THE MOST STRONGEST SUPERNOVA

CHAPTER 26 : THE TRUTH!

"Zehahahaha! Namaku, Marshall D,Teach! Senang bertemu denganmu. Aku mempunyai banyak cerita tentang keluargamu jika kau mau mendengarnya." Ucap pria yang bernama Marshall D,Teach tersebut sambil menyeringai.

"Keluargaku?" Gumam Naruto. "Tapi tunggu! Aku rasa aku pernah mendengar namamu."

"Zehahaha! Mungkin kau salah dengar. Aku tidak terkenal sepertimu." Ucap Teach sambil tertawa.

Naruto yang mendengar itu pun hanya mengangkat bahunya dan menghiraukan semua itu. "Benar juga. Lalu apa yang kau tahu tentang keluargaku?"

"Aku mengetahui semuanya. Aku mengertahui siapa ayah kandungmu dan siapa ibu kandungmu. Aku bahkan mengetahui siapa kakakmu." Ucap Teach.

"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa tahu tentang itu?" Tanya Naruto.

"Zehahaha! Wajar saja. Karena aku dulu adalah bagian dari bajak laut Shirohige." Ucap Teach sambil menyeringai.

Naruto yang mendengar itu pun membelalakan matanya dan terkejut ketika mendengar jawaban dari Teach.

"Ka-kau salah satu anggota bajak laut Shirohige?" Tanya Naruto.

"Tapi sekarang sudah tidak ada. Aku lebih memilih untuk membuat bajak lautku sendiri." Ucap Teach.

"Ah benar juga. Shirohige mengatakan padaku bahwa ayahku dulu pernah berlayar bersamanya." Ucap Naruto.

Kali ini, Teach yang membelalakan matanya dan terkejut saat mendengar ucapan Naruto. "EEH!? Kau pernah bertemu dengan Oyaji!?"

"Tidak. Dia meneleponku." Ucap Naruto dengan datar.

"Bagaimana bisa dia meneleponmu!?" Teriak Teach yang terlihat panik.

"Eto, waktu itu seseorang bernama Ace bertemu denganku dan kelanjutan ceritanya pasti kau mengatahuinya." Ucap Naruto sambil tersenyum.

Teach yang mendengar itu pun langsung menyeringai dengan lebar. Entah kenapa, Naruto merasakan hawa dan aura yang jahat dari Teach ketika ia menyebutkan nama Ace dan itu membuat Naruto curiga.

"Kau pasti mengenal Ace kan? Dia berkata sedang mencari seseorang yang bernama Kurohige karena dia bilang Kurohige telah membunuh salah satu temannya." Ucap Naruto.

"Zehahahahah! Ace kah? Aku yakin sebentar lagi kau akan bertemu dengannya lagi. Dan tentang Kurohige, sebaiknya kau berhati-hati karena suatu saat nanti Kurohige akan menjadi bajak laut yang besar dan berbahaya." Ucap Teach sambil menyeringai.

"Ah. Teman-temanku seperti, Shinobu, Erza, dan Genos pun mengatakan bahwa Kurohige adalah bajak laut yang sangat berbahaya." Ucap Naruto.

"Benarkan? Zehahahaha! Tapi lupakan tentang itu dan mari kita bahas tentang keluargamu." Ucap Teach.

"Baiklah. Lalu apa yang ingin kau ceritakan?" Tanya Naruto.

"Nama ayahmu adalah Kozuki Oden dan ibumu bernama Amatsuki Toki. Aku tidak tahu kapan tepatnya, tapi kira-kira sekitar 26 tahun yang lalu aku bertemu mereka." Ucap Teach.

"26 tahun lalu!?" Ucap Naruto yang terkejut.

"Ah! Oden-San adalah orang yang sangat kuat dan Toki-San adalah wanita yang sangat baik hati. Benar-benar mengingatkanku pada masa lalu." Ucap Teach sambil tersenyum.

Naruto yang mendengar itu pun mulai sedikit tertarik dan mulai penasaran dengan kedua orang tuanya. Naruto ingin mengetahui lebih banyak tentang kedua orang tuanya tersebut.

"Saat itu, Toki-San melahirkan anak pertamanya yang berarti itu adalah kakakmu. Jika aku tidak salah ia bernama Kozuki Momonosuke." Lanjut Teach.

