THE MOST STRONGEST SUPERNOVA
CHAPTER 21 : NARUTO PIRATES VS DONQUIXOTE FAMILY PART 3
( MARINEFORD )
Kali ini, kerusuhan kembali terjadi di Marineford khsusunya di kantor sang panglima tertinggi angkatan laut yaitu Sengoku. Sebenarnya, ini bukanlah masalah yang sanga serius seperti adanya bentrokan antar Yonkou atau ada seseorang yang berhasil sampak ke Raftel.
Saat ini Sengoku sedang disibukan oleh pertempuran antara Donquixote Doflamingo dan juga Naruto Kaizokudan dan ditambah lagi, Boa Hancock pun berada disana.
Tentunya jika mereka bertempur maka ini akan menjadi pertempuran yang dahsyat yang bahkan bisa menghancurkan seiisi kota Mock Town dan yang terpenting adalah, Sengoku benar-benar kesal dengan tindakan gegabah Doflamingo yang tiba-tiba menyerang Naruto Kaizokudan.
Entah apa yang ada dipikiran Doflamingo karena pada saat pertemuan di Marijois saat membahas masalah tentang Shicibukai, Doflamingo ada disitu dan ia berkata bahwa siapapun kandidatnya ia tidak perduli.
Namun untungnya Sengoku sudah mengirim utusannya yaitu salah satu admiral angkatan laut, Aokiji. Entah kenapa, firasat Sengoku mengatakan bahwa akan terjadi seuatu pada saat Boa Hancock membawakan pesan kepada Kozuki Naruto dan ternyata semua itu benar.
"Jadi, bagaimana Kuzan?" Tanya Sengoku melalui denden mushi yang sedang ia genggam.
"Eto, kondisi di kota ini benar-benar mengkhawatirkan. Semua bangunan hancur lebur dan ledakan terjadi dimana-mana." Jawab Aokiji.
"Apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai pertarungan ini? Apa yang dilakukan oleh Naruto Kaizokudan sehingga Doflamingo menyerangnya?" Tanya Sengoku.
"Hmmm.. Aku tidak tahu tentang itu. Diperjalanan tadi, ban sepedahku bocor dan aku terdampar di tengah lautan. Jadi aku tidak sempat mencari infromasi." Jawab Aokiji.
GRUT! GRUT!
Perempatan pun muncul di dahi Sengoku setelah mendengar jawaban dari Aokiji. Diantara 3 admiral memang Aokiji lah yang paling malas dan paling teledor dalam mengerjakan tugasnya. Ia terlihat seperti tidak niat dalam bertugas dan selalu saja meninggalkan kesalahan dalam tugasnya.
Namun Sengoku pun mengetahui alasan dibalik mengapa Aokiji bertingkah seperti itu. Setelah peritiwa Ohara, Aokiji memang sedikit merubah cara pandangnya terhadap dunia khususnya kepada para bajak laut dan angkatan laut.
"Hufffttttt… Kau beruntung. Darah tinggi ku sedang kumat jadi aku harus menahan amarahku." Ucap Sengoku.
"Arararara, sejak kapan kau terkena penyakit seperti itu? Kau kekurangan tidur? Sudahku bilang untuk pensiun saja." Ucap Aokiji.
"Lalu kau akan menggantikanku?" Tanya Sengoku.
"Tidak. Terima kasih. Mungkin kau bisa membicarakan hal tersebut dengan Garp-San dan siapa tahu dia berubah pikiran dan mau menggantikanmu." Ucap Aokiji.
"MANA MUNGKIN! Si bodoh itu selalu berbuat seenaknya! Jika dia menjadi Fleet Admiral maka habislah sudah reputasi angkatan laut! Dan lagi, kenapa kita malah membicarakan hal seperti ini!?" Teriak Sengoku.
"Arara, kau yang memulainya." Jawab Aokiji dengan santai.
"CUKUP! Sekarang dimana kau?" Tanya Sengoku.
"Aku berada di pelabuhan Mock Town. Banyak sekali wanita cantik disini. Ano, Ojou-Chan, berapa ukuran payudaramu?"
"KIYAAAAAA!"
Sengoku pun hanya menepok jidatnya saat mendengar Aokiji yang sedang menggoda wanita yang berada disana. Tidak hanya pekerjaanya saja tapi bawahannya pun bisa membuatnya menjadi gila karena tingkah laku mereka.
"Hentikan! Lebih baik kau lerai perkelahian antara Naruto dan Doflamingo atau pulau itu bisa-bisa hancur!" Teriak Sengoku.
"Hmmm? Kau yakin? Aku rasa pertempuran mereka sudah tidak bisa dilerai." Ucap Aokiji.
"Kalau mereka tidak mendengarkanmu, habisi saja salah satu dari mereka." Ucap Sengoku.
"Yang mana yang harus ku habisi? Doflamingo adalah Shicibukai, Boa Hancock adalah Shicibukai, sedangkan Kozuki Naruto adalah calon Shicibukai. Dalam situasi seperti ini aku ragu dengan pihak yang harus ku pilih sebagai aliansiku." Ucap Aokiji.
Sengoku yang mendengar hal tersebut pun memejamkan matanya dan ia mulai berpikir. Semua perkataan dari Aokiji benar karena yang bertarung kali ini adalah bajak laut yang beraliansi dengan pemerintahan dunia. Jika ada angkatan laut yang berani menyerang Shicibukai, maka kontrak mereka dengan pemerintah dunia akan tercoreng dan akan timbul masalah yang sangat besar dan pastinya Sengoku sebagai laksamana tertinggi angkatan laut lah yang akan bertanggung jawab.
"Kalau begitu tidak ada pilihan lain. Berpihaklah pada Doflamingo atau Boa Hancock. Jika perlu, bunuh Kozuki Naruto. Lagipula, dia hanya calon Shicibukai dan belum menjadi Shicibukai. Satu-satunya yang bisa kita serang hanyalah dia." Ucap Sengoku.
"Jadi kau ingin aku membantu Doflamingo untuk mengalahkan Kozuki Naruto?" Tanya Aokji.
"Jika itu diperlukan, maka lakukanlah. Aku serahkan masalah Mock Town padamu, Kuzan." Ucap Sengoku.
GOTCHA!
Sengoku pun langsung menutup denden mushinya dan ia menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia lalu melipat tangannya dan melirik kesebelah kiri dimana terdapat seseorang yang sedari tadi memakan keripik.
"Mau sampai kapan kau terus menggangguku Garp?" Ucap Sengoku.
"Buahahahahaha! Aku tidak menyangka kau berani menghinaku di depan wajahku!" Ucap Garp sambil tertawa terbahak-bahak.
"Itu bukan penghinaan. Itu fakta." Ucap Sengoku.
"Buahahaha! Tapi, bocah yang bernama Kozuki Naruto ini cukup menarik. Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Garp.
"Hmm.. Aku tidak menyangka, salah satu keturunan clan Kozuki akan merepotkan kita sampai seperti ini. Kasus ini hampir sama saat Kozuki Oden menjadi bajak laut dulu." Ucap Sengoku.
"Tidak. Ini berbeda. Saat itu Kozuki Oden hanyalah bawahan Shirohige dan dia tidak bisa bergerak bebas. Namun, bocah Naruto ini membuat bajak lautnya sendiri dan mengumpulkan orang-orang kuat seperti Yoriichi dan Titania. Awal yang bagus untuk seorang pemula." Ucap Garp sambil tertawa.
"Benar juga. Kau beberapa kali telah berkunjung ke East Blue. Kau pasti mengenal si Hinokami ini kan?" Tanya Sengoku.
"Yoriichi kah? Dia hanya pria kuat yang naif. Ideologinya tentang perdamaian terlalu sempurna dan aku yakin suatu saat dia pasti menyadari bahwa dirinya terlalu lemah untuk menggapai impiannya. Sejujurnya aku senang saat mendengar dia keluar dari East Blue dan berlayar ke Grandline." Ucap Garp sambil tersenyum.
"Souka. Jika perkataanmu benar maka, bajak laut Naruto akan menjadi ancaman bagi dunia di masa mendatang." Ucap Sengoku.
"Buahahahaha kita lihat saja. Keluarga Kozuki mempunyai andil besar dalam dunia dan salah satu keluarga yang tidak bisa diremehkan. Kita lihat siapakah yang akan mengguncang dunia ini. Apakah pada akhirnya salah satu dari keturunan Kozuki bisa mengusai dunia ini atau orang berinisal D lagi yang akan menggemparkan dunia ini." Ucap Garp sambil menyeringai.
"Grrrr! Kau mengatakan semua itu seolah-olah kau bisa menghentikan mereka kapanpun kau mau. Ingat usiamu Garp!" Ucap Sengoku kepada Garp.
"Buahahahaha! Kau lebih tua satu tahun dariku. Seharusnya aku yang mengatakan hal itu." Ucap Garp sambil tersenyum.
Sengoku yang mendengar itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan ia memejamkan matanya. Namun, entah kenapa ia terus kepikiran tentang bajak laut Naruto ini. Ia merasa bahwa Kozuki Naruto akan mengambil pernanan besar dalam era besar bajak laut ini.
'Perlahan tapi pasti, mereka semua sudah bergerak. Generasi muda dengan semangat berapi-api sudah berani secara terang-terangan menunjukan diri mereka. Eustass Captain Kid, Capone Bege, bahkan cucu dari Garp pun berhasil mengalahkan Crocodile dan lagi, orang yang dianggap terkuat dari genarasi terburuk, Kozuki Naruto. Aku harus melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat. Gumam Sengoku dalam hatinya.
TRANG!
Lamunan Sengoku buyar saat ia mendengar suara seperti gelas yang jatuh.
"Ah, maaf Sengoku. Aku memecahkan gelasmu lagi." Ucap Garp.
"KELUAR KAU DARI RUANGANKU!"
BRAK!
-X-
( PELABUHAN BARAT KOTA MOCK TOWN : KAPAL NARUTO )
Kapal Naruto sendiri kini sudah kosong karena semua anggota Naruto Kaizokudan kini sedang disibukan dengan pertarungan mereka masing-masing.
