STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rate : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair :
Naruto U x Big Harem
(Great Red x Kholkikos x Katerea x Serafall x Grayfia x Arturia x Yasaka x Asuna x Mereoleona x Shirahoshi x Albedo x Freya x Hancock x Chisato x Remia x Robin) x (Kalawarner x Izanami x Gabriel x Hestia x -- x -- )
(Menma x Raynare x Akeno) (Gray x Kuroka) (Minato x Koneko)
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, gaje, alur berantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 38
.
#Skip Pagi
.
Waktu begitu cepat, tak terasa sudah pagi. Dan nampaknya Naruto masih tertidur di sofa empuknya. "Emmmmh..." Alis Naruto berkedut, nampaknya ia akan terbangun.
Naruto mencoba membuka matanya dengan perlahan, hingga akhirnya matanya terbuka, ia langsung menoleh ke arah jam dindingnya yang menunjukkan pukul 06:21. "Ternyata masih pagi," gumamnya.
Naruto mencoba bangun, tapi ia merasa aneh, tubuhnya terasa berat, kedua tangannya juga terasa berat, seperti ada sesuatu di balik selimut yang menyelimutinya.
Seperti tak kehabisan akal, Naruto menyibakkan selimutnya dengan kakinya, dan itu berhasil.
"Astaga, mereka ini," desah Naruto setelah mengetahui apa yang membuat tubuh dan kedua tangannya terasa berat. Itu karena ketiga anak perempuannya.
Dengan Olive yang tertidur di atasnya, Naruko memeluk tangan kirinya, serta Vivi yang memeluk tangan kanannya. Sebab dari susah bergeraknya.
"Hey. Olive, Naruko, Vivi. Bangun. Ini sudah pagi,"
Ucap Naruto mencoba membangunkan ketiga anaknya, dan nampaknya merespon dengan cepat oleh mereka bertiga. Itu terbukti, kini ketiga anaknya Naruto sedang menggeliat akan bangun dari tidurnya.
"Emmm... Sudah pagi kah," gumam Olive yang sudah terbangun sambil mengucek-ucek matanya.
"Bisa kau menyingkir, Olive."
Olive menghentikan acara mengucek matanya, ia menoleh ke sumber suara. "Hehe, pagi Tou-san," cengengesan Olive, kemudian turun dari tubuh Naruto.
""Pagi Tou-san,""
Sapa Naruko dan Vivi bersamaan, dan sudah melepas pelukannya di tangan Naruto.
Naruto duduk, menatap penuh pertanyaan ketiga anaknya di hadapannya. "Bisa jelaskan, kenapa kalian tidur di sini?"
"Hehe..." ketiga anaknya Naruto cengengesan sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal. "Tadi malam kami tak bisa tidur, Tou-san. Jadi kami pindah tidur di sini, eh tau-tau ada Tou-san. Ya sudah, kami jadi tidur bersama Tou-san. Lagian kami juga ingin tidur dengan Tou-san lagi," jelas Olive memberi alasan, dan didukung anggukan kepala oleh Naruko dan Vivi.
"Huh," Naruto menghela nafas. Ia sedikit heran dengan ketiga anaknya itu yang akhir-akhir ini sangat manja dengannya. Padahal mereka sudah besar, sudah tak pantas minta di manja olehnya, pikir Naruto.
"Sudah sana mandi, jangan ulangi kebiasaan tadi, kalian sudah besar." Perintah Naruto.
"""Hai Tou-san,"""
Balas ketiga anaknya berbarengan, lalu mereka bertiga beranjak pergi dari ruangan tersebut menuju lantai 2, ke kamar mereka.
Naruto menyenderkan punggungnya, ia meraih selimut yang tadi malam digunakan untuk menyelimutinya, dan melipatnya dengan rapih.
Krieeeeeet!
Pintu kamar Serafall dan Grayfia terbuka, nampaknya Grayfia telah terbangun. Ia ingin melangkah ke kamar mandi yang terletak di sebelah dapur, hanya sekedar mencuci muka saja. tapi langkahnya terhenti saat melewati ruang keluarga karena melihat Naruto di situ.
"Ah Naru-kun, kamu sudah pulang," ucap Grayfia sambil melangkah menghampiri Naruto, membatalkan niatnya yang hendak ke kamar mandi.
"Aku sudah pulang sejak tadi malam, dan kalian sudah tertidur. Jadi aku tidur di sini."
Grayfia duduk di samping Naruto. "Kenapa tak tidur di kamar saja?" tanya Grayfia.
"Kamarnya di tempati Mereoleona dan Remia."
Grayfia menatap iba Naruto. "Uh malang sekali, Naru-kunku tercinta tak kebagian tempat tidur," goda Grayfia.
"Heh, sudah biasa bagiku," balas Naruto. "Dulu juga pernah, kau dan Serafall menyuruhku tidur di luar saat mengandung anak pertama kita, hanya gara-gara tanduk Unicorn yang ku bawa patah."
"Itu kan bawaan anak kita Naru-kun, jangan diingat-ingat lagi dong,"
"Iya-iya, sudah sana. Cuci mukamu yang kusut itu, jelek tau."
"Iya sayaaaaaang,"
Grayfia berdiri, ia melangkah ke kamar mandi hanya sekedar mencuci muka saja, atas perintah pria tercintanya.
Krieeeeeeet!
Kamar Naruto yang ditempati Mereoleona dan Remia terbuka, menampakkan 2 sosok wanita yang sepertinya baru bangun tidur. Mereoleona menguap, sedangkan Remia sayup-sayup menahan kantuknya.
