[Antagonist]

NCT belongs to themselves

"Antagonist" belongs to Lexa Alexander

Inspired by: Caste Heaven by Chise Ogawa

Main Pair: TaeTen

Other Pair: JaeDo, JohnIl


Ketika tengah malam, seperti yang dikatakan Jaehyun; Tuan dan Nyonya Lee datang. Ten menyapa keduanya dan mengobrol sejenak, menjelaskan kejadiannya, dan menenangkan Tuan dan Nyonya Lee—meyakinkan keduanya bahwa Taeyong baik-baik saja dan dia dapat menyelesaikan masalahnya setelah kembali ke sekolah, meskipun Ten sendiri masih ragu, khawatir dan takut seandainya terjadi hal yang tidak terduga. Jaehyun membantunya menenangkan keduanya, terutama Nyonya Lee yang nyaris meninggikan suaranya ketika bertanya soal pelaku yang mendorong Taeyong; dengan bar-bar ingin menuntutnya karena telah membuat anaknya terluka parah. Untunglah tidak perlu waktu lama untuk membuat Nyonya Lee kembali tenang.

"Kami harus kembali besok pagi," kata Nyonya Lee setelah itu, "Kami yakin Taeyong akan baik-baik saja." Tangan Nyonya Lee bergerak untuk mengelus lembut kepala Taeyong, terlihat bahwa meskipun khawatir, beliau yakin tidak akan terjadi suatu hal lain yang lebih buruk. Menyaksikan itu membuat Ten menghela nafas lega. Jika Nyonya Lee yakin bahwa Taeyong baik-baik saja, maka Ten juga akan yakin, karena perasaan seorang ibu pada anaknya jauh lebih kuat dibandingan dengan mereka yang hanya sekadar sahabat.

Nyonya Lee mengalihkan pandangannya pada Ten yang berdiri di belakangnya, "Ten, tolong jaga Taeyong."

Ten hanya bisa membalas dengan senyuman. Kali ini dia gagal menjaga Taeyong, membuatnya sedikit ragu pada dirinya sendiri apakah selanjutnya dia dapat dengan benar menjaga Taeyong atau tidak. Ten hanya bisa berharap bahwa selanjutnya dia tidak gagal—dan dia akan berusaha untuk itu. Ten tidak akan membiarkan kejadian seperti ini terulang kembali.

"Jaehyun juga," Nyonya Lee beralih pada Jaehyun yang berdiri di belakang Ten, "maaf karena terus merepotkanmu." Nyonya Lee sedikit membungkukkan badannya, meminta maaf dengan tulus kepada Jaehyun.

Jaehyun buru-buru menyela, "Tidak," katanya, kemudian membungkuk, lebih dalam dan dengan posisi yang formal. "Maaf saya tidak bisa menjaga Tuan Muda dengan benar."

Dengan kasar, Tuan Lee menarik tubuh Jaehyun agar kembali berdiri dengan tegak. "Bukan salahmu, Jae." Tuan Lee menepuk punggung Jaehyun beberapa kali, kemudian berkata, "Setiap kejadian pasti memiliki hikmahnya sendiri. Setelah kejadian ini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada orang-orang yang terlibat? Mungkin akan ada yang berubah, tapi kita semua tidak ada yang tahu apa atau siapa itu. Bisa jadi itu dirimu, Ten, aku, atau Jaejoong—atau bahkan Taeyong."

Baik Jaehyun maupun Ten mendengarkan apa yang Tuan Lee katakan dan merenungkannya, lalu dalam hati mereka membenarkan. Salah satu yang akan berubah setelah ini yaitu, kedepannya Jaehyun dan Ten akan berusaha keras untuk menjaga Taeyong dan sebisa mungkin tidak akan membiarkan hal yang sama terulang kembali.

"Baik, Tuan Lee. Terima kasih banyak."

Pukul tiga dini hari, Tuan dan Nyonya Lee pamit.

