STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rate : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair :
Naruto U x Big Harem
(Great Red x Kholkikos x Katerea x Serafall x Grayfia x Arturia x Yasaka x Asuna x Mereoleona x Shirahoshi x Albedo x Freya x Hancock x Chisato x Remia x Robin) x (Kalawarner x Izanami x Gabriel x Hestia x -- x -- )
(Menma x Raynare x Akeno) (Gray x Kuroka) (Minato x Koneko)
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, gaje, alur berantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 39
.
2 jam berlalu, Naruto beserta para undangan masih menyaksikan acara Rating Game dari proyektor di dalam ruangan khusus itu.
Hening, semuanya terdiam. Hanya suara petaruangan antara Perege Rias dan Perege Diodora yang menjadi pemecah melodi keheningan tersebut.
"Huh..." tiba-tiba Naruto menghela nafas. "Aku bisa menebak siapa yang menang," ucapnya, Sontak ucapan Naruto mendapat banyak tatapan mata dari orang-orang di ruangan tersebut.
"Kau seperti peramal saja, Naruto," kata Sirzech.
"Siapapun bisa mengetahuinya, hanya kita saja yang kurang jeli memperhatikannya," balas Naruto.
Menghiraukan rasa kebinguan mereka atas ucapannya itu, Naruto lebih memilih menoleh ke arah Azazel. "Oh ya, Azazel. Vali ada di markasmu?"
"Ada. Memang ada apa kau menanyakannya?"
"Tidak apa-apa,"
Srek!
Naruto berdiri dari duduknya, lalu menoleh ke arah Sirzech. "Kutinggal tak masalah kan, Sirzech?"
"Huh..." Sirzech menghela nafas, ini yang menjadi kebiasaan Naruto sejak dulu ia tau. Setiap menghadiri acara penting pasti akan pamit saat baru pertengahan acara, jadi Sirzech sudah tak heran lagi. "Kebiasaanmu itu ya,"
"Hehe... Kau tau saja Sirzech,"
"Yasudah sana," ucap Sirzech, kemudian menatap tajam dan menunjuk Naruto. "Awas kalau kau tak kembali lagi,"
"Iya-iya,"
.
SRING!
.
Naruto menghilang, kini tatapan Sirzech tertuju pada Serafall dan Grayfia. "Sera. Grayfia. Bisakah kau bilang kepads Naruto untuk jangan pergi-pergi saat acara penting seperti ini,"
"Huh..." Serafall menghela nafas, ia memijit pelipisnya. "Kau bilang sendiri saja, Sirzech. Aku dan Grayfia tak bisa bilangnya, kami berdua tak ingin dicap Wanita membantah olehnya lagi." Jelas Serafall memberitau, mewakili Grayfia yang mengangguk mendukung ucapannya.
Sirzech menghela nafas pasrah atas jawaban dari Serafall, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk memaklumi. Karena walau bagaimanapun mereka yang ada di ruangan itu tau masa lalu Serafall dan Grayfia terhadap Naruto dulu.
.
#Skip Grigori
.
Terus melangkah, menyapa dan disapa itu yang terjadi pada Naruto saat ini. Bukan memghilang untuk pergi kemana-mana, tapi tujuan Naruto itu adalah Markas Pusat DaTanshin berada.
"Diamlah Albion!"
"Kau yang seharusnya diam, Vali!"
"Kau! Naga Albino!"
"Kau! Bayi monyet!"
"Kau!"
"Kau!"
Berbagai berdepadan Vali dan Albion di ruangan yang terletak di ujung karidor sangat terdengar jelas di telinga Naruto, dan ternyata Naruto memang sedang melangkah menuju ruangan perdebatan mereka.
Hingga langkah Naruto sampai di depan pintu pun, perdebatan mereka masih belum usai. Akhirnya Naruto membuka pintu itu, lagi-lagi mereka masih berdebat, seperti tak menyadari kehadiran Naruto di situ.
"Ka..."
"Bisa kalian hentikan perdebatan kalian."
Perdebatan Vali dan Albion terhenti oleh suara Naruto, sontak Vali langsung menoleh ke sumber suara itu.
"Sensei!/ Ayah!"
Kejut Vali dan Albion saat tau siapa pemilik suara tadi, yaitu Naruto yang sedang duduk santai di sofa embuk yang tersedia di ruangan itu.
Vali langsung mendekat, berdiri di hadapan Naruto. "Ada acara apa, Sensei datang ke sini?" tanya Vali dengan tampang biasa saja.
"Sekedar berkunjung," jawab singkat Naruto, sedangkan Vali hanya ber-O-ria saja mendengar jawaban dari Naruto, dan kemudian Naruto menoleh ke arah sayap mekanik di punggung Vali. "Albion. Bisa kau antar Ayah sebentar?"
Sayap mekanik di punggung Vali berkedip dengan cepat. "Siap ayah. Mau lamapun tak masalah, akan aku antarkan. Jika inangku ini tak mau, maka akan kukendalikan tubuhnya agar mau," jawab semangat Albion sekaligus mengancam inangnya.
"Cih!" desis kesal Vali.
Naruto geleng-geleng kepala pelan. "Jangan seperti itu Albion. Ayah tak memintamu untuk melakukan hal seperti itu," nasehat Naruto.
"Hai Hai... Jadi Ayah memintaku untuk mengantarkan ke mana?"
"Celah Dimensi, menemui Ibumu dan Ibunya Draig,"
.
#Skip Dimension Gap
.
Shooot!
Shooot!
DUARRRRRRR!
Suara ledakkan menggelagar terdengar sangat keras di ruang hampa tanpa unjung tersebut. Itu disebabkan oleh tembakan laser dari Kholkikos dan Tiamat dengan laser Tiamat yang saling berbenturan.
Kenapa itu terjadi? Itu memang terjadi, 3 Naga di ruang hampa itu memang sedang bertarung, dan sudah terjadi sejak tadi. Saat Tiamat menyatakan bahwa Mate-nya itu adalah pejantan milik Great Red dan Kholkikos.
Sontak Great Red dan Kholkikos tak mempercayai itu, 2 Naga itu membantah pernyataan dari Tiamat. Tapi Tiamat tak menyerah, ia kukuh dengan pendiriannya dan terus meminta Gread Red dan Kholkikos untuk menyerahkan pejantan mereka atas pertanggung jawaban dari tanda Mate-nya.
Dan akhirnya terjadi pertempuran, 3 Naga yang memiliki keegoisan tinggi saling bertarung hanya gara-gara memperebutkan 1 pejantan. Yah walaupun dilihat dari manapun tetap pertarungan mereka berat sebelah. Tiamat vs Gread Red dan Kholkikos, sangat tak menguntungkan bagi Tiamat. Tapi nyatanya Tiamat mampu mengimbangi perlawanan 2 Naga sekaligus sampai sekarang, walau harus di akui memang Tiamat terlihat babak belur, sedangkan Great Red dan Kholkikos hanya luka-luka biasa. Tapi itu semua tak membuat Tiamat untuk mengalah, ia tetap pada ambisinya, merebut pejantan yang dimiliki oleh 2 Naga yang dilawannya itu.
