Keripik bekantan ena (5)
Ino: WOI
Ino: Weh ngapa pada anjing sih kalian semua?
Ino: ELAH INI UDAH JAM 12 WOI SERIUSAN INI GIMANA SIH?
.
Aku Berhijrah! (Special Spin-Off), a Naruto Fanfiction
Naruto © Masashi Kishimoto
FF ini merupakan hasil kegabutan mayurare yang berasal dari cerita di kehidupan sehari-hari dicampur dengan imajinasi. Author tidak mengambil keuntungan apapun selain menyalurkan ide semata.
Genre: Romance/Friendship/Humor, khusus chapter ini nyempil horror gagal dikit (?)
Rate: T
Warning(s):
Alternate universe lokal, alur lambat bosenin plus gampang ditebak, OOC, pengetahuan author minim alias sotoy, humor garing krenyes, tidak sesuai EYD atau PUEBI alias gak baku, tidak selamanya dicek ulang karena mager, kemungkinan nyempil bahasa kasar dan bahasa daerah yang rada ngaco, dsb.
Di sini gue gak ada niat bashing chara, ngancurin image chara, atau bahkan nyudutin komunitas manapun, jadi tolong jangan suuzhon ya please banget ini mah.
Khusus chapter spin-off ini, settings-nya mundur ke tahun 2018 alias jaman TPB-nya anak-anak kita tersayang so gak ada bau-bau hijrahnya sama sekali.
.
.
.
"Buat hari ini, semuanya bangsat sih menurut gue. Pada gak becus banget nanganin bocah-bocah. Malah kalian kayaknya yang lebih bocah daripada bocah-bocah SD sini makanya lebih cocok jadi anak playgroup daripada mahasiswa!" Samui berkata datar. Sebagai ketua Praktek Pengenalan Masyarakat TPB 095 yang dilaksanakan di Tajur Halang, tentu saja ini sudah menjadi haknya untuk mengevaluasi rangkaian acara untuk minggu ini.
Seluruh anggota kelas hanya diam.
"Lo semua bisa-bisanya dikadalin sama mereka yang izin. Apalagi elo, Shikamaru!" tuding Samui. "Lo tau gak kalo lo dibego-begoin sama Naruto?"
"Hah? Bukannya Naruto emang udah izin sakit dari kemaren?" Shikamaru bertanya heran.
Samui goblok!
"Tapi emang lo tolol! Dari minggu-minggu kemaren juga si Kiba cabut lo iyain aja, malah lo tipsenin!" Fuu mengompori Shikamaru.
"Aneh emang, bisa-bisanya gue sehebat itu bego-begoin lo!" Kiba melipat tangannya.
"Lah? Terus kalo gue gak tipsenin, emang lo gak bakal rusuhin gue?"
Samui berdeham, kemudian kembali menuding Shikamaru. "Dari awal cuma satu yang kuminta kau kerjakan, ya. Kau pastikan semua anggota hadir. Kau pastikan tapi mereka tipsen pun kau biarkan sampai aku sadar. Ketua kelas macam apa kepala otak kau ini? Macam lontong iya!" Samui merepet panjang lebar dengan Bahasa Batak seadanya, namun dengan logat yang cukup kental serta wajah yang datar seperti biasanya.
Shikamaru menerjap-nerjapkan matanya, kaget karena Samui memarahinya memakai Bahasa Batak. "Loh, terus mau gimana lagi? Kan lo yang ketua matkul PPM, harusnya bukan tanggung jawab gue, dong?"
"HMPFHHH!"
Kiba goblok!
Ino dan Sakura yang duduk di sebelah kanan dan kiri Shikamaru tiba-tiba berlari, lalu … BYURRR! Kurotsuchi menyiram Shikamaru dari atas menggunakan ember.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday, Shikamaru
Happy birthday to you!
CPLAK! BYUR! WUSH!
"Bangsat," umpat Shikamaru pelan sambil memperhatikan sekujur tubuhnya yang berselimut terigu dan bau amis akibat ceplokan telur.
"Ciaaat! Happy birthday kenalan sedari bayi!" sorak Ino riuh.
"Habede ketua kelas!"
"Bang Shika selamat ulang tahun!"
"Eh sumpah gerak kek! Kayak monumen aja lo pasrah di tempat!" Kurotsuchi berseru meledek. Shikamaru hanya meringis mendengarnya.
"WOI! KAGAK ADA YANG MAU SIRAMIN PAKE AER GOT APA?!" Fuu berteriak mengompori.
Shikamaru spontan mendongak dengan wajah panik berlumur tepung. "W-woi jangan, anjing!" serunya panik.
BYURRR! Kiba sudah terlanjur menyiram Shikamaru dari belakang dengan air yang ia ambil dari selokan. "Sorry, gak sengaja!" seru Kiba yang kemudian tertawa-tawa puas.
