Berdasarkan kebijakan pemerintah Indonesia yang telah di revisi kedalam UU Militer Nomor 223 Tahun 2039, Indonesia mulai membatasi ekspedisi dan keterlibatan peperangan di balik gerbang mengingat banyaknya jumlah korban jiwa yang dapat di tolerir oleh pemerintah
Sebagai jalan keluar, pemerintah Indonesia melaksanakan program Pendidikan dasar kepada penduduk di balik gerbang. Program tersebut di bawah kendali dari Kementerian Dalam Negeri yang secara langsung mengawasi jalannya program
Namun masalah yang saat ini menghadang program ini adalah masalah kebijakan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Intelijen Nasional yang menganggap ini bisa menjadi sumber masalah atau bisa menjadi potensi ancaman bagi pasukan di garis depan
Saat ini Kemendagri hanya bisa menyusun kurikulum yang telah di sepakati oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai langkah awal untuk memberikan edukasi pada penduduk di balik gerbang
"susunan anggaran dari DPR sudah kelar ya?"
Mendagri menatap ke arah dokumen yang baru saja di terimanya dari fax. Dokumen itu berisikan cap dari DPR RI Komisi I yang belakangan ini mengatur semua urusan di balik gerbang
"Pak Menteri, ku rasa kita harus mengajukan komplain ke Presiden soal tindakan DPR Komisi I yang semakin sewenang-wenang"
Mendagri menatap ke sekretaris nya sambil mendesah berat
"Ku harap aku bisa, tapi sayangnya kita tidak bisa berbuat apapun. Presiden masih tidak mau memberikan kebebasan dalam melakukan tindakan di balik gerbang"
Mendagri kemudian membalik halaman laporan yang di terima nya, dia membaca laporan soal anggaran yang akan di cair kan pada Kementerian Pertahanan Alunus dengan total 13 Milyar Rupiah
Dia sejujurnya tidak ingin mengomentari soal bagaimana Kemenhan menghabiskan anggaran militer mereka, mengingat tekanan politik yang mereka terima belakangan ini, cukup masuk akal jika mereka membutuhkan lebih banyak anggaran untuk secepatnya me-modernisasi pasukan disana.
Pusat Antariksa Lyndon B. Johnson (NASA Johnson Space Center)
"Pak, kami mengkonfirmasi dari perusahaan SpaceX kalau mereka akan mulai meluncurkan Falcon 9 pertama mereka di dunia itu Desember ini"
"Terima kasih, jadi SpaceX akhirnya memilih menggunakan Roket Falcon 9 mereka ya"
Di dalam ruangan pusat Antariksa NASA, seorang pria yang menjabat sebagai administrator membaca lembaran dokumen yang di berikan oleh Mission Directorates, Human Exploration and Operations, Associate Administrator: Jobb Miguel
"Oh ya, aku baru ingat. Apakah ada kabar dari Pusat Penelitian Planet mengenai planet itu?"
"Sejauh ini belum ada pak, Organisasi Pusat Penelitian Planet masih fokus meneliti dua bulan yang ada di planet itu serta keakuratan mengenai komposisi tata surya yang ada di planet itu"
"Cukup bagus. Kalau begitu anda boleh pergi"
Jobb kemudian pergi dari ruangan kerja meninggalkan Administrator NASA yang masih sibuk mengurus dokumen mengenai planet misterius ini.
'Sudah beberapa hari sejak di putuskannya nama planet itu, tapi sampai sekarang kami masih tidak memahami apapun soal planet itu. Mungkin eksplorasi ruang angkasa pertama di dunia itu akan menarik' pikirnya sambil membayangkan berapa banyak penemuan luar biasa yang bisa mereka dapatkan dari eksplorasi dunia baru ini.
Di bawah pemerintahan presiden AS yang ini, tujuan NASA lebih berfokus dalam eksplorasi dan penemuan hal baru. Sejak SpaceX berhasil mendaratkan manusia ke Mars di tahun 2026 menggunakan roket Starship, NASA mendapat tambahan anggaran yang sangat drastis sehingga misi berkelanjutan di Mars dan Bulan masih bisa di laksanakan setidaknya sampai beberapa dekade ke depan.
