THE MOST STRONGEST SUPERNOVA

CHAPTER 25 : MY FAMILY?

( SHINOBU AND NOBARA )

Dibagian lain di kota Water 7, terlihat Nobara dan Shinobu sedang berjalan-jalan mengelilingi kota tersebut. Sama halnya dengan Naruto dan Erza, mereka berdua pun terpukau dengan arsitektur dari kota Water 7 dimana semua block rumah yang terdapat di pulau ini pasti dialiri sungai.

Mereka berdua kini sedang mencari sebuah pusat perbelanjaan dimana mereka bisa membeli baju dan beberapa perhiasaan.

"Kugisaki-San, apa kau membawa uang lebih?" Tanya Shinobu kepada Nobara.

"Uhm. Aku membawa sekitar 2 juta berry. Memangnya apa yang ingin kau beli?" Tanya Nobara.

"Aku ingin membeli sebuah jubah dan kemeja. Aku kira, jubahku ini sudah mulai kotor dan tidak mungkin aku hanya memiliki satu jubah saja." Ucap Shinobu.

Shinobu yang mendengar itu pun sedikit mengerutkan wajahnya dan menatap Shinobu dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.

"Kau ini! Kau kan seorang wanita, apa kau tidak ingin mencoba setelan lain selain kemeja dan celana hitam panjang? Apa kau tidak merasa bosan dengan setelanmu sendiri?" Tanya Nobara.

"Fufufu aku sangat menikmati setelanku ini. Aku tidak nyaman jika memakai pakaian yang minim dan aku ini orang yang diincar oleh pemerintah dunia. Jadi aku tidak bisa memakai pakaian yang terlalu mencolok." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

Nobara pun tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Heh, kau pikir kau masih berada di Drum Kingdom huh?"

Mendengar pertanyaan Nobara, sontak Shinobu pun terkejut karena sama sekali tidak mengerti dengan perkataan dari Nobara.

"Apa maksudmu Kugisaki-San?" Tanya Shinobu.

"Maksudku, kau sekarang bagian dari Naruto Kaizokudan. Kau tidak perlu khawatir lagi akan pemerintah dunia atau angkatan laut. Jika ada yang berani menyentuhmu, maka akan ku pastikan mereka tidak bisa melihat hari esok lagi." Ucap Nobara sambil tersenyum.

Shinobu yang mendengar itu pun tersenyum dengan manis dan sedikit tertawa. "Fufufu kau benar Kugisaki-San. Aku masih berpikir bahwa aku sendirian. Tapi, bolehkah aku bertanya satu hal?"

"Hm? Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Nobara.

"Kenapa kau memutuskan untuk mengikuti Kozuki-San?" Tanya Shinobu.

"Hmmm? Pertanyaan yang bagus. Asal kau tahu saja, awalnya aku ingin membunuh Naruto." Ucap Nobara sambil tersenyum.

"Ehhh!? Kenapa?" Tanya Shinobu yang terkejut.

"Aku hidup dan tumbuh besar di suatu desa di East Blue. Seluruh penduduk di desa ku saling memiliki hubungan darah dan bisa dibilang kami semua bersaudara. Kami memiliki kemampuan khusus yang disebut dengan jujutsu dan kami pun bisa melihat hantu." Ucap Nobara.

"Ka-kau bisa melihat hantu?" Tanya Shinobu.

Nobara yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan mengarahkan pandangannya ke kanan dimana ada beberapa orang yang berkumpul dan sepertinya mereka sedang bertengkar.

"Kau lihat orang-orang yang ada disana? Aku bisa melihat aura kebencian yang sangat hebat dari orang-orang tersebut dan ada sebuah arwah yang menempel di tubuh orang tersebut. Arwah jahat tentunya yang menghasut orang tersebut untuk berbuat jahat." Ucap Nobara.

Shinobu yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pandangannya pada arah yang ditunjuk oleh Nobara namun dia tidak bisa melihat arwah yang dibicarakan oleh Nobara.

"Aku tidak bisa melihat apapun Kugisaki-San. Aku hanya melihat sekumpulan orang-orang yang sedang bertengkar." Ucap Shinobu.

"Sudahku bilang hanya aku yang bisa melihatnya!" Ucap Nobara yang kesal.

"Fufufuf maaf-maaf. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya?" Tanya Shinobu.

"Kami hidup bahagia di desa tersebut sampai terjadi sebuah insiden yang sangat mengerikan. Saat itu aku masih berusia 12 tahun jadi aku belum mengetahui apapun. Angkatan laut dan agen pemerintah dunia datang ke desaku dan membunuh setiap orang yang ada disana." Ucap Nobara.

Shinobu yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan terkejut. "Ke-kenapa?"

"Aku berhasil selamat dari insiden itu dan menjalani hidup yang berat. Aku mencuri, menjadi pemabantu rumah tangga, menjual buah iblis supaya aku bisa terus bertahan hidup. Seiring berjalanya waktu, aku pun mencari informasi mengapa desaku dihancurkan dan akhirnya aku tahu alasannya. Karena pemerintah dunia takut dengan keberadaan pengguna jujutsu." Ucap Nobara sambil tersenyum pahit.

"Maafkan aku Kugisaki-San. Aku tidak bermaksud membuka memori burukmu." Ucap Shinobu.

"Tidak apa-apa. Lagipula kau adalah keluargaku sekarang. Jadi, kau pun harus tahu masa laluku." Ucap Nobara sambil tersenyum.

"Lalu, kenapa kau ingin membunuh Kozuki-San?" Tanya Shinobu.

"Seiiring berjalannya waktu, aku ingin membalaskan dendamku kepada pemerintah dunia dan menjadi bajak laut. Saat pertama kali aku bertemu Naruto, aku membencinya karena dia hanyalah pria yang berisik dan bodoh. Saat aku mendengar dia ingin menjadi bajak laut, aku berencana untuk membunuhnya dan mengambil alih bajak laut yang ia bentuk. Tapi…." Ucap Nobara yang tiba-tiba tersenyum.

"Tapi?" Gumam Shinobu.

"Setelah berbulan-bulan berlayar bersamanya aku sadar bahwa Naruto bukanlah orang yang jahat. Cara dia menyayangi temannya, cara dia memimpin, cara dia membantu orang lain dan cara dia melihat dunia ini, lama kelamaan aka mengangguminya dan menghormatinya. Terutama saat dia menyelamatkanku dari pimpinan Germa 66. Entah kenapa aku merasa aman jika berada di sisinya dan aku telah menaruh semua impianku kepadanya." Ucap Nobara.

Shinobu yang mendengar itu pun tersenyum dan ia pun mulai mengerti tentang Nobara. Ternyata tidak hanya dia saja yang menyimpan kebencian terhadap pemerintah dunia tapi Nobara pun hampir memiliki kisah yang sama dengannya.

"Souka, sepertinya kau sangat setia kepada Kozuki-San dan aku pun melihat hal serupa dengan yang lain." Ucap Shinobu.

"Ah, kau benar. Yoriichi, Genos, si rambut merah, bahkan Levi. Mereka adalah orang-orang hebat yang entah kenapa lebih memilih ikut dengan Naruto dibandingkan membuat bajak laut sendiri. Tapi aku yakin mereka semua mempunyai alasan mereka sendiri dan akan setia pada bajak laut ini." Ucap Nobara.