"Bangsat," umpat Shikamaru lagi.
Sasuke merobek plastik tepung, kemudian menghujani seluruh Shikamaru dengan tepung. Ia kemudian menepuk bahu Shikamaru. "Dah, tinggal goreng," ucapnya datar.
"Lo kira gue daging ayam pilihan?" gerutu Shikamaru.
"Keledai hitam pilihan yang dibesarkan sepenuh hati kali, ah!" Suigetsu nyeletuk sambil memotret dengan kamera kesayangannya.
"KEDELAI, ANJING!" Karin menendang Suigetsu.
"KARIN BANGSAT GOYANG FOTO GUE!" Suigetsu berteriak galak.
"SIAPA SURUH JAYUS?!"
"Bisa kaleman dikit, gak?" tanya Gaara judes sambil menggendong seekor kucing. "Ini kucing kayaknya alergi sama orang gila macem kalian!"
"ELO YANG GILA! SUKA SAMA KUCING SEBEGITUNYA BANGET!" tuding Karin pada Gaara.
Sasuke mencibir. "Salah banget kayaknya suka kucing!"
"Oh, e-enggak, kok! Kalo Sasuke yang suka sama kucing sih gak masalah!" Karin buru-buru meralat perkataannya. "Kalo si Gaara ntu noh baru bermasalah! Lagian dia aneh banget kan Sas? Masa kucing diajak ngobrol?"
"Lah, emang kenapa? Gak boleh?" Gaara bertanya heran.
"Elo aneh, Awkarin!" tandas Sasuke sambil berbalik meninggalkan teman-temannya.
"Mampus disebut Awkarin!" ledek Suigetsu. "Tapi emang pantes, sih. Tongkrongan lo kan emang tongkrongan mabok!" Ia pun kemudian kembali menerima tendangan dari Karin.
"Kita satu tongkrongan, goblok!"
"Ya ampun, emang gak ada yang beres anak kelas ini," Samui mengeluh pelan.
"Mui, aku dadi kepikiran, deh," Omoi nyeletuk dengan medoknya.
"Apaan?" tanya Samui jutek pada teman yang berasal dari kota yang sama dengannya ini.
"Itu lho Mui, yen deweke nesu terus ora gelem nggowo kito mulih?" tanya Omoi dengan wajah yang mulai terlihat panik. "Terus yen deweke dadi ora gelem mimpin kelas ma …, eh, loh, Mui? Mui!" Omoi berseru memanggil-manggil Samui yang berlalu meninggalkannya. "Astaga, Mui!"
"Lebay, sat. Bhay," Samui berkata pelan sambil terus berjalan. Mana gue kagak beneran ngarti Si Omoi ngomong apaan. Ajisai bangsat banget pake pura-pura sakit segala gara-gara takut ketawa pas gue marah-marah!
"KIBANGSAT TAI KAMBING KENAPA LO NYIRAM GUE?!" pekik Fuu histeris.
"Emang gak boleh?" tanya Kiba dengan wajah tengil.
"GUE GAK BAWA BAJU GANTI, MONYET! GUE MAU RAPAT UNICUP!" teriak Fuu.
"Ya tinggal beli, lah! Lo kan kaya!"
"LO AJA SONO BELIIN!" Fuu mendorong Kiba sampai masuk ke sawah. Namun kemudian gadis itu terdiam, lalu kabur sambil tertawa-tawa heboh. "MAAFIN GUE LOH HAHAHAHA!"
"WOI CEWEK GILA!" seru Kiba galak sambil berusaha untuk bangun. "Eh, anjing! Ini baru dibajak tadi siang kan? BANGSAT LO FUU! SAMPE GUE KENA TAI KEBO SEGER GUE CEMPLUNGIN LO KE CHAMPORIUM! ELAH SIAPAPUN TOLONGIN GUE KEK!"
Shikamaru menghela napas pasrah melihat seluruh kekacauan yang dilakukan teman-teman sekelasnya. Tapi dipikir-pikir hebat juga teman-teman sekelasnya membuat kejutan tanpa bisa tertebak sedikitpun olehnya. Yah, walaupun tadi dramanya agak gagal, sih.
"Shika, nih!" Ino menyodorkan totebag ungu muda padanya.
"Eh, apaan?" tanya Shikamaru heran.
"Baju ganti lo, lah. Sama anduk, sabun, sampo, sabun muka gue juga. Baik kan gue?" Ino menyeringai.
Shikamaru tersenyum tipis seolah berterima kasih. "Boleh tolong tungguin gue, gak?"
"Tapi traktir gue, loh! Pajak!" Ino memberi syarat.
"Gampang!"
.
"… bego banget tadi Samui malah bawa-bawa Naruto! Emang harusnya paling bener tuh bukan ngomongin tipsen, tapi soal tingkah si Kiba yang ngajarin aneh-aneh ke bocah!" oceh Ino.
