Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang kembali ke kampung halaman mereka samaada di kawasan perkampungan atau pusat bandar. Chen Fan juga tidak terkecuali. Dia menggunakan kesempatan ini untuk kembali ke Shi Shui City dimana tempatnya membesar sejak kecil hingga ke remaja. Dia juga tidak perlu risau dengan luka tembak yang dialami Cheng Yu kerana luka di kakinya sudah sembuh sepenuhnya dengan bergantung pada Spirit water dan Spirit Enchancing Pill yang mempercepatkan prosess pemulihan luka yang dialami bocah itu

Pria mugil itu sekarang sedang bersemangat mencari pakaian mereka yang perlu dibawa ke sana nanti. Dia mencari setiap baju dan celana yang terlihat menarik di mata untuk dikemas masuk ke dalam bag. Bahkan pakaiannya juga Cheng Yu yang tolong carikan. Sudah berkali Chen Fan menyuruhnya berhenti, tapi Cheng Yu mengendahkannya dan dia malah berkata; "Kalau bergantung dengan fashion sense kamu, lebih baik jangan bawak baju apapun"

Chen Fan terdiam mendengarnya. Dia mengaku dia selalu mengenakan style baju yang sama dalam masa seminggu dia kuliah atau keluar daerah. Jadi tidak mengherankan Cheng Yu juga perasan fashion sense nya yang biasa-biasa saja.

Chen Fan mengeluh. Hidungnya dipijat lembut. "Lakukanlah sesuka hati kamu..."

"Okey~"Cheng yu tersenyum lebar, menyambung semula kegiatan mengemasi pakaian mereka. Chen Fan melirik bocah itu sekilas dan secara tidak sedar menguntum senyuman sambil menggeleng kepalanya.

Satu hari sebelum bertolak balik ke Shi Shui City, Chen Fan dengan sopan menolak undangan beberapa taipan besar Jiang Bei untuk memberinya tumpangan pulang karena dia lebih suka ketenangan dan menyendiri waktu di bus.

"Enam bulan yang lalu, aku terlahir kembali di bus yang dioperasikan oleh Grup Perjalanan Golden Dragon. Namun, aku bepergian ke arah yang berlawanan"Chen Fan meratap.

"Apa kamu kata?"Cheng Yu bersuara. Kepalanya dimiringkan, menoleh dari cermin tingkap bus pada Chen Fan yang duduk di sampingnya.

"Tidak, tiada ada apa-apa"Chen Fan mengalih pandangannya ke depan. Cheng Yu memandang cowok tinggi itu dengan heran. Dia pasti mendengar Chen Fan mengatakan sesuatu tadi tapi sekiranya Chen Fan tidak ingin berkongsi cerita Cheng Yu tidak mampu melakukan apa-apa.

Chen Fan memejamkan matanya. Kenangan silamnya kembali berputar di mindanya. Ketika pertama kali terbangun di bus, dia hanyalah seorang siswa normal. Enam bulan kemudian, dia sudah menjadi tokoh tuan rumah ternama di wilayah Jiang Bei.

'Aku ingin tahu apakah ibuku dan Sister An sudah kembali ke rumah atau tidak. Kuharap ayah masih baik-baik saja. Bagaimana dengan teman masa kecilku? Aku ingin tahu apakah mereka sudah berubah sama sekali?' Chen Fan berpikir sendiri.

Ketika jalan desa yang berliku membawanya lebih dekat ke kota di tempat tinggalnya, Chen Fan merasa sedikit takut. Berbohonglah sekiranya dia mengatakan bahwa dia tidak merasa bersalah karena mengabaikan orang tuanya dalam enam bulan ini. Dia terlalu sibuk berkultivasi sampai lupa menelefon keluarganya. Tidak lupa juga sekarang ini dia kembali membawa orang baru, Cheng Yu. Harap keluarganya tidak salah faham padanya selepas melihat Cheng Yu nanti.

Setelah bus berhenti di stasiun bas, Chen Fan dan Cheng Yu berjalan keluar dari bus, dia membawa barang bawaan miliknya juga Cheng Yu. Begitu dia dan Cheng Yu melewati pintu keluar stasiun bus, dia mendapat telepon dari asisten administrasi ayahnya.

"Hai, Saudara Sun. Apakah kamu datang untuk menjemputku? Tidak, kamu tidak perlu..." Sebelum Chen Fan bisa menyelesaikan kata-katanya, dia melihat seorang pria muda melambai padanya di seberang jalan. Itu teman baiknya, Jun Jie nama singkatnya.