"Kau benar Kugisaki-San. Kozuki-San adalah orang yang sangat hangat dan aku pun bisa merasakannya saat pertama kali aku bertemu dengannya. Dia memahami penderitaan setiap orang yang ia lihat dan ia bisa membuat orang lain merasa aman bersamanya." Ucap Shinobu.

"Hahahahaha. Setelah mengalahkan Shicibukai itu aku merasa kita bisa mengalahkan siapapun yang ada di dunia ini." Ucap Nobara sambil tersenyum.

"OIIII!"

Mendengar ada seseorang yang berteriak, Nobara dan Shinobu pun langsung membalikan tubuh mereka dan menoleh kearah sumber suara. Mereka berdua melihat dua orang pria, yang satu berambut merah jabrik dan yang satunya lagi mengenakan helm dan memegang sebuah celurit yang cukup tajam.

"Hah!? Siapa kau?" Tanya Nobara.

"Heheheh rupanya benar. Kalian sedang berada disini, Naruto Kaizokudan." Ucap pria bermabut merah itu sambil menyeringai.

Nobara dan Shinobu yang merasakan hawa tidak enak dari pria berambut merah tersebut sedikit waspada. Nobara meletakan lengannya kebelakang dan memegang palunya sedangkan Shinobu sudah memegang katananya dan mereka berdua sudah dalam posisi siap bertarung.

"Ara-ara, aku tahu bahwa Kozuki-San sangat terkenal belakangan ini tapi bukankah tidak sopan meneriaki kami seperti ini?" Tanya Shinobu sambil tersenyum.

"Sopan katamu!? Jangan bercanda! Seharusnya kalian tahu bahwa tidak ada sopan santun dalam dunia bajak laut!" Ucap pria berambut merah tersebut.

"Oi, itu bukan sopan santun. Itu etika dasar dalam hidup. Aku tidak tahu di tempat sampah mana kau dibesarkan tapi, bisakah kau minggir? Kami sedang tidak ingin bertarung." Ucap Nobara dengan datar.

"Hah!? Sampah katamu!? Biar aku beritahu padamu! Aku adalah Eustass Kid! Seorang bajak laut!" Ucap pria tersebut yang diketahui bernama Kid.

"Tidak pernah dengar. Minggir." Ucap Nobara dengan datar.

"Apa!? Lihat ini! Aku memiliki bounty sebesar 315 juta berry! Akulah yang terkuat setelah kaptenmu!" Ucap Kid.

"Senchou tenanglah. Tujuan kita kesini bukan untuk bertarung." Ucap seseorang yang memakai helm dan dia adalah Killer.

"Urusai Killer! Mereka berdua, terutama wanita berambut oranye ini benar-benar membuat kesal! Apa karena kalian telah mengalahkan bajak laut Doflamingo kalian merasa bahwa bajak laut kalian lah yang terkuat!?" Teriak Kid.

Nobara yang mendengar itu pun semakin geram. Entah masalah apa yang ia punya dengan pria berambut merah ini sampai-sampai ia terus di maki seperti ini dan teriyaki seperti ini.

"DENGAR! Aku tidak tahu siapa kau dan aku tidak ingin tahu siapa kau! Berhenti berteriak didepan wajahku dan enyahlah!" Teriak Nobara.

"Maafkan kami tapi, jika kalian terus bersikap seperti ini tidak ada pilihan lain bagi kami selain memakai jalan kekerasan." Ucap Shinobu.

Kid yang mendengar itu pun semakin menyeringai dan mulai mengangkat tangannya. "Kekerasan katamu? Boleh juga. Aku juga penasaran seberapa kuat bajak laut yang dikatakan terkuat di generasi terburuk!"

Killer pun mengambi posisi dan bersiap dalam kuda-kuda bertarung. "Tidak ada pilihan lain."

SRRRING!

SRET! SRET!

Nobara dan Shinobu membelalakan mata mereka saat mereka menyadari bahwa palu dan pedang mereka tiba-tiba bergerak dengan sendirinya dan mereka berdua menahan senjata mereka dengan sekuat tenaga.

"O-OI! Kenapa palu ku bergerak sendiri!?" Teriak Nobara yang memegang palunya sekuat tenaga.

"Akuma no Mi kah?" Gumam Shinobu..

"Jadi, kapan kita harus mulai?" Tanya Kid sambil menyeringai

-X-

( GENOS )

Saat ini, Genos sedang terbang di udara dan sedang mencari temannya atau bisa dibilang kenalanya. Setelah 10 menit terbang, akhirnya ia pun menemukan orang yang ia kenali namun, terlihat ada banyak orang yang berada disana dan ia yakin mereka adalah bajak laut.

SIUUNG!

DUAAAR!

Genos pun mendarat dan membuat sebuah ledakan kecil yang membuat orang-orang yang berada disana pun panik.

"O-OI! Apa yang terjadi!?"

"Apa kita diserang?"

Ternyata, orang-orang yang sedang berkumpul disana adalah kelompok bajak laut mugiwara yang sedang bersiap untuk berlayar. Mereka baru saja mendapatkan kapal baru mereka yang dibuat oleh Franky dan Iceberg.

"Lama tidak berjumpa, pak walikota." Ucap Genos kepada Iceberg.

Iceberg disisi lain pun membelalakan matanya dan sangat terkejut ketika melihat Genos. "OOOH! GENOS! Kau kah itu?"

Genos pun hanya tersenyum dan berjalan mendekati Iceberg. "Sepertinya, kau baru saja menyelesaikan pekerjaanmu."

"Ah begitulah. Tapi lupakan itu. Bagaimana kabarmu? Aku membaca banyak berita tentangmu." Ucap Iceberg sambil tersenyum.

Disisi lain, Luffy dan kawan-kawan pun mempunyai reaksi yang berbeda saat mereka melihat Genos. Zoro, Sanji dan Nami terlihat santai dan mereka mengira bahwa Genos adalah teman dari Iceberg. Chopper membelalakan matany karena ia yakin bahwa ia pernah bertemu Genos sebelumnya dan Genos adalah salah satu nakama dari Naruto. Luffy terlihat terpukau dengan mata yang berbinar-binar karena melihat tubuh Genos yang unik seperti Cyborg. Franky, disisi lain sangat terkejut dengan kedatangan salah satu teman lamanya dan membulatkan matanya dengan sangat lebar. Sedangkan Robin menyipitkan matanya dan terlihat sedikit tegang karena ia tahu Genos adalah salah satu dari anggota bajak laut Naruto.

"Su-sugoi! Apa dia cyborg!?" Ucap Luffy.

"Cyborg?" Gumam Zoro.

"Banyak orang aneh dilautan ini." Gumam Sanji.

"Sepertinya dia mengenal Iceberg-San," Ucap Nami.

"GENOOOOOSSSSSSS! KAU GENOSSSS KAN!?" Teriak Franky.

Genos yang merasa namanya di panggil pun langsung mengarahkan pandangannya pada Franky. Genos pun tersenyum dan mengangkat tangannya kepada Franky.

"Lama tidak bertemu, Cutty Flam." Ucap Genos sambil tersenyum.

Robin pun langsung berjalan mendekati Luffy dan menepuk pundak Luffy dengan pelan dan membuat Luffy sedikit terkejut.

"Hm? Ada apa Robin?" Tanya Luffy.

"Hati-hati Luffy. Dia adalah salah satu anggota bajak laut Naruto. Oni Cyborg Genos. Dia mempunyai nilai buronan sebesar 233 juta berry." Ucap Robin.

Seketika, Luffy dan seluruh nakamanya pun terkejut dan membelalakan matanya, terutama Nami.

