THE MOST STRONGEST SUPERNOVA
CHAPTER 22 : NARUTO PIRATES VS DONQUIXOTE FAMILY PART 4
CIUUUUUNG!
…
DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!
Naruto mengeluarkan laser yang sangat besar dari dalam mulutnya. Laser yang dikeluarkan Naruto tersebut sangatlah dahsyat dan membuat seluruh isi pulau terguncang dan ledakan dari laser tersebut pun hampir menyapu bersih seperempat Mock Town.
TAP! TAP!
SREEET!
Tiba-tiba, ada seseorang yang datang dan ia berdiri disebelah Naruto. Orang itu adalah Shinobu namun, Shinobu pun mengarahkan pedangnya kepada Naruto karena ia tidak mengenali sosok Naruto saat ini.
"Siapa kau!? Aku yakin kaptenku berada disini." Ucap Shinobu.
"Ini aku Shinobu. Jangan khawatir." Ucap Naruto.
Shinobu membelalakan matanya dan terekejut. Ia tidak menyangka bawha kaptennya yang cukup tampan berubah menjadi mahluk merah menyeramkan seperti yang ia lihat sekarang.
"Kozuki-San!? Tapi…" Gumam Shinobu.
"Aku pengguna buah iblis. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan itu. Bisakah kau mengobati wanita yang berada di sebelahku ini?" Tanya Naruto.
Shinobu pun mengarahkan pandangannya pada wanita yang sedang terbaring di sebelah Naruto dan ia adalah Boa Hancock.
"Kasihan sekali. Siapa yang tega melakukan hal keji kepada wanita malang ini?" Tanya Shinobu.
"Aku yang melukainya. Aku tidak sengaja melukainya." Ucap Naruto.
Shinobu yang mendengar itu spontan wajahnya memerah dan merasa malu kepada Naruto karena ia berpikir bahwa perkataanya tadi telah meyinggung Naruto.
"Kozuki-San, aku minta maaf." Ucap Shinobu.
"Tenang saja. Cepatlah obati wanita itu Shinobu. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika hal buruk menimpanya." Ucap Naruto.
"Hai, Kozuki-San, Aku akan membawanya ke kapal. Aku berencana untuk menemui yang lainnya. Apa ada yang perlu aku sampaikan kepada mereka?" Tanya Shinobu.
"Katakan pada mereka untuk menunggu dikapal. Aku pasti memenangkan pertarungan ini sebentar lagi dan aku akan menyusul kalian. Percayalah padaku." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Shinobu yang mendengar itu pun ikut tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Baik Kozuki-San. Kami semua menunggumu."
Shinobu pun langsung mengangkat Boa Hancock dan ia pun pergi dari tempat Naruto.
Naruto pun kembali mengarahkan pandangannya kedepan dan ia menunggu Doflamingo keluar karena ia yakin serangannya tadi tidak sepenuhnya mengenai Doflamingo dan ia pasti masih hidup.
"Keluarlah Domino! Kita akhiri pertarungan ini!" Ucap Naruto.
STEP! STEP!
Dari kepulan asap yang tebal, muncul bayangan hitam yang berjalan mendekati Naruto dan dia adalah Doflamingo.
"Heheheheh dasar brengsek. Aku hampir saja mati!" Ucap Doflamingo.
Terlihat tubuh Doflamingo yang sudah berlumuran darah dan bajunya pun sudah compang-camping akibat serangan biju dama Naruto.
"Kali ini tidak ada yang bisa kau korbankan! Hanya kau dan aku!" Ucap Doflamingo.
"Hehehehehe majulah kalau begitu! Akan kutunjukan kekuatanku yang sebenarnya!" Ucap Doflamingo.
SRING!
Seketika, bebatuan yang berada disekitar Doflamingo dan tanah yang ia pijak berubah menjadi sebuah kumpulan benang. Naruto yang melihat itu pun membelalakan matanya dan terkejut.
"Apa-apaan itu?" Gumam Naruto.
"Heheheh inilah yang membedakan aku dan kau. Aku bisa membangkitkan kekuatan buah iblisku." Ucap Doflamingo.
SIUUUNG! SIUUUNG!
Seketika, muncul kumpulan benang yang sangat tajam mengarah kepada Naruto.
Naruto pun langsung melompat keatas dan menghindari benang-benang tersebut. "Semuanya berubah menjadi benang! Bagaimana bisa!?" Gumam Naruto.
"GOSHIKITO!"
SREEET! SREEET!
"U-uagh!"
Doflamingo berhasil menebas Naruto menggunakan benangnya dan membuat Naruto terjatuh kebawah.
SIUUNG!
Tidak sampai disitu, saat Naruto menyentuh tanah, benang-benang yang berada dibawahnya langsung mengikat tubuhnya dan membuatnya tidak bisa bergerak.
"Sial! Benang-benang ini benar-benar merepotkan!" Ucap Naruto.
"Hehehehehe kau mempunyai kekuatan yang luar biasa namun, kau masih bocah kemarin sore dan belum cukup kuat untuk mengalahkanku!" Ucap Doflamingo.
SIUUNG!
"OFF-WHITE!"
SRENG! SRENG!
JLEP!
"UAAAAAAGH!"
Doflamingo pun langsung mengeluarkan benang tajam dari lengannya dan benang-benang tersebut berhasil menembus tubuh Naruto dan membuat Naruto memuntahkan cukup banyak darah.
'Dia kuat sekali! Kalau seperti ini, tidak ada pilihan lain!' Gumam Naruto dalam hatinya.
BOOOOOM!
DUAAAAR!
Doflamingo kembali terkejut dan membelalakan matanya ketika melihat aura merah yang muncul dari tubuh Naruto dan membuat ledakan dan gelombang kejut yang sangat dahysat. Aura merah tersebut pun terpancar sampai ke langit dan membuat benang-benang yang menembus tubuh Naruto tadi langsung hangsu terbakar.
