THE MOST STRONGEST SUPERNOVA

CHAPTER 24 : JUST WAIT!

( NEW WORLD : ONIGASHIMA )

Berita tentang kekalahan Doflamingo telah tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Tidak hanya Grandline, dunia baru pun terkejut dengan kekalahan bajak laut Donquixote Doflamingo dan membuat salah satu kerajaan di dunia baru yaitu Dressrosa sedikit rusuh.

Namun, karena kepiawaian Doflamingo dalam mengatasi masalah dan koneksinya yang luas, Doflamingo pun berhasil meredam kerusuhan di wilayah kekuasaanya dan itu semua berkat bantuan dari bajak laut Hyakuju no Kaido.

Meskipun Kaido kesal karena Doflamingo kalah, tapi ia tidak punya pilihan lain selain membantu Doflamingo karena ia masih membutuhkan Doflamingo untuk melanjutkan proyek pembuatan buah iblis smile.

Kaido sendiri pun semakin geram karena akhir-akhir ini, anak dari Kozuki Oden yaitu Kozuki Naruto mulai menunjukan giginya dan kini ia sudah menjadi bajak laut yang lumayan hebat. Meskipun Kaido tahu bahwa Naruto masih jauh dibawahnya, namun tetap saja Naruto tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Kaido pun tahu jika ia terus membiarkan Naruto, maka Naruto tidak lain dan tidak bukan akan menjadi mimpi buruk baginya dan suatu saat akan menjadi bom waktu bagi dirinya.

TRAAANG!

BRAAK!

Kaido pun langsung melemparkan botol sake yang ia genggam karena saking kesalnya ia. Semua orang yang berada disana pun tidak ada yang bereaksi karena ketakutan mereka akan amarah dari pemimpin mereka.

"Bocah ini! Kozuki Naruto! Bahkan aku sudah mengirim Joker untuk mengurusnya! Tapi, sejak kapan kau menjadi lemah seperti ini Joker!?" Ucap Kaido yang marah.

"Kaido-San, apa perlu aku sendiri yang turun tangan?" Tanya King yang merupakan tangan kanan dari Kaido.

"Grrr! Dia pikir dia siapa hah? Menolak posisi sebagai Shicibukai dan mempunyai harga buronan setengah milyar berry!? Apa ini semua sudah membuatnya merasa paling kuat hah!?" Ucap Queen yang juga kesal.

BRAAAK!

Tiba-tiba, pintu ruang utama pun terbuka dan ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Kurozumi Orochi yang merupakan Shogun dari Wano Kuni. Tidak datang sendiri, ia pun ditemani oleh Oiran nomor satu di Wano yaitu Komurasaki.

"KAIDDOOOOOOO!" Teriak Orochi.

"Si bodoh itu datang lagi…" Gumam Queen yang tidak suka dengan kedatangan Orochi kali ini.

"Ka-kau sudah baca berita kan!? Bagaimana ini semua bisa terjadi!? Sudahku bilang untuk cepat-cepat bunuh anak Oden itu!" Ucap Orochi.

"Grrr! Sudahlah! Tutup mulutmu dan biarkan aku yang mengurusnya!" Ucap Kaido kepada Orochi,

"Kau sudah berkali-kali bilang seperti itu tapi kau selalu gagal!" Ucap Orochi.

"OI OROCHI! Jaga ucapanmu!" Ucap Jack kepada Orochi.

"Hah!? Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengirim anak buahmu untuk membunuhnya sekarang? Coba saja kalau kau bisa! Semua anak buahmu pasti akan dibunuhnya!" Ucap Kaido kepada Orochi sambil menyeringai.

Orochi yang mendengar itu pun mundur beberapa langkah dan tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan. Disisi lain, Komurasaki hanya terdiam namun didalam hatinya ia cukup senang karena, adiknya yaitu Kozuki Naruto berhasil mengalahkan salah satu orang kepercayaan Kaido yaitu Doflamingo.

"Fufufu aku jadi penasaran dengan bocah ini. Dilihat dari foto di poster ini, kurasa dia pria yang cukup tampan." Ucap Black Maria sambil memegang poster buronan Naruto yang terbaru.

"Si brengsek Oden itu! Meskipun dia sudah mati tapi keturunannya masih merepotkanku!" Ucap Orochi.

"Apa maksudmu merepotkan? Kau bahkan tidak pernah bertemu dengannya dan bocah itu pun tidak pernah bertemu denganmu. Kau saja yang pengecut." Ucap Queen sambil menyeringai kepada Orochi.

"APA KAU BILANG!?" Teriak Orochi kepada Queen.

"Ohh Komurasaki kah? Kemarilah! Aku tahu kau merasa jijik dengan Orochi. Aku tidak keberatan jika kau mau menjadi oiran di Onigashima menggantikan Black Maria." Ucap Queen kepada Komurasaki.

"JANGAN SENTUH DIA!" Teriak Orochi.

"Moo, Queen-Sama! Anda jahat sekali!" Ucap Blcak Maria sambil cemberut.

"CUKUP! Aku tidak ingin mendengar keributan lagi. Jika ada salah satu dari kalian yang berteriak akan kubunuh kalian!" Ucap Kaido.

Semua orang yang berada disana pun langsung merapatkan mulut mereka dan seketika, ruang utama Onigashima hening dan tidak ada satu pun yang berbicara.

"Tapi Kaido-San, sebaiknya kita cepat-cepat menangkap Naruto ini. Aku ingin bertemu dengan Kocho Shinobu. Dia adalah salah satu anggota dari Naruto Kaizokudan," Ucap Queen kepada Kaido.

"Hah? Memangnya siapa dia?" Tanya Kaido.

"1 tahun yang lalu, saat keberhasilan kita dalam membuat buah smile, kita mendapatkan seseorang untuk dijadikan bahan percobaan. Aku memantau jalannya percobaan itu terus mengikuti orang tersebut." Ucap Queen.

