Disclaimer: cuma aku pinjam.

Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas, ooc, SasukeFem, DoujutsuNaru! OverpowerNaru! mainstream,dll.

Chapter 8.

Jrash! Crash Bruhk.. Brakh..

Naruto menatap Erza yang kini memotong menghabisi beberapa monster tingkat 2 dengan mudahnya.

Hari ini sudah seminggu Naruto dan Erza meninggalkan kerajaan. Dan saat dia menanyakan kemana tujuan mereka, Erza mengatakan ada desa didekat sini.

"Erza-san, apa perlu membantai mereka semua?" Tanya Naruto setelah wanita itu selesai membereskan monster yang mendekati mereka.

"Itu perlu Naruto-kun, karena didekat sini ada penduduk, dan lagi.. Daging mereka cukup enak" Ujar Erza menunjukkan daging yang dia potong.

Naruto yang melihatnya mengidik jijik. Padahal itu monster bisa-bisanya wanita didepannya mengatakan bahwa itu enak.

"Haha.. Hidup di alam liar memang seperti itu Naruto-kun, jika tidak kau bisa mati kelaparan" Ujar Erza memasukan daging tadi ke penyimpanan dimensi nya.

"Dari pada memakan itu, lebih baik aku memakan ramen buatan Kaa-chan"

Erza yang mendengar nya langsung memukul surai jabrik itu. Lalu dia berkacak pinggang.

"Bodoh, kalau di alam liar bagaimana kau dapat makanan seperti itu"

Naruto yang mendengar nya tersenyum sembari melipat tangan di dada. Lalu dia berujar dengan banga.

"Tentu saja kita membelinya didesa dekat sini.. Ayo kita pergi" Ujarnya melangkah lebih dulu.

"Bocah itu.." Geram Erza saat menyadari dia dikerjai.

.

.

Setelah memakan waktu berjalan sekitar dua jam. Akhirnya Naruto dan Erza kini sudah sampai di gerbang desa.

"Desa Pemburu?" Baca Naruto.

"Ha'i.. Desa pemburu"

"Apa maksudnya Erza-san?" Tanya

"Hum.. Kau akan mengetahuinya nanti" Ujar nya melangkah masuk.

Naruto walaupun bingung ikut masuk, dan yang membuat dia bingung tidak ada penjaga di gerbang.

Saat masuk ke dalam Naruto dapat melihat ada banyak gelandang yang terduduk dengan wajah kusut.

Dia juga dapat melihat, Naruto menyadari saat pertama masuk ke desa ini mereka jadi sorotan semua orang yang mereka lewati.

Bukan lebih tepatnya adalah mereka memperhatikan Erza. Mungkin karena pakaian yang dikenakan oleh wanita itu sangatlah mencolok.

Bruk!

Karena sibuk memperhatikan orang-orang disana. Naruto tidak sadar bawha Erza telah berhenti membuat dia menabrak wanita itu.

"Ugh.. Ada apa Erza-san?" Tanya nya.

"Ayo kita masuk"

"??"

Naruto mengalihkan pandangannya pada papan tergantung di sebuah toko, atau lebih tepatnya bertulisan Bar itu.

"Eh? Untuk apa, kau tau saat ini kau membawa anak kecil" Ujar Naruto.

"Bodoh, tentu saja aku tidak menyuruh mu minum.. Kau akan memesan makanan kushus anak-anak" Ujarnya membuka Bar itu.

Dan seperti yang Naruto duga. Saat masuk lagi-lagi mereka jadi pusat perhatian.

"Minuman dengan kadar alkohol sedang.. Dan makanan untuk anak ini" Pesan Erza setelah dia duduk.

"Ha'i" Balas pemilik bar itu membuat kan pesanan mereka.

Sebenarnya jika Naruto bocah biasa, mungkin dia sekarang sudah pergi dari sini. Bagaimana tidak didalam bar itu pengunjung nya sungguh sanggar-sanggar.

"Ha'i.. Ini minimum nya.. Dan makanan untuk anak kecil nya" Ujar nye menyerahkan minuman alkohol dan makanan untuk Naruto, tentu nya dengan air putih.

Tanpa menunggu lama, Naruto langsung menyantap makanan didepannya itu. Walaupun rasanya biasa saja, tapi karena perut lapar, Naruto menyantap makanan itu dengan lahap.

Begitu juga Erza, dia meminum minuman milik nya. Lalu dia mengalihkan pandangan pada pria tua pemilik bar tersebut.

"Tuan.. Apa kau pernah mendengar belakangan ini penjualan budak ilegal disini?" Tanya Erza kecil sembari memainkan gelasnya.

Pria yang sedang melap gelas terlihat menghentikan aktivitasnya sebentar, lalu kembali melanjutkannya.

"Ya, aku mendengar nya.. Tapi bagi desa ini itu sudah biasa" Ujar nya.

Naruto yang mendengar nya terlihat bingung. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

"Ha'i.. Tapi yang aku dengar ketua dari mereka adalah bangsawan" Lanjut Erza.

