambung Freya bertanya.
"Apakah boleh?" jawab Hancock bertanya.
"Jangan tanya aku, tanyalah kepada istri sahnya," balas Freya membuat Hancock langsung menoleh kearah Yasaka.
"Ada syaratnya jika ingin menjadi bagian keluarga ini," kata Yasaka tenang.
"Syarat apa? Akan saya laksanakan segera," balas cepat Hancock tak sabar ingin mendengar kelanjutan ucapan dari Yasaka.
"Nanti kuberi tau setelah Naru-kun kembali, akan kuberi tau jika Naru-kun mengakui anakmu itu," kata Yasaka membuat Hancock lemas dan hatinya menjadi takut apabila suami Yasaka tak mengakui anaknya.
"Baik, akan saya tunggu, kira-kira Naruto-kun akan kembali kapan?" kata Hancock lalu bertanya.
"Naru-kun sedang pergi keluar kota dan akan kembali 1 minggu sampai 2 minggu ke depan," balas santai Yasaka membuat Hancock tambah lesu karena masih terlalu lama kehadiran suami Yasaka.
"Ne, jangan sedih seperti itu Hancock-san, aku yakin Naruto-kun akan mengakuinya kok," kata Freya menyemangati dan dijawab anggukan pelan Hancock.
.
"WOY STING! DIMANA RAMENKU!"
"SUDAH DIPERUTKU! NII-SAN!"
"GRRR! AWAS KAU STING!
"HAHAHAHAHA NII-SAN JELEK BAGET WAJAHNYA!"
DUK! DUK! DUK! DUK!
"KEMARI KAU! ADIK KAMPRET!"
"HAHAHAHAHAHA AYO KEJAR NII-SAN! WEK!"
.
Teriakan-teriakan Minato dan Sting begitu keras sambil kejar-kejaran dari lantai 2 sampai terdengar ditelinga Yasaka, Freya, Hancock dan Luna yang berada diruang tamu. Sontak mereka semua langsung menoleh kearah lantai 2 dengan Yasaka dan Freya yang malah cekikikan.
"Hihihi mereka itu, baru sehari sudah akrab ya," cekikikan Freya dan dibalas anggukan Yasaka.
"Hm, kau benar sekali Freya," balas Yasaka menyetujui.
.
" Sepertinya menyenangkan ya bisa menjadi bagian keluarga Naruto-kun," batin Hancock membayangkan jika Luna bisa akrab dengan anak-anak Naruto.
.
.
#Skip kamar Naruko
.
Dikamar sederhana dengan warna kuning yang mendominasi seluruh bagian kamar sebagai hiasan mata memandang.
Dapat dilihat dikamar tersebut terdapat 2 wanita yang berbeda warna rambut yaitu hitam milik Serafall dan kuning milik Naruko. Dengan situasi Naruko yang memunggungi Serafall di seberang tempat tidurnya sedang menunduk entah karena apa.
"Maaf," ucapan lirih yang keluar dari mulut Serafall setelah dari tadi tak ada yang mulai bersuara.
"Untuk apa? Bukannya aku sudah tak kau anggap anakmu lagi?" balas Naruko sedikit kaku dan masih memunggungi Serafall Dan jawaban Naruko membuat Serafall tambah menunduk sedih.
"Kaa-san memang salah hiks, Kaa-san sudah menyesal, kumohon maafkan Kaa-san," kata Serafall mulai terisak. Tak ada jawaban dari Naruko karena Naruko sedang menahan entah apa dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Kumohon maafkan Kaa-san hiks, kau boleh membalas Kaa-san dengan apa yang pernah Kaa-san lakukan, tapi kumohon maafkan Kaa-san," sambung Serafall menunduk dan terisak.