"Lalu apa masalahnya?" Tanya Kaido.

"Orang tersebut sangat marah dan dia ingin sekali menghilangkan kekuatan dari buah smile itu. Dia benar-benar frustasi karena dia terus tertawa dan meskipun ia sedih, ia terus tertawa. Sampai akhirnya aku mendapatkan berita bahwa orang tersebut sembuh dan efek buah smile itu dinetralisirkan." Ucap Queen dengan serius.

Kaido dan orang-orang yang berada disana pun terkejut dengan berita Queen. Mereka tidak menyangka bahwa hasil karya mahabesar mereka ternyata masih mempunyai kelamahan.

"A-apa yang kau bicarakan Queen Aniki?" Tanya Jack kepada Queen.

"Jangan bercanda! Tidak mungkin ada seseorang yang bisa menghapuskan kekuatan dari buah smile!" Ucap Kaido.

"Setelah aku mencari informasi, beberapa bulan yang lalu aku baru tahu bahwa seseorang yang bisa menetralisirkan kekuatan buah smile adalah Kocho Shinobu." Ucap Queen.

"Apaaaa!?" Teriak Kaido.

"Kocho Shinobu? Maksudmu si ahli farmasi itu?" Tanya King kepada Queen.

"Ahli farmasi?" Tanya Black Maria yang juga penasaran.

"Kocho Shinobu adalah peracik obat yang sangat genius. Pemerintah dunia ingin sekali mendapatkan jasanya namun dia selalu menolaknya. 20% produk obat yang ada di dunia ini adalah produk buatannya. Maka dari itu aku ingin membuatnya untuk menjadi bawahanku dan bila itu terjadi, kita benar-benar akan menguasai dunia ini, Kaido-San." Ucap Queen.

"Dia mempunyai orang sejenius itu di bajak lautnya?" Tanya Kaido.

"Tidak hanya itu Kaido-San. Seluruh kru dari Naruto Kaizokudan ini mempunyai nama besar dan orang terkuat di wilayahnya masing-masing. Maka dari itu bajak laut ini disebut sebagai bajak laut superstar." Ucap King.

"APANYA YANG SUPERSTAR HAH!? SEBENTAR LAGI DIA AKAN MATI DITANGANKU!" Teriak Orochi yang ketakutan.

"Worororo semakin menarik. Mengumpulkan orang-orang kuat dalam satu kapal huh? Mengingatkanku pada masa lalu! Tapi, bocah ini hanyalah bocah lemah!" Ucap Kaido sambil menyeringai.

Kaido lalu mengarahkan pandangannya pada Queen. "Oi, apa anak Oden ini sudah bergerak ke dunia baru?"

"Sepertinya belum. Dia masih berada di Grandline Kaido-San. Belum ada tanda-tanda dia akan bergerak ke dunia baru." Ucap Queen.

"Woorororo! Kalau begitu tunggu saja." Ucap Kaido.

Semua orang yang berada disana pun sedikit bingung dengan perkataan Kaido dan tidak mengerti apa maksud dari Kaido.

"Hah? Apa maksudmu tunggu?" Tanya Orochi.

"Tunggu sampai dia masuk ke dunia baru. Setelah itu, baru kita bergerak dan memburunya. Itu akan jauh lebih mudah dibanding kita harus pergi ke Grandline. Perlahan tapi pasti, dia akan mengetahui kebenarannya dan akan bergerak menuju Wano." Ucap Kaido sambil menyeringai.

"Fuahahaha! Kau benar juga! Sebenarnya aku pun mempunyai rencana!" Ucap Orochi.

"Rencana apa?" Tanya Kaido yang penasaran.

"Aku akan menceriakan kebohongan padanya dan bilang bahwa Oden dan Toki telah membuangnya dan tidak menginginkannya sebagai anak. Dan juga aku akan mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang pecundang terbesar di Wano! Aku ingin melihat akan seperti apa dia beraksi! Lagipula, aku yakin dia tidak mengenali kedua orang tuanya!" Ucap Orochi sambil menyeringai.

Mendengar hal tersebut, Komurasaki atau Hiyori yang sedari tadi terdiam pun tiba-tiba membelalakan matanya dan tubuhnya bergetar. Jantungnya berdetak dengan kencang dan ia menahan amarahnya saat mendengar perkataan Orochi barusan.

'Orochi brengsek! Sejauh apa kau akan bertindak!? Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Naruto!' Ucap Hiyori dalam hatinya.

-X-

TIME SKIP 4 BULAN.

4 bulan terlah berlalu setelah pertempuran melawan Doflamingo. Tentunya selama 4 bulan tersebut banyak hal yang terjadi namun, Naruto Kaizokudan tidak mengetahui apapun tentang berita yang ada karena selama 4 bulan mereka terombang-ambing di lautan dan sama sekali tidak mendapatkan kabar dari dunia luar.

Semua ini terjadi karena Log Pose mereka rusak dan mereka tidak mempunyai kompas yang menuntun mereka untuk pergi ke pulau selanjutnya. Mereka semua hanya bergantung pada kemampuan navigasi Nobara dan mereka berharap bahwa mereka akan menemukan pulau selanjutnya karena jika tidak, mereka akan mati kepalaran sebab stok makanan mereka pun sudah mulai habis.

"Nobara…. Apa kau melihat pulau…..?" Gumam Naruto yang terbaring di lantai kapal karena sudah hampir 3 bulan ia tidak memakan ramen dan membuat tubuhnya menjadi lemas.

"Diam… Aku yakin kita akan mendarat di pulau selanjutnya sebentar lagi…" Ucap Nobara yang juga terbaring karena ia pun sudah bosan selama 4 bulan terus berada di kapal.

"Sudahku bilang ini semua salahmu… Jika saka kau tidak menghancurkan Log Posenya maka kita tidak akan menjadi seperti ini…" Gumam Erza yang terduduk di tiang kapal dan terlihat ia pun lesu.