"Menyerahlah Tiamat, kami tak akan membiarkanmu merebut Mate kami,"
Ucap Great Red, ia menatap datar Tiamat yang tersimpuh di hadapannya dengan luka-luka di seluruh tubuhnya itu.
Tiamat tersenyum, ia balik menatap Great Red. "Sampai kapanpun aku akan mengambil pejantanmu, dia harus menjadi Mate-ku,"
Tiba-tiba tubuh Tiamat diselimuti cahaya, dengan perlahan cahaya itu membesar.
Great Red dan Kholkikos tau, apa yang sedang Tiamat lakukan. Tiba-tiba tubuh Great Red dan Kholkikos juga bercahaya dan membesar secara perlahan seperti Tiamat.
Wusssssh!
"""GOARRRRRRRRRT!"""
Ternyata cahaya itu adalah bentuk proses perubahan Naganya. Kini bukan seperti manusia pada umumnya, melainkan bentuk Naga yang sedang meraung-raung sangat keras di dalam ruang hampa itu.
Wussssh!
Mereka bertiga saling menerjang.
BOOOOOOOM!
.
#Skip Arena Rating Game
.
Bugh!!!
Brugh!!
.
Entah karena apa, Issei mode Balance Breaker tiba-tiba menghantam perut Diodora sangat keras, sehingga Diodora langsung terseret ke belakang sangat jauh, dan tersungkur.
Armor besi yang menutupi kepala Issei tiba-tiba hilang, ia mengabaikan Diodora yang tersimpuh dan lebih memilih mendekati Asia yang menempel di tembok. Bukan menempel sepeti cicak atau lain sebagainya, melainkan karena sebuah segel pengengkang ciptaan Diodora.
Diodora tersenyum menyerigai, ia bangkit perlahan dari tersimpuhnya. "Percuma saja. Hanya aku yang bisa melepaskan segel itu, hahaha!" tawa angkuh Diodora, saat mengetahui Issei kesusahan melepaskan segel yang mengekang Asia.
"Draig, bantu aku."
Seperti tak kehabisan akal, Issei lebih memilih meminta bantuan patnernya. "Hanya kali ini saja," jawab Draig dari Outlet hijau di tangan kanan Issei yang berkedip.
[BOOST! BOOST! BOOST! BOOST!]
Krak! Krak!
Pyaaaaaar!
Diodora melebarkan mata, ia terkejut karena segel yang susah payah ia buat ternyata dapat dihancurkan dengan mudah oleh Iseei.
"SIALA.."
"Diamlah brengsek!"
Bugh!
"Ohok!"
Belum sempat umpatan kekesalan Diodora selesai, ia sudah di pukul sangat keras di perutnya oleh Koneko. Disusul perege Rias yang datang menghampiri tempat Issei dan Asia berada.
"Asia. Kau tak apa-apa kan?"
Mengabaikan situasi yang terjadi, Issei lebih memcemaskan keadaan Asia yang sekarang berada di pelukannya, dengan kondisi Asia yang bajunya sudah robek sana-sini saat ini.
Asia tersenyum. "Aku baik-baik saja, Issei-kun," ucapnya menyakinkan.
"Syukurlah,"
Lega Issei, kemudian Armor merahnya menghilang. Kini nampak Issei hanya memakai seragam sekolah saja yang terlihat.
"ASIA!"
Grep!
Tiba-tiba Xenovia memeluk Asia, ia nampak begitu mencemaskan keadaan Asia melebihi Issei. Itu terbukti dengan linangan air mata yang mencerminkan kekhawatiran Xenovia kepada Asia.
Asia tersenyum, ia mengusap lembut kepala Xenovia. "Aku baik-baik saja, Xenovia-San," ucapnya, tapi malah membuat Xenovia tambah mempererat pelukkannya.
"Ara-Ara..."
Datang Akeno dengan senyuman khas menggodanya menghampiri Asia dan Xenovia berada. "Biar kuperbaiki bajumu, Asia-Chan." Ucapnya. Asia hanya mengangguk, sontak Xenovia mengakhiri pelukannya.
Lingkaran sihir tiba-tiba muncul di bawahnya Asia, dengan perlahan lingkaran sihir itu naik dan...
SRING!
Seketika baju yang dikenakan oleh Asia telah kembali semula, seperti baru lagi.
Akeno menoleh ke arah Rias. "Buchou. Apakah kita memenangkan pertandingannya?" tanyanya.
"Entahlah Akeno. Dari tadi belum ada pengumumam siapa pemenangnya," balas Rias sambil mengangkat kedua bahunya.
Srek!
Tap! Tap! Tap!
Rias dan Peregenya menoleh ke arah Asia. Di situ Asia melangkah ke Altar lalu berdo'a. Dan teman-temannya hanya memaklumi saja, pasalnya mereka tau. Walau Asia dan Xenovia adalah renkarnasi Iblis, tapi mereka bisa berdo'a tanpa menanggung rasa sakit yang luar biasa. Itu karena Sistem Surga telah di atur ulang khusus untuk Asia dan Xenovia, jadi tak masalah mereka berdo'a kapan pun, karena bagi Asia dan Xenovia masih mempercayai ajaran tuhan, walau diri mereka adalah iblis.
SHOOOOOOT!
Rias dan Peregenya melebarkan mata, mereka terkejut saat tiba-tiba leser cahaya mengarah ke Asia dari atas.
Dengan perlahan laser cahaya itu mengecil, mengecil dan hilang. Mereka yang melihat itu tambah melebarkan mata, pasalnya Asia yang terkena laser cahaya itu juga menghilang tanpa sisa.
SRING!
Lingkaran sihir muncul di atas tempat Asia yang menghilang, dan Rias semakin terkejut. "Lucifer!" dan ia tau lambang sihir milik siapa itu.
Lingkaran sihir itu menghilang, kini diganti dengan wujud seseorang berambut putih panjang dan senyum merendahkan yang menjadi ciri khasnya, ialah Rizevim Lifan Lucifer yang sesungguhnya.
"LUCIFER-SAMA, TOLONG BANTU AKU!"
Rizevim melirik ke arah Diodora yang berteriak barusan. Tiba-tiba tangan kanannya terangkat dan mengarah ke arah Deodora.
SHOOOOOOT!
Laser yang tadi menghilangkan Asia kini menghujani Diodora. Dan alhasil Diodora pun menghilang dalam sekejap seperti Asia tadi.
