Jatuh

.

.

.


KOKOTiME mempersembahkan:

"Hidden Storyboard"

"Jatuh" - ditulis oleh Haruko3349

Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.

Genre: General

Timeline: BoBoiBoy The Movie 2.

Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 16 - Prompt: Jatuh (Words count: 488).


.

.

Semilir angin berembus abstrak. Menghalangi pandangan, di balik topeng kristal dengan lubang mata berwarna kuning. Kaki yang semula teguh menopang tubuh, terhuyung jatuh di atas lutut sebagai penyangga.

Teman lama yang telah dianggap sebagai saudara, kini telah berbalik menjadi musuh. Bersama kekuatan angkuh yang tak pandang bulu. Bagai seekor anak elang yang haus akan kasih sayang. Retak'ka berdiri dengan tawa samar di tengah lingkaran angin yang semakin cepat berputar.

Bagi Hang Kasa, tubuh rentanya ini terlalu rapuh untuk melakukan perlawanan. Bahkan kini tingginya pun telah menyusut sedemikian rupa. Bersama otot padat bagai baja yang telah gugur menjadi lemak di bawah kulit keriput.

Menyerah pun percuma baginya. Saat semangat telah hanyut terbawa arus kenyataan. Hang Kasa hanya terdiam, menanti ajal yang sebentar lagi tiba. Rasa sakit dari helaian rambut kelabu yang kian cepat memelesat ia indahkan, sebagai kematian cantik penyandang nama pahlawan. Saat rambut kelabu itu berhasil menghancurkan topengnya.

Ia hanya bergumam pelan tanpa terdengar siapa pun. "Inilah akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang tanpa harus menunggu. "

Mata telah terpejam. Kini ia tinggal menanti serangan terakhir yang akan menembus tubuhnya. Saat kelopak merah itu telah menyentuh tanah, rasa sakit pun bagaikan hadiah spesial dari Sang Pencipta.

"BERHENTI ...!"

Namun, bara api tiba -tiba menghadang. Bersama tubuh seorang pemuda yang memelesat cepat membelokkan arah rambut, bagai hunusan pedang tanpa kemudi.

Walau sadar akan kalah, pemuda tersebut tetap teguh berdiri sebagai perisai di depannya. Kini Hang Kasa sadar, yang ia nantikan bukanlah kematian. Di umurnya yang senja ini. Seharusnya ia lebih menyongsong para generasi muda, untuk lebih menajamkan taring.

Saat panah Ice memelesat cepat berusaha membekukan lawan. Retak'ka mengelak dengan lincah tanpa tergores, kemudian bersembunyi di balik debu.

Gumpalan asap kelabu menerjang tubuh BoBoiBoy hingga terpental menghantam bebatuan. Sulur diri menancap, mengikat tubuh anak muda itu sampai ia lemas tak bergerak.

Hang Kasa memperhatikan semuanya, dari balik padang rumput berbunga violet. Menunggu saat yang tepat untuk membalas budi.

Palu besar terayun bersama tawa dingin tanpa perasaan. Dentuman keras tak terelakkan. bersama air mata yang perlahan mengalir dari kelopak pemuda itu, memperhatikan tubuhnya yang bergetar, menghalau serangan.

Bila diperhatikan dari dekat, pemuda ini hanyalah seorang anak kecil yang mempunyai bara semangat meluap-luap. Mengapa ia begitu naif, ingin menguasai pedang ini seorang diri.

Bersama senyum yang merekah manis dari sudut bibirnya. Topi ia pakaikan di puncak kepala si pemuda.

"... Dapatkan semua elemen itu, BoBoiBoy," ujarnya sebagai penutup.

Mengabaikan segala pandangan mengejek dari balik punggungnya. Tak lama dentuman palu besar itu kembali menghancurkan tubuhnya yang kian lemas, kemudian jatuh d iatas bebatuan. Dan semuanya menjadi gelap.

.

xXx]-•-•-•-x-•-•-•-[xXx

.

"BoBoiBoy ..."

Suara lantang terdengar, mendobrak gendang telinga. Matanya masih terpejam. Menikmati hembusan angin yang sangat memanjakan. Saat tubuh rentanya tertidur beralaskan tanah. Ia memandang tubuh pemuda itu yang jatuh lemas ke dalam perairan tawar.

Hang Kasa ingin menolong. Namun, saat tubuhnya bangkit, dengus kuda terdengar. Menarik bajunya untuk terus berbaring tak bergerak.

"Kau punya banyak orang yang menyayangimu BoBoiBoy. Atok percaya, kau akan berhasil," ujarnya kembali pada kegelapan.

.

.

.

FIN

.

.

.


Pojok KOKOTiME

.

Heyaa Haruko di sini. Terima kasih karena telah membaca. Semoga semuanya terhibur dan ingat, jaga kesehatan, yaa.

.

Salam hangat,

Haruko3349

16 Oktober 2020