[Antagonist]

NCT belongs to themselves

"Antagonist" belongs to Lexa Alexander

Inspired by: Caste Heaven by Chise Ogawa

Main Pair: TaeTen

Other Pair: JaeDo, JohnIl


Jika ini adalah sebuah cerita dan Park Serim adalah tokoh utamanya, maka Park Serim akan menjadikan Lee Taeyong dan Ten Lee sebagai tokoh antagonis utama dengan Jung Jaehyun, Kim Doyoung, Johnny Seo, dan Moon Taeil sebagai sekutu mereka dalam menghancurkan hidupnya.

Bagaimana Johnny Seo bisa masuk dalam daftar?

Oh, tidak perlu penjelasan rumit. Ceritanya cukup singkat.

Setelah Yeon Jeonghyun—kekasihnya—turun kasta dan menjadi Joker sepertinya, Johnny Seo menindasnya habis-habisan. Jeonghyun sempat bertanya kepada Johnny di mana letak kesalahannya dan jawaban Johnny adalah,

"Salahkan saja kekasihmu. Jika dulu kau tidak bekerjasama dengannya, ini tidak akan terjadi padamu."

Setelah itu, hubungan mereka menjadi renggang.

Selain karena Jeonghyun sibuk memikirkan cara bertahan hidup hingga kelulusan, Jeonghyun juga menyalahkan kekasihnya karena dia-lah yang memberinya ide tersebut.

Hingga tidak lama, Jeonghyun mengakhiri hubungan mereka.

Park Serim merasa hidupnya semakin hancur.

Kehidupan sekolahnya sudah berat karena dia mendapat peran Joker dengan teman-temannya yang dengan serius menindasnya, dan sekarang dia tidak memiliki tempat untuk 'beristirahat' dan melupakan beban kehidupan sekolahnya. Jeonghyun adalah satu-satunya orang yang dapat Serim anggap dapat mengerti dirinya di sekolah. Dia adalah teman sekaligus kekasihnya.

Namun sekarang Serim sendirian.

Sempurna, bukan? Hidupnya persis seperti tokoh utama dalam novel. Seorang gadis biasa yang memiliki kehidupan yang cukup menyedihkan.

Pada titik di mana Serim sudah lelah, Serim akan selalu teringat dengan alur setiap buku novel yang dia baca.

Setelah penderitaan yang sangat berat, tokoh utama itu akan menemukan jalan keluar dan cerita akan berakhir dengan bahagia.

Seperti yang orang-orang katakan, roda akan selalu berputar.

Serim hanya perlu sabar dan menjalani hari-harinya, menunggu akhir yang bahagia untuk dirinya.

"Uhuk!"

Susah payah, Serim merangkak keluar dari kolam.

Seluruh tubuhnya basah kuyup dan kotor. Telapak tangan dan ujung jemarinya berdenyut nyeri dan terasa perih—jelas sekali terluka dan mungkin saja berdarah. Dengan tubuh gemetar, Serim berdiri dan berjalan pelan menuju ruang ganti. Pertama, dia harus mengganti bajunya dan membersihkan tubuhnya, setelah itu dia akan pergi ke ruang kesehatan untuk mengurus lukanya.

Di jam istirahat, ruang ganti pasti akan sepi.

Tepat seperti dugaannya.

Dengan terburu, Serim mengambil pakaian gantinya dan segera masuk ke salah satu bilik untuk mandi. Tidak perlu waktu lama hingga Serim sudah berada di perjalanan menuju ruang kesehatan dengan pakaian bersih. Tujuannya adalah ruang kesehatan.

Serim masih merasakan perih di telapak tangannya—ada beberapa luka gores dan sebagian luka itu mengeluarkan darah, terutama luka yang ada pada ujung jemarinya. Tidak parah, memang. Namun tetap saja terasa perih.

Dokter di ruang kesehatan menyapanya dengan ramah. Tidak ada pasien lain selain dirinya saat ini, dan Serim langsung mendapatkan perawatan.

"Sejak kenaikan kelas, kau jadi sering terluka."

Serim melirik Dokter Cho yang sedang membalut tangannya, kemudian tersenyum tipis. "Peranku memang sedikit berat."

"Aku tahu," kata Dokter Cho, "tetapi beberapa murid lain yang mendapat peran sama sepertimu tidak terluka hingga seperti ini. Jarang sekali ... aku melihat yang seperti dirimu." Tangan Dokter Cho bergerak untuk mengobati tangan Serim yang satunya, membersihkan lukanya dengan telaten. Serim hanya diam mendengarkan ucapan Dokter Cho. "Apakah baik-baik saja?" tanyanya.

Serim mengangguk sebagai jawaban, "Ya, aku baik-baik saja."

"Tidak. Maksudku, apakah kau pernah membuat kesalahan sehingga teman-temanmu menindasmu seperti ini?"

Sesaat, Serim merasa seperti jantungnya berhenti berdetak. Dia teringat Jaehyun yang berkata seolah dia pernah berbuat salah kepada Johnny, Taeyong, atau Jaehyun sendiri. Dan Jaehyun yang menindasnya hari ini, sepertinya Serim benar-benar pernah berbuat salah pada mereka.

"Kurasa ..." Serim menunduk, menatap tangannya yang telah diperban dengan rapi. "Kurasa aku tidak pernah berbuat salah kepada mereka. Aku tidak mengerti di mana letak kesalahanku."

Dokter Cho menggenggam tangan Serim dengan lembut, menatap Serim sembari berkata, "Mungkin, tanpa kau sadari, kau telah membuat mereka marah secara tidak langsung. Coba kau pikir dan ingat lagi, lalu jika itu memang kesalahanmu, maka kau harus minta maaf kepada mereka."

Ucapan Dokter Cho melekat di kepala Serim.

Tentang 'secara tidak langsung' itu, mendengarnya membuat Serim berpikir bahwa dia telah mengusik salah satunya secara tidak langsung.

Karena Jaehyun yang menindasnya dengan sangat parah hari ini, kemungkinan terbesar Serim pernah membuat kesalahan secara tidak langsung pada Jaehyun.

Lalu Taeyong dan Ten. Karena keduanya dulu adalah teman baiknya, sepertinya Serim tidak melakukan kesalahan secara tidak langsung kepada mereka. Sepertinya Serim telah berbuat sesuatu yang menyinggung keduanya tanpa dia sadari.

Serim akan memikirkannya. Kemudian, jika itu memang salahnya, dia akan meminta maaf. Semoga mereka memaafkan kesalahannya.

Serim hanya ingin tahun terakhirnya di SMA tidak menjadi kenangan buruk untuknya di masa depan. []


aku lupa kemaren mau nulis ini. wkwkw.

big thanks to:

friendlynacos makasih banyaak! ini udah dilanjut, hwhw

Saryeong huhuu makasih banyaak~ Taeyong emang kejem kan ya di sini? wkwkw. besok-besok Johnny mungkin bakal makin sering muncul, kok ... mungkin. wkwkwkwkw

Mint. Berry1220 yuhuu~ makasih jugaa. stay safe juga yaaa.

and thanks to you all yang udah mau baca ini! stay safe semuanya, jaga kesehatan selalu~