STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rate : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair :
Naruto U x Big Harem
(Great Red x Kholkikos x Katerea x Serafall x Grayfia x Arturia x Yasaka x Asuna x Mereoleona x Shirahoshi x Albedo x Freya x Hancock x Chisato x Remia x Robin) x (Kalawarner x Izanami x Gabriel x Hestia x Tiamat x -- )
(Menma x Raynare x Akeno) (Gray x Kuroka) (Minato x Koneko)
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, gaje, alur berantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 41
.
#347 TAHUN YANG LALU
.
#ELEMENTAL NATION WORD
.
Tap! Tap! Tap!
Langkah pria dewasa kisaran 23 tahun di lorong-lorong ruangan. Langkah santainya tak ada keraguan sama selali. Rompi khasnya sudah terlihat jelas bahwa dia adalah seorang Jonin Ninja resmi. Di belakangnya diikuti 3 bocah berusia 12 tahunan, dan salah satunya bergender perempuan.
"Hoho... Baru pulang misi. Naruto."
Yap, dia adalah Namikaze Naruto, Ninja hebat yang selalu samangat setiap saat. Dia anak dari Namikaze Minato, sang Yondaime Hokage dan Uzumaki Irene. (Irene Belserion, Fairy Tail). Dan dia juga memiliki seorang adik perempuan, Namanya Namikaze Erza. (Erza Scarlet, Fairy Tail). Selaligus murid bimbingannya yang beranggota dengan Uchiha Itachi dan Uchiha Shisui, yang dari tadi mengikutinya dari belakang.
Selain Erza, dia masih memiliki adik lagi yang berusia 5 tahun, namanya Namikaze Arashi, dia memiliki rambut berwarna merah mengikuti marga Uzumakinya.
Tapi sayang, sosok Namikaze Naruto telah membuat banyak perempuan patah hati. Bukan karena Naruto pria brengsek yang suka main perempuan. Melainkan karena sosok Naruto itu sudah tak lajang lagi, dia sudah memiliki istri yang bernama Kurenai Yuhi dan seorang anak berusia 5 tahun bernama Namikaze Yuu (oc). Anak laki-laki yang periang dan memiliki rambut berwarna kuning seperti ayahnya dan mata merah seperti ibunya,
"Ya seperti itulah, hehe,"
Cengengesan Naruto, membalas ucapan pria paruh baya yang berkerja di kantor Hokage itu. "Tou-san ada?"
"Ada. Masuk saja ke dalam,"
Naruto pun mengangguk, ia melanjutkan lagi langkahnya menuju ruangan Hokage. Dan pastinya Itachi, Shisui dan Erza mengikutinya di belakang.
Tak butuh waktu lama, kini Naruto telah berdiri di depan pintu ruang Hokage. Tak ada niatan untuk mengetuk terlebih dahulu, ia lebih memilih langsung memegang ganggang pintunya.
Krieeeeeet!
Pintu terbuka, Naruto melangkah masuk ruangan dengan perlahan.
"Tou-san!" Tiba-tiba anak kecil berambut kuning dan mata merah langsung menghampiri Naruto dengan senangnya.
Naruto hanya tersenyum, ia tau siapa anak itu. Dia adalah anaknya, Namikaze Yuu.
Naruto kemudian berjongkok, menyamakan tingginya dengan Yuu. "Hoho... Kenapa jagoan Tou-san ada di dini? Lalu di mana Kaa-sanmu?"
"Aku di ajak Arashi dan Nenek ke sini, dan Kaa-san ada di rumah,"
Naruto hanya mengangguk mengerti, ia berdiri lalu menoleh ke depan ke arah 3 orang dewasa di hadapannya. Mereka adalah kedua orang tuanya serta Sandaime Hokage.
Minato tersenyum. "Bagaimana? Apa misinya lancar?" tanyanya.
"Ya be..."
"Lancar Tou-san." Erza langsung memotong ucapan Naruto, lalu menoleh ke arah Itachi dan Shisui. "Iyakan Itachi. Shisui," sambung Erza meminta dukungan mereka berdua.
"I-iya,"
Minato menyipitkan matanya, ia menatap curiga Itachi dan Shishui, karena jawaban dari mereka terlihat meraggukan.
Ctak!
"Au."
Jitakan tangan Naruto mendarat di kepala merah Erza, dan Erza langsung merintih kesakitan, mengelus kepalanya yang sedikit benjol.
"Jangan mengada-ada Erza, kita sedikit kesulitan kemarin," ucap Naruto.
Erza langsung memayunkan bibirnya, menoleh ke arah lain. "Mou... Nii-san. Seharusnya biarkan aku terlihat hebat di depan Tou-san dan Kaa-san,"
"Huh..." semua orang dewasa di ruang itu menghela nafas. "Kau tetap hebat kok, Sayang." Ucap Irene. "Asal Kaa-san dan Tou-san melihat kalian selamat dari misi, itu suatu kehebatan yang luar biasa loh," sambungnya.
"Yah... Kaa-san. Itu tidak seru lah," keluh Erza.
Membiarkan Erza yang mengeluh, Naruto memilih maju satu langkah dengan sebuah gulungan di tangannya, lalu meyerahkan kepasa Yondaime Hokage. "Hasil misi ada di dalam,"
"Baiklah, biar kulihat." Minato menerima gulungan itu, Lalu membukanya, melihat isi gulungan sebentar, kemudian di tutup kembali. "Memuaskan," ucap Minato.
