Yo guyyys long time no see you're all again after a year dan jika yang tak tau artinya silahkan google translate, karena author sendiri gak tau juga karena cuma asal tulis doang lol, so bagi kalian yang benar-benar menunggu sekali, mohon maaf yang sebesar-besarnya agak cukup telat update, bahkan ini yang terparah sekali sampai empat bul rin, jika telat sekali itu wajar karena saya sudah bekerja dan waktunya mencari hidup baru jadi, menulis fic hanya sekedar mengisi waktu kosong meski kebanyakan waktu libur selalu pakai tiduran saja wkwkwkw cuma memang yang terpenting masih update saja hehehe jadi tetap terus pantau yah.

P.s : well, semua cabang olahraga ditunda sampai waktu yang tak diketahui, karena penyebab virus Corona, yah sangat disayangkan sekali tapi itu gak masalah karena kesehatan itu sangat mahal dan jauh lebih penting dibanding hal yang lainnya jadi semoga lekas sembuh untuk orang-orang yang terkena dan bagi yang belum jaga diri saja.

.

...

.

- Ibukota Fiore

Sekarang perang masih tengah berlangsung begitu sengit antara Ishgar dan juga Alvarez yang menggunakan beberapa bantuan tambahan yang cukup kuat dan sangat jelas sekali terlihat perbandingan kekuatan kedua kubu, yang nampaknya sebentar lagi berakhir dan terlihat kubu mana yang memenangkan ini.

Di Ibukota Ishgar yang kondisinya saat ini sudah bisa dibilang tak ada bangunan yang tetap utuh dan sudah hancur sekali, serta jalanan yang membuat beberapa lubang, ditambah kobaran api dan asap, dan tak lupa suara tembakan diiringi beberapa teriakan orang-orang yang sangat menggema sekali.

Dan kondisi sekarang sudah sangat jelas Ishgar terdesak total bahkan bisa dibilang menjadi kekalahan karena tembok besar yang mengelilingi Negara ini di kawasan dekat perbatasan yang akhirnya jebol sehingga memudahkan pasukan Alvarez untuk masuk yang akhirnya menginvasi tempat ini dalam beberapa menit.

Beberapa orang-orang hebat yang bisa beladiri tak bisa banyak membantu karena situasi mereka cukup mengenaskan menghadapi kelompok misterius yang membantu Alvarez, bisa dikatakan bukan disebut terdesak melainkan sudah kalah telak cuma ada beberapa dari mereka yang masih tetap berusaha setidaknya mengalahkan salah satu anggota yang disebut Sternritter ini.

Terlihat beberapa pilar cahaya symbol matahari mengelilingi sekitaran Ibukota ini seolah seperti membuat dinding sangkar burung yang mengurung siapapun agar tak bisa keluar dari tempat ini dan hanya terlihat bagi Anggota Sternritter saja dan tentu saja itu cukup mengkhawatirkan karena pasukan tentara Ishgar tak mungkin bisa menghadapi orang-orang macam seperti ini.

Dan berdiri di sebuah bangunan rusak yang ada di tengah Ibukota Haschwalt memandang kota yang sudah hancur lembur akibat ulah mereka dan menatap beberapa prajurit yang membereskan sisa orang-orang yang mengganggu jadi, bisa dikatakan misi yang diberikan Yang Mulia berjalan sukses karena dalam hal ini tak ada kata gagal, terlebih sepertinya Sternritter lain sudah selesai juga berkat alat Mendallion itu.

Haschwalt tak melakukan apapun terlebih jika situasinya mendesak atau masalah baru akan turun tangan cuma hari ini dia tak harus membuang banyak energi karena cukup menyebalkan ketika harus merekrut Arrancar yang sangat mustahil sekali diajak kerjasama.

Menyadari Reisi yang familiar Haschwalt langsung berlutut dan tak lama muncul figure pemimpin mereka sekaligus seorang Dewa Penyelamat yang diagungkan di kalangan kelompok Quincy Yang Mulia Acnologia dengan kekuatan tak terbatas dan penglihatan AlMighty miliknya yang sangat absolute dan tak terbantahkan.

"Jadi, Jugram kau tau..." ucap Acnologia yang tak meneruskan ucapannya sambil memalingkan kepalanya ke belakang menatap tangan kanan terpercayanya ini untuk memberi jawaban dengan situasi yang terjadi sekarang meskipun dia sudah mengetahui itu.

Haschwalt tetap berlutut dan tak menatap pemimpin yang sangat hebat ini karena sangat segan tapi tetap menjawab "semuanya berjalan sebagaimana mestinya dan Yang Mulia perkirakan apalagi berkat medali itu semuanya tetap terkendali meski beberapa Sternritter masih ingin sekali bermain tch, sungguh kekakanakan" dia cukup menyesalkan dengan kelakuan mereka itu.

"Tak usah kau khawatirkan itu Jugram" ucap Acnologia yang selalu terbiasa memanggil nama depan dengan sebuah senyum "setidaknya, ini menunjukan bahwa keberadaan kita tak bisa dianggap remeh dan menandakan bahwa kita kembali dan menguasai Dunia ini"

"Mengerti" Haschwalt tanpa banyak protes lagi memilih tetap menurut juga "tapi, sepertinya 5 Potensi itu belum ada yang mengganggu atau membuat rencana kita berantakan" dia tak mengerti kenapa Yang Mulia mewanti 5 orang ini tapi, mungkin saja pandangannya sedikit berbeda jadi hanya Yang Mulia saja yang tau sebabnya.

"Mereka mengacau memang belum waktu sekarang makanya kau bisa melihat aku masih bisa tenang" ucap Acnologia menarik nafas lalu membuangnya "dan juga memang sepertinya kita harus mendatangi mereka terlebih untuk Natsu Dragneel"

"Mereka benar-benar gak sopan, telah membuat Yang Mulia seperti itu, jika berkenan bolehkah saya yang menghabisi mereka?" ucap Haschwalt yang terasa kesal dari nada bicaranya.