Chen Fan tersenyum dan kemudian berbicara ke telepon; "Terima kasih, saudara Sun, Jun Jie sudah ada di sini untuk menjemputku. Terima kasih. Tetaplah berhubungan"

Dia menutup telepon dan menyaksikan pria muda itu melesat ke arahnya dan kemudian melemparkan pukulan ke dadanya. "Brengsek! Kenapa kamu tidak menghubungi aku selama enam bulan! Aku pikir kau telah bepergian ke luar Cina"

Senyum yang riang gembira menerpa wajah Chen Fan. Cheng Yu terkesima sebentar, rona merah timbul di permukaan pipinya tatkala melihat wajah Chen Fan yang sentiasa kaku dan senyum tidak iklas itu tersenyum dengan gembira. Dan jantungnya apa lagi, hampir saja tergolek ke perut, seluruh wajahnya juga terasa berbahang.

Kembali ke plot asalnya Chen Fan dan temannya berbual sampai lupa keberadaan Cheng Yu. Cowok kecil yang dihiraukan langsung tidak kisah malah terbit rasa bangga pula dihati Cheng Yu kerana dapat mendengar dan menyaksikan plot asal yang dikarangnya dalam novel terjadi di depan mata.

"Aku telah melakukan perjalanan jauh, lebih jauh daripada di luar Cina. Aku sudah lima ratus tahun tidak pernah pulang, dan sekarang aku kembali"Chen Fan menjawab pertanyaan temannya sambil berseloroh walaupun itu benar-benar terjadi kepadanya.

"What the?Pandai kau mainkan aku kan?"Jun Jie menepuk pundak Chen Fan sambil ketawa terkekeh. Dia tidak mempercayainya malah percaya Chen Fan sedang membuat lawak. Tawanya terhenti apabila terpandangkan Cheng Yu yang berdiri diam di belakang tubuh Chen Fan yang setinggi 178 cm itu.

Tubuh genitnya tidak terlihat sekiranya dia tidak terperasan akan Cheng Yu yang sedang memantau mereka dari waktu ke waktu, menengok dari sisi tepi tubuh Chen Fan dan memperlihatkan mata biru cerahnya yang besar lebar dan berair serta wajah yang cantik tiada tara. Bahkan gadis yang disukainya juga tidak secantik makluk jadian yang sedang bersembunyi di belakang Chen Fan ini.

Nafasnya seperti tersangkut di tekak,matanya spontan melebar. Itu...Apakah dia bidadari syurga?

Jun Jie baru saja hendak membuka mulut dan bertanya; "Kamu..." tetapi suara teguran dari belakangnya mematikan hasratnya.

"Hentikan, Jun Jie. Xiao Fan pasti membuat dirinya sibuk dengan sekolah. Gaokao hanya dalam beberapa bulan" Seorang pria muda mengenakan kacamata berbingkai hitam berbicara dengan tenang.

Mendengar kata-kata itu, Jun Jie menggelengkan kepalanya dan membuka kepalan tangannya.

Terlepas dari nada menuduh remaja itu, Chen Fan tahu bahwa niat mereka baik.Chen Fan merasakan kehangatan naik di dalam dirinya.

Pria laki yang bergegas ke Chen Fan tadi bernama Wu Junjie sedangkan yang kacamata berbingkai hitam ini pula disebut Xu Haoxuan. Keduanya adalah teman terbaik Chen Fan sejak kecil.

Wu Junjie adalah putra orang terkaya di daerah ini. Dia bukan seorang yang suka belajar semasa di sekolah malah dia banyak ponteng kelas setiap hari untuk bergaul dengan teman-temannya yang kaya dan manja. Ketika dia pindah ke kota besar, keuntungannya dari latar belakang keluarganya tiba-tiba menghilang. Jumlah kekayaan yang dikumpulkan ayahnya di kota kecil ini tidak dapat dibandingkan dengan para tokoh kota kaya.

Di sisi lain, kedua orang tua Xu Haoxuan adalah pegawai pemerintah biasa, tetapi nilai Xu Haoxuan tinggi, dan dia bersaing untuk memasuki universitas-universitas top seperti Qinhua.

Sekolah Menengah Nomor Satu di Kota Chu Zhou selalu memperebutkan pelajar genius sepertinya untuk ke bersekolah ke sekolah mereka di Chu Zhou city tetapi pada akhirnya, bocah itu memutuskan untuk tinggal di kota terpencil ini.

"Eh? Kau bawa menantu perempuan kembali ke rumah, Xiao Fan?"Xu Haoxuan sekadar bertanya tetapi Cheng Yu yang mendengarnya, mukanya mula memerah warna pink dan lekas bersembunyi di belakang Chen Fan.