Lagi-lagi pria itu menghentikan aktivitasnya. Namun kini mereka melihat pria itu menyeringai.

Naruto dan Erza tersentak saat pandangan mereka terasa mulai menggelap.

"Ya.. Dan kami adalah bagaian dari mereka.."

Itulah yang mereka dengar sebelum kegelapan menghampiri Naruto dan Erza.

"Hahaha.. Bagus bos.. Kita dapat tangkapan besar!"

Terlihat para pengunjung yang tadi duduk, mulai mendekati Naruto dan Erza.

"Haha.. Itu sudah jelas, karena aku adalah Momoshi Zabuza" Ujar pria itu, terlihat penampilan yang tadinya tau berubah menjadi pria kekar dengan gigi runcing.

"Bawa bocah itu ke dalam sel.. Dan untuk wanita kerajaan itu bawa ke tempat Bos" Perintah nya.

Mereka langsung melakukan perintah pria itu. Melihat anak buahnya sudah pergi, pria itu menyeringai dengan ini dia pasti dapat hadiah besar dari bos nya.

.

.

Disebuah kamar yang cukup besar, terlihat seorang wanita surai merah hanya mengenakan pakaian dalam, tangan dan kakinya diikat di kasur.

Wanita surai merah itu dengan perlahan membuka matanya, dia mengedipkan beberapa kali mata nya untuk memfokuskan pikiran nya.

"Ugh.. Dimana ini?" Wanita yang tidak lain adalah Erza terlihat kebingungan saat melihat dia di tempat asing.

"Ugh.. Sialan! Siapa yang berani mengikat ku seperti ini!" Wanita itu terlihat berusaha melepaskan diri, tapi itu sama sekali tidak berhasil.

Clek!

Erza langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pintu dibuka. Dan benar saja terlihat kini seorang pria cebol mengenakan pakaian mewah melangkah mendekati nya.

"Hoo.. Kau sudah sadar.. Ksatria Konoha!" Ujar pria cebol itu.

"Kau! Gato! Bagaimana mungkin buronan seperti mu bisa disini!" Pria itu menyeringai menatap Erza.

"Hahaha.. Tentu saja! Karena aku telah mengambil alih desa ini, setelah kabur dari Konoha"

Erza menatap Gato tajam. Pria cebol didepannya ini adalah seorang pembisnis gelap. Dia telah melakukan kejahatan saat di Konoha dengan menculik anak-anak atau rakyat biasa untuk di jual menjadi budak.

"Jadi Erza Scarlett! Apa kau jauh-jauh hanya ingin mencari ku dan bermain!" Ujar pria itu menyeringai penuh makna.

Erza yang mendengar nya membekalkan matanya. Apa lagi saat dia melihat pria itu mulai mendekati nya.

"Jika kau berani macam-macam, aku akan menghabisi mu!" Ancam nya.

"Hoo.. Asal kau tau saja, kau tidak akan bisa melepaskan diri dari ikatan itu.. Karena tali itu telah di berikan sihir" Ujar nya menyeringai saat melihat Erza berusaha melepaskan diri.

"Sa.. Mari kita nikmati malam kita Erza-chan" Ujarnya menyeringai.

.

[Beberapa saat sebelum nya]

.

Disebuah ruang bawah tanah, terlihat banyak sel yang mengurung rakyat biasa dan juga manusia setengah hewan, atau bisa dibilang Youkai.

"Ugh.. Ohh~ Kau yang terbaik Kuro-chan"

"Ahh~ Hime juga tidak kalah"

Terlihat disalah satu sel, ada dua penjaga yang kini memuaskan nafsu bejat mereka pada Youkai Neko dan juga Rubah.

Mereka terus melakukan hal bejat tersebut, sedang kan yang diperlakukan terlihat hanya diam dengan pandangan kosong.

"Ugh.. A-aku keluar!" Dengan cepat salah satu pria itu mencabut kelaminnya lalu menembakkan pada wajah Youkai Neko itu.

Sedangkan yang satu lagi terlihat mempercepat genjotnya pada Youkai Rubah surai kuning itu.

"Ugh.. Aku juga" Pria itu juga mencabut penisnya lalu mengeluarkan spermanya di tubuh rubah itu.

"Hahh~ Budak seks memang yang terbaik" Ujar salah satu penjaga.

"Aku bersyukur mereka belum laku" Balas temannya tersenyum menyeringai menatap dua Youkai yang kini masih terbaring.

Sementara itu, didepan sel mereka. Ada sel yang berisikan seorang bocah surai merah jabrik yang tidak lain adalah Naruto.

Dengan perlahan dia mulai membuka matanya. Naruto menggoyang kepalanya saat merasa sedikit pusing.

"Cepat bersihkan ini!"

Naruto langsung menatap kearah suara tersebut. Alangkah terkejutnya dia saat melihat diseberang nya ada dua Youkai kini di paksa membersihkan penis mereka menggunakan mulutnya.