Namun, ada seseorang yang berdiri di teras kapal dari Naruto Kaizokudan. Pria tinggi dengan rambut afro dan menggunakan kemeja biru dan rompi putih serta celana putih. Dia adalah Admiral Angkatan Laut, Aokiji.
Setelah percakapannya dengan Sengoku, ia merasa sedikit kesal karena Sengoku memberikannya tugas yang sangat merepotkan. Tujuan dia pergi dari markas besar angkatan laut adalah untuk mengambil cuti dan berlibur serta ia ingin memastikan kondisi dan keberadaan Nico Robin setelah insiden Arabasta.
Aokiji sama sekali tidak menyangka akan terjadi pertarungan antara Donquixote Family dan Naruto Kaizokudan di pulau seperti ini dan ditambah lagi kehadiran Boa Hancock dalam masalah ini semakin memperumit keadaan.
"Haaaaahhh.. Mendokusai. Kenapa harus aku yang dibebankan tugas merepotkan seperti ini." Gumam Aokiji.
Aokiji pun melangkahkan kakinya dan ia bukannya menuruni kapal tersebut ia malah berjalan-jalan mengelilingi kapal Naruto. Ia memegang setiap kayu yang menyanggah kapal Naruto layaknya seperti seorang tukang kapal yang sedang melihat ketahanan dari sebuah kapal.
"Hmm.. Kapal yang cukup kuat. Tapi, apa mereka berencana akan menggunakan kapal ini selamanya?" Gumam Aokiji.
Aokiji pun malah membaringkan dirinya dan ia mengambil penutup mata dari sakunya dan ia pasangkan di matanya.
"Aku terlalu malas mengurusi hal-hal seperti ini. Biarkan saja mereka bertarung. Lagipula, aku ingin tahu siapa pemenang dari pertarungan ini. Jika Kozuki Naruto yang menang, maka dia sudah tidak bisa dibiarkan dan aku harus memburunya." Ucap Aokiji.
Setelah mengatakan hal tersebut, Aokiji pun memejamkan matanya dan lambat laun ia pun mulai tertidur di kapal Naruto.
-X-
( NOBARA VS BABY 5 AND BUFFALO )
Disisi kota, nampak ada 3 orang yang saling menatap satu sama lain. Nobara, Baby 5, dan Buffalo masih sibuk dengan pertarungan mereka namun, kali ini terlihat Nobara sedikit unggul dalam pertempuran ini.
Baby 5 masih memegangi perutnya karena ia merasa ada yang menusuk bagian dalam perutnya Sedangkan Buffalo masih berlutut dan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
"Ghh! Dia wanita yang menyeramkan!" Gumam Buffalo.
"Aku mengerti kekuatan dari wanita itu. Dia bisa menyerang kita melalui boneka itu karena darah kita tercurah di boneka tersebut. Aku juga yakin tidak hanya darah, rambut,kuku,atau apapun yang berada dalam tubuh kita bisa digunakannya untuk menyerang kita."
Nobara yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan ia mengangkat boneka kecilnya itu. "Heh! Kalau sudah mengerti, lebih baik kalian menyerah!"
"Jangan sombong dulu dasar jalang! Kami ini Donquixote Family! Kami tidak mungkin kalah dari bajak laut rendahan darimu!" Teriak Baby 5
"Benar! Kami adalah Donquixote Family!" Sambung Buffalo.
Nobara yang mendengar itu pun hanya menaikan bahunya dan memejamkan matanya. "Kalian sudah mengatakan itu berulang kali tapi kalian masih terpaku disana dan meringis kesakitan. Daripada kalian mengatakan bahwa kalian adalah Donquixote Family atau apalah itu namanya, lebih baik kalian mencari cara untuk menang dariku atau menyerah saja. Aku tidak ingin meghabiskan waktuku yang berharga ini bersama kalian."
"Cih! Aku benar-benar membencimu! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!" Teriak Baby 5 yang terlihat sangat kesal.
"Baby 5 tenangkan dirimu! Kita harus berpirik tenang untuk mengalahkan wanita itu! Jika kau gegabah, dia bisa membunuhmu dengan mudah!" Teriak Buffalo kepada Baby 5.
"AKU TIDAK PERDULI! Yang aku inginkan adalah memenggal kepala wanita arogan itu!" Teriak Baby 5.
SRIIING!
Seketika, kedua lengan Baby 5 berubah menjadi sabit yang sangat tajam dan ia pun langsung berlari kearah Nobara.
"TOMONARI!"
JLEEEB!
CROT!
"UUHUK!"
Melihat Baby 5 yang berlari, Nobara pun mengambil pakunya dan ia tancapkan di daerah dada dari boneka yang ia genggam. Alhasil, langkah Baby 5 pun terhenti dan ia langsung terjatuh sambil memuntahkan darah yang sangat banyak.
"BABY 5!" Teriak Buffalo yang khawatir melihat Bab5 yang tersungkur ditanah.
WUSSSSSSSH!
Seketika, rambut Buffalo pun berubah menjadi baling-baling dan ia terbang untuk menyelamatkan Baby 5.
JLEB!
"E-Egh!"
Buagh!
Belum sempat ia menyelamatak Baby 5, Nobara memotong beberapa helai rambut dari boneka yang ia genggam dan membuat baling-baling Buffalo pun patah dan ia pun terjatuh.
"Si-Sial! Kita sudah kehabisan cara untuk melawannya!" Gumam Buffalo.
"Uhuk! Uhuk!" Baby 5 pun hanya bisa terbatuk-batuk dan sesekali ia memuntahkan darah yang sangat banyak.
Namun, mata Nobara sedikit melebar saat melihat Baby 5 yang berusaha bangkit berdiri meskipun terlihat ia sudah tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan. Lengan gemetar dan kakinya pun terlalu lemah untuk menopang tubuhnya.
Nobara sama sekali tidak mengerti dengan situasi ini. Entah apa yang ada dipikiran Baby 5 mengapa ia sangat berhasrat sekali mengalahkan Nobara dalam pertarungan ini.
"Kenapa? Kenapa kau sangat ingin mengalahkanku? Kenapa kau sangat ingin memenangkan pertempuran ini? Seolah-olah pernah terjadi sesuatu yang buruk diantara kita dan kau ingin membalaskan dendammu kepadaku." Ucap Nobara.
Mendengar itu Baby 5 hanya tersenyum dan ia mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya dan ia langsung menyalakan rokok tersebut.
"Karena Doffy membutuhkanku." Ucap Baby 5.
"Hah?" Gumam Nobara yang kebingungan dengan jawaban Nobara.
"Saat aku dibutuhkan oleh seseorang, entah siapapun itu, aku rela melakukan apapun demi membuatnya senang." Ucap Baby 5 sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Hanya karena dibutuhkan oleh seseorang kau berbuat sejauh ini? Bagimana jika ada pria mesum yang membutuhkanmu hanya untuk memuaskan nafsu mereka? Apa kau akan tetap memberikan dirimu secara sukarela?" Tanya Nobara.
"Tentu saja!" Ucap Baby 5 sambil tersenyum.
Nobara membelalakan matanya karena ia terkejut dengan jawaban Baby 5. Nobara lalu mengepalkan tangannya dengan keras dan ia terlihat sangat jengkel dengan Baby 5 kali ini.
"Selama dia membutuhkanku dan selama itu membuatnya senang, aku akan melakukan apapun yang aku bisa." Ucap Baby 5 sambil tersenyum.
Mendengar itu, Nobara sama sekali tidak bergeming dan wajahnya pun tertup oleh rambut oranyenya.
STEP! STEP!
Nobara melangkahkan kakinya dan ia berjalan mendekati Baby 5.
Buffalo yang melihat itu pun membelalakan matanya dan ia langsung mengarahkan pandangannya pada Baby 5.
"Baby 5 lari! Dia akan membunuhmu sekarang!" Teriak Buffalo.
"Diam kerbau. Aku tidak akan membunuh wanita ini. Ada beberapa hal yang harus aku bicarakan dengan wanita ini. Nampaknya ada yang salah dengan otaknya." Ucap Nobara dengan datar.
"Huh?" Gumam Baby 5.
STEP! STEP!
Nobara pun kini sudah berada dihadapan Baby 5 dan ia mengarahkan pandangannya kepada Baby 5 yang sedang tersungkur di tanah.
"Apa kau tidak mempunyai harga diri sebagai wanita? Apa pikir kau bisa menyenangkan semua orang di dunia ini jika kau memberikan semua yang mereka mau darimu?" Tanya Nobara.
"Memangnya kenapa!? Jika mereka membutuhkanku, aku akan membantu mereka! Tidak ada yang lebih aku cintai daripada membantu orang lain dan membuat mereka senang!" Teriak Baby 5.
BUAAAAGH!
"Uaaaaaagh!"
"BABY 5!" Teriak Buffalo yang melihat Baby 5 ditendang dengan keras oleh Nobara.
"B-brengsek! AKAN KUHABISI KAU DISINI!" Terika Baby 5.
SRING!
"BUKI MORPHOSIS : GATTLING GIRL!"
DOR! DOR! DOR!
Baby 5 mengubah salah satu kakinya menjadi semacam gattling dan menyerang Nobara secara bertubi-tubi.
SIUNG!
Nobara melompat jauh ketas dan ia memutar tubuhnya dan mengeluarkan beberapa paku dan siap melemparkan semua paku itu kepada Baby 5.
"Dasar jalang! Jika kau pikir kau bisa menyenangkan semua orang karena mereka bilang membutuhkanmu maka kau salah besar! Sebagai wanita kau harus mempunyai harga diri!" Teriak Nobara.
SRING!
"KANZASHI!"
BOOOM!
DUAR!
Nobara langsung melemparkan paku-pakunya kepada Nobara dan seketika paku-paku tersebut mengeluarkan cahaya biru dan meledak.
"Cih! URUSAI! KAU TIDAK MENGERTI APA-APA TENTANGKU!" Teriak Baby 5.
SRING!
Kali ini Baby 5 mengubah lengan kirinya menjadi sebuah pedang dan lengan kanannya menjadi sebuah pistol.
"Aku hanya ingin membantu orang lain! Apa yang salah dengan itu hah!?" Teriak Baby 5.
SIUNG!
Baby 5 langsung melesat kearah Nobara dan mengayunkan pedangnya dan mengarahkan pistolnya kepada Nobara.