"Aku mempunyai seorang kakak?" Tanya Naruto.

"Zehahaha! Sepertinya, kau mendapatkan banyak kejutan, huh?" Tanya Teach sambil tertawa.

Teach lalu duduk dipinggir sungai dan mengarahkan pandangannya ke sungai tersebut. "Saat itu, Oden-San adalah komandan divisi 2 bajak laut Shirohige. Jabatan itu kini dipegang oleh Ace. Oden-San adalah orang yang sangat baik dan ia selalu membantu nakama dan keluarganya. Ia pun sangat disayangi oleh Oyaji dan bahkan sudah menganggap Oden sebagai adik kandungnya sendiri."

"Sehebat dan seterkenal itu kah ayahku?" Tanya Naruto.

"Ah! Lagipula, dia itu seorang Daimyo." Ucap Teach.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun makin terkejut dan membelalakan matanya. Hatinya mulai kesal karena ia baru tahu bahwa ayahnya adalah seseorang yang mempunyai nama besar.

"Da-daimyo? Apa kau serius hah!?" Teriak Naruto.

"Tidak hanya itu. Bahkan dia adalah calon pemimpin dari sebuah negara yang sangat terkenal. Sebuah negara yang dihuni oleh orang-orang kuat, negerinya para samurai dan ninja, Wano Kuni." Ucap Teach.

"Wano….Kuni? Tunggu! Itu berarti….." Gumam Naruto.

"Zehahahaha! Itu berarti kau adalah salah satu calon penerus shogun Wano Kuni! Darah clan Kozuki mengalir di dalam tubuhmu dan suatu saat, hari dimana kau akan dipanggil ke Wano Kuni akan datang." Ucap Teach sambil menyeringai.

"A-aku tidak mengerti! Jika itu semua benar, lalu mengapa aku dibuang!? Jika aku memang berasal dari keluarga kerajaan, kenapa nasibku seperti ini!?" Teriak Naruto.

Teach yang mendengar itu pun menyeringai dengan lebar dan sedikit melirik kearah Naruto. "Apa kau lupa bahwa kau mempunyai seorang kakak?"

"Ha-hah?" Naruto pun semakin kebingungan dengan perkataan Teach.

"Dalam tradisi Wano Kuni, Seorang shogun akan mewariskan jabatannya kepada anak laki-lakinya yang sulung. Namun, bukankah sangat beresiko jika ada dua anak laki-laki?" Tanya Teach sambil menyeringai.

Naruto membulatkan matanya dan ia mulai mengerti dengan arah pembicaraan ini. "Jangan bilang…."

"Kau di buang karena ayahmu hanya ingin anak pertamanya untuk menjadi Shogun Wano Kuni." Ucap Teach.

Mendengar hal itu, hati Naruto terasa sakit. Ia tidak tahu bahya inilah kenyataanya dan kebenaran dari keluarganya.

"Ja-jadi semua itu bohong? Peperangan yang membahayakan nyawaku? Terpaksa harus membuangku?" Gumam Naruto.

"Zehahaha! Menjadi bagian dari keluarga kerajaan memang merepotkan bukan? Perebutan tahta dan harta menjadi konfik yang tidak bisa terbantahkan." Ucap Teach.

"Lalu apalagi yang kau tahu!? Ceritakan semuanya padaku!" Ucap Naruto.

"Zehahahaha! Oden-San memiliki rambut berwana hitam sedangkan Toki-San memiliki rambut berwarna hijau. Aku baru terpikir kenapa kau memiliki rambut berwarna kuning?" Tanya Teach sambil menyeringai.

Naruto pun memiringkan sedikit kepalanya dan ia kebingungan dengan perkataan Teach. Namun dia membelalakan matanya dan ia seolah tahu apa yang akan dikatan Teach selanjutnya.

"Maksudmu, aku ini anak haram?" Tanya Naruto.

"Zehahahaha! Jangan mengambil kesimpulan secepat itu!" Ucap Teach.

"Lalu apa yang ingin kau katakan!? Jika aku memiliki warna rambut yang berbeda dengan kedua orang tuaku, sudah pasti aku bukanlah anak kandung mereka! Katakan saja padaku siapa orang disana yang memiliki rambut berwarna kuning dan semuanya akan menjadi jelas!" Ucap Naruto.