"ARGGHH.."

Buagh!

Salah satu penjaga itu terlihat memukul wajah Youkai Neko surai hitam itu, saat dia merasa penisnya digigit keras.

"Kurang ajar!"

Buagh!

"Guahk"

Youkai kucing itu membantuk kan darah, saat pria itu menendang perut nya keras.

"Oi.. Bos akan marah jika kau mencelakai nya" Terlihat temannya berusaha menahan kemarahan pria itu.

"Cih! Kau beruntung Kuro-"

Jrassh! Bruk!

Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, kepala dari pria itu lebih dulu meninggalkan tubuhnya.

Baik teman pria itu, maupun dua Youkai yang terantai itu terlihat membulatkan mata mereka.

"Kalian membuat muak!"

Mereka mengalihkan pandangan saat mendengar suara berat dari sel seberang. Terlihat disana Naruto berdiri dengan aura gelap mengelilingi nya, bahkan kini iris bocah itu telah berubah menjadi Merah dengan tiga tomoe hitam.

Teman pria itu kaget saat melihat ditangan Naruto sebuah pedang. Lalu mengalihkan perhatian pada temannya yang telah mati.

"K-kau membunuhnya!"

Naruto sama sekali tidak menjawab, dia langsung memotong besi sel itu seperti memotong kue dengan mudahnya.

Trank.. Trank

Tubuh pria itu bergetar saat melihat Naruto melangkah mendekati mereka. Apa lagi kini iris menyeramkan itu menatap nya tajam.

"S-sia-"

Whus.. Crashh.. Brukh..

Mata dua Youkai itu membola saat mereka bermandikan darah, saat ada sebuah gelombang saat bocah didepan mereka melakukan sabitan, membuat besi sel dan kepala pria itu putus.

"Kyaa.." Teriak wanita rubah berekor satu itu menatap kepala pria itu. Sedangkan Kuroneko terlihat memasang wajah kagetnya.

Tap.. Tap..

Mereka menatap takut pada bocah yang kini mulai masuk ke sel mereka. Bagaimana mungkin bocah ini dengan mudah membunuh penjaga itu.

"J-jangan mendekat!"

Naruto langsung menghentikan langkahnya saat mendengar nada bergetar Youkai itu.

"Ugh!"

Naruto langsung memegang kepalanya saat terasa sangat sakti. Terlihat Aura dan juga iris Naruto kembali normal.

"A-re? Apa yang terjadi?" Bingung nya melihat sekitar.

Dia membulatkan matanya, saat melihat kini didepannya ada dua Wanita telanjang bulat memiliki kuping dan juga ekor. Tapi bukan hanya itu, yang membuat Naruto adalah mayat yang tergelak didepannya.

Padahal tadi seingat nya, dua wanita itu sedang diperkosa oleh dua penjaga itu. Lalu dia merasa padangan nya menggelap.

"K-kalian tidak apa-apa?" Naruto mencoba menanyakan kondisi mereka, saat melihat tubuh mereka bergetar.

Kedua wanita itu menatap bocah didepan mereka yang tadinya takut, kini menjadi bingung? Kemana aura mengerikan bocah itu.

Bahkan kini mereka dapat melihat iris biru polos menatap mereka khawatir. Padahal tadi mata itu menunjukkan kebencian yang besar.

"K-kami tidak apa-apa" Balas sosok Kuroneko tersebut.

"M-maaf menanyakan ini? Apa kalian yang membunuh mereka?" Tanya Naruto menunjuk dua mayat tersebut.

Mereka saling tatap, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Naruto.

"Ha'i! Mereka adalah orang jahat, mereka selalu melakukan hal bejat pada kami, tapi ada kesempatan kami membunuh mereka"

"Bahkan desa ini terjadi kemiskinan saat mereka datang merampas semua harta warga" Naruto menggeram marah, dia paling tidak suka penindasan.

Lalu dia mengedarkan pandangannya pada sekitar, kini dia baru sadar bahwa dia ada didalam penjara.

Dia tersentak saat mengingat, bahwa dia dan Erza diracuni oleh penjaga bar tersebut.

"Apa kalian melihat ada wanita surai merah yang dibawa kemari? Dia mengenakan pakaian kesatria" Tanya Naruto.

Mereka terlihat berpikir, namun setelah beberapa saat mereka menggeleng. Karena tadi mereka hanya melihat hanya Bocah didepan mereka inilah yang dibawa.

"T-tapi, aku tadi mendengar ada seorang ksatria yang d-dibawa, ke tempat Boss mereka. Mungkin itu yang kau maksud" Ujar gadis surai kuning bertelinga rubah itu.

Naruto yang mendengar nya mengangguk, dia langsung membuat handseal sebelah tangan.

Phof

Terlihat kini ditangan nya ada dua pakaian Yukata, lalu dia menyerahkan pada mereka.

"Pakailah ini, aku tau mungkin ini kekecilan tapi itu lebih baik dari pada tidak mengenakan apapun" Ujarnya menyerahkan dua pasang Yukata miliknya.

