THE MOST STRONGEST SUPERNOVA
CHAPTER 20 : NARUTO PIRATES VS DONQUIXOTE FAMILY PART 2
( NOBARA VS BABY 5 AND BUFFALO )
Di sisi kota Mock Town terlihat ada 3 orang yang sedang berdiri dan saling menatap satu sama lain. Para warga sipil pun berlarian dan menyelamatka diri mereka karena mereka tahu bahwa ini adalah pertarungan bajak laut.
Berita tentang pertarungan ini sudah tersebar luas diseluruh penjuru kota dan sudah banyak jurnalis yang datang ke kota ini untuk meliput pertarungan antara Naruto Kaizokudan dan Donquixote Family karena ini akan menjadi berita besar dan kedua bajak laut pun mempertaruhkan reputasi mereka. Siapapun pemenang dari pertarungan ini tentunya akan menjadi semakin terkenal dan ditakuti.
Salah satu dari kru Naruto yaitu Kugisaki Nobara kini sedang berhadapan dengan 2 anggota Donquixote Family yaitu Baby 5 dan Bufallo. Bagi Baby 5 dan Bufallo, mereka harus memenangkan pertarungan ini karena jika tidak, mereka akan mempermalukan nama besar Doflamingo.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami berdua hah!?" Teriak Baby 5 kepada Nobara.
"Sombong sekali-dasuyan!" Ucap Buffalo yang juga kesal kepada Nobara.
Nobara yang mendengar itu pun hanya menyeringai dan mengeluarkan beberapa paku dari saku celananya. "Dasar bodoh. Seharusnya aku yang bertanya pada kalian. Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku hah? Kami ini Naruto Kaizokudan dan kami adalah bajak laut yang akan menaklukan dunia ini!"
SIUNG!
SIUNG!
Nobara lalu melemparkan paku yang berada di genggamannya kepada kepada Baby 5 dan Buffalo.
"KANZASHI!"
BOOM!
Paku-paku tersebut pun mengeluarkan sebuah cahaya biru dan meledak. Baby 5 dan Buffalo pun langsung melompat dan menghindari serangan itu.
"BUFALLO!" Teriak Baby 5.
"AKU MENGERTI!" Jawab Buffalo.
WUSSSH!
Buffalo pun kembali terbang dengan rambutnya yang berubah menjadi sepeti kincir angina dan Baby 5 pun berdiri di punggung Buffalo.
"BUKI MORPHOSIS!"
SIUNG!
Seketika, tubuh bagian atas Baby 5, dari pinggang sampai ke kepala berubah menjadi seperti corong meriam. Nobara yang melihat itu pun membelalakan matanya karena terkejut melihat kekuatan Baby 5.
"Apa!?" Teriak Nobara.
"FIREGIRL!"
WUSSSSSSH!
Dari corong meriam itu, Baby 5 menembakan api yang sangat besar dan membuat seluruh area tersebut terbakar. Nobara yang melihat itu pun kembali membelalakan matanya dan ia pun langsung berlari menghindari serangan dari Baby 5 tersebut.
WUUSSSH!
Kali ini, muncul hembusan angina yang sangat besar dan membuat Nobara terseret perlahan kebelakang. Nobara terus menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya karena hembusan angina itu sangat kuat dan membuat api yang membakar area tersebut semakin besar dan terus merambat.
"Heheheh bagaimana? Kau tidak bisa bergerak kan? Aku bisa menciptakan angin yang sangat besar dengan baling-balingku ini!" Ucap Buffalo yang menyeringai.
"Buffalo, kita gabungkan serangan kita dan habisi wanita itu!" Ucap Baby 5 kepada Buffalo.
"Oke!"
SIUNNG!
"BUKI MORPHOSIS!"
"GUST MATASABURO!"
BRRRRRUSSSSSSSSH!
DUAAAAAAR!
Baby 5 kembali menembakan api yang sangat besar dan Buffalo pun menciptakan sebuah angina tornado yang sangat besar. Alhasil, kedua serangan itu menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar dan Nobara pun tidak bisa menghindari serangan gabungan tersebut.
WUSSSH!
Seluruh area pun sudah menjadi lautan api. Seluruh bebatuan, rumah, pohon terbakar hangus. Baby 5 dan Buffalo pun menyeringai dan tersenyum sombong karena mereka mengira bahwa mereka sudah mengalahkan Nobara.
"Heh! Dasar wanita sombong! Dia pikir dia bisa mengalahkan kita berdua!?" Ucap Baby 5.
"Hehehehe, kita bahkan menang tanpa adanya perlawanan dari dia." Ucap Buffalo.
Baby 5 merogoh sakunya dan ia mengeluarkan sebatang rokok dan langsung menyulutnya dan menghisap rokok tersebut. "Kita harus membawanya. Siapa tahu dia berguna untuk Doffy."
"Benar. Doffy pun bilang kalau bisa jangan bunuh kru dari Naruto Kaizokudan." Ucap Buffalo.
Buffalo pun kembali mengaktifkan kekuatannya dan mengubah rambutnya menjadi baling-baling, dan bersama Baby 5, mereka mencoba mendekati Nobara yang tergeletak di tengah-tengah api yang menyala.
Terlihat beberapa tubuh Nobara dari lengan dan kakinya mengalami luka bakar yang sangat serius dan setengah wajahnya pun terlihat gosong. Seluruh pakaiannya sudah robek dan Nobara terlihat benar-benar tidak berdaya.
TAP! TAP!
Baby 5 dan Buffalo pun akhirnya mendarat tepat disebelah Nobara dan menatap Nobara dengan rendah.
"Aku kasihan pada wanita ini. Kulitnya sudah hangus!" Ucap Buffalo yang melihat Nobara dengan jijik.
"Itulah yang kau dapatkan jika kau berani melawan Donquixote Family." Ucap Baby 5 dengan datar.
Baby 5 pun berjongkok dan mencoba untuk membawa Nobara.
GRAB!
"Kena kau!"
Baby 5 membelalakan matanya karena tiba-tiba lengannya di cengkram oleh Nobara dengan sangat kuat dan membuatnya kesakitan.
"BRENGSEK! Bagaimana bisa kau masih hidup!" Terika Buffalo.
BUAGH! BUAGH!
"UAAAAAAAAGH!"
Nobara langsung mengeluarkan paluya dan memukuli kepala Buffalo hingga berdarah.
"BUFFALO!" Teriak Baby 5 yang khawatir.
SREEEET!
"AAAAGH!"
Baby 5 berteriak kesakitan karena Nobara langsung menyayatnya dengan paku dan membuat Baby 5 berdarah.
SIUNG!
Baby 5 dan Buffalo pun langsung melompat mundur dan masing-masing dari mereka memegangi bagian tubuh mereka yang terluka.
"Kuso! Dasar wanita sialan!" Ucap Baby 5.
"Kau pura-pura mati supaya kau bisa menyerang kami!? Itu curang!" Ucap Buffalo.
Nobara perlahan bangkit berdiri dan ia tersenyum mengerikan. Sebagian wajahnya tertutupi oleh rambut oranyenya dan terlihat sebuah aura hitam keluar dari tubuh Nobara.
"Curang? Kalian pikir dengan siapa kalian sedang berurusan sekarang? Dalam dunia bajak laut, kecurangan itu hal yang biasa!" Ucap Nobara.
"Grrr! Kalau begitu akan kutunjukan kekuatan kami yang sebenarny-"
JLEB!
"Uhuk!"
Belum sempat Baby menyelesaikan perkataanya, tiba-tiba ia merasa bahwa ada sesuatu yang menusuk bagian dalam perutnya. Ia pun langsung terjatuh dan memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Baby….5?" Buffalo pun hanya bisa bergumam melihat Baby 5 yang tiba-tiba memuntahkan darah.