"Emang tadi Kiba ngajarin apa lagi?" tanya Sai sambil terus mengemudikan Lexus RX 350-nya di jalanan yang hanya cukup untuk dilewati dua sampai tiga mobil ini.
"Apaan, sih? Maksudnya tuh minggu-minggu kemaren, loh, yang pas si Kiba keceplosan ngomong 'pukimak' itu ke si Fuu!"
"Bukannya minggu kemaren Kiba tipsen ya?"
"Ah, tau ah! Susah ngomong sama anak pubdok!" Ino berseru kesal sambil cemberut.
Sai tersenyum, kemudian tangan kirinya bergerak mengelus kepala Ino. "Sorry, aku pegang kamera terus bareng Suigetsu sama Gaara. Jadi gak terlalu merhatiin karena gak dapet jatah ngajar juga," ucapnya. "Makasih banget juga karena Ino udah serius berdedikasi buat PPM TPB kita."
Ino menunduk dengan wajah yang merona malu. "Ih, jangan gini, dong! Malu aku!"
"Terus maunya apa? Dicemplungin ke sawah kayak Kiba tadi?"
Tawa Ino meledak mendengar perkataan Sai. "Sumpah ih kasian banget Kiba! Tapi salah dia juga sih nyiram Fuu, padahal kan persetujuannya cuma boleh nyiram yang gak ada acara lagi habis ini."
"Oh iya, Shikamaru tadi emang bawa baju ganti? Perasaan semalem Shikamaru beres nongkrong sipil langsung gabung sama tongkrongan Kurotsuchi," Sai mengungkapkan perasaan herannya.
"Kan aku yang bawain," jawab Ino santai. "Aku tau kok itu anak emang paling nyambung sama tongkrongan Kebumian, makanya aku yakin banget semalem dia gak balik,"
"Oalah," gumam Sai. "Besok pagi Ino mau ke CFD gak?" tanya Sai.
"Yah, maaf, Ino udah diajakin makan bubur sama Shikamaru," ucap Ino kecewa. "Tadinya mau makan yang lain aja gitu besok sore, tapi Shikamarunya gak bisa."
"Oh, ya udah gak apa-apa,"
"Oh iya, Sai. Kamu tadi liat gak? Karin nafsu banget nyiramin Suigetsu gara-gara Suigetsu keceplosan nyebut Karin naksir Sasuke. Sumpah itu lucu banget tau! Ah, gak sempet kerekam sih tadi sama aku! Ntar aku tanya Sakura deh, siapa tau dia gercep ngerekamnya. Terus …,"
Sai tidak terlalu mendengarkan Ino yang sibuk mengoceh. Ia berusaha untuk fokus mengemudi walaupun pikirannya bercabang.
.
Keripik bekantan ena (5)
Sakura: WOI
Sakura: WOI
Sakura: GUE DAPET INFO
Ino: SPILL
Shikamaru: Ngegas aja lu urusan teh
Choji: Info apaan ra?
Sakura: BUKAN GIBAHAN ANJING
Ino: GAUSAH NGEGAS ANJING
Sakura: PLIS INIMAH SEMUA HARUS TAU
Sakura: Choji Ino Naruto Shikamaru
Ino: Apaan ga?!
Shikamaru: Gw mantau
Naruto: DIEM GUA MAU TIDUR
Choji: Ada apaan ra?
Sakura: Pertama dulu nih ya
Sakura: Tadi kata anak di kelas yg gue ajar
Sakura: Sekolah mereka itu ada hantunya
Shikamaru: Soalnya dulunya bekas rumah sakit? Kuburan?
Ino: LAH GARING KALO GITU MAH
Sakura: BUKAN GITU GOBLOG
Sakura: Dulunya tempat prostitusi
Shikamaru: Lu pikir anak sd ngerti gituan?
Ino: LAH SEREM ANJIRRR
Sakura: GUE SERIUS SHIKAMARU BGST
Sakura: Si anita yg ngomong
Shikamaru: Ha iya?
Shikamaru: Bner dong kalo anita
Choji: Eh serem :(
Sakura: Habis itu
Sakura: Barusan geng gue dapet cerita horor dari kating
Shikamaru changed the group name to "Mampus cerita hantu"
Ino: SHIKA MAH BGST AH
Sakura: WKWKWKWK ASIK MAKIN MENGHAYATI NIH
Sakura: Katanya dulu pernah ada yg tenggelem di champorium
Sakura: Mahasiswi, tinggal di margo tower
Sakura: Terus suka nongol katanya di lorong sana, tapi lupa lantai berapa
Naruto: TAI LEDIG GUA LG SENDIRI DI KAMAR
Choji: Lah kan ada sasuke
Naruto: Di kontrakan temennya, lg siap2 pre lkmm dia
Naruto: ADUH ANJING MANA GUA LG SAKIT AH
Naruto: SAKURA MAH JAHAT :((
Sakura: SAKIT MAH TIDUR AJA SONO LO GOBLOG GAADA YG NYURUH BUKA WA
Naruto: GITU IH :((
Shikamaru: Ada lg ga?