"Disaat seperti ini kita tidak perlu menyalahkan orang lain… Percayakan saja semuanya pada Nobara…" Gumam Yoriichi.

"Ara-ara, aku sudah mulai kelaparan.." Ucap Shinobu yang juga sudah mulai teler.

"Kenapa kalian semua menjadi lemah seperti ini?" Tanya Genos yang terlihat tidak apa-apa dan sehat wal afiat.

""KARENA KAMI MANUSIA DAN BUKAN SEPERTIMU!"" Teriak Naruto, Nobara dan Erza secara bersamaan.

"Heh? Kalian ternyata masih mempunyai energy untuk berteriak kencang seperti itu." Ucap Levi sambil tersenyum.

WUSSSH!

Seketika, air laut pun menjadi tidak tenang dan membuat mereka semakin panik karena jika terjadi badai, maka habislah mereka karena tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai kekuatan untuk menghadapi badai kecuali Genos dan Levi.

"Kali ini apalagi…" Gumam Naruto.

BUAGH!

BRUUSH!

Naruto dan kawan-kawan pun semakin terkejut karena kapal mereka yang tiba-tiba berhenti seperti menabrak sesuatu.

"Oi Oi! Apa kita menabrak sesuatu?" Tanya Erza.

Naruto pun dengan tenaga yang tersisa merangkak menuju pinggir kapal dan melihat apa yang terjadi.

"Aku tidak melihat apa-apa….." Gumam Naruto.

"Apa kita mulai berhalusinasi?" Tanya Nobara kepada dirinya sendiri.

"Kau Navigator.. Seharusnya kau lebih mengerti tentang situasi seperti ini…." Gumam Erza.

"Anginnya normal dan langit pun serah… Tidak akan ada badai datang…" Gumam Nobara.

Disisi lain, Genos pun hanya termenung dan mulai berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jika Nobara mengatakan tidak akan ada badai, maka sudah pasti kapal mereka menabrak sesuatu. Tapi, ia tidak melihat terumbu karang atau semacam benda keras yang membuat kapal mereka sampai terhenti seperti ini.

Namun, tiba-tiba Genos membelalakan matanya. "Jangan-jangan!"

TUUT! TUUT!

WUSSSSH!

Terdengar bunyi keras yang berasal dari arah barat dan kapal mereka pun tiba-tiba menjadi bergetar.

"Apa ini!?" Ucap Yoriichi yang mulai panik.

Semua orang yang berada disana pun mengarahkan pandangan mereka kearah barat dan mereka melihat sebuah benda berwarna hitam yang mengeluarkan asap sedang bergerak kearah mereka dengan cepat.

"APA ITU!?" Teriak Nobara.

"Su-sugoi! Apa itu semacam kapal model baru?" Tanya Naruto yang juga terpukau.

"BUKAN!" Teriak Genos.

Genos pun langsung berlari kepinggir kapal dan melihat kebawah Ternyata, kapal Naruto membentur sebuah jalur yang berada dibawah laut dan Genos pun mulai mengerti ternyata mereka memasuki wilayah jalur kereta laut.

"Ini kereta laut! Kita harus pergi dari sini!" Ucap Genos.

"Kereta?" Tanya Shinobu.

"Haruskah aku membelah benda beroda itu?" Tanya Levi yang sudah mencabut kedua pedanganya dari sarungnya.

"Jangan! Kereta laut adalah transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat. Jika mau menebasnya maka orang-orang yang berada didalam pun akan mati!" Ucap Genos.

TUUUT! TUUUT!

BRUSSH!

"OOOI! BENDA ITU SEMAKIN DEKAT!" Teriak Yoriichi.

"Semuanya! Kita harus bergegas! Mundurkan kapal dan jauhkan kapal dari jalur kereta!" Teriak Genos.

""Ahh… Aku sudah tidak punya tenaga untuk bergerak….."" Gumam Naruto dan Nobara bersamaan.

"INI BUKAN WAKTUNYA UNTUK BERMALAS-MALASAN!" Teriak Erza kepada Naruto dan Nobara.

"Serahkan padaku!" Ucap Yoriichi.

Yoriichi pun langsung berlari kearah kemudi kapal dan ia pun langsung memutar stir kapal dan kapal pun secara perlahan bergerak mundur.

"OI! Apa kita sempat melakukan ini? Satu-satunya pilihan adalah menghentikan kereta itu!" Teriak Levi kepada Genos.

Yoriichi yang mendengar itu pun semakin berusaha dan sekuat tenaga memutar arah kapal dan alhasil secara perlahan kapal pun mulai bergerak mundur dan menjauhi jalur kereta tersebut.

""BAGUS YORIICHI!"" Teriak Naruto dan Nobara.

"DIAM KALIAN BERDUA!" Teriak Erza.

"Keretanya datang!" Ucap Shinobu.

BRUUUSSSSSH!

Kereta laut itu pun akhirnya lewat dan kapal Naruto berhasil menghindari kereta tersebut.

Buagh.

Yoriichi dan Genos pun langsung jatuh terduduk dan bersyukur karena mereka berhasil melakukannya tepat waktu.

"Hampir saja…." Gumam Yoriichi.

"Kau mempunyai reflek yang bagus sobat." Ucap Genos kepada Yoriichi.

Disisi lain, Levi mengarahkan pandangannya kearah utara dan melihat ada bayangan sebuah pulau yang sepertinya tidak terlalu jauh.

"Oi. Aku melihat pulau." Ucap Levi.

SRING!

Mata Naruto dan Nobara pun seketika membelalak dan mereka pun langsung bangkit berdiri.

"Mana!? Mana!?" Ucap Naruto yang mencari-cari keberadaan pula yang dibicarakan oleh Levi.

"Arah utara." Ucap Levi.