"Eh?Mana ada. Dia ni temanku dari Chu Zhou. Namanya Cheng Yu. Dia ni cowok lah. Muka dan tubuhnya saja cantik dan kecil tapi dia 100% pria tulen. Mustahil lah aku mahu membawanya sebagai menantu? Aku masih straight ok. Nggak bengkok seperti yang kalian pikirkan"Chen Fan lekas menidakkan tanpa berfikir panjang. Lagi pula, dia sudah memiliki kekasih di masa lalunya. Dia tidak sabar untuk bertemu kembali dengan Fang Qiong nya.

Mendengar pernyataan jelas dari Chen Fan hati Cheng Yu bagai di tusuk sembilu tajam dan berbisa. Hatinya terasa berdenyut dan sakit seolah dicarik-carik. Matanya mula bergelinangan dengan butiran air matanya tetapi ditahan juga agar tidak tumpah.

'Apa ini rasanya di reject oleh orang yang kita sukai?Rasanya tidak enak sekali di dada ini...'Cheng Yu menggigit bibirnya tanpa dia sedar, tangan kecilnya dikepal menjadi tinju dan disorokkan di dalam saku baju kut musim sejuknya.

"Kamu teman baru Chen Fan?Perkenalkan aku Xu Haoxuan dan ini, sahabat bodohku ini Wu Jun Jie"Xu Haoxuan memperkenalkan rakannya dengan sopan.

"Apa maksudmu dengan sahabat bodohmu ini?Aku bijak tahu!"Jun Jie menjengilkan matanya sehingga besar menjeling temannya yang berkaca mata itu.

"Bukankah kamu memang seperti itu...?"Xu Haoxuan melirik Jun Jie sekilas seketika kemudiannya dia menolak bingkai kaca matanya pada batang hidungnya. Senyum tipis terbentuk di wajah sementara dia menyambung lagi kalimat yang belum habis terucap;

"Atau, apa aku salah?"

"Kau ni suka mengenakan aku!"Jun Jie mendecik lidah.

"Bah, mari kita bicara tentang hal lain"Wu Jun Jie menepuk bahu Chen Fan dan berkata, "Semua orang menunggumu di restoran Deng Yin. Aku bahkan mengundang gadis impianmu"

"Restoran Deng Yin? Sialan, apakah kamu menjadi kaya saat berada di kota?"Xu Haoxuan bertanya dengan heran.

Restoran Deng Yin adalah salah satu restoran tertua di Cina, untuk makan di sana akan menelan biaya setidaknya dua ribu yuan per meja.

"Hehe, aku hanya berpikir bahwa kita harus pergi keluar dan merayakannya"Wu Junjie berkata sambil menumbuk dadanya.

"Jangan malu-malu, ketika kamu di sana, pesan apa pun yang kamu mau"Jun Jie menyombongkan dirinya.

"Oke, aku terima kebaikan kamu nanti..."Chen Fan tersengeh. "Jom kita gerak?"

"Kita pun dah lewat ni, Jun Jie parkir mobilnya di parkir lot. Tidak jauh dari sini"Xu Haoxuan membalas sementara menyuruh Jun Jie sebagai pemandu arah untuk membawa mereka orang baru keluar dari stasiun bus. Cowok yang dipaksa kerja tanpa gaji pula merajuk, menarik bibirnya panjang sedepa walau kaki jenjangnya mengorak langkah terlebih dahulu, sambil diikuti kedua rakannya.

Chen Fan yang perasan Cheng Yu tidak bergerak dari tempatnya berkata; "Mari, Xiao Yu" sambil merangkul pinggang Cheng Yu dan membawanya mengikuti kedua rakannya yang lain menuju ke kawasan parkir mobil di area berdekatan dengan stasiun bus.

Cheng Yu mengerutkan alisnya, merasa pelik.

'Katanya dia tegak, tidak bengkok. Kenapa dia masih melayaniku seperti ini?Tidak tahukah dia telah memberikan harapan buatku untuk menyukainya lebih lagi?', getus hati kecil cowok mugil itu. Walaupun merasa aneh dengan tingkah laku Chen Fan, dia masih merasa terhibur dan membuat jantungnya berdebar kuat apabila tangan besar itu menyentuh dan memegang pinggangnya.

Keempatnya berjalan berdampingan dan tiba di sebuah mobil BMW milik Jun Jie yang baru di belinya. Jun Jie mengambil tempat duduk di hadapan sebagai pemandunya, manakala Xu Haoxuan duduk di samping kerusi pemandu. Enjin mobil dihidupkan, mobil mewah BMW mereka meluncur keluar dari kawasan parkir mobil di stasiun bus bergerak ke pusat kota.

