Disclaimer: I do not own Harry Potter or any of it's ideas, themes, characters, books, movies, images, etc.
SOAP OPERA
.
.
.
Apartemen pintu biru di utara Square d'Ajaccio, Ruede de Talleyrand Nomor 8. Draco sudah sampai di alamat sesuai petunjuk yang dibawanya, kemudian dia teringat perkataan Hermione 'Katakan saja pada penjaga pintu kau ingin bertemu denganku'.
.
'Penjaga pintu? Dimana?' inner Draco dalam hati.
.
Draco menengok ke kanan dan kiri, tapi tidak menemukan siapapun. Yang ada hanya orang-orang yang sedang berlalu lalang di jalan. Ya, pintu biru nomor 8 yang ada di hadapan Draco kini terletak di samping trotoar pejalan kaki. Lalu dimana penjaga pintu yang dimaksud Hermione? Mengabaikan pertanyaan di kepalanya, dia mencoba meneliti pintu itu lagi (semoga orang-orang di jalan tidak mengiranya pencuri). Jika diperhatikan, ada bagian seperti tombol yang menempel tepat di dinding kanan pintu. Dengan penasaran Draco menekan tombol itu.
"Bonjour, Monsieur," tiba-tiba ada kepala singa yang muncul dari pintu.
Saking terkejutnya Draco mundur beberapa langkah ke belakang dan memegangi dadanya.
"May I help you?," tanya sosok kepala singa itu.
Setelah tenang dari keterkejutannya, Draco berucap, "Hermione Granger," seperti merapal kata sandi.
"Maîtresse Hermione, oui. Veuillez entrer," pintu itu kemudian terbuka.
.
'Sebuah apartemen tiga lantai dengan taman dan teras?' inner Draco.
.
Ada dua pohon besar di kanan dan kiri taman. Draco melihat beberapa tanaman Herbiologi baik yang sihir dan yang bukan, mengelilingi kedua pohon. Teras yang mungil dengan tanaman hias menambah kecantikan halaman depan itu. Kemudian, bangunan yang ada di hadapan Draco saat ini terlihat sangat besar dan mewah. Bentuk bangunannya terlihat sedikit kuno daripada banguan lain di sekitarnya, tapi warna tembok bagian luarnya senada dengan bangunan lain yang mengelilinginya. Pintu dan jendelanya dari kaca, sehingga lampu yang menyala dari setiap ruangan dapat terlihat dari luar.
.
'Apa apartemen ini benar tempat tinggal Hermione?' inner Draco (lagi).
.
Pintu kaca di depan Draco tiba-tiba terbuka. Tapi bukan Hermione yang membukanya. Draco melihat ke bawah dan menemukan sosok mungil yang mirip dirinya saat kecil sedang tersenyum manis ke arahnya.
"You are big," kata sosok mungil itu dengan mata bulat berbinar menatap takjub Draco.
"Siapa—" sebelum Draco menyelesaikan pertanyaannya, sosok mungil itu sudah menariknya masuk menuju Hermione yang ada di dapur.
"He is here," lapor sosok mungil itu pada Hermione.
Hermione berbalik dari kompor ke arah Draco, "You're here," ucapnya sambil tersenyum mendekati Draco, "Apa itu untukku?," tanya Hermione sambil menunjuk bunga dan bingkisan yang dibawa Draco.
"Grang—"
Ding
Kali ini suara oven menyela perkataan Draco.
"Makanannya sudah siap. Kau mau makan di sini atau di ruang makan?," tanya Hermione bukan pada Draco, tapi pada sosok mungil yang masih setia menggenggam tangan Draco sekarang.
"Uum…di sini saja," jawab sosok mungil itu setelah berpikir sejenak.
"Okay, then, let me get these," Hermione mengambil bunga dan bingkisan yang Draco bawa, "and you may sit there," kata Hermione sambil menunjuk meja bundar di dekat perapian yang menjadi satu dengan dapur.
Draco dibawa sosok kecil itu untuk duduk di sebelah kirinya. Hermione menolong sosok kecil itu untuk bisa duduk dan menyesuaikan tinggi kursinya dengan meja. Kemudian dengan ayunan tongkatnya, Hermione menyiapkan semua komponen hidangan makan malam ke dalam mangkuk, menempatkan bunga yang dibawa Draco ke dalam vas, dan menuangkan wine yang dibawa Draco dalam dua gelas, sementara satu gelas lain diisi dengan jus anggur.
"Kau suka salmon, 'kan?," tanya Hermione pada Draco setelah duduk di kursi di sebelah kanan si sosok mungil.
"I…ya?," jawaban Draco terdengar memanjang seperti pertanyaan.
Makanan yang disajikan Hermione terlihat lezat. Salmon dan kentang panggang ditambah brokoli dan asparagus. Simple but look fancy.