TAP! TAP!
Nobara pun melangkahkan kakinya dan perlahan mendekati Buffalo dan Baby 5. "Mana semangatmu yang tadi? Mana kekuatan Donquixote Family hah?"
Buffalo pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap Nobara dengan tajam. "APA YANG TELAH KAU LAKUKAN HAH!?"
Nobara masih menyeringai dan kini ia mengangkat sebuah boneka kecil yang sudah berlumuran darah.
"Darah yang ada menempel di boneka ini adalah darah kalian. Aku bisa membunuh kalian melalui boneka ini." Ucap Nobara.
Buffalo dan Baby 5 pun membelalakan matanya saat mengetahui kekuatan sebenarnya dari Nobara. Mereka mungkin telah berada di dunia baru dan melawan berbagai macam bajak laut yang mempunyai kekuatan aneh namun, baru kali ini mereka menemukan kekuatan yang sangat menyeramkan seperti ini.
"Uhuk! Uhuk! Sial! Jadi ini alasannya kenapa kau pura-pura mati?" Tanya Baby 5.
"Supaya kau bisa mengambil darah kami dan menyantet kami." Lanjut Buffalo.
Nobara yang mendengar itu pun hanya menyeringai dan meremas bonekanya dan membuat Buffalo dan Baby 5 kesakitan.
"Menyerahlah! Nasib kalian sudah berada di tanganku!" Ucap Nobara.
-X-
( VIOLA VS ERZA )
SREEEEET!
BUAAAAGH!
"EEEEGH!"
Disisi lain pertempuran, terlihat Erza dan Viola sedang bertarung dan terlihat juga bahwa Erza masih terlalu kuat untuk Viola. Meskipun Viola adalah salah satu eksekutif dari Donquixote Family namun ia bukanlah petarung seperti Diamante, Pica, dan Baby 5.
Erza praktis tidak menemukan kesulitan saat menghadapi Viola dan membuat Viola kebingungan dan ia harus memikirkan cara untuk bisa mengalahkan Erza atau setidaknya bisa melarikan diri.
"Hah…hah….hah….." Viola berdiri dengan nafas yang terengah-engah dan ia terus memfokuskan pandangannya pada Erza.
Erza disisi lain hanya menatap Viola dengan datar dan memasang kuda-kuda bertarungnya. "Menyerahlah. Aku berjanji tidak akan membunuhmu jika kau menyerah sekarang."
"Apa kalian pikir kalian bisa mengalahkan Doflamingo huh? Kau mungkin bisa mengalahkanku tapi bocah bernama Kozuki Naruto itu pasti akan kalah di tangan Doffy dan begitu juga dengan temanmu yang lainnya!" Ucap Viola kepada Erza.
Erza yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pedangnya kepada Viola dan menatapnya dengan tajam. "Kaptenku bukanlah orang yang lemah dan kaptenku akan memenangkan pertarungan ini. Aku yakin padanya."
Viola yang mendengar itu pun hanya mengerang kesal dan menggertakan giginya. "Semua bajak laut sama saja. Mereka hanya bertempur demi kepentingan mereka sendiri dan membunuh semua orang yang menghalangi mereka."
"Apa maksudmu?" Tanya Erza.
"ITU BERARTI KAU HARUS MATI DISINI!" Teriak Viola.
SIUNG!
"HIERO LAGRIMA : TEARWHALES!"
BOOOOM!
Viola kembali mengeluarkan air matanya dan ia pun mengubah air matanya menjadi ikan paus raksasa.
Erza yang melihat itu pun langsung menghindari serangan tersebut dengan melompat keatas sehingga paus tersebut hanya merusak tanah dan bebatuan disekitar area tersebut.
"KANSHO : KUREHA NO YOROI!"
SRING!
Kali ini Erza mengganti armornya dengan Black Wings Armor. Armor besi berwarna hitam dengan motif salib dibeberapa bagian seperti di bagian kedua pundaknya dan terdapat sayap kelelawar yang membantunya untuk bisa terbang.
WUSSSSH!
"KUREHA GESSEN!"
SREEEET!
"UAAAAAAAAA!"
Erza dengan cepat terbang kearah Viola dan ia langsung menebas Viola dengan pedang besarnya dan membuat Viola terluka dibagian lengan dan perut dan membuatnya terjatuh ketanah.
"Hah….hah…..hah…." Viola pun kembali terengah-engah dan sudah kehabisan tenaga untuk bertarung.
SRENG!
Erza berdiri di sebelah Viola dan mengarahkan pedangannya kepada Viola. "Kenapa kelompokmu tiba-tiba menyerang kami?"
Mendengar itu Viola pun berusaha mengangkat wajahnya dan menatap Erza sambil tersenyum. "Benar juga. Kau tidak ada saat kami berbicara dengan kaptenmu dan wanita oranye itu."
"Bicara yang jelas." Ucap Erza.
"Doflamingo bekerja sama dengan salah satu Yonkou dunia baru. Doffy mempunyai bisnis yang sangat besar dan pelanggan utama dari bisnis ini adalah Yonkou tersebut." Ucap Viola.
"Yonkou mana yang kau bicarakan dan kenapa harus kami yang kalian serang?" Tanya Erza.
"Dia adalah Yonkou yang sangat menyeramkan. Dia adalah mahluk terkuat di muka bumi ini dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Namanya Hyakuju no Kaido." Ucap Viola.
"Masih tidak menjelaskan kenapa kalian menyerang kami." Ucap Erza.
"Aku tidak tahu detailnya tapi yang aku dengar, Yonkou Kaido sangat tertarik dengan kaptenmu dan meminta Doffy untuk menangkapnya dan membawanya ke dunia baru." Ucap Viola.
Erza yang mendengar itu pun membelalakan matanya. Sebuah berita buruk karena ternyata yang mengincar Naruto sesungguhnya adalah Yonkou.
"Ada urusan apa seorang Yonkou dengan bajak laut kami?" Tanya Erza.
"Entahlah. Aku hanya mengikuti perintah." Ucap Viola.
Erza pun semakin termenung dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan, Mungkin ini akan menjadi situasi yang gawat karena meskipun mereka memenangkan pertarungan ini, lawan mereka selanjutnya adalah Yonkou.
Tentu saja Erza yakin bahwa ia dan kawan-kawannya termaksud Naruto belum siap jika harus melawan Yonkou sekarang.
'Tch! Naruto, apa yang harus kita lakukan!' Gumam Erza dalam hatinya.
"Kau mengkhawatirkan kaptenmu?"
Lamunan Erza buyar saat ia mendengar suara Viola. Ia langsung menatap Viola dan kembali mengarahkan pedanganya kearah Viola.
"Apa itu saja yang kau ketahui? Aku butuh informasi lebih soal ini." Ucap Erza kepada Viola.
"Sudahku bilang aku tidak tahu apa-apa. Aku hanya mengikuti perintah Doffy." Ucap Viola.
"Lalu, jika kami memenangkan pertarungan ini, apa Yonkou itu akan datang menyerang kami?" Tanya Erza.
"Entahlah. Hanya Doffy yang tahu." Ucap Viola.
Erza pun menyipitkan matanya dan kembali berpikir. Ia menduga bahwa setelah pertarungan ini, maka mereka tidak boleh lengah karena ancaman selanjutnya akan datang. Tapi Erza pun berpikir bahwa Yonkou berada di dunia baru dan kemungkinannya kecil jika Kaido pergi ke Grandline hanya untuk menangkap Naruto.
Viola yang melihat Erza terus melamun pun menyeringai dan mulai bangkit berdiri.
SIUNG!
BUAGH!
TRAANG!
"Grrr!"
Erza membelalakan matanya dan terkejut saat Viola yang tiba-tiba melompat dan mencoba menendangannya. Namun, beruntung bagi Erza dengan refleknya yang bagus, ia berhasil menahan tendangan Viola dengan pedangnya.