Acnologia mengangkat tangannya setengah dengan arti menjawab tidak "tak usah terlalu banyak bernafsu sekarang, karena kita masih babak awal jadi simpan tenagamu dan biarkan anak-anak ini melakukan tugasnya"

"Baik" Haschwalt langsung menurut tanpa bertanya lagi namun matanya terbuka dengan wajah tak senang karena merasakan hawa tak bagus yang berniat menyerang ke sini.

Acnologia dengan seringai grin "sepertinya, tak perlu repot karena salah satu dari mereka akan datang ke sini dengan sendirinya"

*Boommmmm!

Dan tak lama muncul sesuatu yang terjun dari langit hingga membuat hentakan yang besar di depan kedua orang ini, bagi Acnologia bersikap seperti biasanya karena sudah tau figure yang membuat kerusakan seperti ini dan untuk Haschwalt sendiri sudah siap dengan pedangnya karena kedatangan orang tak bersahabat ini apalagi berniat menyerang Yang Mulia.

Seorang pria paruh baya, tegap tinggi, rambut merah maron, yang disisir ke belakang, tatapan mata tajam yang begitu menusuk sekali, mengenakan pakaian baju casual hitam sedikit besar, celana boggy hitam selutut, sarung tangan besi kuning yang menutup bagian atas telapak tangan, sepatu besi, dan jubah yang menempel di belakang punggung yang terbang karena tertiup angin, dan orang itu adalah Gildarts Clive seorang Guru di Academy Fiore dan ayahnya Cana tapi, yang sedikit mengejutkan adalah dia membawa tiga orang tepar di pundaknya.

"Dia salah satu orangnya" Haschwalt menatap orang itu dengan waspada sekali karena dia adalah salah satu potensi perang di antara 5 orang, apalagi dengan julukannya kekuatan yang meledak-ledak.

"Sebenarnya aku saat ini sedang bersenang-senang karena ada gangguan jadi terpaksa aku ikut serta" ucap Gildarts tersenyum lebar dan yang dimaksud bersenang-senang di sini adalah main wanita di bar atau strip club "tapi, bajingan kalian yang benar-benar sangat menganggu sekali sehingga sangat terpaksa harus dibereskan secepat mungkin"

Haschwalt cukup terkejut karena salah satu potensi perang ini membawa para mayat Sternritter yang sudah tewas ini tapi, kondisi dia masih baik-baik saja dan bisa tersenyum lebar makanya tak heran Yang Mulia mewaspadai orang ini juga karena kekuatannya memang sangat di luar batas tanpa ada limit. Dia bersiap menyerang karena cukup berbahaya tapi Yang Mulia membuat telepati untuk tetap tahan dulu.

Gildarts menatap ke depan dengan wajah tak bersemangat "sungguh tolol, kalin mengirim model yang begini? tak bisakah lebih menatang dan bergairah lagi?!, yah setidaknya salah satu muridku sangat menghibur sekali" dia ketika diajak bertarung akan sangat serius dan takkan berhenti sampai nafas di paru-paru habis bisa dikatakan maniak.

"Ini mengejutkan sekali" ucap Acnologia yang tak terkejut atau apapun cuma datar saja.

"Yang satu berteriak melengking sekali sehingga aku hancurkan saja wajahnya, yang satu lagi banyak bicara yang berbelit lalu hantam saja ke tanah" ucap Gildarts mengerang bosan dan yang dia maksud adalah orang-orang yang ada di punggunggnya ini "dan yang terakhir bolehlah menghibur, dia membuat tiruan sepertiku tapi tak tahan lama hingga kepalanya meledak" dia menjelaskan bagaimana orang-orang ini bisa K.O

"Begitu yah" Haschwalt sedikit cengang tapi tak menunjukan ekspresi itu.

Gildarts mengarahkan tangannya ke depan dengan senyum senang "karena kau pasti Bossnya di sini, jadi harap beri aku sesuatu yang lebih menarik lagi" dia bersiap dalam mode tarung lagi.

"Kemarilah"

.

.

.

.

.

- Huenco Mundo

Sekarang suasana di wilayah tandus tanpa hawa oksigen kembali sunyi dan normal seperti pada umumnya cuma meski begitu masih sedikit menyisakan beberapa tapak lubang besar dan asap akibat pertarungan, tak lupa juga banyak sekali tergeletak dengan pakaian putih yang menandakan sudah tewas.

Dan di sini Irene, Sting, Juvia, Brandish sedang berada di sana bersama dengan Seilah yang saat ini tengah sibuk mengumpulkan teman-temannya yang sesama Arrancar yang terluka akibat serangan dari kelompok yang bernama Quincy yang menghasilkan kekalahan Arrancar.

Saat ini Seilah sedang mencari lagi teman-temannya dengan terbang tapi sepertinya tak bisa merasakan Reaitsu mereka mungkin saat ini masih sembunyi, Juvia merawat yang terluka dan menyembuhkannya, Sting membereskan sisa prajurit, dan dua orang lainnya tak melakukan apapun dan hanya melihat ke atas sebuah portal atau garganta yang sudah terkunci.

"Apa Natsu-san baik-baik saja yah?" ucap Juvia melirik ke atas dengan wajah khawatir sambil tetap mengobati beberapa Arrancar yang terluka.

"Kau tak usah khawatir, dia benar-benar akan menghajarnya" ucap Brandish yang cukup jengkel dengan pria itu yang seharusnya tewas tapi, tetap memaksakan diri untuk menghalangi Natsu agar tak bisa kembali ke dunia manusia.

"Tapi kan..." Juvia ingin bicara lagi tapi terpotong oleh gadis berambut hijau ini.

"Geez, kau ini benar-benar seperti seorang istri yang khawatir kepada suaminya" Brandish berkeluh kesal karena gadis ini menyebalkan tapi, sepertinya reaksi Juvia memerah diam sangat malu.

"Sepertinya kondisi di sana cukup gawat" ucap Irene yang cemas juga di sana karena mendapat komunikasi sihir dengan situasi kurang bagus, apalagi situasi di dunia manusia sama-sama bermasalah cuma dia memilih di sini untuk sekedar mencari informasi makanya cuma menyuruh Natsu kembali.