"Jika sudah tak ada yang ingin ditanyakan, aku akan pamit sekarang," ucap Naruto.
Minato sedikit melirik jam dinding. "Ah, mungkin kita bisa pulang bareng, Naruto. Tou-san juga ingin berkunjung ke rumahmu,"
"Baiklah kalau begitu," balas Naruto.
Minato pun tersenyum, ia kemudian menoleh ke arah Sandaime Hokage aka Hiruzen Sarutobi. "Mau ikut, Sandaime-sama?"
"Hmm..." Hiruzen mengelus dagunya. "Boleh, sesekali kita bisa mengobrol santai nanti di jalan." Ucapnya.
Minato pun mengangguk, kemudian mereka semua yang berada di ruangan itu beranjak keluar dari ruangan itu. Dengan Yuu yang berada di pundak Naruto.
.
#Skip Time
.
Sambil mengobrol santai di perjalanan, tak terasa rombongan Naruto sudah sampai di depan rumahnya Naruto, kecuali Itachi dan Shisui yang lebih memilih pulang ke rumah mereka masing-masing.
Kini mereka telah sampai di depan rumah sederhana, dengan Naruto yang sedang membuka pintu rumah itu.
"Aku pulang..."
Ucap Naruto dan Yuu bersamaan. Tak ada jawaban yang menyambutnya.
"Ah... Ah... Ah..."
Semua terdiam, menfokuskan pendengarannya. Mereka mendengar suara desahan perempuan yang berasal dari dapur rumah itu.
"Ah... Ah... Ah.. Asuma. Ah... Ah... Aku mau keluar..."
Suara desahan itu semakin jelas, saat tak sadar Naruto dan yang lainnya melangkah perlahan ke arah sumber suara.
"Aku keluar... Aku keluar... Kyaaaaa."
"Aku juga kure. Guhhhh."
Sungguh pemandangan yang tak patut dilihat. Naruto dan yang lainnya tak percaya melihatnya. Apa yang mereka dengar ternyata adalah kegiatan hina sepasang pria wanita yang melakukan hubungan layaknya suami istri.
Wajah Naruto berubah menjadi datar, perasaannya hancur, bagaikan tombak yang menembut jantungnya, Sangat sakit dan tak percaya melihatnya. Semua tau siapa yang sedang melakukan hal hina itu, dan yang lebih sakit itu, ternyata wanita yang berhubungan intim itu 'Istrinya sendiri'.
"AAAAASUUUUMAAAAAAA!"
DUARRRRRR!
Hiruzen sangat murka, ia langsung menshunshin dengan cepat dan membenturkan kepala si pria yang berhubungan tadi ke ke tembok ruangan itu. Siapa lagi kalau bukan Asuma Sarutobi, anak dirinya sendiri.
Debu berterbangan di mana-mana, menutupi penglihatan mata setiap orang di situ.
Deg!
Kurenai tersentak setelah debu melihat. Ia melihat ke arah Naruto dan yang lainnya. Tubuhnya bergetar, perasaanya takut yang luar biasa. Karena Naruto, mertuanya, serta anaknya menatapnya. Tatapan yang dapat membuat siapapun takut, yaitu tatapan Kekecewaan yang ditunjukkan oleh mereka.
"Na-Naru, a-aku bisa jela..."
Belum sempat Kurenai menyelesaikan ucapannya. Naruto telah berbalik badan terlebih dahulu menuju keluar rumah.
Duarrr!
Sangat keras Naruto membanting pintu rumahnya. Perasaanya Kacau dan ia lebih memilih pergi untuk tak melihat Hal yang barusan terjadi.
Langkahnya cepat, wajahnya datar. Bahkan seorang wanita bermarga Uchiha yang menuntun bocah berusia 5 tahun yang sempat menyapanya saja tak di balas olehnya.
"Naru-kun kenapa ya?"
Batin wanita itu. Dia adalah Uchiha Mikoto, seorang janda 2 anak, Itachi dan Sasuke lah anaknya. Suaminya Uchiha Fugaku telah meninggal 5 tahun yang lalu saat menjalankan misi Rank-SS bersama Naruto, dan bertepatan dengan lahirnya Sasuke waktu itu.
.
Kembali ke dalam rumah. Minato, Irene, Hiruzen dan Erza menatap tajam Kurenai dan Asuma. Kini mereka duduk menunduk di hadapan mereka. Sedangkan Yuu dan Arashi telah pergi keluar rumah, mengejah ayahnya atas perintah Minato. Semua diam, tak ada yang bersuara.
"Ka-Kaa-san, A-aku bi-sa je-je..."
BRAK!
Ucapan terbata-bata Kurenai terpotong. Dengan tampang marah, Irene memukul meja hingga hancur berkeping-keping. "JANGAN SEBUT AKU KAA-SANMU LAGI! SIALAN!"
Kurenai tambah menunduk, ia terdiam dengan diselimuti perasaan Menyesal, yang sangat-sangat Luar biasa.
Srek!
Minato berdiri. "Irene. Kita pulang." Ucap tegas Minato, lalu menoleh ke arah Hiruzen. "semuanya sekarang urusanmu." Ucap datar Minato, baru kali ini ia berkata tak sopan terhadap Hiruzen. Dan sekarang Minato menatap tajam Kurenai. "Jangan pernah memperlihatkan wajah busukmu lagi di hadapan keluarga kami. Mulai sekarang kau bukan lagi bagian Namikaze. Dan jangan pernah mengambil Yuu dari kami."