Tuan Lee sempat memberi Ten usapan dan tepukan ringan di punggung, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja tanpa kata-kata—membuat Ten menjadi semakin tenang. Keduanya yakin bahwa anak mereka akan baik-baik saja meskipun saat ini sedang terluka parah, dan karena Ten tahu bahwa perasaan orang tua pada anaknya lebih kuat, Ten merasa lebih tenang. Tidak ada yang perlu Ten khawatirkan tentang keselamatan Taeyong; saat ini dia hanya perlu menunggu dan berdoa semoga Taeyong lekas membuka matanya dan kembali ke sekolah.

Sepeninggal Tuan dan Nyonya Lee, Ten berbalik menghadap Jaehyun dan melayangkan sebuah pukulan padanya. Bagi Jaehyun, pukulan Ten sama sekali tidak terasa sakit; namun laki-laki bertubuh tinggi itu berakting kesakitan sembari memegangi bahu kirinya dan merintih. "Kenapa kau memukulku?" Jaehyun bertanya.

"Aku teringat untuk memukul siapapun yang sudah membuatku pingsan tadi—uhm, kemarin, sore." Ten memasang wajah puas, kemudian bertanya dengan nada kesal, "Ngomong-ngomong, kenapa kau memukulku?"

Mendengar pertanyaan Ten, Jaehyun menghentikan aktingnya. "Maaf," katanya, "kurasa sulit untuk membuatmu tenang di saat seperti itu. Kau hanya akan membuat keributan dengan Joker dan tidak akan bisa mengambil keputusan dengan kepala dingin. Yang bisa kau pikirkan di saat seperti itu hanyalah 'Taeyong' dan 'menghajar Joker sampai mampus'." Jaehyun mengabaikan raut kesal Ten dan melanjutkan, "Karena tidak ada obat bius, jadi aku memukulmu. Itu cara paling ampuh dan paling cepat."

Sekali lagi, Ten melayangkan pukulannya pada Jaehyun—yang lagi-lagi tidak terasa sakit. Mengabaikan Ten yang kesal, Jaehyun bertanya, "Sekarang, kau sudah tenang?"

"Lumayan," jawab Ten, mengalihkan pandangannya pada Taeyong untuk sejenak. "Jauh lebih baik setelah Tuan dan Nyonya Lee datang." Ten melangkah menuju kursi yang ada di samping ranjang Taeyong dan duduk di sana, sementara Jaehyun mendudukkan dirinya di sofa, setengah membaringkan tubuhnya. "Lagipula," lanjut Ten, "aku harus memikirkan rencana lain selama absennya King." Ten berbicara tanpa perlu repot membalikkan tubuhnya untuk menghadap Jaehyun.

Membuka matanya yang baru saja terpejam untuk sejenak, Jaehyun menghela nafas, "Haruskah kubawa Pleaser dan Wannabe kemari?"

"Tidak sekarang," kata Ten, teringat akan rencana mereka sebelumnya yang gagal dan berpikir bahwa mereka harus membuat Joker benar-benar menyesal karena telah membuat King terluka. "Malam ini, kita susun dulu garis besar rencana kita selanjutnya."

Ten tidak akan membiarkan Serim menghela nafas lega selama absennya Taeyong dari kelas. Dalam kepalanya, Ten telah merencanakan segala hal yang akan membuat Serim menyesal seumur hidup karena telah mencari masalah dengannya. []


woah udah chapter 44 :" meskipun ada beberapa chapternya yang pendek banget sih, hehe

mulai chapter 46 'Antagonist' bakal up seminggu sekali. aku belum tau bakal up setiap hari apa, tapi mungkin setiap sabtu atau minggu.

.

thanks a lot Saryeong for the review~

mwahahaha. maybe? kalo dilihat dari sifatnya Ten, hm, jelas kan ya? hehe.

10: iya aku mah selalu sabar. kurang sabar apa coba aku di ff ini -_-

ty: makasih banyak :"

wah kita sama :" semangat kuliahnya~! u too, stay healthy!

.

makasih banyak juga buat kalian yang udah mau baca sampe sini~ stay healthy semuanyaa