"Arigato" Ucap mereka langsung mengenakan pakaian tersebut.

Dan benar saja, pakaian itu hanya dapat menutup setengah jengkal paha mereka.

"Kalau boleh tau, kalian siapa dan tempat apa ini?"

"Aku Kuroka, dan ini Haruhime, kami diculik oleh pria bernama Gato dan dijadikan budak Seks, dan ini adalah markas mereka" Balas Youkai kucing itu.

Naruto yang mendengar nya menggeram, tidak didunia dia dulu maupun sekarang. Gato pasti membuat masalah.

"Apa ditempat ini tidak ada tawanan lagi?" Tanya Naruto.

"Ada, ini adalah markas tempat para budak diculik" Jawab Kuroneko tersebut.

Naruto mengangguk, dia lalu menggigit jari nya sampai berdarah, lalu menetaskan di lantai.

"Chi Bunshin no Jutsu" Gumamnya membuat satu handseal.

Kadua Youkai itu membulat kan mata, saat melihat darah tersebut berubah menjadi sosok yang mirip didepan mereka.

"Dia akan membantu kalian melepaskan tawanan lainnya, aku akan mencari teman ku dulu"

Flash.

Mereka terdiam saat melihat bocah itu hilang dalam kilatan oranye, bahkan baru kali ini mereka melihat teleportasi secepat itu.

"K-kuro-chan.. Ayo kita selamatkan lainnya"

Kuroka menganggerti, lalu mereka meninggalkan sel tersebut. Diikuti oleh Chi Bunshin Naruto.

Naruto yang kini berada diatas pohon, menatap datar Mansion dengan banyak penjaga didesa itu.

Dia dapat merasakan Erza didalam sana, walaupun kecil. Mungkin wanita itu dalam keadaan pingsan.

"Butuh bantuan Gaki?"

"Eh? Siapa itu?" Tanya Naruto saat mendengar suara berat.

Namun tidak ada balasan dari suara tersebut, seakan dia tidak ingin Naruto tau keberadaannya.

"Hah~ Sudahlah, lebih baik aku fokus menyelamatkan Erza-san" Gumam nya melompat turun.

Lalu dengan kecepatan ninja nya, Naruto berlari kearah mansion tersebut. Dalam mode lari nya, Naruto membuat pedang dari ketiadaan.

Jrassh!

Dengan kecepatan tinggi, Naruto menebas putus leher kedua penjaga gerbang, tanpa mereka sadari.

Teng! Teng!

Tush!

"ADA PENYUSUP!"

Naruto mengadahkan tangannya karena silau, saat lampu mengarah padanya. Ternyata walaupun dia membunuh dua penjaga tanpa suara, tapi dia tetap ketahuan.

Dengan cepat para penjaga Mansion itu mengepung dirinya. Dia menatap mereka datar.

"Hoo.. Kupikir siapa, ternyata hanya seorang bocah!"

Terlihat dari gerombolan tersebut, keluar pria kekar dengan pedang besar dipunggung nya. Lalu disampingnya ada gadis surai hitam digerai.

"Zabuza-sama, bukanya dia bocah yang bersama kesatria itu?" Ujar gadis disampingnya.

Pria bernama Zabuza itu memperhatikan Naruto intens, dia baru sadar ternyata memang benar.

"Hoo.. Aku tidak menyangka, para berandalan itu kasihan padamu bocah" Ujar pria itu.

Naruto yang mendengar nya sama sekali tidak bergeming, dia tidak perlu ocehan pria itu, yang dia cari adalah Erza.

"Dimana Erza!" Ujarnya dingin.

"Humm.. Oh, maksud mu ksatria wanita itu.. Mungkin Gato sedang berse-"

Zabuza tidak dapat melanjutkan kata-katanya, saat Naruto muncul disamping kepalanya melayang.

Duagh! Whush Brakh!

Baik Zabuza, gadis disampingnya atau pun para penjaga tidak sempat beraksi saat Naruto memberikan tendangan pada wajah Zabuza.

Tap!

"Zabuza-sama!" Panik gadis surai hitam itu membantu Zabuza berdiri.

Sedangkan Naruto kini dia telah kembali ditempat nya tadi berdiri. Seakan dia tidak kemana-mana.

"Ugh.. Apa-apa kecepatan dan kekuatan bocah itu! Hidungku bahkan patah hanya sekali tendangan" Batin pria seram itu menatap Naruto tajam.

.

[Kamar Gato]

.

"Ayo kita-"

Brakh!

Belum sempat pria kerdil itu menyelesaikan kata-katanya, pintu kamar tersebut didobrak.

"Sial! Apa yang kau lakukan!" Marahnya saat pengawal nya berdiri disana.

"Maaf Gato-sama, tapi diluar ada penyusup!"

"Apa! Berapa orang?" Tanya nya khawatir.

"Hanya satu orang, dia bocah kecil memiliki surai merah. Dia mencari wanita itu" Ujarnya menujuk Erza.