Sedikit benci mengakui ini, tapi ia hanya bisa mengatakan yang sejujurnya kalau SpaceX berhasil menjadi garis terdepan dalam pengembangan teknologi transportasi luar angkasa yang dimana NASA saat ini masih kurang bisa melakukannya
'Disatu sisi, kurasa ini akan membawa umat manusia ke masa depan yang sangat cerah'
Atau setidaknya itulah yang ia harapkan, kalau bukan karena politik dan senat yang cukup keras kepala mengenai eksploitasi SDA di dunia itu, dengan anggaran yang sekarang setidaknya NASA seharusnya bisa melakukan tambang asteroid yang bisa bernilai triliunan Dollar
'Jujur, kadang aku tidak mengerti kenapa mereka masih keras kepala soal ini'
Umpatnya saat melihat salah satu dokumen mengenai rencana dari United States Department of Energy (Kementerian Energi Amerika Serikat )
Sementara itu di Pusat Penelitian Luar Angkasa Amerika Serikat, seorang pria tua dengan rambut putih, dari penampilannya pria itu terlihat seperti berusia 100 tahun atau lebih.
Dia menulis sesuatu di papan tulis tanpa henti dan berhenti sejenak berpikir dan melihat papan tulis itu sebelum akhirnya ia menghapus itu dan kembali menulis ulang apa yang ia tulis.
Pria tua itu merupakan Fisikawan Teori yang bernama Michio Kaku, pria itu merupakan orang genius yang mengembangkan Teori String (Strings Theory) mengenai alam semesta.
"sangat tidak masuk akal"
Gumamnya saat melihat rumus yang berusaha ia singkatkan, rumus itu merupakan rumus yang membentuk gerbang yang terbentuk di Indonesia. Gerbang itu merupakan sebuah jembatan ke planet lain yang terpisah jarak jutaan tahun cahaya.
"Bagaimana bisa Peradaban yang berbeda ribuan tahun dengan kami tapi bisa menggunakan rumus ini dan membuat lubang cacing yang sangat netral tanpa adanya gangguan gravitasi dari planet bumi?"
"ini sangat tidak masuk akal, mau berapa kali pun ini di perbaiki, masih tidak ada yang benar"
Di lain tempat Alunus saat ini kembali membuat proyek besar di Utara dari bandara Angkatan Udara.
Salah satu proyek yang sedang di lakukan adalah pembangunan besar-besaran pabrik amunisi serta spare part untuk LAV/IFV/Tank dan banyak hal lainnnya.
Di pusat kerajaan, divisi pendidikan juga mulai mengembangkan kurikulim yang telah di berikan Kementerian Pendidikan, rencananya pendidikan pertama akan di laksanakan paling lambat awal 2040. Sejauh ini pemerintahan di kerajaan masih belum di putuskan akan seperti apa karena sampai saat ini semua kegiatan politik di dalam kerajaan masih dibawah komando Kementerian Pertahanan RI
Di jalanan kerajaan banyak skuad mulai patroli lagi, semenjak insiden penyerangan naga api, Kerajaan sekarang mengalami perubahan besar-besaran dalam masalah pertahanan udara
Kolonel James, seorang perwira militer yang memimpin pasukan Kaveleri dan juga menjabat sebagai Head of Administration di Kerajaan, saat ini harus berusaha keras untuk tidak mendesah ketika melihat laporan yang di terimanya.
Kebanyakan laporan itu merupakan surat permintaan dari Noble lokal yang meminta "kompensasi" atas apa yang terjadi pada kerajaan. Mereka menganggap dia sebagai Raja baru dan meminta nya untuk mempertimbangkan pernikahan politik dengan dirinya
Dia benci ketika harus berurusan dengan hal seperti ini
Yah, walau sebenarnya dia tidak keberatan sih
Salah satu perwira mendatanginya dengan senyuman menghina
"Apa kau mulai lelah dengan pertemuan dengan para noble, wahai raja ku"
"Sekali lagi kau ngomong seperti itu, ku tendang kau"
Balasnya dengan sinis, perwira itu hanya tertawa ketika melihat Kolonel James kembali menggerutu
"oh ya, Apa kau mendapat berita terbaru soal Tim khusus itu?"
"Skuad Kopasus itu ya?"
James mengangguk
"berdasarkan transmisi mereka kemarin, mereka tidak sengaja menemukan seorang pria yang di yakini sebagai putra mahkota dari Kerajaan. Hal lainnya mereka juga berhasil mencegat kapal yang akan berlayar ke samudera membawa para budak. Informasi yang kita terima soal para tahanan itu ternyata cukup akurat, aku penasaran Alunus dapat informasi ini semua dari siapa" Perwira itu kemudian menyerahkan transkrip radio yang mereka terima dari Skuad khusus di garis terdepan
Transkrip itu cukup detil, sepertinya misi kali ini akan berjalan dengan baik atau setidaknya itulah yang mereka semua harapkan.