"Tidak pantas iblis sekarang menyebut iblis lama," ucap Rizevim tak peduli.
Tap! Tap! Tap!
Rias melangkah dan berhenti tepat tak jauh di hadapan Rizevim yang melayang. Tatapannya sangat tajam dan di arahkan ke arah Rizevim.
"Kau yang bertanggung jawab atas kematian penerus Pillar Astaroth dan keluargaku, Asia."
Ucapannya dingin diikuti Aura merah keluar dari tubuh Rias.
Rizevim yang melihat itu hanya tersenyum mengejek saja. "Hooo. Keturunan Gremory dan Bael, cukup kuapresiasikan keberanianmu," ejek Rizevim, seketika Aura yang keluar dari tubuh Rias bertambah besar.
"Asia, Asia, kau di mana?"
Rias seketika memgjilangkan auranya, ia menoleh ke arah Issei yang memanggil-manggil nama Asia.
"Ayo kita pulang, Okaa-san dan Otou-san pasti menanti kita pulang,"
Sangat memilukan, kini Issei tampak seperti seseorang yang kehilangan hal yang paling berharga sepanjang hidupnya.
Seketika teman-temanya Issei ikut bersedih, seperti ikut merasakan perasaan yang dirasa olrh Issei. Bahkan Rias sampai sedikit menitikkan air matanya ketika melihat keadaan memilukan Issei sekarang, begitu juga teman-temannya yang lainnya juga telah mengeluarkan air matanya karena tak kuat menahan kesedihan karena kehilangan sosok teman mereka.
"Percuma saja." Ucap Rizevim. Sontak Issei menoleh ke arah Rizevim. "Mau dicari pun tak akan ketemu. Dia telah musna tanpa sisa." Sambungnya sambil tersenyum angkuh.
Issei menggeratkan giginya marah, matanya berubah menjadi hijau menyala. Ia menunduk lalu melangkah ke arah Rizevim.
"Issei!"
SRING!
Teriakan teman-temannya Issei tak terjawab dari mulut Issei, melainkan malah muncul Oulat merah di tangan kanan Issei sebagai jawabannya.
"Rias Gremory,"
"Kaisar Naga Merah,"
"Pergilah menjauh dari tempat ini. Dan kau yang di sana, keturunan Lucifer kah?"
Entah kenapa Rizevim menggigit bibir bawahnya, seperti perasaan dendam kepada seseorang yang dirasa.
"Khe, Khe, Tak kusangka bocah yang berteriak tak jelas saat Great War sudah bernyali juga. Tapi sayang, kau telah membuat kesalahan fatal, karena kau telah membangunkan sisi gelap Hostku sekarang ini.
Wushhhhh!
Dalam sekejap tubuh Issei masuk dalam mode Balance Breaker tanpa menyebut mantra. Tiba-tiba Issei di selimuti Aura merah, diikuti munculnya beberapa bola hijau dari perut Armor itu.
Tempat di situ bergetar hebat, tiang-tiang penyangga bangunan runtuh. Untung saja Rias beserta yang lainnya telah menjauh dari bangunan itu atas intruksi dari inang Issei. Walau sedikit cemas membiarkan Issei di situ, tapi teman-temannya yakin, bahwa Issei nanti akan baik-baik saja, apalagi inang Issei itu anak dari Naruto yang mereka tau, jadi mereka tenang-tenang saja, menunggu semuanya selesai dari kejauhan.
Suara anak kecil, suara wanita, suara pria, semua suara itu bercampur menjadi satu sura yang keluar dari Armor Issei.
[AKULAH YANG TELAH BANGUN]
(Sudah dimulai, sepertinya akan dimulai,)
[NAGA SUCI YANG TELAH MERAMPAS PRINGSIP DOMINAN DARI TUHAN]
(Memang seperti itu, apapun yang terjadi.)(Itu tidak benar, setiap saat memang seperti itu.)
[AKU TERTAWA PADA KETIDAKBATASAN, DAN BERDUKA PADA IMPIAN]
(Yang dunia cari,)(Yang dunia tolak)
[AKU YANG AKAN MENJADI NAGA MERAH DOMINAN]
(Selalu kekuatan,)(Selalu cinta,)
[TIDAK PEDULI BERAPA KALIPUN KALIAN SALING MENGHANCURKAN...]
.
[AKAN KUTENGGELAMKAN KALIAN KE DALAM PENGAMPUNAN CRIMSON!]
.
[JUGGERNAUD DRIVE!]
.
"GOARRRRRRRRRRT!"
Raungan keras Issei dalam mode juggernaud Drive, kesadarannya telah hilang. Jiwanya marah, sangat marah terhadap sosok Rizevim yang telah meleyapkan sosok teman berharganya, Asia Argento.
Tiba-tiba Outlat hijau di dada Juggernaud Drive Issei menyala terang.
[BOIST! BOOST! BOOST! BOOST! BOOST! X 25]
Semua energi berkumpul di dada Juggernaud Drive Issei, terus berkumpul, lalu memadat. Tiba-tiba..
SHOOOOOOT!
Tembakan laser besar yang keluar dari dada Juggernaud Drive Issei ditembakkan, dan sasarannya adalah Rizevim berada.
Bukannya menghindar ataupun merasa takut atas tembakan laser tersebut. Rizevim malah tersenyum menyerigai, tangan kanannya dibentangkan ke depan untuk menerima tembakan laser tersebut.
WUSSSSSSSSH!
[CANCELED!]
SRING!
Entah karena apa, tiba-tiba laser yang di tembakkan oleh Jagganut Drive Issei menghilang setelah lasernya tadi mengenai Rizevim.
"GOAAAAAAARRRRRRR!"
Juggernaud Drive Issei tambah meraung keras, lalu menatap mengintimidasi sosok Rizevim.
Seakan tak terperngaruh oleh intimidasi itu. Rizevim masih tersenyum mengejek. "Kau pikir aku masih orang yang dulu saat Great War, Draig. Keh... Maaf, itu dulu. Aku yang sekarang lebih dari mampu untuk melawanmu, bahkan Naga Impian pun aku sanggup melawannya." Ucap Rizevim.
Tangan kiri Rizevim terangkat, dan di arahkan ke arah Jagganud Drive Issei. "Sampai kapan pun aku belum puas sebelum mengalahkan Si Bangsat Naruto."
[HANDAN NO HIKARI!]
SHOOOOOOT!
Laser Cahaya besar dari arah atas menghujani Jagganud Drive Issei. "GOAAAAAAAAARRRRRRRRR!" Sehingga membuat Juggernaud Drive Issei kembali meraung sangat keras.
.
#Skip Dimension Gap
.
Di dalam celah dimensi, bukan tempat Great Red, Kholkikos dan Tiamat berada. Melainkan sisi lain tempat yang jauh dari jangkauan ketiga Naga yang sedang bertarung karena suatu masalah.