Sekarang yang ada di pikiran Draco bukan tentang saus dan bumbu apa yang digunakan Hermione dalam masakannya, tapi tentang siapa sebenarnya sosok kecil yang sangat mirip dengan dirinya itu. Seingatnya, kloning manusia ilegal dilakukan. Lagipula untuk apa Hermione melakukan kloning pada dirinya?
Draco ingin bertanya, tapi dia tidak ingin menyela pembicaraan tentang 'Kenapa ikan bisa bernapas di air?' yang sedang mereka lakukan.
"Jadi, kalau aku punya insang, aku bisa bernapas di dalam air?,"
"Correct," Hermione membenarkan, "Ada beberapa tanaman yang bisa membuatmu bernapas di dalam air. Contohnya, Gillyweed. Itu adalah tanaman ajaib asli Mediterania yang menyerupai setumpuk ekor tikus berlendir berwarna abu-abu kehijauan. Kata Harry, rasanya seperti karet, susah dikunyah—"
"Yucky,"
"Aku tau ini memang agak menjijikkan. Tapi setelah kau makan itu, akan tumbuh sepasang insang di lehermu, awalnya mungkin agak sakit, dan tentu saja insang itu membuatmu bisa bernapas di dalam air, tak hanya insang, selaput di antara jari-jari tangan dan kaki juga akan tumbuh, memudahkan kita untuk berenang, tapi insang dan selaput itu tidak akan selamanya ada, ada durasinya, tapi tidak diketahui pastinya, banyak perdebatan Herbologists tentang durasi efek Gillyweed ini di air tawar dan di air asin, tetapi efek Gillyweed dalam air tawar diperkirakan sekitar satu jam," panjang Hermione menjelaskan.
Draco mendengus tertawa membuatnya tersedak makanan yang sedang ditelannya. Hermione segera berdiri dari kursinya dan membantu menepuk-nepuk punggung Draco dari belakang. Setelah batuknya mereda, Draco meminum air yang Hermione sodorkan padanya.
"Apa yang membuatmu tertawa?," tanya Hermione sambil mengelus punggung Draco.
"Just realize, that you are still Miss-Know-It-All," jawab Draco sambil menatap Hermione di sebelahnya.
Tangan Hermione yang masih di punggung Draco segera memukulnya dengan keras, "You should have choked to death," lirih suara Hermione yang didengar Draco.
Draco mengaduh dan melihat Hermione kembali duduk di kursinya. Kemudian dia melihat si sosok kecil yang masih terlihat terkejut di sebelahnya.
"Are you okay?," tanya sosok kecil itu. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran.
"Yes, I'm fine," jawab Draco sambil tersenyum, "By the way—"
"Habiskan dulu makananmu, Scorpius," Hermione memotong perkataan Draco.
"Yes, mommy," jawab Scorpius patuh sambil melanjutkan makan lagi.
.
'Jadi, nama anak ini 'Scorpius'. Selera nama yang bagus. Tapi, dia tadi memanggil Hermione dengan sebutan apa? Mommy?' Draco berpikir dalam kepalanya.
.
"Granger," Draco memanggil Hermione, tapi Scorpius juga ikut menoleh.
"Yes?," jawab Hermione dan Scorpius bersamaan.
Mulut Draco menganga terbuka, "Her–my–oh–nee Granger, WE need to talk,"
.
.
.
Tbc
Referensi apartemen Hermione :
/en/paris-real-estate/ref-pp2-2243/sale-luxury-apartment-paris-8-rooms-4-bedrooms-75007/
Referensi makan malam mereka bertiga :
/recipes/fish/roast-salmon-fillets-with-a-creme-fraiche-and-caper-sauce
olla-olla~ makasih buat
dramiosnene
LavCheIte
yeoname
yang sudah menjawab pertanyaanku di chapter sebelumnya. dari jawaban kalian bisa kutarik kesimpulan bahwa semuanya perfect (besar kepala), xixixixi...
mxziell, saya tidak PHP kok, hohoho...
Bidari sima, hmmm...makanya aku butuh banyak pasukan untuk menyebar ff ini ke segala penjuru kota agar tidak ada yang tersesat mencari ff Dramione seperti dirimu (duh ngomong aja daku belibet). panggil EL, Elwing, atau sayang (eh), terserah kamu deh mau manggil apa, yang penting tidak mengandung SARA dan NARKOBA (ngomongnya dah kemana-mana. abaikan)
Queenni, jangan lupa comment dong, biar daku tahu letak kesalahan dan kekurangan yang telah hamba lakukan (kek minta ampun dosa, njjir)
JANGAN LUPA Reviews, Favs, Follows ~ OKAY~~~