"Leona!"
Panggil Naruto, sontak mereka berdua menghentikan langkahnya. "Apa?" tanya Mereoleona.
"Bisa kau bangunkan anak-anak?" minta Naruto.
"Baiklah," balas Mereoleona, kemudian ia melangkah ke lantai 2, dan Remia langsung duduk di samping Naruto.
Duk! Duk! Duk!
Langkah Mereoleona menaiki tangga, dan kamar yang dituju terlebih dahulu adalah kamar yang di tempati Gray dan Leo.
Brak! Brak! Brak!
"LEO! BANGUN!"
Teriak Mereoleona, tak ada jawaban sama sekali. Tiba-tiba tangan Mereoleona mengepal, dan muncul api di kepalan tangannya.
Duaaaaar!
Pintu kamar tersebut jebol dan terbakar setelah Mereoleona menghancurkannya.
Mereoleona bersedekap dada, tatapannya tajam menatap dua sosok remaja yang sedang mencoba bangun dari tidurnya. Bukan mereka berdua saja yang terbangun, melainkan seisi rumah tersebut akhirnya terbangun, karena terganggu oleh suara ledakan tadi.
"Ada apa si? Berisik bang..."
Ucapan Gray tak diteruskan, ia menatap terkejut ke arah pintu. Bukan menatap Mereoleona, melainkan ke arah pintu kamar yang terbakar.
"Pintu kamarku, Oh tidaaaaaaaaak!" terak lebay Gray. "Mereoleona Kaa-san, kenapa pintu kamarku dibakar?"
"Salah sendiri tak mau bangun dari tadi," balas Mereoleona santai, ia tak merasa bersalah sama sekali atas hancurnya pintu kamar tersebut.
"Huhuhu... Pintu kamarku," tangis lebay Gray.
"Okaa-san berlebihan," ucap Leo.
"Biarin, biar kalian bangun," balas cepat Mereoleona, kemudian berbalik badan. "Cepat turun, kalian sudah di tunggu Tou-san kalian," sambungnya.
"Hai..."
Balas Leo, sedangkan Gray masih menangis lebay.
Setelah itu Mereoleona melangkah turun ke lantai 1, dan ternyata semua wanita dewasa, kecuali Yasaka yang sekarang berada di Kyoto. dan sebagian anak-anak sudah berkumpul di ruang tersebut.
"Cara membangunkanmu mengerikan, Leona," ucap Naruto saat melihat Mereoleona melangkah mendekatinya.
Mereoleona langsung duduk di hadapan Naruto, tepat di samping Robin yang sedang menggendong Luffy.
"Leo itu susah di bangunkan dengan cara biasa, kemalasanmu menular padanya kali," balas Mereoleona.
"Are, kenapa harus disamakan denganku?"
"Kau itu Tou-sanya, Naru-kun,"
Ucap semua wanita dewasa di situ bersamaan dan kompak. "Hehe..." Dan Naruto hanya cengengesan saja saat mendengar ucapan kompak para wanitanya.
.
#Skip tempat lain
.
Gelap, sejauh Rizevin melangkah di lorong tersebut hanya kegelapan saja, hanya setitik penerang di ujung lorong tersebut.
Tak butuh waktu lama bagi Rizevim untuk sampai di ujung lorong tersebut, ia langsung membuka pintu yang tersedia di situ.
Pintu terbuka, kini nampak sosok Izanagi aka Fraudurin yang sedang mengamati tabung cairan di hadapannya.
"Sesuai kesepakatan, aku telah memberitahu keberadaan Mailaikat pertama ciptaan Tuhan, kepadamu. Dan aku akan mengambil kesepakatan itu sekarang," ucap Rizevim.
Izanagi merogoh kantong celananya, mengambil sebuah botol yang berisi cairan hitam, lalu dilemparkan ke arah Rizevim tanpa menoleh, dan botol tersebut di tangkap dengan satu tangan oleh Rizevim.
"Gunakan itu pada Cloning buatanmu, jika kau ingin memiliki pasukan yang kuat." Ucap Izanagi tanpa menoleh.
Tak ingin bertanya lagi, Rizevim berbalik badan dan keluar dari ruangan tersebut tanpa permisi, meninggalkan Izanagi aka Fraudurin yang sedang tersenyum aneh.
"Sebentat lagi, sebentar lagi. Kebangkitan kalian akan terjadi, kha kha kha..." tawa senang Izanagi.
Tiba-tiba wajahnya datar, tatapannya tajam. "Apapun yang terjadi, aku harus mendapatkan darahmu, Elizabeth,"
.
#Dengan Rizevim
.
Kini Rizevim berada di ruangan yang terdapat banyak tabung-tabung cairan. Ia berada di ruangan tersebut itu karena setelah keluar dari ruangan Izanagi, ia langsung bertelepor ke ruangan yang sekarang ia berada.
Rizevim melihat tabung-tabung cairan itu satu persatu, tapi fokusnya terhadap apa yang di dalam tabung tersebut yang ternyata mahkluk putih seperti manusia, yang disebut Cloning buatan hasil penelitian Rizevim menggunakan darahnya Olive yang dulu pernah ia jadikan bahan percobaannya.
Rizevim melangkah, ia mendekati sebuah meja khusus yang terdapat benda seperti mangkuk di atasnya, dan di bawah meja terdapat banyak selang-selang kecil yang tersambung dengan seluruh tabung di ruangan tersebut.
Rizevim membuka tutup botol tersebut, kemudian ia menuangkan isi cairan di dalam botol tersebut ke dalam sebuah wadah seperti mangkuk.
