"BLACK ROSE"

-= Sherry Dark Jewel Present =-

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...

Author : Yuki-Jeje

Rate : T

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.

Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.

Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..

Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..

.

Cerita ini hanya Fiksi belaka

.

Gak Suka..?

Ya...

Jangan Baca...

Gampangkan..

.

Buat yang tetep mau Baca...

.

Happy Reading..

.

Chapter 11 : Pelatihan dimulai

Sakamoto's headquarters in Ehime

Kringggg.. Kringggg

Suara jam beker membangunkan Jaejoong dari tidurnya, dengan mata sedikit terbuka Jaejoong melirik jam yang ada di nakas, dengan sedikit kesal ia mematikan suara nyaring yang membuatnya pusing. Jaejoong mendudukkan dirinya, ia tahu jika sekarang masih jam 6 pagi, karena dia lah yang mengatur alarm di jamnya. Saat di Korea Jaejoong tidak pernah bangun sepagi ini, tapi mengingat apa yang harus ia kerjakan hari ini atau mulai hari ini, Jaejoong harus membiasakan dirinya untuk bangun sepagi ini. Ya.. Ini waktunya ia untuk bangun dan bersiap, lalu menemui ayahnya di traning ground yang ada di belakang markas. Meski Ayahnya berkata akan mulai pelatihan pukul 7 pagi, Jaejoong ingin melakukan pemanasan kecil untuknya.

Setelah ia mencuci mukanya, Jaejoong mengganti piyamanya dengan celana training hitam dan kaos hitam, lalu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju training ground, tak lupa menenteng sepatu olahraga putih miliknya, karena training groud berada di belakang markas.

Setelah memakai sepatunya dan masuk ke dalam training ground yang luas itu, Jaejoong mulai melakukan pemanasan kecil lalu di lanjut berlari memutari training ground seluas lapangan sepak bola itu.

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

"Lanjutkan larimu 20 putaran lagi" suara sang Ayah membuat Jaejoong menghentikan larinya untuk protes.

"Tapi aku sudah lari 10 putaran Otousan" keluh Jaejoong di depan sang Appa.

"Lanjutkan 20 putaran lagi Jun" Hangeng tidak perduli, melihat itu Jaejoong hanya merengut dan mulai berlari kembali tentu dengan sedikit gumaman sebal dari bibir cherry sang namja cantik. Hangeng hanya tertawa pelan melihat sang anak berkeluh kesah. Masih berdiri menunggu sang Anak selesai dari acara Larinya.

"hahhh..." Jaejoong akhirnya selesai dari larinya, berdiri terengah-engah di depan Hangeng. "Otousan.. Joogie selesai melakukannya." Hangeng memberinya sebotol minuman yang langsung ditegang habis oleh Jaejoong.

"Istirahat sejenak, setelah ini lakukan 60 kali push-up, lalu 60 kali sit-up dan 60 kali squat"

"Otousan.." keluh Jaejoong.

"Tidak boleh mengeluh"

Setelah beristirahat 10 menit, akhirnya Jaejoong mulai melakukan push-up, sit-up dan squat sesuai dengan permintaan sang Ayah. Hangeng hanya melihat sembari duduk di kursi yang disiapkan Andy untuk Ayahnya.

Dengan susah payah ia melakukan pesanan sang ayah. Setelah selesai dia merebahkan dirinya di training ground, matahari sudah mulai naik. Sambil memejamkan matanya ia mulai mengatur nafasnya agar kembali stabil, dan mengistirahatkan tubuhnya.

"Kau akan hitam jika berbaring di bawah matahari Jun"

"Bukankah aku akan terlihat manly jika kulitku gelap" ucap Jaejoong tak beranjak dari posisinya, masih betah menikmati panas cahaya matahari yang menerpa kulitnya.

"Yunho tidak akan suka"

Jaejoong membuka matanya, langsung mendudukkan diri dan memandang Ayahnya tajam "Maksud Otousan?"