"Kau masih belum menyerah!?" Ucap Erza.
"Kaulah yang harus menyerah sekarang." Ucap Viola.
WUSSSSH!
Seketika, angin berhembus kencang dan suhu pun turun drastis.
Erza yang merasakan itu pun langsung melompat mundur dan memasang kuda-kuda bertarung dan bersiaga jika Viola tiba-tiba melancarkan serangannya.
WUSSSSH!
Angin bertambah kencang dan yang membuat Erza terkejut adalah salju yang tiba-tiba turun dengan deras seperti badai salju.
"Apa yang kau lakukan hah? Apa ini salah satu kekuatanmu?" Tanya Erza.
Viola yang mendengar itu pun tersenyum dan memejamkan matanya. Ia bertolak pinggang dan menyeringai kepada Erza.
"Doffy memerintahkanmu untuk menjaga kapal bukan?" Ucap Viola.
SREEET!
"Aku mulai bosan di kapal terus. Jadi aku memutuskan untuk ikut bersenang-senang dengan kalian."
Erza membelalakan matanya dan terkejut bukan main saat ia mendengar suara seseorang yang berada tepat dibelakangnya.
GRAB!
Tiba-tiba, ada yang memeluk Erza dari belakang dan Erza pun tidak bisa bergerak dan ia merasa seluruh tubuhnya mati rasa karena kedinginan. Wajahnya pun mulai membiru dan beberapa bagian tubuhnya pun mulai membeku.
"A-apa…ini?" Gumam Erza.
Erza lalu mencoba menengok kebelakang dan ia melihat seorang wanita berwajah pucat dan berambut hijau sedang memeluknya dan Erza pun bisa meraskan nafas dingin yang dihembuskan oleh wanita tersebut.
"Si-siapa kau?" Tanya Erza.
"Fufufufu jadi kau wanita yang dijuluki titania itu? Kau tidak sekuat seperti kata orang." Ucap wanita tersebut.
Viola pun berjalan mendekati Erza dan ia menatap wanita berambut hijau tersebut.
"Monet, Doffy bilang jangan bunuh satupun dari mereka." Ucap Viola.
Wanita bermabut hijau yang diktehaui bernama Monet tersebut pun hanya menyeringai dan terkekeh. "Sayang sekali, padahal aku ingin sekali membunuh wanita ini."
Disisi lain, Erza mulai kehilangan kesadarannya dan mulai merasakan sakit disekujur tubuhnya karena dingin yang sudah merasuk ke dalam tubuhnya hingga menusuk tulangnya.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan dengan wanita ini?" Ucap Monet sambil menyeringai.
-X-
( SHINOBU VS SUGAR )
Disisi selatan pulau, tepatnya di pelabuhan selatan kota Mock Town terjadi pertarungan antara salah satu anggota Naruto Kaizokudan yaitu Kocho Shinobu melawan Sugar yang merupakan salah satu eksekutif dari Donquixote Family.
Pertarungan sudah berlangsung selama kurang lebi setengah jam dan terlihat Sugar sedikit kerepotan melawan Shinobu. Setiap serangan yang Sugar berikan, belum ada satu pun yang mengenai Shinobu dan sebaliknya, meskipun Shinobu hanya beberapa kali menyerangan namun setiap serangan yang diberikan Shinobu sangat berdampak pada Sugar.
Hal ini sangat wajar karena Sugar bukanlah tipe pertarung seperti keluarga Donquixte yang lain melainkan dia hanyalah seorang support. Setidaknya, dia membutuhkan seorang partner bertarung jika ia ingin mengalahkan Shinobu.
"Menyerahlah." Ucap Shinobu kepada Sugar.
Sugar pun tidak menjawab pertanyaan Shinobu dan hanya menatap Shinobu dengan tajam.
"Ara-ara, tidak baik menatap seseorang seperti Ojou-Chan. Jika ada masalah, sebaiknya kita bicarakan terlebih dahulu dan jangan menatapku seperti itu. Aku merasa terganggu." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Grrrr! Masalahku adalah kau!" Teriak Sugar.
SIUUUNG!
Setelah berteriak seperti itu, Sugar tiba-tiba melompat dengan tinggi dan kabur dari Shinobu.
Shinobu pun membelalakan matanya dan terkejut dengan tindakan Sugar dan ia pun langsung mengejar Sugar.
WUSSSH!
Shinobu berlari sekencang mungkin untuk mengejar Sugar yang ternyata memiliki kecepatan luar biasa dalam berlari.
"Ara-ara, melarikan diri dari musuh? Apa semua Shicibukai seperti ini?" Tanya Shinobu sambil mengejar Sugar.
Shinobu tahu bahwa ia tidak bisa mengejar Sugar dan maka dari itu Shinobu mencoba memprovokasi Sugar suapaya Sugar berhenti berlari.
"DIAM! AKU TIDAK INGIN MENDENGAR APAPUN DARIMU!" Teriak Sugar.
SET!
SET!
Sugar melompati beberapa rumah dan ia kini berlari di atap rumah warga. Shinobu yang melihat itu pun mengikuti pergerakan Sugar dan mereka berdua pun berlarian di atap rumah warga.
TRANG! TRANG!
Saat mereka berlari, ternyata genteng genteng yang mereka pijak pun pecah dan alhasil atap dari rumah warga itu pun satu per satu rusak.
"OOOI! JANGAN BERLARIAN DI ATAS RUMAHKU!"
"JIKA INGIN BERTARUNG JANGAN DISINI!"
"PERGILAH DASAR BAJAK LAUT SIALAN!"
Terdengar suara-suara dari warga yang meneriaki Shinobu dan Sugar karena akibat perbuatan mereka berdua, rumah para warga pun rusak.
"Ahhh.. Gomenasai! Aku berjanji akan mengganti seluruh kerugian kalian." Ucap Shinobu sambil tersenyum manis.
""KAWAAIIIII!""
Para warga yang kebanyakan laki-laki pun terpersona saat melihat senyum manis dari Shinobu dan mereka pun tidak jadi marah kepada Shinobu. Mereka pun langsung menatap Sugar dan meneriaki Sugar.
"OI BOCAH! TURUNLAH!"
"JANGAN MENGINJAK-INJAK ATAP RUMAH KAMI!"
Sugar yang mendengar itu pun langsung menatap tajam para warga dan ia kembali meneriaki warga tersebut.
"URUSAI! DASAR SAMPAH!" Teriak Sugar.
"Ara-ara…." Gumam Shinobu sambil menggelengkan kepalanya.
Para warga yang diteriaki sampah oleh Sugar pun langsung naik pitam. Para warga yang berada dibawah, langsung berlari dan mencoba mengejar Sugar.
"SIAPA YANG KAU SEBUT SAMPAH!?"
"TURUNLAH KAU BOCAH!"
Sugar yang melihat itu pun tiba-tiba tersenyum dan ia pun langsung melompat turun untuk menghadapi para warga.
SIUNG!
SRET!
Kini, Sugar telah berdiri dihadapan para warga yang sedari tadi mengejarnya dan ia menyeringai kepada para warga.
"Mau lari kemana kau!?"
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menghinaku!"
"Kau harus mengganti rugi kerusakan rumahku!"
"Tidak. Kalian lah yang harus mematuhiku." Ucap Sugar dengan datar.
"Huh?"
SIUNG!
"LITTLE BLACK BEARS!"
SET! SET! SET!
Tiba tiba, dengan gerakan yang sangat cepat, sugar langsung menyentuh para warga tersebut dan membuat warga tersebut terkejut dan juga kebingungan.
SRRRRING!
Seketika, tubuh warga pun diselimuti cahaya kuning dan perlahan tubuh mereka berubah menjadi seperti mainan.