"oh Kolonel, bagaimana menurutmu mengenai reformasi politik di Kerajaan? Apa mungkin kita akan merubah sistem perpolitikan tempat ini dalam waktu 6 bulan?"\
"Ku rasa kau sudah tau jawabannya. Tempat ini seperti awal kemerdekaan RI, banyak bangsawan egois yang berpikir mereka akan tetap berkuasa seperti dulu dan banyak penduduk sipil yang tidak terdidik hanya diam menyaksikan semuanya terjadi. Ku rasa kita bisa merubah sistem perpolitikan tempat ini paling cepat satu tahun"
Satu tahun merupakan waktu yang cukup masuk akal mengingat rendahnya pendidikan di Kerajaan serta permasalahan ekonomi serta politik di Kerajaan, James telah mensetujui beragam kebijakan yang menyangkut pendidikan di Kerajaan namun banyak dari kebijakannnya menuai permasalahan baru seperti mewajibkan pendidikan kepada warga sipil kelas menengah kebawah serta penghapusan perbudakan.
Banyak bangsawan mengira jika dia berusaha membuat sistem perpolitikan di Kerajaan di perintah oleh kelas jelata (yah walaupun demokrasi merupakan sistem politik dimana siapapun bisa jadi pemimpin) mereka sebenarnya tidak salah dalam mengira hal itu
Sementara itu ada hal yang jauh lebih mengganggunya, yaitu sebuah lampiran mengenai rencana invasi ke kerajaan, kerajaan dimana tempat Skuad Andika terbunuh
Entah kenapa tiba-tiba DPR RI menyetujui perencanaan kementerian pertahanan mengenai invasi yang akan di lakukan dalam waktu dekat ini.
"Apa kau sudah membaca laporan dari Pangkalan Abd. Haris NST?"
"Mengenai Invasi itu kah, Kolonel?"
Ia mengangguk. "Jujur aku tidak mengerti apa yang sedang di pikirkan Kementerian Pertahanan, mereka tahu bagaimana media saat ini yang menghujani kita dengan beragam cercaan. Tapi kenapa mereka tiba-tiba memutuskan untuk melaksanakan invasi secara tiba-tiba"
"erhm... Saya anggap anda tidak tahu mengenai apa yang terjadi di Jakarta ya, Kolonel"
"Apa maksudmu?"
"hm... Sebaiknya anda lihat sendiri ini"
Perwira itu menyerahkan ponsel miliknya dan menunjukkan sebuah video, video dari kementerian pertahanan dimana mereka menunjukkan Putri dan knight yang selamat dari serangan itu.
'Ah... Mereka menggunakan taktik media massa'
James sudah tahu apa yang terjadi sekarang, Kementerian Pertahanan merilis video dimana Putri Rosell dan Knight Agnes yang menceritakan apa yang terjadi di kerajaan serta rekaman dari video pesawat pengintai mengenai kekejaman yang terjadi di kerajaan itu. Putri Rosell yang memohon pada Jenderal untuk menyelamatkan kerajaannya mendapat penolakan spontan dengan alasan bahwa Jenderal tidak ingin kehilangan prajurit lainnya
Caption di Twitter Kementerian Pertahanan "Pernyataan Putri di sebuah kerajaan yang selamat dari serangan udara" itu menuai banyak reaksi terutama dari aktivis kemanusiaan Indonesia yang sangat mudah terpancing
Alhasil video penolakan Jenderal mengenai permohonan Putri Rosell untuk menyelamatkan penduduk nya menuai banyak kontra dari beragam kalangan terutama Organisasi Dunia
'Aku terkadang heran dengan pola pikir mereka, apa mereka tidak terlalu berlebihan dalam mempropagandakan perang ini?'
Sudah jelas arah perang ini sekarang mulai melebar entah kemana-mana, media yang awalnya terfokus dalam misi penyelamatan mendadak dialihkan dengan berita mengenai bagaimana kejam nya para penyerang kerajaan kecil itu
"Kurasa mereka memiliki rencana lain soal kerajaan itu, apa anda berpikir demikian Kolonel?"
"Entahlah, ku harap tidak"
Karena akan sangat mengerikan jika itu kenyataan.
Sementara itu dia kembali mengalihkan perhatiannya ke Dokumen tim pengintai yang telah lama menyelidiki para noble di dalam kerajaan. Seperti yang ia duga, para noble sepertinya memiliki rencana tersembunyi mengenai status Kerajaan ini, hanya saja dokumen yang ia terima masih belum cukup kuat untuk di jadikan alat bukti agar pemerintah mau melakukan sesuatu.
"untuk saat ini kurasa kita hanya bisa mengawasi mereka"
"Apa anda yakin soal itu, Kolonel. Anda sendiri sudah tahu apa yang mereka lakukan pada skuad patroli kita kemarin, kan?"