Kelu dan kaku, Kurenai ingin menjawab ucapan Minato yang terahir. Tapi lidah dan mulutnya seakan terkunci untuk mengatakan sedikit kata. Hingga langkah keluarga Namikaze keluar pun, Kurenai tak bisa bersuara.
Sring!
Pedang panjang muncul di tangan Erza, dan di acungkan ke arah Kurena. "Jika aku melihatmu mencoba mendekari Nii-san lagi, maka pedang ini yang akan memotong lehermu, Jalang." Ucap Erza mengancam.
Minato, Irene dan Hiruzen terkejut. Bukan tampang Erza yang berani seperti itu, melainkan nada acaman yang amat-amat mengerikan yang keluar dari mulutnya itu. Baru kali ini bagi mereka melihat Erza terlihat sangat marah yang luar biasa. Bahkan Kurenai dan Asuma dibuat diam membisu dengan Ancaman Erza yang bisa di setarakan dengan Intimidasi tingkat Kage itu.
"Erza. Cari Yuu dan Arashi. Bawa mereka pulang."
Perintah tegas Minato. Erza pun menghilangkan pedang di tanganya. Dan langsung melangkah keluar mencari Yuu dan Arashi tanpa permisi sama sekali.
SRING!
Begitu juga Minato dan Irena, mereka langsung beteleport kilat menuju rumahnya sendiri tanpa permisi sama sekali.
.
#Skip 2 Hari kemudian
.
Krieeeeeet!
Pintu kantor Hokage terbuka. Terlihat Naruto masuk ke dalam ruangan itu. Wajahnya terlihat biasa, seperti telah melupakan kejadian 2 hari yang lalu menimpa rumah tangganya. Walau nyatanya perasaannya masihlah Sakit dan Kecewa, tapi ia berusaha tegar menghadapi itu.
Minato selaku ayahnya pun tau, pasti terpukul bagi Naruto. Wanita yang telah diberi Hati oleh anaknya, tapi kejadian 2 hari yang lalu seperti memimta Jantung anaknya. Saat sakit pasti yang di alami oleh anaknya itu.
"Apa ada misi lagi, Tou-san?"
"Huh..." Minato menghela nafas, ia tau mengapa dengan cepat Naruto mengambil misi karena alasan lain. "Ada satu, tapi sebaiknya kau berangkat besok saja," ucap Minato. Ia ingin mencegah, tapi apa dayanya, ia tau misi adalah hal terbaik untuk menghilangkan keterpurukan anaknya itu. Walaupun dilihat dari manapun anaknya terlihat Biasa saja, tapi hatinya Sangat Rapuh.
Minato pun melempar gulungan itu kepada Naruto. Dan dengan sigap Naruto menangkapnya.
"Aku akan mengabari murid-muridku terlebih dulu," ucap Naruto.
"Ya, dan jangan pulang terlalu malam. Kau perlu mempersiapkan bekal yang akan kau bawa untuk menjalankan misi itu." Balas Minato.
Naruto hanya mengangguk, ia berbalik badan dan melanglah keluar dari ruangan itu.
.
#Skip Ichiraku Ramen
.
Kedai raman yang sangat terkenal di desa Konoha, selalu ramai karena kualiatas yang telah di akui para kage, bahkan ninja-ninja elit sering berkunjung ke tempat itu.
Tapi kali ini berbeda, kedai itu tetaplah ramai, tapi ramainya sekarang diisi oleh ninja-ninja angkatan Naruto dulu. Seperti Hatake Kakashi, teman setimnya Naruto bersama Uchiha Obito dan Nohara Rin yang telah tiada.
Bukan Cuma Kakashi, di situ juga ada Gekko Hayate, Uzuki Yugou, Mitarashi Anko, Inuzuka Hana, Hagane Kotetsu, Kamizuki Izumo, Shiranui Genma dan Yamashiro Aoba yang terlihat jelas berada di kedai itu sedang mengobrol sambil menyantap sajian ramen hangat.
"Ne, Ne Kakashi." Si wanita tombo aka Anko tiba-tiba berucap, sontak pria bermasker aka Kakashi menoleh kepadanya.
"Apa?"
"Apa benar, Naruto telah bercerai dengan Kurenai?" tanya Anko.
Semua terdiam, mereka yang mendengar ucapan Anko terdiam. Kabar baru mereka dapat, walau tak di pungkiri jika mereka sedikit terkejut mendengarnya tadi.
"Huh..." Kakashi menghela nafas. "Kau tau dari mana kabar itu?" sedikit bertanya tak masalah bagi Kakashi, walaupun sebenar ia tau apa maksud ucapan Anko, tapi untuk memastikan tak apa lah.
"Aku hanya dengar bisik-bisik tetangga sebelah Naruto, kalau 2 hari yang lalu sesuatu yang Wahhhh terjadi di rumah Naruto."
Semuanya selain Kakashi menaikkan alisnya. "Apa yang wah... Anko-Chan?" tanya Hana.
"Kesini-kesini, akan kubisikan sesuatu," kata Anko menyuruh semuanya mendekat, dan mereka pun mendekat, kecuali Kakashi.
Entah kenapa mereka yang mendengar bisikann Anko tiba-tiba melebarkan mata. Mereka seperti tak percaya dengan info yang diberikan Anko.