"Hiks, kau tau? Tou-san adalah segalanya bagiku, semua kebahagiaanku telah diberikan oleh Tou-san, kasih sayang, perhatian, semuanya telah diberikan oleh Tou-san, tapi kenapa hiks? Kenapa perasaanku masih kurang, dan akhirnya terjawab kekurangan itu, yaitu kasih sayang seorang ibu dari Yasaka Kaa-san," ucap Naruko mulai meneteskan sedikit air mata lalu diusap kembali. sedangkan Serafall tetap menunduk, tak tau harus menjawab apa, hatinya sangat sakit karena Naruko tak menyebutnya ibu. "Hiks, Yasaka Kaa-san sangat menyanyangi kami semua, aku sangat senang sekali, tapi kenapa? Disaat diriku sudah mendapatkan apa yang kumau perasaan kekurangan masih saja ada dihatiku hiks," tiba-tiba Naruko menunduk dan mulai menangis.
.
"HIKS! KENAPA! KENAPA! KENAPA KAU BARU MENGANGGAPKU SEBAGAI ANAK! SEKARANG! HIKS! HIKS! HIKS! KEMANA SAJA DISAAT AKU MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG IBU KANDUNGKU SENDIRI!"
.
GREP!
.
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul tubuh Naruko yang menunduk.
"Maafkan Kaa-san Hiks! Hiks! Hiks!"
Tangis Serafall langsung memeluk Naruko yang menangis. Dan entah kenapa Naruko juga ikut memeluk Serafall seperti bertemu seseorang yang telah lama tak ada kabar.
"Kaa-san janji hiks, kaa-san janji demi nyawa Kaa-san hiks, mulai sekarang Kaa-san akan selalu memberikan kasih sayang Kaa-san untukmu Nak," kata Serafall mengelus rambut Naruko pelan dengan sedikit tangis yang masih tercetak jelas di wajahnya. Dan entah kenapa Naruko malah mengeratkan pelukannya.
Dan akhirnya dikamar itu hanya diisi sepasang anak dan ibu yang saling berpelukan dengan isak tangis yang menjadi melodi pemecah kesunyian di dalam kamar.
.
.
#(Skip kamar Vivi tak jauh beda dengan suasana dikamar milik Naruko)
.
.
#Skip Kamar Menma
.
Dikamar lain dirumah Naruto yang tak jauh dari kamar milik Naruko dan Vivi. Dikamar tersebut terdapat remaja yang terbaring lemas tak sadarkan diri dan tak bisa dipastikan kapan akan sadarnya, yaitu Menma.
Bukan Cuma Menma yang hanya dikamar tersebut yang berbaring sendirian, melainkan ada seorang wanita berambut coklat dengan kacamata bertengger dihidungnya sedang mengusap lembut wajah Menma menggunakan tangan halusnya, yaitu Katerea.
"Hey Nak, ini Kaa-san lo, Kaa-san punya hadiah untukmu Nak," ucap Katerea sambil menunjukkan sebuah syal merah hasil rajutan tangan. "Kaa-san hiks, Kaa-san hiks, tak sabar ingin memberikan ini hiks," isak Katerea menggenggam erat syal tersebut lalu menunduk dan tangannya pindah menggenggam telapak tangan Menma.
"Maafkan kaa-san hiks, maafkan kaa-san yang tak pernah tau keinginanmu hiks, yang selalu memaksamu, yang selalu memarahimu, yang selalu memukulmu, cepatlah bangun, Kaa-san ingin meminta maaf, hiks, hiks, hiks, hiks,"
Dan selanjutnya dikamar milik Menma diisi isakkan seorang wanita penuh penyesalan dan kerinduan yang mengisi suasana sunyi kamar tersebut.
.
" Maafkan Nee-san juga hiks, maafkan Nee-san yang tak pernah ada disaat kau kesepian, maafkan Nee-san yang tak pernah mendengar nasihat Tou-san hiks,"
.
batin seorang gadis remaja berambut kuning yang terisak sedih dibalik pintu kamar milik Menma yang hendak masuk tapi diurungkan niatnya, yaitu Olive yang menunduk sedih didepan pintu kamar Menma.
.
.
#Skip Britania
.
Di sebuah bangunan besar nan mewah, taman besar nan asri didepan bangunan tersebut memanjakan mata manusia yang ada, yap itu adalah Istana besar kerajaan Britania, tempat tinggal raja Pendragon dan keluarganya.
