"Hoh apa kau punya masalah jika aku membawa kembali wakil komandan kami, Tuan Rat Slayer!" ucap Kuisha.
Dari balik helm itu Naruto menatap Kuisha, sedangkan Sai melebarkan mata saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Naruto. Dia tidak percaya kalau orang yang baru menjadi ketua partynya bertingkah seperti itu.
"Lakukan sesukamu, Sai!"
Night Elf itu segera bangkit saat orang yang akan menuntunnya pada peninggalan kakek leluhurnya, langsung berdiri lalu membalikan badan dan melangkah keluar.
"Tunggu sebentar, aku tidak berencana kembali pada party lamaku. Kenapa kau terburu buru mengambil kesimpulan!" ucap Sai.
Langkah kaki Rat Slayer berhenti saat mendengar itu, dia pun berbalik untuk melihat apakah Sai bersungguh sungguh dengan ucapannya. Saat melihat mata milik Night Elf itu, Dia merasakan tidak ada kebohongan dari apa yang sudah diucapkan oleh Sai.
"Kau sudah dengar keputusannya, Nona elf!" balas Rat Slayer.
Kuisha menggertakan gigi, apa yang baru diucapkan oleh Naruto sama seperti deklarasi kemenangan. Karena Sai sudah memutuskan apa yang dia inginkan. Namun dia belum menyerah begitu saja, sebab masih memiliki satu cara untuk membuat ini lebih menarik.
"Iya, aku sangat menyayangkan keputusan buru buru yang diambilnya. Padahal dia dulu selalu memikirkan apa yang akan terjadi dari sebuah tindakan, namun sepertinya dia sudah berubah. apa itu juga hasil didikanmu, Rat slayer?" pancing Kuisha.
Kuisha mengatakan itu dengan senyum sarkas, Sai yang mengerti akan seperti apa ucapannya itu tangannya mengepal dan menatap Kuisha.
"Tapi, apa kau tahu dia itu terkenal sebagai pengkhianat lo. Saat bersama kamipun dia sering menggunakan bawahannya untuk dipertaruhkan. Aku berani bertaruh kau juga akan ditumbalkan demi menggapai apa yang menjadi ambisinya. Aku hanya pura pura tidak menyadarinya di depanmu tapi kau, Sai Stormrage keturunan Betrayer. Kau bergabung dalam kelompok ini memang berniat untuk mencari sesuatu, katakan apa yang kaucari maka kau kuijinkan bebas!" ucap Kuisha.
Sairaorg yang mendengar itu langsung paham dengan apa yang ingin dilakukan oleh Kuisha, karena itu dia mengepalkan tangannya. Wajahnya berubah, matanya menatap dan aura membunuh keluar dari tubuhnya. Bawahannya menggigil saat melihat kapten mereka berubah seperti itu.
"Jadi selama ini kau memperlakukan kami sebagai alat, Kaldorei negeri asing!" geram Sairaorg
Sai yang mendengar itu keluar dari mulut Sairaorg, segera menepis apa yang sudah diucapkan Kuisha.
"Dengarkan Sairaorg! Aku memang memiliki tujuan saat itu selain membasmi sekte jahat. tapi aku tidak pernah mencoba menjadikan kalian sebagai alat, untuk mencapai tujuanku tersebut." bantahnya.
"Kau yang sudah bicara seperti itu, berarti setengah dari apa yang kuucapkan adalah benar bukan Kaldorei negeri asing!" ucap Kuisha.
Beluga yang begitu mempercayai Sai terjatuh saat mendengar percakapan tersebut, dia tidak menyangka kalau Zen Fukudanchounya. Memiliki sebuah niat tersembunyi, saat bergabung dengannya.
"Zen FukuDanchou! Aku tidak menyangka kau tega membodohi kami." ucapnya.
"Tunggu dulu Beluga dengarkan aku, bukan maksudku melakukan ini pada kalian!" ucapnya mencoba menjelaskan.
"kalau begitu jelaskan, apa yang hedak kau cari itu keturunan Betrayer?" bentak Beluga.
Booom
Ketika itu bukan sebuah jawaban yang keluar dari mulut Sai, melainkan suara dari gebrakan meja yang dipukul keras. Semua tertuju pada satu orang dan dia adalah Naruto. Pemuda itu tidak senang, saat anggotanya diseperti itukan.
"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itukah yang ingin kau katakan kuso High Elf! Sai kita keluar, aku tidak ingin mengecewakan Lenneth karena ini hari penting baginya!" perintahnya.
High Elf itu tidak menduga jika Rat slayer akan bertingkah seperti yang diingikannya, lalu dia hanya perlu melakukan sedikit dorongan lagi untuk melihat apa yang akan dilakukan pemuda itu.