Erza yang mendengar nya kaget, dari ciri-ciri yang dikatakan penjaga itu. Tidak salah lagi itu adalah Naruto.

"Apa! Hanya seorang bocah tidak bisa kalian tangani! Memangnya sampah Zabuza dan putrinya itu kemana!" Marah nya.

"Z-Zabuza dan Haku kini telah kewalahan melawan bocah itu.. Bahkan para penjaga telah membantu mereka"

Baik Gato maupun Erza, mereka kaget mendengar hal tersebut. Yang benar saja bocah dapat membuat penjaga Mansion yang berjumlah 50 lebih kewalahan, ditambah satu ksatria dan satu Wizard.

"Grr... Cepat kau keluar, bantu mereka"

"Ha'i.. Gato-sama"

Pengawal itu langsung lari keluar dari sana. Gato terlihat mondar-mandir sambil menggigit jempolnya.

.

[Kembali ke tempat Naruto]

.

"Hah! Hah! Siapa bocah ini? Bahkan dia dapat membuat ku dan Haku kewalahan, bahkan.." Batin Zabuza menatap para pengawal yang telah tumbang.

"Siapa kau sebenarnya bocah!"

Dia masih tidak habis pikir, bisa-bisa nya ada bocah sekuat ini. Dia melirik putrinya yang kini juga mulai kelelahan.

"Aku hanya mencari Erza, jika kalian tidak menghalangi aku tidak akan menyakiti kalian" Ujar Naruto mengarahkan ujung pedangnya pada Zabuza.

"Cih! Sialan kau bocah!"

Zabuza langsung menerjang Naruto dengan kecepatan miliknya. Lalu dia langsung menebaskan pedangnya secara Horizontal.

Trank!

Namun Naruto masih dapat menahan nya, walaupun dia sedikit terseret karena kuatnya ayunan Zabuza.

"Sekarang Haku!"

"Ice: Trap!"

Crakh.. Brush..

Belum sempat Naruto bereaksi, tubuhnya langsung terbungkus oleh es. Membuat dia beku didalam.

"Huh~ Tidak aku sangka melawan bocah ini menguras banyak tenaga, untungnya kita bisa menangkap nya" Ujar Zabuza menatap Naruto yang ada didalam bongkahan es.

"Hum.. Apa benar seperti itu?" Dia tersentak saat mendengar suara Naruto dari belakang. Dan benar saja, kini Naruto telah melingkar kan Belati dileher Haku.

Walaupun Naruto masih bocah berumur delapan tahun. Tapi tinggi badannya sebahu Haku.

"Bagaimana mungkin!" Kagetnya, lalu dia mengalihkan pandangan pada sosok didalam es.

Dia membulatkan mata, saat disana hanya ada sebongkah kayu. Dia kembali mengalihkan pandangan pada Naruto.

"Dia berganti tubuh? Tapi bagaimana bisa?" Batinnya.

"Menyerah saja! Dan biarkan aku lewat!" Ancam Naruto menekan Belati nya, membuat leher mulus itu sedikit berdarah.

"H-HAHAHA.. Kau pikir aku takut dengan ancaman itu bocah! Aku tidak peduli dengan anak itu, dia hanya menghambat ku!"

"Aku akan membunuhmu dengan dia! Haku!"

"Ha'i.. Tou-sama"

Naruto membulat kan matanya, saat tubuhnya dan Haku mulai membeku.

"Jangan bercanda!"

Buagh!

Naruto langsung memukul tengkuk Haku, mamuat gadis itu pingsan. Zabuza yang melihatnya menyeringai.

"Hoo.. Kau tidak menggunakan dia lagi! Gaki!" Ujarnya menyeringai.

Naruto hanya menatap Zabuza datar, dia tau walaupun pria itu ingin mengorbankan nyawa Haku, tapi dia sebenernya sangat menyayanginya.

"Orang tua, untuk apa kau mengikuti penjahat seperti Gato? Bukannya dengan kekuatan, kau bisa hidup menjadi petualang?" Tanya Naruto menatap Zabuza datar.

"Cih, Gaki! Kau hanya anak kecil, belum tau busuknya dunia ini! Asal kau tau saja aku adalah mantan ksatria dari desa kiri!"

"Aku dicampakkan oleh desa itu saat membunuh penjahat yang memperkosa seorang wanita didepan ku.. Kau tau kenapa?"

"KARENA DIA ADALAH BANGSAWAN! DIA DIPERLAKUKAN SEPERTI DEWA! Sedangkan aku.. Aku dari keluarga kecil yang berhasil menjadi ksatria dikhianati seperti itu!"

Naruto menghela nafas panjang, ternyata kehidupan Zabuza didunia ini tidak jauh berbeda dengan yang dulu.

"Hah~ Percuma bicara dengan mu Gaki! Aku akan menghabisi mu disini" Humam pria itu mengambil kuda-kuda.

Terlihat dibelakang Zabuza ada sosok iblis menyeramkan, itu adalah iblis yang terbentuk dari niat membunuh Zabuza.