"Yah, karena tidak ada yang terbunuh dari serangan mendadak itu, ku rasa pemerintah hanya menganggapnya sebagai perlawanan kecil dari warga sipil"
Hanya melihat dari reaksi Pemerintah RI yang acuh tak acuh mengenai insiden dimana satu skuad di serang oleh sekelompok orang tidak di kenal sudah cukup menjelaskan kalau mereka tidak tertarik soal itu.
Ia teringat, kalau tidak salah salah satu keluarga noble yang harus dia waspadai kalau tidak salah datang dari keluarga Riona yang sepertinya masih memihak pada senat pro perang. Ini akan menjadi masalah kalau mereka melakukan plot diam-diam melawan pasukan yang sekarang menjaga wilayah eksklusif
"Kolonel, apa anda tidak akan melakukan sesuatu mengenai masalah ini?"
"... untuk saat ini aku tidak bisa melakukan apapun, tapi ku rasa tindakan pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu"
Pangkalan Abd Haris NST
Saat ini beragam kendaraan lapis baja seperti Tank, IFV, LAV serta mobil serba guna telah berkumpul di lapangan utama
"Semuanya, Kali ini kita memiliki tugas penting"
Semua yang ada di ruangan itu langsung berdiri ketika seorang Perwira dengan pangkat Brigadir Jenderal mulai masuk kedalam ruangan
"Seperti yang kalian ketahui, kita menerima perintah dari Kementerian Pertahanan untuk melakukan misi yang telah di sepakati sebagai Operasi Kemanusiaan dan Pembebasan Abadi"
Di ruangan itu terdapat sebuah peta yang menggambarkan wilayah kerajaan yang akan mereka serang.
"Misi kali ini kita akan bekerja sama dengan Marsekal Pertama Wahyu, dia akan memberikan kita bantuan udara dari Alunus berupa 4 kali pass F-16"
Ia kemudian menunjukkan jarinya ke sebuah istana yang terletak di utara
"Misi kita sederhana, kalahkan semua musuh yang ada dan tangkap seorang pria yang dianggap sebagai seorang raja yang saat ini mengendalikan kerajaan"
"Baiklah, kalian boleh bubar"
Sesaat setelah ruangan di bubarkan para perwira Pertama yang mengkomandoi para prajuritnya mulai kembali ke tempat masing-masing dimana mereka akan mengarahkan setiap prajurit yang ada sesuai dengan rencana yang telah di sepakati sehari sebelumnya
["HuuuuuuM"]
Alarm berbunyi dan setiap kru Tank mulai bersiap menyalakan kendarannya. Mereka telah siaga duluan di dalam Tank sehingga mereka adalah barisan pertama yang siap untuk berangkat kapanpun itu
Tank yang di terjunkan terdiri dari Leopard 2 yang telah di modifikasi khusus untuk urban warfare
Setiap Tank Leopard memiliki kru sebanyak 4 orang, terdiri dari Driver yang mengemudikan Tank, Seorang Commander yang bertugas mendengarkan radio, membaca peta dan memberikan instruksi kepada Driver melalui komputer navigasi mengenai arah kemana ia akan mengarahkan Tank bergerak. Lalu di samping Commander seorang prajurit dengan kendali seperti joystick dikenal sebagai seorang Gunner, dia memiliki tugas untuk mengoperasikan senjata Tank serta memiliki tugas penting untuk mengarahkan Loader mengenai amunisi apa yang pantas untuk menghadapi musuh dan yang terakhir adalah Loader, dia bertugas sebagai seorang operator yang mengisi ulang peluru di meriam utama tank
5 Tank kelas berat di terjunkan dari pangkalan Abd Haris NST, di bantu 4 IFV yang masing-masing membawa 10 prajurit serta 3 LAV dan 7 Mobil pengangkut serba guna
Misi kali ini di rencanakan akan berlangsung tidak lebih dari 2 jam
"Fufufu... Mereka sangat menarik"
Dari kejauhan seorang wanita dengan pakaian Gothic Lolita Hitam memiliki rambut berwarna perak, menatap kearah pangkalan militer manusia dari dunia lain
Ia tidak mengerti kenapa hanya menatap kearah mereka, rasa penasaran nya tidak bisa berhenti malah ia semakin ingin tahu apa yang mereka akan lakukan selanjutnya dengan benda-benda magis seperti itu
"Oh? Nampaknya monster besi itu telah bergerak"
Ucapnya saat melihat kendaraan lapis besi tebal bergerak dengan suara yang sangat mengerikan, benda yang sangat mengerikan itu telah ia saksikan betapa kejam nya menghancurkan apapun yang ada di depannya tak peduli jika itu monster yang sangat kuat sama sekali.