"Anggota bajak laut Naruto kah? Pastinya dia petarung yang handal." Ucap Zoro sambil menyeringai.

"Na-naruto? Dia ada disini?" Ucap Nami yang masih shock.

Sanji disisi lain pun terus menatap Genos dengan tajam karena, didalam hatinya ia ingin berbicara dengan Genos mengenai Germa 66 karena Sanji tahu bahwa bajak laut Naruto pernah bertarung dengan keluarganya itu.

Luffy disisi lain pun malah tersenyum dan langsung melompat dari kapalnya dan berlari mendekati Genos.

"OOO! CYBORG!" Teriak Luffy.

"Luffy! Baka!" Gumam Nami yang semakin panik.

"OI! LUFFY TUNGGU!" Franky pun langsung turun dari kapal dan mengikuti Luffy.

Genos yang mendengar teriakan Luffy pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Luffy yang sedang berlari mendekatinya.

"Kau memanggilku?" Tanya Genos kepada Luffy.

"Ah! Apa kau temannya Naruto?" Tanya Luffy sambil tersenyum.

"Hn. Kau kenal dengan Naruto?" Tanya Genos.

"Tentu saja! Shishishis." Ucap Luffy.

"OOI GENOS! Lama tidak bertemu!" Ucap Franky yang tersenyum.

"Hn. Bagaimana kabarmu?" Tanya Genos.

"Bakayaro! Tentu saja aku baik-baik saja! Aku dengar kau sudah menjadi bagian dari bajak laut hebat dan berhasil menumbangkan salah satu Shicibukai!" Ucap Franky sambil tersenyum.

"Itu belum seberapa. Perjalanan kami masih panjang. Lalu apa yang kau lakukan disini?" Tanya Genos.

"Ah! Aku baru saja menyelesaikan mahakaryaku. Kapal yang kurancang sendiri dan kini aku menjadi bagian dari kru bajak laut topi jerami!" Ucap Franky sambil tersenyum.

"Begitukah? Sayang sekali, padahal aku berniat meminta bantuanmu." Ucap Genos.

"Hm? Bantuan apa?" Tanya Franky.

"Naruto berencana untuk membeli kapal disini. Kapal kami terlalu kecil untuk mengarungi ganasnya lautan Grandline dan juga sebentar lagi kami akan pergi ke dunia baru. Jadi, aku butuh bantuanmu dan Iceberg dalam merancang kapal." Ucap Genos.

"Souka! Jadi Naruto pun akan pergi ke dunia baru kah? Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Luffy.

"Ah. Aku kira dia sedang berjalan-jalan di kota ini. Apa kau ingin bertemu dengannya? Aku bisa memanggilnya jika kau-"

"TIDAAAAK!"

Belum sempat Genos menyelesaikan perkataanya, Nami langsung berteriak dan memotong perkataan Genos.

Siung!

Nami pun langsung melompat turun dari kapalnya dan berlari mendekati Genos.

"Jangan! Jangan panggil Naruto kesini." Ucap Nami kepada Genos.

"Nami, sudah kubilang untuk tidak khawatir. Lagipula Naruto tidak akan menyakitimu." Ucap Luffy.

Genos pun mengarahkan pandangannya pada Nami dan dan menyipitkan matanya. "Apa kau mempunyai masalah dengan kaptenku?"

Nami pun dengan sigap menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Genos. "Ti-tidak! Aku hanya sedikit takut saja dengan kaptenmu dan lagi kami sedang terburu-buru."

"Benarkah? Aku yakin Naruto adalah orang yang baik. Meskipun dia seorang bajak laut tapi dia tidak pernah melakukan kejahatan." Ucap Genos kepada Nami.

"Kau dengarkan Nami? Naruto itu orang baik!" Ucap Luffy kepada Nami.

Blentang!

"SAKIITTT!"

Nami pun langsung menjitak Luffy dengan keras dan membuat Luffy berteriak kesakitan.

"Kau diam saja!" Ucap Nami.

Nami pun langsung menyeret Luffy kembali ke kapal meskipun Luffy masih ingin berbicara dengan Genos. Melihat itu, Genos dan Franky sedikit kebingungan dengan tingkah laku Nami namun mengabaikannya.

"Kau mempunyai teman-teman yang menarik." Ucap Genos kepada Franky.

"Begitulah mereka. Tapi berbicara tentang barusan, aku sangat ingin membantumu tapi, aku benar-benar tidak bisa. Aku harus pergi secepatnya dari sini karena sekarang mereka sedang dijekar angkatan laut." Ucap Franky.

"Hn. Tidak masalah. Pergilah. Jika terlalu lama disini bisa-bisa kalian akan tertangkap." Ucap Genos.

Franky yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ia pun langsung berlari kembali ke kapal.

Sesampainya di kapal, terlihat Nami yang sedang terduduk di depan tiang kapal dan menyandarkan punggungnya ke tiang kapal. Zoro yang melihat itu pun hanya menghela nafas dan berjalan mendekati Nami.

"Mau sampai kapan kau menghindar seperti ini? Cepat atau lambat kita pasti akan berpapasan dengan orang yang bernama Naruto ini. Louge Town, Mock Town, dan sekarang di pulau ini. Kau sudah ditakdirkan untuk bertemu dengannya." Ucap Zoro.

"Zoro benar! Kau tidak bisa terus lari dari Naruto." Ucap Luffy yang masih memegangi kepalanya yang sakit.

"Jika aku bertemu denganya sekarang….. Aku ragu aku akan bertahan di kapal ini.." Ucap Nami dengan pelan.

Seluruh anggota bajak laut topi jerami pun membelalakan matanya saat mendengar pernyataan Nami.

"O-Oi Nami! Apa yang kau bicarakan?" Tanya Luffy yang mulai gelagapan.

"Bagaimana pun dia adalah pria yang sangat berpengaruh di hidupku dan cinta pertamaku. Aku takut jika aku melihat wajahnya lagi, aku akan meninggalkan kalian dan memilih untuk ikut bersamanya." Ucap Nami dengan pelan.

Mendengar itu, Luffy pun langsung menganggukan kepalanya dengan cepat dan ia langsung berdiri.

"Yooosh! Kalau begitu jangan biarkan Nami bertemu dengan Naruto!" Teriak Luffy.

""OOOOOOOO!""

Seluruh nakama Luffy pun langsung berteriak dengan kencang dan setuju dengan perkataan Luffy. Luffy pun langsung berlari ke ujung kapal dan melambaikan tangannya kepada Iceberg.

"Ice no O-San Terima kasih atas semuanya! Dan Genos! Sampaikan salamku pada Naruto!" Teriak Luffy.

"GENOS! BAKA BERG! SUATU SAAT KITA PASTI BERTEMU LAGI!" Ucap Franky sambil melambaikan tangannya pada Genos dan Iceberg.

WUSSSH!

Setelah mengucapkan perpisahan, terlihat kapal Sunny Go pun akhirnya mulai berlayar dan perlahan meninggalkan pelabuhan Water 7.

"Aku tidak pernah mengenali satu pun dari mereka kecuali Cutty Flam tapi aku merasa mereka sangat familiar denganku." Ucap Genos.

"Hahahahah mereka memang orang-orang menarik. Beberapa hari yang lalu, mereka baru saja menghadapi pertempuran besar." Ucap Iceberg sambil tersenyum.

"Pertempuran besar?" Tanya Genos.

"Ah. Mereka datang ke Enies Lobby dan menantang pemerintah dunia demi menyelamatkan nakama mereka yang diculik, Nico Robin." Ucap Iceberg.