Shinobu yang melihat hal tersebut pun membelalakan matanya dan ia pun langsung melompat turun.
"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Shinobu kepada seluruh warga.
Para warga pun kebingungan dengan pertanyaan Shinobu dan mereka mulai melihat dirinya sendiri. Mereka membelalakan mata mereka saat melihat bahwa diri mereka sudah berubah dan sudah bukan lagi manusia melainkan seperti boneka hidup.
"A-apa yang terjadi padaku?"
"Bo-boneka? Aku berubah menjadi boneka?"
Shinobu pun langsung mengarahkan pandangannya pada Sugar dan mengarahkan pedanganya kepada Sugar.
"Aku yakin ini perbuatanmu." Ucap Shinobu.
Sugar yang mendengar itu pun hanya tersenyum. "Aku pengguna Hobi-Hobi no Mi. Aku bisa merubah seseorang menjadi mainan dan mengendalikan pikiran mereka."
"Mengendalikan pikiran?" Gumam Shinobu.
"Jika mereka sudah berubah menjadi mainan, maka seluruh perkataanku adalah perintah bagi mereka dan aku juga dapat menghapus ingatan mereka dan menjadikan mereka sebagai budaku." Ucap Sugar sambil menyeringai.
Shinobu yang mendengar itu pun langsung menyipitkan matanya dan menatap Sugar dengan tajam. Shinobu pun baru mengerti kekuatan yang dimiliki oleh Sugar dan Shinobu pun tidak bisa meremehkan Sugar kali ini. Karena, jika tersentuh sekali saja olehnya, maka Shinobu pasti berubah menjadi maianan.
"Nah, sekarang….." Sugar pun berjalan mendekati para warga yang ia rubah menjadi mainan dan kembali menyeringai.
"KEIYAKU!"
Setelah Sugar mengatakan hal tersebut, tiba-tiba seluruh warga yang berubah menjadi maianan pun lansgung menghdapap kearah Shinobu dan mereka semua memasang kuda-kuda bertarung.
"Sudah kuduga kau pasti melakukan hal ini." Ucap Shinobu.
"Mereka semua sudah berada dalam kendaliku. Kali ini, aku pasti akan membalas semua perbuatanmu! SERAAAAAAANG!" Teriak Sugar.
SIUNG!
TRANG! TRANG!
BUAGH!
Setelah Sugar berteriak, para maianan itu pun yang berjumlah sekitar 20 orang langsung menyerang Shinobu bersamaan.
Shinobu dapat menghindari serangan mereka semua dan dapat menahan serangan mereka semua. Namun yang menjadi masalah adalah Shinobu tidak bisa menyerang mereka karena bagaiamana pun mereka adalah warga sipil biasa yang tidak tahu apa-apa dan tidak ada hubungannya dengan pertarungan ini.
SIUNNG!
BUAGH!
Tapi setidaknya Shinobu dapat memukul atau menendang mereka. Shinobu pun menendang salah satu dari maianan tersebut dan melompat kembali ke atap rumah dan menatap Sugar dengan tajam.
"Aku tidak menyangka ternyata kau seorang pecundang." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Kau mengatakan itu karena kau tahu kau tidak bisa mengalahkanku sekarang kan?" Tanya Sugar sambil menyeringai.
"Ara-ara, apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" Tanya Shinobu sambil tersenyum.
"Karena aku yakin kau tidak bisa melukai para maiananku ini. Atau, kau sanggup membunuh mereka semua dan mengalahkanku?" Tanya Sugar sambil menyeringai.
-X-
( GENOS VS TREBOL )
SIUUNG!
BOOOOM!
DUAAAAR!
Terdengar sebuah ledakan yang sangat besar dan hujan laser di area tersebut. Pertarungan antara Genos dan Trebol cukup dahsyat dan membuat seluruh penduduk yang berada di area tersebut harus mengungsi demi menyelamatkan hidup mereka.
Hal ini pun sudah dikatakan oleh Genos kepada para penduduk untuk pergi dari area tersebut karena Genos sendiri pun tahu bahwa jika ia mengeluarkan kekuatannya maka seluruh ruma yang berada disana akan hangsu terbakar.
"Grrrr! Aku tidak menyangka kau sekuat ini!" Gumam Trebol yang wajahnya sudah dipenuhi oleh debu.
Genos yang mendengar itu pun hanya menatap Trebol dengan datar dan kembali mengarahkan tangannya kearah Trebol dan membuka telapak tangannya dengan lebar.
"Menyerahlah. Kau bahkan tidak mempunyai harapan menang melawanku." Ucap Genos.
"Buehehehe! Percaya diri sekali kau. Asal kau tahu aku tidak menanggapi serius pertarungan ini." Ucap Trebol sambil menyeringai.
"Kalau begitu aku akan memaksamu untuk serius." Ucap Genos.
SIUUUUNG!
BOOOOM!
DUAAAR!
Genos kembali mengeluarkan laser dari telapak tangannya dan membuat Trebol membelalakan matanya. Trebol pun langsung masuk kedalam lantai menggunakan kekuatannya dan menghindari serangan Genos.
BLUP! BLUP! BLUP!
Terlihat sebuah cairan lengket berwarna biru bergerak dilantai dan menuju kearah Genos, Genos pun langsung mengarahkan telapak tangannya kea rah cairan itu dan ia mengeluarkan semburan api dari tangannya.
BRUUUUUUSSSSHH!
BLUP!
Trebol pun langsung keluar dari cairan biru tersebut dan dengan tongkatnya ia mencoba untuk menyerang Genos.
TRAAANG!
Genos menahan serangan tersebut dengan lengan besinya.
"Buehehehe! Sekarang aku mengerti, Kau ternyata adalah seorang Cyborg!" Ucap Trebol sambil menyeringai.
"Memangnya kenapa?" Tanya Genos.
"Kau adalah manusia yang dirakit oleh besi dan kabel. Kelemahanmu adalah cairan!" Ucap Trebol.
Genos yang mendengar itu pun balik menyeringai. "Asal kau tahu, aku sudah memodifikasi tubuhku ini dengan baik. Tidak ada yang bisa merusak sistem di tubuhku!" Ucap Genos.
BOOOM!
"Ehh!?"
Seketika, dari sepatu Genos muncul cahaya yang sangat terang dan cahaya tersebut meledak. Trebol pun langsung melompat mundur untuk menghindari ledakan tersebut.
SIUNG!
Trebol kembali membelalakan matanya saat melihat Genos yang sudah berada tepat dihadapnnya.
"MENJAUHLAH!" Teriak Trebol.
SIUNG!
"MACHINE GUN BLOWS!"
BUAGH! BUAGH! BUAGH!
"UAAAAAAAAGHH!"
Trebol pun menjerit kesakitan karena ia terkena pukulan machine gun dari Genos dan membutanya langsung terpental kebelakang.
SIUUUNG!
BOOOOM!
Tidak selesai sampai disitu, Genos pun menembakan kembali lasernya kearah Trebol dan laser tersebut meledak tepat dihadapan wajah Trebol.
WUSSSSH!
Setelah Genos mengeluarkan lasernya, terlihat kepulan asap yang sangat tebal menyelimuti area tersebut. Saking tebalnya, Genos pun tidak bisa melihat keadaan sekitar dan tidak bisa melihat dimana keberadaan Trebol. Namun, Genos yakin bahwa Trebol pasti sudah kalah akibat serangan beruntunnya.
"Aku harus cepat ke tempat yang lain. Mungkin mereka semua membutuhkanku." Ucap Genos yang membalikan tubuhnya dan mencoba pindah dari tempat tersebut.
BLUP! BLUP! BLUP!
Belum sempat Genos pergi, tiba-tiba dilengannya muncul cairan biru dan carian biru tersebut membuat tangannya mati rasa dan tidak bergerak.