Seolah-olah setiap monster yang ada di dunia ini dibuat sebagai mainan mereka
Ia telah menyaksikan bagaimana monster terbang telah membunuh naga yang perkasa serta Monster besi yang ada di darat itu melumat habis musuh yang ada di depan mereka.
'Bagaimana bisa manusia seperti mereka bisa menciptakan makhluk yang sangat berbahaya seperti itu'
Entah berapa kali ia menanyakan hal itu
'Sepertinya mereka akan menghancurkan sesuatu'
Ia mulai berpindah tempat dengan melayang bebas di udara sambil menatap dengan senyuman sinis kearah para prajurit berbaju hijau aneh itu.
'Siapa yang dapat menyangka kalau mereka adalah ras lemah yang mampu membuat para utusan dewa semuanya bertekuk lutut tak berdaya di hadapan mereka'
Ia masih ingat bagaimana Hardy di hancurkan oleh ras seperti mereka, mereka menggunakan monster hitam yang melayang sangat tinggi di angkasa, menjatuhkan batu hitam yang sangat banyak dan menciptakan ledakan yang sangat dahsyat bahkan dapat setara dengan ledakan gunung api yang sangat luar biasa
Sungguh'
'Kalian tidak akan mungkin membuatku bosan'
Senyuman sinis-nya semakin melebar ketika melihat dari kejauhan dimana ia bisa melihat benda terbang lainnya yang baru saja menaikkan ketinggian dari tempat manusia itu
Dari Kerajaan Landasoll
"My King, kita tidak menemukan sama sekali dimana keberadaan Putri dan Knight itu"
"Kami sudah mencari selama berbulan-bulan tapi kami tidak menemukan apapun"
Dua orang itu berlutut di depan seorang pria yang duduk dengan tenang di singgah sana
"Dasar tidak berguna'
Umpatnya pada mereka berdua
"Kalian pergilah dan lanjutkan penjagaan"
Mereka berdua langsung pergi dari ruang singgah sana meninggalkan sang raja sendirian
'Kemana mereka perginya?'
Ia masih tidak mengerti bagaimana bisa mereka pergi dari kerajaan yang di jaga ribuan pasukannya, atau lebih tepatnya, cara apa
Prajurit mengenakan baju hijau dengan senjata aneh yang mampu membunuh ratusan prajuritnya dalam hitungan detik, serta binatang terbang yang melayang melebihi kecepatan dari semua naga yang ia tahu dalam hidupnya, semakin menambah rasa penasarannya mengenai prajurit apa yang akan mereka hadapi
'Apa mungkin'
Ia berpikir kemungkinan jika prajurit aneh itu akan kembali lagi menyerang ke kerajaan, namun setelah beberapa hari menunggu ia tidak melihat tanda-tanda adanya serangan balik dari prajurit aneh itu
Apa mungkin mereka memilih untuk mundur
Tepat ketika ia berpikir jika ancaman dari pasukan aneh telah hilang, tiba-tiba para prajuritnya datang dengan tergesa-gesa menerobos masuk kedalam ruangan singgah sana
"My King! Gawat!"
"Apa yang terjadi?"
Ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan menatap kearah para prajurit yang berkeringat
"A...ada..."
(Grrr)
Tiba-tiba seisi ruangan mulai bergetar, getaran itu semakin terasa keras.
"Lapor!"
Prajurit lainnya datang menerobos masuk
"Ada serangan datang dari naga besi di langit My King!"
"Naga apa?"
Ia berlari ke luar melihat sendiri apa yang mereka maksudkan, tepat setelah ia sampai di balkon ia dapat melihat sendiri apa yang mereka maksud dengan naga besi itu.
Sebuah suara gemuruh yang sangat keras menggema di seluruh kerajaan. Para penduduk mulai panik dan para prajurit berhamburan dari tempatnya berusaha mengejar benda itu.
Benda itu terbuat dari besi dan terbang dengan kecepatan yang sangat luar biasa cepat bahkan skuad naga tidak mampu mengimbangi mereka.
'Apakah ini naga besi itu?'
Pikirnya saat melihat benda terbang itu melayang dengan sangat cepat tanpa ada yang mampu mengejarnya, ia terbang sangat bebas di angkasa hingga akhirnya ia mampu melihat jika benda itu akan melakukan sesuatu.
Benda itu terbang menungkik dan dari situ ia tahu apa yang akan terjadi
"Gawat"
Ia dengan cepat menyingkir dan mencari tempat berlindung namun sesaat ia melakukan itu sebuah ledakan maha dahsyat terjadi di halaman istana menghancurkan semua yang ada disana
Ledakan demi ledakan berdatangan satu persatu dari segala tempat.