Dapat dilihat disisi ruangan atau lebih tepatnya dikaridor besar terdapat seseorang bernama Azazel sedang melangkah ke ruangan sang Raja diikuti 2 remaja tanggung dibelakangnya, yaitu Arthur dan Le Fay.
Dan tak berselang lama langkah mereka sudah sampai didepan ruangan sang Raja dengan 2 penjaga didepan pintu. Karana Azazel bisa dibilang kenal dengan Raja Pendragon, maka dengan mudah dirinya bisa masuk ruangan sang raja.
.
KRIIIIEEEET!
.
Pintu besar untuk ruangan sang Raja pun terbuka, Sontak membuat orang-orang di dalam ruangan tersebut menoleh kearah pintu yang terbuka. Dengan pria paling dewasa yaitu sang Raja Pendragon itu sendiri dan langsung tersenyum senang setelah tau siapa yang datang ke ruangannya. Serta 2 wanita berbeda usia tapi memiliki surai rambut yang sama yaitu kuning, sedang bercengkerama langsung menoleh kearah pintu yang terbuka dan langsung tersenyum aneh dengan arah pandangannya kearah Arthur dan Le Fay. Sontak Arthur dan Le Fay yang dipandang seperti itu merinding ngeri.
"Sudah 15 tahun ya, Azazel," kata Raja Pendragon memulai bersuara.
"Kau benar sekali, Will," sahut Azazel sambil melangkah mendekati Raja Pendragon yang dipanggil Will (Cuma panggilan) oleh Azazel.
"Ngomong-ngomong ada kepentingan apa datang kemari? Serta kenapa kedua anakku bisa bersamamu?" tanya Will to the point.
"Kau itu ya, langsung intinya saja seperti teman kuning kampretku, Naruto," kata Azazel menghela nafas. Dan entah kenapa wanita dewasa yang ada di dalam ruangan melebarkan mata terkejut setelah mendengar nama Naruto, dengan cepat langsung berdiri.
"Bi-bisa kau beritahu di mana orang yang tadi kau sebutkan? Gubernur DaTanshi," kata wanita itu sedikit gagap membuat yang lainya bingung dengan tingkahnya, kecuali Raja Pendragon.
Sontak semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung menoleh kearah sumber suara dan entah kenapa sang Raja Pendragon malah tersenyum tipis tapi tak diketahui oleh siapa pun.
"Memang ada apa dengan orang yang kusebutkan tadi? Arturia-san," tanya Azazel yang tak tau apa-apa.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memastikan, apa orang yang kau sebutkan tadi memiliki rambut kuning jabrik dan mata biru laut serta tanda kumis kucing di setiap pipinya?" balas Arturia langsung bertanya kepada Azazel.
"Aku melihatnya Nee-sama!" bukan Azazel melainkan Arthur yang menjawab dan didukung anggukan Le Fay. Sontak Arturia langsung menoleh kearah adik-adiknya.
"Sungguh! Di mana?" kata Arturia tak sabar ingin mendengar jawaban dari adiknya yang terbukti dengan wajah senang sumringahnya yang begitu antusias tercetak jelas di wajah cantiknya.
"Di jepang, di Kota Kuoh, Nee-sama," balas Arthur memberitau, sontak wajah senang Arturia tambah terlihat jelas langsung memeluk erat gadis remaja di sebelahnya yang sama-sama berambut kuning.
"Ma-Mama, sesak," ucap gadis tersebut merasa pelukan Arturia sangat erat karena saking senangnya. Sontak Arturia langsung melepaskan pelukannya.
"Up! maaf sayang," ucap Arturia setelah melepaskan pelukannya kepada gadis tersebut.
"Kau sebenarnya kenapa si Nak? Tidak seperti biasanya," kata Raja Pendragon ketika melihat tingkah Arturia yang senang kelewat batas tidak seperti hari-hari biasanya.
"Tidak apa-apa, Otou-sama hehe," balas Arturia diakhiri cengengesan senang.