"I-ini!" Gumam Genos yang membelalakan matanya,
"Buehehe!"
BLUP! BLUP! BLUP!
"AKU KEMBALI!"
Tiba-tiba, Trebol muncul dari bawah tanah dan berdiri didepan Genos sambil berteriak. Terlihat wajah Trebol yang sudah berlumuran darah namun ia masih memasang seringaiannya seolah tidak merasakan sakit sama sekali.
"Kau!" Ucap Genos kepada Trebol/
"Buhehehehe! Harus aku akui kau bukan orang sembarangan. Orang sepertimu cukup kuat untuk hidup di dunia baru." Ucap Trebol sambil menyeringai.
SRIIING!
Trebol membelalakan matany saat ia melihat tubuh Genos yang sudah mulai di selimuti oleh sinar terang dan Trebol pun tahu bahwa Genos akan mengeluarkan kekuatannya lagi.
SIUUNG!
BUAAAAGH!
Trebol pun dengan sigap memukul Genos dengan tongkatnya hingga Genos jatuh kebawah dan melumuri Genos dengan cairan lengketnya agar dia tidak bisa bergerak.
"Buehehehe! Aku tidak akan membiarkanmu mengeluarkan laser lagi kali ini." Ucap Trebol sambil tersenyum.
"Lepaskan aku dasar manusia lendir!" Ucap Genos sambil menatap tajam Trebol.
"Buehehehehe! Kau pikir aku akan melakukan itu? Doffy menyuruhku untuk tidak membunuh kalian semua karena dia membutuhkan kalian dan kaptenmu." Ucap Trebol.
"Kenapa dia membutuhkan kami? Kami yakin kami sama sekali tidak punya masalah dengan bos mu." Ucap Genos.
"Buehe! Sebenarnya, Bukan Doffy yang menginginkan kalian, tapi ada orang lain yang sangat tertarik dengan kalian." Ucap Trebol sambil menyeringai.
"Siapa?" Tanya Genos.
"Yonkou Kaido!" Ucap Trebol.
Genos membelalakan matanya dan terkejut dengan berita yang ia dengar dari Trebol. "Yonkou Kaido!?"
"Buehehe! Kau mengerti sekarang? Tidak ada harapan bagi kalian untuk bisa lari dari ini!" Ucap Trebol.
"Ah. Kau benar." Ucap Genos.
Trebol yang mendengar jawaban Genos pun sedikit kebingungan karena ia tidak melihat sedikitpun rasa takut atau ekspresi ketakutan di wajah Genos.
"Kenapa kau santai sekali? Apa kau tidak tahu seberapa darurat kondisi yang bajak laut kalian hadapi hah!? Kalian sedang diburu oleh Shicibukai dan Yonkou!" Ucap Trebol.
"Tentu saja aku tahu. Tapi, aku percaya pada kaptenku dan aku sudah memutuskan untuk menjadi bajak laut. Musuh kuat, cepat atau lambat pasti akan datang dan kami menganggap itu sebagai tantangan bukan sebuah terror. Yonkou, Shicibukai, angkatan laut, pemerintah dunia, kami semua pasti akan mengalahkan mereka dan menjadi nomor satu di dunia ini!" Ucap Genos.
SIUUUUUNG!
Seketika, seluruh tubuh Genos pun mengeluarkan sebuah cahaya berwarana kuning dan Trebol pun terekjut dan membelalakan matanya.
"KAAAAAUUUUUU!"
"Kau akan hancur berkeping-keping." Ucap Genos sambil menyeringai.
"HENTIKAAAANN!" Teriak Trebol yang ketakutan.
"INCINERATE!"
CIUNG!
BOOOOOOOOOOOOOOOM!
-X-
( YORIICHI VS DIAMANTE )
TRANG!
TRANG!
WUUUUSSSSH!
Disisi lain, terlihat Yoriicih dan Diamante saling beradu teknik pedang. Pertempuran mereka cukup dahsyat dan selama 1 jam pertarungan mereka, mereka sudah merusak lebih dari 20 bangunan yang termaksud bar dan rumah penduduk. Namun, sebelum pertarungan ini terjadi, para penduduk pun sudah mengevakuasi diri mereka.
TRANG!
WUSSSSSH!
"HINOKAMI : NI NO KATA!"
SIUNG!
"NOBORI EN TEN!"
BRUSSSSH!
"Eghhhh!"
Terlihat Yoriichi melancarkan serangannya dengan pedang apinya dan berhasil menggores tubuh Diamante.
Diamante pun hanya bisa mengerang kesal dan ia pun langsung mundur beberapa langkah dan mengerahkan pedanganya pada Yoriichi.
"Luar biasa! Aku tidak pernah melihat teknik pedang seperti itu sebelumnya!" Ucap Diamante sambil menyeringai.
"Tidak semua orang bisa menguasai teknik ini. Perlu konsentrasi tinggi dan tekad yang kuat untuk menguasai teknik berpedang sepertiku." Ucap Yoriichi.
"Hehehe, kau mau mengatakan bahwa kau adalah orang yang hebat sehingga mampu mengusai teknik itu?" Tanya Diamante sambil tertawa.
"Terimakasih atas pujianmu." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
"TAPI!"
SRENG!
"TEKNIK SEPERTI ITU TIDAK CUKUP HEBAT UNTUK MENUMBANGKANKU!"
Diamante pun mengangkat pedangangnya dan ia langsung melompat kearah Yoriichi.
"LOCK : CORIDA GLAIVE!"
Yoriichi yang melihat serangan itu pun langsung mengayunkan pedanganya danterlihat api pun kembali keluar dari pedanganya.
"HINOKAMI KAGURA : ENBU!"
WUSSSH!
TRAAAAANG!
Kedua serangan tersebut pun beradu mereka berdua mengeluarkan semua tenaga mereka dalam adu serangan ini.
"Grrrrr! Matilah kau, bajak laut rendahan!" Teriak Diamante.
TRAAANG!
Diamante pun dengan pedanganya berhasil mendorong mundur Yoriichi dan membuat Yoriichi terpental kebelakang.
"BELUM BERAKHIR!"
Diamante pun berteriak dan ia langsung berlari kearah Yoriichi untuk menyerangnya lagi.
SRING!
Seketika, pedang Diamante pun berubah menjadi sebuah kain panjang yang tajam dan kain itu pun bergerak kearah Yoriichi dengan cepat.
SRET!
Alhasil, Yoriichi pun terluka akibat serangan dari Diamante dan membuat lengannya berdarah. Yoriichi pun terpakasa melompat mundur untuk menjaga jarak dari Diamante.
"ADA APA!? APA KAU MENYERAH!" Teriak Diamante sambil menyeringai.
WUSSSH!
"HINOKAMI : SHI NO KATA : SEI EN NO UNERI!"
BRUSSSSH!
Rengoku memutar pedangnya yang sudah diselimuti api dan ia langsung melompat dan mengayunakan pedangnya kepada Diamante.
TRAAANG!
Diamante pun menahan pedang Yoriichi dengan pedanganya dan kedua pedang mereka kembali beradu sehingga menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat.
"HAHAHAHA! Kau pikir kau bisa-"
WUSSSH!
Belum sempat Diamante menyelesaikan perkataanya, ia tiba-tiba mengarahkan pandangannya pada pedanganya dan terlihat pedangnya yang mulai meleleh akibat kobaran api yang sangat panas yang menyelimuti pedang dari Yoriichi.
"Ka-kau!? Kau berniat membakar pedangku!?" Teriak Diamante.
"Kau bukan seorang pendekar pedang. Pedang tidak berarti apapun bagimu." Ucap Yoriichi.
SIUUUNG!