"Aku tidak perduli dengan masa lalumu! Namun, aku benci melihat wanita yang merendahkan dirinya dan tidak mempunyai harga diri!" Teriak Nobara sambil mengeluarkan sebuah palu yang cukup besar.
TRANG! TRANG! TRANG!
Terdengar bunyi besi yang beradu dan itu berasal dari palu dan pedang Baby 5 dan Nobara. Mereka berdua bertarung dengan baik dan mereka kini sedang beradu skill mereka senjata mereka.
TRANG! TRANG! TRANG!
BOOOM!
Buagh!
"Uhuk!"
Palu Nobara akhirnya berhasil mengenai perut Baby 5 dan membuatnya kembali memuntahkna darah yang cukup banyak.
GRAB!
Nobara membelalakan matanya saat melihat kaki Baby 5 yang mencengkram lehernya dan lengan Baby 5 yang menodongkan pistol kearahnya.
"Cih! Dalam keadaan seperti ini kau masih sempat berpikir mengunciku dengan kakimu!?" Ucap Nobara sambil menyeringai.
"Matilah kau!" Ucap Baby 5 sambil menyeringai.
DOR!
Buagh!
"Uagh!"
Baby5 berhasil menarik pelatuk pistolnya namun tembakannya meleset karena Nobara menggunakan kepalanya untuk menyundul Baby 5 dan membuat kuncian kakinya terlepas.
"BUFFALOOOOOOOO!" Teriak Baby 5.
"OOOOOO!" Teriak Buffalo.
Nobara langsung mengarahkan pandangannya keatas dan melihat Buffalo yang sedang terbang dengan rambutnya yang sudah menjadi kincir angina dan terlihat Buffalo sedang membuat tornado yang sangat besar.
"Se-Sejak kapan dia melakukan itu!?" Teriak Nobara sambil membelalakan matanya.
SIUUNG!
Baby 5 langsung melompat keatas dan ia berdiri di atas punggung Buffalo. "Aku aka menyelesaikan pertarungan ini!"
"Kau sudah tamat-dasuyan!" Ucap Buffalo sambil menyeringai.
WUUUSH!
SRING!
Tubuh bagian atas Baby 5, dari pinggang sampai kepalanya berubah menjadi sebuah corong Meriam dan ia arahkan kepada Nobara yang berada dibawahnya.
WUSSH!
Sedangkan Buffalo sudah membuat Tornado yang cukup besar dari baling-balingnya dan mereka berdua siap melancarkan serangan terkuat mereka kepada Nobara.
"BUKI MORPHOSIS : FIRE GIRL!
"GUST MATASABURO!"
BOOOOOOOM!
WUUUUUSSSSSSSSHHHHH!
DUAAAAAAR!
Dari kombinasi serangan tersebut akhirnya tercipta tornado api yang sangat besar dari hasil gabungan api yang ditembakan Baby 5 dan tornado yang diciptakan oleh Buffalo. Tornado api tersebut terus berputar dan membakar habis area sekitarnya dan merubah area tersebut menjadi lautan api.
DUAAAR!
Dan akhirnya, Tornado api tersebut meledak dan ledakan tersebut menyebar ke segala arah.
Seluruh area tersebut sudah terbakar habis dan bahkan bebatuan dan perumahan yang berada disana pun sudah terbakar habis.
Secara logika, seharusnya Nobara sudah mati akibat serangan tersebut dan sudah terbakar hidup-hidup. Namun karena kepulan asap yang sangat tebal, tidak bisa dipastikan apakah Nobara masih hidup atau tidak kepulan asap tersebut menutupi area pertarungan tersebut.
Buagh!
Buagh!
Tiba-tiba terdengar suara seperti benda yang terjatuh.
STEP! STEP!
Lalu terdengar ada suara langkah kaki yang sepertinya ada seseorang yang sedang berjalan.
"Brengsek. Karena kalian, aku harus membuat boneka lagi. Boneka kutukanku sudah habis terbakar."
Ternyata, Nobara masih hidup. Ia menggunakan boneka kutukannya dan melemparkan boneka kutukan yang sudah dilumuri darah Baby 5 dan Buffalo ke tornado api tersebut.
Alhasil, serangan kombinasi antara Buffalo dan Baby 5 mengenai diri mereka masing-masing dan terlihat mereka berdua terkapar ditanah dan tidak sadarkan diri dengan luka bakar yang sangat parah.
Setengah dari tubuh Nobara pun terkena luka bakar yang cukup parah dan beberapa luka tembak di kakinya yang membuat ia kini kesulitan berjalan.
Namun Nobara tersenyum karena pertarungan ini pada akhirnya dimenangkan olehnya.
"Aku harus memabantu yang lain sekarang dan pergi dari tempat ini. Melihat semua kerusakan ini, aku yakin angkatan laut sebentar lagi pasti akan datang dan aku tidak punya cukup tenaga untuk meladeni mereka semua." Ucap Nobara.
-X-
( ERZA VS MONET AND VIOLA )
"Grr! Kenapa aku harus menggotong wanita ini! Lebih baik menyeretnya saja!" Ucap Monet.
Terlihat Monet sedang menggotong tubuh Erza yang membeku. Tentunya ia menggerutu karena kesal harus membawa Erza dipunggungnya karena Erza cukup berat untuknya.
"Jangan mengeluh. Ini tugas yang Doffy berikan. Aku pun tidak mengerti apa yang special dari bajak laut ini tapi harus aku akui mereka cukup kuat." Ucap Viola.
"Kuat katamu? Wanita ini bahkan tidak sempat menyerangku dan dia sudah terlanjur membeku." Ucap Monet sambil menyeringai.
"Jangan sombong. Sekali kau lengah, semuanya bisa berantakan." Ucap Vioala kepada Monet.
"Ara-ara, kau sepertinya sangat khawatir dengan pertempuran ini. Memangnya ada apa? Apa kau takut Doffy kalah?" Tanya Monet sambil tersenyum.
Viola yang mendengar itu pun menyipitkan matanya dan mengepalkan tangannya. Memang betul bahwa ia memiliki firasat yang tidak enak akan pertarungan ini. Tidak tahu kenapa, ia merasa Doffy akan kalah dalam pertarungan ini.
"Semuanya bisa terjadi. Maka dari itu aku bilang jangan sampai lengah. Wanita yang kita bawa ini dijuluki sebagai Titania dan pastinya dia sangat kuat. Beruntung dia ceroboh dan kau datang tepat waktu." Ucap Viola.
"Fufufufufu. Mereka semua hanyalah rookie yang lemah. Semangat muda mereka suatu saat akan hancur saat mereka melihat orang-orang yang lebih kuat daripada mereka. Lagipula, apapun yang terjadi Doffy tidak mungkin kalah." Ucap Monet sambil tersenyum.
"Lupakan itu. Apakah Dressrosa baik-baik saja?" Tanya Viola kepada Monet.
"Tentu saja. Lagipula, siapa yang berani menyerang Dressrosa? Gladius, Senor Pink, bahkan Cesar pun sampai pergi ke Dressrosa dan meninggalkan sementara penelitiannya untuk menjaga Dressrosa." Ucap Monet.
"Kalau begitu kita harus-"
CRACK! CRACK!
Belum sempat menyelesaikan perkataanya, Viola membelalakan matanya saat ia mendengar suara retakan.
Hal serupa pun terjadi pada Monet yang terkejut ketika mendengar suara retakan yang berasal dari tubuh Erza yang membeku.
"Mo-Monet?" Ucap Viola yang terbata-bata.
"Mungkin hanya firasat kita saja." Jawab Monet.
CRACK!
BUAGH! BUAGH!
""UAAAAAGHH!""
Tiba-tiba, salju dan es yang membelenggu tubuh Erza retak dan hancur lebur. Tidak sampai disitu, Erza langsung menendang Viola dan Monet dan membuat mereka berdua terpental kebelakang.
"Tidak semudah itu mengalahkanku." Ucap Erza dengan datar.
Viola dan Monet pun kembali berdiri dan menatap Erza dengan tajam. Mereka langsung memasang kuda-kuda bertarung mereka dan bersiap kembali untuk bertarung.
"Sudahku bilang untuk tetap wasapa bukan!?" Teriak Viola kepada Monet.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau melepaskan diri dari saljuku!?" Teriak Monet kepada Erza.
"Harusku akui kalian memberikan serangan kejutan yang cukup baik. Namun, aku bisa saja langsung melepaskan diri dari salju mu itu tapi aku sengaja membiarkan diriku membeku supaya aku bisa mendapatkan informasi dari kalian." Ucap Erza sambil tersenyum.
Monet yang mendengar itu pun mengerang kesal dan menatap Erza dengan sangat tajam. "Apa kau bermkasud bahwa kekuatanku tidak cukup kuat untuk mengalahkanmu?"
Erza pun hanya tersenyum memasang kuda-kuda bertarungnya. "Buktinya aku bisa lolos dengan mudah dari seranganmu."
"JANGAN MEREMEHKANKU!" Teriak Monet.
WUSSSH!
SIUUUNG!
Seketika, salju yang sangat lebat pun turun dan Monet dengan sayap ditangannya terbang menuju Erza.
"MATI KAU!" Teriak Monet.
Dengan kaki burungnya, Monet berusaha mencengkram kepala Erza dan berusaha meremasnya hingga hancur.
TRANG!
Namun, Erza berhasil menahan kaki Monet menggunakan pedangnya.
SRRRING!
"KANSHO : TENRIN NO YOROI!"
Monet pun membelalakan matanya saat melihat sebuah sinar terang yang menyelimuti tubuh Erza dan melihat Erza yang dalam sekejap sudah mengganti pakaiannya.
"Ka-kau mengganti pakaian?" Gumam Monet.
"Hati-hati Monet! Dia bisa pengguna buah iblis Kansho-Kansho no Mi! Dia bisa memproduksi berbagai macam armor dan setiap armor yang dia gunakan memiliki kekuatan yang berbeda!" Teriak Viola.
"A-Apa!?" Teriak Monet.
"Kau terlambat!" Ucap Erza.
SIUNG! SIUNG! SIUNG!