Naruto dan Nobara pun mengarahkan pandangannya kearah utara dan ternyata yang dikatan Levi benar. Mereka melihat sebuah bayangan pulau yang mungkin jaraknya sekitar 20 km.

""AKHIRNYAAAAAA!"" Teriak Nobara dan Naruto bersamaan.

"Tapi tunggu sebentar. Pulau ini sepertinya sangat unik…" Gumam Shinobu sambil melihat pulau tersebut menggunakan teropong.

Shinobu melihat bahwa kota tersebut memiliki angka-angka di pintu gerbang pulau tersebut dan banyak sekali air terjunnya.

"Sugoi. Indah sekali." Ucap Shinobu.

"Kalau begitu tidak salah lagi. Kita sudah sampai di Water 7." Ucap Genos.

""YUHUUUUU!"" Nobara dan Naruto kembali berteriak dan mereka melompat-lompat karena akhirnya penderitaan mereka selama 4 bulan ini telah berkahir.

"Bagaimana bisa mereka berdua melompat-lompat seperti itu?" Gumam Yoriichi yang kesal melihat tingkah laku kaptennya dan Nobara.

"Oh iya! Genos! Apa di pulau itu ada tempat penukaran emas?" Tanya Naruto.

"Uhm. Water 7 adalah kota yang besar. Banyak sekali bank yang bisa kita kunjungi untuk menukar emas-emas kita." Ucap Genos.

"Benar juga. Kita masih mempunyai emas yang kita ambil dari istana Germa 66. Apa kau berencana menggunakan itu untuk membeli sebuah kapal?" Tanya Erza.

"Uhm! Lagipula, darimana lagi kalau bukan dari emas-emas itu?" Tanya Genos.

"Aku kira temanmu itu akan memberikan kapal kepada kita secara gratis?" Tanya Erza.

"Tidak mungkin. Meskipun berteman, tapi dia adalah pembisnis kapal. Setidaknya kita pasti akan mendapatkan diskon yang besar." Ucap Genos.

"YOOOSH! Kalau begitu kita pergi ke Water 7 sekarang juga!" Teriak Naruto.

""OOOOOO!""

-X-

TIME SKIP 1 JAM.

Akhirnya, Naruto dan kawan-kawan pun sampai di Water 7. Mereka sudah bersiap-siap dan mandi untuk membersihkan diri.

Naruto memakai kemeja oranye dengan celana hitam dan sepatu boot berwarna hitam, Yoriichi kali ini menggunakan setelan kimono dan celana putih dengan jubah berwarna merah, Nobara menggunakan kemeja putih lengan panjang dan rok mini berwarna hitam, Genos menggunakan hoddie ungu dan celana hitam dengan sepatu boot, Erza mengenakan dress terusan yang cukup pendek berwarna merah dan menggunakan sepatu hak, Shinobu menggunakan kemeja dan celana hitam panjang dengan jubah putih bermotif kupu-kupu, dan yang terkahir Levi yang mengenakan kemeja cokat dengan ves hitam dan celana hitam panjang dan tidak lupa alat maneuver 3d yang ada pinggangnya.

"OOOO! Aku mencium sesuatu yang lezat di pulau ini!" Teriak Naruto,

"Ramen kah?" Tanya Yoriichi.

"Sugoi! Kota yang sangat besar! Aku yakin pusat perbelanjaan disini pasti lengkap!" Ucap Nobara.

"Kota ini sudah banyak berubah." Ucap Genos sambil tersenyum.

"Kenapa banyak sekali air terjun di kota ini?" Tanya Erza.

"Dan juga apa maksud dari angka-angka itu?" Tanya Shinobu.

"Sepertinya angka itu menandakan nomor dari pintu masuk ke pulau ini." Ucap Levi.

WUSSH!

Kapal Naruto pun mulai memasuki perairan dari Water 7 dan kapal Naruto memasuki sebuah gang yang cukup kecil yang terdapat perumahan di sisi-sisinya.

"Sugoi! Apa rumah-rumah ini mengapung di atas air?" Tanya Naruto.

"OOI! KAIZOKUU!"

Terdengar sebuah teriakan seseorang dan seluruh bajak laut Naruto pun mengarahkan pandangannya ke sumber suara dan melihat seorang pria tua yang berada di balkon rumah.

"OO! O-San! Apa kau mengenal kami?" Tanya Naruto.

"Eh? Tentu saja tidak. Tapi aku yakin kalian adalah bajak laut." Ucap pria tua tersebut sambil tersenyum.

"Kalau begitu untuk apa kau memanggil?" Tanya Naruto.

"Apa yang kau lakukan di pulau ini? Apa kau akan membeli kapal?" Tanya pria tua tersebut.

"Benar! Aku berencana untuk membeli kapal!" Ucap Naruto.

"Kalau begitu parkirkan kapalmu di gerbang selatan. Tidak baik jika bajak laut masuk lewat pintu utama. Sedang banyak angkatan laut disini jadi berhati-hatilah." Ucap Pria tersebut.

Seluruh kru Naruto pun kebingungan karena mereka tidak menyangka bahwa mereka yang adalah bajak laut disambut baik oleh penduduk sekitar dan bahkan mereka memberi tahu bahwa ada angkatan laut di kota ini.

"Baiklah O-San! Terima kasih atas informasinya! Kau orang yang baik!" Ucap Naruto.

"YOO! Berhati-hatilah di jalan!" Pria tua tersebut pun tersenyum dan kembali masuk kerumahnya.

"Aneh. Seharusnya mereka histeris karena melihat bajak laut." Ucap Levi.

"Sepertinya, pulau ini ramah terhadap bajak laut." Ucap Erza.

"Pulau ini terkenal dengan bisni kapalnya. Bahkan, kapal dari raja bajak laut, yaitu Oro Jackson di buat di pulau ini." Ucap Genos.

""EEEEHH!?"" Teriak Naruto dan Nobara yang terkejut.