Diamante pun langsung melompat mundur karena jika ia terus melawan, maka pedanganya akan terbakar dan ia pun sudah tidak tahan berada dekat dengan Yoriichi karena ia merasakan panas yang sangat dahsyat dari kobaran api pedang Yoriichi.
"Cih! Kau masih belum mau menyerah juga hah!?" Ucap Diamante.
"Satu-satunya yang harus menyerah dalam pertarungan ini adalah kau." Ucap Yoriichi.
SIUUUNG!
Yoriici lalu kembali menyerang Diamante dengan pedangnya dan membuat Diamante pun kembali menahan serangan Yoriichi dengan pedanya.
TRANG!
TRANG!
TRANG!
Terdengar nyaring suara dari suara pedang beradu dan terlihat secara teknik, Yoriichi sedikit lebih unggul dibandingkan Diamante.
TRANG!
SREEEET!
"Eggggghhh!"
Diamante mengerang kesakitan dan terseret kebelakang karena untuk kesekian kalinya Yoriichi berhasil melukai lengannya.
"Akan kuakhiri pertempuran ini!" Ucap Yoriichi.
WUSSSH!
Yoriichi pun langsung melesar kearah Diamante dengan pedang apinya dan dia siap untuk menebas Diamante.
Diamante yang melihat itu pun membelalakan matanya dan dengan cepat ia menarik jubah yang ia pakai dan seolah ia menggunkana jubahnya untul melindungi bagian depan tubuhnya.
"LOCK!"
TRAAAANG!
Yoriihi membelalakan matanya karena ia melihat bahwa pedangnya tidak mampu menembus jubah Diamante dan jubah Diamante yang tiba-tiba berubah menjadi sangat keras bahkan lebih keras dari sebuah besi.
"Apa ini!?" Gumam Yoriichi.
"Hehehe, bagiamana? Menarik bukan kekuatanku?" Tanya Diamante sambil menyeringai.
CEKREK!
DOOOR!
"U-Ughhh!"
Terdengar suara tembakan yang sangat keras dan ternyata, Diamante mengeluarkan sebuah pistol dan berhasil menembak bagian pinggang Yoriichi,
Yoriichi pun terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya dan ia pun langsung terduduk dan memegangi pinggangnya yang terus mengeluarkan darah.
"Hahahahahahahaha! Sudahku bilang kan? Kau tidak punya kesempatan menang melawanku!" Teriak Diamante kepada Yoriichi.
"Dasar licik!" Ucap Yoriichi sambil menatap tajam Diamante.
"Eh? Licik katamu? Hahahahaha, jangan bercanda! Kau sendiri yang ceroboh dan terlalu percaya diri! Saat seranganmu tidak mempan, kau terkejut dan konsentrasimu pecah. Disitulah aku mengambil sebuah kesempatan untuk menyerangmu. Jangan salahkan orang lain atas kebodohanmu, samurai sialan!" Teriak Diamante kepada Yoriichi sambil tertawa.
Diamante lalu kembali menyeringai dan menatap Yoriichi dengan rendah dan menodongkan pistolnya kearah kepala dari Yoriichi.
"Doffy menyuruhku untuk tidak membunuhmu tapi, kau terlalu berbahaya untuk hidup. Aku akan membunuhmu disini!" Ucap Diamante sambil menyeringai.
-X-
( LEVI VS PICA )
SIUUUNG!
SREEET!
SIUUUNG!
SREEET!
Disisi lain, Pica dan Levi belum bertempur sama sekali karena sedari tadi Levi hanya kabur menggunakan alat yang berada di pingganya dan Pica terus mengejarnya. Entah apa yang dipikirkan oleh Levi namun, situasi ini tentunya sangat menyebalkan bagi Pica.
"KEMBALI KAU! LEVI ACKERMAN!" Teriak Pica yang terus berlari mengejar Levi.
Levi masih terus kabur dan sedikit melirik kebelakang untuk melihat Pica. "Diamlah. Aku benci mendengar suaramu."
"BRENGSEK! DARI TADI KAU HANYA MENGHINAKU!" Teriak Pica.
SREEENG!
SIUUUUNG!
Pica langsung mengayunkan pedanganya kearah Levi dan terlihat tebasan berwarn hijau sedang menuju kearah Levi.
SRENG!
TRANG!
Levi dengan sigap pun langsung menghalau tebasan itu menggunakan pedangnya dan ia terus terbang menggunakan alat manuvernya.
"KENAPA KAU TERUS KABUR DASAR BRENGSEK!" Teriak Pica yang sudah kelelahan karena terus berlari mengejar Levi.
"Jika kau penasaran, terus kejar aku." Ucap Levi dengan datar.
Pica yang mendengar itu pun makin kesal dan kesabranya pun sudah habis.
Mereka berdua pun terus melakukan aksi kejar-kerjaran mereka selama hampir 40 menit dan Pica sedikit terkejut saat melihat Levi yang tiba-tiba berhenti dan berdiri di atas pohon yang besar.
"Sampai juga." Ucap Levi.
Pica pun memperhatikan daerah sekitarnya dan ia sadar bahwa ia kini sedang berada di sebuah hutan yang sangat lebat dan luas dan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Pica sendiri pun tidak tahu mengapa Levi membawanya kesini namun ia berpikir bahwa Levi membawanya kesini supaya pertarungan mereka tidak merusak bangunan kota.
"Kau mengajaku kesini supaya kau bisa melindungi kota dan teman-temannmu kan?" Tanya Pica.
"Salah. Aku membawamu kesini supaya aku bisa lebih mudah untuk membunuhmu." Ucap Levi.
Pica yang mendengar itu pun kembali kesal karena entah keberapa kalinya untuk hari ini ia dihina dan diremehkan oleh Levi.
"Jangan meremehkanku!" Teriak Pica.
BOOOM!
WUSSSH!
Seketika, bebatuan yang berada di hutan tersebut pun bergerak kearah Pica dan terlihat Pica mulai menyatu dengan bebatuan tersebut.
Levi menyipitkan mantanya dan menatap Pica dengan tajam sambil mencoba menganalisis kekuatan dari Pica.
"Akuma no Mi kah?" Tanya Levi.
"Ah! Aku pengguna Ishi-Ishi no Mi!" Jawab Pica.
BOOOM!
Bebatuan tersebut mulai berasimlasi dengan Pica dan kini terlihat Pica berubah menjadi sebuah raksasa batu.
"Aku pasti akan menghabisimu disini, Levi Ackerman!" Ucap Pica.
Levi yang melihat mode perubahan dari Pica pun hanya tersenyum dan ia langsung mengeluarkan kedua pedanganya.
"Raksasa kah? Sepertinya ini hari keberuntunganku." Ucap Levi.
SREEEENG!
SIUUNG!
Dengan peralatan maneuver 3Dnya, Levi langsung bergerak kearah Pica dan bersiap untuk menyerang Pica.
"MAJULAH! LEVI ACKERMAN!" Teriak Pica.
SREEEEEEEET!
-X-
( NARUTO VS DOFLAMINGO )
SIIUUUNG!
DUAAAAAR!
SREEEEET!
Naruto dan Doflamingo pun kini sedang bertarung tepat di pusat kota Mock Town. Pertarungan mereka cukup dahsyat dan terlihat seluruh bangunan disekitar mereka pun hancur.
Pertarungan ini menjadi tontonan bagi para warga dan beberapa dari mereka sedang bertaruh dan untuk menentukan siapa pemenang dari pertarungan ini. Tentunya, mereka tidak menonton pertarungan ini dari dekat dan mereka menonton pertarungan ini dari kejauhan.
Para jurnalis pun sudah mulai datang dan mulai mewawancarai warga sekitar untuk mencari tahu bagaimana kronologis pertarungan ini bisa terjadi. Para jurnalis pun mulai mengambil gambar dari Naruto dan Doflamingo yang sedang bertarung dari kejauhan karena mereka tahu bahwa ini akan menjadi berita yang sangat besar.