Naruto: WESSS GILA SHIKAMARU MENANTANG HANTU
Shikamaru: Hantunya gaada elah
Sakura: Ini gue jelasin yg tadi di sd sana ya
Sakura: Katanya hantu cewe sana ada yg gasuka liat orang pacaran
Sakura: Terus seneng ngikutin buat ganggu
Sakura: Apalagi kalo cowonya ganteng
Sakura: Pasti cewenya bakal diganggu
Naruto: ALAH SIAH MONYET INO TADI PACARAN SAMA SAI KAGA?
Ino: ANJING IYA GUE TADI BUCIN
Ino: TERUS GUE GIMANA INI
Ino: SUMPAH MAU NANGIS BANGET
Choji: Eh iya gue jd inget ada cerita tukang jagal
Sakura: NAH IYA KATING GUE JUGA NYERITAIN ITU
Choji: Wkwk mau gue apa lo ra yg ngomong?
Sakura: Gue deh
Sakura: Dulu sebelum kamala grande jadi komplek itu salah satu tempatnya pernah jadi pejagalan
Ino: AH BGST KOSAN GUE KAN KENA
Naruto: AOWKAKWKOWKAOWK MAMPUS NO
Ino: ANJING UDAH AH GUE DIEM GUE PACAR SAI
Naruto: Najisin bgt anjg dikejar hantu citayem mampus lu
Ino: NARUTO BGST DIEM LO
Sakura: DENGER DULU BANGSAT TUBIR MULU
Shikamaru: Pejagalan apa sih? Sapi?
Choji: Iya sapi, tp ga selalu sapi
Sakura: Hooh bener
Sakura: Tukang jagalnya katanya tiap minggu berkurang
Sakura: Soalnya si bos jagal yg cewe juga suka nerima jagal manusia
Sakura: Habis itu si bos jagal cewe ini kerasukan, jadi kaya dikendaliin sama hantu yg pernah dia jagal gitu terus dibuat bunuh diri
Sakura: Katanya juga bos jagal cewe itu jd kerjasama sama hantu lain buat ngusilin orang malem-malem
Sakura: SEREM BGT KAN :((
Naruto: BANGSSAAATTTT UDAH AH GUA TIDUR
Naruto: BYE
Ino: Sumpah gue speechless
Ino: Kok gue gapernah tau si
Ino: IH ANJING GUE MAU PINDAH KOSAN AH
Ino: MANA JAUH ANJIR CETEKAN LAMPU GUE CUMA PAKE LAMPU TIDUR
Shikamaru: Jaka sembung bawa golok
Sakura: EH GUE YG CERITA KOK GUE JUGA YG TAKUT SIH
Ino: SIAPA SURUH CERITA BGST
Shikamaru: Yg terakhir sumpah gw jd ikut kebayang
Choji: Sama ngeri gue bayanginnya anjir
Ino: TEMENIN GUE LAH
Sakura: KOSAN LO DI KAMALA SAT
Shikamaru: Kosan ino paling aman ra
Shikamaru: Soalnya campur
Sakura: Ya udah jemput gue
Ino: Pokonya temenin gue anjir
Ino: Titik
Sakura: YA SABAR GUE BELOM DIJEMPUT
Choji: Gue sama shikamaru otw kosan lo ra
Choji: Stay di kosan lo bisa ga ra?
Choji: Takut gue ke kamala
Ino: CHOJI BGST
Shikamaru: Ra kosan lu ruang tamunya aman kan?
Shikamaru: Kamala jauh ribet
Ino: SHIKA ANJING
Shikamaru: Yaudasi itung2 uji nyali lu
Ino sudah menyumpah nyerapahi teman-temannya sedari tadi. Ia kemudian membuka call log-nya, lalu menelepon Sai.
"Kenapa, No?"
"Sai, aku takut!" Ino merengek manja.
"Takut kenapa?"
"Itu temen-temen aku pada nakutin," adu Ino.
"Nakutin gimana?"
"Sakura tuh! Jam segini malah cerita hantu tukang jagal di grup. Mana tadinya mau ramean nemenin aku di sini, eh gara-gara kosan sakura lebih deket jadinya pada ke sana!"
"Hah?" Sai berseru heran. Ia terdiam sejenak, kemudian kembali membuka mulutnya. "Coba kamu minta mereka biar cepetan dateng, deh. Aku lagi ngelaprak buat hukuman osjur kemaren soalnya, deadline malem ini banget. Jadi cuma bisa lewat telepon. Maaf, ya,"
Dalam hati Ino berseru kecewa. Namun ia tidak bisa protes karena Sai memang sempat mengeluh sulit untuk multitasking ketika mengerjakan laporan praktikum. "Ya udah, gak apa-apa. Tapi kalo nanti temen-temen aku gak dateng gimana?"