"Kali ini apa lagi?" Gumam Doflamingo.
BLUP! BLUP!
Doflamingo terus memperhatikan Naruto dan ia melihat satu ekor kembali tumbuh dibelakang tubuh Naruto dan membuat Naruto kini mempunyai lima ekor.
CRACK! CRACK!
Tidak hanya itu, Doflamingo sedikiy menyipitkan matanya saat melihat sebuah tulang muncul dari tubuh Naruto dan melindung seperempat bagian tubuh Nartuo.
"Benar-benar seekor binatang buas. Aku masih penasaran, buah iblis apa yang kau makan?" Gumam Doflamingo.
'Setelah itu, aku tidak bisa menggunakan kekuatan buah iblisku selama 15 menit.' Gumam Naruto dalam hatinya.
CRACK!
Naruto kembali membuka mulutnya dengan lebar dan tercipta kembali bola berwarna hitam didepan mulutnya. Doflamingo yang melihat itu pun tidak tinggal diam dan langsung melompat keatas guna menghindari serangan Naruto.
SIUNG!
Naruto menembakan sebuah bola cahaya berwarna merah kepada Doflamingo namun Doflamingo berhasil menghindarinya.
'Ini bukan serangan yang tadi. Sepertinya, ini akan menjadi serangan beruntung!' Gumam Doflamingo dalam hatinya.
SIUUNG! SIUNG! SIUNG!
Dugaan Doflamingo benar karena ternyata, Naruto kini membombardir Doflamingo dengan menembakan bom cahaya dari mulutnya.
"OFF-WHITE!"
SREEENG!
Seketika, muncul kumpulan benang berwarna putih yang sangat tebal dan benang-benang tersebut melindungi Doflamingo dari serangan Naruto.
CRACK!
DUAAAAR!
Doflamingo kembali membelalakan matanya saat melihat sebuah lengan rakasa berwarna merah muncul dari permukaan tanah dan tangan tersebut terus mengejarnya.
"OVERHEAT!"
SRET! SRET!
Doflamingo langsung menebas seluruh lengan-lengan itu namun, ia terkejut karena bukannya terpotong, malah lengan-lengan itu tumbuh kembali dan malah tumbuh semakin banyak.
"A-apa!?" Teriak Doflamingo.
SIUUNG! SIUUNG!
Lengan-lengan itu pun terus mengejar Doflamingo dan membuatnya terus terbang keatas guna menghindari serangan Naruto tersebut.
Naruto yang melihat itu pun langsung melompat keatas dan membuka telapak tangannya dengan lebar.
SIUUNG!
"MINI BIJUU DAMA!"
DUAAAAAAR!
Tercipta sebuah bola kecil berwarna hitam ditelapak tangan Naruto dan langsung menembakannya kepada Doflamingo. Alhasil, Doflamingo pun memuntahkan darah yang cukup banyak dan ia pun langsung terjatuh ketanah.
Doflamingo terkapar ditanah dengan mulut yang mengaga dan terlihat tubuhnya pun dipenuhi oleh darah. Ia tidak sadarkan diri akibat serangan Naruto barusan dan alhasil ia pun kalah dalam pertarungan melawan Naruto ini.
Buagh!
SRING!
Naruto pun langsung terduduk dan kembali ke wujud manusianya. Nafasnya terengah-engah dan dan terlihat seluruh tubuhnya pun dipenuhi oleh luka terutama bagian pinggang kanannya yang berlubang akibat serangan Doflamingo.
"Uaaagh! Sakit sekali!" Ucap Naruto sambil memegang pinggangnya.
"Jadi, kau berhasil mengalahkannya?"
Naruto sedikit terkejut ketika mendengar ada suara seseorang dan ia pun langsung menoleh ke ara sumber suara. Ternyata, orang tersebut adalah Levi dan Naruto pun langsung tersenyum.
"OOOOO! LEVI KAH!?" Teriak Naruto.
Levi yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan berjalan mendekati Naruto.
"Untuk seorang pemula, kau sangat hebat bisa mengalahkan Doflamingo. Dia adalah salah satu bajak laut hebat yang mempunyai nama besar di dunia baru." Ucap Levi yang duduk disebelah Naruto.
"Ah! Kau benar! Shicibukai benar-benar gila!" Ucap Naruto.
"Heh? Kau lebih gila karena berhasil mengalahkan orang gila!" Ucap Levi sambil tersenyum.
"Shishishi a-a-ah! Sial! Sakit sekali pinggangku!" Ucap Naruto.
Naruto lalu mengarahkan pandangannya kepada Levi dan tersenyum kepadanya. "Oi! Jadilah nakamaku!"
"Kau menagih janjiku?" Tanya Levi.
"Sebenarnya tidak. Jika kau menolak, aku pun tidak akan memaksa. Kau mempunyai kebebasan untuk memilih." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Kenapa kau ingin mengajakku bergabung bersamamu?" Tanya Levi.
"Hmmm.. Aku tidak punya alasan khusus tapi, sebagai bajak laut kami masih kekurangan orang. Hehehe." Ucap Naruto sambil tertawa canggung.
"Jadi kau hanya ingin menambang orang saja?" Tanya Levi.
"Ahhh! Aku pun tidak tahu alasan kenapa aku mengajakmu! Aku kira pertemuan kita ini sudah ditakdirkan jadi aku spontan saja mengajakmu." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Lalu apa tujuanmu? Sebagai bajak laut, kau pasti mempunyai tujuan dan impian." Ucap Levi.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengelilingi dunia ini saja. Saat kecil dulu, aku mempunyai seorang teman yang pandai dalam navigasi, Dia mempunyai cita-cita untuk menggambar map dunia ini. Karena itu, aku pun tertarik menjelajahi dunia ini dan ingin mengetahui seperti apa dunia luar itu." Ucap Naruto.