Yugou dan Hana menatap Kakashi. ""Apa benar, Kakashi?"" tanya mereka berdua bersamaan. Sedangkan Kakashi hanya mengangguk saja sebagai jawabannya.
""Yes!""
Krik! Krik! Krik!
Yugou dan Hana kini menjadi tatapan aneh orang-orang di situ karena teriakan semangatnya. Sontak Yugou dan Hana terdiam, mereka baru menyadari jika mereka menjadi sumber tatapan banyak orang.
Terdiam sebentar, kemudian Yugou dan Hana terlihat tersenyum aneh, sangat aneh sehingga menjadi tatapan aneh lagi oleh teman-teman mereka di situ.
.
""Tidak Fress, bekaspun jadi, hehehe.""
.
#Skip Komplek Uchiha
.
Cukup lama Naruto berjalan menuju rumahnya Itachi, Sekedar memberi kabar bahwa besok akan melakukan misi lagi. Walau nyatanya dia mampu untuk berteleport kilat, tapi hari ini ia merasa malas untuk melakukan hal itu.
Kini Naruto berdiri tepat di depan pintu rumahnya Itachi, tangannya terangkat.
Tok! Tok! Tok!
Ia mengetuk pintu itu sebanyak 3 kali. "Ya! Tunggu sebentar!" jawaban dari dalam rumah, nampaknya ibunya Itachi merespon ketukan puntunya.
Sreeeeek!
Pintu geser terbuka. "Ah Naru-kun, mau mencari Itachi?" ucap Mikoto.
"Um. Itachi ada?"
"Ada. Masuk saja, dia ada di halaman belakang bersama Shisui,"
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah, menuju halaman belakang rumah itu. Mikoto berada di belakang Naruto, menatap sendu Naruto. Ia sebenarnya tau apa yang terjadi di rumah tangga Naruto, karena ia dengar sendiri dari Irene selaku ibunya Naruto saat kemarin berkunjung ke rumahnya.
Langkah mereka pun sampai di halaman belakang. Dan kehadiran Naruto di sadari oleh Itachi dan Shisui. ""Sensei"" ucap mereka berdua.
"Yo!"
Itachi dan Shisui mendekat ke arah Naruto. "Aku tau, Sensei datang kemari pasti akan ada misi lagi kan?" tebak Shisui, dan Itachi hanya mengangguk saja.
Naruto mengacak-acak rambut Shishui. "Kau ini ya, pandai sekali menebak,"
"Shishui gutu loh, ha... Ha..." ucap Shishui bangga sambil memukul dadanya pelan.
"Jadi misi apa, Sensei?" tanya Itachi.
"Misi menyelidiki sebuah desa terpencil yang katanya banyak kejadian penyerangan oleh mahkluk kerdil berwarna hijau,"
Tanda tanya muncul di lepala Itachi dan Shisui. ""Mahkluk apa itu, Sensei?""
"Nanti akan Sensei jelaskan saat perjalanan besok,"
""Baiklah Sensei"" angguk mengerti Shisui dan Itachi bersamaan.
Tap! Tap! Tap!
Dari dalam rumah, nampak Mikoto menghampiri Naruto dengan nampan berisi minuman. "Silakan diminum, Naru-kun,"
"Ah Bibi, merepotkan saja,"
"Tak apa Naru-kun, bukannya setiap kali kau datang selalu seperti ini,"
"hehe... Iya si,"
Mereka pun mengobrol santai, sambil mengamati Itachi dan Shisui yang sedang berlatih tanding Taijutsu.
Bagi Mikoto. Ia mengobrol dengan Naruto sebisa mungkin untuk tak menyinggung perasaannya.
Mikoto tau, tampang Naruto memang terlihat biasa, tapi batinya sangat-sangatlah terpukul. Seperti merpati besayap satu yang berusaha terbang, walau berusaha tegar, tapi tetap saja Percuma. Sekeras baja pasti akan meleleh, sekuat ketabahan seseorang pasti akan Runtuh pada waktunya.
Seperti yang digambarkan oleh Naruto saat ini, walau dia berkata 'Aku baik-baik saja'. Tapi batinnya berkata 'Aku sangat sakit dan kecewa'.
Naruto memang kuat dan sabar, tapi kata ' i have the heart' masih berlaku untuknya. Bukan Cuma dirinya, tapi untuk semua orang yang memiliki hati dan perasaan.
Seperti Mikoto lihat melalui obrolan santainya dengan Naruto. Kini Naruto yang selalu semangat dan pantang menyerah sedang berada dititik terendah kehancuran. Berkat Sharingannya, Mikoto mampu melihat isi hatinya Naruto.
Tik! Tik! Tik!
Breeeeeeees!
Tiba-tiba hujan, obrolan yang tak di sadari sudah sampai larut malam malah terhenti karena hujan.
"Lebih baik masuk ke dalam, tidak baik berada di luar seperti ini ketika hujan," tawar Mikoto.
"Sepertinya begitu," balas Naruto.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, Itachi telah masuk ke kamarnya, tertidur bersama Sasuke. Dan Shisui telah pulang ke rumahnya.
"Menginaplah di sini, Naru-kun. Kaa-san dan Tou-sanmu tak akan keberatan jika mereka tau kau menginap di sini," tawar Mikoto.
"Sepertinya begitu," balas Naruto. 2 kali ia membalas dengan ucapan yang sama, malau dia mampu berteleport langsung ke rumah, tapi ia tak kepikiran sampai ke situ, sungguh aneh.