"Guru fikir mungkin mereka menyerang ke sana juga?" ucap Sting bertanya.

"Bisa saja, mengingat penyerangan ini bukan sekedar Vandalisme atau hal iseng saja jadi, mereka memiliki tujuan lain" Irene mengangguk dan agak khawatir terhadap anaknya cuma tak bisa dihubungi "dan komunikasi yang berasal dari Goldmine kurang jelas tapi, yang jelas situasi yang ada di sini sama juga dengan yang ada di sina"

"Jika begitu, kenapa Guru cuma mengirim Natsu saja?" Sting bertanya lagi dan dia benar-benar ingin ikut membantu bertarung.

"Soalnya kita juga berjaga di sini, dan mungkin saja mereka kembali apalagi kita cukup berhutang budi ke Seilah bukan?" ucap Irene mengangkat sebelah alisnya dan juga dia ingin mencari beberapa informasi yang mungkin bakal cukup berharga buat perang ini.

"Yah" Sting hanya mengangguk dan sedikit kurang faham.

Sementara itu di dalam lubang dimensi teleportasi antara dunia manusia dan Hollow terdapat pertarungan yang masih berlangsung sengit yaitu Natsu dengan salah satu anggota Sternritter Olpie yang mana sudah diketahui siapa yang bakal jadi pemenang.

Sebenarnya Natsu sudah melawan orang ini sebelumnya dan berakhir dua kali kemenangan yang mana Olpie sudah mengeluarkan kekuatan penuh dan penggabungan tubuhnya dengan Reaitsu Hollow yang hasilnya tak berhasil dan malah membuat tubuhnya rusak tapi, tetap saja masih bisa bisa mengambil setengah kekuatan itu meski tetap kalah juga karena Natsu tak sebanding.

Setelah membunuh pria itu Natsu mendengar bahwa kondisi di dunia manusia tak bagus yang juga adiknya sedang dalam bahaya, dengan buru-buru melewati gerbang garganta dia ingin kembali namun itu tak mudah karena Olpie bangun lagi dan menghalangi jalannya, yang akhirnya tak punya pilihan lain untuk menghanguskan orang ini segera.

Natsu tak tau bagaimana orang ini bisa bangkit lagi padahal serangannya cukup membuat kehancuran dan sepertinya pria itu memaksakan diri meskipun kondisi tubuhnya tak memungkinkan lagi dan sepertinya dia cuma seorang pion yang mana disuruh untuk menahannya.

"Kau fikir, aku akan membiarkanmu begitu saja hehehe" Olpie tertawa maniak dengan nafas terengah-engah, setengah wajah yang rusak, dan tubuh gosong hangus penuh asap.

"Kau cukup menyebalkan" ucap Natsu tak merasa senang karena dia masih sangat buru-buru tapi, orang ini benar-benar menganggu "siapa yang menyuruhmu? sepertinya kau cukup gigih sekali untuk menghalangiku agar tak bisa kembali?" dia juga ingin mencari informasi ditambah kondisi orang ini tak bisa berfikir stabil.

"Kau salah satu potensi perang jadi, jika aku menahanmu maka Yang Mulia akan mengangkatku dengan kerestuannya" jawab Olpie menarik busur panah dengan di bagian ujungnya mengumpulkan Reisi hingga membentuk bola kecil.

Natsu tak faham apa yang dimaksud jadi dia hanya bersiap menyerang "terserah kau saja, tapi aku takkan semudah itu dihalangi" dan tak lama butiran bunga sakura dan daun hijau berterbangan di sekitarnya seolah seperti melindungi dirinya sendiri.

Olpie menembakan panah tadi yang mana langsung meledak dan membuat kepulan asap banyak cuma terlihat Natsu tak bergeming malahan serangan tadi tak memiliki efek sekali dan dia menggayunkan setengah pedang, dan muncul beberapa repliak pedang di belakangnya yang membentuk bulat matahari.

"Cukup tolol kau" ucap Natsu kesal dan mengarahkan ke depan yang membuat pedang replika itu menyerang bersama dengan gelombang butiran Bunga Sakura.

*Boooozzzzz!

Olpie terdorong mundur berkat ledakan itu meski terlihat simple tapi serangan itu cukup menyakitkan sekali sehingga terlihat darah mengucur di sekitar tubuhnya, dia berniat menyerang balik cuma serangan pedang replika Natsu terus mencecar tanpa berhenti bahkan tak memberinya kesampatan.

"BANGSAT KAU!"

Olpie berteriak ngamuk dengan emosi yang sudah tak terkendali karena rasa sakit dan memalukan ini, pupil matanya berubah kuning membulat besar, Reisi mililnya meledak tak terkendali bertarung melawan Reiatsu Hollow yang saling bertolak belakang dan berusaha untuk mengambil alih pemilik tubuhnya.

"Akan kutunjukan padamu, kekuatan hebat yang sesungguhnya dan takkan pernah terfikir oleh Sternritter lain!" ucap Olpie dengan suara bengis dan mengarahkan tangan kiri yang sudah berubah seperti monster itu ke depan "dan inilah akhirmu!"

Natsu cuma bisa tertawa lucu melihat lelucon ini "hahah, cerita yang bagus untuk orang yang akan pergi dari dunia ini" dia tak bergeming di sana atau bereaksi apapun cuma seperti menunggu musuhnya untuk menyerang dengan kekuatan penuh.

*SLASHHH! *CRATTT!

Sebelum Olpie menyerang dengan kekuatan terakhirnya tiba-tiba muncul beberapa pedang di sekitarnya yang melengkung dan memanjang hingga akhirnya tembus langsung ke tubuh pria itu yang terlihat sangat shock bukan main cuma tak bisa melakukan apapun lagi.

"Kau-..."