"Zehahaha! Shirohige memiliki rambut berwarna kuning dan ia cukup dekat dengan Toki-San." Ucap Teach sambil menyeringai.

Naruto pun membelalakan matanya dan mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Ia mengertakan giginya karena saking kesalnya dia.

"Maksudmu…" Gumam Naruto.

"Zehahahaha! Aku tidak yakin soal itu! Tapi, setelah Oden-San dan Toki-San kembali ke Wano, aku sudah tidak mengetahui apapun lagi. Sejak dulu, Wano adalah negeri yang tertutup dan orang luar tidak bisa mengakses informasi dari negeri tersebut. Lagipula, negeri itu sekarang sudah di kuasai oleh Yonkou Kaido dan pastinya ada banyak perubahan disana." Ucap Teach.

Teach pun langsung bangkit berdiri dan menatap Naruto. "Shirohige pasti mengajakmu bergabung bersamanya kan? Tapi dia bukanlah tipe orang yang mengajak sembarang orang untuk masuk ke kapalnya."

Setelah mengatakan itu, Teach pun membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Naruto yang terlihat masih shock.

"Sampai berjumpa lagi, Kozuki Naruto." Ucap Teach.

Teach pun terus melangkah meninggalkan Naruto dan perlahan ia pun menghilang dan meninggalkan Naruto sendirian.

Tanpa terasa, Naruto pun meneteskan air matanya karena ia sangat sedih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dari keluarganya. Ia merasa telah dibohongi oleh ibu kandungnya sendiri dan Naruto merasa ia bukanlah anak yang diinginkan sehingga ia dibuang begitu saja. Naruto merasa bahwa ia telah dikhiantai dua kali. Pertama oleh orang tuanya sendiri dan oleh penduduk desa Kokoyashi dan itu semakin membuatnya marah.

"UAAAAAAAHHH!"

BUAAAAGH!

BOOOM!

Naruto pun langsung meninju sebuah tembok besar yang berada dihadapannya dan membuat tembok tersebut hancur berkeping-keping.

"Kozuki Oden, Kozuki Momonosuke, Amatsuki Toki, Shirohige, Wano Kuni, Yonkou Kaido! Aku yakin mereka semua saling berkaitan dan menyembunyikan rahasia besar dariku!" Gumam Naruto.

Naruto pun mengepalkan tinjunya dan tatapannya sangat tajam layakanya seekor binatang buas yang sedang kelaparan.

"Tunggu saja! Aku akan mendatangi kalian semua satu persatu dan aku akan tunjukan bahwa kalian telah berurusan dengan orang yang salah!" Ucap Naruto.

-X-

Disisi lain, Yoriichi, Nobara, Erza, Shinobu, dan Levi kini sedang berjalan-jalan di kota Water 7. Mereka memutuskan untuk berjalan bersama-sama untuk mencari hotel, bahan makanan dan juga Naruto.

Namun, saat diperjalanan Yoriichi kembali menelepon Genos untuk menanyakan biaya pembuatan kapal dan ternyata biayanya hanya sekitar 80 juta berry saja. Hal itu membuat semua kru Naruto terkejut dan tentu saja senang karena artinya mereka mempunyai 380 juta berry untuk digunakan.

"Uaaaah! Benar-benar hari yang indah! Aku tidak menyangka kita bisa mendapatkan 380 juta berry!" Ucap Nobara.

"Aku tidak tahu siapa teman yang ia punyai di kota ini tapi ku kira Genos-San mempunyai teman yang bisa diandalkan." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Bukankah tadi dia bilang bahwa temannya adalah wali kota dari kota ini?" Tanya Levi.

"Ah. Kau benar. Entah seperti apa masa lalunya tapi aku tidak menyangka teman yang ia bicarakan ini adalah wali kota dari Water 7." Ucap Yoriichi.

"Tapi, bukankah kita harus mencari Naruto terlebih dahulu?" Tanya Erza.

"Gzzz! Tidak bisakah kau lihat kita sedang mencarinya? Kau pikir vivre card siapa yang sedari tadi kita ikuti hah!?" Teriak Nobara kepada Erza.