Di situ ada sebuah bola transparan yang melayang-layang, dan di dalamnya ada Naruto yang sedang bersila, memperhatikan sekeliling tempat, seperti mencari sesuatu. Dan Vali yang sedang mempertahankan dan menghendalikan bola transparan tersebut.
Tiba-tiba sayap mekanik muncul di punggung Vali. "Kenapa Ayah ingin menemui mereka si?" tanya Albion.
Naruto menaikkan sebelah alisnya, ia merasa pertanyaan Albion ada sedikit nada tak suka saat di ucapkannya. "Kau kenapa si, Albion? Kau seperti tak suka saja jika Ayahmu ini menemui Ibumu dan Draig," ucap Naruto balik bertanya.
"Tidak apa-apa." Singkat Albion.
"Huh," Naruto menghela nafas, benar kata Azazel dulu. Wanita memang sulit ditebak, entah apapun jenisnya, semua wanita sama.
Seperti Albion saat ini, memang dasarnya Albion adalah betina Naga. Dia tadi sempat terlihat senang saat kedatangan Ayahnya di markas DaTanshi, tapi tiba-tiba nada yang setiap di ucapakannya seperti tak suka saja setelah Ayahnya meminta menemaninya untuk bertemu dengan ibunya. "Sungguh aneh," batin Naruto.
Naruto kembali memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba ia memfokuskan penglihatannya, pandangannya tertuju pada sesuatu yang melayang-layang di ruang hampa itu dari kejauhan.
"Vali. Kita ke sana," perintah Naruto sambil menunjuk arah yang di tunjukknya.
"Hmm." Tak ingin bertanya, karena malas. Vali mengarahkan bola transparan itu menuju tempat yang di tunjuk Naruto.
Bola transparan itu melayang mendekati apa yang di tunjuk Naruto. Semakin mendekat dan dekat.
Entah kenapa Naruto dan Vali melebarkan mata terkejut setelah dekat dengan apa yang dilihatnya tadi. Di situ ternyata terdapat sosok Asia Argento, teman anaknya, itu yang Naruto ingat.
"Kenapa ada orang di dalam sini?"
bingung Vali, seingat Vali hanya bangsa Naga lah yang mampu masuk ke celah Dimensi, bahkan dirinya tanpa bantuan kekuatan Albion pasti tak akan bisa memasuki celah Dimensi.
"Entahlah Vali, mungkin ada sesuatu di luar sana," balas Naruto yang tiba-tiba berdiri. Vali tau itu. dengan sigap, Vali sedikit membuat sebuah lubang seukuran manusia normal pada bola Transparan tersebut.
Tak ingin menyia-nyiakan itu, Naruto dengan cepat meraih Asia untuk masuk ke dalam bola Transparan tersebut. Dia tau, berlama-lama di dalam celah dimensi tanpa sihir khusus seperti bola Transparan ciptaan Vali dan Albion, maka akan benar-benar musnah sosok itu.
Kini Asia telah berada di gendongan Naruto, Vali kembali menutup lubangnya. "Vali. Kita kembali ke luar," perintah Naruto.
Tanpa babibu lagi, karena cukup menguras tenaga mengendalikan Bola Transparan tersebut. tangan kanan Vali di bentangkan ke samping, dan terciptalah sebuah portal seukuran manusia dewasa di samping Vali.
Naruto kemudian memasuki portal tersebut sambil menggendong Asia, dan Vali mengikutinya di belakangnya.
.
#Skip Arena Rating Game
.
Dataran tinggi, jauh dari tempat Issei dan Rizevim bertarung. Di situ nampak rombongan Rias berada, sedang memperhatikan, sekaligus berlindung. Karena bukan hanya kemunculan Rizevim saja, melain banyak mahkluk aneh yang muncul di tempat itu. Tapi bagi mereka tenang saja, karena mahkluk-mahkluk itu telah di bereskan oleh para Yondai Maou serta para undangan lainnya kecuali Naruto.
Portal Dimensi muncul di belakang Rias dan teman-temannya tanpa disadari oleh mereka. Dari portal itu, keluar Naruto yang menggendong Asia dan disusul Vali di belakangnya.
Mata Naruto dan Vali terbuka lebar, mereka berdua terkejut dan pandangannya tertuju ke tempat Issei dan Rizevim berada.
Vali menggeratkan giginya. Ia marah, benci, dendam, itu yang dirasa Vali sekarang. Dan gelagat Vali diketahui oleh Naruto.
Set!
Grep!
Vali yang hendak melesat tapi dihentikan oleh Naruto dengan memegang tangannya. "Lepaskan, biarkan aku membunuh orang sialan itu!" bentak Vali, tapi hanya gelengan kepala yang ditunjukkan oleh Naruto.
Sontak suara Vali menyadarkan Rias dan teman-temannya, semuanya menoleh ke belakang dan langsung terkejut saat mengetahui Asia berada di gendongan Naruto.
"Rias. Bisa kau sembuhkan kondisi anak ini, aku ada urusan,"
"Hai Nii-sama,"
Dengan cepat Rias menerima Asia ke gendongannya. Teman-teman yang lainnya pun ikut mengerumuni Asia.
Tapi Naruto masih memegang tangan Vali, ia menatap Vali. "Kau yang sekarang belum mampu untuk melawan Kakekmu, lebih baik hentikan Issei yang mengamuk itu saja,"
"Lepaskan Sensei, aku belum puas sebelum membunuhnya. Gara-gara dia, kedua orang tuaku mati mengenaskan di tangannya. Biarkan aku membalas dendamku ini,"
"Huh..." Naruto menghela nafas. "Begini saja, kau hentikan Issei yang mengamuk itu. sebagai gantinya, aku akan membalaskan dendammu itu. Sadarilah, kau sekarang belum mampu untuk melawannya, dan aku juga ada urusan dengannya,"
Vali terdiam, ia memikirkan kembali ucapan Naruto. "Benar juga, aku yang sekarang belum cukup kuat. Bahkan hanya sekedar mengontrol kekuatan cahayaku saja masih memerlukan bantuan Albion," batin Vali menimbang-nimbang keputusannya.
"Baik. Tolong binasakan orang itu,"
Naruto melepas pegangannya, ia tersenyum lalu memgacungkan jempolnya. "Beres Vali,"
Vali mengangguk. "Albion!"
"Kenapa harus disaat seperti ini ya... Astaga Draig,"
Sring!
Sayap mekanik muncul di punggung Vali, kemudian melompat sangat tinggi ke atas langit Underword, menuju pertarungan Jagganud Drive Issei melawan Rizevim.
Wush!