Olpie tak bicara lagi karena serangan tadi telak yang membuatnya akhirnya meregang nyawa di sana dengan tubuh langsung terjun ke bawah dan sudah jelas dia mati berkat tehknik Shikai Senbounza Sakura yang mana itu tehknik akan muncul beberapa pedang di sekitar musuh dan langsung menusuk je arah musuh.

Natsu tak merasakan Reaitsu Hollow atau Reisi dari Olpie yang mana sudah tewas apalagi sejak gabungan yang seperti dipaksa itu, kedua kekuatan tadi saling berontak dan bertolak belakang yang hingga akhirnya menjadi racun sendiri bagi tubuh orang itu.

"Baiklah, aku harus cepat" Natsu berbalik yang melihat jalan masih terhalang tapi, dia mengumpulkan Reaitsu di unung pedangnya yang terlihat seperti bentukan kelereng kecil dan berteriak "HAHHHHHHH!"

*Szuashhhhhh!

Natsu mengayunkan pedangnya yang ketika diayun membuat tebasan hitam pekat yang begitu kuat sekali bahkan serangan seperti itu cukup untuk memberi luka fatal bagi seseorang bahkan membuat kepulan asap yang begitu banyak.

"Tck!"

Natsu mendecak kesal karena serangan tadi tak menimbulkan efek apapun padahal saat ini dia sedang buru-buru karena ingin tau kondisi adiknya bahkan lewat Sihir Komunikasi saja sedang bermasalah, dan rupanya dinding penghalang ini tak sesimple itu untuk dihancurkan jadi sepertinya dia akan menghabiskan waktu di sini untuk menghancurkan penghalang ini.

Dan berharap saja dia tepat waktu untuk bisa menyalamatkan orang-orang yang sedang berperang di sana.

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Dunia Manusia

Sementara di sini perang masih tetap berlanjut dan yang mana para orang-orang yang ahli bertarung menangani beberapa Sternritter atau sekedar mengalahkan mereka agar daya tempur musuh bisa berkurang, meski yang berperang adalah kedua Negara ini tapi sebuah kelompok yang ikut campur malah mengubah suasana perang ini dengan hasil kedua Negara tak menang atau juga kalah.

Dan orang-orang yang hebat ini sedang menghadapi beberapa anggota Sternritter yang mengganggu dan terlihat juga sudah menampakan hasil dari pertaruangan mereka atau lebih tepatnya, sudah terlihat jelas bahwa keadaan sekarang tak menguntungkan bagi orang-orang yang menjaga Ibukota ini yang sudah hancur lebur bahkan sebagian wilayah di Negeri ini sudah rata.

Sekarang semuanya yang membantu melindungi negeri terlihat sekarat, terkapar, penuh darah, luka banyak, dan tak sadarkan diri, bisa dibilang mereka semua kalah dari Sternritter berkat serangan counter yang cuma sebuah Medali dan ini cukup merugikan untuk Ishgar sendiri karena petarung terbaik mereka tumbang tanpa bisa membalas luka atau memberi dampak serius bagi Sternritter.

Sebenarnya Medali yang digunakan Sternritter bukan sekedar Medali biasa karena itu memiliki sebuah kekuatan dan dibuat khusus untuk dalam situasi perang ini yaitu : mengambil kekuatan musuh dan bisa menggunakan kekuatan yang bisa diambil itu.

Hal seperti itu sangat merepotkan bahkan berbahaya sekali jika ditangan musuh dan hasilnya sudah terlihat bahwa Sternritter menang telak dan para orang-orang yang bisa bertarung tak menyangka bahwa musuh memiliki kekuatan seperti itu dan tak mempersiapkannya yang mana berakhir tragis.

Sekarang nasib Ur, Gray, Minerva, Chelia, Ultear, Makarov, Goldmine semuanya sudah terkapar dengan luka sangat parah berkat medali yang bisa mengambil kekuatan itu yang membuat semua para petarung di Ishgar terkapar bonyok juga dan hal ini membuat orang-orang yang masih tegap sangat shock sekali berkat kekalahan tak masuk akal ini.

"Ini menyenangkan heh" Ucap Bambietta tertawa sinis yang di sampingnya Jura tersungkur dengan luka gosong penuh asap.

"Sepertinya cuma rumor belaka bahwa mereka kuat" Ucap KGB yang melihat Mirajane pakaiannya rusak parah terkena meriam ledakan itu.

"Kau terlalu khawatir robot idiot" Bazz B dengan senyum grin di wajahnya dan Lyon cuma bisa bersandar di tembok tak bergerak tapi nafasnya masih terdengar meski cuma tersenggal-senggal.

"Kalian, sepertinya cukup bersenang-senang?" ucap Chang Du yang tak merasa nyaman dan terlihat membuat sayap Es di punggungnya dengan sekelilingnya terdapat beberapa Es bentuk Bunga yang melayang.

Sedangkan itu di tengah pusat Ibukota terdapat Haschwalt yang diam tanpa ekspresi menatap kejadian yang menajubkan di hadapannya, meskipun begitu sebenarnya dia sedang mengamati yang mana Tuannya itu sekarang berdiri dengan penuh sombong dan arogant, tapi hal seperti itu dimaklumi karena kekuatannya yang luar biasa sekali bahkan berkat bantuan Scrift Almighty mustahil ada yang bisa menyainginya.

Dan yang lebih mengejutkan lagi Yang Mulia mengangkat salah satu potensi perang dengan satu tangan tepat dibagian leher yang lebih mirip mengangkat sebuah kantung sampah ke atas yaitu Gildarts Clive yang banyak terluka, darah, dan tak sadarkan diri apalagi potensi kekuatan dia memang sangat gila sekali.

Meski terkejut tapi Haschwalt cukup handal dalam mengendalikan emosinya apalagi dia adalah salah satu Elite Sternritter sekaligus tangan kanan Yang Mulia dan tak boleh tampil memalukan bagi tuannya.