"Hah!? Aku hanya berbicara! Apa salahnya!?" Teriak Erza.

"Mulutmu cerewet sekali! Membuat telingaku sakit!" Ucap Nobara.

"Kalau begitu tutup saja telingamu!" Ucap Erza.

"Serapat-rapatnya aku menutup telinga, pasti suaramu masih terdengar karena gendang telinga bukanlah organ yang bisa manusia atur! Lebih baik tutup mulutmu!" Ucap Nobara.

"Apa kau bilang!?" Teriak Erza.

Sebelum mereka melanjutkan pertengkaran ke tahap yang selanjutnya, Yoriichi sang wakil kapten pun maju dan melerai kedua temannya itu.

"Baiklah. Baiklah. Sudah cukup. Lebih baik kalian berdua menutup mulut kalian dan fokus mencari Naruto." Ucap Yoriichi.

""CIH!""

Nobara dan Erza pun mendecih dan membuang muka satu sama lain. Hal itu pun membuat Shinobu hanya tertawa karena ia pun tidak mengerti kenapa mereka berdua terus betengkar hanya karena hal remeh.

"Kalian berdua, apa kalian tidak pernah mencoba menjadi sahabat?" Tanya Shinobu.

""TIDAK AKAN PERNAH!"" Teriak Erza dan Nobara bersamaan.

Tiba-tiba Nobara menghentikan langkahnya dan membuat yang lainnya pun ikut berhenti. Nobara mengarahkan pandangannya pada gedung besar yang berada tepat di depannya dan terlihat mata Nobara berbinar-binar.

Kru Naruto yang lain pun ikut melihat gedung tersebut dan ternyata gedung itu adalah sebuah hotel bintang 5 yang sangat mewah.

"Kau mau menginap di hotel ini?" Tanya Levi.

"Tentu saja! Bagaimana menurut kalian!?" Tanya Nobara.

Yoriichi pun melihat sebuah poster besar yang terpampang di hotel tersebut dan melihat pelayanan dan fasilitas apa saja yang berada di hotel tersebut.

"Hm… Tempat permandian air panas privat, restoran bintang 5, kamar VVIP. Sepertinya tidak buruk. Aku tidak keberatan. Bagaimana dengan kalian?" Tanya Yoriichi kepada Shinobu, Erza dan Levi.

"Aku tidak keberatan selama hotel ini mempunyai kamar yang bersih." Ucap Levi.

"Aku tidak keberatan sama sekali. Lagipula, kita punya banyak uang." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Sepertinya pemandian air panas bisa sedikit membuat tubuhku rileks." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu! Ayo kita masuk!" Ucap Nobara.

-X-

Disisi lain kota Water 7, Naruto terus berjalan dan ia sedang mengikuti sebuah vivre card. Vivre card tersebut adalah vivre card milik Genos karena ia ingin melihat bagaimana kapal yang sedang Genos buat dengan temannya.

Namun, Naruto masih terganggu dengan cerita Teach. Ia mengerti bahwa saat ini ia sedang dikendalikan oleh kebencian dan rasa marah akan orang tuanya dan keluarganya. Namun, setelah ia pikir-pikir kembali, sangat tidak bijak jika hanya mendengar cerita dari satu sumber dan ia harus memastikan langsung seperti apa kebenarannya.

Naruto mulai berpikir untuk pergi ke Wano Kuni secepatnya untuk menanyakan tentang keluarganya karena jika ia benar anak dari keluarga kerajaan, maka pasti ada pengikut-pengikut setia keluarganya dan siapa tahu dia bisa mendapatkan informasi dari mereka.

Naruto pun berpikir tentang Shirohige dan ia mulai berpikir kembali kenapa Shirohige menginginkannya untuk bergabung. Jika yang dikatakan Teach benar, bahwa sebenarnya Naruto adalah anak dari Shirohige, maka semua itu masuk akal.

"AAAAAAH! Sial! Aku terus terpikirkan oleh kata-kata si Teach itu! Kenapa aku harus dilahirkan di keluarga yang sangat merepotkan!" Ucap Naruto yang menggerutu.