Tiba-tiba, dia atas Erza muncul sekitar 50 puluh pedang dan pedang itu mengarah kepada Monet.
"BLUEMANTBLATT!"
SIUNG!
DUAR! DUAR DUAR!
BRUSSSSH!
Pedang-pedang itu langsung bergerak kearah Monet dan Monet seperti dihujani oleh puluhan pedang.
Namun, Monet dengan sigap merubah dirinya menjadi butiran salju dan menghindari setiap pedang yang mengarah kepadanya.
SIUNG!
"HIERO LAGRIMA!"
Viola yang melihat itu pun tidak tinggal diam dan ia langsung menyerang Erza menggunakan air mata ikan pausnya.
"Hmph, jurus itu lagi kah? Kau sudah menggunakan itu berkali-kali dank au pun tahu itu sama sekali tidak mempan terhadapku!" Ucap Erza sambil tersenyum.
SRING!
"CIRCLE SWORD!"
SREEEET!
Erza pun membelah air mata ikan paus yang dikeluarkan oleh Viola dengan teknik pedang memutarnya dan membuat air mata ikan paus tersebut terbelah menjadi dua.
WUSSSH!
Namun tidak berhenti sampai disitu, tiba-tiba angin berhembus kencang dan terlihat butiran salju yang berputar mengelilingi tubuh Erza.
"KAMAKURA!"
BRUSSSH!
Salju-salju tersebut pun menyatu dan membentuk sebuah kubah dan mengurung Erza didalamnya. Kubah salju tersebut dibuat oleh Monet guna mengurung Erza dan membuatnya tidak bisa bertarung lagi.
"Fufufu. Sekarang, tidak ada yang bisa kau lakukan lagi. Kau akan membusuk didalam sana." Ucap Monet sambil menyeringai.
CRACK! CRACK!
SREEEENG!
BRUSSSH!
Monet dan Viola membelalakan mata mereka saat mereka melihat kubah salju yang dibuat oleh Monet retak dan hancur berkeping-keping.
"Dinding salju seperti ini tidak bisa mengalahkanku!" Ucap Erza.
SRIIING!
"TENRIN : PENTAGRAM SWORD!"
SRET! SRET!
""UAAAAAAGHH!""
Erza menyerang Viola dan Monet dengan formasi pedang berbentuk pentagram dan membuat mereka berdua mengalami luka tebas yang cukup parah di pinggang mereka.
"Si-sial! Dia kuat sekali!" Ucap Viola sambil memegangi pinggangnya yang terus mengeluarkan darah.
Disisi lain, Monet terjatuh dan ia pun terkejut ternyata Erza berhasil melukainya dengan telak dan ternyata Erza pengguna Haki.
"Pengguna Haki kah? Pantas saja kau bisa menyerangku." Ucap Monet.
WUSSSSH!
Tiba-tiba, Monet melapisi seluruh tubuhnya dengan salju dan terbang dengan cepat menuju Erza.
SIUNG!
Terlihat tubuh Monet sedikit berubah dan kini ia menjadi lebih besar dan terlihat wajahnya pun semakin menyeramkan dengan taring-taring besa yang keluar dari mulutnya layaknya seperti seorang monster.
"MATI KAU! TITANIA!" Teriak Monet sambil membuka mulutnya dengan lebar dan berusaha mengoyak tubuh Erza dengan taring saljunya.
TRAAANG!
Erza berhasil menahan gigitan Monet denga pedangnya dan tersenyum kepada Monet. "Souka. Pengguna buah iblis logia salju. Kau bisa memanipulasi salju dan mengubah dirimu menjadi salju."
"Kau benar! Buah iblisku ini lebih kuat daripada buah iblismu!" Ucap Monet,
"Tapi, buah iblis bukanlah penentu kemenangan dari sebuah pertarungan. Bagaimana dengan skill bertarungmu?" Ucap Erza sambil tersenyum.
SRIIING!
"TRINITY SHOT!"
SREEENG!
Kali ini, Erza mengayunkan pedangnya dan menyerang Monet dengan formasi pedang yang berbentuk segita.
Monet yang menyadari itu pun langsung kembali meruabah dirinya menjadi salju dan terbang keatas guna menghindari serangan Erza.
"Fufufufu hampir saja. Aku akui kau memang kuat, Titania." Ucap Monet.
Erza pun langsung mendongakan kepalanya keatas dan menatap Monet dengan tajam. "Menyerahlah! Aku tidak akan melukaimu lagi jika kau menyerah sekarang."
Mendengar hal tersebut Monet pun geram dan menatap Erza dengan tajam. Perkataan Erza barusan seolah mengisyaratkan bahwa Monet adalah orang yang lemah dan tidak cukup kuat untuk melawan Erza.
"DASAR JALANG!" Teriak Monet.
WUSSSSH
Monet pun kembali terbang menuju Erza dan kali ini ia terbang mengelilingi Erza dan berputar-putar di sekitar Erza dan membuat Erza kebingungan.
"Meskipun kau menggunakan haki dan mampu merasakan keberadaanku, namun semua itu percuma jika kau tidak bisa mengimbangi kecepatanku!" Teriak Monet.
Pergerakan Monet begitu cepat sehingga membuat Erza pun kelabakan dan Erza pun tidak tahu kemana dia harus menyerang.
SRET!
"E-Egh!"
Tiba-tiba, Erza merasakan ada yang menyayat lengannya dan alhasil lengannya pun terluka.
"Brengsek!" Gumam Erza.
"Fufufufu! Kau lah yang harusnya menyerang, Titania!" Teriak Monet.
SRET! SRET! SRET!
CROOOT!
Monet terus menyerang Erza dan alhasil Erza jatuh terduduk karena ia menerima serangan bertubi-tubi dari Monet dan membuat sebagian tubuhnya terluka dan mengeluarkan darah. Namun, bukannya takut Erza malah tersenyum dan terlihat bersemangat.
"Baiklah! Jika kau ingin beradu kecepatan maka akan kutunjukan kepadamu!" Ucap Erza sambil menyeringai.
SRIIING!
"KANSHO : HISHOU NO YOROI!"
Kali ini, Erza mengganti armornya dengan armor hishou. Armor ini memliki corak seperti cheetah yang melambangkan kecepatan. Dengan armor ini, kecepatan Erza akan bertambah dan Erza bahkan bisa berlari dan bergerak jauh lebih cepat daripada seekor cheetah.
SIUNG! SIUNG! SIUNG!
Monet membelalakan matanya saat melihat Erza yang bergerak cepat bahkan lebih cepat dari dirinya.
SRET!
SRET!
CROT!
"Uaaaaagh!"
Kali ini, Erza yang berlari mengelilingi Monet dan sesekali menebas Monet dan menyebabkan Monet terluka.
"Brengsek!" Teriak Monet.
SIUUNG!
BRUUUSSSH!
Monet pun kembali merubah dirinya menjadi salju dan mencoba mengimbangi kecepatan Erza. Namun, tetap saja ia tidak bisa mengalahkan kecepatan Erza dan malah sebaliknya Erza mendapatkan kesempatan terbuka untuk menyerang Monet.
SRET! SRET!
CROOT!
"UAAAAAAAGHHHH!"
Monet pun akhirnya terjatuh dan terkapar ditanah dengan luka tebasan diseluruh tubuhnya.
"MONEEEEET!" Viola pun berteriak karena khawatir melihat kondisi Monet yang sudah babak belur.
"Sial! Aku harus cepat menyelamatkan-"
SRET! SRET!
CROOOT!
"Uhuk!"
Belum sempat menyelesaikan perkataanya, Erza dengan cepat langsung menebas Viola dan tidak memberikan kesempatan sama sekali kepada Viola untuk menyelamatkan Monet.
Akhirnya, Mereka berdua pun tergeletak di tanah dengan luka tebasan yang cukup dalam dan mereka tidak sadarkan diri. Erza yang melihat itu pun hanya menghela nafas dan merubah armornya kembali ke Heart Kruez Armor.
SRIIING!
"Lebih baik meninggalkan mereka berdua disini. Aku harus cepat menyusul yang lain." Ucap Erza.
Setelah mengatakan itu, Erza pun langsung berlari dan mencari teman-temannya yang lain khususnya Naruto karena pertarungan ini ditentukan oleh Naruto dan Doflamingo.
-X-
( SHINOBU VS SUGAR )
"Hehehehe, bagaimana? Apa kau kehabisan akal untuk melawanku?" Tanya Sugar sambil menyeringai.
Shinobu yang mendengar hal tersebut pun tidak bergeming dan menatap Sugar dengan tajam. Ia terus berpikir bagaimana caranya supaya ia tidak menyakiti para warga yang sudah dijadikan boneka oleh Sugar.
Setiap kali Shinobu berusaha menyerang Sugar, Sugar langsung memerintahkan para bonekanya untuk menjadi perisainya dan jika Shinobu nekat menerobos para boneka tersebut, maka dipastikan para warga yang berubah menjadi boneka tersebut akan terluka atau bahkan mati.
"Aku mengerti. Ternyata kau tidak lebih dari seorang pecundang yang menjadikan bawahanmu sebagai perisaimu." Ucap Shinobu.
"Pecundang? Pecundang sebenarnya adalah kau! Jika kau tidak takut menyakiti para sampah ini maka kau sudah bisa menyerangku sejak awal." Ucap Sugar sambil menyeringai.
"Apa mereka tidak ada harganya dimatamu? Apa kau memandang nyawa manusia serendah itu?" Tanya Shinobu.
"Heh! Mereka hanyalah orang-orang lemah yang memang seharusnya tidak dilahirkan. Lihat saja sekarang. Mereka hanya menjadi penghalang bagimu. Namun, karena kebaikan hatiku, aku membuat mereka menjadi berguna. Setidaknya, mereka bisa mati dengan kebanggaan jika mereka mati melindungiku." Ucap Sugar.
Shinobu yang mendengar itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan dan memejamkan matanya. Ia lalu memasukan pedangnya kedalam sarungnya dan menarik nafas yang dalam.
"Itulah kenapa dunia ini menjadi tempat yang kotor." Ucap Shinobu.
"Huh?" Gumam Sugar.