"Teman kah? Apa temanmu ini sekarang berada di kapalmu dan menjadi anggotamu?" Tanya Levi.
Naruto yang mendengar itu pun tertunduk lesu dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak. Dia mengkhianatiku dan aku diusir dari desaku sendiri karena dia."
"Souka. Jadi pengkhianatan seorang teman kah? Apa kau memiliki dendam pada temanmu itu?" Tanya Levi.
"Hahahaha tentu saja tidak. Hanya saja aku sangat kesal kepadanya dan setidaknya aku ingin menghajarnya sekali saja." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Memangnya apa yang dia lakukan?" Tanya Levi.
"Aku dan dia diasuh oleh seseorang yang bernama Bellemere dan kami berdua sudah menganggap Bellemere sebagai ibu kami sendiri. Saat itu, desaku diserang oleh kelompok bajak laut manusia ikan yang dipimpin oleh Arlong. Si brengsek Arlong ini membunuh Bellemere di depan mataku dan aku langsung memotong tangannya. Namun, dia malah memihak kepada Arlong dan mengusirku dari desaku sendiri. Ironi bukan?" Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Menyedihkan. Jika aku jadi kau, aku pasti sudah membunuhnya," Levi sambil tersenyum.
"Bagaimana pun dia tetap temanku. Mungkin sangat sulit untuk memaafkannya tapi mustahil utuk membencinya." Ucap Naruto.
Levi yang mendengar itu pun tersenyum dan memejamkan matanya. "Menurutmu, seperti apa kebenaran dunia ini?"
"Aku pun tidak tahu. Lagipula apa makna dari kebenaran itu sendiri?" Tanya Naruto.
"Heh, ternyata kau boleh juga. Kukira kau hanya orang bodoh yang kuat. Ternyata kau mempunyai pikiran juga." Ucap Levi sambil tersenyum.
"Hah!? Apa maksudmu? Aku juga bisa berpikir." Ucap Naruto yang kesal karena dihina oleh Levi.
"Aku pun ingin mengelilingi dunia ini dan ingin melihat kebenaran dunia ini. Namun banyak hal yang aku benci di dunia ini." Ucap Levi.
"Apa yang kau benci?" Tanya Naruto.
"Pemerintah dunia dan ras raksasa. Orang waras pasti membenci para bangsawan dunia dan untuk ras raksasa aku punya masalah pribadi. Apa kau masih tetap ingin menerimaku jika aku membenci mereka?" Tanya Levi kepada Naruto.
"Tidak masalah. Itu adalah urusan pribadimu. Aku pun membenci pemerintah dunia dan membenci ras manusia ikan." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Levi yang mendengar itu pun tersenyum dan ia langsung bangkit berdiri. "Baiklah. Aku akan ikut denganmu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu menghalangi impianku untuk membuka sejarah dan kebenaran dunia ini."
"YOOOOSH! Tenang saja! Sebagai kapten, aku pasti akan melindungi impian nakamaku!" Ucap Naruto.
"Dimana kapalmu?" Tanya Levi.
"Di pelabuhan barat pulau ini. Ayo kita kesana! Aku tidak sabar memperkenalkanmu kepada yang lain!" Ucap Naruto.
"Kau pergilah duluan. Aku harus mengecek kondisi kedaiku sebelum pergi." Ucap Levi.
"Aku menunggumu Levi. Sekarang, aku adalah kaptenmu! Bergegaslah menuju kapal. Ini perintah. Shishishi!" Ucap Naruto sambil tertawa.
"Bocah sialan." Gumam Levi sambil tersenyum.
SIUUNG!
Levi pun langsung pergi menggunakan alat maneuver 3d nya dan meninggalkan Naruto. Naruto tersenyum dan ia langsung mengarahkan pandangannya kepada Doflamingo yang tergeletak didepannya.
"Domino brengsek! Kau benar-benar hampir membunuhku! Tapi terima kasih. Karena pertarungan ini aku sadar bahwa masih banyak orang-orang kuat di luar sana yang belum aku hadapi dan perjalanku masih panjang. Aku jadi penasaran sekuat apa Shirohige O-San?" Gumam Naruto sambil tersenyum.
Naruto pun langsung bangkit berdiri dan terlihat luka dipinggangnya mulai beregenerasi namun belum sempurna.
"Aku harus segera kembali ke kapal dan meminta Shinobu mengobatiku." Ucap Naruto.
-X-
( PELABUHAN BARAT LOUGE TOWN : KAPAL NARUTO )
Seluruh nakama Naruto sudah berkumpul di kapal. Mereka semua berada di ruang utama dan beberapa dari mereka sedang menjalani pengobatan dari Shinobu dan beberap dari mereka mencoba untuk menenangkan diri mereka dan bersantai sambil meminum teh dingin setelah pertarungan sengit yang mereka jalani.
"Kugisaki-San, jangan khawatir. Obat yang kuberikan ini akan segera meregenerasi sel kulitmu dan minumlah vitamin ini. Dengan begitu kulitmu akan kembali normal dan tidak aka nada luka bakar yang membekas." Ucap Shinobu yang baru selesai memerban seluruh luka Nobara.
"AAAAAAAAH! Dua orang itu! Aku menyesal tidak membunuh mereka! Lihat kulit cantiku ini! Dan juga karena mereka boneka kutukanku jadi hangsu terbakar!" Ucap Nobara yang masih kesal.
"Sudahlah, lagipula Shinobu bilang kau akan sembuh dan tidak akan ada luka yang membekas." Ucap Yoriichi yang mencoba menenangkan Nobara.
"Benar-benar pertarungan yang menegangkan. Sudah berapa lama aku tidak merasakan sensasi bertarung seperti ini." Ucap Erza.