"Aku pinjam kamar kosongnya, Bibi,"
"Um." Mikoto hanya mengangguk.
Naruto pun langsung melangkah ke kamar kosong tak jauh dari ruangan itu. Tiba-tiba mata Mikoto berubah merah dengan 3 tomoe yang berputar-putar, terus berputah hingga membentuk sebuah pola tertentu yang disebut Mangekyou Sharingan.
Mikoto tersenyum, ia melangkah menuju kamar yang di tempati oleh Naruto. Hingga tak butuh waktu lama, Mikoto telah berada di dalam kamar, menatap Naruto yang telah tertidur pulas.
"Kau tau Naru-kun? Ini mungkin tak wajar. Tapi aku menaruh perasaan terhadapmu..." Wajah Mikoto mendekat ke arah wajahnya Naruto. "Aku tau, kau sangat perhatian dengan anak-anakku karena amanat mendiang suamiku dulu." Dua Centi bibir Mikoto mendekat ke bibir Naruto. "Tapi bagiku, hal itu membuat perasaan di hatiku tumbuh dan terus tumbuh. Seperti aku telah menemukan pengganti mendiang suamiku." Satu Centi lagi. "Kau adalah pria yang sabar dan penyanyang. Walau kadang bertingkah konyol, tapi aku tau niatmu hanya untuk membuat orang-orang di sekitarmu tak tertekan oleh beban kesulitan." 0,5 Centi lagi, nafas Naruto sangat terasa dirasa oleh Mikoto, senyuman Mikoto sedikit lebar.
.
"Aku mencintaimu, Naru-kun,"
.
#Skip 1 minggu kemudian
.
Wush! Tap! Wush! Tap! Wush! Tap! Wush!
.
Terus melompat, batang pohon sebagai pijakan untuk Naruto serta anak didiknya melompat.
"Hahaha, kau lihat tadi Erza. Itachi. Aku tadi membantai 70 Goblin, hahaha," tawa bangga Shishui.
"Tapi hanya Goblin-Goblin kecil saja, hebatan aku lah, mengalahkan 21 Hob-Goblin." Ejek Erza.
"Hmmm... Aku yang mengalahkan 12 Goblin Champions saja, biasa-biasa saja." Ucap Itachi santai.
"DIAM KAU ITACHI-TEME!"
Berbagai teriakan dan perdebatan konyol murid-murid didikan Naruto, suatu hiburan tersendiri bagi Naruto untuk menghilangkan lelah saat perjalanan pulang mereka dari misi yang mereka jalani kemarin-kemarinnya.
"Misi yang lancar ya,"
Tap!
Lompatan Naruto terhenti, begitu juga dengan murid-muridnya. Mereka langsung bersiaga, menatap keanehan di depan mereka yang tiba-tiba ada portal dimensi yang mengeluarkan seseorang dengan wajah yang ditutupi oleh topeng, dan mahkluk seperti tumbuhan yang muncuk dari batang pohon.
Naruto menatap tajam sosok itu. "Akatsuki." Desisnya, Naruto tau itu, Organisasi dengan atribut awan merah di baju mereka, seluruh penjuru pun sudah tau kalau itu adalah Organisasi teroris bernama Akatsuki.
Prok! Prok! Prok!
Pria bertopeng itu bertepuk tangan. "Namikaze Naruto, Ninja hebat yang dijuluki Kiroi Senko Junior,"
"Erza! Itachi! Shisui! Kalian kembali ke Kohona duluan, Sensei akan menangani mereka," perintah Naruto. Ia tau, orang di depannya adalah lawan yang tak dapat di remehkan.
"Tapi Sen..."
"Janngan membantah, cepat laksanakan."
Erza ingin membantah, tapi langsung dopotong cepat oleh Naruto.
Berat bagi murid-muridnya Naruto. Walau begitu, itu sudah perintah tegas Senseinya, mereka tau, perintah Senseinya ada baiknya untuk mereka.
"""Baik Sensei."""
Wush! Wush! Wush!
Erza, Itachi dan Shisui langsung melesat jauh. Menuju Konoha, meninggalkan Naruto yang kini berhadapan dengan anggota Akatsuki di hadapannya.
Naruto menatap pria bertopeng. "Dan kau masih hidup, Obito."
"Kheh..." anggota Akatsuki bernama Obito, menyerigai di balik topengnya. Obito membuka topengnya dengan perlahan, Sharingan mata kirinya menyala merah.
"Kau memang sangat teliti memgamati sekitarmu ya,"
"Heh... Tidak ada pola Mangekyou Sharingan yang sama seperti Kakashi-teme selain pemilik mata sesungguhnya,"
Sring!
Obito tersenyum. "Baka..." gumam Obito.
Naruto melebarkan mata, serangannya menembus tubuh Obito, dan ia tak menyadari bahwa mahkluk aneh yang bersama Obito berada di dekatnya, mengarahkan tangannya ke arah Naruto.
Sring!
Belum sempat akar yang keluar dari tangan mahkluk itu menyerang. Naruto telah menghilang dan muncul di atas batang pohon.
"Sudah kukatakan kan, Zetsu. Jika menyerangnya harus lebih cepat lagi," kata Obito.
"Benar-benar keturunan Kiroi Senko," ujar Mahkluk aneh bernama Zetsu itu.