"Disaat orang lain berusaha menciptakan perdamaian, terdapat orang-orang bodoh sepertimu yang hanya menjadi sampah bagi masyarakat." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Sampah masyarakat? Siapa yang kau sebut sampah masyarakat!?" Teriak Sugar.
"Tentunya kau…" Ucap Shinobu sambil tersenyum dan memejamkan matanya. Lalu ia kembali membuka matanya dan menyeringai kepada Sugar. "Dan kaptenmu!"
Mendengar hal tersebut, mata Sugar pun melebar dan ia mengepalkan kedua tangannya dengan keras dan menatap Shinobu dengan tajam. Terlihat tubuhnya yang gemetar karena menahan rasa kesalnya.
"Kau menghina Waka-Sama?" Ucap Sugar dengan datar.
"Ara-ara, aku pikir itu bukan sebuah penghinaan. Contoh saja jika aku mengatakan bahwa kota ini kotor, bukan berarti aku menghina kota ini karena nyatanya kota ini sangat kotor dan sampah berserak dimana-mana. Sama halnya jika aku mengatakan bahwa Doflamingo adalah sampah. Bukan berarti aku mengina Doflamingo namun padan kenyataanya ia memang sampah." Ucap Shinobu sambil tersenyum manis.
Grut! Grut!
Urat-urat di dahi Sugar mulai mengeras dan wajahnya pun mulai memerah karena rasa amarah yang sangat besar dalam hatinya. Mendengar ada seseorang yang mengatakan Doflamingo sebagai sampah, apalagi perkataan itu terucap dari bajak laut rookie seperti Shinobu, membuatnya sangat kesal.
"Sudah sekitar 2 jam pertarungan kita berlangsung namun, belum ada kabar tentang kaptenmu yang lemah itu. Apa kau pikir Kozuki-San bisa dikalahkan oleh manusia rendahan seperti Doflamingo?" Tanya Shinobu sambil tersenyum manis.
"Urusai…" Gumam Sugar dengan pelan.
Wajah Sugar pun sudah terlihat sangat muram dan menyeremkan. Meskipun sebagian wajahnya tertutup oleh rambut hijaunya, namun terlihat aura hitam yang muncul dari tubuh Sugar yang menandakan bahwa Sugar sudah sangat marah.
"Meskipun kami adalah bajak laut rookie, tapi lebih kuat daripada bajak laut kalian. Sangat wajar, karena kami, manusia derajatnya jauh lebih tinggi daripada sampah seperti Doflamingo." Ucap Sugar.
"URUSAAAAAAAAAAAAAAAI!" Teriak Sugar.
Lepas sudah emosi Sugar dan akhirnya ia berteriak dengan sangat kencang.
"SERANG WANITA ITU DAN BUNUH DIA SEKARANG JUGA!" Teriak Sugar.
BRUUUSSSH!
Seketika, kumpulan warga yang sudah diubah menjadi boneka oleh Sugar langsung berlari dan menyerang Shinobu.
Shinobu yang melihat itu pun hanya tersenyum dan ia pun kembali melompat keatas dan berlarian di atas rumah warga.
"Ara-ara, apa aku salah bicara?" Tanya Shinobu sambil tersenyum.
"BUNUUUUUH DIA!" Teriak Sugar.
Para boneka itu pun melompat kea tap rumah warga dan terus mengejar Shinobu. Beberapa dari boneka tersebut berusaha menyerang Shinobu menggunakan senjata mereka namun tentunya Shinobu berhasil menghindari serangan itu.
Disisi lain, Sugar pun ikut berlari dan mengikuti Shinobu dari bawah. Ia terus mengejar Shinobu dan ia pun ingin cepat-cepat membunuh Shinobu.
"TURUN KAU! APA KAU AKAN LARI TERUS SEPERTI PECUNDANG!?" Teriak Sugar.
"Fufufufu pecundang yang berteriak pecundang kepada orang lain, memang seperti itulah sifat dari seorang pecundang." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"DASAR JALANG! AKANKU BU-"
SRET!
CROT!
Sugar membelalakan matanya saat ada sebuah pisau yang terbang dan menyayat wajahnya dan membuat wajahnya terluka.
"Se-sejak kapan?" Gumam Sugar.
Shinobu pun tersenyum kepada Sugar dan ia mengangkat sebuah pisau yang ia genggam di tangan kanannya. "Hati-hati ojou-chan! Pisau yang kulempar tadi sangat beracun."
Sugar pun langsung memegang luka diwajahnya dan ia pun terkejut saat melihat cairan ungu panas yang bersatu dengan darahnya.
"I-ini?" Gumam Sugar.
Disisi lain, para boneka mainan Sugar pun terus mengejar Shinobu. Shinobu pun tiba-tiba melompat ke belakang dan menendang para boneka tersebut.
"Gomenasai. Aku berjanji setelah mengalahkan wanita itu, aku akan mengeluarkan kalian dari sana." Ucap Shinobu.
""UAAAAAAAAAAA!""
Ternyata, ada sebuah sumur besar yang berada tepat di depa Shinobu. Shinobu langsung menendang mereka semua kedalam sumur itu dan akhirnya mereka pun tercebur kedalam sumur itu. Sumur tersebut bukanlah sumber mata air dari kota ini melainkan hanya sumur kering biasa yang sepertinya sudah lama tidak terpakai.
Shinobu akhirnya turun kebawah dan ia menatap Sugar dengan datar. "Kekuatanmu cukup merepotkanku."
Sugar pun mendongakan kepalanya keatas dan menatap Shinobu dengan tajam. "A-apa yang kau lakukan padaku? Kenapa tubuhku terasa berat?"
"Ah! Sebenarnya aku sedikit melumuri pisau yang kulemparkan kepadamu dengan sedikit racun. Sebuah racun yang bisa membuatmu lumpuh seumur hidup." Ucap Shinobu.
Sugar membelalakan matanya dan tubuhnya pun mulai bergetar. Sudah lama ia menjadi bajak laut dan menjadi bawahan Doflamingo namun, untuk pertama kalinya ia merasakan ketakutan yang luar biasa. Sugar merasa bahwa ia telah salah memilih lawan.
"Si-siapa kau sebenarnya!?" Ucap Sugar.
"Ara-ara, rupanya kita belum mengenal satu sama lain. Kita berdua terlalu bersemangat bertarung sehingga kita lupa memperkenalkan diri kita." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
Shinobu lalu mencabut pedangnya dari sarungnya dan memutar-mutar pedangnya dan ia arahkan pedangnya ke kepala Sugar.
"Namaku Kocho Shinobu. Senang bertemu denganmu." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Kocho Shinobu? Ahli obat yang terkenal itu?" Tanya Sugar yang terkejut.
"Tepat sekali!" Ucap Shinobu.
Sugar pun tidak menyangka bahwa ia melawan salah satu dokter atau ahli farmasi hebat di dunia ini. Banyak sekali orang sakit yang berlomba-lomba untuk bertemu dengan Shinobu agar penyakit mereka sembuh.
"Ka-kau Kocho Shinobu? Tidak mungkin! Kocho Shinobu adalah ahli obat terkenal! Seluruh industry obat yang ada di dunia ini, hampir 20% adalah produk buatanya dan ia pun pernah menghentikan wabah besar yang terjadi di suatu negara! Tidak mungkin bergabung dengan bajak laut rendahan seperti Naruto Kaizokudan!" Teriak Sugar.
"Terima kasih atas pujianmu. Sepertinya, namaku cukup terkenal di dunia ini. Namun, seperti yang kubilang bahwa aku mengikuti Kozuki-San karena aku percaya padanya. Lagipula aku tidak tersinggung jika kau mengatakan bajak laut Naruto adalah bajak laut rendahan karena memang bajak laut kami baru saja terbentuk." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
WUUUUSH!
Seketika, muncul banyak sekali kupu-kupu di area tersebut dan kupu-kupu tersebut terbang mengitari Shinobu.
"Sayang sekali, pertarungan ini harus berakhir." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"MUSHI NO KOKYU : CHO NO MAI!"
SREEET!
"U-Uhuk!"
CROT!
"TAWAMURE!"
Shinobu pun mengeluarkan teknik pernapasan serangganya dan akhrinya berhasil melukai Sugar dan menebas Sugar tepat dipinggangnya.
Sugar pun memuntahkan darah yang cukup banyak dan ia pun terjatuh ketanah.
Shinobu yang melihat Sugar sudah kalah pun tersenyun dan ia pun berjalan mendekati Sugar sambil merogoh saku dalam jubahnya.
"Aku tidak berniat membunuhmu disini jadi, aku akan berikan penawar racunnya padamu." Ucap Shinobu sambil meletakan sebuah botol kecil di samping Sugar.
Disisi lain, Sugar pun sudah tidak bisa berbicara dan ia hanya bisa menatap Shinobu dan obat penawar yang diberikan Shinobu kepadanya.
"Sayonara." Gumam Shinobu.
WUSSSH!
Shinobu pun langsung melompat dan berlari menuju sumur dimana ia menendang para warga yang sudah menjadi boneka.
Saat ia sampai di sumur, ia melihat segerombolan orang yang terjebak dalam sumur tersebut dan terlihat mereka sedang mencari cara untuk keluar dari sumur tersebut.
"Moshi-Moshi…." Ucap Shinobu dari atas sumur.
Semua orang yang berada dalam sumur tersebut pun langsung mendongakan wajah mereka dan mereka melihat Shinobu.
"OOOOO!"
"KAU WANITA IMUT YANG TADI KAN!?"
"SEDANG APA KAU DISANA?"
"Sangat panjang jika dijelaskan tapi, pertama-tama kalian harus keluar dari sana terlebih dahulu." Ucap Shinobu.
Sreeet!
Shinobu lalu melemparkan sebuah tali kepada mereka dan Shinobu mengikatkan bagian tali yang ia pegang ke sebuah tiang yang cukup kokoh supaya mereka semua bisa keluar dari sana.
"Gomenasai aku tidak bisa menunggu kalian semua keluar dari dalam sana. Tapi aku berjanji setelah semua urusanku selesai aku akan mengganti rugi semua kerusakan rumah kalian." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
-X-
( GENOS VS TREBOL )
WUUSSSH!