"Kau benar. Lagipula, lawan kita adalah Shicibukai. Wajar jika kita sampai seperti ini." Ucap Genos.
"Shinobu, kenapa kau membawa Boa Hancock kesini dan kenapa dia bisa sampai terluka seperti itu?" Ucap Yoriichi.
Terlihat Boa Hancock yang sedang terbaring di sofa dengan perban yang membalut setengah tubuhnya. Kondisinya sudah mulai membaik karena mendapatkan penanganan yang baik dari Shinobu dan sebentar lagi ia akan siuman.
"Kozuki-San bilang bahwa ia tidak sengaja melukai wanita ini. Lalu ia memintaku untuk mengobatinya." Ucap Shinobu.
"Naruto melukainya? Kukira dia berteman baik dengan Shicibukai itu?" Gumam Genos.
"Hah? Naruto berteman baik dengan wanita itu?" Ucap Nobara yang juga terkejut.
"Setahuku mereka berdua mempunyai hubungan seperti saudara. Jadi, aku kira sepertinya ada kecelakaan dan Naruto berakhir melukai Boa Hancock. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagipula dia masih hidup kan?" Tanya Yoriichi.
"Uhm. Sebentar lagi dia akan siuman. Kita hanya tinggal menunggu Kozuki-San kembali." Ucap Shinobu.
"Si Naruto itu, jika dia sampai kalah aku tidak akan memaafkannya!" Ucap Nobara.
"Dia pasti menang. Tidak mungkin si monster kuning itu kalah." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
Erza yang sedari tadi diam pun tiba-tiba mengangkat tangannya dan mulai berbicara. "Semuanya, ada hal penting yang harus kita bicarakan."
Semua orang yang berada disana pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Erza.
"Ada apa Scarlet-San?" Tanya Shinobu.
"Saat aku bertarung, lawanku yang bernama Vioala memberitahuku motif penyerangan Doflamingo terhadap bajak laut kita." Ucap Erza.
"Lalu?" Tanya Nobara.
"Ini mungkin akan sedikit rumit tapi yang sebenarnya mengincar Naruto bukanlah Doflamingo melainkan orang lain. Doflamingo hanya disuruh oleh orang tersebut untuk mengangkap kita semua terutama Naruto." Ucap Erza.
"Siapa yang kau maksudkan ini?" Tanya Yoriichi.
"Yonkou Kaido." Ucap Erza.
Semua orang yang berada disana pun membelalakan matanya kecuali Genos karena Genos pun sudah tahu hal ini dari Trebol. Namun, bagi yang lain ini merupakan hal yang sangat menakutkan karena mereka tidak menyangka bahwa kelompok mereka ternyata sedang diincar oleh salah satu Yonkou.
"OI! Jangan asal bicara! Kenapa seorang Yonkou mengincar bajak laut amatir seperti kita!?" Ucap Nobara.
"Yang dikatakan Erza benar. Lawanku juga yang bernama Trebol mengatakan hal yang sama. Yonkou Kaido lah yang sebenarnya mengincar Naruto dan kita." Ucap Genos.
"Menyeramkan. Aku jadi penasaran dengan masa lalu Kozuki-San. Ini semua pasti ada hubungannya dengan masa lalu Kozuki-San." Ucap Shinobu.
"Tapi aku yakin dia berasal dari desa terpencil di East Blue. Namun….." Yoriichi pun menggantung ucapannya dan tiba-tiba membelalakan matanya.
"Apa kalian ingat saat Naruto berbincang dengan Shirohige?" Tanya Yoriichi.
"AH! Bahkan saat itu pun Naruto diajak untuk bergabung bersama dengan Shirohige!" Ucap Nobara.
"Luar biasa. Kali ini orang sekaliber Shirohige yang tertarik dengan Kozuki-San." Ucap Shinobu.
"Be-benar! Kalau dipikir-pikir, Naruto sepertinya bukan orang biasa." Ucap Nobara.
"Aku tidak ada maksud meragukan Naruto tapi, tidakah kalian berpikir bahwa mungkin saja Naruto bukanlah orang biasa? Shirohige bilang waktu bahwa ayahnya Naruto dulu sempat berlayar bersamanya. Itu berarti, Naruto pasti berasal dari keluarga yang tersohor." Ucap Erza.
"Aku pun sempat berpikir seperti itu tapi, sejauh yang aku lihat Naruto pun sepertinya tidak tahu siapa ayah dan ibu kandungnya. Dia pun tidak terlalu tertarik saat Shirohige membicarakan tentang ayahnya." Ucap Yoriichi.
"Persetan dengan itu. Aku tidak perduli Naruto berasal dari keluarga mana. Aku mengikuti Naruto karena aku percaya padanya." Ucap Nobara.
"Apa kau bermaksud bahwa aku tidak percaya pada Naruto?" Tanya Erza kepada Nobara.
"Kau yang mengatakannya sendiri." Ucap Nobara.
"Kau!" Ucap Erza yang berjalan mendekati Nobara.
"Baik-baik sudah cukup. Kalian berdua habis bertarung dan kalian akan mati jika terus bertengkar." Ucap Yoriichi yang langsung memisahkan Nobara dan Erza.
""Hmmmmph!"" Erza dan Nobara langsung membuang muka satu sama lain.
"Ara-ara, kalian semua memang menarik." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Tapi kita harus tetap bersama. Siapapun lawan kita, kita akan hadapi bersama meski Yonkou sekalipun." Ucap Genos.
"Heh? Yonkou kah? Jika mereka berani menyerang akan kuhabisi mereka semua!" Ucap Nobara sambil menyeringai.
"Meskipun mereka kuat, tapi kita pasti bisa mengalahkannya!" Ucap Erza.
"Aku siap membantu!" Ucap Shinobu.
BRAAAK!
"UAAAAAAAAAAGGG!"