Tiba-tiba selang yang tadinya berwarna putih bening, kini mengalir cairan hitam yang terus mengalir menuju tabung-tabung yang ada di ruangan tersebut.
Rizevim tersenyum menyerigai. "Waktunya kurebut kekuasaan Underword yang seharusnya menjadi miliku, hahaha," ucapnya di akhiri tawa senangnya.
.
"Kali ini kau tak akan bisa menghentikanku, Naruto,"
.
#Skip Rumah Naruto
.
2 jam berlalu setelah tragedi cara membangunkan versi Mereoleona, kini nampak rumah begitu sepi dari anak-anaknya Naruto.
Bagi Olive, Naruko, Vivi, Gray, Mirajane, Rin, Leo, Lucy, Liya, Minato serta Kuroka dan Mitlet sudah pergi ke Kedai, dengan sang Koki si Naruko dan Vivi.
Sedangkan Kunou, Hinami, Luna, Shuna, dan Sting, mereka memilih bermain di halaman belakang. Kalau untuk Menma, ia memilih menghabiskan berkencan dengan Raynare, tadinya ia berpikir akan mengajak Akeno juga, tapi karena Akeno ada acara dengan Kingnya, maka Menma hanya mengajak Raynare, toh ia sudah mendapatkan cuti kerjanya di Kedai selama 1 minggu.
Kini nampak di ruang keluarga tempat Naruto berada, ia sedang duduk santai sambil bercengkerama ria dengan Luffy yang berada di gendongannya, dan ditemani beberapa wanitanya saja.
Itu karena para wanitanya memiliki kesibukan masing-masing. Dengan Yasaka yang sekarang berada di Kyoto memenuhi tugasnya. Serafall dan Grayfia sekarang berada di Mekai, mereka berdua sudah meminta ijin dengan Naruto tadi untuk mempersiapkan acara Rating Game antara Tim Rias vs Tim Diodora. Dan dirinya juga diundang untuk menghadirinya yang acaranya nanti siang.
Freya juga meminta Ijin untuk kembali ke Asgard, ia diminta bantuannya oleh Rossweisse 1 jam yang lalu atas perintah Frigg, ibunya sendiri untuk membantu persiapan pernikahan Hel dan Azazel yang akan di selenggarakan 2 hari yang akan datang.
Sedangkan untuk Arturia, Asuna, Hancock dan Kalawarner tadi diperintah oleh Naruto untuk berbelanja, itu karena Stok bahan makanan di rumah cepat habis karena seiring berjalannya waktu, anggota keluarga tersebut semakin bertambah, jadi tak heran jika Stok bahan makanan cepat habis. Dan Shirahoshi juga ikut berbelanja, ia ikut karena penasaran dengan kehidupan di daratan. Maklumlah, istrinya Naruto yang satu ini hidupnya di dasar laut, dan baru bergabung 2 hari yang lalu, jadi rasa penasarannya amatlah tinggi.
Jadi yang tersisa hannyalah Katerea, Mereoleona, Remia, Robin dan Izanami yang setia menemani Naruto di ruang tersebut, dan pastinya ada sedikit obrolan keluarga di antara mereka.
"Aduh... Jangan ditarik, Luffy."
Naruto merintih kesakitan saat rambut jabriknya ditarik oleh Luffy, tapi Naruto tak marah, melainkan senang diperlakukan seperti itu.
"Bwa... Bwa... Bwa... Bwa..." Ocehan Luffy, seperti menjawab ucapan Naruto.
"Hihihi..." cekikikan para wanitanya, mereka tersenyum senang dan terlihat ikut terbawa suasana saat melihat Naruto bercanda ria dengan Luffy. "Sepertinya Luffy sangat senang bersamamu, Naru- kun." Ucap Robin.
Naruto menoleh ke arah Robin sambil tersenyum, kini Luffy memainkan telinga samping kiri Naruto. "Anak adalah anugerah, Robin. Lihatlah di luar sana, banyak orang-orang yang menginginkan di karuniai seorang anak tapi tak terwujud. Dan aku tak akan menyia-nyiakan anugerah itu," ucap Naruto.
Para wanitanya mengangguk, begitu bijak ucapan Naruto di telinga mereka, walau simpel tapi penuh makna yang berarti bagi mereka.
Naruto memindahkan posisi gendongan Luffy menjadi pangkuan agar terasa nyaman. "Duduk tenang ya, Luffy." Dan ucapan Naruto bagaikan mantra bagi Luffy, kini Luffy nampak menurut, yang tadinya sangat usil saat di pindahkan posisinya, kini terdiam tenang di pangkuan Naruto. "Yos... Anak pintar."
Ting! Tong!
Bel rumah berbunyi, sepertinya ada tamu yang berkunjung ke rumah Naruto.
"Biar aku yang membukanya,"
Seperti istri yang cekatan, Remia menawarkan diri untuk membukakan pintu tanpa harus diperintah oleh kepala rumahnya. Dan Naruto hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Tap! Tap! Tap! Tap!
Tak butuh lama bagi Remia agar sampai di depan pintu rumah, ia langsung membuka pintu tersebut untuk memastikan siapa tamunya Naruto.
Pintu terbuka, dan Remia langsung memiringkan kepalanya bingung. Kini di depannya nampak Michael dan Gabriel tersenyum padanya, tapi bagi Remia mereka itu orang asing, karena baru pertama kali melihatnya.
"Naruto- san ada?"
Remia tersentak saat ditanya Michael, ia tersadar dari terbingungnya dan sekaligus kagum atas kecantikan Gabriel yang begitu anggun di matanya.