"Jadi cuma seperti ini saja huh?" Ucap Acnologia bernada bosan dan menyombongkan diri terhadap musuhnya sambil menggoncang tubuh Gildarts yang sudah kaku "sebenarnya aku cukup menaruh banyak hal padamu, cuma sepertinya itu hanya omong kosong belaka" saat ini dia belum menemukan apa yang dicari mengingat sekarang aliansi mereka dengan Alvarez bubar jadi, dia akan cari sendiri Lumen Historie itu meski tak mudah.

"Yang Mulia inikah saatnya?" Ucap Haschwalt bernada sopan dan tak bermaksud menyinggung, yang dia maksud adalah rencana mundur untuk Invasi pertama dan sebuah peringatan bagi yang melawan.

"Tidak, kita tunggu sebentar" Jawab Acnologia sambil melemparkan Gildarts ke tanah dan tampak seringai gila maniak di wajahnya "aku ingin reuni sebentar dengan kawan lamaku yang sebentar lagi akan datang ke sini" yang dia maksud adalah musuh lamanya.

"Apa mak-!" Haschwalt belum sempat selesai bicara karena tiba-tiba tubuhnya bergidik ketakutan, matanya membelalak sangat shock, kedua kakinya terasa lemas dan ingin berlutut karena tekanan luar biasa ini yang datang cepat ke sini bahkan ini seperti menghadapi tekanan Yang Mulia waktu sedang marah sekali.

"Si-sialan! Ap-apaan ini!?"

"Tub-tubuhku!"

"Te-tekanan gi-gila macam apa ini?!"

"Ya-yang be-benar saja!"

"Dan inilah yang kumaksud" Acnologia tersenyum lebar melihat sesuatu yang sangat cepat datang terbang je sini dan cuma dia yang tak terkena efek dahsyat dari tekanan gila ini bahkan Sternritter lain juga merasakan hal sama yang dialami Haschwalt.

*Jduarrrrr!

Tiba-tiba sesuatu terjun dari atas langit membuat sebuah dentuman yang sangat keras, hempasan angin yang sangat kuat, dan tanah bergetar yang membuat siapapun kehilangan keseimbangan jika berdiri di atas, dan muncul di sana sebuah figure tengah berdiri dengan aura gila yang meledak-ledak penuh kemarahan.

"Heheheh, begitu luar biasa" Acnologia tertawa girang sekali karena mengetahui siapa figure itu "ini sudah cukup lama ya, Pak Tua?"

"ACNO!"

"Salam yang buruk sekali"

.

.

.

.

.

- Laboratorium

Sebuah Laboratorium tempat yang mana sering meneliti beberapa hal tentang IPA dan Sains, lokasi tempat Laboratorium ini berada di bawah tanah atau tempat di bawah Ibukota Ishgar, tentu saja hal yang terjadi keributan di atas bisa terasa di bawah.

Cuma karena dengan banyak bangunan dan rangkah yang sangat canggih dan begitu modern jadi getaran juga bisa diminimalisir, dan bagaimana bisa mereka membuat sebuah Laboratorium yang mirip seperti Pabrik besar ini cuma sang Raja saja yang tau itu.

Dan tentu saja sebuah tempat besar ada juga seseorang yang memilikinya dan mengendalikan tempat ini agar berjalan sebagaimana mestinya apalagi yang begitu canggih sekali dan penuh percobaan dan penelitian tentang kekuatan.

Di salah satu ruangan Uji Coba terdapat banyak sekali orang-orang berlalu lalang berlarian ke sana kemari seperti sedang kepanikan mengenakan mantel putih panjang seperti ciri khas seorang ilmuwan, dan juga sedang mengetik sesuatu di layar proyeksi tipis, dan tampilan layar seperti beberapa kamera yang terpasang untuk memantau situasi yang terjadi di atas sana.

Berdiri di sana terdapat seorang wanita berumur 35-an ke atas rambut pirang, dikuncir panjang ke bawah, bagian depan rambut poni yang terbelah dua, kepang di kedua sisi yang memanjang, tampak sedikit garis kerut di antara matanya yang menandakan sudah tak muda lagi meski begitu tetap terlihat cantik, mata coklat bulat yang sangat fokus sekali, dan jika dilihat cukup mirip dengan Lucy dan Ibunya Layla.

Wanita itu mengenakan pakaian baju jingga berkancing, dua kancing dibiarkan terbuka melihatkan keelokan tubuhnya, rok mini hitam ketat sepaha dan dibagian sisi kirinya terbuka menunjukan pahanya, high heels putih, dan stocking jala hitam sepaha, dan orang ini adalah Anna Heartfillia bibinya Lucy.

Yang sekarang tengah berwajah serius melihat situasi yang sedang terjadi di Ishgar bahkan sangat parah apalagi karena sekarang sedang perang, bukan dia khawatir cuma tak bisa meninggalkan Laboratorium itu sendiri karena tempat ini menyimpan hal sangat rahasia dan begitu berharga sekali apalagi jika situasi sekarang penyusup pasti ada.

"Yang ini sedang serius, kita tak bisa menghubungi pusat di atas!"

"Sistem tombol rusak parah harus perbaikan di ruang jumpert"

"Beberapa kamera mati!"

"Ada yang error dan harus diperbaiki secara manual!"

Anna hanya bisa menghela nafas melihat semua masalah yang terjadi datang begitu saja tanpa henti dan dia harus segera menyelesaikan ini dibagian yang mudah dulu hingga kembali normal baru ke atas melihat dan membantu yang lainnya, terpenting tempat ini harus kembali normal untuk bisa mengobati beberapa orang yang terluka parah.

Dan dia melihat di kamera pengawas bagaimana caranya mereka kalah dan dia baru tau ada sesuatu yang bisa mengambil kekuatan jadi, dia ingin mencari dan meneliti tentang kekuatan mereka untuk melancarkan serangan balasan.

"Coba ke ruang janitor dan periksa nitorium dan coba masukan kode CT + X3 dan satu lagi tetap awasi mahluk-mahluk yang ada di bawah jika berontak gunakan semprotan cairan Dienfektan" ucap Anna yang memerintah anak buahnya dan sambil melirik ke belakang "tapi, sebelum itu bisakah kau membantu atau setidaknya pergi dari sini?" dia menunjuk ke bayangan gelap yang ada di belakangnya.