Semua orang yang berada disana pun langsung terkejut ketika mendengar suara seperti benda terjatuh dan itu berasal dari teras kapal.
Mereka semua pun langsung berlari keluar ruangan dan menuju teras kapal. Saat mereka sampai di teras kapal, mereka melihat Naruto yang terjatuh dan memegangi kakinya.
"Are? Naruto?" Gumam Nobara.
"Sakiiiiiit! Siapa yang menaruh barang di pinggir kapal!?" Ucap Naruto.
Semua orang pun langsung mengarahkan pandangannya ke pinggir kapal. Terlihat ada sebuah benda yang sangat panjang berwarna putih. Mungkin panjangnya hampir 300 cm dan terlihat di bagian ujungnya ada sesuatu seperti jamur berwarna hitam.
"Naruto, bagaimana pertarunganmu dengan Doflamingo?" Tanya Erza yang berjalan mendekati Naruto.
"Tentu saja aku menang!" Ucap Naruto sambil tersenyum.
"YUUUHU!"
Erza,Nobara,Shinobu dan bahkan Genos berteriak kegirangan saat mendengar kemenangan Naruto. Mereka sangat senang karena ini kemenangan pertama mereka di Grandline dan sebuah kebanggaan bagi mereka karena lawan mereka adalah salah satu Shicibukai.
"Tapi, kalian semua tidak apa-apa kan?" Tanya Naruto.
"Tentu saja! Meskipun aku terluka, tapi Shinobu telah mengobatiku dan aku akan segera pulih." Ucap Nobara.
"Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Erza sambil menepuk pundak Naruto dengan lembut.
"Aku tidak mengalami kesulitan dipertarunganku." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
"Semuanya baik-baik saja Kozuki-San." Ucap Shinobu.
"Tidak yang perlu kau khawatirkan Senchou. Semuanya sudah kami bereskan." Ucap Genos.
Naruto yang mendengar itu pun tersenyum dan tertawa sedikit. "Hahahahah kalian benar-benar bisa diandalkan!"
Seluruh wajah nakama Naruto pun memerah karena mendapat pujian dari Naruto namun mereka berusaha menyembunyikan rasa senang mereka atas pujian Naruto barusan.
"Ba-baka! Aku hanya bertarung dan memenangkan pertarungan!" Ucap Erza.
"Shishishi. Oh iya Shinobu! Bagaimana keadaan Hancock Ne-Chan?" Tanya Naruto kepada Shinobu.
"Dia baik-baik saja Kozuki-San. Sebentar lagi dia akan siuman." Ucap Shinobu.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Naruto lalu kembali mengarahkan pandangannya kepada benda putih panjang itu dan ia masih penasaran dengan benda tersebut.
"Oi! Siapapun dari kalian, jangan menaruh benda panjang seperti itu di pinggir kapal! Aku bahkan tersandung dan kakiku masih sakit sampai sekarang." Ucap Naruto.
"Hm? Apa salah satu dari kalian pemilik benda itu?" Tanya Yoriichi.
""Tidak."" Jawab kompak dan serentak seluruh nakama Naruto.
Mereka semua pun menjadi bingung dan semakin penasaran dengan benda putih yang berada di sisi kapal tersebut.
"Arara, kenapa berisik sekali?"
Tiba-tiba terdengar suara dari benda putih itu dan benda putih itu bergerak dengan sendirinya.
"Apa aku tidur ditempat yang salah?"
""DIA MANUSIAAAAA!"" Teriak Nobara dan Naruto bersamaan.
Ternyata, itu bukanlah sebuah benda melainkan seseorang yang mengenakan pakaian putih. Seorang pria dengan tubuh tinggi dan rambut afro dan dia adalah admiral Aokiji yang sedari tadi masih tertidur di kapal Naruto.
"Siapa kau!? Kenapa kau bisa berada di kapal kami?" Tanya Erza sambil mengarahkan pedangnya kepada Aokiji.
"Hoaaaaam! Aku hanya ingin tidur sebentar dan aku melihat kapal kalian cukup nyaman jadi aku menggunakan kapal ini untuk beristirahat sejenak." Ucap Aokiji.
"Genos, bukankah dia orang yang menunggangi sepedah itu?" Tanya Yoriichi kepada Genos.
"Benar juga. Bukankah kau orang yang bersepedah di lautan itu kan?" Tanya Genos kepada Aokiji.
"Bersepedah di lautan?" Gumam Shinobu.
"Arara, kalian berdua masih mengingatku ya, bajak laut?" Ucap Aokiji sambil tersenyum.
Naruto pun berjalan mendekati Aokiji dan duduk dihadapan Aokiji. "O-San, apa ada yang bisa aku bantu? Apa kau kekurangan uang sehingga tidak punya tempat tinggal?"
Aokiji yang mendengar itu pun seketia wajahnya mengkerut dan merasa terhina dengan pertanyaan Naruto.
"Oi, oi, meskipun aku terlihat seperti gelandangan bukan berarti aku gelandangan." Ucap Aokiji.
"Hahahaha maafkan aku O-San. Jika kau memerlukan bantuan, jangan sungkan. Aku pasti akan membantumu." Ucap Naruto.
Aokiji yang mendengar perkataan Naruto pun hanya tersenyum. "Kau ini seorang bajak laut kan? Kenapa bajak laut ingin membantu orang?"
"Memangya tidak boleh bajak laut membantu orang?" Tanya Naruto.
"Hmmm? Benar juga. Tidak ada larangan untuk itu. Aku juga banyak melihat bajak laut yang baik hati. Mungkin kau salah satunya." Ucap Aokiji sambil tersenyum.
Aokiji pun langsung bangkit berdiri dan mengambil jasnya. "Aku dengar ada 2 Shicibukai disini yang sedang bertarung. Aku sedang mencari mereka."