"Souka. Sepertinya mereka bukan orang yang jahat." Ucap Genos.

Iceberg pun hanya tersenyum mendengar perkataan Genos namun, ia langsung mengarahkan pandangannya pada Genos.

"Ah, tadi kau bilang ingin membuat kapal untuk kaptenmu?" Tanya Iceberg.

"Ah soal itu, aku ingin meminta bantuanmu untuk membuatkan kapal untuk kru bajak lautku. Aku sudah mempersiapkan uang yang cukup untuk itu semua." Ucap Genos.

"Ah, bajak laut Naruto kah? Jadi, Kozuki Naruto berada di pulau ini?" Tanya Iceberg kepada Genos.

"Ah. Begitulah. Kukira, dunia sudah mengenalnya dengan cukup baik dan kuharap dia tidak membuat masalah disini." Ucap Genos sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu. Lagipula, aku sedang bersemangat membuat kapal. Kau bisa menunggu selama 4 hari di pulau ini sampai kapal jadi." Ucap Iceberg.

"Aku tidak akan menunggu. Aku pun akan membantu mendesign kapal untuk Naruto karena kapal ini akan kami gunakan sampai ke dunia baru. Jika kau sendiri yang membuatnya, aku pasti tahu jika suatu waktu ada masalah dengan kapal ini." Ucap Genos sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu. Kapan kau kita akan mulai? Aku akan memanggil anak buahku jika kau ingin mengerjakannya sekarang." Ucap Iceberg.

"Baik. Aku akan mengabari Naruto terlebih dahulu." Ucap Genos.

Genos pun merogoh saku celananya dan ia mengeluarkan den-den mushi dan ia langsung menelepon Naruto.

Perepereperep! Perepereperep!

Gotcha!

"AH! Genos kah!?"

Terdengar suara seseorang dari denden mushi tersebut dan Genos sedikit terkejut karena yang menjawab teleponya bukan Naruto melainkan Erza. Dan juga terdengar suara Erza yang sepertinya sedang panik.

"Erza? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Genos.

"Ah! Entahlah! Tapi, Naruto sekarang sedang berlari seperti orang kesurupan dan mencari seseorang yang bernama Nami! Aku sedang mengejarnya!" Ucap Erza.

"Nami?" Gumam Genos yang sedikit kebingungan karena ia merasa pernah mendengar nama tersebut.

-X-

( YORIICHI DAN LEVI )

Yorichi dan Levi kini sedang menyusuri dan berjalan-jalan di kota Water 7. Sebenarnya, tidak ada yang akan mereka beli namun, mereka hanya ingin berjalan-jalan saja karena mereka sudah bosan selama 4 bulan berada di kapal dan hanya melihat air laut.

"Kota yang cukup nyaman." Ucap Yoriichi.

"Aku baru tahu ada kota yang dialiri air sebanyak ini." Ucap Levi.

"Hm. Setidaknya, lebih baik dari Mock Town kan?" Tanya Yoriichi sambil tersenyum.

"Jangan samakan kota itu dengan kota ini. Mock Town hanyalah kota yang berisikan para pecundang yang putus asa. Mereka semua hanyalah anjing dari Doflamingo." Ucap Levi dengan datar.

"Bisa dibilang, hanya kaulah yang tidak bersekutu dengan Doflamingo di kota itu?" Tanya Yoriichi.

"Ah." Jawab Levi.

"Kenapa?" Tanya Yoriichi.

"Aku sudah mengatakan bahwa mereka semua adalah sampah. Apa kau berpikir aku akan bergabung dengan para sampah itu?" Tanya Levi.

Yoriichi yang mendengar itu pun sedikit mengerutkan wajahnya karena mendengar jawaban sinis dari Levi. "Baiklah. Kau tidak perlus sinis seperti itu."

"LARIIII!"

"ADA BAJAK LAUT YANG SEDANG BERTARUNG!"

Levi dan Yoriichi pun sedikit terkejut karena tiba-tiba mendengar teriakan dari para warga. Mereka berdua pun melihat para warga yang berlarian seperti melarikan diri dari sesuatu.

"Aku punya firasat bahwa bajak laut yang mereka bicarakan adalah Naruto." Ucap Yoriichi.

GRAB!

Levi dengan sigap pun langsung menarik salah satu warga yang sedang berlari dan menghentikannya.

"Ke-kenapa?" Warga tersebut pun ketakutan karena tiba-tiba dihentikan oleh Levi.

"Siapa yang sedang bertarung?" Tanya Levi.

"Ka-kau kan Levi Ackerman! Anggota bajak laut Naruto!" Ucap warga tersebut.

"Ah. Sekarag jelaskan padaku siapa yang bertarung." Ucap Levi.

"Salah satu temanmu, Kugisaki Nobara dan Kocho Shinobu sedang bertarung melawan Eustass kapten Kid! Sepertinya, mereka berdua sedang kewalahan!" Ucap warga tersebut.

Yoriichi yang mendengar hal tersebut pun langsung membelalakan matanya dan terkejut. "Apa kau bilang!?

"Dimana mereka sekarang?" Tanya Levi.

"Di arah sana! Jaraknya tidak terlalu jauh dari sini!" Ucap warga tersebut sambil menunjuk kearah utara.

"Kalau begitu kau boleh pergi." Ucap Levi.

"A-ah! Arigatou!" Warga tersebut pun langsung berlari kembali.

WUSSSH!

Levi dan Yoriichi pun langsung berlari kearah utara guna menyelamatkan kedua teman mereka yaitu Nobara dan Shinobu.

"Kau tahu sesuatu tentang orang yang bernama Kid ini?" Tanya Yoriichi kepada Levi.

"Salah satu bajak laut dari generasi terburuk. Reputasinya cukup buruk sebagai bajak laut dan harga buronannya lebih dari 300 juta berry." Jawab Levi.

"Sial! Kalau begitu, mereka berdua pasti kewalahan." Ucap Yoriichi.

"Ah. Kita harus cepat sebelum terlambat." Ucap Levi.

Mereka berdua pun terus berlari tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Hampir 15 menit mereka berlari, akhirnya mereka melihat ada 4 orang yang sedang berdiri dan terlihat disana ada Shinobu dan Nobara. Terlihat Nobara yang terengah-engah dan darah yang mengucur dari pelipis kirinya dan Shinobu pun mengalami hal yang sama.

"NOBARA! SHINOBU!" Teriak Yoriichi yang berlari menghampiri mereka berdua.

Nobara dan Shinobu pun langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara dan mereka melihat Yoriichi dan Levi yang sedang berlari kearah mereka.

Nobara dan Shinobu pun tersenyum dan melambaikan tangan mereka.

"OOH! Yoriichi!" Teriak Nobara.

"Tsugikuni-San! Ackerman-San!" Ucap Shinobu yang juga melambaikan tangannya.

Disisi lain, Kid dan Killer yang melihat kedatangan Yoriichi dan Levi pun menyeringai dan mengarahkan pandangannya kepada mereka berdua.

"Hehehe! Ini yang aku tunggu! Hinokami dan Ackerman!" Gumam Kid sambil menyeringai.

"Hati-hati Senchou. Hinokami memiliki buronan seharga 300 juta berry lebih yang artinya hampir setara denganmu." Ucap Killer.

"Ah! Aku tahu itu! Maka dari itu aku bilang ini akan menarik!" Ucap Kid yang terus menyeringai.