Naruto masih terus mengamati, mencari sisi tepat penyerangan yang akan di lakukannya. Naruto berdiri, kunai cabang 3 digenggam sangat erat.
Pofh!
Kunai cabang 3 nya menjadi 2 di genggaman Naruto.
Shot! Shot!
Kunai cabang 3 dilemparkan secara bergantian ke arah Obito. Kunai pertama menembus tubuh Naruto, tapi kunai kedua dihindari oleh Obito.
Naruto tersenyum melihat hal itu. "Jadi begitu," gumamnya sambil merogoh kunai di kantong tasnya.
Shot!
Naruto kembali melempar kunai itu kembali. Dan Obito tersenyum melihatnya. "Kau Baka ya Naruto? Serangan yang sama dilakukan untuk kedua kalinya itu tak akan mempan terhadapku," ucap Obito, bersamaan dengan Kunai cabang 3 yang menembus kepalanya.
Naruto tersenyum. "Lihat saja,"
Sring!
Tepat kunai cabang 3 melewati kepala Obito, Naruto berteleport kilat dengan cepat, membuat Obito dan Zetsu terkejut.
Duagh!
Brugh!
Braak!
Obito terpental ke samping, menabrak Zetsu dan langsung membentur 2 pohon hingga tumbang.
Wush!
Naruto lamgsung melompat, ia merasa ada bahaya menghampirinya dari bawah kakinya. Dan benar, Zetsu muncul di bawah kakinya Naruto.
Wush!
Tap!
Obito melompat, ia berdiri di samping Zetsu. Dan topengnya telah melekat di wajahnya kembali.
"Naruto!" panggil Obito. Ia mengulurkan tangannya. "Ikulah bersamaku. Dengan bantuanmu kita akan menciptakan sebuah impian tanpa batas. Tidak akan ada sosok seperti Kurenai dan Asuma lagi jika semua impian itu terwujud," kata Obito.
Naruto terdiam, wajahnya datar. Luka yang hampir Tertutup, kini terbuka kembali. Ingatan-ingatan kejadian 9 hari yang lalu kembali terbayang, tapi bayangan terakhirnya menampilkan bayangan Yuu yang sedang tersenyum senang.
Naruto tersenyum. "Tidak Obito. Aku masih memiliki tujuan hidupku." Senyuman Naruto berubah menjadi senyuman mengejek. "Tidak sepertimu yang terperangkap di dalam jurang Keputusasaan, dan tak pernah bisa pergi dari Kenangan,"
Kini Obito lah yang wajahnya berubah menjadi datar di balik topengnya. Ia tau kata-kata Naruto menyindir dirinya yang tak bisa melupakan sosok Rin di kehidupannya.
Mata Sharingan Obito berubah menjadi Mangekyou Sharingan. "Pikirkan perkataanku kembali, aku akan menjemputmu kembali."
[KAMUI!]
Sebuah portal tercipta di hadapan Obito, menghisap Obito dengan perlahan.
"Sial. Harus cepat sebelum dia kabur lagi."
Shot!
Naruto melempar Kunai ke arah portal Kamui Obito ketika porta tersebut semakin mengecil dan Obito telah terhisap ke dalam.
[HIRAISHIN!]
Naruto menghilang, ia menembus portal ciptaan Obito. Tiba-tiba portal yang tadinya mengecil secara perlahan, menjadi lebih cepat mengecilnya, dan hilang seketika.
Bruk!
Satu kunai cabang 3 jatuh dari portal tadi yang mehilang. Dan kini hanya kesunyian yang ada di tempat itu, karena tak ada siapa-siapa di situ.
.
#Skip 4 jam kemudian (Kantor Hokage)
.
Tap! Tap! Tap! Tap!
BRAK!
"TOU-SAN!"
Sontak Minato dan Irene yang berada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu ruangan itu. "Aduh Erza. Jangan teriak-teriak dong." Ucap Irene di samping Minato sedang membantunya menata banyak dokumen di meja. Sedangkan Minato sendiri sudah menutup telinganya sendiri.
Erza dengan cepat langsung melangkah ke hadapan ayahnya, diikuti Itachi dan Shisui di belakangnya. "Tou-san," mata Erza tiba-tiba berkaca-kaca. "Nii-san. Nii-san,"
Benar, Minato dan Irene baru menyadari bahwa Erza, Itachi dan Shisui masuk ke ruangan itu tak bersama Naruto. Sontak Minato bertanya. "Ada apa dengan Nii-sanmu, Erza?"
"Tou-san cepat bantu Nii-san, dia sedang melawan seseorang,"
Srek!
Minato langsung berdiri dari duduknya. "Seperti apa ciri-ciri orang yang dilawan Nii-sanmu?"
"Awan merah, lambang awan merah di baju yang mereka pakai," jawab cepat Itachi.
Minato dan Irene melebarkan mata terkejut, mereka tau ciri-ciri yang disebutkan Oleh Itachi.
"Neko!" teriak Minato.
Sring!
Muncul seorang Ambu khusus dengan topeng kucing di hadapan Minato. Langsung membungkuk hormat.
"Panggil Kakashi dan unit pencarian. Sekarang." Perintah Minato.
"Hai. Hokage-sama."
Sring!
Ambu itu langsung menghilang kembali, melaksanakan perintah dari Minato.
.
#Skip 1 minggu kemudian
.