"Huh, kau itu," kata Raja Pendragon menghela nafas lalu menoleh kearah Azazel. "Jadi, apa kepentinganmu kesini Azazel?" sambung Raja Pendragon kepada Azazel yang sedang bingung dengan situasi di ruangan tersebut. Sontak Azazel langsung menyerahkan map kuning kepada Raja Pendragon.
"Semuanya tertulis disitu," balas Azazel menyerahkan map kuningnya dan langsung diterima oleh sang Raja kemudian dibuka dan dibaca. Tak berselang lama Raja Pendragon membaca tiba-tiba matanya terbuka lebar tak percaya dengan apa yang dibaca langsung menatap tajam Arthur dan Le Fay di belakang Azazel.
"Arthur! Le Fay! Kemari kau!" panggil Raja Pendragon kepada Arthur dan Le Fay dengan tampang datar. Sontak orang yang dipanggil merinding takut, dengan langkah pelang mendekati sang pemanggil sambil menunduk.
.
BRAK!
.
"APA MAKSUDNYA INI! KALIAN INGIN MEMBUAT KERAJAAN INI BANYAK MUSUH APA!" bentak Raja Pendragon menggebrak meja pas di map yang telah dibaca tadi.
"Maaf Tou-sama, kami tidak bermaksud seperti itu," balas Arthur lirih sambil menunduk diikuti Le Fay yang juga menunduk.
"Tou-san tidak suka dengan cara kalian! CONTOHLAH LUCY! DIA PENURUT TIDAK SEPERTI KALIAN!" kata Raja Pendragon diakhiri bentakan dan entah kenapa Arthur dan Le Fay mengeratkan gigi-giginya.
"Lucy terus! Lucy terus! Lucy terus!" ucap Le Fay datar sambil menunduk. Dan tiba-tiba langsung menegakkan kepalanya. "AKU INI ANAK TOU-SAN! SEHARUSNYA TOU-SAN LEBIH PEDULI TERHADAP KAMI! BUKAN KEPADA LUCY ANAK NEE-SAN YANG TAK JELAS SIAPA AYAHNYA!" bentak Le Fay sangat emosi dan seketika Arturia langsung berada didepan Le Fay.
.
PLAK!
.
"JAGA UCAPANMU LE FAY!" bentak Arturia marah langsung menampar wajah Le Fay dengan keras hingga terlihat jelas bekas tamparan Arturia di pipi Le Fay.
.
"Will, sepertinya aku pulang saja, semua ada dalam map itu, kau bisa langsung ke kantorku jika sudah mendapatkan keputusan yang tepat bagimu," ucap Azazel merasa tak enak ikut dalam masalah keluarga Pendragon dan dijawab anggukan sang Raja. Seketika Azazel langsung menciptakan sihir teleportnya dan menghilang menuju kantornya di Grigori.
.
"Hiks, benar kan Nee-san? Nee-san memiliki anak tanpa suami hiks, IYA KAN!" ucap Le Fay tak terima dengan tamparan Arturia langsung menatap sengit Arturia sambil mengusap pipinya yang ditampar dengan sedikit linangan air mata yang keluar dari matanya.
.
SRING!
.
"DASAR ADIK SIALAN!" bentak Arturia tiba-tiba tercipta pedang berwarna emas ditangannya dan dilancarkan kepada Le Fay yang tenang tak merasa takut dengan ancaman Arturia. Seketika juga Raja Pendragon dan Arthur langsung bertindak menghentikan kemarahan Arturia.
.
GREP!
.
"HIKS! SUDAH CUKUP MAMA HIKS! LUCY TAK APA JIKA DIANGGAP ANAK TAK JELAS DI KELUARGA INI HIKS! HIKS! LUCY AKAN PERGI BILA KEHADIRAN LUCY HANYA MENJADI BUMERANG KELUARGA INI HIKS!" tangis gadis bernama Lucy menghentikan tindakan Arturia dengan cara memeluk dari belakang tubuh Arturia. Sontak Arturia langsung menghilangkan pedangnya dan langsung memeluk balik Lucy.