"Terimalah kemarahan ku Gaki!" Teriaknya menerjang Naruto.

Naruto menghela nafas panjang, lalu dia mengarahkan tangannya pada Zabuza.

"Maaf.. Sampai disini dulu!"

Zabuza membulat kan matanya, saat merasakan bahaya dari bawah. Dan benar saja kini dibawah nya sudah banyak lingkaran sihir berwarna merah.

Sringgg.. Sringg.. Grab! Bruk.. Grab..

"Ughh.. A-aku tidak bisa bergerak!" Terlihat Zabuza berusaha melepaskan diri, namun saat dia bergerak dia merasa jeratan rantai itu semakin kuat.

"Percuma, kau hanya akan membuang Mana jika terus bergerak" Ujar Naruto.

"Sialan kau bocah!"

Naruto sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut, dia langsung berlari meninggalkan Zabuza disana.

"Cih, baru kali ini akau kalah oleh bocah seperti nya" Batin Zabuza menatap punggung Naruto yang kini sudah masuk ke mansion utama.

.

.

Tap..

Naruto menghentikan langkahnya tepat didepan salah satu pintu kamar, dia dapat merasakan keberadaan Erza disana. Bukan hanya dia ada sosok lainnya juga.

Duagh Brakh!

Naruto langsung menendang pintu itu sampai jebol, wajahnya langsung memerah marah saat melihat Erza kini diikat di atas kasur hanya mengenakan dalaman.

Terlihat seorang pria cebol sedang mengarah kan pisau pada lehernya.

"Sialan!"

"Jangan mendekat! Atau ku tusuk!" Ancamnya.

"Ugh.."

Erza hanya dapat mengerang kesaktian, dia merasa tubuhnya masih lemah, bahkan mana milik nya terasa kacau.

Naruto hanya dapat menuruti apa yang dikatakan oleh Gato, sebenarnya dia bisa langsung membunuh pria itu. Tapi dia merasa ada beberapa orang lagi didalam ruangan ini.

"Buang senjata itu!" Perintah nya saat melihat ditangan Naruto ada sebuah Belati.

Tanpa perlawanan, Naruto langsung membuang Belati miliknya.

"Sekarang!"

Tap!

"Magic Sel"

Terlihat ada tiga orang yang turun dari atas, setelah itu dibawah Naruto muncul lingkaran sihir yang mengeluarkan sebuah kekai berwarna ungu mengurung Naruto.

"Naruto!" Panik Erza.

"H-hahaha... Dasar Zabuza bodoh, bahkan mengalahkan bocah ingusan ini saja tidak bisa!" Ujar Gato turun dari kasur.

Dia menatap Naruto intens dari luar, sedangkan yang ditatap kini memberikan tatap tajam padanya.

"Hoo.. Kau masih bisa memberikan tatapan seperti itu! Siksa dia"

"Ha'i"

Terr.. Cret.. Terrrr..

"Ghakk.. Arrgghh!"

Naruto mengerang kesaktian, saat listrik bertegangan tinggi menyetrum dirinya. Walaupun tidak seberapa dekat Kirin Sasuke.

"Naruto.. Gato lepaskan dia, aku tidak akan mengejar mu lagi!"

"Hum..?" Gato menatap Erza menyeringai.

"Memangnya kau bisa bicara seperti itu, dikeadaan seperti ini?" Ujar nya menyeringai.

Lalu dia kembali naik ke atas kasur, meninggalkan Naruto dan tiga sosok berjubah hitam yang mengurung nya.

"Saa.. Ayo kita beri anak itu pertunjukan yang bergairah.. Erza-chan" Ujarnya menyeringai.

Trash! Jrassh.. Jlep!

Baik Erza maupun Gato membulatkan mata, bagaimana tidak kini dada pria kerdil itu telah tertembus pedang.

"Satu hal yang kau harus tau! Tidak baik berpaling dari musuh!" Ujar Naruto datar, dia langsung menarik pedang itu dengan kasar.

"S-sia-"

Brukh!

Gato tidak bisa melanjutkan kata-katanya, saat kegelapan lebih dulu menghampiri nya.

"N-Naruto.. Kau mem-membunuh nya?" Kaget Erza tidak percaya.

Dia lalu mengalihkan pandangan pada tiga pria berjubah tadi, kini mereka tergeletak bersimbah darah.

"Siapa sebenarnya anak ini! Dia dengan mudah menghancurkan kekkai yang dibuat mereka..

"..Dan yang lebih parah... Dia membunuh tanpa rasa ragu!" Batin Erza menatap Naruto nanar.

"Jika aku tidak membunuhnya, dia yang akan membunuh ku" Ujar Naruto memutus tali yang mengikat Erza.

"Ugh.." Erza memegang pergelangan tangannya yang memerah.

"Makalah ini" Terlihat Naruto memberikan sebuah pil hitam sebesar kelereng.

"Apa ini?"