"Ada. Naru- kun ada di dalam,"
"Kun?" batin Gabriel. Orang yang baru pertama kali di lihat Gabriel memanggil Naruto dengan embel-embel Kun, itu sempat membuat Gabriel curiga, tapi kecurigaannya ia buang jauh-jauh, ia sadar bahwa dirinya Malaikat. jika ia berburuk sangka, maka dirinya akan terjatuh.
"Kami ingin menemuinya, boleh?"
"Ah... Maaf, silahkan masuk." Ucap Remia mempersilahkan. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah dengan Remia yang melangkah terlebih dahulu menuju tempat Naruto berada.
Hingga tak butuh lama mereka sampai di tempat Naruto berada. "Naru- kun. Ada tamu untukmu," ucap Remia.
Naruto menoleh ke arah samping, ia menghela nafas saat melihat Michael tersenyum ramah padanya. sedangkan Gabriel terdiam, sepertinya pikirannya bertanya-tanya saat melihat wanita-wanita asing di rumah Naruto, kecuali Katerea dan Izanami.
"Bisa kau bawa Luffy ke ruang sebelah, Robin?" minta Naruto. "Kalian juga," sambungnya kepada wanita-wanita yang lainnya.
Mereka mengangguk serempak tanpa membantah, lalu beranjak dari duduknya dan pindah ke ruang sebelah, dengan Robin yang mengambil Luffy di pangkuan Naruto terlebih dahulu. "Izanami."
Merasa dipanggil, Izanami langsung terhenti langkahnya tepat di pintu yang menghubungkan dua ruangan tersebut, dan langsung menoleh ke arah Naruto. "Ya. Naru- kun,"
"Tolong buatkan minuman untuk kami?"
Izanami mengangguk, peraturan bagi para wanitanya Naruto sesuai yang diucapkan Yasaka padanya dulu, bahwa setiap perintah pemimpin keluarga harus dilaksanakan terlebih dahulu, entah itu perintah sepele, harus dilaksanakan.
Izanami teringat hal itu, tanpa membantah ia langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Naruto kepadanya.
"Silahkan duduk. Michael, Gabriel." Ucap Naruto mempersilahkan. Michael hanya mengangguk saja, sedangkan Gabriel terus terdiam.
Hening. Setelah Michael dan Gabriel duduk hanya keheningan yang terjadi, tak ada yang bersuara sama sekali. Hingga kedatangan Izanami dengan nampan berisi 3 gelas teh hangat.
Izanami langsung pergi menyusul wanitanya Naruto yang lainnya setelah meletakkan gelas minuman di atas meja. "Huh..." Naruto menghela nafas. "Jadi ada perlu apa, Michael?" tanya Naruto, sebenarnya ia sudah tau maksud kedatangan Michael, pasti pembahasan waktu di kedai kemari-kemarinya, basa-basi tak apalah.
Michael menatap Naruto, sedangkan Gabriel malah menunduk entah karena apa. "Kami para Malaikat telah sepakat, kami telah mengatur ulang sistem surga untuk Gabriel. Dan mulai sekarang Gabriel dapat berkeluarga tanpa takut terjatuh. Jadi bagaimana keputusanmu atas pembicaraan kita waktu itu?" Ucap Michael.
"Huh," Naruto menghela nafas, ia sedang mencoba mengingat pembicaraannya dulu dengan Michael di Kedai, dan entah kenapa Gabriel meremas rok panjangnya sangat erat, menanti jawaban yang bagus dari Naruto.
.
#Flashback On
.
Kini Naruto duduk di ruangannya di Kedai, serta di hadapannya terdapat Michael yang katanya ingin berbicara penting dengannya.
"Jadi. Apa yang ingin kau bicarakan, Michael?"
Tanya Naruto, ia merasa heran. Baru kali ini bangsa Malaikat ingin berbicara penting dengannya, apalagi yang ingin berbicara penting dengannya adalah pimpinannya langsung.
Michael memasang tampang tenang, lalu menatap Naruto. "Ini tentang Gabriel." Ucapnya.
Alis sebelah Naruto terangkat. "Gabriel? Memangnya ada apa dengannya?" tanya Naruto.
"Akan kujelaskan..." ucap Michael, lalu menarik nafas pelan dan dikeluarkan kembali. "Kami para malaikat memiliki anugerah masing-masing dari Ayah(Tuhan Anime). Dan Gabriel memiliki anugerah perasaan Cinta kepada setiap mahkluknya,"
"Lalu apa kaitannya denganku?"
"Gabriel memang memiliki Cinta kasih terhadap mahkluk Ayah tanpa membandingkan siapa mahkluknya, tapi..."
Ucapan Michael mengantung, sontak Naruto menjadi tambah penasaran dengan kelanjutannya, sehingga ia memasang telinga lebar-lebar agar jelas pendengarannya.
"Saat ini Gabriel dalam masalah, perasaan Cinta kasihnya terhadap mahkluknya saat ini terlalu berlebihan, dan itu bisa membuatnya jatuh jika terus terjadi," sambung Michael.
"Memangnya siapa yang mendapatkan Cinta kasih Gabriel? Beruntung sekali mahkluk itu," tanya Naruto penasaran.
"Hanya 1 Mahkluk, yaitu manusia. Dan manusia itu adalah Kau,"
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"APA! YANG BENAR SAJA KAU MICHAEL!"
Teriak Naruto, ia terkejut plus tak percaya atas ucapan Michael yang menunjuk dirinya, apa-apaan coba.