Di pertarungan ini, yang terlihat hanyalah kepulan asap dan cairan biru lengket yang memenuhi area pertarungan ini. Pertarungan antara Genos dan Trebol cukup dahsyat sehingga menyapu bersih seluruh bangunan yang berada disana.
"Hah….hah….hah…. Robot sialan!" Gumam Trebol sambil menatap Genos.
Terlihat, tubuh Trebol yang sudah kotor dan banyak luka disekitar tubuhnya akibat serangan dari Genos. Nafasnya pun terengah-engah dan dia pun sudah hampir mencapai batasnya.
"Hah…..hah….. Aku tidak akan kalah darimu." Ucap Genos.
Disisi lain, Genos pun mengalami luka yang cukup parah dan ia pun tidak berbeda jauh dari Trebol. Beberapa bagian tubuh besinya yang sudah rusak, sistem mekaniknya yang terganggu akibat cairan yang diberikan Trebol.
Namun, tidak ada yang terlihat akan menyerah dari mereka berdua. Genos dan Trebol nampak sangat berambisi ingin memenangkan pertarungan ini. Sangat wajar bagi Trebol karena ini adalah perintah dari Doffy dan jika ia sampai kalah maka ia akan sangat malu kepada Doffy.
Genos pun harus memenangkan pertarungan ini karena ini adalah pertarungan seriusnya setelah Germa 66 dan ini adalah awal dari perjalannya sebagai bajak laut. Dia ingin berpetualang lebih jauh lagi dengan Naruto dan teman-temannya dan maka dari itu ia tidak boleh kalah disini.
"Buehehe! Kau memang kuat tapi kau tidak cukup kuat untuk mengalahkanku." Ucap Trebol.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu dengan kondisimu yang sekarang? Kaulah yang tidak punya kesempatan menang." Ucap Genos.
"Buehehe! Organ tubuh besi mu itu sudah kurusak dengan cairanku. Hanya tinggal tunggu waktu saja sampai kau kehilangan kekuatanmu." Ucap Trebol sambil menyeringai.
Genos yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan. "Sudahku bilang bukan? Aku sudah memodifikasi tubuhku ini dengan secanggih mungkin dan sangat mustahil jika sistemku rusak total hanya karena lendirmu!" Ucap Genos.
SIUUUNG!
BRUUUUSH!
Genos pun kembali terbang menggunakan kekuatan cyborgnya dan berusaha menendang Trebol.
BOOOM!
Trebol menghindari tendangan Genos dan alhasil tendangan Genos hanya mengenai tanah dan membuat tanah tersebut hancur lebur.
BLUP! BLUP!
Genos membelalakan matanya saat melihat kakinya ternyata sudah dipenuhi oleh cairan biru yang lengket yang membuatnya tidak bisa mengangkat kakinya.
"Kuso! Dia sengaja meninggalkan cairan ini untuk menjebaku!" Ucap Genos.
BLUP! BLUP
"Bueheheh! Akan kupotong kakimu!" Ucap Trebol.
Trebol langsung memegang kaki Genos dan berusaha untuk melepaskan kaki Genos.
CIUUUUNG!
CESSSSSS!
"PANAAAAAAAASSSS!"
Trebol pun berteriak kesakitan karena kaki Genos yang tiba-tiba bersinar dan menjadi sangat panas.
BOOOM!
Genos pun mengeluarkan semacam bom dari kakinya dan terjadi ledakan yang cukup besar dan membuatnya berhasil lolos dari perangkap lender Trebol.
"Grrrrr! Siaaaaal! Dasar robot sialan! Sedari tadi kau terus mengeluarkan ledakan-ledakan dan laser-laser!" Ucap Trebol yang mulai frsutasi.
"Heh? Sedari tadi kau hanya mengeluarkan lendir yang tidak berguna!" Balas Genos sambil menyeringai.
"Ti-tidak berguna katamu!? DASAR BOCAH SIALAN! AKAN KUTUNJUKAN KEKUATANKU YANG SEBENARNYA!" Teriak Trebol.
BLUP! BLUP! BLUP!
"BETA LAUNCHER!"
BRUUUUSH!
Trebol membuat semacam peluru besar dari lendirnya dan ia langsung menembakan peluru lendir tersebut kepada Genos.
Genos pun terbang dengan kekuatannya untuk menghindari serangan tersebut.
BRUSSSSH!
DUAAAAR!
Dari sepatu Genos keluar sebuah api yang sangat besar dan Genos melesat kearah Trebol layaknya sebuah rudal.
BLUP! BLUP! BLUP!
Melihat itu, Trebol pun tidak tinggal diam dan ia membuat sebuah perisai atau dinding di depannya guna melindunginya dari serangan Genos.
"Buehehe! Hancurkan ini kalau bisa!" Ucap Trebol.
CIUUNG!
"UOOOOOOOOOOOO!"
DUAAAAAAR!
"UAAAAAAAGH!"
Trebol sangat terkejut karena ternyata Genos benar-benar menabrak dinding buatannya itu dan membuat dinding tersebut hancur dan Trebol pun terkena pukulan Genos.
"Grrrr! Aku akan membunuhmu-"
SRRRRRING!
"DAIKOUGAN!"
Belum sempat menyelesaikan perkataanya, Trebol langsung menutup matanya karena ia melihat mata Genos yang tiba-tiba bersinar sangat terang dan membuat mata Trebol kesakitan.
"MACHINE GUN BLOW!"
BOOOM! BOOOM! BOOOM
"UAAAAAAAAGH!"
Genos pun langsung memukuli Trebol bertubi-tubi dan membuat Trebol menjerit kesakitan.
SRIIING!
"O-Oi… A-apa yang akan kau lakukan?" Ucap Genos yang membelalakan matanya.
Terlihat Genos meletakan telapak tangannya tepat didepan wajah Trebol dan perlahan seluruh lengan Genos pun mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
"INCINERATE!"
BOOOOOOOOOMMMM!
DUAAAAAAAAAAAAAAR!
Sebuah ledakan hebat pun terjadi dan suara ledakan tersebut terdengar keseluruh penjuru pulau. Layaknya sebuah bom atom yang dijatuhkan, efek dari ledakan yang diciptakan Genos sangat dahsyat sehinggat terjadi gempa yang cukup hebat yang membuat warga semakin panik meskipun mereka sedang mengungsi.
WUSSSSSSSH!
Terlihat kepulan asap dan kobaran api yang menyelimuti area pertempuran tersebut. Namun, didalam kepulan asap tersebut terlihat Genos yang masih berdiri dan terlihat pula Trebol yang tergeletak disampinya.
"Hah…hah… Aku terlalu banyak menggunakan kekuatanku. Aku butuh istirahat selama 1 jam dan harus segera memperbaiki tubuhku." Ucap Genos.
Pada akhirnya, Genos lah yang memenangkan pertarungan ini. Trebol pun terkapar disebelah Genos dan tidak sadarkan diri.
"Naruto, apapun yang terjadi kau harus menang. Aku percaya padamu. Aku juga yakin, Yoriichi, Nobara, Erza, dan Shinobu pasti berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka." Ucap Genos.
-X-
( LEVI VS PICA )
"ACKERMAN!"
Suara teriakan yang sangat keras menggema di hutan tempat pertarungan antara Pica dan Levi. Teriakan tersebut berasal dari Pica yang kesal karena sedari tadi ia bertarung, ia tidak pernah sedikit pun menyentuh Levi karena gerakan Levi yang sangat cepat.
Tubuh Pica saat ini pun sudah menjadi besar karena ia bersatu dengan bebatuan yang ada disekitarnya dan membuat tubuhnya menjadi lebih solid dan keras. Namun, tentunya itu semua bukan masalah besar bagi Levi.
"Mau sampai kapan kau berteriak seperti itu?" Tanya Levi kepada Pica.
"Grrrr! Menyerahlah Levi! Doffy akan mengampunimu jika kau menyerah!" Ucap Pica.
"Kenapa aku harus mendapatkan ampun dari pria itu?" Tanya Levi.
"Karena kau sudah terlalu banyak mengganggu bisnis kami di pulau ini! Dofft tidak menyukai kau!" Ucap Pica.
"Aku tidak perduli jika aku mengganggu bisnisnya. Lagipula aku tidak tahu bisnis apa yang kau maksudkan. Tapi, aku akan menghajar siapapun yang berani mengganggu kedamaianku." Ucap Levi.
"Jangan sombong kau! Kau pikir kau bisa mengalahkanku hah!? Lagipula, Kozuki Naruto pasti akan kalah! Dia tidak mungkin bisa melawan Doffy!" Ucap Pica.
"Aku tidak mengenal Kozuki Naruto dan aku tidak perduli apa yang akan terjadi padanya. Namun sangat beruntung bagiku karena disaat genting seperti ini, pria kuning itu datang dan berada di pihaku." Ucap Levi sambil tersenyum.
"Grrrrrrr! Kalian semua pasti akan kami habisis disini!" Ucap Pica yang kesal.
Levi pun memasang kuda-kuda bertarung dan ia membenarkan posisi maneuver 3d yang berada dipinggangnya. Tatapannya sangat tajam dan ia memegang kedua pedangnya dengan saat erat.
"Jika dipikir-pikir, aku terlalu banyak bermain-main denganmu. Akan ku iris tubuh besarmu itu sekarang juga dan mengakhiri pertarungan ini." Ucap Levi.
"MAJULAH KAU LEVI!"
SREEEEENG!
BOOM! BOOOM! BOOOM!
Seketika, muncul bebatuan tajam yang sangat besar dari bawah tanah dan batu tajam it uterus bergerak kearah Levi.
SREET! SREET!
DUAAAR!
Levi pun berhasil memotong bebatuan tajam itu dengan pedanganya dan membuat bebatuan tersebut hancur berkeping-keping.
SIUUNG!
Dengan menggunakan alat manuvernya, Levi pun terbang dan menggunakan pohon-pohon tinggu sebagai tumpuan tali dari alat manuvernya dan mencoba mendekati Pica.
"HAAAAH!"
SREEEEEEEEEEEEET!
CROTT!
"UAAAAAGH!"
Setelah berhasil mendekati Pica, Levi pun memutar tubuhnya dengan sangat cepat dan menyayat lengan besar Pica dan membuat Pica berteriak kesakitan.
"Ce-cepat sekali! Dimana dia!?" Gumam Pica.