Asap hitam mengepul di udara dan teriakan kepanikan juga terdengar dimana-mana
Perlahan satu persatu ksatria terbunuh akibat asap hitam itu.
Dari angkasa sosok siluet menatap kearah benda besi yang terbang dari kejauhan dengan kecepatan tinggi menuju ke kerajaan
'Ara-ara... sepertinya akan ada pertunjukan'
Ucapnya saat melihat benda besi itu meluncurkan benda besi berbentuk tombak dari sayapnya. Benda besi itu melayang sangat cepat bahkan melebihi kecepatan dari benda yang meluncurkannya
Benda besi itu kemudian menghantam salah satu bangunan dan melumatnya dalam ledakan besar melebihi gunung api yang ia lihat
"Oh ya?"
Pertunjukan belum berakhir, dari ufuk timur benda besi yang melayang dengan baling-baling di atasnya datang dan membawa kekacauan. ledakan satu persatu terjadi di segala arah
("Kobra 4, Missile away")
Ia dapat melihat manusia yang mengendalikan benda besi itu, meluncurkan sesuatu dari sayapnya.
(boom) ledakan kembali terjadi
Kali ini benda besi yang tidak menimbulkan ledakan mulai mendarat di tanah menurunkan beragam prajurit berbaju aneh
"Go!"
Para prajurit mulai membidikkan senjata nya ke segala arah dan menembak ke siapapun musuh yang dapat mereka lihat.
Para kesatria berpedang yang berusaha mendekat seketika terbunuh ketika letusan senjata keluar dari muncung senjata api
Para prajurit bergerak maju dengan cepat di bantu dari udara yang terus memborbardir wilayah.
Arah tembakan mereka selalu di arahkan ke jalanan berusaha menghindari menembak kearah rumah kayu yang berpotensi dapat membunuh warga sipil yang berlindung di dalamnya
"Oh?"
Siluet itu mulai tertarik ketika melihat benda besi yang memiliki bentuk seperti monster mulai terlihat dan mengeluarkan sesuatu dari mulut panjangnya. Seketika ledakan pun kembali terjadi dan kali ini ledakan menghantam dinding dan menghancurkan dinding pelindung kerajaan seketika
Seolah tidak ada yang mampu menghalangi benda itu, benda besi itu bergerak menghantam dinding yang telah rapuh dan menghancurkannya seketika. Benda besi itu mengeluarkan suara seperti mengaum dan terus bergerak menghancurkan setiap bangunan yang berusaha menghalangi jalannya
Kehancuran masih terus terjadi dan Siluet itu memperhatikan dari ketinggian sambil tertawa gelap melihat betapa luar biasanya pemandangan ini
"Bapak Presiden, operasi penyerang telah di laksanakan"
"Bagus, berikan laporan lengkapnya di mejaku"
Sekretaris kemudian menyerahkan dokumen yang di titipkan dari Kementerian Pertahanan. Dokumen tersebut berisi penedetilan operasi yang tengah di laksanakan oleh pasukan TNI
"Sepertinya operasi kali ini berjalan dengan baik"
Ucap Presiden ketika membaca laporan korban jiwa dari TNI, sejauh ini korban jiwa 0 dan luka sekitar 0.2 persen dari total pasukan yang di kerahkan. Ini akan menjadi kabar bagus untuk media mengingat mereka masih mendapat tekanan dari Pers Indonesia
"Bapak Presiden, apa yang akan anda lakukan mengenai rencana Pangkalan Abd Haris NST?"
"Mengenai operasi penyapu bersih ya?"
Sekretaris mengangguk
"Sejujurnya aku pikir itu adalah ide yang cukup radikal, tapi layak untuk di lakukan"
"Apa artinya anda menyetujui ide itu?"
"Tidak juga, tapi mempertimbangkan potensi musuh yang dapat mengancam pangkalan garis depan, ku rasa ide itu cukup masuk akal. Belum lagi kita juga harus mempertahankan posisi kita di komisi ekonomi global, ku rasa ide mereka adalah opsi yang bagus"
'Apa anda mau membunuh banyak nyawa hanya karena permasalahan ekonomi?!' Sekretaris tidak bisa mengatakan hal itu tapi ia jelas tahu apa yang di rencanakan presiden
Memang benar jika ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dalam waktu beberapa bulan sejak dia menggantikan Presiden dan Wakil Presiden yang saat itu mengalami masalah dengan Hukum
Namun fakta jika mengabaikan Hukum PBB adalah hal yang jauh lebih besar dan tidak bisa ia anggap sepele
Tak lama, Alunus langsung mendapat informasi dari Kementerian Pertahanan.