Yoriichi dan Levi pun akhirnya sampai di tempat Shinobu dan Nobara dan mereka pun langsung mengecek kondisi Nobara dan Shinobu.

"Apa kalian berdua tidak apa-apa?" Tanya Yoriichi.

"Jangan khawatir Tsugikuni-San. Kami hanya mengalami luka ringan." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Kenapa kalian bisa teribat pertarungan dengan bajak laut Kid?" Tanya Levi.

"Entahlah. Kami sedang berjalan-jalan dan tiba-tiba mereka berdua mencegat kami dan menyerang kami." Ucap Nobara sambil mengarahkan pandangannya kepada Kid dan Killer.

Shinobu, Levi dan Yoriichi pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Kid dan Killer dan mereka menatap Kid dan Killer dengan tajam.

STEP! STEP!

SREENG!

Yoriichi pun maju beberapa langkah dan kali ini ia berdiri didepan Shinobu, Nobara, dan Levi dan mengarahkan pedangnya kepada Kid.

"Aku tidak tahu apa masalah kalian berdua tapi, pergilah dari sini sebelum aku bertindak lebih jauh!" Ucap Yoriichi kepada Kid dan Killer.

Kid yang mendengar itu pun menatap tajam Yoriichi dan menyeringai dengan sangat lebar.

"Hahahaha! Wakil kapten dari Naruto Kaizokudan! Hinokami, Tsugikuni Yoriichi!" Ucap Kid.

"Bisa ku asumsikan kau adalah Eustass kapten Kid." Ucap Yoriichi dengan datar,

"Hahahaha! Kau benar! Aku sedikit kecewa karena aku kira Kozuki Naruto sendiri yang datang kesini tapi, kukira kau cukup hebat juga! Aku penasaran dengan kekuatanmu!" Ucap Kid.

SREEENG!

Tiba-tiba terdengar bunyi sebuah hentakan pedang dan terlihat Levi yang sudah mengeluarkan kedua pedangnya dari sarungnya dan berdiri disebelah Yoriichi.

"Perlu bantuan?" Tanya Levi.

"Kurasa tidak perlu." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.

Kid dan Killer yang mendengar itu pun sedikit terkejut dan sedikit terhina karena mereka merasa telah diremehkan oleh Yoriichi.

"Apa kau meremehkan kami hah!?" Teriak Kid.

"Kuperingatkan kepadamu, Eustass kapten Kid. Kami bukanlah bajak laut yang brutal dan bertarung demi kesanangan tapi, jika kami melihat salah satu teman kami terluka, maka kami akan berubah menjadi monster yang sangat menakutkan." Ucap Yoriichi.

SIUUUNG!

WUUUUSH!

CRACK CRACK!

Seketika, keluar aura merah dari tubuh Yoriichi. Aura tersebut sangatlah dahsyat dan bahkan bisa membuat tembok-tembok yang berada disekitarnya pun menjadi retak.

Kid dan Killer pun membelalakan matanya dan tubuh mereka pun sedikit bergetar serta keringat dingin pun mulai keluar dari tubuh mereka. Mereka terintimidasi oleh aura yang dikeluarkan oleh Yoriichi dan memaksa mereka untuk mundur beberapa langkah.

"Apa-apaan itu hah!?" Gumam Kid.

"Samurai itu bukan orang biasa!" Gumam Killer.

Disisi lain, Shinobu, Levi dan Nobara pun hanya menyeringai karena mereka pun sedikit terkejut kalau ternyata Yoriichi pun memilki Haoshoku haki.

"Haoshoku?" Tanya Levi sambil tersenyum.

"Sudah kuduga. Artinya, Selain Naruto dan si merah, kau juga memiliki haki tersebut." Ucap Nobara sambil tersenyum.

"Subarashi, Tsgukuni-San!" Ucap Shinobu yang memuji Yoriichi.

Yoriichi yang mendengar pujian dari teman-temannya pun hanya tersenyum namun, tatapanya tidak lepas dari Kid dan Killer.

"Jadi, apa kalian akan pergi dari sini atau tetap ingin melanjutkan pertarungan?" Tanya Yoriichi kepada Kid.

"Grrr! Jangan sesumbar! Aku akan mengalahkanmu, Hinokami!" Teriak Kid.

SRIING!

Seketika, dari tangan Kid muncul sebuah petir hitam kecil dan terlihat besi-besi yang beterbangan dan menempel di tangan Kid.

Yoriichi pun memegangi pedangnya karena pedangnya pun ikut tertarik kearah tangan Kid.

"Akuma no Mi kah?" Gumam Yoriichi.

"Ah. Hati-hati dengan kemampuannya. Aku tidak tahu pasti tapi sepertinya dia mempunyai kekuatan buah iblis magnet," Ucap Nobara.

"Sepertinya kau benar. Hanya besi dan logam saja yang menempel di lengannya. Pedangku ikut tertarik tapi tidak dengan sarung pedangku." Ucap Levi yang juga memegangi pedangnya.

"Tsugikuni-San, apa kau yakin akan melawannya sendirian?" Tanya Shinobu.

Yoriichi yang mendengar pertanyaan Shinobu pun hanya mengangguk dan tersenyum. Ia lalu menggenggam erat pedangnya dan mulai memasang kuda-kuda bertarung.

"Bagaimana Hinokami!? Apa kau menyukai kekuatanku!?" Teriak Kid sambil menyeringai.

WUSSSSSH!

Kobaran api muncul dan mengelilingi tubuh Yoriichi dan ia pun kobaran api itu pun bergerak menyelimuti pedang Yoriichi.

Kid yang melihat itu pun sedikit terkejut karena ia terpukau dengan kekuatan Yoriichi yang bisa mengeluarkan api sebanyak itu.

"Akuma no Mi kah!?" Gumam Kid.

"Tidak Senchou. Itu adalah keunikannya dan karena itu dia dijuluki sebagai Hinokami." Ucap Killer diblekang Kid.

Kid yang mendengar itu pun menatap tajam Yoriichi dan bersiap menyerang Yoriichi.

SIUUNG!

"UUUAAAA!"

Kid berteriak sambil mengayunkan lenganya yang sudah dilapisi tumpukan besi besar dan berusaha meninju Yoriichi.

SIUUUNG!

TRAAANG!

BOOOM!

Yoriichi yang melihat itu pun mengayunkan pedangnya dan menahan serangan Kid dengan pedangnya. Alhasil, kedua serangan itu beradu dan menciptakan gelombang kejut yang cukup dahsyat.

"Grrrr!" Kid mengerang dengan keras dan berusaha sekuat mungkin untuk mendorong Yoriichi.

Yoriichi pun hanya memasang eskpresi datar namun serius dan ia pun sekuat tenaga berusaha untuk mendorong dan menghentikan serangan dari Kid.

"Heheheh bagaimana dengan ini!?" Teriak Kid.

"REPEL!"

SIUUNG!

Yoriichi seketika membelalakan matanya saat melihat besi-besi yang menumpuk ditangan Kid terlepas dari tangannya dan beterbangan menghampirinya.

"A-apa!?" Ucap Yoriichi yang terkejut.

"RASAKAN INI!" Teriak Kid.

SIUUUNG!

DUAAAAGH!

Alhasil, seluruh tumpukan besi itu pun mengenai wajah Yoriichi dan membuat Yoriichi sedikit terdorong kebelakang. Darah pun keluar dari ujung bibirnya dan terlihat wajahnya yang sedikit lebam akibat benturan dari tumpukan besi yang menghantamnya.