SIUUUUUUNG!
SREET! SREEET! SREEET!
"UUUHUK!"
CROOT!
Pica kali ini memuntahkan darah yang sangat banyak karena Levi berhasil menyata setengah dari tubuhnya dengan gerakan berputarnya dan membuat Pica pun langsung keluar dari armor batunya dan tergeletak ditanah.
"Uhuk! Uhuk! Cepat sekali! Gerakan macam apa itu!? Aku belum pernah melihat teknik bertarung seperti itu sebelumnya!" Gumam Pica.
SIUNG! SIUNG!
SREEEEEET!
CROOOT!
Levi pun tidak memberikan kesempatan Pica untuk berdiri kembali dan ia langsung menebas leher belakang Pica dan membuat mata Pica memutih dan ia pun langsung tidak sadarkan diri.
"Merepotkan. Jika pertarungan ini dilanjutkan lebih lama lagi, kesempatanku untuk menang akan semakin menipis. Beruntung kau tidak mempunyai beruntung kau tidak mempunyai kekuatan fisik yang kuat." Ucap Levi sambil menatap Pica yang tergeletak di tanah.
Levi pun kembali memasukan kedua pedangnya kedalam sarungnya dan ia mengarahkan pandangannya kearah barat, dimana pertarungan antara Doflamingo dan Naruto sedang berlangsung.
'Kozuki Naruto kah? Bajak laut rookie yang sedang banyak dibicarakan oleh orang. Aku memang ingin keluar dari pulau ini dan melihat dunia luar namun, aku tidak ingin pergi bersama dengan orang-orang licik dan bejat. Si bocah kuning itu nampaknya bukan orang yang jahat. Haruskah aku menerima ajakannya?' Gumam Levi dalam hatinya.
Levi pun memejamkan matanya dan ia berpikir sejenak. Tujuan hidupnya yang belum tercapai adalah mengetahui sejarah dunia ini secara detail. Dia ingin mengetahui mengapa orang-orang seperti Tenryuubito bisa menguasai dunia ini dan siapa nenek moyang mereka dan bagaimana asal-usulnya. Untuk mengetahui semua itu, tentunya ia harus pergi dari Mock Town dan mengelilingi dunia ini.
"Cih! Membingungkan. Aku harus pergi ke tempat bocah kuning itu dan melihat seperti sifat dia yang asli." Ucap Levi.
-X-
( YORIICHI VS DIAMANTE )
SREEENG!
WUSSSH!
BOOOM!
Pertarungan antara Yoriichi dan Diamante pun masih berlangsung. Pertarungan ini sudah berlangsung cukup lama dan terlihat Diamante yang sudah mengalami banyak luka tebasan dan darah yang mengucur diseluruh tubuhnya.
Sedangkan Yoriichi mengalami beberapa luka tebas yang cukup dalam namun tidak separah Diamante.
"Hah….hah….hah…. Kau kuat! Aku akui kau kuat! Tapi, kenapa orang kuat sepertimu masuk kedalam bajak laut rendahan seperti ini?" Tanya Diamante.
"Sederhana. Karena aku percaya kepada kaptenku, Kozuki Naruto." Ucap Yoriichi.
"Apa yang ditawarkannya? Kekuasaan? Uang? Wanita? Reputasi? Doffy bisa memberikan itu semua kepadamu jika kau mau bergabung dengan kami! Kami adalah bajak laut besar dan sudah terkenal diseluruh penjuru dunia!" Ucap Diamante sambil tersenyum.
Yoriichi yang mendengar itu pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Semua itu tidak pernah ditawarkan oleh Naruto."
"Lalu apa!? Aku yakin Doffy bisa memberikan yang lebih daripada yang bocah itu tawarkan!" Ucap Diamante sambil menyeringai.
"Dia menawarkanku sudut pandang yang baru tentang dunia ini. Dia menawarkanku untuk melihat perubahan besar di dunia ini dan dialah yang akan merubah dunia ini." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
"Pffft!"
"BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH!"
Diamante pun tertawa terbahak-bahak saat mendengar jawaban dari Yoriichi, Perkataan Yoriichi barusan sangat menggelitk Diamante karena, Diamante menganggap bahwa perkataan Yoriichi barusan hanyala bualan belaka dan impian dari orang yang bodoh.
"Sudah kuduga! Kalian hanyalah orang-orang bodoh yang nekad! Perubahan dunia? Sudut pandang baru!? BODOOOH! Tidak ada yang sanggup melakukan itu bahkan Gol,D,Roger yang berhasil menemukan One Piece dan sampai ke Raftel tidak berhasil merubah dunia ini! Kalian pikir kalian siapa hah!?" Ucap Diamante sambil tertawa.
"Sudah kuduga orang sepertimu tidak akan mengerti dengan apa yang kumaksudkan. Banyak orang yang memiliki impian yang sangat besar tapi, hanya segelintir orang yang dapat mewujudkannya!" Ucap Yoriichi.
BRUSSSH!
Seketika, muncul kobaran api yang menyelimuti tubuh dan pedang Yoriichi. Namun, kali ini api tersebut semakin membesar berubah wujud menjadi seekor naga yang cukup besar.
"A-apa-apaan itu!? Bagaimana bisa kau mengeluarkan api sebanyak itu!?" Teriak Diamante yang terkejut.
"Ini adalah haki ku. Aku bisa merubah haki ku menjadi api." Ucap Yoriichi.
'Luar biasa! Dia bisa menggunakan haki dan memvariasi bentuk hakinya menjadi api! Benar-benar orang yang hebat! Bagiamana mungkin bocah sepertinya bisa sekuat ini!? Siapa kau sebenarnya!?' Gumam Diamante dalam hatinya.
"HINOKAMI : KYU NO KATA!"
BRRRRUSSH!
Api yang menyelimuti tubuh Yoriichi semakin membesar dan membuat suhu di area tersebut naik drastic dan membakar seluruh bebatuan yang berada disana.
Diamante yang melihat itu pun membelalakan matanya dan ia pun mulai merasa ketakutan karena merasakan kekuatan besar yang keluar dari tubuh Yoriichi.
"A-aku tidak akan kalah…. AKU TIDAK AKAN KALAAAAAAAH!" Teriak Yoriichi.
"LOOOCK!"
SRIIING!
Diamante menarik jubahnya dan memperkeras jubahnya dengan kekuatannya dan juga hakinya. Ia mengalirkan semua hakinya ke jubahnya guna menahan serangan Yoriichi.
"MAJULAH KAU! TSUGIKUNI YORIICHI!" Teriak Diamante.
WUUUSH!
"RENGOKUUUU!"
BRUUUUSSSH!
SREEEEEEEET!
"Uhuk…."
CROOOOOT!
Diamante memuntahkan darah yang sangat banyak dan Yoriichi pun berhasil menebas Diamante dan juga berhasil mengahancurkan jubah Diamante.
Buagh…
Diamante pun dengan perlahan tumbang dan jatuh ketanah dan ia pun langsung tak sadarkan diri.
Yoriichi lalu kembali memasukan pedanganya kedalam sarungnya dan menghela nafas panjang karena akhirnya ia bisa memenangkan pertarungan ini.
"Hah….hah…. Sudah lama aku tidak bertarung seserius ini. Selama di East Blue, aku tidak pernah bertarung dengan orang yang kuat dan pastinya kemampuan bertarungku terus berkurang. Ini semua hanyalah permulaan. Semakin lama, musuh yang datang akan semakin kuat dan aku pun harus berjuang dan bertambah kuat jika ingin menlindungi teman-temanku." Gumam Yoriichi.
'Aku sudah memenangkan pertarungan ini tapi apakah mereka berhasil memenangkan pertarungan mereka? Aku harus bergegas dan mencari tahu kondisi mereka.' Gumam Yoriichi dalam hatinya.
-X-
( NARUTO VS DOFLAMINGO )
Wuuuuuushhh!
Angin berhembus dengan kencang dan membuat suasan semakin mencekam. Naruto yang berada di mode ekor 4 nya sudah memasang kuda-kuda bertarung dan seakan siap menyerang Doflamingo kapanpun.
Disisi lain, Doflamingo masih tetap menyeringai namun juga waspada dan bersiap menyerang atau menahan serangan dari Naruto jika Naruto menyerang mendadak.
Hancock yang berada disebelah Naruto pun ikut wasapada karena ia khawatir bahwa Naruto akan kalah dari Doflamingo. Sangat wajar jika Hancock khawatir karena ia pun tahu betapa mengerikannya Doflamingo dan track record Doflamingo sebagai bajak laut.
Ditambah lagi, Doflamingo kini mengeluarkan jurus cloningnya dan terdapat 3 Doflamingo dihadapannya.
"Naruto, apa kau yakin bisa mengalahkannya?" Tanya Hancock.
"Jangan khawatir Ne-Chan. Akan kupastikan dia kalah dalam pertarungan ini." Ucap Naruto.
"Sebaiknya kau tepati janjimu. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika kau mati disini." Ucap Hancock dengan serius.
"Tentu saja! Aku Kozuki Naruto selalu menepati janjiku! Aku tidak mungkin mati oleh orang aneh seperti dia!" Ucap Naruto.
"Hehehehehehehe, satu-satunya yang aneh disini adalah kau! Lihat dirimu, apakah kau manusia hah?" Ucap Doflamingo kepada Naruto.
"Diam kau dasar psikopat! Apa rahangmu tidak lelah jika kau selalu tersenyum seperti itu!?" Ucap Naruto.
"Heheheheh sebaiknya kau jaga ucapanmu bocah!" Ucap Doflamingo.
"Naruto, kau urus yang aslinya. Aku akan mengurus 2 tubuh palsunya itu. Kau mengerti?" Tanya Hancock kepada Naruto.
"OUH!" Naruto pun menganggukan kepalanya dan menyeringai. "Kalau begitu, AYOOOOOO!"
SIUUUNG!
Doflamingo membelalakan matanya ketika ia melihat Naruto sudah ada didepan matanya dan bersiap mencakarnya dengan kukunya yang tajam.
"GOAAAAAAR!"
SREEEET!
BOOOOM!
Naruto berusaha mencarak Doflamingo namun, Doflamingo berhasil menghindari serangan Naruto tersebut.
