Biskuit Favorit

.

.

.


KOKOTiME mempersembahkan:

"Hidden Storyboard"

"Biskuit Favorit" - ditulis oleh kurohimeNoir

Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.

Genre: Family

Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 17 - Prompt: Keluarga (Words count: 465).


.

.

Otoi menghela napas, sementara dirinya berjalan santai bersama Yaya menyusuri kompleks sekitar kediaman mereka. Yaya tampak riang, sesekali bersenandung. Sedangkan Otoi tampak sedikit terpaksa menemaninya, dengan membawa keranjang rotan berisi bungkusan-bungkusan biskuit cantik.

"Hmm ... Berarti ... yang belum dapat biskuit tinggal Cikgu Papa dan BoBoiBoy," kata Yaya.

Gadis berkerudung itu memang sedang luang akhir pekan ini, sehingga menghabiskan waktu untuk membuat Biskuit Yaya andalannya. Setelah itu, ia membagikan semua biskuit itu kepada para tetangga. Ditemani oleh ToToiToy, adik semata wayangnya yang baru duduk di bangku TK.

"Oh! Itu Pipi!" Otoi berseru, ketika dari kejauhan matanya menangkap sosok Pipi Zola sedang bermain di halaman rumahnya. "Kakak, biar aku yang kasih biskuitnya ke Pipi!"

"Eh? Otoi, tunggu—"

Otoi berlari mendahului sang kakak. Ia langsung masuk ke halaman rumah Pipi yang pagarnya terbuka.

"Assalamu'alaikum, Pipi!"

Pipi tersenyum ketika melihat kawannya datang. Gadis kecil itu segera menghampiri dengan antusias.

"Otoi! Walaikumussalam." Pipi memiringkan kepala sejenak. "Mau main bareng Pipi?"

Otoi menggeleng kecil. "Nggak, sih. Lagi bantuin Kakak mengantar ini."

Otoi mengangkat keranjang rotannya sedikit. Pipi langsung mengernyit. Belum sempat ia berkomentar, Yaya datang mengucap salam. Dibalas oleh Pipi dengan ramah.

"Kakak ada beberapa biskuit untuk Pipi dan Papa Mama Pipi." Yaya mengambil tiga dari lima bungkus biskuit yang tersisa. "Nah, ini."

"Mmm ... Terima kasih ..."

Walau ragu dan sambil tertawa canggung, Pipi menerima juga bungkusan biskuit itu. Semua orang sudah tahu rasa Biskuit Yaya yang tersohor 'keunikannya'. Namun, Pipi ingat pesan Mama Zila, tidak baik menolak pemberian orang.

"Sama-sama," Yaya menyahut gembira. "Sudah ya, Pipi. Kakak masih harus mengantar biskuit lagi ke rumah BoBoiBoy. Ayo, Otoi."

Yaya bergegas pergi. Sementara, Otoi sempat mendekati kawan satu sekolahnya itu, mumpung sang kakak tidak melihat.

"Pipi," katanya setengah berbisik. "Ingat, biskuitnya nggak usah dimakan."

"Oke, oke," Pipi ikut merendahkan suara. "Kata Mama, nggak boleh buang-buang makanan, sih. Nanti biar Papa yang habiskan."

"Oke, sip."

"Terbaik~"

Pipi menirukan gaya BoBoiBoy dengan menaikkan jempol kanannya ke arah Otoi. Kedua anak itu pun tertawa, sampai kemudian Yaya memanggil adiknya dari kejauhan.

"Sudah dulu ya, Pipi! Sampai jumpa lagi!"

"Bye, Otoi!"

Otoi segera menyusul Yaya. Bisa gawat nanti kalau sang kakak sampai curiga. Kakak beradik itu pun kembali berjalan bersama.

"Kakak?" Mendadak terpikir sesuatu oleh Otoi. "Besok kan hari Minggu. Kakak mau temani Otoi ke toko buku?"

"Boleh saja. Otoi mau beli buku?"

"Bukan, sih. Pensil warna Otoi habis." Anak itu tertawa kecil. "Nanti sekalian, kita beli buku resep biskuit buat Kakak."

"Eeh?" Kening Yaya berkerut seketika. "Memangnya kenapa dengan biskuit yang resepnya dari Kakak sendiri ini?"

"Mmm ... Nggak kenapa-kenapa, sih." Otoi berpikir sejenak. "Cuma ... Biar Kakak sekali-kali bisa coba bikin biskuit yang sedang populer."

"Hmmm ... Boleh juga idemu."

"Hehehe ..."

Otoi mengacungkan ibu jarinya. Bersama kakak tercinta, ia pun melanjutkan perjalanan. Mengantarkan dua bungkus Biskuit Yaya yang tersisa ke rumah korban selanjutnya—ah, bukan. Ke rumah BoBoiBoy.

.

.

.

FIN

.

.

.


Pojok KOKOTiME

.

Hai, halooo~ ( ´ ▽ ` )ノ

Waktu baca prompt 'keluarga', mendadak pengin bikin sekelumit kisah tentang kakak beradik satu ini.

Yak, mudah-mudahan setelah beli buku resep biskuit yang 'normal', biskuit Yaya bisa lebih aman buat dikonsumsi manusia Bumi, ahahaha ... 😂👍 /nice, Otoi~

Selamat berakhir pekan, dan ikuti terus drabble selanjutnya dari KOKOTiME. 😁

.

Salam hangat,

kurohimeNoir

17 Oktober 2020