Jenderal TNI yang juga sebagai Jenderal besar koalisi Asia saat membaca surat rahasia dari Kementerian Pertahanan hanya bisa mengerutkan alisnya
Ia tidak bisa mempercayai apa yang ia baca tapi ia tidak punya pilihan lain selain mendesah.
ia kemudian menatap kearah Kolonel yang sedang berdiri di depannya di dalam ruangan kerjanya. "Kementerian Pertahanan mulai kehilangan akalnya"
"Apa itu berhubungan dengan operasi yang sedang berlangsung di sana?"
"Ya"
"..."
"Kolonel, apa kau sudah menduganya?"
Dia mengangguk
"Cukup mudah mengerti situasi yang terjadi hanya melihat bagaimana markas ini berkembang hanya dalam beberapa bulan"
"Kau benar, Kolonel. Markas ini berkembang pesat dan tidak terlihat kalau markas ini adalah markas temporer, yang ku takutkan ternyata terjadi di depan mataku. Kita cepat atau lambat akan mengeksploitasi dunia ini"
"Apa anda tidak terlalu paranoid, Jenderal"
"Tidak"
("Tower disini Dragon 1. Kami bersiap untuk take-off")
"Dragon, silahkan take off"
Pesawat C-130 Hercules kemudian terbang dari lapangan terbang menuju lokasi. Pesawat membawa kargo yang berisi amunisi dan beberapa suplai makanan serta peralatan medis lengkap untuk pasukan yang berada di garis terdepan
Pasukan garis terdepan yang di maksud adalah pasukan khusus yang saat ini menjalankan misi penyelamatan yang masih berlangsung. Terhitung mereka sudah 3 hari berada di garis terdepan dan masih menunggu suplai yang akan di bawa oleh pesawat kargo ini
Saat pesawat mencapai ketinggian 30 ribu kaki, kru mulai mempersiapkan beragam hal untuk kargo yang akan di terjunkan dari pesawat. Alasan kenapa pesawat terbang di ketinggian yang cukup tinggi adalah karena keamanan dari serangan yang tidak terduga.
Salah satu ancaman untuk penerbangan pesawat adalah serangan naga, di ketinggian 30 ribu kaki, udara semakin menipis sehingga makhluk hidup yang terbang di ketinggian ini dapat mengalami beragam gejala kekurangan oksigen dan lain sebagainya
Saat pesawat sampai di lokasi penerjunan kargo, kru pesawat sekali lagi mengecek parasut dan tali pengikat kargo.
"Bersiap!"
Kru membuka pintu kargo pesawat
"Kargo deploy"
Kargo di turunkan dari pesawat dan beberapa detik parasut terbuka membuat kargo turun perlahan dari angkasa.
"Raysid, konfirmasikan pada markas kalau kargo telah sampai"
"Roger"
Kolonel Abdul dibantu skuad membuka kargo dan memisahkan setiap benda yang ada di dalam kargo itu.
Kolonel Abdul merupakan pimpinan skuad ini yang menjalankan misi jangka panjang. Sejauh ini misi penyelamatan masih sesuai dengan rencana hanya saja mereka masih tidak menemukan tahanan yang sedang mereka kejar
"Kolonel, ada laporan dari markas. Mereka mengatakan kalau anda harus menjalankan misi penyamaran untuk mendapatkan intel yang lebih jauh"
Abdul kemudian mendengarkan sisa transmisi yang datang dari Alunus mengenai misi yang diberikannya
Misi ini cukup berbahaya untuknya tapi melihat bagaimana situasi politik yang tengah terjadi di Indonesia maka ia memilih untuk menerimanya atau lebih tepatnya ia tidak bisa menolak misi yang datang langsung dari Kementerian Pertahanan RI
"Kolonel, apa anda yakin soal ini?"
Tanya Sersan Budi saat menatap ke arah Kolonel Abdul yang tengah berpakaian jubah yang dapat menutup seluruh tubuhnya. Abdul hanya mengangguk sambil menyiapkan senjata yang akan ia bawa
Berdasarkan rencana yang telah di susun oleh Raysid, Abdul akan menyelinap masuk ke kapal yang akan berlayar ke seberang samudera dimana di harapkan disana merupakan pasar budak terbesar.
"Raysid, aku percayakan skuad ini padamu"
"Serahkan semua padaku, Kolonel"
Abdul kemudian berjalan menjauh dari tempat persembunyian skuad menuju pelabuhan dimana ia akan naik kapal itu.