Sebenarnya Anna sudah tau bahwa ada seseorang yang tengah mengawasi mereka di belakang cuma dia belagak seperti tak tau apapun dan takkan menyerang meski sangat tak sopan masuk ke Lab ini tapi memang di tempatnya berdiri dia tak memiliki sesuatu yang berharga jadi, Anna memilih untuk menghiraukan saja.

Dan di sana seorang figure berdiri bersandar tembok, dengan melipat tangannya, sebelah matanya tertutup dan ekspresi wajah yang seolah tak ingin berlama-lama di sini cuman karena terpaksa jadi menurut saja, orang itu adalah Ajeel Ranma salah satu Elite Sternritter yang entah apa tujuannya ke sini sementara yang lain berinvasi di atas sana.

"Kufikir, aku mendapat sesuatu yang bagus tapi sepertinya itu cuma hal-hal yang biasa saja" ucap Ajeel menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuk "dan aku cukup terkejut untuk wanita tua sepertimu bisa tau itu"

Anna tak terpancing meski sindiran itu cukup sensitive "aku ingin tau bagaimana caranya kau bisa masuk ke sini? bukankah kau seharusnya membantu teman-temanmu" dia bingung bagaimana bisa orang ini menyelinap tanpa diketahui dan sangat santai sekali padahal keamanannya cukup tinggi.

"Nah, itu bukan tugasku jadi sekarang aku bosan dan ingin jalan-jalan cari angin segar" Jawab Ajeel mengangkat bahunya "ngomong-ngomong penelitian yang bagus, aku jadi penasaran"

"Kenapa coba tak lihat sendiri? bukankah itu lebih baik" Balas Anna mengangkat sebelah alisnya meski terlihat tenang sebenarnya cukup jengkel juga dengan keamanan di tempat ini padahal Lab ini sudah dibuatkan khusus untuknya dan tempat menyimpan Harta Pusaka Ishgar.

"Nah, itu bukan gayaku" Ucap Ajeel mengurek lubang Telinganya "bicara soal itu, kau tak tau kapan harus berhenti yah jika itu aku mungkin sudah ditinggalkan saja"

Anna menjawab sambil memegang jarum Suntik "Dalam kasusku takkan pernah berhenti meski gagal dan sebagai acuan bahwa itu adalah keberhasilan yang tertunda" dan dia menyuntikan cairan itu kepada sebuah gumpalan daging aneh.

"Sungguh naif sekali" Ajeel tertawa menyindir.

"Pasti menyebalkan sekali yah harus selalu tampil sempurna" balas Anna dengan seringai.

"Tidak usah terkejut karena memang itulah yang terjadi" ucap Ajeel tersenyum sombong "ngomong-ngomong kenapa kau tak bawa teh atau biskuit? kita mungkin bisa bicara lebih banyak lagi?"

"Dengan partikel aneh di sekitaranmu dan beberapa pijakan yang mirip jebakan? tidak, terrima kasih karena lebih baik di sini" balas Anna serius dan dia tak tau apa itu cuma waspada saja.

"Tch, dingin sekali" balas Ajeel memegang perutnya karena lucu dan sambil membungkukkan badan "kalau begitu, aku permisi sebentar dan banyak hal yang ingin aku urus terlebih dahulu" dia menghilang dalam kegelapan.

"Hufftt, berakhir juga" Anna sedikit bisa bernafas lega dan sekarang saatnya bertindak tapi sebelum itu dia ingin menghubungi seseorang "coba, sambungkan aku dengan Belserion!"

"Mengerti!"

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Fiore

Sekarang perang sudah memasuka bagian akhir cuma ini masih awal permulaan Invasi pertama yang dilakukan oleh Alvarez ditambah bantuan tambah sebuah kelompok besar yang disebut Quincy untuk menyerang Ishgar agar bisa mendapatkan Harta tersembunyi yang memiliki kekuatan Unlimited bagi siapapun yang memilikinya yaitu Lumen Historie.

Dan tentu saja pihak Ishgar yang mengalami kekalahan sangat telak sekali bahkan para prajurit dan petarung gugur karena jumlah dan kekuatan mereka ditambah mereka memiliki sebuah senjata khusus yaitu Medali yang bisa mengambil alih kekuatan musuh dan menjadikan miliknya sendiri.

Yang akhirnya Ishgar menderita kerugian sangat besar sekali bahkan tempat mereka bertahan sudah setengah hancur dan rata tanah apalagi tak ada yang tau bahwa kedua Raja mereka sudah tewas di tempat yang tak diketahui jadi, akan sangat amat mengejutkan bagi mereka yang mendengarnya.

Sekarang perang masih tetap berlanjut cuma menyisakan beberapa orang saja dan berdiri di sana dua orang yang saling berhadapan satu sama lain dengan Aura dan Reaitsu yang meledak-meledak tak terkontrol, tetap berwajah tenang dan tak buru-buru membuat serangan karena musuh sudah pasti ahli.

Acnologia menatap Kakek Tua yang tubuhnya menghitam berotot yang dijuluki Raja Sihir King August, dia tau Kakek ini sangat gila sekali terlihat kemarahan yang sangat ingin membunuh ditunjukan jelas kepadanya apalagi dia pernah memberi luka saat dipertemuan pertama dan kali ini adalah pertemuan kedua mereka.

Namun dia tak takut malah sangat menarik sekali apakah sudah banyak berubah setelah bertahun-tahun terlewati pasca perang sebelumnya dan ingin memgetes kekuatan Kakek ini cuma sepertinya tak mudah karena pasti banyak menganggu.

"Cukup lama sekali yah, pak tua" ucap Acnologia dengan seringai grin ke depan.

August matanya melotot marah "saking lamanya, hingga aku tak sabar ingin menghancurkanmu"

"Hoh, gertakan yang bagus sehingga aku tak sabar menantimu" balas Acnologia menatap merendahkan.

"BURNING WATER BLOOD ANIHILATION!"