Naruto juga melompat sangat jauh, ia mendarat di permukaan dan langsung berlari sangat cepat melebihi pesawat jet. Naruto melesat menuju pertatungan Jagganud Drive Issei melawan Rizevim.
[HIRAISHIN!]
SRING!
Naruto menghilang dalam sekejap mata.
SRING!
Dan langsung muncul tepat di samping Rizevim yang melayang angkuh. Naruto mengalirkan Cakranya di kepalan tangannya.
BUGH!
WUSH!
DUARRRRRR!
Tinju kerasnya mengenai pipi Rizevim, dan seketika Rizevim langsung melesat ke bawah dan membentur permukaan, sehingga menghasilkan suara ledakan yang begitu besar.
DUAGH!
Bukan hanya Rizevim yang terkena pukulan Naruto. Juggernaud Drive Issei yang mengamuk juga kena pukul, dan di arahkan ke udara ke arah Vali yang sudah berubah ke mode Juggernaud Drive-nya.
Membiarkan Juggernaud Drive Issei ditangani oleh Juggernaud Drive Vali, kini Naruto memilih memperhatikan tempat benturan Rizevim berada.
Srek! Srek!
"Akhirnya kau muncul juga, Sialan!"
Suara Rizevim dari dalam kepulan debu beterbangan. Wusss... Angin tiba-tiba tertiup, dengan perlahan menghilangkan debu yang menutupi Rizevim.
Tatapan Naruto menjadi datar dan dingin, matanya terus menatap sengit Rizevim yang kini sudah tak tertutup oleh debu lagi.
"Kutanya padamu, Rizevim. Apa mahkluk aneh itu adalah cloningan darah anakku."
Rizevim tersenyum. "Jika iya, Kenapa? Kau tak ter.."
Sring!
"Kau pantas mati."
Duagh!
Rizevim terseret beberapa meter ke belakang, ia masih sempat memblok pukulan super cepat Naruto.
Pofh!
Katana hitam berkarat tiba-tiba muncul di tangan Naruto. Dengan perlahan Naruto mendekati Rizevim, begitu juga katana berkaratanya yang perlahan mengeluarkan aura hitam mengerikan.
Bukannya takut dengan Aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Katana milik Naruto. Rizevim bangkit lalu tersenyum.
Sontak Naruto terhenti langkahnya, ia menatap curiga Rizevim yang sedang merogoh kantong celananya dan mengeluarkan seperti sutikan kedokteran yang berisi cairan hitam.
"Gaki! Jangan biarkan orang itu menyuntikkan cairan itu. Cairan itu darah Iblis lama." Ucap Liebe.
Naruto melebarkan mata, dengan cepat langsung menerjang Rizevim yang hendak menyuntikan cairan itu.
"Terlambat." Senyum Rizevim.
Jlep!
Belum sempat Naruto menebas Rizevim. Naruto dibuat terkejut tak percaya dengan tindakan Rizevim yang begitu cepat menyuntikan cairan itu.
Sring!
Duarrrrrrr!
Wussssssh!
Naruto terpental lumayan jauh, ia menebas Rizevim dari atas, tapi tak disangka cahaya putih tiba-tiba menyelimuti Rizevim, sekaligus yang mementalkan Naruto tadi.
Naruto dibuat waspada, pandanganya tak terlepas dari cahaya putih yang menyelimuti Rizevim. Hingga tak berselang lama, cahaya putih yang menyelimuti Rizevim pun menghilang.
"Kita terlambat Gaki. Orang itu telah berubah menjadi iblis lama, begitu juga kekuatannya." Kata Liebe.
Dan benar, Rizevim ternyata telah berubah. Rambutnya tetaplah putih, tapi dia memiliki sepasang tanduk panjang. Dan kakinya berubah warna menjadi hitam bintik-bintik sampai perutnya. (Bayangin Hendrickson Nanatsu no Taizai yang berubah menjadi iblis, versi rambut panjang Rizevim).
"Bagaimana cara mengalahkannya, Liebe?"
"Fokuskan tebasannya pada 1 titik. Mau bagaimana pun, kulit para bangsa iblis lama sangatlah keras, mahkluk sekarang tak ada tandingannya,"
"Baiklah,"
Naruto bersiaga, Katana berkaratnya berkobar aura hitam sangat ganas. Terlalu kuat ia memfokuskan sihirnya pada katananya.
Wajah datar seperti tak punya ekspresi, Rizevim mulai melangkah. Kemudan berlari ke arah Naruto dengan telapak tangan kanannya diselimuti pandar hitam.
Naruto masih berdiri di tempat, Katananya di genggam sangat erat, terus memperhatikan, mencari titik terbuka yang akan di tebas olehnya.
SRING!
[ONI METSU NO HA NO SURASSHU!]
GREP!
Naruto terkejut, tebasan yang sudah disiapkan sedemikian rupa ternyata tak menembus kulit leher Rizevim. Tak sadar karena hal itu, Rizevim mengarahkan pandar hitam ke perut Naruto.
[DARK NEBULA!]
Bola hitam yang tadinya kecil di tangan Rizevim, tiba-tiba membesar, menyeret Naruto mundur ke belakang lumanyan jauh.
Aneh, seperti cairan Asam yang merusak segala sesuatu, baju yang dikenakan Naruto rusak seperti terbakar, dan hanya menyisakan celananya saja setelah bola hitam itu hilang.
[DARK PRESS!]
BRUK!
Naruto tersungkur, ia mencoba bangkit tapi tak bisa walau sudah dicoba beberapa kalipun tetap tak bisa. Ia tertekan gaya Gravitasi yang berat berasal dari bola hitam bercincin di atasnya.
Dari kejauhan, Rizevim mendekat ke arah Naruto, tangan kanannya yang terdapat bola hitam kecil di arahkan ke arah Naruto. Dan Naruto tau itu, ia sadar. Bola hitam itu pasti serangan yang akan di lancarkan kepadanya.
[DARK BULLET!]
"Kurama!"
Seketika Naruto langsung diselimuti aura oren, dan alhasil, bola kecil yang meluncur bagaikan peluru pistol terpental, diikuti hilangnya bola hitam bercincin di atas Naruto. Sontak Rizevim berhenti langkahnya, ia terus memperhatikan aura oren yang menyelimuti Naruto.
Wush!
Seketika aura oren itu hilang, kini penampilan Naruto berubah. Kulit tubuhnya berwarna oren, matanya berubah menjadi merah, dan corak hitam menghiasi seluruh tubuh Naruto. Tapi yang paling menonjol adalah corak pusaran di perutnya yang dikelilingi kanji-kanji sangat rumit.
Chakra keluar di jari-jari tangan kanan Naruto, sontak Rizevim meyipitkan matanya. Ia menatap curiga apa yang hendak di lakukan oleh Naruto.
"Tidak ada cara lain. Bangunlah Katana terkutuk. Muramasa!"