Michael menatap serius Naruto. "Serius. Buat apa aku berbohong. aku malaikat, jika aku berbohong maka aku akan jatuh," ucap Michael meyakinkan.
Naruto tau itu, ia tau jika malaikat berbohong maka akan jatuh, itu pantangannya. "Huh..." Naruto menghela nafas pasrah. "Jadi apa yang bisa aku bantu agar Gabriel tak jatuh?" Tanya Naruto.
"Begini saja, bagaimana jika Gabriel masuk dalam keluargamu?"
"Apa maksudmu? Bukannya Gabriel akan jatuh jika berkeluarga?"
"Soal itu tenang saja, kami para malaikat telah merundingkan masalah itu. Kami akan mengubah Sistem Surga khusus untuk Gabriel. Jadi tak perlu khawatir jika terjatuh nantinya. setelah Sistem Surga diubah, Gabriel tak akan terjatuh jika nantinya berkeluarga ataupun sampai memiliki keturunan, kau tenang saja soal itu." Ucap Michael panjang lebar.
Naruto menyenderkan punggungnya di sofa empuknya. "Bukan masalah aku mau atau tidaknya Michael. Kau tau sendiri bukan? Aku memiliki istri selama ini," ucap Naruto sambil menghela nafas.
Michael mengangguk, ia mengerti maksud ucapan Naruto. "Aku mengerti, nanti akan kuminta persetujuan istrimu," ucapnya.
"Hmm..."
"Tapi setidaknya kupastikan persetujuanmu terlebih dahulu,"
"Entahlah, akan kupikirkan nantinya."
Michael mengangguk kembali, ia terlihat lega setelah mendapatkan jawaban dari Naruto yang terakhir itu. "Tapi aku tak bisa memastikan, semua keputusan bukan di tanganku." Sambung Naruto.
"Baiklah, kunanti jawaban yang bagus darimu."
Naruto mengangguk, lalu terdiam. Keheningan pun terjadi. Hingga akhirnya Michael melirik jam dinding di ruangan tersebut setelah beberapa menit keheningan.
Srek!
Michael berdiri dari duduknya. "Mungkin Cuma itu yang ingin kusampaikan padamu, aku akan kembali ke Surga sekarang," pamit Michael.
Srek!
Naruto juga berdiri dari duduknya. "Mari kuantarkan sampai luar," ucapnya.
Michael mengangguk, lalu mereka berdua melangkah bersama, keluar dari ruangan tersebut.
.
#Flashback Off
.
Naruto menoleh ke arah Gabriel yang sedang menunduk, ia telah mengingat percakapannya dulu dengan Michael yang membahas tentang Gabriel.
"Bisa kau lihat aku, Gabriel." Minta Naruto.
Dengan perlahan Gabriel menegakkan kepalanya, ia mencoba menatap Naruto walau perasaannya was-was apabila Naruto menatapnya aneh. Tapi pikiran itu dibuang jauh-jauh oleh Gabriel, Naruto tak menatapnya aneh, tapi tatapan yang meminta kepastian tanpa keraguan dari Gabriel.
"Apa kau benar-benar ingin menjadi keluarga ini, Gabriel?" tanya Naruto.
Gabriel mengangguk. "Um. Jika kau tak keberatan," ucapnya.
"Mintalah kepada Yasaka, dia yang lebih berhak memutuskan hal seperti ini. Jika Yasaka tak masalah, aku juga tak masalah sama sekali," ucap Naruto memberi saran.
"Baik. Nanti akan kutemui istrimu setelah acara Rating Game bangsa iblis usai," balas Gabriel.
Naruto mengangguk mengerti, ia kembali duduk tenang. "Kita berangkat bareng saja, aku juga di undang dalam acara itu." Ucap Naruto.
Michael dan Gabriel mengangguk. Mereka tau, Naruto itu Pahlawan bangsa iblis, dengan kata lain Naruto adalah orang penting bagi bangsa iblis, jadi acara apapun bangsa iblis lakukan, pasti Naruto akan diundang.
Dan akhirnya acara menunggu jam keberangkatan mereka ke Mekai untuk menghadiri acara Rating Game, mereka isi dengan obrolan santai mereka saja.
.
#Skip Siang
.
SRING!
.
Acara mengobrol santai Naruto bersama Michael dan Gabriel terhenti, di dekat mereka nampak lingkaran sihir teleport yang tak asing bagi mereka. Yaitu Grayfia yang muncul dari lingkaran sihir tersebut.
Grayfia langsung menaikkan alisnya, ia sedikit terkejut saat mengetahui ada Michael dan Gabriel di situ, tapi tatapannya tertuju pada Gabriel.
Gabriel yang ditatap curiga oleh Grayfia hanya tersenyum lembut saja, sehingga membuat Grayfia mengakhiri tatapannya, lalu menoleh ke arah Naruto.
"Naru-kun, kau disuruh cepat. Acaranya akan dimulai." Ucap Grayfia memberitau.
Srek!
"Aku sudah siap, Fia." Balas Naruto setelah berdiri dari duduknya.
Srek!
Srek!
Michael dan Gabriel juga ikut berdiri. "Sepertinya kami juga akan berangkat," ucap Michael dan didukung anggukan kepala Gabriel.
Naruto mengangguk, sedangkan Grayfia masih menatap Naruto dengan tatapan aneh, sehingga membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya bingung. "Apa ada yang aneh denganku, Fia?" tanya Naruto.
"Kau mau berangkat dengan pakaian seperti itu?"