"Ano, sebenarnya mereka tidak bertarung. Shicibukai yang bernama Domino itu bertarung dengaku dan aku sudah mengalahkannya sedangakan Boa Hancock ada di kapal ini dan dia sedang tertidur." Ucap Naruto.
"Maksudmu Doflamingo…." Gumam Aokiji yang berkeringat jatuh, "Lalu, kenapa Kaizoku Jote berada di kapal ini? Apa kalian menculiknya?"
"Tentu saja tidak. Dia terluka saat pertarungan melawan Doflamingo jadi kami merawatnya disini." Ucap Naruto.
"Souka. Aku mengerti sekarang. Jadi dimana orang yang bernama Doflamingo ini?" Tanya Aokiji.
"Entahlah. Ia mungkin masih pingsan." Ucap Naruto.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Aokiji.
Wussh!
Aokiji pun langsung melompat turun dari kapal Naruto dan berjalan memasuki pulau tersebut.
"O-SAN! Kau mau kemana!?" Teriak Naruto kepada Aokiji.
"Terima kasih atas tumpangannya tapi ada sebuah pekerjaan yang harus aku selesaikan. Sampai bertemu lagi, Kozuki Naruto." Ucap Aokiji sambil melambaikan tangannya kepada Naruto.
"Dia mengenaliku?" Gumam Naruto sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Pria yang aneh!" Ucap Nobara.
"Sepertinya aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana?" Gumam Shinobu.
"Lupakan saja. Mungkin dia hanya jurnalis yang sedang meliput berita tentang pertarungan kita." Ucap Genos.
"Tapi, dia sangat mencurigakan." Ucap Erza.
"Kau benar. Tapi selama dia tidak menyerang, maka tidak ada yang perlu kita khawatirkan." Ucap Yoriichi.
Naruto yang mendengar itu pun langsung bangkit berdiri dan menatap semua nakamanya. "Minna, kita akan kedatangan nakama baru!"
"Eh!? Jangan-jangan…." Gumam Nobara.
"Kau benar Nobara! Levi Ackerman akan menjadi nakama kita!" Ucap Naruto yang sangat gembira.
"Levi Ackerman? Si Kyojin no Korosu!?" Ucap Genos yang terkejut.
"UHM!" Naruto pun menganggukan kepalanya.
"Sepertinya, kita kedatangan orang liar lagi." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
"Levi Ackerman, kisah tentangnya cukup terkenal." Ucap Erza yang juga tersenyum.
"Kozuki-San, sepertinya kau mempunyai daya pikat yang kuat!" Ucap Shinobu kepada Naruto.
"Hihihi, tapi lupakan semua itu! Kita akan menunggu Levi disini sampai ia datang dan akan merayarakan kemenangan kita atas Shicibukai ini!" Ucap Naruto sambil mengangkat tangannya.
""OOOOOOOOOO!""
-X-
Pereperepereperep! Pereperep!
Gotcha!
"Sengoku disini.." Ucap Seongoku melalui denden mushi.
"Yo Sengoku-San. Ini Kuzan." Ucap Aokiji.
"Hmm? Ada apa?" Tanya Sengoku.
"Doflamingo kalah." Ucap Aokiji dengan singkat padat dan jelas.
"APAAAAAA!? Kenapa bisa!?" Teriak Sengoku dari denden mushi.
"Entahlah. Kozuki Naruto ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Hampir seperempat kota Mock Town habis karena terkena serangan darinya. Seluruh anak buah yang Doflamingo bawa pun sudah dikalahkan oleh Naruto Kaizokudan. Sudah tidak ada yang tersisa lagi." Ucap Aokiji.
"Grrrr! Lalu bagaimana dengan Boa Hancock? Apa dia juga kalah?" Tanya Sengoku.
"Sepertinya Boa Hancock dan Kozuki Naruto mempunyai hubungan yang baik, Kaizoku Jote kini sedang berada dalam kapal Kozuki Naruto dan sepertinya mereka baru akan mendiskusikan tentang posisi Shicibukai yang kosong." Ucap Aokiji.
"Begitukah? Jika begitu maka, Naruto Kaizokudan sudah bukan bajak laut amatiran lagi. Bajak laut ini suatu saat akan menjadi ancaman bagi kedamaian dunia." Ucap Sengoku.
"Tapi Sengoku-San, Kozuki Naruto ini sepertinya tipe bajak laut seperti Roger dan Shirohige. Dia tidak terlihat brutal dan kejam." Ucap Aokiji.
"Malah bajak laut dengan tipikal seperti itu lebih berbahaya. Mereka bisa memikat orang lain dengan kebaikan mereka dan membuat orang lain mempercayai mereka. Aku akan melaporkan ini kepada pemerintah dunia. Kita tunggu keputusan dari Kozuki Naruto apakah dia menerima tawaran sebagai Shicibukai atau tidak. Jika tidak, kita harus segera menaikan bounty mereka semua." Ucap Sengoku.
"Sebaiknya begitu. Karena aku baru saja melihat Kocho Shinobu berada di kapal Kozuki Naruto." Ucap Aokiji.
"AAAAPAAAA!? Maksudmu, si ahli farmasi itu!? Bagaimana bisa!?"Teriak Sengoku.
"Tidak hanya itu. Levi Ackerman pun dikabarkan bergabung dengan bajak laut Naruto." Ucap Aokiji sambil tersenyum.
"Grrrr! Bahkan Ackerman!? Kozuki Naruto, bagaimana bisa dia meluluhkan hati orang-orang liar seperti mereka!?" Ucap Sengoku.
"Entahlah. Tapi seperti yang kau katakan tadi, Naruto mungkin akan berperan besar dalam dunia ini." Ucap Aokiji.