"Sugoi. Itu berarti banyak bajak laut yang membuat kapal di pulau ini sehingga penduduk sekitar sudah terbiasa dengan kedatangan bajak laut?" Tanya Shinobu.

"Kau benar." Ucap Genos.

WUSSSH!

Kapal Naruto pun akhirnya tiba di gerbang selatan dan mereka pun langsung memarkirkan kapal mereka di pelabuhan tersebut.

"Yosh! Kalau begitu aku akan pergi membawa semua emas-emas ini dan menukarkannya di bank." Ucap Naruto sambil membawa beberapa karung yang berisikan emas.

"Kalau begitu aku ikut denganmu. Aku tidak bisa membiarkanmu berjalan sendirian karena kau pasti akan membuat masalah." Ucap Erza kepada Naruto.

"Souka. Kalau begitu aku akan pergi mencari temanku dan memintanya untuk membuatkan kapal untuk kita." Ucap Genos.

SIUUNG!

Genos pun langsung terbang menggunakan sepatunya dan meninggalkan mereka semua.

"Semangat sekali dia. Kalau begitu aku akan pergi membeli bahan makanan." Ucap Levi.

"Aku ikut dengan Levi." Ucap Yoriichi.

"Ara-ara, kalau begitu aku dan Nobara-San akan pergi bersama dan melihat-lihat sekeliling pulau ini." Ucap Shinobu.

"Uhm! Aku akan ke pusat perbelanjaan dan membeli beberapa baju mahal dan perhiasaan mahal!" Ucap Nobara.

"Kalian semua membawa denden mushi kan?" Tanya Erza.

""Uhm!""

"Kalau begitu kita akan berjumpa disini 5 jam lagi. Pastikan jangan ada yang membuat masalah di antara kalian, mengerti?" Tanya Naruto.

""SEHARUSNYA KAMI YANG MENGATAKAN ITU PADAMU!""

"Are? Hahahaha! Maaf-maaf!" Ucap Naruto sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya.

-X-

( NARUTO DAN ERZA )

Naruto dan Erza kini berjalan berdua dan sedang mencari sebuah bank untuk menukarkan emas-emas yang mereka bawa. Diperjalanan, mereka berdua terkagum-kagum dengan aristektur dari kota ini dimana rumah-rumah tersusun rapih dan sungai-sungai yang mengalir di setiap sudut kota ini.

"Woaah! Aku yakin penduduk disini tidak akan pernah kesulitan sumber air!" Ucap Naruto.

"Hm? Kenapa memangnya?" Tanya Erza.

"Tidak. Mereka sangat beruntung. Dulu, aku sempat merasakan kesulitan air di desa ku. Sampai-sampai aku harus pergi ke pelabuhan dan mandi di laut bersama kedua temanku. Hahahahah." Ucap Naruto yang tertawa sambil mengenang masa lalunya dengan Nami dan Nojiko.

"Begitukah? Sepertinya kau mempunyai masa lalu yang indah bersama temanmu itu." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Tidak juga. Mereka berdua mengkhianatiku." Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Apa maksudmu?" Tanya Erza yang penasaran.

"Ah benar juga. Kau belum tahu tentang masa laluku. Dulu aku tumbuh besar bersama seseorang yang bernama Bellemere. Aku tinggal bersama Nami dan Nojiko yang mereka berdua adalah anak angkat Bellemere sama sepertiku. Suatu hari desaku diserang oleh manusia ikan yang bernama Arlong dan dia membunuh Bellemere. Aku tidak tahu kenapa, tapi Nami dan Nojiko lebih memilih Arlong dan mengusirku dari desa tersebut." Ucap Naruto.

"Souka. Jadi itulah sebabnya kau bilang selama 8 tahun kau tinggal di pulau tidak berpenghuni?" Tanya Erza.

"Uhm. Cih! Aku bahkan tidak tahu bagaimana kondisi desa ku sekarang. Aku harap Arlong menepati janjinya untuk tidak membunuh mereka semua." Ucap Naruto.

"Apa desamu masih dijajah oleh manusia ikan itu? Maksudku sudah bertahun-tahun berlalu mungkin saja dia sudah pergi." Ucap Erza.

Naruto yang mendengar itu pun membelalakan matanya. Perkataan Erza ada benarnya juga. Siapa tahu Arlong sudah pergi dari desanya karena sudah sekitar 8 tahun lalu sejak kejadian tersebut dan Naruto tidak mendengar apapun lagi tentang desa Kokoyashi.

"Be-benar juga! Apa Arlong masih berada di Kokoyashi?" Tanya Naruto.

"Apa kau ingin kembali ke desamu? Hanya untuk memastikan saja." Ucap Erza.

"Sebenarnya aku ingin sekali mengunjungi desaku tapi, orang-orang disana tidak menginginkan kehadiranku. Aku bahkan sudah tidak mengunjungi makam Bellemere selama 8 tahun." Ucap Naruto yang tertunduk lesu.

Naruto lalu kembali mengangkat wajahnya dan menatap Erza. "Lagipula desaku berada di East Blue. Jika kita kesana, maka kita harus melewati reverse mountain lagi dan itu akan sangat merepotkan."

"Tidak apa-apa. Kau kaptennya dan kau berhak menentukan kemanapun kita berlayar. Aku juga ingin bertemu dengan beberapa temanmu." Ucap Erza sambil tersenyum,

"Aku sudah tidak punya teman disana. Aku mungkin masih bisa berbicara dengan Nojiko tapi si brengsek Nami itu! Grrrr! Aku benar-benar ingin menjambak rambutnya!" Ucap Naruto yang geram karena mengingat masa lalunya dengan Nami.

Erza yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tapi, kau tidak membencinya kan?"

"Benar. Selicik atau sejahat apapun dia, aku tidak bisa membencinya karena dia teman dekatku. Lagipula Bellemere menyuruhku untuk melindunginya! Menyebalkan!" Ucap Naruto.