Hampir satu jam ia berjalan, tida terasa matahari sudah akan terbenam dan ia sudah sampai di pantai Water 7. Mata Naruto tertuju pada matahari yang sedang terbenam ci cakrawala dan ia tersenyum. Setidaknya, setelah melihat poster Nami dan cerita dari Teach, ia sedikit terhibur dengan indahnya fenomena alam tersebut.

Naruto lalu mengarahkan pandangannya ke sebelah kiri dan ia melihat ada dua orang yang sedang duduk disebuah tumpukan kayu besar dan nampaknya kedua orang tersebut sedang beristirahat. Terlihat didepan mereka ada sebuah rangka kapal yang sudah setengah jadi dan dari rangkanya pun sudah terlihat bahwa kapal itu akan menjadi kapal yang sangat besar.

Naruto lalu sedikit menyipitkan matanya karena ia merasa familiar dengan salah satu orang yang duduk tersebut. Dan ternyata benar. Orang tersebut adalah Genos.

"OOOH! GENOOOOSSSS!" Teriak Naruto.

Genos dan Iceberg yang mendengar teriakan dari seseorang, langsung menoleh kearah sumber suara dan Genos pun langsung melambaikan tangannya dan tersenyum kepada Naruto.

"OO! KAPTEN!" Teriak Genos.

Naruto pun langsung berlari menghampiri Genos. "OOO! Sugoi! Sepertinya ini akan menjadi kapal yang besar!"

Iceberg disisi lain mengarahkan pandangannya kepada Naruto dan tersenyum kepada Naruto. "Jadi kau adalah kapten dari Naruto Kaizokudan, Kozuki Naruto. Senang bertemu denganmu. Namaku Iceberg. Aku wali kota Water 7."

Naruto yang mendengar itu pun terkejut dan membelalakan matanya. "EHH!? WALI KOTA!?"

"Hn. Dia adalah temanku. Selain wali kota, dia adalah arsitek kapal yang handal." Ucap Genos.

Naruto yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan ia langsung membungkuk kepada Iceberg untuk memberi hormat.

"Senang bertemu denganmu, pak wali kota!" Ucap Naruto sambil membungkuk.

"Hahahahaha. Tidak perlu formal seperti itu. Aku tidak pernah melihat bajak laut memberi hormat kepadaku sebelumnya." Ucap Iceberg sambil tertawa.

"Sudahku bilang kan dia memang tidak pantas menjadi bajak laut." Ucap Genos sambil tersenyum.

"Ngomong-ngomong pak wali kota, bagaimana dengan kapalnya? Apa kau bisa membuat kapal yang sedikit tangguh? Aku dan nakamaku akan berpetualang berkeliling dunia dan aku tidak ingin mengganti kapal lagi." Ucap Naruto.

Iceberg yang mendengar itu pun langsung merogoh sakunya dan ia mengambil sebua kertas yang ternyata adalah design gambar dari kapal yang akan ia buat.

"Inilah gambarnya." Ucap Iceberg sambil memberikan kertas tersebut kepada Naruto.

Naruto pun langsung mengambil kertas tersebut dan melihat gambar tersebut dengan seksama. Ia tersenyum karena ia merasa bahwa ini akan menjadi kapal yang sangat besar dan bagus meskipun ia tidak mengerti dengan detail designnya.

"Genos, kau harus menjelaskan kepadanya. Lagipula ini adalah kapal rancanganmu. Tugasku disini hanya membantumu." Ucap Iceberg kepada Genos.

"Biar aku jelaskan. Konsep kapal ini adalah kapal perang. Tidak seperti kapal bajak laut umunya yang memakai kayu sebagai bahan dasar, 50% bahan dasar dari kapal ini adalah logam. Sebenarnya aku ingin memakai batu laut sebagai bahan dasar tapi sayangnya batu laut jarang sekali ditemukan." Ucap Genos.

"Kapal besi? Bagaimana kapal bisa berlayar jika terbuat dari besi?" Tanya Naruto.

"Jawabanya simple. Selama masa jenis kapal lebih kecil dari masa jenis air, sebesar apapun kapal itu tetap bisa berlayar dilautan. Besi yang nanti akan kubuat berbentu sebuah cekungan yang diisi oleh udara jadi volumenya akan kecil. Lalu, membuat sebuah teknologi yang memungkinkan kapal ini bisa berlayar tanpa menggunakan layar." Ucap Genos.