"Apa begitu caramu melindungi bawahan, kau hanya melakukan apa yang kau bisa tapi jika itu diluar kemampuanmu maka kau akan meninggalkannya. Lucu sekali, kenapa kau mau mengikuti orang sepertinya?" tanya Kuisha.
"Berhenti menghinanya, aku tidak mengapa jika kalian menghinaku tapi jangan libatkan dia hanya karena dia adalah ketu-" ucapnya mencoba membela.
"Jadi begitu!"
Suara itu membuat Sai menghentikan apa yang hendak dia katakan, semua menatap pada pemuda yang sedang memunggungi mereka.
"Aku belum mengenalnya lebih dekat, hubungan kami juga tidak terlalu akrab. Tapi saat melihat matanya, aku sadar kalau dia memiliki hal yang sama denganku. Kalau kau berusaha memancing amarahku hanya untuk melihat bagaimana sikapku saat anggota partyku dipermalukan, maka itu sama saja kebodohan. Amarahku hanya akan kuluapkan pada buruanku saja, selama kau tidak mengarahkan senjata pada bawahanku maka aku tidak akan mengangkat senjata." ucap Rat Slayer.
"Eh!"
Kuisha sweat drop saat mendengar apa yang baru saja disampaikan Rat Slayer, berbeda dengan High Elf itu. Sairaorg malah mengembuskan napas kesal, karena rencana mereka sudah diketahui. Sedangkan Beluga hanya melongo, sebab sudah ikut dengan arus yang dimainkan oleh sang FukuDanchounya itu.
"Yare yare kupikir kau akan mengamuk, tapi malah sudah menyadari apa yang hendak kulakukan. Kaldorei negeri asing, apa kau sudah mengetahuinya juga?" tanyanya.
"Tidak sepenuhnya, berarti dari tadi kau melakukan drama?" jawab Sai.
Sai tidak percaya kalau dia dibully hanya untuk melihat, respon apa yang akan dilakukan Rat Slayer jika anggota partynya dilecehkan.
"Ya, Kuisha hanya ingin memastikan apa ketua barumu itu memiliki talenta. Kupikir alurnya akan sesuai dengan apa yang diinginkan Kuisha namun aku salah, Rat Slayer hanya mengikuti alurnya dan ketika Kuisha hampir sampai pada tujuannya, dia mengeluarkan kartu Asnya!" ucap Sairaorg.
"Ya ampun, kenapa kau sampai segitunya sih Kuisha-chan." ucap Corianna
"Aku sampai tidak menyadari kalau ini hanya sebuah drama." ujar Miteeta
Setelah mendapat komen itu Kuisha tersenyum lembut lalu dia berkata pada Rat Slayer
"Aku minta maaf karena lancang mengetes dirimu, apa kau bisa memakluminya?"
"Iya, aku terima. Waktunya hampir tiba, aku tunggu diluar."
Naruto melenggang ketika sudah mengatakan itu, Sai yang mendengar hanya mengangguk dan berkata.
"Baik, setelah urusanku selesai aku akan segera menyusu!" ucap Sai.
Kuisha mengambil napas lega dan duduk tenang di kursinya, wajahnya berhias senyum. Setelah kepergian Naruto, dia kembali ke mode seriusnya.
"Jadi, urusan apa yang ingin kau bahas?"
"Ini mengenai ..."
Sai melanjutkan apa yang menjadi urusan utamanya, selain menyampaikan kabar kalau sekte kegelapan Cult of Damned. Yang sudah mulai muncul dan ancaman yang akan menyertainya. Ketika Sai menyampaikan tujuan utamanya, semua melebarkan mata dan bahu mereka melemas. Wajah wajah mereka berubah pucat sebab tidak tahu apa yang harus mereka respon, mendengar apa yang disampaikan oleh Sai.
"Aku sudah menyelesaikan apa yang menjadi urusanku, kini hanya masalah waktu saja bagi kita untuk mengambil keputusan. Apa kita akan bertindak atau menahan diri, aku sangat berharap kabar ini sampai pada masing masing Raja semua ras sebab masalah ini sangat serius." ucap Sai.
"Kalau apa yang kau sampaikan ini benar maka kita hanya punya sedikit waktu, jika segel itu terbuka maka tamat sudah apa yang ada di benua ini."
Sairaorg adalah orang pertama yang menanggapi kabar yang baru saja disampaikan Sai, sedangkan yang lainnya masih bungkam.