Insiden Arabasta, tepatnya insiden dimana salah satu Shicibukai yaitu Crocodile dapat dikalahkan oleh rookie bernama Monkey,D,Luffy mulai membuka sudut pandang baru bahwa era yang baru telah dimulai dan bisa jadi ada suatu perubahan besar yang akan terjadi.
Bila Doflamingo kalah dalam pertarungan ini maka dunia mungkin akan terguncang karena Naruto Kaizokudan akan menjadi orang bajak laut yang dipercaya akan merubah dunia ini.
BOOOM!
SREEET!
Naruto dan Doflamingo terus bertarung dan terlihat dalam pertarungan ini, Naruto sedikit kewalahan dan sudah terluka cukup parah. Doflamingo pun terlihat sedikit babak belur dan banyak luka ditubuhnya namun, dibandingkan dengan Naruto, Doflamingo sedikit lebih unggul.
"Hehehehehehe! Menarik! Pantas saja kau dijuluki sebagai yang terkuat di generasimu!" Ucap Doflamingo sambil tertawa.
Naruto yang mendengar itu pun mengangkat wajahnya dan menatap Doflamingo dengan tajam. "Generasiku? Apa maksudmu?"
"Heheheheh sepertinya kau tidak tahu apa-apa. Tapi tidak ada gunanya juga membicarakan hal itu karena kau sebentar lagi akan mati." Ucap Doflamingo.
Naruto yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan memasang kembali kuda-kuda bertarungnya. "Mati katamu? Bukankah kau ingin membawaku ke dunia baru dan mempertemukanku dengan seseorang? Dan lagi, memangnya kau pikir kau bisa mengalahkanku?"
"Heheheheh bocah sombong. Kepercayaan dirimu itu suatu saat akan membunuhmu!" Ucap Doflamingo.
SIUUUUNG!
Doflamingo dengan cepat langsung terbang menuju Naruto. Doflamingo mengangkat taganmya dan mulai menggerakan beberapa jarinya.
"OVERHEAT!"
SRENG!
Terliha dari telapak tangan dan jari Doflamingo keluar benang berwarna merah dan benang tersebut mengarah kepada Naruto.
BLUP! BLUP! BLUP!
Aura merah pun keluar dari tubuh Naruto dan 3 ekor keluar dari belakang Naruto. Kukunya menjadi tajam, matanya menjadi merah, dan taring keluar dari mulutnya.
"GOAAAAAAAR!"
WUSSSSSSSH!
Naruto meraung dengan sangat keras dan membuat gelombang kejut yang sangat dahsyat. Angin yang keluar dari raungan Naruto pun sangat tajam dan bahkan berhasil memotong benang yang dikeluarkan oleh Doflamingo.
"Cih! Heheheheheh! Dasar binatang buas!" Ucap Doflamingo sambil menyeringai.
SIUNG!
SRET! SRET!
Dari kelima jari Doflamingo keluar sebuah benang dan ia mencoba menebas Naruto menggunakan benangnya itu.
DUAAAR!
Naruto berhasil menghindari serangan Doflamingo dan alhasil benang tersebut membelah tanah dan bangunan bebatuan di sekitarnya.
"Grrr! Kemampuannya memang merepotkan! Sulit sekali mendekatinya!" Gumam Naruto sambil mengerang kesal.
"Hehehehe ada apa? Kau kelelahan?" Tanya Doflamingio sambil menyeringai.
SIUNG!
Kali ini Doflamingo mengarahkan jari telunjuknya kepada Naruto dan terlihat dijari telunjuknya sudah terkumpul sebuah lilitan benang yang berbentuk seperti bola kecil.
"TAMAITO!"
SIUNG! SIUNG!
DUAR! DUAR!
Doflamingo menembakan beberapa benang yang sudah ia modifikasi menjadi sebuah peluru yang sangat tajam.
Naruto pun menghindari setiap tembakan dari Doflamingo dengan cara berlari. Ia berlari menggunakan kedua tangan dan kakinya layaknya seperti hewan buas.
SIUUUNG!
Seketika, lengan Naruto memanjang dan berubah menjadi raksasa dan berusaha untuk menangkap Doflamingo.
"GOSHIKITO!"
SRET! SRET!
Doflamingo pun langsung memotong lengan buatan Naruto yang ia buat dari aura merah yang mengelilingi tubuhnya.
"Grrr! Bagaiamana caranya aku bisa mendekat?" Gumam Naruto sambil menatap tajam Doflamingo.
"Heheheheh kau pikir kau bisa mengalahkanku?" Ucap Doflamingo sambil tertawa.
"Tentu saja! Apa yang membuatmu berpikir aku tidak bisa mengalahkanmu!?" Teriak Naruto.
"Hehehehehe bocah sepertimu tidak akan mengerti betapa kerasnya dunia ini. Aku sudah melihat surge dan neraka saat aku berusia 10 tahun! Manis dan pahitnya dunia ini, aku sudah merasakannya. Sedangkan kau, bocah ingusan yang baru menjadi bajak laut tidak akan mungkin bisa mengalahkan orang berpengalaman sepertiku!" Ucap Doflamingo sambil menyeringai.
Naruto yang mendengar itu pun kembali menatap Doflamingo dengan datar dan menunjuk wajah Doflamingo.
"Ingat ini baik-baik! Persetan dengan masa lalumu dan pengalamanmu! Aku, Kozuki Naruto akan memberimu pelajaran dan menghajarmu disni!" Ucap Naruto.
SIUNG!
BRUSSSSH!
Setelah mengucapkan itu, Naruto lalu berlari dengan cepat kearah Doflamingo.
SIUUUUNG!
"RASENGAN!"
Terlihat dari telapak tangan Naruto muncul sebuah bola cahaya berwarna merah yang sangat terang dan Doflamingo pun membelalakan matanya saat melihat bola cahaya merah tersebut.
SREEENG!
Doflamingo menyilangkan kedua lengannya di depan wajahnya dan ia pun melapisi lengannya dengan bushosoku haki miliknya guna menahan rasengan Naruto.
BOOOOOM!
Rasengan Naruto pun mengenai lengan Doflamingo namun, Naruto membelalakan matanya karena ia tidak menyangka bahwa rasengannya bisa ditahan oleh Doflamingo.
"Grrrrr! Terbanglah kau!" Teriak Naruto.
BOOOOM!
Naruto terus mendorong rasengannya dan terlihat secara perlahan Doflamingo pun mulai terseret kebelakang.
"GOOOAAAAARR!"
SIUUUUNG!
DUAAAR!
Naruto meraung dengan keras dan ia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mendorong Doflamingo dan alhasil pertahan Doflamingo pun runtuh dan rasengan Naruto pun mengenai tubuh Doflamingo dan membuatnya terpental cukup jauh.
"Hah…hah….hah…." Terlihat Naruto yang terengah-engah karena ia cukup kehabisan tenaga dalam pertarungan ini. "Dia kalah?" Gumam Naruto.
SIUUUUNG!
"GOSHIKITO!"
SRENG! SRENG! DUAAAR!
Naruto membelalakan matanya saat melihat 10 helai benang panjang berwarna putih menghampiri dirinya dan ia pun langsung melompat mundur guna menghindari serangan tersebut.
"Cih! Dia masih bisa bertarung?" Gumam Naruto.
TAP! TAP TAP!
Dari kepulan asap terlihat ada 3 sosok bayangan hitam yang sedang berjalan menuju Naruto. Naruto menyipitkan matanya karena ia mengira bahwa ada seseorang yang membantu Doflamingo.
"Hehehehehehe serangan yang sangat dahsyat. Namun sayang itu belum cukup."