SREENG!
"OVERHEAT!"
SREEEET!
Doflamingo mengeluarkan sebuah benang tebal dari telapak tangannya dan kali ini benang itu berwarna merah. Doflamingo menggunakan benang tersebut untuk mencambuk Naruto.
BOOM! BOOOM!
Namun, Naruto berhasil menghindari serangan Doflamingo tersebut. Naruto pun langsung mengangkat lengannya dan memanjangkan lengannya untuk menangkap Doflamingo yang sedang terbang.
SIUUNG! SIUUUNG! SIUUNG!
Doflamingo pun terus terbang keatas dan menghindari lengan Naruto.
"Kau tidak akan bisa lolos!" Teriak Naruto.
SRING!
Seketika, sebuah lengan muncul dari lengan Naruto dan layaknya sebuah pohon, lengan Naruto menjadi bercabang dan setiap cabang lengan Naruto tersebut mengejar Doflamingo.
"Heheheheheh kekuatan yang menarik!" Ucap Doflamingo.
"GOSHIKITO"
SREEEEET!
Doflamingo pun langsung menebas seluruh lengan Naruto dan membuat lengan-lengan yang sedari tadi mengejarnya langsung lenyap.
Namun, Doflamingo sedikit menyipitkan matanya saat melihat luka yang berada di lengan Naruto. Setelah menerima serangan Doflamingo barusan, terlihat kulit merah Naruto sedikit tergores namun, secara perlahan luka goresan itu tertutup dan sembuh dengan sendirinya.
'Regenerasi kah? Sepertinya itu adalah salah satu kekuatan buah iblisnya. Tapi buah iblis apa yang ia gunakan?' Gumam Doflamingo dalam hatinya.
"Mau lari kemana kau, Domino!?" Teriak Naruto.
WUUUSH!
Doflamingo kembali membelalakan matanya saat melihat Naruto yang sudah berada didepannya.
SIUNG!
"RASENGAAAN!"
Naruto mengeluarkan rasengannya dan membuat Doflamingo semakin panik karena ia tahu jika terkena rasengan Naruto akan berdampak sangat buruk baginya.
"ATHELETE!"
BOOOOOM!
DUAAAAAAAAAR!
Doflamingo pun mengumpulkan beberapa benang dikakinya dan ia langsung menendang rasengan Naruto.
Alhasil, kedua serangan itu pun beradu dan membuat gelombang kejut yang sangat dahsyar. Dari benturan kedua serangan tersebut, muncul petir hitam disekitarnya yang menandakan juga bahwa adanya benturan haoshoku haki dari kedua orang tersebut.
Hancock yang sedari tadi sedang melawan clongingan Doflamingo sedikit terdistrak akibat benturan kedua serangan tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Naruto bisa menggunakan haoshoku haki.
'Souka. Jadi kau bisa menggunakan haki raja juga, Naruto..' Gumam Hancock dalam hatinya sambil tersenyum.
Kembali ke Naruto dan Doflamingo, mereka berdua masih beradu serangan mereka mereka berdua mengeluarkan seluruh tenaga mereka guna memenangkan pertempuran ini.
DUAAAAR!
"Uaaaagh!"
BOOOM!
Akhirnya, Naruto berhasil melawan seranga Doflamingo dan alhasil Doflamingo pun terkena rasengan dari Naruto dan membuatnya terpental cukup jauh.
"Hah….hah….hah…. Apa aku berhasil? Apa dia sudah kalah?" Gumam Naruto.
"Hehehehehe apa kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan semudah itu?"
Naruto membelalakan matanya saat ia mendengar suara Doflamingo. Ia melihat Doflamingo yang sudah kembali bangkit dan berjalan mendekatinya.
"Domino…." Gerang Naruto yang kesal.
"Hehehehehe sepertinya kau sangat buruk dalam mengingat nama orang." Ucap Doflamingo sambil tertawa.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain! Aku harus mengeluarkan semua kekuatanku untuk mengalahkanmu!" Ucap Naruto.
SRET! SRET!
Naruto membuka telapak tangannya dengan lebar dan terlihat cakarnya yang memanjang dan semakin tajam.
Doflamingo yang melihat itu pun hanya menyeringai dan terlihat ia menggerakan seluruh jarinya dan sepertinya ia sedang merencanakan sesuatu.
"Heheheheh sangat menyeramkan! Sepertinya, aku harus membuat perisai yang kuat untuk menahan seranganmu itu." Ucap Doflamingo.
"Ah! Buatlah perisai sekuat mungkin karena aku pasti akan mengahncurkannya!" Ucap Naruto.
BOOM!
Naruto pun langsung berlari dengan cepat kearah Doflamingo dan ia melompat layaknya seekor binatang buas yang siap mencengkram dan mengoyak mangsanya.
Namun Doflamingo tidak beranjan sedikit pun dari sana malah, ia terus menggerakan seluruh jarinya. Hal itu pun membuat Naruto heran namun ia menghiraukannya karena Naruto merasa apapun yang Doflamingo lakukan, ia akan berhasil memenangkan pertarungan ini.
"Berakhir sudah!" Teriak Naruto.
TREEEENG!
SREEEET!
CRRRROT!
Naruto berhasil mendaratkan serangannya dan terlihat cipratan darah yang sangat banyak keluar. Namun, itu bukan darah dari Doflamingo maupun Naruto karena, yang terkena serangan dari Naruto adalah Hancock.
"Uhuk…."
Hancock memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya dan terlihat lengan dan pinggangnya yang robek akibat serangan Naruto.
"Ne….Chan…" Naruto pun hanya meggumam tidak percaya karena ia pun heran mengapa jadi Hancock yang terkena serangannya.
"Hehehehehe, sepertinya aku membuat perisai yang sangat kuat." Ucap Doflamingo sambil tertawa puas.
"NEEEEEEEE-CHAAAAAAN!" Naruto pun berteriak dengan sangat kencang dan ia pun histeris.
GRAB!
WUSSSSH!
Naruto langsung menangkap Hancock dan menggendongnya dan membawa Hancock ketempat yang aman. Naruto lalu membaringkan Hancock ditanah dan ia membelalakan matanya saat melihta luka Hancock yang begitu parah.
"Ne-Ne-Chan…. Bertahanlah…Hiks…hiks…." Ucap Naruto yang mulai menangis.
"Uhuk! Uhuk! Tenang saja… Jangan merasa bersalah… Ini semua ulah Doflamingo. Kau tidak salah…." Ucap Hancock dengan lemah.
"Ne-Chan, tapi luka mu… Kau harus segera diobati….." Ucap Naruto.
"Hehehe, apa kau mengkhawatirkanku?" Tanya Hancock sambil tertawa lemah.
"TENTU SAJAAAAAAA!" Teriak Naruto yang sebenarnya kesal dengan pertanyaan Hancock.
"Uhuk! Uhuk! Jangan berteriak seperti itu kepada kakakmu, itu tidak sopan!" Ucap Hancok sambil tersenyum.
"Ne-Chan…. A-aku harus bagaimana? Jika seperti ini terus kau bisa mati karena kehilangan banyak darah!" Ucap Naruto yang sudah mulai panik.
"Mati kah? Sebenarnya aku tidak keberatan mati karena melindungimu. Sudah sewajarnya kan seorang kakak mati untuk adiknya? Lagipula-"
"URUSAAAAAI! Hanya kakak yang bodoh yang mati demi adiknya! Seorang kakak harus hidup demi adiknya!" Ucap Naruto.
Hancock yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan terkejut mendengar perkataan Naruto. Bagi Hancock, ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang menghkhawatirkannya dan sangat memperdulikannya. Entah kenapa, Hancock merasa sangat senang saat melihat Naruto yang histeris melihatnya sekarat karena itula bukti kecintaan Naruto kepada dirinya. Meskipun, ia menganggap Naruto hanya sebagai adik kecilnya namun, ia tetap saja tersentuh dengan kasih sayang Naruto kepadanya.
"Kau benar-benar pria yang baik, Naruto…" Gumam Hancok.
"Heheheheh ada apa ini? Apa aku sedang menonton drama lagi?"
Seketika, tubuh Naruto pun langsung gemetar dan terlihat aura hitam pun keluar dari tubuh Naruto. Mendengar suara Doflamingo, membuat Naruto naik pitam dan untuk saat ini, Naruto ingin sekali membunuh Doflamingo.
Naruto lalu membalikan tubuhnya dan ia menatap Doflamingo dengan datar.
BLUP! BLUP! BLUP!
Empat ekor yang berada dibelakang tubuh Naruto pun perlahan bergerak keatas dan berhenti tepat diatas mulut Naruto. Seketika, muncul butiran-butiran bola kecil berwarna hitam di depan mulut Naruto.
"Heheheheheh, kali ini, apa yang akan kau keluarkan?" Tanya Doflamingo sambil tertawa.
Butiran-butian bola kecil berwarna hitam dan merah tersebut pun menyatu dan membentuk bola yang cukup besar yaitu sekuukuran bola tenis.
GLUP!
Naruto lalu memakan bola tersebut dan langsung menelannya.
Doflamingo pun menyipitkan matanya dan mulai memperhatikan setiap gerak-gerik Naruto yang mulai terlihat aneh. Doflamingo pun tidak tahu apa yang akan dilakukan Naruto namun ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi,
BOOOM! BOOOM!
Doflamingo membelalakan matanya saat melihat tubuh Naruto yang tiba-tiba membesari dibagian perutnya layaknya seperti sebuah balon yang sedang diisi air.
"Apa yang dia lakukan?" Gumma Doflamingo.
CRACK!
Naruto membuka mulutnya dengan lebar dan terlihat dari dalam mulut Naruto terdapat sinar yang sangat terang dan sinar tersebut pun perlahan keluar dari mulut Naruto.
"Ga-gawat!" Gumam Doflamingo.
CIUUUUUNG!
…
DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!
Naruto mengeluarkan laser yang sangat besar dari dalam mulutnya. Laser yang dikeluarkan Naruto tersebut sangatlah dahsyat dan membuat seluruh isi pulau terguncang dan ledakan dari laser tersebut pun hampir menyapu bersih seperempat Mock Town.
TO BE CONTINUED!