"Monster yang dulu pernah disegel oleh raja leluhur High Elf dengan sihir kuno, jika dia bangkit maka-"
Dia tidak melanjutkan kalimatnya, karena tidak mau menambah beban pada bawahannya. Sai lalu bangkit dari kursi, dia sudah menyampaikan apa yang diketahuinya jadi berniat untuk hengkang dari sana.
"Itu saja yang bisa aku sampaikan, aku minta maaf jika kabar ini membuat kalian terguncang. Sebenarnya, aku ingin menyampaikan sendiri pada para raja masing masing ras. Namun, karena aku merupakan ras terkutuk dan keturunan dari the Betrayer kurasa akan sulit menyampaikannya. Jadi, aku meminta bantuan kalian teman-temanku!" ucap Sai
Kuisha menatap sedih pada saudara jauhnya itu, meskipun dia selalu menghinanya dengan maksud bercanda. Sebenarnya, jauh di dalam hatinya ada rasa sakit karena terus mengejeknya. Dan kini orang yang diejek serta diasingkan oleh leluhur Rajanya, malah mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan kabar tersebut dan ingin agar seluruh Ras bersiap siap.
"Sai Stormrage! Jika urusanmu telah berakhir dengan orang itu. Maukah kau kembali menjadi bagian dari kami lagi. Aku tahu tidak layak bagiku yang selalu menghina dirimu mengatakan ini. Tapi kelompok ini lebih hidup saat kau ada disini!" ucap Kuisha dengan murung.
Miteeta, Coriana, serta Beluga tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar, mereka mengangkat wajah mereka untuk melihat orang yang baru mengatakan itu. Serempak mata mereka melebar sebab wakil komandannya, mengalirkan air mata sambil mengatakan itu.
"Kuisha sama!" ucap mereka serempak.
Sai melihat ketulusan yang diutarakan saudara jauhnya itu, melekukan sudut bibir karena bahagia. Dia tidak menyangka hari dimana dia mendengar itu dari wanita Elf tersebut datang, tidak ingin membuatnya menunggu lebih lama Night Elf merespon.
"Aku tidak bisa menjanjikan itu, tapi saat aku mendapatkan apa yang hilang dari Rasku serta selamat dari masalah yang baru kusampaikan. aku akan kembali pada kalian. Karena itu, bersabarlah sampai aku kembali, Tuan Putri Negeri Elf."
Saat mendengar itu dari Sai segera jantungnya berdetak lebih keras dari biasanya, tidak dia duga kalau Sai mengetahui identitas sesungguhnya yang merupakan Putri dari Negeri elf. Padahal hanya Sairaorg saja yang mengetahui identitas aslinya sebagai putri dari negeri Elf. Bahkan ayahnya sendiri yang meminta Sairaog, agar informasi ini tidak bocor pada siapapun.
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku adalah Night Elf pengelana, tidak ada informasi yang tidak kuketahui."
Sai membalas sambil tersenyum, lalu dia membalikkan badan untuk menyusul Rat Slayer. Sebelum dia melangkah untuk pergi dia berkata.
"Terima kasih atas semuanya, aku pasti akan menyelesaikan urusanku secepatnya dan kembali berpetualang bersama dengan kalian!"
Setelah mengatakan itu dia melenggang pergi, kelompok itu kini terdiam lagi. Sairaorg mengambil tempat yang di duduki Sai dan memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana.
"Kurasa kita harus menyusun rencana untuk menyampaikan kabar yang baru disampaikan oleh Sai. Bagaimana menurutmu, Kuisha?"
"Ah aku juga setuju aku akan kembali ke ibukota kerajaanku 'Averian Forest' untuk menyampaikannya pada ayahku."
Sairaorg yang mendengar itu terkejut, pasalnya ibu kota kerajaan Averian Forest melewati salah persatuan kerajaan manusia yaitu Britten Aliance. Meski termasuk zona aman karena bangsa Elf termasuk dalam bagian [Alliance] yang memiliki peran besar dalam pembatalan ambisi The Great Lich King. Tetap saja itu jarak yang jauh.
"Apa perlu aku mengantarmu, kebetulan pusat pemerintahan dari persatuan kerajaan manusia terletak di Britan Aliance tepatnya ibu kota Somren."
"Aku sangat senang mendengarnya, lalu sisanya bagaimana?"
Sairaorg kemudian mengambil peta dan mulai memikirkan cara membagi anggota yang tersisa, namun jarak yang diperlukan sangat jauh jadi dia mengambil sebuah kesimpulan.
"Jika kita saja tidak akan sempat, aku akan meminta jasa kurir untuk menyampaikannya dengan surat yang kububuhi stempel dari Aliance agar seluruh raja, berkumpul ke tempat ini sebab hanya kota Air satu satunya pusat seluruh agama. Ditambah wilayah ini merupakan tempat netral yang tidak mengikat kerja sama politik dengan yang lainnya, sebab terfokus pada pemberdayaan para peziarah. Dan beruntungnya ada Lady dari kerajaan Rosenheim di sini, jadi kita bisa meminta izinnya."