Tanya Grayfia balik bertanya. Bayangkan saja, mau menghadiri acara penting, tapi pria tercintanya hanya memakai pakaian yang terdiri dari celana hitam pendek selutut dan kaos hitam bergambar pusaran di perutnya, serta alas kaki hanya memakai sandal jepit saja. Hey! Mana ada mau menghadiri acara penting hanya memakai pakaian seperti itu? Pikir Grayfia.
Sontak Naruto langsung menoleh ke bawah untuk melihat baju yang dipakainya, kemudian Naruto langsung cengengesan setelah mengetahui pakaian yang dipakainya sekarang.
"Hehe... Aku lupa, Fia." Cengengesan Naruto. "Tunggu sebentar, aku ganti pakaian dulu." Ucap Naruto sambil melangkah ke kamarnya.
Grayfia hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Gabriel hanya tersenyum saja. "Hihihi... Sepertinya menyenangkan bila melihat sisi konyolnya Naru-kun setiap saat." Batin Gabriel. Ia sedikit terhibur saat melihat sedikit kekonyolan Naruto tadi.
.
#Skip Time
.
Krieeeeeet!
Pintu kamar terbuka, kini penampilan Naruto terlihat rapih dan Keren di mata Grayfia dan Gabriel pastinya.
Dengan kemeja putih serta celana bahan hitam panjang serta dasi hitam melekat di bajunya, jadi terlihat sangat pas dan cocok, siapa pun pasti akan meliriknya.
"Aku sudah siap, Fia. Ayo berangkat sekarang,"
Lamunan Grayfia dan Gabriel pun pecah oleh suara Naruto, sambil tersenyum kikuk, Grayfia mulai menyiapkan sihir teleportnya, begitu juga Gabriel, ia menyiapkan sihir teleportnya, untuk memindahkan dirinya dan Michael yang masih berada di situ.
2 lingkaran teleport tercipta di bawah lantai. Dengan perlahan bergerak naik, memindahkan sosok mereka berempat ke suatu tempat dengan sekejap.
.
#Skip Mekai (Ruang Khusus)
.
2 lingkaran teleport tiba-tiba muncul di ruangan khusus yang hanya terdapat para Yondai Maou, Azazel, Odin, Rossa, Baraqiel dan Rorweisse yang terdapat di ruangan tersebut sedang menatap sebuah proyektor besar yang menampilkan suatu Arena.
Dan ternyata 2 lingkaran teleport tersebut adalah rombongan yang berangkat bersama Naruto tadi.
"Apa aku telat?"
Ucap Naruto dengan percaya diri. "Tidak juga, masih 15 menit lagi acaranya akan dimulai," balas Sirzech.
Azazel menatap Naruto "Ngomong-ngomong, kenapa Michael dan Gabriel bisa bersamamu?" tanyanya.
"Tadi aku mampir, sekedar berkunjung saja,"
Bukan Naruto yang menjawab, melainkan Michael sendiri yang menjawab. Sedangkan Azazel yang mendengar itu semakin menatap curiga Naruto, tapi dihiraukan olehnya.
Naruto melangkah, ia mendekati Serafall dan duduk di sebelahnya, sedangkan Grayfia langsung berdiri di belakang Naruto. Kalau untuk Michael, dia langsung duduk di samping Azazel dan Gabriel berdiri di belakang Michael.
Naruto menoleh ke arah Azazel. "Kau tampak santai sekali, Azazel. Bukannya pernikahanmu 2 hari lagi?" Tanyanya.
"Soal itu tenang saja, aku sudah siap kapan saja."
Naruto hanya ber-O-ria saja, kemudian ia menoleh ke arah Odin dan Rossweisse. "Bagaimana persiapannya?"
"Itu..."
"Sudah Naruto-sama. Semuanya sudah diurus oleh Dewa-Dewi di sana," balas cepat Rossweisse, memotong ucapan Odin yang hendak menjawab pertanyaan Naruto.
Naruto mengangguk mengerti. ia bersyukur, setidaknya ada Freya selaku salah satu wanitanya sudah ikut membantunya, jadi tak perlu repot-repot dirinya ikut membantu persiapan pernikahan Azazel dan Hel nanti.
"Oh ya Naruto. Aku ingin tanya sesuatu kepadamu,"
Semua terdiam, semua pasang mata langsung tertuju kepada Naruto setelah pertanyaan dari Azazel. Sedangkan Naruto menaikkan sebelah alisnya, ia merasa heran, tak biasanya Azazel mau bertanya kepadanya.
"Apa?"
"Ini tentang inangnya Vali, si Albion. Kau pasti tau banyak tentang hal itu,"
"Jelas aku tau lah sialan! Dia kan anakku." Batin Naruto. "Memangnya ada apa dengan Albion?"
"Sebenarnya Albion itu Naga jantan atau betina? Soalnya aku sangat penasaran dengan hal itu,"
Hening, tak ada yang bersuara. Semuanya terdiam, menunggu jawaban dari mulut Naruto. Mereka juga sama penasaran seperti Azazel, kecuali Serafall dan Grayfia yang nampak biasa saja, seperti sudah tau jenis kelamin para Naga Surgawi yang membuat yang lainnya penasaran. Pasalnya para Naga itu tak jelas jenis kelaminnya, itu yang mereka tau.
"Huh..." Naruto menghela nafas tenang. "Albion dan Draig itu Naga Betina," ucap Naruto santai.
Semuanya mengangguk dan kembali duduk tenang. "Sudah kuduga," ucap Azazel.
Naruto menaikkan sebelah alisnya lagi, lalu menoleh ke arah Azazel. "Apanya yang sudah kuduga, Azazel?"