Jari berChakra Naruto langsung di salurkan ke perutnya dan di putar dengan cepat.
.
Sedangkan di dalam Mindscape Naruto. Kurama, Libie, Acnologia dan Skiadrum langsung menoleh ke bawah kakinya.
Krak! Krak! Krak!
Di bawak mereka, salah satu kristal Es retak dan menjalar keseluruh kriatal tersebut. Bukan kristal yang tadinya retak berisi wanita berambut putih, melainkan kristal es di sampingnya yang berisi wanita beramnut coklatlah yang retak.
Pyarrrrrr!
Dan akhirnya kristal itu pecah, wanita telanjang berambut coklat membuka matanya. "Akhirnya aku bangun." Ucap wanita itu, tiba-tiba ia menoleh ke atas. "Oh Naruto-sama, akhirnya kau memerlukan bantuanku, kukuku." Sambunya diakhiri tawa senangnya.
Sring!
Dalam sekejap, wanita itu langsung menghilang, entah ke mana perginya. Tapi bagi Kurama, Liebe, Acnologia dan Skiadrum tak terkejut sama sekali, mereka sepertinya tau ke mana perginya wanita itu.
.
Kembali ke Naruto, ia telah kembali ke wujud semula tanpa Aura oren yang menyelimutinya. Tiba-tiba di samping kanannya muncul wanita tadi yang berada di dalam Mindscapenya, tapi wujudnya transparan.
"Ada yang bisa saya bantu, Naruto-sama?" tanya wanita itu tanpa tau situasi keadaan sekitarnya.
"Ya. Cepat berubah jadi katana," jawab singkat Naruto, sekaligus perintah.
"Hai. Naruto-sama."
Pofh!
Wanita itu menghilang dan kini di gantikan oleh sebuah Katana hitam yang di sarungkan sangat rapih.
Grep!
Seketika Katana itu berada di genggaman Naruto.
Sring!
Tring!
Naruto menerjang Rizevim, tapi di tahan dengan tangannya.
Tring!
Merasa menebas dari samping kiri gagal. Naruto kembali mencoba menebas dari atas, lagi-lagi di tahan oleh tangannya Rizevim.
Tring!
Wush!
Naruto melompat ke samping, begitu juga Rizevim yang sama-sama melompat ke samping.
Ding! Ding! Ding! Ding!
Suara gemerincing, alunan suara pelantun kematian berbunyi, itu berasal dari Katana milik Naruto. Bahkan suara gemerincing itu dapat di dengar oleh siapa pun, termasuk para Yondai Maou serta yang lainnya di kejauhan yang sedang bertarung juga seperti Naruto, tapi lawan mereka tak begitu kuat seperti yang Naruto hadapi saat ini.
Tangan kiri Naruto memegang sarung Katananya, tangan kanannya memeggang erat ganggang Katanya, matanya terpejam.
[AKULAH MAHKLUK TERKUTUK!]
[MAHKLUK YANG SANGAT BERDOSA!]
[SELALU MENGHAKIMI, DAN TAK PERNAH DIHAKIMI!]
[TIDAK PEDULI SIAPA YANG BERDOSA, MAUPUN TAK BERDOSA!]
[SEMUA AKAN TENGGELAM KE LAUTAN DARAH TERDALAM!]
.
[DESUSURASSHU : UNMEI NO SHIKIRI!]
.
SRING!
SRING!
Naruto dan Rizevim menghilang, seketika langsung muncul kembali dan saling membelakangi.
Tring!
Naruto memasukan katananya ke dalam sarungnya.
Jraasss!
Jraasss!
Leher Rizevim terpotong, dan kepalanya jatuh ke tanah, seketika langsung ambruk. Begitu juga Naruto. Tangan kanannya terpotong sebatas lengan dan jatuh di tanah.
Mengabaikan tangannya yang putus itu, Naruto yakin, bahwa patner di dalam tubuhnya akan menhentikan pendarahanya untuk sementara.
Naruto berbalik badan, ia mendekati Rizevim sambil menenteng Katananya dengan tangan kirinya yang masih ada. "Kembalilah, Muramasa."
"Hai, Hai, Naruto-sama,"
Pofh!
Katana di genggaman Naruto menghilang. Kini langkahnya telah sampai di depan tubuh Rizevim yang sudah tak bernyawa, dengan kepala berpisah dari tubuhnya.
Naruto menginjak kepala Rizevim. Ia menoleh ke suatu tempat. Dan tepat, pandangannya tertuju pada Vali yang berada di daratan tinggi. Dan sepertinya Vali telah menyelesaikan tugasnya, itu terbukti dengan kondisi Issei yang sudah normal berada di sampingnya yang tergeletak.
"Huh..." Naruto menghela nafas, padangannya telah didapat. Kemudian ia mundur satu langkah, seperti mengambil ancang-acang ketika akan menendang bola.
Duagh!
Dan benar, Naruto menendang kepala Rizevim sangat keras sehingga kepala Rizevim terpental sangat jauh ke arah Vali berada.
.
#Skip Dengan Vali
.
Vali sedang berdiri, ia menatap Issei yang sedang dikerumuni teman-temannya dan sedang dipulihkan oleh Asia.
Brugh!
Vali terkejut, ia serta orang-orang di situ langsung menoleh ke sumber suara benda jatuh tak jauh dari mereka.
Tuk!
Vali menoleh ke bawah, kakinya merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya. Matanya langsung terbuka lebar, ia terkejut atas apa yang dilihat di bawahnya. Ternyata benda yang jatuh dan menyentuh kaki Vali adalah kepala Rizevim.
"Itu-itu, kepala Lucifer."
Kejut Rias sambil menunjuk kepala Rizevim, sontak membuat teman-temanya langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Rias, dan ikut terkejut juga.
Menghiraukan keterkejutan yang lainnya, Vali lebih memilih menoleh ke arah lain, dan dapat, ia melihat Naruto yang jauh dari pandangannya sedang tersenyum kepadanya. Tiba-tiba dipenglihatan Vali, sosok Naruto menghilang.
SRING!
Dan ternyata Naruto muncul di samping Vali, hal itu membuat yang melihatnya terkejut, bagi mereka yang tak biasa dengan kelakuan Naruto yang suka menghilang dan muncul secara tiba-tiba.
Tapi bagi Vali, tidak. Ia malah tersenyum saat tau Naruto berada di sampingnya. "Terima kasih, Sensei,"
"Ya,"
Tiba-tiba Vali menyipitkan matanya, penglihatannya tertuju pada lengan kanan Naruto. "Sensei. Tangannmu,"
"Tak perlu dicemaskan Vali, hal biasa bagiku seperti ini," balas Naruto sambil duduk di atas batu dan merilekkan tubuhnya.