"Beres ngelaprak aku bisa ke sana nemenin kamu. Mau?" tawar Sai.
"Ih, capek gak nanti?" Ino bertanya dengan wajah khawatir. "Lewat telepon juga gak apa-apa kok, yang penting aku ditemenin."
"Iya, iya. Gih kamu ngomong lagi di grup!"
Ino menuruti perkataan Sai dan langsung membuka group chat WhatsApp dengan teman-temannya.
Mampus cerita hantu (5)
Ino: Jadi kesini gaaaa?
Ino: Takut sumpah anjg
Naruto: Berisik bgst cetang ceting mulu hp gua
Ino: TINGGAL SILENT SETAN KAMPUNGAN BENER
Shikamaru: Iya elah sabar otw
"Sai, mereka jadi ke sini masa kata Shikamaru!" Ino berseru riang memberi kabar pada Sai.
"Alhamdulillah," Sai berucap lega. "Jadi berani sendiri atau mau aku temenin?"
"Nanti aku telepon lagi ya. I love you," tutup Ino, kemudian memutus panggilan secara sepihak.
Namun sesaat kemudian ia menyesali keputusannya barusan.
"KENAPA GUE TUTUP, BEGOOOO?!" pekiknya sambil memukul-mukul bantal kesal.
Ino kemudian berbaring di kasurnya. "Sendiri kan gue sekarang," keluhnya sambil memeluk guling. Setelah itu, ia kembali membuka WhatsApp.
Ino: BURUAAANN ANJENGGG
Ino: GUE SENDIRIANN
Sakura: BUSET BERISIK LO
Ino: LAGIAN LAMA BGT BGSTT
Sakura: Ini gue depan kamar lo anjing
Choji: No kok pintunya dikunci?
"Hah?" Ino melongo heran. Perasaan gue gak ngunci pintu kamar, deh, batinnya. Ia bangkit dari kasurnya, kemudian berjalan sambil mengomel pelan ke pintu dan membukakan pintu. Namun tidak ada siapa-siapa di depan kamar, hanya ada koridor yang kosong serta semilir angin malam yang menggigit.
"Looohh?" Ino berseru sambil menutup pintu kamarnya dengan wajah panik. Ia lalu bersandar pada pintu dengan jantung berdebar kencang. "Bangsat, kok jadi gini?"
Ino: GAADA ORANG ANJING
Ino: GA GUE KUNCI BGST
Shikamaru: Depan f12 nih org dikonci buset
Ino: E12 GOBLOK
Shikamaru: Oke kita turun
Ino mengembuskan napasnya lega, ternyata teman-temannya hanya nyasar ke kamar di lantai atasnya. Namun kemudian ia tersadar akan sesuatu. "Lah, gedung gue kan mentok dua lantai doang?!"
Ino: WOOOII
Sakura: RESE BGT LO ANJIR LG TURUN INI
Ino: GEDUNG GUE CUMA 2 LANTE ANJINGG
Choji: Loh iya?
Choji: Ini kita lg turun kok
Ino: NGERJAIN YA?
Beberapa menit telah berlalu, namun anggota grup tersebut baik Shikamaru, Sakura, Choji, maupun Naruto, sama sekali tidak ada yang membaca pesan terakhir yang ia kirimkan.
Ino: Weh ngapa pada anjing sih kalian semua?
Ino terus menunggu notifikasi baru dengan ketakutan sekaligus kesal. Ia melihat sekilas ke ujung kiri atas latar HP, tepat di sebelah notch. Waktu saat ini sudah menunjukkan pukul 12.02 AM atau pergantian hari.
Ino: ELAH INI UDAH JAM 12 WOI SERIUSAN INI GIMANA SIH?
Shikamaru: No tlg ini gu
"LOH?!" Ino berteriak spontan karena pesan dari Shikamaru terlihat belum selesai diketik, namun sudah terlanjur terkirim. Belum sempat Ino mencerna apa yang terjadi dengan teman-temannya di grup, notifikasi lain muncul dari Choji di grup.
Choji: -00:03
"Tolongin, gue takut," bisik Choji melalui voice note yang ia kirim. Samar-samar, Ino mendengar suara Sakura yang menjerit histeris di antara suara Choji.
Jantung Ino berdebar semakin kencang. Mampus, mereka kenapa anjir?! pikir Ino. Kemudian Choji kembali mengirim voice note lagi di grup.
Choji: -00:05
"S-sumpah itu jalan ke kamar lo bawa trashbag, gue gak …," Perkataan Choji terputus, membuat Ino semakin panik dan ketakutan.