"Hahahahaha! Apa segitu saja!? Apa ini kekuatan dari bajak laut yang dikatakan sebagai bajak laut superstar hah!?" Teriak Kid sambil menyeringai.

"Cukup. Akanku sobek mulutnya sekarang juga." Ucap Levi yang berjalan mendekati Kid.

SREET!

Levi sedikit terkejut karena ia melihat Yoriichi yang menghentikannya dan tersenyum kepadanya.

"Tenang saja. Lagipula, aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja." Ucap Yoriichi.

STEP! STEP!

Yoriichi pun kembali berjalan dan menghentakan pedangnya. "Kau memiliki kemampuan yang unik. Tapi sepertinya kau belum bisa menggunakan haki."

"Hah!? Apa yang kau bicarakan!?" Teriak Kid.

Yoriichi pun hanya tersenyum dan masuk ke posisi bertarung. "Tidak ada gunanya menjelaskan padamu. Biar kutunjukan saja."

WUUUUSH!

BOOOOM!

Seketika, kobaran api muncul kembali dan kali ini lebih besar dari sebelumya. Yoriichi lalu memejamkan matanya dan mengarahkan pedangannya kepda Kid.

"Menarik! Keluarkan semua kemampuanmu, Hinokami!" Teriak Kid.

SRRRRING!

Seketika, besi-besi dan logam pun kembali beterbangan dan menempel di lengan Kid sehingga membuat lengannya berubah menjadi lengan raksasa.

"REPEL!"

Kid pun kembali menerbangkan tumpukan besi-besi tersebut kepada Yoriichi.

WUUUSH!

"HINOKOKYU : NI NO KATA!"

BOOOM!

"NOBORI ENTEN!"

BRUUUSH!

Yoriichi pun dengan tubuh dan pedang yang diselimuti api, langsung melesat kearah Kid dan bersiap menebas Kid.

SREEEEEENG!

Kid membelalakn matanya karena ia melihat Yoriichi yang dengan mudah menebas tumpukan besi yang ia lemparkan dan kini Yoriichi sudah benar-benar berada dihadapannya.

SREEEEET!

BOOM!

"UAAAAAAAAAAAAAGH!"

"SENCHOUUUUUUU!"

Yoriichi pun berhasil menebas bagian depan tubuh Kid dan membuat tubuh Kid tergores cukup dalam dan darah pun mengucur dari tubuhnya.

Buagh!

Kid terjatuh dengan luka disekujur tubuhnya namun ia masih sadarkan diri. Killer yang melihat itu pun langsung berlari kearah Yoriichi dan berusaha menyerangnya.

"TIDAK AKAN KUMAAFKAN KAU! HINOKAMI!" Teriak Killer.

SIUNG!

TRAAANG!

Killer membelalakan matanya dan terkejut ketika serangannya ditahan oleh Levi.

"Jika kau ingin seseorang untuk dilawan, dengan senang hati aku akan meladenimu." Ucap Levi dengan datar.

"Brengsek…." Gumam Killer.

"UHUK! UHUK!" Kid pun masih terbatuk-batuk dan memegangi luka dibagian dadanya.

"Maaf telah melukaimu tapi, kuharap ini bisa menjadi pembelajaran bagimu. Jangan ganggu keluarga orang lain." Ucap Yoriichi kepada Kid.

Kid yang mendengar itu pun hanya menyeringai dan perlahan mulai bangkit. "Uhuk! Uhuk! Souka! Aku mengerti sekarang. Jika kau sudah sekuat ini, aku tidak bisa membayangkan seberapa monsternya Kozuki Naruto. Tidak heran jika dia bisa mengalahkan Doflamingo."

Melihat pertempuran sudah selesai, Nobara pun dengan gaya yang elegan nan santai berjalan mendekati Kid.

"Oi rambut tomat!" Ucap Nobara.

"SIAPA YANG KAU SEBUT RAMBUT TOMAT!?" Teriak Kid kepada Nobara.

"Aku tidak tahu kenapa tapi aku mulai yakin orang-orang yang berambut merah memang urakan dan menyebalkan. Tapi lupakan tentang itu. Pergilah dari sini sebelum Naruto datang. Kau akan mati jika dia datang." Ucap Nobara.

"Hehehe! Kau kira aku takut dengan ancaman seperti itu? Aku adalah seorang bajak laut! Sebuah kehormatan bagiku jika harus mati dalam sebuah pertarungan!" Ucap Kid sambil menyeringai.

"Oi! Jangan gegabah! Kita akan mati jika melawan mereka semua! Ditambah lagi, Oni Cyborg, Titania dan Kozuki Naruto belum datang. Jika mereka semua datang habislah kita!" Ucap Killer kepada Kid.

"Apa yang kau inginkan dari bajak laut kami?" Tanya Yoriichi kepda Kid.

"Tidak ada. Aku hanya penasaran saja seberapa kuat kalian. Orang-orang selalu membicarakan tentang kalian dan itu sangat membuatku muak." Ucap Kid sambil tersenyum.

SIIIIIUUUNG!

WUUUUSSSSH!

Semua orang yang berada disana seketika terkejut saat mereka melihat ada sebuah kepulan asap yang datang kearah mereka dan mereka melihat ada dua orang yang sedang berlari didalam kepulan asap tersebut.

"Hm? Rasanya aku tahu dua orang itu.." Gumam Nobara sambil menyipitkan matanya dan mencoba melihat lebih jelas kedua orang yang sedang berlari tersebut.

"Apapun itu jika dia berani menyerang kita akan kubunuh mereka!" Ucap Kid yang sudah bersiap dalam posisi kuda-kuda bertarung.

SIUUUUNG!

"NAAAAAAAAAMMMMIIIIIIIIIII!"

Seketika, seluruh anggota bajak laut Naruto membelalakan mata mereka karena mereka tahu siapa orang yang sedang berlari tersebut.

"NARUTOOOOO!?" Teriak seluruh anggota bajak laut Naruto.

Kid dan Killer yang mendengar itu pun langsung mengarahkan kepada Naruto yang sedang berlari kearahnya.

"Jadi dia Kozuki Naruto?" Ucap Kid.

"Dia tidak terlihat seperti orang kuat." Gumam Killer.

WUUUUUSH!

"NAAAAMIIIIIIII" Teriak Naruto dengan keras dan berlari dengan makin kencang.

WUUUUUUSSSH!

Akhirnya Naruto pun berhenti tepat di depan Yoriichi dan ia membungkukan sedikit badannya dan menaruh kedua lengannya di lututnya dengan nafas yang terengah-engah.

"Kau tahu, ini mengingatkanku pada saat kita pertama kali bertemu. Aku yakin jika kau sampai seperti ini kau sedang mencari seseorang." Ucap Yoriichi kepada Naruto.

"Seseorang? Apa kau mendapatkan nakama baru lagi?" Tanya Nobara.

Srek!

Naruto langsung menunjukan sebuah poster buronan kepada Yoriichi yang dimana poster buronan tersebut adalah poster buronan Nami.

Yoriichi pun melihat poster buronan itu dengan seksama dan kebingungan. "Nami, 16 juta berry. Ada apa dengan orang ini?"

"Hah….hah….hah…. Apa kau pernah melihat orang ini?" Tanya Naruto.

"Tidak." Ucap Yoriichi.

SIUUUNG!

WUUUUSH!

BLETAK!

"SAKITTTTTT!"