1 minggu berlalu, kini di kantor Hokage nampak ada beberapa Ninja Jonin sedang menghadap Minato dan Irene. Seperti Hatake Kakashi, Inuzuka Hana, Maito Guy dan Ambu berkode Neko.
Kakashi maju satu langkah, ia menunduk. "Maaf Yondaime-sama, hanya ini yang kami temukan," ucap Kakashi sambil meletakkan kunai cabang 3 di hadapan Minato. "Bahkan bau Naruto tak dapat di lacak keberadaannya,"
Bruk!
Irene tiba-tiba ambruk pingsan dan langsung di tangkap dengan sigap oleh Minato. "Tolong tinggalkan ruangan ini," ucap lemah Mimato.
"Hai. Yondaime-sama." Balas Kakashi.
Mereka pun keluar ruangan hokage. Kini tinggal Minato yang sedang memeluk Irene yang pingsan, serta sedikit air mata yang mengalir dari matanya.
"Apa yang harus aku katakan kepada Yuu, hiks,"
.
Hari berganti, kesedihan sekarang melanda di keluarga Yondaime atas kepergian Naruto yang Mungkin tak akan kembali lagi.
Keluarga Yondaime, Hiruzen, teman-teman angkatan Naruto, murid-miridnya Naruto, Mikoto, serta kerabat-kerapa dekat Naruto kini memakai pakaian serba hitam.
Mereka menatap sendu batu Nisan yang bertulis nama Namikaze Naruto. Walau tak ada Jasadnya, mereka telah menyakini bahwa Naruto benar-benar meninggal saat melawan musuh, dan berbendapat bahwa jasad Naruto telah di lenyapkan oleh musuh.
Banyak yang bersedih, terutama keluarga Yondaime. Bahkan Yuu selaku anaknya Naruto menangis sambil memeluk batu nisan itu. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan bila dilihat mata.
Bukan Cuma keluarga Yondaime saja yang bersedih, teman-teman seangkatannya juga banyak yang bersedih. Dan yang paling terlihat jelas kesedihanya adalah Yugou dan Mikoto.
Yugou mengepalkan tangannya sangat erat, beberapa air mata pun jatuh dari matanya. "Kenapa harus secepat ini, Kami-sama. Hiks... Bahkan aku belum mengungkapkan perasaanku padanya, Hiks..." tangis batin Yugou.
Mikoto juga, ia bersedih tapi tak mengeluarkan air mata. Ia mengusap lembut perutnya. "Kenapa harus secepat ini, Kami-sama, bahkan aku belum memberitau kabar bahagia ini padanya," batinnya sambil terus mengusap lembut perutnya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya untuk menuntun Sasuke.
.
Seperti Virus, kabar kematian Naruto menyebar sangat cepat. Bahkan kabar itu telah sampai ke Negara-Negara tetangga. Seperti Negara Angin, Negara Petir dan Negara Air yang sangat cepat merima kabar itu.
BRAK!
Meja hancur, sang pelaku penghancuran adalah sosok wanita berambut merah Marun yang kini sedang menggenggam sebuah kertas sangat erat.
Lalu wanita itu membantin kertas itu. "PRIA SIALAN! PRIA SIALAN! PRIA SIALAN! KENAPA HARUS MATI SIALAN! KEMBALIKAN CIUMANKU SIALAN!" teriak kesal wanita itu.
.
PYARRRRR!
Cermin kaca di kamar mandi pecah, dan pelakunya adalah wanita berambut kuning model bob yang dengan emosinya menghantam cermin itu.
"PRIA AHOO! PRIA BAKA! PRIA AHOO! PRIA BAKA!" Berbagai sumpah serapah terlontar dari mulutnya.
Tiba-tiba wanita itu menunduk, dengan perlahan ia tersimpuh. "Hiks... Hiks... Bahkan aku belum sempat meminta tanggung jawabmu, atas tangan nakalmu yang meremas Oppaiku, hiks... Hiks..." ucap wanita itu dengan sedikit isat tangis yang melandanya.
.
#Skip Tempat lain
.
(Mulai dari Scane ini sampai seterusnya, setting alur tempat di ambil dari Film King Kong 2005)
.
Sepi dan sunyi, gambaran tempat yang tepat untuk tempat ini. Tempat yang tak terjamah oleh siapa pun. Pohon besar melebihi ekspetasi pada umumnya, hewan besar dan aneh yang disebut 'Hewan purba' banyak berkeliaran di tempat itu.
.
SRING!
.
Naruto tiba-tiba muncul di tempat itu, ia langsung memperhatikan sekelilingnya. "Hmm... Ini di mana?" gumamnya sambil berpikir.
Tiba-tiba Naruto melebarkan mata. "Jangan-jangan ini dimensi Kamui Obito," ucapnya tiba-tiba.
[HIRAISHIN!]
"Are... Kenapa aku masih di sini?" ucap Naruto.
Ia bingung sekaligus tak mengerti, padahal ia ingin berpindah menuju rumahnya, tapi anehnya sekarang ia masih berada di tempat tersebut.
[HIRAISHIN!]
Naruto mencoba kembali jurus teleportnya, tapi tetap saja tak berhasil. Tak ingin menyerah, kini Naruto menfokuskan banyak Cakra diseluruh tubuhnya.
[HIRAISHIN!]
[HIRAISHIN!]
[HIRAISHIN!]
Berkali-kali Naruto mencoba jurus teleportnya, tapi tetap saja sama hasilnya, yaitu gagal total.