"EEEH!? Bagaimana bisa!?" Teriak Naruto.

"Pada dasarnya aku menyebut kapal ini sebagai kapal hybrid. Maksudnya adalah kapal ini bisa begerak dengan kekuatan angina seperti kapal pada umumnya dan kapal ini bisa bergerak dengan kekuatan mesin yang aku rancang. Tapi tentunya ada batas waktu untuk mesin ini dan tidak bisa digunakan secara berlebihan. Maka dari itu aku membuat kapal hybrid." Ucap Genos.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun senyumannya makin lebar dan ia makin tertarik dengan penjelasan Genos.

"Lalu apalagi!?" Teriak Naruto dengan mata yang berbinar-binar.

"Aku membuat 19 meriam di kapal ini. 8 di sisi kanan, 8 disisi kiri, dua dibelakang dan satu di depan. Untuk Meriam bagian depan, aku membuat Meriam laser supaya tidak ada kapal musuh yang bisa menghadang kita." Ucap Genos.

"LASERRR!? Apa laser yang kau maksudkan ini adalah laser yang biasa kau gunakan itu?" Tanya Naruto.

"Ah. Incinerate. Dengan kata lain, kapal ini bisa menembakan sinar laser incenerate seperti yang biasa aku lakukan." Ucap Genos.

"GENNNOOSSS! KAU BENAR-BENAR HEBAT!" Teriak Naruto.

"TIDAK HANYA ITU! Aku juga berencana untuk membuat kapal ini menjadi kapal selam! Itu berarti kita tidak perlu takut tenggelam!" Teriak Genos yang juga ikutan bersemangat.

Iceberg yang melihat konversasi dua orang tersebut pun hanya berkeringat jatuh. "Kau tidak pernah berubah. Selalu terobsesi dengan teknologi."

""YOOOOSSSSSSHHH! KALAU BEGITU KITA SELESAIKAN KAPAL INI MALAM INI JUGA!"" Teriak Naruto dan Genos.

"JANGAN BERCANDA!" Teriak Iceberg.

Perepereperep!

Naruto pun sedikit terkejut ketika mendengar denden mushinya berdering. Ia lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan denden mushinya.

"Moshi-moshi! Naruto disini!" Ucap Naruto.

"DIMANAAAAAAAA KAUUUUUUU!?"

WUUUUUUSSSSSSH!

Tercipta gelombang kejut yang sangat besar akibat teriakan dari denden mushi tersebut dan membuat Iceberg, Naruto dan Genos pun langsung menutup telinga mereka guna melindungi pendengaran mereka.

"Luar biasa! Suaranya bahkan mampu membua air laut yang sedang tenang pun sampai terkejut!" Ucap Iceberg.

"Wanita itu memang orang gila!" Ucap Genos.

"Go-gomen Nobara! Aku tidak bermaksud meninggalkan kalian! Aku sekarang sedang bersama Genos! Hehehehe." Ucap Naruto sambil tertawa canggung,

"CIH! Sekali lagi kau menghilang seperti tadi aku bersumpah akan berlari mengelilingi pualu ini sambil menyeretmu!" Teriak Nobara.

"A-ahahaha! Gomen gomen!" Ucap Naruto sambil tertawa.

"Cepatlah kesini! Kami semua sudah berada di hotel! Kau pasti akan terkejut jika melihat hotel ini! Lagipula ini sudah jam setengah 7 malam! Sudah saatnya kita makan malam bersama!" Ucap Nobara.

"Tapi aku dan genos sedang merancang kapal saat ini." Ucap Naruto.

"Hah? Kau bisa menunda itu! Lagipula masih ada hari esok dan hari selanjutnya!" Ucap Nobara.

"Yang dikatakan temanmu itu benar. Sebaiknya kita sudahi dulu untuk hari ini Genos. Besok aku akan membawa Pauli dan para tukang kapal yang lainnya untuk membantu," Ucap Iceberg sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu." Ucap Genos.

Naruto yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan terlihat kecewa. "Baik-baik! Aku akan segera kesana…"

"CEPATLAH! Atau aku akan menghabiskan ramenmu!" Teriak Nobara.

"APA!? TIDAK AKAN KUBIARKAN! AKU AKAN SEKARANG KESANA JUGA!" Teriak Naruto.