August memutar tongkat sihir ke belakang sampai muncul goresan api, dan tak lama aura sekitar mendadak jadi sangat panas sekali, udara di langit berubah menjadi merah dan hawa yang seperti mendidih di kawah Gunung Api, dan cairan merah yang mengalir dari kedua kakinya hingga membentuk sebuah kolam tapi, bukan cuma di satu titik saja karena di titik lain sudah muncul hal serupa.

"..." Acnologia tak bicara apapun cuma mundur dari tehknik yang tak diketahui ini dan lumayan berbahaya juga.

"Yang Mulia..." Haschwalt ingin membantu karena merasakan tehknik yang berbahaya sekali bahkan ini baru pertama kalinya dia melihat tehknik gila dan sepanas ini yang bahkan melebihi Scrift milik Bazz B.

Acnologia mengangkat tangannya "tidak, biarkan Kakek Tua ini jadi urusanku sebaiknya kau lihat dan perhatikan" dia tak ingin mengambil resiko dan Haschwalt hanya diam mengangguk setuju sambil mundur beberapa langkah.

August menghilang cepat yang mana sudah berada di depan sambil mengayunkan Tongkat Sihirnya secara Horizontal yang mana Acnologia yang langsung refleks menghindar karena di ujung Tongkat itu terdapat sebuah Mata pisau tajam yang ada beberapa tulisan mantra.

'Begitu yah..' Acnologia melihat ke belakang karena ada bekas goresan pedang di tanah yang memanjang hingga membentuk tebing dan hangus seperti terbakar namun, jika tak menghindar sudah pasti tubuhnya meleleh.

August belum selesai dia mengayunkan kembali ke samping kanan cuma kali ini Acnologia menahan itu dengan pedangnya namun itu sia-sia karena langsung saja pedangnya patah, beruntungnya dia langsung refleks mundur cepat.

"Jadi hangus total yah" Acnologia melihat efek serangan itu yang sangat luar biasa sekali padahal dia sudah menggunakan Regai yang sebagai pelapis kekuatan di pedangnya atau saat menembak busur panas.

"Lucu sekali, seharusnya ketika kau bilang itu Quincy seharusnya memanah kan?" ucap August yang terkesan mengejek.

"Jika kau berfikir Quincy itu cuma bisa memanah, cukup dangkal sekali pemikiranmu" Acnologia tertawa sarkastik "langipula, kau bukankah memiliki beberapa murid yang memiliki kemampuan seperti itu juga?"

"SCZERRT SCRIST!"

Acnologia membuat pilar tembok cahaya yang mengeliling mereka dan juga beberapa yang membentuk Tiang yang membuat bentuk pola Matahari sehingga mengepung agar pak tua itu tak bisa kabur dan sepertinya disetiap pola itu akan menembakan sesuatu yang sangat besar sekali.

*Wushhhhh!

August memutar tongkatnya yang langsung memusnahkan tehknik itu dengan ombak merah yang muncul dari beberapa kolam itu dan malah seperti menghanguskannya dengan api.

"Tidak terbakar, ataupun berkobar dan cukup untuk melelehkan apapun yang tersentuh oleh Air Darah kutukan itu" ucap August menjelaskan rincian salah satu tehknik itu "dan tentu saja itu cukup untuk membuat tulang tengkorakmu tak tersisa" dia melotot tajam dan Acnologia seperti diam kebingungan.

August memutar tongkatnya kembali dan menciptak pusaran pilar air yang menyerang ke Acnologia ke depan dan pemimpin Quincy itu meloncat mundur ke belakang diikuti oleh Haschwalt namun sepertinya tak semudah itu karena langsung mengejar seperti Ular yang merayap.

Acnologia tau untuk tak bisa menghindar lalu membuat dinding kigai cuma tehknik August sangat kuat sehingga langsung meleleh kembali dan tak bisa memungkiri untuk mundur menjauh jaga jarak karena daya panas itu sangat gila sekali.

Kepala Sekolah itu belum selesai karena gelombang air itu langsung terpecah menjadi butiran air hujan yang langsung mengguyur dan menghujam kedua orang itu seperti senapan mesin yang tak pernah berhenti.

Acnologia mengangkat satu tangannya membuat prisai roda yang menangkis serangan itu yang ditunjukan kemari dan terlihat sangat berbahaya sekali bahkan pijakan tanah yang terkena itu tiba-tiba langsung mendidih.

"Cukup!" Acnologia cukup jengkel karena harus terdesak mundur oleh orang tua ini dan dia membuat Reisi Busur yang besar di tangan kirinya dan membuat anak panah yang muncul di tangan kanannya "kau harus cukup rasakan ini!" dia langsung menembakkan itu dengan kekuatan besar.

"Bermimpi saja!" balas August membuat serangan juga menciptakan bola merah besar di depannya dan langsung menusuk itu, hingga akhirnya membuat tembakan yang mirip laser merah.

*Jduarrrrr!

Kedua serangan itu saling bentrok hingga menciptakan ledakan yang besar sekali hingga membuat hempasan angin yang cukup gila untuk mengenai semua yang ada di sekitarnya.

August menancapkang tongkat ke tanah, kedua telapak tangannya disatukan dan muncul aura merah yang ada di tongkatnya, dan tanah bergetar seperti gempa bumi, dan air merah tadi meledak-ledak yang membuat air mancur raksasa.

"Terbangun dari Inti Bumi dan munculkanlah jiwa-jiwa yang tertimbun dalam tanah dengan panas ini membuat kalian bangkit" ucap August yang seperti melapalkan mantra karena kata-katanya terdengar ambigu "jika kalian tak senang dengan mereka maka bangunlah dan bantu lawan mereka!"

"UNDEADS BLOODING!"

!

Dan beberapa kolam yang membuat semburan air itu berhenti cuma yang sangat mengejutkan sekali yaitu muncul sekumpulan Tengkorak yang menggunakan pedang muncul dari bawah sana dan tak lama membentuk sebuah pasukan yang besar sekali apalagi dengan aura terbakar yang sangat memanaskan sekali.