"BODO AH BANGSAT GUE MAU TIDUR!" seru Ino dengan wajah pucat pasi serta mata yang berkaca-kaca, kemudian berlari menuju kasurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Seenggaknya kalo gue tidur kan gue gak ngeh kalo diculik apa dibunuh, pikirnya. Ibu, Ayah, maafin Ino masih banyak banget dosa sama kalian. Sai, I love you so much.
Cklek! Pintu kamar Ino terbuka perlahan.
MAMPUS GUE LUPA NGUNCI PINTU! Teriaknya dalam hati dengan penuh rasa penyesalan
Ino memejamkan matanya erat-erat. Bukannya bisa tidur, Ino malah semakin terjaga karena mendengar ada suara langkah yang terseret-seret serta gesekan plastik yang semakin mendekat.
Grep! Ino merasa selimutnya dipegang oleh seseorang. Gadis itu semakin mencengkram selimutnya erat supaya tidak bisa tersingkap, namun kemudian orang yang mencengkram selimutnya itu sekuat tenaga menyingkap selimutnya.
"HUAAAAAA!" pekik Ino kaget yang kemudian spontan bersandar pada headboard. Namun ia melongo ketika mendapati keempat temannya tengah menatapnya dengan wajah menahan tawa.
"HAHAHAHAHA!" Tawa Naruto meledak paling pertama. Pemuda itu kemudian menekan saklar lampu untuk mengganti lampu tidur menjadi lampu utama.
"Selamat OTW meninggal, Babi!" ucap Sakura riang, kemudian tawanya ikut meledak. Shikamaru pun cekikikan dengan kantong kresek besar di tangannya, begitu pula Choji yang membawa kue tart beserta lilin dengan angka '81' di tangannya.
Ino menerjap-nerjapkan matanya, berusaha untuk mencerna apa yang telah terjadi malam ini. Sesaat kemudian, ia tersadar bahwa hari ini sudah memasuki tanggal 23 dan langsung mengumpat kasar. "Anjing, dari tadi gue di-prank?!" serunya tidak terima.
Bukannya menjawab, keempat temannya malah kompak bernyanyi.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang juga, sekarang juga …,"
Ino cemberut. Namun ia tidak dapat menahan diri untuk tersenyum, kemudian ia pun meniup kedua lilin di atas kue tart-nya sampai padam.
"YEEE! HABEDE INO!" seru Naruto heboh sambil bertepuk tangan.
"Berisik, goblok!" Sakura menjitak Naruto.
"Adududuh, tega amat lo, Ra!" ringis Naruto.
"Lo ngapain ikut, anjir? Bukannya sakit lo?" tanya Ino heran.
Naruto cengengesan. "Udah sehat, kali!" jawabnya bangga.
"Iya lah. Kan lo izin sakit biar gak ketawa pas tadi ngeprank Shikamaru," cibir Sakura.
"Heh, ini kue sama kado titipan lo semua nih gue yang nyariin ya seharian! Sampe gue sakit lagi lo semua loh yang tanggung jawab!" seru Naruto sok galak.
"Penyakit juga ogah kali ketemu lo lagi lo lagi," cibir Shikamaru pelan. "No, kadonya gue taroh sono, ya," Shikamaru berkata sambil menunjuk plastik yang ia taruh di dekat meja belajar Ino.
"Tapi gue heran, deh. Kok lo bisa-bisanya ketipu sama cerita tukang jagal, dah? Gue sih dari awal Sakura ngarang ceritanya udah ketawa, ya," ungkap Naruto.
"Halah, orang lo juga yang tadi bilang 'itu gak terlalu serem apa ceritanya?' sambil nempelin Choji!" cibir Sakura.
Naruto berdecak dengan wajah merona malu. "Ngaco lo!"
"Ino, maaf ya. Tadi gue nge-VN di grup itu dipaksa Naruto sama Sakura," Choji membela dirinya.
"Tapi sama aja lo setuju, anjir!" seru Sakura tidak terima.
"Jadi ini prank rencana siapa?" tanya Ino galak. "Sumpah, anjing! Gue kira gue bakal mati diculik setan tukang jagal!"
"Siapa lagi kalo bukan Ketua Kelas lo tersayang?" jawab Naruto setengah mencibir. "Gue mah cuma diperbabu doang kan gue bilang juga!"
"Hayo loh, Ino marah nih!" Sakura menyikut Shikamaru.
"Loh?" Shikamaru menerjapkan matanya bingung, kemudian menatap Ino yang masih memasang tampang galak padanya. "Lo …, marah?" tanyanya hati-hati.
Beberapa saat kemudian, Ino tersenyum cerah dan memeluk Shikamaru. "Sarap lo emang!" ucapnya.
.