"Itu akan menetralkan racun yang ada ditubuh anda"

Erza langsung memakan pil tersebut, dan benar saja setelah sekitar lima menit dia merasa Mana nya tidak kacau lagi.

Erza kembali mengalihkan perhatian pada Naruto yang kini mengambil seluruh koin emas yang berada di sebuah berangkas.

Terlihat Naruto menganggil sebuah pakaian di lemari Gato, mungkin itu adalah pakaian para pelayan yang melayani nya.

"Pakailah ini, tidak mungkin kau keluar seperti itu!" Ujarnya memberikan pakain yang dia ambil.

Erza menatap pakaian itu kesal, itu hanya tentop putih untuk atasan, lalu celana di atas lutut.

"Kau me-"

"Pakai saja, dari pada kau seperti orang gila berjalan dengan pakaian itu" Balas Naruto melangkah keluar.

Erza menggeram kesal, entah kenapa dia merasa sikap Naruto agak kasar padanya, dia merasakan itu saat setelah keluar kerajaan.

"Cih, jika bukan putra Kushina.. Sudah aku potong-potong bocah itu" Ujarnya geram.

Setelah mengenakan pakaian nya, Erza mengalihkan pandangan pada mayat Gato. Setelah itu dia langsung melangkah menyusul Naruto.

Sementara itu, diluar Mansion terlihat Naruto yang kini berdiri didepan Zabuza yang masih terikat. Sedangkan Haku masih dalam kondisi pingsan.

"Jadi? Apa sudah menyerah?"

Tanyanya menatap Zabuza yang kini menutup matanya. Pria itu terlihat membuka matanya.

"Hahh~ Kau hebat Gaki, jika kau disini Gato pasti sudah mati" Ujarnya tanpa menatap Naruto.

"Yah, tidak sulit membunuh pria kerdil itu" Balas Naruto santai.

"Hahaha.. Kau sungguh menarik Gaki.. Hah~ Jadi cepat bunuh aku, tapi tolong lepaskan putri ku" Ujarnya tertawa hambar.

Naruto yang mendengar nya mengangguk, lalu dia membuat Handseal satu tangan.

"Maafkan Tou-san Haku, kurasa cukup sampai disini Tou-san bisa menemani mu" Batin nya menutup mata.

Sring..

"..?"

Zabuza langsung membuka matanya, saat bukan kesakitan yang dia terima. Melainkan rantai yang mengikat dia telah hilang.

"Apa mak-"

Dia gelagapan saat Naruto melemparkan sekantung besar emas padanya, dia menatap pemuda itu bingung.

"Didalam mungkin banyak harta lagi, itu hanya sedikit yang aku ambil.. Aku ingin kau memperbaiki kekacauan desa ini, dengan menjabat menjadi kepala desa" Ujarnya.

"Eh? Ta-"

Aku tau kau orang baik, kau hanya berlaku jahat karena kondisi yang memaksa nya. Jadi aku ingin kau memperbaiki desa ini, aku yakin kau mempu membangun desa ini lagi" Ujarnya tersenyum.

"T-tapi, sebenarnya desa ini penghuni nya telah hampir semua dibunuh Gato.. Hanya tinggal beberapa dipenjara"

Memang, 50% Pria didesa ini dibunuh Gato dan anak buahnya, sedangkan wanita ada yang di jual maupun di jadikan budak oleh Gato dan anak buahnya.

Walaupun terlihat tenang, sebenarnya Naruto kini menahan Emosi, pantas mereka tidak melihat warga desa saat memasuki desa ini, bahkan dia sama sekali tidak menemukan satupun penjaga di gerbang.

"Itu sudah cukup, kami akan tinggal beberapa hari untuk membantu memperbaiki desa ini" Jelasnya.

"ASTAGA!"

Belum sempat Zabuza bicara, terdengar teriakan dari belakang. Dan benar saja disana Erza berdiri menatap mayat penjaga disana.

"Naruto! S-"

"Tenanglah Erza-san.. Tadi Zabuza yang membunuh mereka"

Zabuza menaikkan alisnya, apa bocah ini tidak ingin mengatakan sebenarnya. Wanita itu mengalihkan perhatian pada Zabuza.

"Kau? Bukanya salah satu ksatria desa Kiri?" Tanya nya menatap Zabuza.

"Hum, bagaimana anda tau?" Tanyanya.

"Aku pernah melihat wajahmu masuk di buku Buronan" Balasnya.

Zabuza mengangguk mengerti, memang didunia ini bagi pengkhianat baik itu kerajaan atau pun desa, mereka akan masuk ke buku Buronan.

Biasanya ada petualang yang mencari pengkhianat itu, hidup atau mati untuk ditukarkan dengan kepingan emas.

"Kalau tidak salah Gato tadi menyebutkan nama mu? Jadi kenapa kau membantu Naruto?" Tanya Erza tajam.

Dia tidak akan membiarkan putra temannya ini di peralat. Zabuza yang mendengar nya menghela nafas.