"Otousan tahu tentang hadiah kecil darinya yang ia titipkan pada Changmin kemarin" seringai mengoda ayahnya sangat menyebalkan dimata Jaejoong.

"Otousannn.."

"Bahkan Otousan bisa memperkirakan, kau pasti memeluk hadiah itu semalaman sampai tertidur" Ucap Hangeng dengan tertawa meledek.

"Ahhh.. Ti-dak mung-kin..."

Hangeng berjalan menghampiri Jaejoong lalu berjongkok mensejajarkan dirinya, ia menyodorkan handuk dan sebotol air mineral untuk Jaejoong. "Appa tidak pernah melarang apapun yang Joongie suka, hanya ingat Appa tidak akan pernah membiarkan Joongie tersakiti." Jaejoong menundukkan kepalanya lalu sedikit mengangguk. "Tolong lupakan dia untuk saat ini, Appa ingin Joongie fokus untuk pelatihan ini" tangan Hangeng mengacak pelan rambut pirang Jaejoong. "Sesuai janji Joongie pada Appa"

"Baik Otousama"

"Setelah ini kita latihan di dalam" Hangeng pun mulai melangkah memasuki gedung yang ada di sayap kanan markas.

"Lagi?"

"Kita harus menumbuhkan otot pada tubuhmu Jun"

"Baiklah.." jawab Jaejoong pasrah. Jadi setelah itu Jaejoong mulai melakukan beberapa latihan olah tubuh di gym yang ada di dalam markas. Sampai dua jam dia berolahraga di gym dan setelah itu Otousannya menghentikan latihan siang itu. Karena saat itu tepat pukul 12 siang, artinya satu jam lagi ia harus makan siang bersama Ayah dan Kakeknya.

"Otousan telah meminta Mizuki-san untuk menyiapkan air panas untuk mu mandi, Otousan akan menunggumu diruang makan satu jam lagi" Hangeng pergi keluar tempat Gym diikuti Andy. Dan Jaejoong mulai berjalan menuju ke kamarnya.

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

Saat membuka pintu kamarnya ia melihat Mizuki-san tengah menyiapkan baju di ranjangnya. Mizuki-san adalah bibi yang mengurusnya, ia pelayan kepecayaan neneknya dulu. Dan sudah lama mengabdi disini, dia sosok yang ramah dan baik menurut Jaejoong.

"Jun-sama" sapa Mizuki, "Saya telah menyiapkan air mandi anda, dan baju yang akan ada kenakan" Ucap Mizuki saat melihat Jaejoong memasuki kamar.

Jaejoong melirik ke arah ranjang, melihat ada Kaos Armani putih dan celana training Hitam yang sudah berlipat di atas ranjang itu. lalu melirik ke arah Mizuki, "Terima kasih bibi, bibi bisa keluar" lalu Mizuki pun keluar dari kamar Jaejoong.

Jaejoong memasuki kamar mandi yang ada di balik pintu putih yang ada di dalam kamarnya, Jaejoong bisa mencium wangi rempah rempah yang menguar dari bak mandinya. Jadi sebelum Jaejoong berendam disana, ia membersikan tubuhnya terlebih dahulu di shower yang ada di kamar mandi itu, lalu setelah itu dia lanjut berendam di bak mandi yang disiapkan sang pelayan untuknya.

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

Jaejoong merasa tubuhnya rileks dan segar setelah mandi, dengan mengenakan baju yang telah disiapkan, ia keluar kamarnya dan berjalan menuju ruang makan. Disana ia bisa melihat sang ayah dan kakek sudah duduk di meja makan. Dengan kakeknya di pusat meja dan ayahnya di sebelah kiri sang kakek. Dia duduk di sebelah kiri sang Ayah. Tak lupa menyapa sang kakek dan ayah sebelum ia duduk.

Makanan sudah tertata di meja makan, sebagian dari makanan di meja adalah makanan kesukaannya. Sepertinya kakeknya ingin membuat Jaejoong nyaman disini. Lalu mereka makan tanpa suara sedikitpun, hanya suara dentang sendok yang beradu dengan piring sesekali.