Sepulangnya keempat temannya dari kamarnya, Ino kembali berbaring di kasur dan membuka HP untuk menelepon Sai. Ia hanya perlu menunggu beberapa saat sampai akhirnya Sai mengangkat telepon.
"Halo?"
"Sai, masih bangun kan? Aku mau cerita, ih!" Ino berseru dengan nada riang.
"Maaf, boleh aku dulu yang ngomong, gak?" tanya Sai.
Ino berseru kecewa dalam hati, namun ia percaya Sai tidak akan menghentikan ceritanya. "Ya udah, mau ngomong apa?"
"Emm, jadi aku mau ngucapin selamat ulang tahun buat perempuan paling cantik dan kuat di dunia ini. Malaikat cantik yang sekarang udah berusia 18 tahun dan bakalan terus menerangi dunia dengan seluruh cahayanya. Ngalah-ngalahin matahari sih kalo menurut aku," ucap Sai panjang lebar.
Ino terdiam dengan wajah merah padam. "E-eh? S-Sai mah, ih! Bikin malu aja jam segini!" seru Ino gugup.
Terdengar suara Sai tertawa kecil. "Pokoknya selamat ulang tahun, ya. Semoga Ino berhasil mencapai cita-cita jadi duta besar Indonesia di Inggris, terus hidup bahagia seumur hidup dan gak ngerasain sedih habis ini. Aamiin."
Sebuah senyum lebar mengembang di wajah Ino. "Aamiin. Makasih, Sai. I love you sooo much!" ucap Ino tulus.
Sempat hening untuk beberapa saat sampai akhirnya Sai kembali membuka mulut. "Too. Tadi Ino mau cerita apa?" tanya Sai to the point.
Ino tidak langsung menjawab. Ia cengengesan terlebih dahulu, lalu baru membuka mulutnya. "Jadi yang cerita hantu tadi itu tuh ternyata prank, loh. Mereka surprise-in aku barusan. Emang kelakuan temen-temen aku tuh kayak setan kadang," jelasnya.
Sai tertawa pelan. "Aku udah tau, kok."
"IH, KAMU TAU?!" Ino berseru kaget. Ia kemudian cemberut. "Kok gak ngasih tau, sih?"
"Nggak, kok. Aku cuma nebak doang, gak taunya bener,"
"Bagus lah! Aku pengen banget cerita ini mumpung kamu gak tidur. Eh, tapi ini kamu emang belum ngantuk, kan, habis ngelaprak tadi?"
"Belum, kok. Cerita aja, santai."
Ino kemudian menceritakan seluruh prank yang dilakukan teman-temannya dari awal di grup sampai akhirnya mereka tahu-tahu memberikannya kejutan. Sai mendengarkannya dengan baik dan merespon seperlunya. Terkadang mereka berdua tertawa. Setelah cerita usai, mereka berdua sempat membicarakan beberapa hal yang tidak penting, lalu berakhir terdiam untuk beberapa saat.
"Ino," panggil Sai.
"Iya?" jawab Ino antusias.
"Emm, Ino sekarang lagi bosen gak?"
Ino berpikir sejenak. "Yaa, lumayan sih. Soalnya kan emang …," Belum sempat Ino menyelesaikan perkataannya, Sai keburu memotongnya.
"Kalo gitu, kita udah cukup sampe di sini aja."
Perlu beberapa saat bagi Ino untuk memahami kalimat yang Sai ucapkan barusan. "Gimana?"
"Kamu bosen, kan? Ya udah sama aku juga,"
Ino seolah tersambar petir mendengar perkataan Sai barusan. "Sai, emang kalo bosen harus banget udahan?" tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar.
Terdengar helaan napas Sai dari seberang sana. "Maaf, ya. Jujur, aku gak tau hubungan kita ini mau dibawa ke mana nantinya karena aku sendiri kurang persiapan. Jadi aku rasa kita sama-sama butuh waktu sendiri dulu buat mikirin visi-misi masing-masing."
"Bukan itu loh maksud aku …," Ino berkata pasrah.
"Bisa kan kita sendiri-sendiri dulu? Udah, ya," Sai kemudian memutus pembicaraan secara sepihak.
Kemudian, Ino menangis meraung-raung sendirian untuk melampiaskan seluruh perasaannya dini hari itu.
.
Spin-Off Chapter Ends
.
A/n (panjang bet dah asli mending gas review aja UwU):
Maaf ya aku buat jahat Sai-nya, tp aslinya gajahat kok asli. Mana aku yg nulis aku yg nyesek pula :( Terus maaf juga kalo salah Boso Jowo sama Bahasa Batak-nya, jujur udah lama bgt ga interact langsung jadinya agak ragu, tapi yaudalah gas hehe
Tau sih ini telat bgt karena banyak bgt yg terjadi pas tanggal 23 dan 24, mulai dari ngasdos perdana di sebuah matkul yg sebenernya bukan dari jurusanku (aku kompeten di beberapa matkul tepebe fakultas satu ini, tapi tetep aja degdegan), moodswing gak jelas, sampe kebablasan main among us sama temen tongkrongan kulyah sampe lupa ngerjain laporan statistik kriminal lololooool.