"Aku mengkhawatirkan itu. Kalau begitu kuserahkan sisanya padamu Kuzan. Sudah tidak ada yang bisa kita tutupi lagi. Bersihkan semua kekacuan di Mock Town dan bawa Doflamingo pergi dari tempat itu." Ucap Sengoku.
Gotcha!
Sengoku pun langsung menutup denden mushinya dan Aokiji pun menaruh denden muhsinya kembali ke sakunya. Pandangan Aokiji pun kini tertuju pada seseorang yang sedang terbaring di tanah yaitu Doflamingo.
"Meskipun kau seorang Shicibukai, bukan berarti kau bisa bertindak sesuka hatimu. Angkatan Laut tidak akan diam saja jika kau berulah seperti ini, Donquixote Doflamingo." Ucap Aokiji dengan serius dan menatap tajam Doflamingo.
-X-
( TIME SKIP 3 JAM KEMUDIAN )
Kini seluruh anggota Naruto Kaizokudan sedang berada di ruang utama kapal mereka. Banyak makanan pun tersedia di meja dan kini mereka sedang menyantap makan malam mereka bersama-sama.
Mereka semua pun sudah membersihkan diri mereka dan mengobati luka-luka yang mereka terima akibat pertarungan mereka melawan Donquixote Family. Beruntung ada Shinobu disana yang dengan genius mengobati luka-luka dari teman-temannya.
""ITADAKIMASU!""
Mereka semua mengucapkan selamat makan secara bersamaan dan mereka langsung menyantap makanan mereka.
"SLURRRP! Uaahhh! Ramen memang yang terbaik." Ucap Naruto sambil memakan ramen.
"Tidakah kau bosan? Aku tahu ramen makanan favoritmu tapi masih banyak makanan yang lain disini." Ucap Yoriichi sambil memakan Sushi.
"Aku mulai mengerti kenapa kau bernama Naruto. Mungkin saat itu saat orang tuamu mengandungmu, dia mengidam ramen." Ucap Nobara sambil memakan steak daging.
"Tapi harus kita akui kualitas makanan di pulau ini cukup baik." Ucap Genos sambil memakan onigir.
"Kue stroberi ini pun sangat lezat." Ucap Erza sambil memakan kue stroberi.
"Ara-ara, setahuku, kau hanya menyukai kue storberi seperti Kozuki-San yang hanya menyukai ramen Scarlet-San." Ucap Shinobu sambil memakan mi udon.
Mereka semua sedang menyantap makanan favorit mereka masing-masing dan menikmati waktu makan malam ini layaknya seperi sebuah keluarga yang harmonis. Setiap dari mereka sangat menikmati kebersamaan ini karena sebelum bertemu Naruto, mereka semua disibukan dengan pertarungan yang melelahkan dan mereka semua tidak mempunyai teman. Kini mereka semua bersama dan menjadi sebuah keluarga di kapal ini.
"Oi Naruto, setelah ini apa yang akan kita lakukan dan kemana tujuan kita?" Tanya Nobara.
"Benar juga. Jika kita ingin melanjutkan perjalanan kita, sebaiknya kita mengganti kapal kita dulu Naruto." Ucap Genos.
"Oh iya, kau waktu itu bilang mempunyai seorang teman yang handal dalam membuat kapal kan?" Tanya Naruto kepada Genos.
"Benar. Dia berada di suatu pulau yang bernama Water 7." Ucap Genos.
"Kalau begitu sudah kuputuskan! Kita semua akan ke Water 7!" Ucap Naruto.
"Tunggu dulu. Bagiamana dengan Levi? Dia masih belum datang juga." Ucap Erza.
"Jangan khawatir. Dia pasti datang. Dia suda berjanji padaku." Ucap Naruto.
CLACK!
Semua orang yang berada disitu pun sedikit terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka. Mereka langsung mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara dan ternyata Hancock lah yang membuka pintu tersebut.
"OOO! Ne-Chan! Apa kau sudah baikan?" Tanya Naruto sambil tersenyum.
"Uhm. Tapi karena kalian sangat berisik, tidurku jadi terganggu." Ucap Hancock sambil tersenyum.
"Hah!? Terserah kami jika kami bersisik! Ini kapal kami!" Ucap Nobara.
"Oy! Tidak bisakah kau sedikit lebih tenang?" Tanya Yoriichi kepada Nobara.
"Grrrr!" Nobara mengerang kepada Yoriichi dan membuat Yoriichi pun hanya menghela nafas.
"Ne-Chan duduklah! Kau harus memakan sesuatu untuk memulihkan dirimu." Ucap Naruto sambil menarik sebuah kursi yang berada disebelahnya dan mempersilahkan Hancock duduk.
Hancock yang melihat itu pun hanya tersenyum dan ia berjalan mendekati Naruto dan langsung duduk disebelahnya.
"Sepertinya, kalian semua sedang berpesta atas kemenangan kalian melawan Doflamingo." Ucap Hancock.
"Tentu saja! Si brengsek Domino itu sangat keterlaluan! Jadi aku harus memberinya pelajaran." Ucap Naruto.
"Aku tidak menyangka kau bisa menjadi sekuat ini. Aku bangga padamu, Naruto." Ucap Hancock kepada Naruto.
"Shishishi." Mendengar pujian Hancock, Naruto hanya tertawa dan tentunya bangga akan pujian tersebut.
"Namun, kedatanganku kesini bukan hanya untuk berkunjung dan menemuimu. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Ucap Hancock kepada Naruto.
"Hmm? Ada apa?" Tanya Naruto.
Hancock pun langsung mengeluarkan selembaran kertas dari sakunya dan memberikannya kepada Naruto.
"Pemerintah dunia dan angkatan laut menyuruhku untuk memberikan surat ini padamu. Mereka ingin kau untuk mengisi kekosongan kursi Shicibukai yang ditinggalkan oleh Crocodile." Ucap Hancock sambil tersenyum.