"Bagaimana makanannya Jun?" tanya sang Kakek, memecahkan kesunyian.

"Ini enak Ojii-sama" Jawab Jaejoong dengan senyum manisnya.

"Kakek senang mendengarnya"

Setelah sunyi sejenak, akhirnya acara makan mereka selesai. "Eiji, setelah ini pergi untuk mengurus urusan yang kita bicarakan tadi, dan pergi ke Nagoya, Hyde terluka. Bantu dia mengurus markas Nagoya selama pemuliahnya. Untuk pelatihan Jun, Raiga akan mengurusnya" Jaejoong melihat raus wajah sang ayah khawatir saat mendengar nama Hyde di sebutkan.

"Baik Otou-sama" lalu Jaejoong melihat Appanya berpamitan pergi, ingin rasanya Jaejoong bertanya urusan apa yang akan ayahnya hadapi dan siapa itu Hyde, tapi ia tidak berani untuk mengutarakan pertanyaanya.

"Hati-hati dijalan Otou-sama" Ucap Jaejoong saat ayahnya berjalan pergi dari ruang makan.

"Setelah ini pergi temui Raiga, ia kan mengajarimu kempo, lalu nanti temui kakek di ruangan kakek setelah latihan selesai" ucap sang kakek.

"Baik Ojii-sama"

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

Empat jam lamanya Raiga-san mengajarai Jaejoong dasar dasar seni kempo. Dan Raiga sangat senang melihat Jaejoong yang sangat cepat dalam pembelajaran. Ia sedikit mengerti mengapa Taka-sama sangat menyukai cucunya yang satu ini. Dia memang sangat jenius dan berbakat. Dan dia masih muda, tentu bisa dengan mudah di bimbing untuk menjadi kepala klan selanjutnya.

"Saat ini hanya dasar-dasar saja yang akan saya ajarkan pada anda Jun-sama"

"Terimakasih Raiga-sensei"

"Setelah ini anda akan melanjutkan belajar dengan Taka-sama"

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

Satu Minggu kemudian..

Selama seminggu Jaejoong di latih oleh Raiga-san karena sang Appa yang harus mengurus urusan tentang orang bernama Hyde. Dari pagi ia akan berlatih di training ground lalu ke gym dan belajar kempo dengan Raiga, kadang dia juga dia berlatih menembak dan memainkan pisau. Lalu setelah dengan Raiga, Jaejoong akan berlatih dengan sang Kakek.

Dengan sang kakek Jaejoong belajar tentang hukum di jepang, agar dapat membantunya nanti, dan banyak hal tentang dunia yakuza dan pengalaman-pengalaman sang kakek. Saat waktu makan malam datang sang kakek mengajaknya makan malam lalu mempersilahkan Jaejoong kembali ke kamarnya.

Setiba Jaejoong dikamar ia akan mandi untuk membersihkan dirinya lalu melakukan Videocall dengan Ibu dan Adiknya.

Itulah rutinitas Jaejoong selama seminggu ini, hanya berbeda di hari kedua sampai ke tujuh Appanya tidak menggajarinya melainkan Raiga san. Bahkan sekarang Raiga san mulai menambah menu latihannya dengan latihan tembak dan pedang.

Rutinitas Jaejoong sangat padat semenjak menginjakkan kakinya di Jepang.

Bahkan rutinitas Videocall dengan sang Ibu dan Adik setiap sebelum ia beranjak tidur, tidak mengundang kecurigaan sedikitpun dari sang ibu. Ibunya hanya tahu jika dia sibuk belajar di kelas bahasa. Sesekali Jaejoong berpikir betapa durhakannya dia, karena menyembunyikan semua ini dari ibunya, tapi setelah itu ia menepis semua perasaan itu.

.

\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/

.

TBC

Yuki's Note :

Semoga suka chapter ini

Jangan lupa reviewnya yoo.. ^w^