Chen Fan dan Cheng Yu duduk di kerusi belakang mobil, melihat permandangan di luar tingkap sementara menunggu mobil yang dinaiki mereka tiba di lokasi yang di tuju.

Ketika keempat mereka tiba di restoran Deng Yin, mereka melihat dua gadis dan seorang pemuda sudah menunggu mereka di pintu masuk.

Pria muda itu menggantung senyum ramah di wajahnya sementara dua gadis itu tampak sangat menarik.

Salah seorang gadis bertubuh tinggi, sepasang celana pendek nyaris tidak menutupi dan mengungkapkan banyak pahanya yang melengkung elegan. Gadis yang lain sedikit lebih pendek dari yang pertama dan memiliki fitur yang jelas yang membuatnya tampak jauh lebih menarik dan elegan.

"Wei Wei, Wen Jin! Lihat siapa di sini?"Wu Jun Jie turun dari mobil terlebih dahulu, dan dia menyeret Chen Fan dari kursi belakang. Cheng Yu juga turut keluar mengikuti mereka.

Sebelum Chen Fan bisa mengatakan sepatah kata pun, api keluar dari mulut gadis tinggi itu, "Hei, kau sial! Kemana saja kau? Aku akan mengajarimu pelajaran hari ini agar kau tidak menghilang seperti itu lagi!"

"Betul tu. Brother Fan, kamu seharusnya tidak mendesak kami" Kata bocah remaja yang gemuk.

"Hentikan, kalian berdua. Chen Fan baru saja kembali, biarkan dia beristirahat"Gadis dengan wajah elegan berkata dengan ringan.

Bocah gemuk itu bernama Yan Xiaobai. Keluarganya mengelola sebuah perusahaan tekstil di daerah itu.

Nama gadis tinggi itu adalah Lin Weiwei.Kedua orang tuanya adalah seniman bela diri. Dia memiliki tubuh yang hot dan temperamen yang bahkan lebih panas.

Gadis dengan wajah cantik adalah Yu Wenjin, gadis impian semua anak lelaki di sekolah menengah.

Yu Wenjin, Lin Weiwei, Xu Haoxuan, Wu Jun Jie dan Xu Haoxuan semua berteman dengan Chen Fan sejak mereka masih kecil. Chen Fan melihat ke teman-temannya, dan yang pertama dia lihat adalah Yan Xiaobai. Dia tidak berubah sama sekali, ramah dan gemuk seperti biasanya.

Lin Weiwei tetap sama juga; emosinya tidak membaik sama sekali. Namun, mata Chen Fan melekat di wajah Yu Wenjin untuk sementara waktu ketika dia menemukan sesuatu yang berbeda dan aneh.

"Eh?" Chen Fan terkejut ketika dia merasa energi aneh mengalir di sekitar tubuh Yu Wenjin. Dan yang anehnya ia energi yang sama seperti dimiliki Cheng Yu.

"Dia datang ke kota kecil kami semasa di kelas tujuh, dan sejak itu dia telah memikat hati semua anak laki-laki di sekolah" Chen Fan mengingat. Yu Wenjin bahkan lebih menarik daripada Jiang Churan.Chen Fan mengakui bahwa dia adalah salah satu gadis paling cantik yang pernah dia temui dalam tiga puluh tahun pertama kehidupan masa lalunya.Bukan saja dia sangat cantik, tetapi dia juga memiliki nilai yang sangat bagus. Tapi kalau dibandingkan dengan Cheng Yu, Chen Fan melirik Cheng Yu yang berdiri di sampingnya dan berfikir; kecantikan Yu Wenjin masih di katakan boleh tahan menariknya.

Bukan rahasia bagi Chen Fan dan teman-temannya yang lain bahwa Wu Junjie dan Xu Haoxuan saling bersaing untuk mendapatkan perhatian gadis itu. Kenangan tentang kehidupan masa lalu Chen Fan muncul di benaknya, dan wajahnya menjadi semakin sedih.

"Tidak heran hal-hal begitu canggung dalam kehidupan masa laluku, semuanya masuk akal sekarang"

"Ayo masuk"

Pintu masuk restauran di tolak, mereka berempat masuk ke dalam dan menerima berdozen mata yang memandang ke arah mereka, memerhati gerak geri Cheng Yu dan Yu Wenjin yang tampak sangat menyerlah diantara mereka berempat.

Melihatkan itu entah Kenapa Chen Fan menjadi tidak enak. Pegangannya pada pinggang Cheng Yu juga semakin erat. Niat tersembunyi juga tiba-tiba timbul di benak fikirannya, seperti menyuruhnya untuk menyembunyikan Cheng Yu dari kelihatan di mata orang lain.