Naruto membelalakan matanya saat ia melihat ada 3 Doflamingo. "Ka-kau, bisa menggandakan dirimu!?"
"Hehehehehe, kenapa? Kau terkejut?" Ucap Doflamingo.
SIUUUNG!
Doflamingo pun langsung melompat dan terbang kearah Naruto. Naruto pun membelalakan matanya saat ia melihat bahwa dirinya sudah dikepung oleh ketiga Doflamingo, 1 dari depan, 1 dari kiri, dan 1 lagi dari kanan.
"Selamat tinggal, KOZUKI NARUTOOOOO!"
SIUUUNG!
WUUUUSSSSH!
"PERFUME FEMUR!"
BUAAAAAGH!
"Egghhhhh!"
Tiba-tiba Doflamingo pun terpental kembali karena ada seseorang yang menyerangnya. Doflamingo meringis kesakitan dan memegangi perutnya karena serangan tersebut sangat menyakitkan.
Namun, Doflamingo malah menyeringai dan menatap orang tersebut.
"Hehehehehehe, akhirnya kau datang juga, Boa Hancock." Ucap Doflamingo sambil tertawa.
Naruto pun membelalakan matanya dan ia melihat ke arah kanannya dan melihat ada seorang wanita yang berdiri disampingnya.
"NE-CHAAAAN!" Teriak Naruto sambil tersenyum.
Hancock pun tersenyum dan ia melihat Naruto. "Lama tidak bertemu, Naru."
Naruto pun tersenyum dan ia langsung melompat memeluk Hancock.
"Uooooo! Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini!" Ucap Naruto sambil memeluk Hancock.
Hancock pun menerima pelukan itu dengan senang hati dan sesekali ia mengelus rambut jabrik Naruto.
"Kau sudah bertambah tinggi. Terakhir kali kita bertemu kau masih seperti kurcaci." Ucap Hancock.
"Itu wajar! Lagipula saat itu aku baru berumur 11 tahun!" Ucap Naruto yang tidak terima disebut kurcaci oleh Hancock.
Hancock yang mendengar itu pun hanya terkekeh dan tergelitik melihat reaksi Naruto.
Naruto pun melepaskan pelukannya dan ia kembali menatap Doflamingo dengan tajam. Hal serupa pun dilakukan oleh Hancock.
"Donquixote Doflamingo, apa maksud dari semua ini?" Tanya Hancock dengan datar.
"Hehehehehe aku mengerti sekarang. Jadi, ini alasanmu memilihnya sebagai Shicibukai?" Tanya Doflamingo kepada Hancock.
Naruto yang mendengar itu pun memirikngkan sedikit kepalanya dan ia langsung melihat Hancock. "Memilihku sebagai Shicibukai?"
"Akan kujelaskan nanti." Ucap Hancock kepada Naruto.
Hancock pun kembali menatap Doflamingo dengan tajam dan ia memasang kuda-kuda bertarung. "Aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan tapi kau telah melanggar peraturan. Kozuki Naruto adalah calon Shicibukai dan kau telah menyerangnya."
"OI! Kenapa aku bisa jadi calon Shicibukai!?" Teriak Naruto.
"Hehehehe aku tidak bisa menjelaskan alasanku tapi, setidaknya aku ingin menguji seberapa tangguh calon rekan kita ini!" Ucap Doflamingo sambil tersenyum.
Hancock yang mendengar itu pun terdiam dan tidak memberikan reaksi apapun. Hancock tahu bahwa Doflamingo berbohong karena ia tahu Doflamingo tidak tertarik dengan hal-hal semacama itu.
Naruto yang mendengar itu pun langsung menunjuk Doflamingo. "BOHONG! Ne-Chan dia berbohong! Dia bilang, dia ingin membawaku ke shin sekai untuk bertemu dengan seseorang!"
Hancock yang mendengar itu pun langsung menatap tajam Doflamingo. "Sudah kuduga pasti ada niat terselubung. Jelaskan padaku apa tujuanmu sebelum aku melaporkan kejadian ini kepada Sengoku!"
"Hehehehe dasar bocah manja. Apa kau selalu mengadu kepadanya?" Tanya Doflamingo kepda Naruto.
"SIAPA YANG KAU SEBUT BOCAH MANJA DASAR PSIKOPAT!" Teriak Naruto kepada Doflamingo.
"Hehehehe lupakan! Jika kau ikut campur dalam masalah ini, aku tidak akan segan menghabisimu, Boa Hancock. Lagipula, para Tenryuubito sering membicarakanmu dan mereka ingin sekali bertemu denganmu." Ucap Doflamingi sambil menyeringai.
Hancock yang mendengar itu pun mengepalkan kedua tangannya dengan keras dan terlihat wajahnya yang sangat menyeramkan.
Naruto yang melihat itu pun langsung menepuk pundak Hancock dengan lembut dan ia tersenyum kepada Hancock.
STEP! STEP!
Naruto lalu maju beberapa langkah dan ia menatap Doflamingo dengan tajam.
"Dengar, jika kau berani menyakitinya, atau bahkan menyentuh sehelai rambutnya, aku bersumpah akan membunuhmu." Ucap Naruto dengan datar.
Hancock yang mendengar perkataan itu pun tersenyum. Ia merasa bahwa untuk kedua kalinya ia dilindungi oleh Naruto meskipun hanya dengan perkataan. Perkataan Naruto barusan sangat menyentuhnya dan membuatnya semakin sayang kepada Naruto.
"Bukankah seharusnya aku yang melindungimu? Aku ini kakakmu." Ucap Hancock kepada Naruto.
"Kau lupa? Kau sendiri pernah berkata kepadaku bahwa aku harus melindungi semua wanita. Jadi, aku akan melindungimu." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Hancock pun kembali tersenyum mendengar jawaban Naruto. Ternyata, Naruto masih ingat seluruh nasihat yang ia berikan kepadanya 8 tahun yang lalu.
"Hehehehe sampai kapan aku harus menonton drama adik kakak ini?" Tanya Doflamingo kepada Naruto.
Naruto yang mendengar itu pun menyeringai dan ia sedikit membungkukan tubuhnya.
BOOOM!
Tiba-tiba, ledakan yang cukup besar terjadi dan tubuh Naruto pun diselimuti oleh kubah berwarna merah kehitam-hitaman.
Hancock dan Doflamingo pun membelalakan matanya karena mereka merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar dari Naruto.
WUSSSSSH!
Seketika, kubah hitam itu pun menghilang dan terlihat sesosok mahluk yang cukup mengerikan. Seluruh tubuhnya berwarna merah dan ada empat ekor ditubuhnya yang berkibas.
"Heheheh, jadi ini wujud aslimu hah?" Tanya Doflamingo.
"Mundurlah Ne-Chan, aku berjanji akan menghabisi orang ini dan setelah itu aku akan mentraktirmu makan!"
GOOOOOAAAAAAAAR!
BOOOOOOM!
TO BE CONTINUED!
Yooo Mina-San I'm Back! Sorry updatenya lama karena kemarin author lagi skripsian jadi terpaksa harus ninggalin fic ini sebentar.
Terus ada juga yang nanya apakah author punya sosmed ato engga, jawabannya tidak. Author ga punya sosmed karena author orangnya ansos alias anti social wkwkwkw.
Terima kasih kepada para pembaca dan reviewer! Semoga kalian menyukai cerita ini dan terus dukung fic ini.
Untuk arc wano sepertinya masih panjang dan author pun lagi nyari dua character lagi yang cocok buat jadi nakama Naruto. Kalau ada ide atau saran siapa yang cocok jadi nakama Naruto boleh kasih saran di review tapi kalo bisa jangan character cewek karena author kira 3 cewek di kru Naruto udah cukup.
Oke! Sekian yang bisa author sampaikan!
Terima kasih and see you next chapter!