…..
…
""EEEEEEEEEEH!?"
GUBRAK!
-X-
( 30 KM Dari Pulau Mock Town )
Disebuah lautan tepatnya 30 kilometer dari kota Mock Town terlihat sebuah kapal sedang berlayar. Kapal tersebut adalah kapal kecil dan tepampang bendera bajak laut di layarnya. Gambar tengkorak yang mengenakan topi jerami dan bajak laut ini adalah bajak laut topi jerami dengan kapten mereka yaitu Monkey,D,Luffy.
Sebuah kelompok bajak laut kecil yang baru saja berlayr beberapa bulan lalu namun, namanya cukup terkenal karena berhasil mengalahkan salah satu Shicibukai yaitu Crocodile. Kini mereka sedang menuju ke pulau selanjutnya yaitu Mock Town namun, diperjalanan mereka mendapatkan sebuah map misterius yang mengatakan bahwa pulau langit itu ada,
"Yooo kita akan pergi ke pulau impian!" Teriak Luffy yang kegirangan.
""PULAU IMPIAN! PULAU IMPIAN! PULAU IMPIAN!""
Luffy, Ussop dan Chopper pun menari-menari dan melompat-lompat karena mereka sangat gembira saat menemukan map dari pulau langit dan mereka bertiga sangat ingin kesana.
"Jangan senang dulu. Map ini masih meragukan. Banyak sekali map palsu di dunia ini." Ucap Nami.
""Bueeeeeee…."" Luffy, Ussop dan Chopper pun menatap name dengan muka mereka yang musam dan menunjukan eskpresi kekecewaan mereka kepada Nami.
"A-ah maaf. Pulau langit ada…. Tapi…Grrrr!"
Brak!
"Dengar Luffy! Aku tidak tahu caranya untuk sampai ke pulau langit itu!" Ucap Nami sambil menggebrak tiang kapal.
"Kau kan navigator! Cari cara!" Teriak Luffy.
"Ada hal-hal yang bisa aku lakukan dan juga tidak bisa aku lakukan!" Teriak Nami.
"Masa bodo! Kita akan pergi ke pulau langit!" Teriak Luffy.
BUAAAGH!
Nami pun langsung memukul Luffy dan membuat kepala Luffy tertancap di lantai kapal.
"Kita harus menemukan cara jika ingin pergi ke pulau langit. Seperti yang Robin katakan, kita harus mencari informasi terlebih dahulu dan memastikan keberadaan pulau langit." Ucap Nami.
"U-ussop! Nami seram!" Ucap Chopper kepada Ussop.
"Tapi, kenapa jarum Log pose ini mengarah keatas?" Gumam Nami.
"Kalau begitu, Pulau langit itu nyata." Ucap Robin.
"Apa maksudmu Robin?" Tanya Nami.
"Log Pose tidak mungkin salah. Jarum itu memiliki medan magnet yang yang kuat dan jika jarum tersebut mengarah keatas, berarti ada pulau diatas kita." Ucap Robin.
"Tapi, bagaimana cara kita kesana? Kapal ini tidak mungkin terbang." Ucap Zoro.
"Kita harus mencari buku harian atau catatan dari kapal yang baru saja jatuh itu." Ucap Nami.
"Tapi kapal itu sudah tenggelam." Ucap Ussop.
Nami yang mendengar itu pun langsung menyeringai dan mengangkat tangannya. "Kalau begitu kita lakukan Salvage!"
""OOOOOOO!"" Teriak Luffy dan Ussop bersamaan dan mereka berdua sudah memegang sebuah jarring yang entah mereka dapat darimana.
"Memangnya kalian bisa melakukannya!?" Teriak Zoro kepada Ussop dan Luffy.
WUSSSSH!
"Toloooong!"
Para anggota bajak laut topi jerami pun mengarahkan pandangan mereka kebawah dan melihat ada seseorang yang sedang terombang ambing di lautan.
"OIIII! Kau tidak apa-apa!?" Teriak Sanji kepada orang tersebut.
"Selamatkan aku! Kumohon!" Ucap orang tersebut.
"Baiklah! Gapai tanganku!" Ucap Luffy.
SIUUUNG!
Luffy lalu memanjangkan lengannya kepada orang tersebut. Orang tersebut pun dengan sigap menggapai tangan Luffy dan Luffy langsung menarik orang itu ke kapalnya.
"Uaaaaaah! Aku selamat! Terima kasih!" Ucap orang tersebut sambil menghela nafas.
"Siapa kau? Kenapa kau bisa berada di tengah lautan seperti itu?" Tanya Luffy.
"Kenapa kau membawa kamera dan pulpen?" Tanya Ussop kepada orang tersebut.
"Ah salam kenal! Aku seorang jurnalis! Aku sedang menulis berita tapi karena sebuah ledakan aku jadi terpental dan hanyut ke laut." Ucap orang tersebut.
"Jurnalis? Memangnya berita apa yang sedang kau liput?" Tanya Sanji.
"Aku sedang menulis berita besar. Aku sedang meliput pertarungan besar di kota Mock Town dan ini akan menjadi berita besar! Pertarungan ini sudah berlangsung selama berjam-jam dan masih belum ada pemenangnya." Ucap Jurnalis tersebut.
"Jika boleh tahu, siapa yang sedang bertarung disana?" Tanya Robin kepada jurnalis tersebut.
"Jika kau bilang ini akan menjadi berita besar, maka yang sekarang bertarung pastilah orang yang sangat terkenal." Ucap Zoro.
"Ah kau benar! Di kota Mock Town saat ini sedang terjadi pertarungan antara Naruto Kaizokudan dan Shicibukai, Donquixote Doflamingo." Ucap Jurnalis tersebut.
""EEEEEEEEEHHHHH!?""
TO BE CONTINUED!