But still, HAPPY BIRTHDAYY TO MY PRECIOUS INO AND SHIKAMARU UwU 3 Maaf ya kejutan di FF ini seadanya dan garing banget. Habis aku gak bisa bikin cerita horor sih hehehe
Tbh gapernah expect bakal ngaret sengaret ini yg bahkan aku lupa banget kapan terakhir update. Awalnya tuh mau gas up chap 12 berapa hari setelah up chap 11. Eh taunya dikasi tugas analisa video yg tenggat waktunya cuma semalem. Mau gas lagi, ada tugas essay anu yg kebablasan nulisnya malah 2 kali lipat dari maksimal kata. Mau gas lagi, eh baru inget ada tugas "merangkum buku setebal 600 halaman" di dua matkul yg berbeda dengan buku yg berbeda pula dengan deadline yang bersamaan. Mau gas lagi pun tak bisa, tugas membelah diri cem amoeba. Sumpah ya bagi kelen yg belum kuliah, jangan mau sejurusan sama aku di univ yg sama kaya aku. Sulit. Asli. Tapi kelar kok elah rangkuman dua biji, bagi-bagi tugas kan kami lol. Terus karena udah tanggal 20-an akhirnya aku mutusin buat post chapter ini dulu, chapter 12-nya ntar aja pas gabut lagi UwU
Sedikit kaget juga karena sebagai selingan dari gundukan tugas yg bikin mampus itu aku iseng edit tiktok Chris Tobing versi Naruto, Kurobas, sama Ansatsu dan buseh ramai benar. Isenglah aku ngelapak promosi FF ini di beberapa video yg versi Naruto. Jujur ga gitu rame sih tapi mungkin gara-gara itu juga kemaren aku nemu ada yg nyebut FF ini di reply narutofess.
Ada. Yang. Nyebut. FF. Ini. Di. Reply. Narutofess.
Woilah gila terharu aku! Gak bakal sejauh ini (walaupun ini belum jauh) tanpa ada kontribusi kalian semua, so makasih banget! :"""""
Langsung bales review non-login skuy!
how you like dat: Huaa, makasih udah kangen cerita ini! Makasih juga apresiasinyaaa UwU
Azzura yamanaka: maaf ya, ombaknya besar jadi kamu bisa oleng kesana kemari membawa alamat /lah? Emm, itachuy cokiber ni mmf T_T Thank you apresiasinya UwU
Guest: Awkaay, official next chap-nya tunggu aku gabut lagi ya huhu, semoga gak kecewa :") Makasih udah review 3
Cece: Jujur aku gak matokin ini mesti ItaIno, SaiIno, NaruIno, ShikaIno, atau SasuIno, walaupun main pair-nya ItaIno (tapi banyakan momen ShikaIno ya…). Pokoknya ini perjalanan hijrah Ino beserta ombak romansa kanan kiri, jadi pegangan aja yang kenceng dulu wihihiii :3 Btw makasih apresiasinya UwU
Makasih banget buat kalian yang udah ngeluangin waktu buat baca dan review, I highly appreciate it all! Bagi kalian yang masih penasaran nih sama kelanjutan perjuangan hijrah Ino (yang dipikir-pikir ngefreeze ya berduaan sama Itachi di chapter kemaren astaghfirullah…) sabi banget pencet tombol follow sama fav, abis itu ngelampiasin unek-unek sama pertanyaan kalian di kolom review. Tapi sabi juga sih kalo mau nodong lewat akun twitter nandayokoree juga. Pokoknya jangan lupa bahagia, soshite see you next chap!
.
In another side …
"Nanti aku telepon lagi, ya. I love you," Dari seberang sana, Ino memutus panggilan secara sepihak.
Sai terdiam dengan wajah yang merona malu. Sejak tadi, ia sibuk mengerjakan laporan praktikum tanpa ada praktikum sebelumnya sebagai hukuman akibat beberapa kali melanggar aturan ospek jurusan. Namun ia tidak bisa fokus karena ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Ino dan tidak tahu bagaimana caranya. Di samping itu, Ino selalu menyatakan tanpa ragu bahwa gadis itu sangat mencintainya, seperti barusan.
Dan perasaannya pada Ino pun demikian.
"Gimana caranya, ya?" tanyanya yang kemudian membuka Twitter untuk bertanya secara anonim melalui salah satu akun menfess. Sambil menunggu pertanyaannya terkirim, ia pun membuka WikiHow untuk mencari-cari referensi.
.
BENERAN TAMAT SPIN-OFF NYA HEHEHE