Tiba-tiba, Erza datang dari belakang dan ia pun langsung menjitak kepala Naruto dengan keras sehingga membuat Naruto menjerit kesakitan.

"Hah….hah…..hah….. Sudahku bilang untuk sabar…." Gumam Erza yang juga terengah-engah.

"Oi ada apa ini?" Tanya Levi.

"Entahlah.. Dia melihat poster buronan dan langsung berlari seperti orang gila." Ucap Erza.

Nobara yang mendengar itu pun berjalan mendekati Naruto dan ia langsung mengambil poster buronan Nami yang berada di tangan Naruto.

"Nami… Bukankah saat itu kau mengira bahwa aku ini Nami? Apa ini orang yang kau maksudkan?" Tanya Nobara.

"Ah! Apa kau pernah melihatnya!?" Tanya Naruto.

"Tidak." Ucap Nobara.

Naruto yang mendengar itu pun langsung cemberut dan ia langsung terduduk. "Sial! Dimana aku harus menemukannya!?"

"Sudahlah! Lagipula kita tahu bahwa orang yang bernama Nami ini bersama dengan bajak laut Mugiwara. Kita bisa mencarinya nanti." Ucap Erza kepada Naruto.

"Grrrr! Baiklah!" Ucap Naruto yang masih cemberut.

Disisi lain, Kid dan Killer yang melihat peristiwa tersebut hanya berkeringat jatuh dan tidak menyangka bahwa orang yang dikatakan sebagai bajak laut terkuat di generasi terburuk ternyata orang yang konyol dan jauh dari ekspektasi mereka.

"OIII! KOZUKI NARUTO!" Teriak Kid.

Mendengar hal tersebut, Naruto pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Kid. "Hah? Apa!? Siapa kau!?"

"Hehehe! Aku adalah Eustass Kapten Kid! Aku menantangmu bertarung!" Ucap Kid.

"Tidak! Aku sedang tidak mood bertarung!" Ucap Naruto.

"Tidak ada alasan!" Ucap Kid.

SIUUUNG!

Kid pun langsung melompat kearah Naruto dan bersiap untuk menyerang Naruto.

"TERIMA INI! NARU-"

BUUAAAAAAGH!

BOOOM!

Belum sempat menyelesaikan teriakannya, Naruto pun langsung menghantam wajah Kid dengan tinju yang sudah ia lapisi Haki dan membuat Kid langsung tertancap di tanah.

"SENCHOUUUU!" Killer pun berteriak dan ia langsung meghampiri Kid.

"AAAH! Benar-benar menyebalkan! Bagaimana bisa dia meninggalkan desa dan menjadi bajak laut!?" Gumam Naruto.

"Ano, Kozuki-San, kau baru saja memukul seseorang." Ucap Shinobu.

Naruto yang mendengar itu pun sedikit terkejut dan ia langsung mengarahkan pandangannya ke kiri dan melihat Kid yang tertancap ditanah.

"EEEH!? Kenapa ada tiang disini?" Ucap Naruto.

""ITU MANUSIA!"" Teriak Nobara dan Erza.

"Manusia?" Gumam Naruto.

"BRENGSEK! KALIAN SEMUA HARUS MEMBAYAR ATAS APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN PADA KAPTENKU!" Teriak Killer.

Naruto yang mendengar itu pun langsung menatap Killer dengan kebingungan. "Memangnya apa yang telah teman-temanku lakukan?"

"TEMAN-TEMANMU MENGEROYOK KAPTENKU!" Teriak Killer.

Naruto yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pandangannya kepada seluruh nakamanya dan terlihat ia seperti marah.

"Oi! Sudahku bilang kan untuk tidak membuat masalah! Kenapa kalian mengeroyok kaptennya dan membuat orang ini sampai seperti ini!?" Ucap Naruto sambil menunjuk Kid yang sedang tersungkur di tanah.

""ORANG YANG MEMBUATNYA SAMPAI SEPERTI ITU ADALAH KAU!"" Teriak Nobara dan Erza bersamaan.

"Hah? Kapan aku melakukannya!?" Tanya Naruto yang juga panik karena ia merasa tidak melakukannya.

BUAAAGH!

Kid yang sedari tadi terbena ditanah langsung bangkit kembali dan menatap Naruto.

"Grrrr! Apa-apaan seranganmu barusan hah!?" Tanya Kid kepada Naruto.

"Serangan apa!? Aku tidak menyerang siapapun!" Ucap Naruto kepada Kid.

"JELAS-JELAS KAU MENYERANGKU!" Teriak Kid.

"HAH!? SUDAHKU BILANG AKU TIDAK MENYERANGMU!"

Buagh!

""KAU MAU BERTENGKAR HAH!?"" Kid dan Naruto pun membenturkan kepala mereka satu sama lain dan berteriak satu sama lain.

Yoriichi yang melihat itu pun hanya menghela nafas dan mendekati Naruto dan Kid dan melerai mereka.

"Baiklah. Sudah cukup. Ini tempat umum dan kota ini dihuni oleh warga biasa. Tidak baik jika terus melanjutkan pertarungan di tempat seperti ini." Ucap Yoriichi.

Kid dan Naruto pun akhirnya terlerai meskipun mereka masih menatap satu sama lain dengan tajam dan masih mengerang dengan kesal.

"Oi! Kozuki Naruto!" Ucap Kid.

"Apa!?" Jawab Naruto.

"Apa kau juga ingin menjadi raja bajak laut!?" Tanya Kid.

Naruto yang mendengar itu pun memiringkan sedikit kepalanya dan menggaruk-garuk kepala belakangnya. "Tidak."

Kid yang mendengar itu pun sedikit membelalakan matanya karena terkejut. "Ke-Kenapa?"

"Untuk apa aku menjadi raja bajak laut? Raja adalah seseorang yang mengatur bawahannya sedangkan bajak laut adalah tentang kebebasan. Jadi, apa makna dari seorang bajak laut jika mereka mempunyai raja?" Tanya Naruto.

Seluruh kru Naruto yang mendengar itu pun sedikit terkejut namun mereka semua tersenyum. Inilah salah satu alasan mereka mengikuti Naruto karena Naruto mempunyai pola pikir yang tidak bisa ditebak oleh siapapun dan cara berpikirnya memang berbeda dari orang pada umumnya.

Kid dan Killer yang mendengar jawaban Naruto pun tersenyum karena mereka mulai menyadari bahwa Naruto adalah orang yang sangat menarik.

"Hahahaha! Aku baru mendengar alasan konyol seperti itu!" Ucap Kid sambil tertawa.

"Apanya yang konyol hah!?" Teriak Naruto yang tidak terima disebut konyol.

Kid menghentikan tawanya dan ia kembali menatap Naruto. "Jika aku bilang aku akan menjadi raja bajak laut dan menemukan One Piece, apa kau akan menertawakanku?"

"Tidak. Lagipula kenapa aku harus tertawa? Aku bahkan tidak akan tertawa jika ada seseorang yang bermimpi dia akan membuat kehidupan di luar bumi dan tinggal di planet lain! Ngomong-ngomong kenapa pertanyaanmu aneh sekali!?" Teriak Naruto.

Kid pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia lalu membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Naruto dan nakamanya.

"Ayo Killer! Kita harus cepat ke Saboady dan pergi ke dunia baru. Semakin lama aku berlayar, semakin sering juga aku bertemu orang aneh." Ucap Kid.

Killer yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan ia pun langsung berjalan menyusul Kid dan meninggalkan Naruto.