Gotcha!

Naruto pun langsung menutup denden mushinya dan bersiap untuk menuju hotel.

"Pak walikota! Terimakasih atas bantuanmu! Aku pasti akan membayarmu dengan mahal! Sampai jumpa besok!" Ucap Naruto.

SIUUUNG!

Setelah mengatakan hal tersebut, Naruto pun langsung berlari dengan kencang dan meninggalkan Iceberg dan Genos yang berkeringat jatuh melihat tingkah laku Naruto.

"Sepertinya aku pun harus pergi. Teman-temanku sudah menunggu." Ucap Genos kepada Icberg.

"Ah. Aku pun mempunyai beberapa urusan yang harus aku selesaikan. Setelah kepergian para pengkhianat itu, aku harus mencari pengganti untuk menggantikan mereka." Ucap Icberg.

"Aku tidak menyangka kau mempekerjakan agen dari pemerintah dunia." Ucap Genos.

"Jika aku tahu mereka agen pemerintah dunia, aku tidak akan mempekerjakan mereka." Ucap Iceberg.

"Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu besok, Iceberg. " Ucap Genos.

SIUUUNG!

WUUSH!

Genos pun langsung terbang meninggalkan Icberg menggunakan sepatu sainsnya dan ia pun segera pergi ke hotel untuk menyusul Naruto dan kawan-kawannya.

-X-

30 MENIT KEMUDIAN

Hampir 30 menit setelahnya, lebih tepatnya pukul 7 malam Naruto dan Genos pun memasuki hotel dimana para teman-temannya menginap. Mereka berdua berhasil menemukan hotel tersebut karena mereka mengikuti vivre card dari Nobara.

Naruto dan Genos pun sudah sampai di hotel tersebut dan kini mereka berdua sedang berada di meja resepsionis.

"Wah! Hotel ini benar-benar besar!" Ucap Naruto.

"Aku yakin ini pasti pilihan Nobara." Ucap Genos.

"Halo tuan, ada yang bisa kami bantu?"

Naruto dan Genos mengarahkan padangannya kepada seseorang yang berada di belakang meja resepsionis dan melihat seorang wanita yang sedang tersenyum kepada mereka.

"Ah. Kami mencari kamar atas nama Kugisaki Nobara." Ucap Genos.

"Ah! Kugisaki Nobara kah? Dia memesan kamar VVIP. Kamarnya berada di lantai 7." Ucap resepsionis tersebut.

"VVIP? Berapa harga kamar VVIP?" Tanya Naruto.

"10 Juta berry per malam."

BRUUUSH!

Tanpa sengaja, Naruto dan Genos pun menyemburkan ludah mereka karena saking terkejutnya mereka. Untung saja ludah tersebut tidak mengenai resepsionis tersebut.

"10 JUTA BERRY!?" Teriak Naruto.

"Dasar Gila! Wanita itu memang mempunyai selera yang tinggi!" Ucap Genos.

"Benar. Nobara-San telah memesan kamar VVIP selama 4 hari dan dia sudah membayar 40 juta berry. Dia pun menitipkan pesan kepada kami jika ada seorang pria bernama Genos dan Naruto datang, antarkan mereka berdua ke kamar VVIP. Apa anda berdua adalah Genos dan Naruto?" Tanya resepsionis tersebut.

"Aku Naruto." Ucap Naruto.

"Aku Genos." Ucap Genos.

"Baiklah kalau begitu, ikuti aku." Ucap si resepsionis.

-X-

Resepsionis tersebut pun mengantarkan Naruto dan Genos ke kemara VVIP dan kini mereka bertiga sudah sampai di depan pintu kamar VVIP.

"TADAA! Inilah kamar Nobara-San." Ucap Resepsionis tersebut.

"Ah! Terima kasih Ojou-San!" Ucap Naruto.

"Baiklah kalau begitu. Selamat bersenang-senang, Goshujin-Sama!" Ucap resepsionis tersebut.

Resepsionis itu pun langsung pergi meninggalkan Naruto dan Genos yang terlihat kebingungan.

"Goshujin-Sama? Aku?" Tanya Naruto.

"Jangan dipikirkan. Itu semua hanyalah basa basi biasa." Ucap Genos.