"Tidak sayang! Hiks, jangan mengucapkan kata seperti itu lagi, Mama sangat senang Lucy menjadi anak Mama," kata Arturia menenangkan tangis Lucy yang di pelukannya sambil mengelus rambut Lucy. Dan tak berselang Lama Arturia langsung keluar dari ruangan tersebut dengan Lucy yang masih menangis di pelukannya.
"PERGI KEKAMAR KALIAN CEPAT! DAN JANGAN COBA-COBA UNTUK KABUR DARI ISTANA INI!" bentak Raja Pendragon kepada 2 anaknya yang masih tersisa disitu. Sontak dengan cepat Le fay langsung berlari ke kamarnya dengan sedikit linangan air mata, sedangkan Arthur hanya melangkah biasa dengan wajah datarnya yang tercetak jelas di wajahnya.
Setelah Raja Pendragon merasa di dalam ruangan sendirian, tiba-tiba saja dia membuka laci di mejanya dan mengambil sebuah foto yang terlihat jelas gambar dirinya waktu berusia 35 tahunan, yang waktu Arturia baru berumur 17 tahun serta Arthur baru 10 tahun sedangkan Le Fay baru berumur 5 tahun. Digambar tersebut dirinya berfoto di samping pria yang terlihat 20 tahunan berambut kuning jabrik dengan kumis kucing di setiap pipinya sedang tersenyum bangga serta di belakangnya terdapat pasukan Meliodas yang ikut berfoto disitu.
"Sudah belasan tahun ya, hmm dan aku tau, lucy memang anakmu Son, aku hanya pura-pura tak tau didepan Arturia, karena semuanya sudah diberitahu oleh pasukanmu," gumam Raja Pendragon tersenyum.
.
" Kuharap kau mau mengakui Lucy adalah anakmu Son," batin Raja Pendragon berharap sambil menerawang jauh entah ke mana.
.
.
#SKIP NEGERI ALFTEIM
.
# 1 jam kemudian
.
SREK!
.
Tiba-tiba Naruto berdiri dari duduknya setelah 1 jam diberi penjelasan tentang kutukan yang tertanam ditubuh Liya dan siapa saja yang bisa menggunakan kutukan tersebut dijelaskan dengan rinci oleh Asuna.
"Asuna! Berikan aku peta Negeri ini!" kata Naruto datar kepada Asuna.
"Untuk apa Naruto-kun, kamu tak akan berbuat aneh-aneh kan?" tanya Asuna tak mengerti dengan maksud Naruto meminta peta Negeri ini.
"Cepat berikan saja!" bentak Naruto, sontak Asuna langsung mengangguk tak ingin bertanya lagi karena takut dibentak oleh Naruto, Seketika Asuna langsung menoleh kearah Sieun.
"Sieun! Cepat kau ambilkan peta yang ada di ruanganku!" perintah Asuna dan langsung dibalas anggukan Sieun. Lalu Sieun tanpa berkata apa pun langsung melangkah keluar ruangan menuju ruangan yang dimaksud Asuna.
Tanpa ada yang bersuara di ruangan tersebut, Semuanya bingung dengan reaksi Naruto yang tiba-tiba dingin setelah diberi penjelasan oleh Asuna. hingga 10 menit akhirnya Sieun kembali dengan gulungan kertas yang kemungkinan adalah peta langsung diserahkan kepada Naruto. Dengan cepat Naruto langsung menyambar gulungan tersebut dan membukanya. Tak lama dirinya membuka dan melihat isi gulungannya kemudian langsung di gulung lagi dan diserahkan kepada Asuna yang di sampingnya dan kemudian melangkah kearah jendela besar yang menghadap luar Istana.
"Naruto-kun! Kamu mau ke mana?" tanya Asuna bingung dengan tindakan Naruto yang terbilang sangat aneh setelah diberi penjelasan olehnya.
"Kau bilang kematian si penanam kutukan adalah jalan pintasnya, iya kan?" kata Naruto yang berdiri di jendela besar menghadap luar tanpa menoleh ke belakang ke arah Asuna.
"Iya! Memang aku mengucapkan hal itu, tapi apa yang akan kau lalukan Naruto-kun?" tanya Asuna yang tambah bingung dengan maksud Naruto.