"Zabuza hanya diancam oleh Gato, jadi mau tidak mau dia menjadi bawahan Gato" Bukannya Zabuza yang menjawab, melainkan Naruto.

"Hahh~ Jika kita bicara saja, ini tidak akan selesai.. Gaki, tolong jaga putri ku.. Aku akan melakukan pembersihan pada Mansion ini"

Naruto mengangguk, ternyata tidak sulit membujuk Zabuza. Dengan begini dia tidak perlu membunuhnya.

.

[Satu Bulan Kemudian]

.

Sudah satu bulan Naruto dan Erza tinggal didesa pemburu, atau sekarang namanya telah berganti menjadi Uzushiogakure, itu adalah nama yang Naruto saran kan.

Dan selama satu bulan ini, Erza dibuat mati kutu. Karena melihat kemampuan Naruto yang sangat unik.

Dia bisa membangun rumah dari kayu-kayu menggunakan sihir aneh. Jujur saja, setahunya dalam sejarah hanya Raja Hashirama Senju yang punya sihir kayu.

Walaupun cara Naruto mengeluarkan nya sangat berbeda dengan Hashirama. Bukan hanya itu, dia juga dapat melihat Naruto menggandakan diri sampai ratusan untuk membantu perbaikan desa dan memperluas nya.

Dan selama satu bulan ini, Zabuza dipaksa kerja keras karena sekarang dia adalah pemimpin desa tersebut. Ada yang membuat Zabuza sakit kepala, putri nya terlihat menempel pada Naruto.

Naruto juga telah memberikan sedikit genjutsu pada warga desa, agar tidak ada dendam warga desa pada Zabuza.

Disinilah sekarang Naruto, tepat nya bawah pohon sembari memperhatikan anak-anak bermain di taman yang dia buat.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Naruto mengalihkan pandangannya pada wanita surai merah, yang kini sudah berdiri disampingnya.

"Hanya memperhatikan senyum anak-anak itu" Balas Naruto tersenyum.

Erza memperhatikan bocah surai jabrik itu, walaupun Naruto berusia 9 tahun, dia merasa bocah memiliki pikiran seperti orang dewasa.

"Bukannya kau juga masih anak-anak" Ledek Erza mengambil posisi duduk disampingnya.

"Hehe.. Kau benar, tapi aku sudah merasakan dewasa" Balasnya dengan akhir nya kecil.

"Hum?"

"Bukan apa-apa" Balas Naruto tersenyum.

Erza memperhatikan bocah itu, padahal selama perjalanan mereka bocah itu jarang tersenyum. Tapi saat desa ini diperbaiki dia melihat Naruto jadi sering tersenyum.

"Naruto.. Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan dahsyat seperti itu di usia muda seperti ini?" Tanya Erza tiba-tiba.

Dia masih tidak bocah disampingnya ini sangat kuat, dia jadi malu mengingat dia adalah Kstaria yang disegani di kerajaan Konoha.

Tapi dia bisa-bisanya diselamatkan oleh bocah ini, mau ditaruh kemana harga dirinya jika teman-teman nya mengetahui hal tersebut.

Tapi dia bersyukur ada bocah berbakat seperti Naruto, bahkan bisa dibilang bakat nya ini terasa berlebihan.

"Aku hanya terbangun dari Koma, setelah itu aku merasa bisa melakukan apapun" Balasnya ambigu.

Erza mengerutkan keningnya, apa maksudnya itu? Dia tau dari Kushina Naruto memang pernah Koma sampai satu bulan.

Namun dia memutuskan untuk diam, karena bagaimanapun setiap orang memiliki rahasia dia sendiri.

"Ugh.. Jadi kapan kita berangkat Erza-san?" Tanya Naruto berdiri meregangkan tubuhnya.

"Hum.. Kurasa satu Minggu lagi" Naruto mengangguk mengerti.

Lagian dia juga ada sedikit yang harus dia buat untuk desa ini, dia lalu melangkah meninggalkan Erza.

"Mau kemana?"

"Toilet! Mau ikut?" Balas Naruto melirik Erza dengan watados.

"Cih sialan kau Gaki, siapa juga mau ikut"

Naruto hanya mengangkat bahu tidak peduli, dia kembali melanjutkan perjalanan nya.

BERSAMBUNG.

vvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvv.

Piuh~ Akhirnya selesai juga, bagaimana bagus kah? Jelek kah? Untuk Chap ini hanya ini saja yang bisa aku sajikan.

Yah walaupun boleh jujur, aku merasa pertarungan ini terasa hambar, tapi gk ap l:)

Aku ngakak kemarin, saat baca Review ada yang bilang aku bertapa dong karena lama gak up:)

Oh iya, bagi yang minta nama Sasuke diganti, aku sudah pernah katakan itu tidak Bisa, maaf jika itu membuat kalian kecewa.

Oh iya, makasih buat kalian yang masih nunggu fic ini update. Okelah, sampai sini aja dulu sampai bertemu di chap depan Bye~ Bye~ Dattebayou Hehe..