"Ternyata kau masih memegang janji itu meskipun orang yang bernama Nami itu telah mengkhianatimu." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Ah. Kau benar. La-"

Brak!

Buagh! Buagh!

Naruto dan Erza terkejut ketika mendengar sebuah suara seperti benda-benda yang berjatuhan.

"Oee! Oee! Oee!"

Naruto dan Erza mengarahkan pandangannya ke kanan dan melihat ada seorang bayi yang merangkak dengan sangat cepat di tengah jalan.

SIUUNG!

Wuusssh!

"OOI! TANGKAP BAYI ITU CEPAAAT! TANGKAP BAYI ITU SEBELUM DIA HILANG!"

Kali ini mereka berdua mendengar sebuah teriakan dari belakang dan mereka langsung menengok kebelakang. Seorang pria muda dengan rambut hijau yang menggendong bayi dan membawa beberapa kantung makanan terlihat sangat panik.

"APA YANG KALIAN LIHAT!? BAYI ITU AKAN KABUR!" Teriak pria berambut hijau tersebut.

"Ba-baik!" Teriak Naruto.

Wusssh!

Alhasil, Erza, Naruto dan pria bermbut hijau tersebut langsung berlari mengejar bayi tersebut.

"O-Oi! Kenapa kau ceroboh sekali!? Bagaimana bisa bayi itu merakangkak sejauh itu!?" Ucap Erza kepada pria rambut hijau disebelahnya.

"Jangan tanya aku! Seseorang menitipkan bayi itu kepadaku dan aku tidak sengaja melepasnya!" Ucap pria rambut hijau tersebut.

"Itu yang aku maksud! Kenapa kau bisa sampai melepasnya!?" Teriak Erza yang kesal.

"Kenapa kau jadi menyalahkan aku!? Aku tidak tahu apa-apa!" Balas pria berambut hijau tersebut.

"Bagaimana bisa kau tidak tahu apa-apa!? Kau hanyalah pria yang tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan sangat tidak bertanggung jawab!" Ucap Erza.

"APAAA!?" Teriak pria berambut hijau tersebut dengan keras.

CIUNG!

Grab!

"DAPAT!"

Naruto langsung melompat dan menangkap bayi yang sedang merangkak tersebut. Erza dan pria berambut hijau tersebut menghela nafas lega karena bayi itu berhasil diselamatkan Naruto.

Naruto pun langsung berlari dan membawa bayi itu dengan berhati-hati dan menyerahkannya kepada pria berambut hijau tersebut.

"Uaah! Hampir saja! Ini bayimu." Ucap Naruto sambil menyerahkan bayi tersebut kepada pria berambut hijau itu.

Pria itu pun mengambil bayi itu dengan sangat hati-hati dan meletakannya di selendang yang terikat di belakang lehernya.

"Ah! Terima kasih!" Ucap pria bermabut hijau tersebut.

"Lain kali kau harus lebih berhati-hati!" Ucap Erza.

"Hah!? Kenapa kau dari tadi menceramahiku!? Sudahku bilang ini bukan bayiku dan aku tidak ada hubungannya dengan bayi ini!" Ucap pria berambut hijau tersebut.

"Souka. Jadi kau adalah baby sitter!" Ucap Naruto sambil tersenyum.

"SIAPA YANG KAU SEBUT BABY SITTER!?" Pria berambut hijau itu pun kembali berteriak karena tidak terima disebut baby sitter oleh Naruto.

"Cukup! Lebih baik kau kembalikan bayi-bayi itu kepada orang tuanya sebelum mereka mati ditanganmu!" Ucap Erza.

"Grrrr! Aku memang berencana melakukan itu!" Pria berambut hijau itu pun merundukan kepalanya seperti orang yang putus asa.

"Oi, kau membawa banyak sekali barang, apa kau perlu bantuan?" Tanya Naruto.

"Hah!? Kalian juga membawa barang yang banyak sekali!" Ucap pria tersebut.

"Ah, maksudmu karung ini? Ini adalah emas. Aku berencana untuk menukarkan-"

BLENTANG!

"Jangan keras-keras! Bagaimana bila dia adalah perampok dan mengincar emas kita!?" Teriak Erza yang langsung menjitak Naruto dengan keras dan membuat Naruto meringis kesakitan.

"Go-Gomenasai!" Ucap Naruto sambil memegangi kepalanya.

"Cih! Kalau begitu selamat tinggal! Aku harus bergegas dan kembali ke kelompok sebelum terlambat." Ucap pria tersebut.

Pria berambut hijau tersebut pun langsung berlari dan meninggalkan Naruto dan Erza.

"Orang aneh." Ucap Erza.

"Uhm. Kau benar. Dia sedang berlari ke jalan yang buntu." Ucap Naruto.

-X-

Setelah pertemuan mereka dengan pria berambut hijau tersebut, Naruto dan Erza kembali melanjutkan perjalanan mereka dan akhirnya mereka sampai di sebuah bank yang cukup besar.

"Kita sampai!" Ucap Naruto.

"Kalau begitu, ayo kita masuk." Ucap Erza.

Clack!

Erza membuka pintu bank tersebut dan terlihat ada seseorang yang ia duga sebagai pemilik bank tersebut sedang duduk dan menghintung segepok uang. Menyadari ada yang datang, pemilik bank tersebut pun langsung bangkit dari duduknya dan tersenyum kepada Erza dan Naruto.

"Ah! Selamat datang di bank Water 7! Ada yang bisa aku bantu?" Tanya sang pemilik bank dengan ramah.

"Oji-San, apa kami bisa menukar emas yang kami punya dengan uang?" Tanya Naruto.

"Tentu saja bisa." Jawab pemilik bank tersebut.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun langsung tersenyum dan ia pun mengeluarkan semua emas yang berada dalam karung.

Brak!