Saat ini situasi kota pelabuhan masih sama seperti biasanya dan belum ada rencana apapun untuk kota ini, skuad masih di perintahkan untuk tetap bersiaga jika ada misi dadakan lainnya dari Alunus
Kolonel Abdul dapat melihat banyaknya penduduk yang berjalan-jalan di sekitar kota dengan sangat normal padahal ada sesuatu yang mengganggu matanya, yaitu mayat yang tergantung di tiang gantung. Mayat itu kelihatannya sudah membusuk selama 1 minggu namun tidak ada tindakan apapun dari penduduk sekitar
Dari apa yang ia dengar mayat ini merupakan salah satu orang malang yang di tuduh mendukung pasukan di balik gerbang melawan pasukan kerajaan. Karena noble disini merupakan bawahan yang sangat loyal pada raja sebelumnya maka mereka langsung menghukum para penduduk yang tidak menurut atau tidak loyal pada kerajaan, akan langsung di eksekusi mati
Hal ini tentu menuai kontra dari skuad yang bertugas
Laporan telah diberikan ke ibu kota atau lebih tepatnya ke Kolonel James, namun hingga saat ini Kolonel James masih tidak memberikan tanggapan apapun soal apa yang harus di lakukan.
"Hei tunggu"
Tiba-tiba sebuah suara mengganggu pikirannya, dan ketika ia berbalik menatap ke sumber suara, 4 orang kesatria berdiri dengan wajah curiga padanya.
"Siapa dan mau apa kau disini, aku tidak pernah melihatmu disini sebelumnya"
"Apa anda yakin kalau anda tidak salah lihat tuan"
Balas Abdul dengan santai sambil menurunkan kerudung yang menutup kepalanya
"Tidak, aku yakin kalau aku tidak salah lihat. Kau, sebaiknya kau ikut bersama kami, kami punya banyak pertanyaan untukmu"
"Oh, maaf tuan, saya sedang buru-buru jadi saya tidak bisa"
Sambil mengabaikan mereka, Abdul kembali melanjutkan perjalannya ke kapal namun tiba-tiba kesatria itu langsung mengarahkan pedang mereka ke Abdul tanpa adanya tatapan mau kompromi
"Sayangnya kami disini bukan untuk berbincang denganmu"
'Merepotkan'
Umpat Abdul
Ia di paksa dibawa oleh para kesatria ke sebuah tempat yang nampaknya tempat tahanan di interogasi. Hal itu dapat di lihat dari bagaimana suramnya ruangan ini karena minimnya cahaya serta banyaknya benda-benda yang dapat dikenali sebagai alat untuk menyiksa seseorang
"Nah sekarang, bisa kau menceritakan pada kami, mau apa dan darimana kau datang, tuan yang misterius"
Kesatria itu memberikan senyuman mengintimidasi namun sayang apa yang dia lakukan tidak lebih dari sekedar gurau yang tidak lucu sama sekali.
"Saya datang dari utara dan saya berniat untuk pergi ke tempat penjualan budak"
"OH? Dan budak seperti apa yang kau ingin cari, tuan"
"bukan urusanmu"
"hehe... sepertinya anda ingin bermain kasar ya, tapi sayang, kau disini tidak akan bisa kemana-mana dan kau juga tidak bisa meminta tolong pada siapapun"
Ucap kesatria itu sambil menunjukkan benda siksaan yang nampaknya baru saja di gunakan.
"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan se-sombong itu"
"Oh? Kau berani mengatakan hal itu pada orang yang menahanmu ya"
"Tidak juga, aku cuma menasihati kebodohanmu"
(grab) pria itu menarik mantel nya hingga mata keduanya saling menatap sangat dekat. Tatapan kesatria itu terlihat jelas jika dia adalah tipe orang yang suka menyiksa korbannya sampai mati, tapi untuk Abdul, dia tidak lebih dari seorang musuh yang dapat di kalahkan dalam waktu singkat.
'Dua orang, bersenjata pedang dan tidak memiliki kemampuan jarak dekat yang baik. Kurasa aku bisa mengakhiri ini'
Dengan cepat ia menarik pistolnya dan menembakkan beberapa peluru kearah mereka berdua yang tidak bisa mengelak.
Saat keduanya terbunuh Abdul kemudian berjalan keluar dari ruangan membiarkan mayat itu disana.
Ia berlari mengejar kapal itu berusaha agar tidak ketinggalan
Saat ia cukup beruntung mampu mengejar kapal yang akan berangkat, ia perlahan melihat pelabuhan yang semakin lama semakin mengecil.
'Apa yang akan ada disana ya?'
Pikir Abdul sambil melihat di cakrawala lautan yang tidak ada ujungnya