"OOOI! MAU KEMANA KAU!? KITA BELUM SELESAI!" Teriak Naruto.

Kid hanya mengangkat lengannya dan melambaikannya sambil terus berjalan. "Sampai bertemu di dunia baru, Naruto! Aku harap kau tidak mempermalukan kami para supernova jika kau sudah tiba di dunia baru."

Naruto yang mendengar itu pun kebingungan dan tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan Kid. Ia lalu mengarahkan pandangannya kearah nakamanya yang berdiri dibelakangnya.

"Apa kalian mengerti apa yang ia katakan?" Tanya Naruto

"Entahlah. Sepertinya dia iri denganmu." Ucap Nobara.

"Iri? Kenapa ada seseorang iri denganku?" Tanya Naruto.

"Lupakan tentang itu. Ngomong-ngomong, kenapa kau tadi berlari-lari seperti orang kesurupan dan siapa itu Nami?" Tanya Yoriichi.

"Cih! Nami adalah orang yang aku cari selama ini! Aku ingin sekali menghajarnya sekali saja dan setelah itu aku tidak akan mengganggunya lagi!" Ucap Naruto yang kesal.

"Souka. Temanmu yang kau bicarakan waktu itu kah?" Tanya Levi.

"UHM!" Naruto pun mengangguk kepada Levi dengan ekspresi yang masih kesal.

"Jadi bagaimana? Apa kita harus mencarinya sekarang? Aku bisa membuat tubuhnya kaku dan sama sekali tidak bergerak dengan racunku Kozuki-San." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"E-e-h!? Tidak! Tidak! Aku memang ingin menghajarnya tapi jika membuatnya sampai seperti itu aku rasa terlalu berlebihan." Ucap Naruto yang terlihat panik.

"Kalau begitu lupakan tentang Nami ini. Kita harus cepat mencari Genos dan menanyakan kepadanya apakah dia berhasil menemukan temannya dan sudah membuatkan kapal untuk kita." Ucap Erza.

"Dia benar. Kalau begitu, aku akan meneleponnya." Ucap Yoriichi.

Yoriichi pun lalu mengambil denden mushi yang berada di saku celananya dan ia menelepon Genos.

Perepereperep! Gotcha.

"Ah, Yoriichi." Ucap Genos melalui denden mushi.

"Genos, dimana kau? Apa kau berhasil menemukan temanmu?" Tanya Yoriichi.

"Ah. Aku dan dia sedang mendesign sebuah kapal dan sepertinya kapal ini akan jadi dalam waktu 4 hari." Ucap Genos.

"4 hari kah?" Gumam Yoriichi.

"Sepertinya kita harus menetap dulu di pulau ini hingga kapal kita jadi." Ucap Erza.

"Bukan ide yang buruk. Lagipula, kota ini sudah terbiasa dengan kehadiran bajak laut jadi kukira keberadaan kita di kota ini bukanlah sebuah ancaman." Ucap Levi.

"Yo Genos, kalau begitu katakana dimana posisimu. Kami semua akan segera menyusulmu." Ucap Yoriichi.

"Tidak perlu. Lagipula akan sangat membosankan jika kalian harus melihat proses pembuatan kapal. Lebih baik kalian membeli beberapa barang dan stok makanan dan cari penginapan di kota ini. Aku akan segera menyusul." Ucap Genos.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan mengabarimu lagi." Ucap Yoriichi.

Gotcha!

Yoriichi pun langsung menutup denden mushi tersebut dan kembali menaruh denden mushi itu disaku celananya.

"Sepertinya kita harus mencari hotel disekitar sini." Ucap Yoriichi.

"4 hari kah? Sepertinya itu waktu yang cukup untuk menjernihkan pikiranku." Ucap Nobara sambil tersenyum.

"Kau benar Kugisaki-San. 4 bulan lamanya kita terambang di lautan dan akhirnya kita bisa menemukan sebuah pulau. Dan aku kira pulau ini cukup indah." Ucap Shinobu.

"Apa di kota ini ada yang menjual kue storberi?" Gumam Erza.

"Kalau begitu, serahkan stok makanan padaku. Aku akan berkeliling kota ini dan mencari stok makanan. Kalian sudah mendapatkan uangnya bukan?" Tanya Levi.

"Uhm. 4 koper yang kubawa ini berisikan 400 juta berry." Ucap Erza.

""400 JUTA BERRY!?"" Teriak Nobara dan Yoriichi yang terkejut.

"Ah, Naruto, berapa yang harus kita sisihkan untuk biaya pembuatan kapal?" Tanya Erza.

….

….

Semua kru Naruto bingung karena tidak ada jawaban dari Naruto. Mereka lalu melihat kesekeliling mereka dan ternyata Naruto tidak ada disana.

"Are? Naruto?" Gumam Nobara.

"Aku yakin tadi dia disini." Ucap Yoriichi.

"BAKA! Kemana dia pergi!?" Ucap Erza yang panik.

"Tidak perlu panik seperti itu. Lagipula dia itu orang kuat dan aku yakin tidak akan ada orang yang bisa mengalahkannya." Ucap Levi.

"Permasalahanny bukan itu. Dia pasti akan terlibat masalah jika dibiarkan pergi sendiri. Ditambah lagi pikirannya sedang terganggu dengan orang yang bernama Nami itu." Ucap Erza.

"Hmm? Kira-kira kemana Kozuki-San pergi?" Gumam Shinobu.

-X-

Naruto, disisi lain ia memutuskan untuk pergi berjalan sendiri dan selama perjalanan ia terus menatap poster buronan Nami. Ia tidak habis pikir dengan wanita ini karena bisa-bisanya ia pergi meninggalkan desa disaat keadaan desa genting.

Namun, Naruto pun tidak yakin jika Arlong masih berada di Kokoyashi karena jika ia masih berada disana, mustahil Nami pergi meninggalkan desa karena Naruto pun tahu bahwa Nami sangat menyayangi penduduk desa.

Naruto kini sedang berpikir haruskah ia kembali ke Kokoyashi atau tidak karena ia penasaran dengan kondisi desanya itu. Setidaknya, jika ia kembali sekarang, ia tidak akan bertemu dengan Nami dan bisa berbicara baik-baik dengan Nojiko atau Gen-San.

"AAAHH! Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan! Jika Arlong masih berada disana akan penggal kepalanya!" Ucap Naruto.

Buagh!

Karena terlalu sibuk dengan pikirannya, Naruto pun terus berjalan dan tidak melihat keadaan sekitar sehingga ia menabrak seseorang.

"A-ah! Gomenasai!" Ucap Naruto sambil membungkuk.

"Zehahaha! Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini, Kozuki Naruto."

Naruto pun mengangkat wajahnya dan melihat seseorang yang tinggi besar dengan perawakan yang cukup menyeramkan. Seorang pria yang berusia sekitar 38 tahun dengan menggunakan kemeja putih terbuka dan jubah berwarna hitam.

"Kau mengenalku?" Tanya Naruto.

"Tentu saja! Reputasimu sebagai bajak laut cukup terkenal. Malah aneh jika aku tidak mengenalmu." Ucap pria tersebut sambil menyeringai.

"Memangnya kau siapa?" Tanya Naruto.

"Zehahahaha! Namaku, Marshall D,Teach! Senang bertemu denganmu. Aku mempunyai banyak cerita tentang keluargamu jika kau mau mendengarnya." Ucap pria yang bernama Marshall D,Teach tersebut sambil menyeringai.

"Keluargaku?"

TO BE CONTINUED!