"Ini..." Haschwalt mundur beberapa langkah seperti ketakutan karena baru melihat hal yang seperti ini.

"Sepertinya kau sangat serius sekali ingin membunuhku di sini" ucap Acnologia dengan senyum tak takut.

"Aku takkan ke sini jika itu tak penting" balas August melayangkan glare.

.

.

.

.

.

- Ascrendo

Ini adalah sebuah tempat yang berada di bawah tanah di Huenco mundo, yang lebih mirip ruangan besar yang berada di bawah tanah dan tempat ini bisa dikatakan lumayan besar dan cukup untuk bersembunyi apalagi menghadapi situasi terdesak, tapi jika dilihat lebih mirip Penjara bawah tanah karena dibeberapa ruangan memiliki pintu jeruji besi.

Dan tentu tempat ini dibuat khusus oleh Franmal jika suatu waktu ada serangan dadakan dari pihak lain yang membuat mereka terdesak yang hingga akhirnya memaksa untuk mundur dan hal itu sudah terjadi sekarang.

Setelah mendapat serangan yang sangat mendesak sekali dari para Quincy yang brutal ini, para Arrancar ini menggunakan tehknik rahasia yang dimiliki secara khusus agar bisa kabur dari perang awal tadi dan akhirnya membuat mereka untuk sementara selamat tapi, sepertinya cuma beberapa Arrancar yang ada di sana dan sisanya menghilang.

"Oke sialan, ini sangat menjengkelkan sekali!" ucap Jackal sangat kesal sekali apalagi pada si Jalang yang selalu emosi meledak walaupun cuma sedikit menyinggungg.

"Bukankah dia sama denganmu yang tempramental?" ucap Tempesta mengusap wajahnya.

Jackal menyipitkan matanya karena singgungan tadi "ohhh maafkan aku, sejak kapan kau diizinkan bicara sekarang?"

"Sejak tadi kau marah-marah" balas Tempesta yang memang selalu ingin memancing Arrancar Kucing ini agar tersulut emosi.

Mard Geer langsung memotong agar mereka tak berbuat keributan yang tak penting "hentikan itu sekarang, benar-benar kita dibuat mundur dengan cara yang tak elegan sekali" dia sudah kembali ke wujud semula.

"Tch payah!" Jackal menggerutu kesal padahal sudah menggunakan Ressurection dan Erescression namun mereka menang jumlah dan kekuatan.

"Hahahaha sepertinya kita yang sangat tertinggal dari yang lainnya" Franmal tertawa tak begitu cemas atau gusar namun beberapa Arrancar menganggap dia sedikit stress.

"Sumpah, kau tidak membantu sama sekali" Jackal sweatdrop.

"Sejak kapan aku peduli denganmu?" balas Franmal yang sekedar guyon meski terdengar gak lucu.

Tempesta menyadari ada beberapa teman mereka yang tak ada "oke, di mana Kyouka dan Torafusa?" dia tak menanyakan Seilah karena sejak awal wanita menyebalkan itu tak ada dan menghilang.

Jackal rupanya tersadar "sepertinya tehknik tadi ada yang berjalan sukses dan ada yang tidak"

"Antara tertangkap musuh atau mendarat di tempat yang salah" ucap Franmal memberi apa yang terjadi dengan rekan mereka.

"Kalau mereka berdua aku yakin tak mungkin tertangkap namun jika itu si Kucing sialan mungkin akan lain ceritanya" Tempesta menyindir cukup tajam.

Jackal memberi glare karena kurang terima " kau sepertinya memang cari masalah di sini bung?" cuma Tempesta hanya pura-pura tak acuh seolah ucapan tadi hanya sekedar angin lalu saja.

"Sudah cukup" Mard Geer menghentikan mereka agar tak bertengkar lagi "kita sebaiknya pulihkan tenaga lalu kumpulkan pasukan dan siapkan rencana untuk serangan balasan" dia tak suka jika tidak dibalas karena sangat memalukan dan penghinaan sekali.

"Lalu bagaimana dengan mereka yang hilang?" Tempesta bertanya.

"Biarkan saja dulu, karena kondisi kita juga penting" jawab Mard Geer beranjak pergi "lagipula mereka pasti akan bersembunyi di luar sana"

"Baiklah"

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Silbern

Sementara itu di markas para Quincy sekarang keadaannya sedikit sepi karena setengah populasi dari mereka tengah pergi untuk berperang atas perintah pemimpin mereka, jadi yang tersisa di sini cuma para prajurit biasa.

Hal seperti ini tak perlu dikhawatirkan karena di sini tak ada benda atau harta apapun yang disembunyikan apalagi tak ada yang mengetahui markas ini karena tersembunyi dan dibekali sebuah pelindung transparan yang mana mustahil untuk terdeksi oleh siapapun jadi di luar seperti pemandangan biasa.

Di sebuah ruang bawah tanah terdapat ruangan penjara yang dibuat untuk tawanan atau orang-orang yang berkhianat dan di salah satu ruangan penjara itu yang saat ini dijaga oleh tiga orang prajurit penjaga terdapat seseorang yang ditahan di sana.

Dan yang ditahan itu seorang wanita, rambut hijau panjang dikedua sisinya membentuk seperti sayap, dan kedua tangan cakar yang tajam, cuma keadaannya begitu buruk sekali, wajah babak belur, tubuh berdarah penuh luka, tengah duduk bersandar tembok, kedua kaki selonjoran yang terikat rantai besar, dan kedua tangan yang terikat rantai ke atas.

Dan orang itu adalah salah satu Arrancar yang saat ini sedang dicari-cari oleh para teman-temannya yaitu Kyouka dan sepertinya dia tak sadarkan diri dan hanya terdengar hembusan nafas panjang dari mulutnya.

"Sialan..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dan cuttt akhirnya selesai juga untuk chapter selanjutnya walaupin sedikit agak lama untuk update karena sibuk cuman bagi para reader tetap jaga diri dan selamat yah.

Pm

RnR