Tak ingin bertanya lagi, karena Vali sudah tau itu penyebabnya, ia lebih memilih mendekat ke arah Naruto dan duduk di sampingnya.
SRING!
Beberapa lingkaran teleport muncul di tempat Naruto berada. Mengeluarkan Sirzech, Serafall, Grayfia, Michael, Azazel, Gabriel, Odin, Rossweisse, dan Irina.
"Ya ampun, sudah berakhir kah?" kata Azazel.
"Telat." Singkat Naruto.
"Keh, aku memang beniat datang telat, karena aku tau kau akan datang," balas santai Azazel.
"Kemalasanmu itu ya,"
Menghiraukan percakapan Azazel dan Naruto. Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse malah melebarkan mata, penglihatannya tertuju pada lengan kanan Naruto.
"Naru-kun!/Naruto-Sama! Tanganmu." Ucap Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse bersamaan.
Naruto mengangkat lengan kanannya. "Tenang saja, aku baik-baik saja,"
Tak puas dengan jawaban Naruto. Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse lebih memilih langsung menghampiri Naruto dengan cepat, dan langsung mengeluarkan sihir pemulihan untuk memulihkan luka-luka Naruto.
Serafall dan Grayfia memulihkan lengan Naruto yang putus, walau tak bisa kembali semula, setidaknya bisa menghentikan pendarahannya. Gabriel dan Rossweisse memulihkan luka di tubuh Naruto, walau lukannya hanya sedikit, tapi terlihat mereka berdua sangat serius untuk memulihkan luka-luka pada tubuh Naruto.
Sedangkan di sisi lain, Azazel yang melihat Naruto di kerumuni 4 wanita merasa kesal dan iri melihatnya. Dan Naruto melihat ekspresi kesal Azazel, sehingga Naruto tersenyum mengejek kepada Azazel, sekedar untuk memanas-manasi Azazel agar tambah kesal.
"Grrrrrrt! Si kuning kampret dengan keberuntungan sialannya," batin Azazel sangat kesal melihat seyuman mengejek Naruto yang di arahkan kepadanya.
Tiba-tiba bola kristal di tangan Azazel menyala. Mereka yang melihat itu langsung menoleh ke atas. "Ophis kah," batin Naruto. Sedangkan mereka yang tak tau siapa sosok Ophis hanya dibuat bingung tak tau apa-apa.
"Yo! Apa kabar, Baka-Naru." Sapa Ophis sambil melayang-layang di udara.
Twich!
Urat kekesalan muncul di pelipis Naruto. Ia menatap kesal Ophis. "Bisa tidak? Jangan menyebutku seperti itu lagi, Naga Lo..."
Ctak!
Belum juga menyelesaikan ucapannya, Naruto telah di pukul terlebih dahulu oleh Ophis dengan sebatang kayu yang entah dapat dari mana. "Jangan di teruskan, atau kepalamu yang akan terlepas." Ancam Ophis.
"Au... Au... Au..." rintih kesakitan Naruto. "Huh..." lalu menghela nafas, ia sudah tak merasa sakit lagi di kepalanya, karena dengan sigap, Gabriel menyembuhkan rasa sakit akibat pukulan Ophis.
Kini Naruto menatap Ophis. "Hmm... Bisa katakan Ophis, kau di sini pasti ada sesuatu yang terjadi bukan?" tebak Naruto.
"Kau akan tau sebentar lagi." Balas Ophis dengan nada datarnya.
GRRRRRRRRRRRRRT!
Tempat Naruto dan yang lainnya tiba-tiba berguncang hebat, seperti gempa. Bahkan untuk menyeimbangkan tubuhnya saja tak bisa, karena saking besarnya guncanggannya.
Bagi Ophis, guncangan itu tak dirasanya, karena dia melayang, dan pandangannya menoleh ke atas. Dan Naruto tau itu, sontak Naruto langsung menoleh ke atas, melihat ke arah pandangan Ophis.
Di atas lagit Underword, di situ tampak aneh. Tiba-tiba muncuk portal berukuran sangat besar tercipta di sana.
"Apa itu?"
Dan nampaknya bukan Naruto dan Ophis saja yang tau, melainkan Azazel juga tau. Sehingga ucapannya membuat yang lainnya menoleh ke arah yang di tunjuk Azazel dan memperhatikannya.
Guncangan pun mereda, dan pandangan mereka masih mengarah ke arah langit Underword.
DUARRRRRRRRR!
"GOARRRRRRRRR!"
Terjadi ledakkan di portal itu, disusul raungan keras bagaikan monster yang didengar oleh mereka.
WUSSSSSSH!
Asap ledakan di portal itu hilang tertiup angin, seketika yang melihat itu langsung terkejut, kecuali Ophis dan Naruto.
"GEDEEEEEEEEEE!"
Bahkan Issei yang baru sadar juga terkejut. Dan apa yang mereka lihat di atas langit ternyata 3 sosok Naga berukuran bersar sedang bertarung.
"Itu Great Red, Tiamat, dan satunya lagi itu siapa?" gumam Azazel.
"Itu Kholkikos," balas singkat Ophis.
Azazel mengkerutkan alisnya, ia mengingat-ingat sesuatu. Tiba-tiba matanya melebar dan langsung menoleh ke arah Naruto. "BANGKEEEEEEE! SIALAN NARUTO! URUS PARA HAREMMU ITU, ATAU TEMPAT INI AKAN HANCUR!" teriak Azazel karena telah mengingat apa yang di ingat-ingat tadi.
"Gehe..."
Naruto langsung terdiam kikuk, semua tatapan mata tertuju padanya, kecuali Ophis.
Bahkan semuanya menatap Naruto dengan tatapan tak percaya, mereka semua tak menyadari bahwa pertarungan 3 Naga di atas langit telah sampai di daratan, tapi jaraknya lumayan jauh dari mereka.
DUARRRRRRRRRR!
Suara ledakan di tempat 3 Naga yang bertarung, barulah membuat mereka menoleh ke sumber suara lagi.
"Huh..." Naruto menghela nafas, ia berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah depan. Naruto melirik ke belakang, ke arah Azazel. "Lihatlah Azazel, cara pria sejati menangani para wanitanya," ucapnya dengan senyum ejekannya.
"Cih! Pede sekali," desis Azazel.
Naruto kembali menoleh ke depan, melihat pertingkaian 3 Naga berada saat ini.
Wusssssh!
Lompatan jauh dilakukan oleh Naruto. Sangat jauh, hingga mendarat tepat di atas batu besar di dekat sumber ledakan tadi yang di sebabkan oleh 3 Naga tadi.
Naruto berdiri dan menunggu. Pandangannya tertutup karena debu tebal hasil ledakan masih menutupi wujud 3 Naga tadi.
