Ribuan tahun berlalu setelah peperangan yang melanda langit, Sandalphon masih mengingat betul apa yang terjadi tepat di depan matanya setelah seorang pria dengan rambut pirang menyerahkan sebuah permata berwarna hitam kelam kepadanya. Permata itu sangat terkutuk menurutnya, karena semua sisi negatif berada di dalam permata tersebut.
Dia tak percaya akan terjadi lagi perang besar yang melibatkan para Malaikat serta Iblis, setelah sekian lama tak ada Iblis yang berani menyerang surga, tapi saat ini banyak pemberontak yang terjadi selama dia menjaga batu permata tersebut.
Pengkhianat pun bermunculan, menyerang Surga dari dalam dan membuat para Seraph bekerja keras untuk mengusirnya dari Surga, Sandalphon sendiri diminta oleh pemimpin para Malaikat, Michael untuk menjaga permata hitam itu hingga ada seseorang yang bisa menjaganya.
Sandalphon mengiyakan permintaan tersebut, dia terus menunggu hingga ribuan tahun lamanya.
Dan sekarang, perang antara Iblis dan Malaikat akan kembali berkumandangan. Pastinya, Sandalphon tak akan tinggal diam dengan hal tersebut, terutama membalaskan kematian atas Lucifer yang dibunuh oleh Belial serta Beelzebub. Dia juga meminta pada orang yang menjaga permata itu untuk ikut menghentikan perang.
Perjalanan Sandalphon pun dimulai, dia bersama dengan ketiga rekannya akan menempuh perjalanan panjang ke sebuah tempat yang cikal bakal menjadi lapangan pertarungan antara Malaikat serta Iblis.
"Kita pasti bisa kok untuk menghentikan semuanya sebelum sampai ke tempat para manusia," ujar Naruto, dia memberikan semangat pada Malaikat berambut coklat itu, disebelahnya ada Percival yang memberikan uluran tangannya untuk membantu Sandalphon berdiri.
"Sandalphon perjalanan ini akan sangat berbahaya." Athena ikut bersuara, dia memutar tombaknya dan menyimpan senjata itu pada tameng yang selalu dibawa olehnya, wanita itu mengangkat tangannya untuk memberikan pijakan pada burung hantu miliknya. "Ada ratusan mahkluk yang datang! Bersiap!"
Vira yang diam pun mulai bersiap, dibelakang punggungnya seolah ada sepasang sayap yang bisa membuatnya terbang ke angkasa. "Ini akan menjadi hari yang panjang, benarkah begitu Naruto?"
Naruto merenggangkan tubuhnya, dia bersiap dengan pedang yang terbuat dari tulang naga serta bahan yang sangat langka lainnya. "Ya, Sandalphon, ini demi Lucifer-sama!"
Sandalphon yang mendengar itu hanya menatap Naruto dengan pandangan yang sulit di artikan, dia lalu menyunggingkan sebuah senyuman tipis. "Ya, demi Lucifer-sama!"
Percival tersenyum miring, dia menyiapkan pedang merah miliknya. "Kalian terlihat bersemangat sekali jika kulihat. Tapi karena ini misi serius, maka aku juga akan bersemangat, Membaralah! [Lohenwolf!]" Percival berlari kencang mendekati para monster, dia melompat tinggi dengan pedang merahnya yang sudah membara.
Percival mulai menyerang pertama saat para monster yang datang itu, dia menciptakan sebuah pusaran api yang sangat besar. Pemuda itu melompat mundur, digantikan oleh Naruto yang sudah berada di atas pusaran api itu.
"Heeaahh!" Dia melesat kebawah masuk ke dalam pusaran api, dan membuat api tersebut menyebar ke para monster lainnya, sebuah kawah besar tercipta setelah Naruto melesat kebawah.
Dia pun langsung menebas beberapa monster di ikuti oleh Percival yang melesat dari belakang, Vira tak tinggal diam. Gadis yang menjadi tunangan Naruto itu menciptakan beberapa pedang yang terbuat dari cahaya, dan melesatkannya ke beberapa monster.
Senyuman sadis terlihat di wajah cantik Vira, dia dengan brutalnya menyerang para monster itu. Athena sendiri menyuruh burung hantu peliharaannya untuk menyerang para monster, sementara dirinya berada disebelah Sandalphon.