"Oh itu... Soalnya di markas aku sering mendengar perdebatan Vali dan Albion akhir-akhir ini, jadi aku berasumsi bahwa Albion adalah Naga betina yang cerewetnya minta ampun seperti para wanita yang lainnya," jelas Azazel memberi tau.
Sontak ucapan Azazel mendapatkan tatapan tajam dari para wanita di situ. "Aku tidak cerewet ya, jangan asal ngomong kau, Gubernur Mesum." Ucap sengit Serafall.
"Siapa yang bilang itu kau," balas Azazel.
"Tadi kau bilang para wanita, dengan kata lain kau menyindir kami para wanita di sini." Jelas Serafall.
"Berarti kau merasa sendiri, buktinya kau tersinggung atas ucapanku." Ucap santai Azazel.
"Kau..."
"Sudah-sudah, acaranya akan di mulai tu," ucap Naruto melerai perdebatan Azazel dan Serafall.
Sontak semuanya langsung menoleh ke arah proyektor yang ditunjuk oleh Naruto. Di situ menampilkan 2 sisi arena yang diisi oleh 2 tim berbeda yang sedang bersiap-siap memulai acara Rating Game-nya.
.
#Skip Pusat Perbelanjaan
.
Sangat ramai, sekarang pusat penjualan daging sedang ramai oleh orang-orang. Bukan ramai karena ingin membeli daging, melainkan ramai karena ada 5 bidadari (menurut orang-orang) yang sedang membeli daging tersebut.
"Penjual daging yang tampan, dagingnya berapa..?" goda Kalawarner, ia sedang mencoba menawar daging yang dijual di situ.
"Ah... Gimana ya," kikuk penjual daging, ia merona hebat saat melihat siapa yang ingin membeli dagingnya. Apa lagi matanya tak lepas dari buah dada ketiga wanita di hadapannya.
Sambil terus bernegosiasi dengan jurus godaan oleh Kalawarner. Disisi lain Arturia dan Asuna malah gencar memasukkan beberapa potongan daging ke dalam wadah timbangan hingga menumpuk-numpuk. Sedangkan Hancock dari tadi ingin memungut daging dengan perasaan jijik yang dirasa olehnya, sehingga dari tadi tak ada satu pun daging yang diambilnya. Lebih aneh lagi Shirahoshi, seperti orang yang pengetahuannya Nol, Shirahoshi terus bertanya apa nama setiap barang yang di ambilnya di penjual sebelah yang menjual daging ikan segar.
"Kalawarner-san, segini sudah cukup." Ucap Asuna, sontak Kalawarner dan penjual daging menoleh padanya. Kalawarner hanya mengangguk, sedangkan penjual daging malah menganga lebar.
"Da-daging sebanyak itu untuk stok berapa hari, Nona?"
"Untuk 2 hari,"
Penjual daging tambah menganga lebar, bayangkan saja, daging 20 kilo hanya untuk 2 hari. "Rakus apa doyan, ini wanita ya?" batin penjual daging, tanpa mengetahui yang sebenarnya bahwa anggota keluarga si pembeli itu berlusin-lusin orangnya.
"Penjual tampan, jadi berapa semuanya..?" goda Kalawarner kembali.
"He-he.." kikuk si penjual.
.
#Skip Time
.
"Hihi, parah kau Kalawarner-san. Masa daging sebanyak ini yang dibayar hanya separuhnya."
Ucap Asuna, ia tertawa pelan saat mengingat kejadian tadi ketika Kalawarner menggoda penjual daging, yang pada akhirnya mendapatkan diskon 50 persen oleh penjualnya.
Kalawarner tersenyum. "Hehe, dengan begini sisa uang yang diberikan Naru-kun kan masih banyak. Bagaimana kalau kita mampir di toko pakaian wanita, siapa tau ada pakaian yang bisa membuat Naru-kun tergoda nantinya pas berlibur di pulau pribadinya nanti." Ucapnya mengajak.
Yap tepat sekali, saat ini mereka telah habis berbelanja, dengan tas belanjaan yang nampaknya penuh semua di masing-masing tangan mereka.
Sontak ucapan Kalawarner membuat wanita yang lainnya terdiam berpikir. Tiba-tiba, entah datang dari mana, muncul awan putih di atas kepala Arturia, Asuna, Hancock dan Shirahoshi.
Entah kenapa di awan putih tersebut muncul sosok masing-masing mereka yang sedang berkhayal. Mereka yang berkhayal sedang menyenderkan punggungnya di batang pohon kelapa dengan blackgraund pemandangan pantai, plus dengan pakaian Bikini yang nampak begitu sexy. Tiba-tiba di khayalan itu muncul Naruto yang bertelanjang dada dan tangan kirinya menopang pada pohon kelapa, kemudian tangan kanannya menaikkan dagu mereka yang sedang Berkhayal. "Kau tampak begitu Cantik dan Sexy hari ini, Sayang. Aku jadi tambah menginginkanmu," ucap Naruto dikhayalkan mereka dengan senyum menggoda tingkat dewanya.
Pofh!
Blussss!
Tiba-tiba awan khayalan mereka pecah, diikuti wajah mereka yang bersemu merah dan berasap.
Kalawarner menaikkan sebelah alisnya saat wanita yang lainnya menoleh kepadanya dengan senyuman aneh plus pipi yang merona.
"Ayuk!"
Ucap mereka serempak dengan semangat, sehingga membuat Kalawarner Sweatdrop mendengar ucapan kompak mereka.
"Y-ya.."
.
#Skip Time
.