Naruto lalu meletakan semua emas yang ia punya dan Erza pun melakukan hal yang sama dan saat ini, di atas meja terlihat tumpukan emas yang berkilau dan beberap berlian yang membuat mata dari sang pemilik bank pun berbinar-binar.

"I-i-ini….." Ucap pemilik bank tersebut dengan terbata-bata.

"Kira-kira berapa uang yang akan aku dapatkan O-San?" Tanya Naruto.

"Ah. Dengar ini baik-baik. Aku tidak berniat mengancam tapi, jika kau berani berbohong maka aku akan memberimu pelajaran. Perlu kau tahu orang yang berada disebelahku ini adalah Kozuki Naruto dan ia adalah bajak laut terkenal." Ucap Erza sambil tersenyum.

"EEEEEEEH!?"

Gubrak!

Sang pemilik bank pun terkejut bukan main hingga ia terjatuh dari kursinya. Ia tidak menyangka kali ini ia bertemu dengan Kozuki Naruto yang merupakan bajak laut terhebat di generasi terburuk.

"Ba-baik! Aku janji tidak akan membodohi kalian! Beri aku waktu untuk memeriksa semua emas dan berlian ini dan menakarnya!" Ucap pemilik bank tersebut.

Pemilik bank tersebut pun langsung membawa semua emas itu ke ruangan yang berada disebelahnya dan mulai mengecek emas dan berlian yang dibawa oleh Naruto dan Erza.

"Oi! Kenapa kau mengancamnya?" Tanya Naruto kepada Erza.

"Itu hanya peringatan. Banyak sekali orang-orang yang menjadi korban pembodohan dari bank dan membuat mereka jatuh miskin." Ucap Erza.

"Benarkah? Jadi, paman pemilik bank itu adalah seorang pembohong?" Tanya Naruto.

"Begitulah bisnis perbankan berjalan." Ucap Erza.

Naruto dan Erza pun terus duduk di ruang tunggu dan menunggu si pemilik bank menyelesaikan pekerjaanya. Tidak sampai 5 menit, sang pemilik bank pun akhirnya keluar dan tersenyum kepada Erza dan Naruto.

"Naruto-Sama, aku sudah mengecek emas dan berlian yang kau bawa dan aku sudah menafsir harganya." Ucap pemilik bank tersebut sambil tersenyum.

"Benarkah!? Berapa yang akan aku dapatkan?" Tanya Naruto,

"450 juta berry!" Ucap pemilik bank tersebut.

""APAAAAAAAAAAAA!?""

Erza dan Naruto pun membelalakan mata mereka dan terkejut bukan main. Mereka memang mengira bahwa mereka akan mendapat banyak uang dari emas-emas itu tapi 450 juta berry adalah angka yang tak pernah mereka pikirkan.

"Be-benarkah!? Apa aku akan mendapatkan 450 juta berry!?" Teriak Naruto.

"Mu-mustahil! 450 juta berry!? Aku bahkan belum pernah memegang uang diatas 100 juta berry!" Ucap Erza.

"Fufufufu meskipun ini sedikit, tapi berlian-berlian yang kalian bawa ini adalah berlian yang cukup langka dan memiliki harga fantastis. Jika kalian membawa lebih banyak berlian seperti ini maka 1 milyar berry pun bisa kalian dapatkan." Ucap pemilik bank tersebut.

Glup!

Naruto dan Erza pun menelan ludah mereka dan mereka menatap satu sama lain.

"Ki-kita masih mempunyai cadangan di kapal kan?" Tanya Erza.

"Haruskah kita kembali ke kapal sekarang?" Tanya Naruto.

Brak!

Tiba-tiba Erza menggebrak meja dengan sangat keras dan membuat Naruto dan sang pemilik bank terkejut.

"Tidak! Tujuan kita hanyalah menukar emas ini dan membeli kapal baru." Ucap Erza.

"Be-benar. Kalau begitu, tolong berikan 450 juta berry itu Oji-San." Ucap Naruto.

"Baiklah. Tunggu sebentar." Ucap pemilik bank tersebut.

-X-

"UAAAAAH! KITA KAYA RAYA!"

Naruto berteriak dengan kencang dan mengangkat kedua koper yang berisikan ratusan juta berry. Akhirnya, Naruto berhasil mendapatkan uang untuk membeli kapal baru dan tentunya akan banyak uang sisa yang bisa ia gunakan untuk membeli berbagai furniture guna mempercantik kapal barunya nanti.

"Jangan berteriak seperti itu! Sudahku bilang mungkin banyak pencuri di kota ini dan kita harus tetap siaga!" Ucap Erza kepada Naruto.

"Shishishi. Kalau begitu, ayo kita cari restoran dulu! Aku sudah lapar dari tadi." Ucap Naruto.

Erza pun menganggukan kepalanya dan setuju dengan Naruto. "Baiklah. Sudah empat bulan aku tidak merasakan nikmatnya kue stroberi."

Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka dan mulai mencari restoran terdekat. Mereka terus berjalan menyusuri kota ini. 30 menit mereka berjalan, namun mereka belum menemui satu pun restoran. Tapi, langkah Naruto tiba-tiba berhenti saat melihat beberapa poster yang terpampang di dinding.

"Tunggu sebentar Erza." Ucap Naruto.

Erza pun menghentikan langkahnya dan melihat Naruto yang berjalan dan melihat beberapa poster di dinding tersebut.

"Poster buronan?" Tanya Erza.

Mata Naruto sedikit membelalak dan ia pun tersenyum saat melihat poster yang berada di depannya itu. Ternyata poster tersebut adalah poster buronan dari bajak laut Mugiwara.

"Hahahaha Luffy kah? Ternyata kau benar-benar sudah menjadi bajak laut yang hebat!" Ucap Naruto.

"Monkey D, Luffy? 300 juta berry? Apa kau mengenal orang ini?" Tanya Erza.

"Uhm. Aku sempat bertemu dengannya di East Blue." Ucap Naruto.