Kuisha mengangguk mendengar keputusan Sairaorg sambil menambahkan.
"Usulmu memang bagus, kurasa kita tidak perlu membuang waktu. Segera lakukan!"
Dengan itu kelompok tersebut menyiapkan hal yang akan mereka lakukan, menyiapkan apa yang dibutuhkan sehingga pesan tersebut sampai pada masing- masing raja dari semua ras.
'Sai akan kami lakukan apa yang kau percayakan pada kami.' Sumpah mereka dengan tekad membara.
Back to Naruto
Rat Slayer yang sedang menunggu Sai menyenderkan tubuhnya ke dinding, merenungi apa yang membuatnya tadi sempat kesal saat melihat Sai diperlakukan seperti itu. Padahal dia tidak pernah memiliki hubungan dekat, tapi kenapa dia melakukan itu. Entah bagaimana pikirannya seakan bertanya.
"Bagaimana jika yang diperlakukan seperti itu adalah Lenneth. Apa yang akan aku lakukan saat itu?" gumamnya.
Giginya bergetak saat dirinya sendiri bertanya seperti itu, tangannya mencengkeram bisepnya. Sambil membayangkan kejadian itu menimpa Lenneth, dia menjawab pertanyaan itu.
"Aku akan mengayunkan senjataku dan membuat mereka menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan. Kemudian-" ucapannya tercegat.
Dia tidak melanjutkan jawabannya, sebab rasa sakit menyerang dadanya yang terdapat simbol pengorbanan. Dia menunduk untuk mengurangi rasa terbakar yang menyerang, giginya bergemelatuk lebih keras untuk menahan serangan itu. Lalu perlahan rasa sakit itu menghilang kembali.
Tangannya mengepal dan menghantam dinding sebelahnya, retakan seperti jaring laba laba tercipta di tempat dia mendaratkan kepalannya. Napasnya memburu dan matanya mengembang kempis dengan tatapan tajam, sebab teringat kembali pesan yang disampaikan oleh penyelamatnya.
'Jika rasa sakitnya sudah seperti membakar, maka mereka sedang mengatur tempat dilakukannya Harvest Festival!'
"Kuso! Setelah selesai dengan semua ini. Aku akan segera mencari di mana mereka melakukan itu, aku akan mengorbankan apapun agar bisa ke sana."
Di suatu tempat yang jauh dewi Freya mengamati pemuda yang kini sedang shock itu, dan dia dengan tekad yang kuat berkata.
"Aku akan mengorbankan apapun agar bisa ke sana!"
Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sangat membuatnya gembira, semua sesuai dengan apa yang dadu takdir tunjukkan padanya. Kini dia hanya perlu memainkan kartu terakhir untuk melihat apa takdir petualang itu bisa berubah.
"Aku ingin terus melihatnya, berikanlah aku hiburan yang lebih menarik lagi, Rat Slayer!" ucapnya dengan nada sensual.
Apa yang membuat dewi kecantikan begitu bersemangat adalah saat melihat manusia menunjukkan tekadnya, lalu dia akan memberikan sentuhan untuk melihat apa api tekad itu akan padam atau menyala lebih besar. Dulu dia pernah melihat api sebesar yang dimiliki Rat slayer namun sayang, di saat terakhir api milik orang itu padam saat semua yang dimilikinya lenyap.
Freya memaklumi itu, meski dia seorang dewi dia juga memiliki perasaan yang sama saat melihat para pengikutnya menderita. Karena itu dia berjanji pada dirinya sendiri, saat melihat ada orang yang sama seperti sebelumnya yang dia lihat.
"Kali ini aku akan membimbingnya, agar bisa terus melihat tekad yang membara itu."
Pipinya bersemu dam bibirnya terangkat, ada nada sensual ketika dia mengucapkan itu. Jantungnya berdebar saat membayangkan bisa melihat semangat yang berapi api lagi.
And Cut
Akhirnya bisa UP, setelah seminggu berjuang. Aku minta maaf jika setiap Chapter nya terasa membosankan dan pendek. Batasan yang bisa kubuat hanyalah 2K perchapternya harap maklum.
Semoga kalian bisa menikmati apa yang kusajikan, mulai dari sekarang aku tidak akan memberikan clue dan membiarkan kalian menerka sendiri kemana arah dari alur cerita ini.
Terima kasih sudah setia menunggu kisah ini!
Sampai jumpa Next Chapter!