Naruto duduk, ia termenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padanya. "Kalau ini ilusi, kenapa aku tak bisa terlepas dari ilusi ini ya?" bingung melanda pikiran Naruto.
"Ini bukan ilusi, Gaki. Lihatlah sekelilingmu," ucap Kurama.
Naruto pun memgikuti perintah Kurama, ia memperhatikan sekeliling lagi dengan cermat. Ia mengusap tanah, mengusap daun lebar di hadapanya, dan terakhir mengusap batang pohon besar di belakangnya.
"Benar. Ini bukan ilusi, semua yang kusentuh tak ada aliran Cakra sedikit pun,"
"Dengan kata lain, kita sekarang berada di Dimensi lain,"
"Memangnya ada hal semacam itu, Kurama?"
"Ketahuilah Gaki. Leluhurmu, Rikudo Sennin memiliki jutsu ruang dan waktu. Jadi hal seperti ini bisa saja terjadi."
"Jadi benturan Hiraishin-ku dengan Kamui Obito penyebabnya?"
"Makanya, kalau punya otak itu dipakai. Gara-gara kau asal menerobos Kamui, jadi begini kan nasibmu,"
Twict!
Perempatan muncul di dahi Naruto. "Bukannya kau juga senasib denganku, Kurama?"
"Heh... Aku itu tak ambil pusing soal ini, lebih baik aku tidur saja, bye." Kurama langsung memutus link-nya.
"Kurama! Woy Kurama!" panggil Naruto.
Tak ada sahutan, 2 perempatan muncul di dahi Naruto. "BOLA BULU SIALAN! WOY! PIKIRKAN CARA KITA KEMBALI WOY!" teriak Naruto.
"zzzzzZZZZZZZZZ..."
Dengkuran keras Kurama lah sebagai jawaban teriakan Naruto. Sehingga membuat banyak perempatan muncul di kepalanya.
"RUBAH SIALANNNNNNNNN!"
Dan akhirnya kekesalan Naruto memuncak karena dengkuran Kurama itu.
Srek... Srek... Srek...
Naruto terdiam, ia menfokuskan penglihatanya ke semak-semak rimbun yang bersuara.
Srek! Srek! Srek! Srek!
Dan suara itu semakin mendekat, dan Naruto langsung siaga.
DUARRRRRRRRR!
Naruto terkejut, matanya terbuka lebar. Dipandangannya kini ia melihat 2 ekor Naga besar berwarna putih dan merah serta 1 ekor Tirex dan 1 ekor Gorila raksasa sedang saling bertarung.
Naruto mundur satu langkah, nampaknya si Tirex dan Naga putih melihat dirinya. 2 mahkluk yang melihat Naruto pun berlari menuju ke arah Naruto, dengan mulut yang dihiasi gigi-gigi besar dan tajam terbuka, seperti ingin memakan Naruto.
Set!
Dengan cepat Naruto langsung berbalik badan dan langsung berlari sangat kencang. Menerobos lebatnya hutan itu.
.
.
"HUAAAAAAAAAAAAAAA! APA-APAAN TEMPAT INI, SIALAN!"
.
.
End
.
Yo! Masih dengan story-ku hehehehe.
.
Huh... Padahal niatnya bulan maret. Tapi malah ku update sekarang ya. Hah sudahlah.
.
Oke, di atas sudah tertulis, di Scane terakhir saya ambil setting tempat dari Film Kingkong (2005). Itu memang benar, hehe. Dan setting tempat itu akan saya gunakan sebagai tempat sarang para naga di story ini.
.
Oke itu saja. Lanjooooooot...
.
#List urutan dari yang tertua.
1. Draig & Albion (alive, ratusan tahun) : [Great Red & Drakon Kholkikus] (dxd & Mitologi Georgia)
2. Olive (alive, 26 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
3. Menma (alive, 24 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)
4. Naruko (alive, 19 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
5. Vivi (alive, 19 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
6. Rin (alive, 17 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)
7. Gray & Mirajane (alive, 17 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)
8. Lucy (alive, 16 tahun): [Arturia Belum] (Saber Fate/Stay Night)
9. Minato (alive, 16 tahun): [Yasaka Masih](dxd)
10. Liya (alive, 15 tahun): [Asuna Belum] (SAO)
11. Leo (alive, 14 tahun): [Mereoleona Varmilion belum] (Black Clover)
12. Kunou (alive, 12 tahun): [Yasaka Masih] (dxd)
13. Shuna (alive, 12 tahun): [Shirahoshi masih] (One Piece)
14. Sting (alive, 11 tahun): [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
15. Luck (Die karakter, 10 tahun): [Albedo] (Overlord)
16. Luna (alive, 10 tahun): [Boa Hancock Belum] (One Piece)
17. Hinami (alive, 8 tahun) : [Itori versi rambut coklat, die karakter] (Tokyo Ghoul)
18. Kuroe (alive, 5 tahun) : [Chisato Hasegawa belum] (Shinmai Maou no Testament)
19. Myu (alive, 4 tahun) : [Remia belum] (Arifureta)
20. Luffy (alive, 8 bulan) : [Nico Robin belum] (One Piece setelah time skip)
Note : untuk no 1 sampai 7 hanya umur sesuai fisik yang terlihat, karena umur no 1 sampai 7 jauh melebihi catatan (biar enak membayanginya). Kalau no 8 dan seterusnya itu umurnya sudah sesuai.
.
See you next chap...
