Naruto terlihat sedang menikmati angin sore yang menerpa wajah serta rambutnya, kilatan kenangan dari dirinya bersama Nozomi pun terlihat, senyuman tipis terpatri di wajah tampannya. Semua ingatan itu tersimpan rapih di kepala pirangnya, dirinya tak menyangka sudah menjadi pasangan hidup dari wanita yang memberikannya dua orang anak selama lima belas tahun.
Anak pertamanya sudah mulai bersekolah di sekolah menengah pertama yang berada di dekat kuil itu, sementara anak keduanya masih di sekolah dasar.
Umur Naruto sudah mencapai kepala empat saat ini, sama seperti Nozomi. Sementara sang Ibu yang sudah berumur kepala enam masih terlihat muda daripada perempuan lainnya, dia bersyukur karena Ibunya bisa melihat cucu-cucunya tumbuh dewasa.
Helaan napas keluar dari mulutnya, dia telah menyelesaikan beberapa agenda pada cafe serta restoran yang dikelola bersama Nozomi dan Kushina tadi pagi, dan kini dia beristirahat di rumahnya serta membiarkan Shikamaru mengatur semuanya.
Naruto menatap cincin emas putih yang melingkar dijari manisnya, cincin itu berada di sana selama lima belas tahun. Dia mengingat bagaimana kesialannya saat pulang dari Cafe dan berencana untuk berdoa di kuil ini, saat itu kebetulan hujan turun mengguyur kotanya serta membuat dirinya terjebak di kuil.
Nozomi datang dan menawarkan sesuatu hingga dia menawarkan sake untuk diminum. Kesialan itu berubah menjadi keberuntungan baginya, dia menikahi Nozomi setelah berhubungan badan dengan wanita itu. Hingga kini, ingatan tersebut masih berputar di kepalanya. Dia tak akan melupakan awal pertemuan dirinya serta wanita yang paling dicintainya itu.
"Naru."
Dari belakang, Nozomi berdiri dengan sebuah nampan yang ia bawa dari dapur. Wanita itu meletakkan nampan tersebut di samping Naruto. "Apa itu?"
"Sake." Nozomi tertawa kecil saat Naruto menatapnya tajam. "Bercanda kok, ini Chazuke." Naruto melihat teko khas serta dua buah mangkuk yang berisi nasi serta beberapa lauk lainnya. "Ngomong-ngomong, selamat ulang tahun."
Naruto tersenyum, dia mencium dahi Nozomi. "Terima kasih ucapannya."
"Maafkan aku yang tak bisa memberikan hadiah untukmu."
Naruto mengelus kepala ungu Nozomi. "Tak apa, aku sudah senang dengan ucapanmu tadi." Naruto pun mengambil salah satu mangkuk yang sudah di tuangkan teh hijau di dalamnya. "Masakanmu sudah cukup menjadi hadiahnya."
Nozomi tertawa kecil, dia duduk di samping Naruto sambil memakan masakan buatannya. "Terima kasih."
Beberapa saat kemudian. "Non-tan, masih ada kah?"
"Masih, mau tambah?"
"Ya, aku mau tambah, masakanmu enak soalnya."
"Ufufufufu, terima kasih pujiannya, sayang."
Naruto tersenyum, dan mengelus kepala Nozomi. Istrinya itu beranjak untuk mengambil kembali makanan tersebut dan memberikannya pada sang suami.
Sore itu, Naruto dan Nozomi menikmati waktu berduanya di halaman belakang rumah ditemani dengan Chazuke buatan Nozomi.
...
..
.
END
Naruto by Masashi Kishimoto.
Love Live by Kimino Sakurako.