Naruto lalu sedikit menyipitkan matanya saat melihat poster yang berada disebelah Luffy. Sebuah foto pria berambut hijau yang sepertinya beberapa waktu yang lalu pernah ia temui.

"Erza, bukankah pria hijau ini adalah pria yang tadi membawa bayi itu?" Tanya Naruto.

"Roronoa Zoro? 120 juta berry? Dilihat dari fotonya sepertinya benar tapi aku ragu orang seperti ini mengasuh bayi." Ucap Erza.

"Hmm kau benar. Lalu siapa lagi nakamanya? Ada Sanji dengan 77 juta berry, Sogeking dengan 30 juta berry, Nico Robin dengan 80 juta berry, Chopper dengan 50 berry, Franky dengan 44 juta berry dan Nami dengan 16 juta berry. Wah! Mereka benar-benar menakjubkan." Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Chopper? Bukankah dia temannya Shinobu?" Tanya Erza.

"Ah! Benar! Rusa ini kan temannya Shinobu! Jadi dia memutuskan untuk ikut bersama Luffy yah? Dan juga Nico Robin, aku sempat bertemu dengannya di Mock Town 4 bulan lalu." Ucap Naruto sambil tersenyum.

"Sepertinya kita harus sedikit memperhatikan bajak laut mugiwara ini. Siapa tahu dia akan menjadi rival dari bajak laut kita." Ucap Erza.

"Hahahaha tentu saja. Aku juga ingin bertemu dengan Luffy lagi. Tapi yang terpenting sekarang kita harus mengisi perut kita dan membeli kapal terlebih dahulu." Ucap Naruto.

Akhirnya Naruto dan Erza pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari restoran. Namun baru beberapa langkah Naruto berjalan, tiba-tiba tubuhnya bergetar dan matanya membelalak dan ia pun langsung mengehentikan langkahnya.

Erza yang melihat Naruto tiba-tiba berhenti dan tubuhnya bergetar pun kebingungan dan menepuk pundak Naruto dengan lembut. "Ada apa?"

"Nami?" Gumam Naruto.

SIUUUNG!

Naruto pun lalu kembali berlari ke belakang dan kembali mengecek poster burnonan anggota bajak laut topi jerami.

Matanya tertuju pada foto seksi seorang wanita berambut oranye dengan nilai buronan 16 juta berry dan ia memperhatikan foto itu dengan seksama.

Erza yang melihat Naruto memperhatikan foto Nami pun kesal karena Erza mengira Naruto sedang membayangkan hal yang tidak-tidak ketika melihat poster buronan Nami.

"OI! Apa yang kau lakukan!? Kau tidak bisa berbuat mesum di tempat umum seperti ini!" Ucap Erza kepada Naruto.

Namun Naruto tidak bergeming dan terus memperhatikan poster buronan Nami.

"Ti-tidak salah lagi! Nami! Ini Nami!" Ucap Naruto.

SREK!

Naruto pun langsung mencopot poster buronan Nami dari dinding tersebut dan terlihat ia mengcengkram poster itu sampai membuat kertas poster tersebut hampir robek.

"Na-Naruto? Kau baik-baik saja?" Tanya Erza.

"NAAAAAAAAAMIIIIIIIIIIIII!"

-X-

( WATER 7 : GALLEY LA COMPANY HOUSE )

"AAAAAAAAAAAHHH!"

Seluruh kru Mugiwara yang berada disana pun terkejut ketika mendengar Nami yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan berteriak dengan kencang.

"NAMI-SAN!" Sanji pun langsung berlari menghampiri Nami karena ia khawatir.

"Ada apa Nami?" Tanya Luffy.

"Apa kau bermimpi buruk?" Tanya Robin kepada Nami.

"Hah….hah….hah…." Nafas dari Nami pun terengah-engah seperti orang yang habis lari berkeliling dan keringat pun membanjiri tubuhnya.

Tubuh Nami pun seketika bergidik dan gemetar dan ia merasa sangat ketakutan dan entah kenapa ia merasa ada seseorang yang baru saja memanggilnya dengan keras dan Nami mengetahui suara dari orang tersebut.

"Na-Narutoooo….." Gumam Nami dengan terbata-bata.

TO BE CONTINUED!

Yooo Mina-San apa kabar kalian semua!? Udah lama author ga menyapa kalian semua wkkwkwkw.

Terima kasih kepada para pembaca dan reviewer yang setia sama fic ini dan terus dukung fic ini supaya bisa selesai dan tamat.

Untuk fic Demon eyes, seperti yang author bilang author bakal nunggu kejelasan reverie di Manga One Piece baru author lanjutin fic Demon eyes karena author rasa fic demon eyes sedikit kecepetan alurnya. Untuk Dragon God, Author lagi nonton lagi Fairy Tail buat nentuin alur ceritanya karena jujur author lupa sama jalan cerita di Fairy Tail wkwkwkw jadi mohon sabar yah.

Nah untuk fic ini sendiri seperti yang kalian baca di chapter ini emang sengaja sama author sedikit di cepetin biar ga terlalu lama juga sampai ke Wano. Sebenarnya author pingginya tahun depan baru masuk Wano tapi kayanya kelamaan deh jadi sengaja author sedikit percepat dan semoga kalian ga keberatan.

Nah ini juga banyak pertanyaan tentang Naruto bakal jadi pengguna pedang atao engga. Well, seperti yang kalian baca di chapter tiga waktu Naruto ketangkep sama Tenryuubito pedangnya di ambil dan Naruto pun gatau kemana pedanganya jadi ia memilih untuk bertarung dengan tangan kosong. Tapi, bukan berarti dia lupa sama jurus pedangnya dan sedikit bocoran aja, Naruto bakal menggunakan pedang sekali lagi.

Sekian penjelasan dari author dan semoga kalian semua terhibur sama cerita ini.

Sekian dan Terima kasih!