"Giliranmu, Sandalphon!"
Sandalphon terbang ke langit, sayap-sayap berwarna coklat muncul di punggungnya, empat buat benda yang menyerupai pedang pun tercipta.
"Untuk Lucifer-sama! [Ain Soph Aur!]
...
..
Naruto dan Granblue Fantasy bukan punya saya.
...
..
Chapter 13:
"Bubz-san."
Belial berjalan membawa seorang pemuda yang baru saja akan di eksekusi di alun-alun kerjaaan Archiman. Dia melemparkan pemuda itu begitu saja di depan seorang pria berambut gold kehitaman dengan kulit coklat eksotisnya. "Kau membawanya ya ternyata."
"Ya begitulah, dia akan menjadi senjata kita nantinya." Belial duduk di depan orang yang dia panggil Bubz itu. "Terlebih, San-chan akan mengejar kita, sebelum orang itu bangkit."
"Tidak masalah, para bawahan kita sudah siap untuk berperang, terlebih lagi ada beberapa yang sudah aku siapkan, termasuk bocah ini." Sebuah aura hitam kelam keluar dari tubuh Sasuke, Bubz menyeringai melihatnya. "Lich kah?"
"Aku dipermalukan oleh naga merah sialan itu."
"Lich-chan, lama tak berjumpa, bagaimana perjalananmu?"
"Kusumpal kau dengan para tengkorakku, Belial!"
Lich, makhluk yang mendiami tubuh Sasuke Uchiha itu kembali, ia tidak bisa dikalahkan begitu saja. Terlebih lagi, Lich seperti Undead dengan pasukan tengkoraknya yang sangat mengerikan. "Bagaimana Bubz-san?" Belial menoleh ke Bubz-san, dia meminta pendapat dari pria kekar itu.
"Lich bisa menjadi amunisi kita, dia dan para prajurit tengkoraknya akan menjadi salah satu senjatanya."
Belial menyeringai mendengar jawaban dari Bubz-san. "Bagus, Lich-chan kau bisa pergi sekarang!"
"Memanggil dan mengusir dengan seenak jidatnya, dasar kau malaikat sialan!"
"Terima kasih pujiannya, Lich-chan."
Geraman menakutkan terdengar dari Lich, dia pun pergi meninggalkan kedua orang itu. "Jadi Belial, apa kau menemukan benda yang kita cari?"
"Satu ada di tangan pemuda pirang yang akan kemari, dan satu sudah ada di tanganku." Belial menciptakan sebuah lingkaran sihir, sebuah tubuh tanpa muncul di sebelah Belial. "Yah, masih terjaga dengan baik."
"Bagus. Sekarang perisapkan semuanya, dan kita akan mengambil permata itu."
"Baiklah, Bubz-ah, Beelzebub-san."
...
..
...
"Ini yang terakhir," ujar Naruto, dia selesai dengan pekerjaan menusuk potongan daging dari seekor rusa besar, mereka bermalam di sebuah padang rumput dengan sebuah pohon yang berada di dekat mereka. "Aku bertaruh jika semua monster itu suruhan dari Belial." Naruto menancapkan besi yang ada daging rusa itu di sebelah api.
"Tidak, Monster itu bukan suruhan dari Belial, setahuku si malaikat mesum tersebut tak perlu repot-repot mengendalikan para monster. Dia hanya akan duduk manis atau bertarung digaris depan bersama Primach yang lain."
"Belial ya..." Naruto terlihat berpikir, dia baru saja mengetahui salah satu fakta tentang Malaikat yang berkhianat itu, terlebih malaikat itu membawa seorang buronan yang akan di hukum pancung. Raja sendiri memintanya membawa Sasuke Uchiha kembali untuk di hukum, tapi dia juga berkata jika Sasuke mati di tangan Naruto itu tak masalah.
Raja sendiri akan membuat beberapa peraturan yang mungkin akan memberatkan beberapa Bangsawan yang bermukim di kerajaannya, hanya beberapa keluarga bangsawan yang akan mendapatkannya setelah apa yang dilakukan oleh calon pemimpin keluarga mereka. Kecuali beberapa teman Naruto yang tergabung di kelompoknya saat pemberontakan berlangsung.