Sambil terus menunggu dengan sabar, akhirnya debu mulai menghilang dengan perlahan, dan akhirnya hilang setelah beberapa menit tertiup angin.
Bukan wujud Naga yang dilihat Naruto, melainkan wujud manusia dari 3 Naga tadi yang bertarung. Dan di situ mereka sedang saling tatap-menatap. Great Red dan Kholkikos bersebelahan, menatap tajam Tiamat tak jauh di hadapannya.
Set!
"Bisa kalian hentikan pertingkaian kalian,"
Gerakan satu langkah hendak saling menerjang mereka terhenti. Sontak perwujudan dari ketiga Naga itu menoleh ke sumber suara.
Great Red dan Kholkikos matanya langsung berkaca-kaca, sedangkan Tiamat malah melebarkan mata terkejut, setelah mereka tau siapa pemilik suara tadi.
Sedikit senyum yang ditunjukkan oleh Naruto, "Red-Chan, Kholki-Chan, apa kalian tak merindukaku?"
Luluh sudah, hati yang merasa takut milik Great Red dan Kholkikus pun luluh, diganti hati yang teramat-amat senangnya mereka saat sekarang Naruto, sang Mate mereka tak menampilkan tatapan kecewa terhadapnya, melainkan tatapan kerinduan, itu yang dilihat di mata Great Red dan Kholkikos tanpa tau bahwa tatapan Naruto itu hanya dibuat-buat saja.
Wussh!
Wussh!
Great Red dan Kholkikos langsung terbang cepat ke arah Naruto. "NARUUUU! AKU JUGA MERINDUKANMU!" ucap senang mereka berdua.
Seyuman Naruto semakin lebar saat tau Great Red dan Kholkikos semakin dekat dengannya, tiba-tiba.
Ctak!
Ctak!
Seketika Great Red dan Kholkikos langsung dusuk Seiza, mereka menunduk dengan benjol di kepala yang terlihat jelas.
Wussh!
"Pejantan Sialan! Kau harus ber..."
Ctak!
Sama seperti Great Red dan Kholkikos. Tiamat yang hendak menerjang Naruto, tiba-tiba langsung duduk Seiza dengan kepala benjol terlihat jelas.
Wajah Naruto datar, menatap ketiga sosok Naga di hadapannya. "Red. Kholki. Pakai pakaianmu."
"Hai..."
Sring!
Tubuh Gread Red dan Kholkikos yang tadinya telanjang kini tertutup baju. Dengan Great Red yang memakai Dress panjang warna merah dan Kholkikos memakai Dress panjang warna biru.
Naruto menoleh ke arah Tiamat. "Kau juga Tiamat. Pakai pakaianmu."
"Ha-hai..."
Sring!
Tubuh telanjang Tiamat pun tertutup oleh Dress putih panjang.
Setelah tampilan ketiga wanita di hadapannya sudah terlihat rapih, Naruto kembali bersuara. "Apa yang sedang kalian lakukan tadi?" tanyanya.
"Itu... Itu..." gagap Great Red dan Kholkikos bersamaan.
"Yang jelas, kau harus ber..."
"Diam! Aku tak membutuhkan jawaban darimu." Bentak Naruto memotong ucapan Tiamat.
Aneh, Tiamat yang nyatanya tak mempunyai kesalahan terhadap Naruto, kini ia dibuat diam beribu bahasa, perasaan aneh dirasa oleh Tiamat, dan perasaan itu ternyata baru dirasakan oleh Tiamat sepanjang hidupnya, yaitu perasaan takut sesuatu, yang jelas ia takut kena bentak lagi oleh Naruto, makanya dia lebih memilih diam untuk sekarang.
Untuk Great Red dan Kholkikos sudah jelas, mereka pernah membuat kesalahan terhadap Naruto waktu dulu, sehingga saat ini berhadapan Naruto pun perasaan takutnya luar biasa, mau bagaimana pun mereka berdua adalah Naga yang telah diajarkan suatu perasaan oleh Naruto waktu dulu bersama Ophis dan Trihexa666. Jadi mereka tau apa itu berbagai perasaan yang dirasa. Mereka berdua merasa takut, sehingga berkata pun mereka takut-takut, takut ucapan mereka salah di mata orang yang berada di hadapannya saat ini.
.
Jika kini Naruto sedang memarahi ketiga perwujudan Naga, beda hal dengan di tempat orang-orang yang melihat Naruto sekarang.
Mereka semua dibuat Sweardrop masal, kecuali Ophis pastinya, karena apa yang dilihatnya sudah menjadi hal biasa baginya.
Mereka Sweatdrop. tak tanggung-tanggung, Azazel dan Issei dibuat menganga lebar melihat apa yang mereka lihat sekarang.
Bayangkan saja, sosok Naga yang katanya mahkluk paling kuat di dunia ini bisa tunduk di hadapan manusia yang nyatanya mahkluk paling lemah di dunia ini.
.
.
"Benar-benar The God Harem Sejati,"
.
.
End
.
Yo! Lanjut aja oke...
.
#List urutan dari yang tertua.
1. Draig & Albion (alive, ratusan tahun) : [Great Red & Drakon Kholkikus] (dxd & Mitologi Georgia)
2. Olive (alive, 26 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
3. Menma (alive, 24 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
4. Naruko (alive, 19 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
5. Vivi (alive, 19 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
6. Rin (alive, 17 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
7. Gray & Mirajane (alive, 17 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
8. Lucy (alive, 16 tahun): [Arturia Belum] (Saber Fate/Stay Night)
9. Minato (alive, 16 tahun): [Yasaka Masih](dxd)
10. Liya (alive, 15 tahun): [Asuna Belum] (SAO)
11. Leo (alive, 14 tahun): [Mereoleona Varmilion belum] (Black Clover)
12. Kunou (alive, 12 tahun): [Yasaka Masih] (dxd)
13. Shuna (alive, 12 tahun): [Shirahoshi masih] (One Piece)
14. Sting (alive, 11 tahun): [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
15. Luck (Die karakter, 10 tahun): [Albedo] (Overlord)
16. Luna (alive, 10 tahun): [Boa Hancock Belum] (One Piece)
17. Hinami (alive, 8 tahun) : [Itori versi rambut coklat, die karakter] (Tokyo Ghoul)
18. Kuroe (alive, 5 tahun) : [Chisato Hasegawa belum] (Shinmai Maou no Testament)
19. Myu (alive, 4 tahun) : [Remia belum] (Arifureta)
20. Luffy (alive, 8 bulan) : [Nico Robin belum] (One Piece setelah time skip)
Note : untuk no 1 sampai 7 hanya umur sesuai fisik yang terlihat, karena umur no 1 sampai 7 jauh melebihi catatan (biar enak membayanginya). Kalau no 8 dan seterusnya itu umurnya sudah sesuai.
.
See you next chap...