"Aku pikir kau tau, Asuna! Sudah jelas aku akan meratakan kerajaan Spriggan dan Dark Elf agar Liya bisa terbebas dari kutukannya," kata Naruto datar menekankan kata meratakan. Sontak semua orang yang mendengar ucapan Naruto langsung melebarkan mata terkejut dan tak percaya.
"Jangan terlalu percaya diri brengsek! Kau tak akan mampu meratakan 2 kerajaan sekaligus," balas Lord Undine yang terkejut dengan keyakinan Naruto saat mengucapkan rencana tindakannya.
"Kau pikir aku takut dengan mereka! Jangankan mereka, Dewa sekalipun akan kubinasakan jika berani menyakiti keturunanku!" kata Naruto sangat dingin penuh keyakinan dan kemantapan, menekankan kata kubinasakan.
.
KRAK!
.
WUSH!
.
Dengan sekejap Naruto langsung melompat sangat jauh hingga luar kerajaan, meninggalkan semua orang yang terkejut di dalam ruangan.
" De-Dewa katanya! Seberapa kuat orang itu?" kejut para prajurit yang ada di ruangan tersebut.
" Sial! Aku saja menantang Naga penunggu hutan terlarang saja belum mampu, tapi dia sudah berani menantang Dewa! Seberapa kuat dia itu!" kejut Lord Undine dengan kemantapan Naruto tadi.
" KEREEEEEEEEEEENN! AYAHNYA LIYA-SAMA SUNGGUH JANTAN! Uhhhhh rasanya ingin sekali diriku merasakan tubuh kekarnya itu!" beda dari para pria, Sieun malah terkagum-kagum dengan keberanian Naruto yang menurutnya pria jantan yang pernah ditemuinya seumur hidup.
" Hiks, terima kasih Naruto-kun, terima kasih," batin Asuna terharu langsung membungkuk mengusap lembut wajah Liya yang terbaring lemas diranjangnya. "Tunggulah sebentar lagi sayang, kita akan hidup bahagia setelah ini," ucap lirih Asuna sambil terus mengelus wajah Liya penuh perasaan kasih sayang.
.
"THINKER! CEPAT KUMPULKAN SEMUA PRAJURIT! KITA AKAN MENYUSUL PRIA ITU!" Perintah Lord Undine kepada pemimpin prajurit tersebut. Sontak pemimpin prajurit yang bernama Thinker langsung hormat.
"Hai! Yang Mulia!" ucap Thinker lalu keluar ruangan tersebut melaksanakan perintah Lord Undine.
.
" Jika benar apa yang akan dilakukan pria itu, maka Negeri ini akan damai tanpa 2 kerajaan pengacau," batin Lord Undine langsung keluar ruangan entah ke mana.
.
.
.
End.
.
.
Yo kembali lagi dengan Ffn ini broooo!
.
Hmmm tak banyak kata lah,dan untuk chap depan kemungkinan sedikit lambat...yah kalian bisa menebak apa yang akan terjadi di chap depan pastinya...penasaran kan? Sama saya juga penasaran hahahahaha...tapi tenang saja, sudah kubuatkan skenario lumayan panjang untuk chap depan wehehehe.
.
Udahlah itu saja yang bisa kusampaikan.
.
.
#List urutan dari yang tertua.
1. Draig & Albion : Menyusul
2. Olive : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
3. Menma : [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
4. Naruko : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
5. Vivi : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
6. Rin : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
7. Gray & Mirajane : [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
8. Lucy : [Arturia Belum] (Saber Fate/Stay Night)
9. Minato : [Yasaka Masih](dxd)
10. Liya : [Asuna Belum] (SAO)
11. Leo : menyusul
12. Kunou : [Yasaka Masih] (dxd)
13. Shuna : menyusul
14. Sting : [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
15. Luck : menyusul
16. Luna : [Boa Hancock Belum] (One Piece)
17. -- : --
18. -- : --
19. -- : --
20. -- : --
Nott : urutan bisa berubah kapan pun kecuali no 1 sampai 7 yang sudah paten. Dan 2 diantaranya dari manusia.
.
.
.
See you next chapter...