Sandalphon masih terlarut dalam penyesalannya saat tuannya tewas. Walaupun begitu, Sandalphon masih terus bergerak maju, serta menjaga permata hitam itu hingga ada yang bisa menjaganya.
"Sandalphon, lawan kita nantinya seperti apa?"
Malaikat itu tersadar dari lamunannya, dia menatap Percival yang bertanya tentang musuh yang akan mereka hadapi nantinya. "Beelzebub, seorang Iblis yang pernah berperang melawan Lucifer-sama, tapi dia mundur karena jumlah pasukannya semakin menipis serta kekuatannya masih jauh dibawah Lucifer-sama
Tapi Belial malah mengkhianati kami setelah Lucifer-sama memberikan permata hitam itu padaku," ujar Sandalphon, dia menatap Naruto yang saat ini sedang duduk bersama Vira. "Tapi aku percaya dengan orang yang kutitipkan batu permata itu, dia akan menjaganya."
"Walaupun begitu, batu yang sedang kupegang ini akan beralih tangan." Naruto memasang wajah serius. "Aku serius, batu ini akan beralih tangan ke orang lain sebentar lagi, entah kenapa aku bisa mendapatkan penglihatan jika kita akan bertarung melawan mahluk kuat lainnya."
"Jika begitu jadinya, kita akan mengontak kerajaan untuk meminta bantuan, atau memanggil bala bantuan."
"Percival benar Naruto," sahut Athena membenarkan. "Walaupun kita yang diberikan misi oleh Raja, tapi kita sendiri tak tahu musuh seperti apa yang akan kita hadapi nantinya."
Sandalphon sendiri seolah sedang berpikir keras untuk mengalahkan Belial dan Beelzebub, tapi lamunannya itu mendadah hilang digantikan dengan sebuah aura kuat yang mulai mendekati mereka, dia langsung menatap Athena yang sudah bersiap dengan tameng serta tombak miliknya.
"Aku tahu itu, kalian bersiap!"
Naruto segera membangunkan Vira, mereka berdua bersiap untuk menghadapi sosok yang mendekati mereka semua. Insting Naruto menyala, dia langsung melesat ke depan mereka semua. Sebuah ombak besar tercipta di depan mereka semua untuk menyapu kelompok Naruto.
"Oh sial!" Umpat Naruto, dia langsung menggerakkan katana yang dipegangnya, seketika ombak itu terbelah menjadi dua. "Semuanya bersiap!"
Sandalphon dan Athena terbang ke angkasa, keduanya merasakan dua orang yang melayang di angkasa. Sementara Percival dan Vira bergerak ke arah berlawanan dari Naruto, keduanya mendadak diserang oleh seekor monster besar berwujud mirip seperti naga.
Vira sendiri tak mau kalah, dia langsung mengeluarkan Chevalier yang ada di dalam tubuhnya untuk bertarung melawan monster itu. Gadis itu naik di bahu raksasa Chevalier.
Di sisi Naruto, dia melesat kencang menuju ke orang yang menyerang mereka, dia melihat seorang wanita berambut pirang pucat yang sedang duduk disebuah air mancur yang melayang, wanita itu tersenyum tipis melihat Naruto yang waspada pada dia.
"Manusia ternyata hebat juga ya," ujarnya, suara lembut itu masuk ke dalam telinga Naruto. "Nah, cobalah ini!" Dia menggerakkan tangannya, beberapa cahaya berwarna biru tercipta dan melesat ke arah Naruto.
Naruto segera menghindari cahaya-cahaya yang dilancarkan oleh wanita pirang itu. "Sial!" Naruto kembali mengumpat saat pahanya terkena serangan cahaya biru itu.
Wanita itu menatap Naruto masih dengan senyuman tipisnya. "Kita lihat sampai kapan kau bertahan. [Taurus Bright!]
[Mahakala!]
[Holy Ray of Purification!]
[Mirror Blade Helix!]
...
..
.
Tbc
...
Pasti pada bertanya kenapa Sandalphon menonjol? Ya, salah satu Side Story dari Sandalphon ini sangat ditonjolkan. Tapi tenang, porsi Naruto juga akan ditonjolkan nantinya.
Dah itu aja, adios!