Para wanita yang tadi berbelanja kini sedang berada di dalam toko pakaian khusus wanita, dan pastinya belanjaan mereka telah dititipkan tukang parkir di depan toko tersebut.
Mereka terus memilih pakai— Ah salah, bukan pakaian biasa yang mereka pilih, melainkan pakaian Bikini yang mereka pilih dari tadi.
Berbagai model Bikini mereka pilih-pilih, terus mencari yang menurut mereka cocok di tubuh mereka.
Dan pikiran kelima wanita itu sama, mereka mencoba bikini yang cocok, dan kesamaan mereka pada khayalannya. Mereka mencoba Bikini sambil membayangkan sosok Naruto memujinya nanti bila akan ditunjukkan.
Sontak hal itu membuat pegawai toko tersebut dibuat Sweatdrop plus heran, pasalnya saat kelima wanita tersebut masuk ke ruang ganti, pasti akan terdengar suara jeritan histeris entah karena apa, dan itu berulang-ulang ketika 5 wanita tersebut mencoba Bikini mereka pilih masing-masing.
"Kyaaaaaaaaaaaa!"
.
#Skip Dimension Gap
.
Nampak 2 manusia, Up! 2 Naga dalam mode manusia, yaitu Great Red dan Kholkikos. Mereka melayang-layang di ruang hampa tanpa batas tersebut sambil membicarakan sesuatu yang hanya mereka tau saja.
Tapi acara mengobrol mereka terganggu oleh portal dimensi. Great Red dan Kholkikos hanya menghela nafas saja. mereka tau, yang bisa keluar masuk celah dimensi tersebut hanya bangsa Naga saja. Bahkan untuk sekelas sosok kuat yang mampu mengalahkan dan sosok tercinta mereka berdua saja tak mampu membuka gerbang celah Dimensi.
Jadi Great Red dan Kholkikos berasumsi, bahwa sosok yang akan masuk celah dimensi itu pasti bangsanya, yaitu bangsa Naga.
Dan benar, kini portal dimensi itu memperlihatkan sosok wanita dewasa berambut putih yang kepalanya memiliki sepasang tanduk berbentuk angka 3 yang mengarah ke bawah. Dan Wow! Wanita itu juga telanjang seperti Kholkikos sekarang, kalau Great Red masih mending, ia memakai pakaian, tapi minim yang hanya menutupi dadanya dan area kewanitaannya di bawah perutnya.
"Great Red! Kholkikos! Di mana pejantanmu itu!"
Teriak wanita itu nanpaknya kenal dengan Great Red dan Kholkikos.
Gread Red dan Kholkikos hanya acuh saja, bentakan wanita itu nampak tak mempan kepada mereka berdua.
Great Red bersila, ia menopang dagunya dengan tangan kanannya. "Tenanglah Tiamat, ada apa kau sampai mencari Mate kami berdua?" tanya Great Red.
"Lihat ini,"
Ucap wanita itu yang bernama Tiamat (FGO) sambil menunjuk perutnya yang terdapat tato kepala Naga.
Great Red dan Kholkikos melebarkan matanya, mereka tau tanda apa itu. Tanda itu adalah tanda yang akan muncul di tubuh para Naga apabila telah menemukan pasangannya. Tapi yang membuat Graet Red dan Kholkikos terkejut adalah, tanda itu sama persis dengan tatto di perut mereka, dan Ophis yang telah diketahui oleh mereka berdua.
.
.
.
.
"Mate-ku adalah pejantan kalian, dia harus bertanggung jawab atas tanda ini."
.
.
End.
.
Yo! Masih dengan Fict liarku, hahaha!
Kayaknya tak ada yang harus ku bicarakan di sini.
Oke itu saja, Lanjoooooooot!
.
#List urutan dari yang tertua.
1. Draig & Albion (alive, ratusan tahun) : [Great Red & Drakon Kholkikus] (dxd & Mitologi Georgia)
2. Olive (alive, 26 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
3. Menma (alive, 24 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
4. Naruko (alive, 19 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
5. Vivi (alive, 19 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
6. Rin (alive, 17 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
7. Gray & Mirajane (alive, 17 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
8. Lucy (alive, 16 tahun): [Arturia Belum] (Saber Fate/Stay Night)
9. Minato (alive, 16 tahun): [Yasaka Masih](dxd)
10. Liya (alive, 15 tahun): [Asuna Belum] (SAO)
11. Leo (alive, 14 tahun): [Mereoleona Varmilion belum] (Black Clover)
12. Kunou (alive, 12 tahun): [Yasaka Masih] (dxd)
13. Shuna (alive, 12 tahun): [Shirahoshi masih] (One Piece)
14. Sting (alive, 11 tahun): [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
15. Luck (Die karakter, 10 tahun): [Albedo] (Overlord)
16. Luna (alive, 10 tahun): [Boa Hancock Belum] (One Piece)
17. Hinami (alive, 8 tahun) : [Itori versi rambut coklat, die karakter] (Tokyo Ghoul)
18. Kuroe (alive, 5 tahun) : [Chisato Hasegawa belum] (Shinmai Maou no Testament)
19. Myu (alive, 4 tahun) : [Remia belum] (Arifureta)
20. Luffy (alive, 8 bulan) : [Nico Robin belum] (One Piece setelah time skip)
Note : untuk no 1 sampai 7 hanya umur sesuai fisik yang terlihat, karena umur no 1 sampai 7 jauh melebihi catatan (biar enak membayanginya). Kalau no 8 dan seterusnya itu umurnya sudah sesuai.
.
See you next chap...