TING-TONG!

Genos pun langsung memencet bel yang berada di sebelah kiri pintu tersebut.

CLACK!

Pintu pun terbuka dan terlihat Nobara yang mengenakan baju berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam.

"Lama sekali kalian!" Ucap Nobara.

"Oi! Apa tidak berlebihan memesan kamar semahal ini?" Tanya Genos.

"Heh! Kau tidak akan percaya! Kamar ini mempunyai fasilitas yang sangat menakjubkan! Tidak sia-sia aku membayar 40 juta berry!" Ucap Nobara.

"Benarkah!? Kalau begitu aku akan masuk!" Ucap Naruto,

Naruto pun langsung memasuki kamar hotel tersebut dengan semangat dan diikuti oleh Nobara dan Genos.

Sesaat sampai di kamar tersebut, Naruto membelalakan matanya dan terseyum lebar karena ia melihat sebuah ruangan yang sangat besar dengan interior yang indah. Sebuah sofa yang sangat besar dan terlihat ada 2 kamar tidur yang sangat besar dan juga di terlihat ada sebuah pintu kaca besar dan ada sebuah kolam renang besar di balik pintu kaca tersebut.

"SUUUGGOOOOI!" Teriak Naruto.

"Ah, kau sudah datang?" Tanya Yoriichi.

Naruto pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Yoriichi dan tersenyum. "OOOH! Sepertinya kau sudah membersihkan diri!"

"Ah! Air disini sangat segar! Kau harus mencobanya." Ucap Yoriichi.

"Baiklah kalau begitu!" Ucap Naruto.

Naruto pun langsung berlari kea rah kamar mandi dan sambil berlari ia melepaskan satu per sati pakaiannya.

Disisi lain, Terlihat, Nobara, Genos, Shinobu dan Levi sedang duduk di sebuah sofa besar. Nobara sedang memakan buah-buahan segar, Shinobu sedang membaca sebuah majalah, Levi membaca sebuah koran, dan Genos yang sedang membaca blue print dari kapal buatannya.

"Jadi bagaiamana kapalnya?" Tanya Nobara kepada Genos.

"Ah! Ini blue printnya. Kalian bisa melihatnya." Ucap Genos.

Seluruh kru Naruto pun langsung mengarahkan pandangannya pada blue print yang dibuat Genos. Yoriichi pun langsung mendekat kearah mereka dan melihat blue print tersebut.

"Aku tidak mengerti." Ucap Nobara.

"Genos-San, bukankah ini terlalu besar? Kita semua hanya bertujuh." Ucap Shinobu.

"Aku setuju. Semakin besar kapal, bukankah semakin bersiko untuk penyusup?" Tanya Yoriichi.

"Oi, apa ini kapal dengan teknologi tinggi?" Tanya Levi.

Mendengar hal tersebut, Genos pun langsung tersenyum puas. "Kau benar! Kapal ini sudah aku rancang secanggih mungkin! Kalian pasti akan terkejut!"

"Sebenarnya aku tidak keberatan dengan teknologi yang kau gunakan tapi bukankah kapal ini terlalu besar?" Tanya Yoriichi.

"Aku kira ini cukup. Lagipula kita tidak tahu berapa banyak orang yang akan Naruto rekrut lagi. Aku berjaga-jaga jika saja Naruto akan membawa banyak orang." Ucap Genos.

"Memangnya, berapa banyak lagi yang ia ingin rekrut?" Tanya Levi.

"Entahlah. Tapi aku merasa bahwa bajak laut kita akan menjadi bajak laut yang besar suatu hari nanti." Ucap Genos sambil tersenyum.

"Fufufufu kau benar Genos-San. Aku tidak sabar menghadapi musuh yang kuat." Ucap Shinobu.

"Sepertinya kalian sangat bersemangat sekali. Tapi harus kalian ketahui bahwa banyak sekali bajak laut kuat di dunia ini. Terutama para Yonkou." Ucap Levi.

"Yonkou kah? Aku hanya mengetahui reputasi mereka tapi aku tidak tahu seberapa kuat mereka." Ucap Yoriichi.

"Ah benar juga! Aku dengar kau berasal dari dunia baru. Apa kau pernah bertemu dengan salah satu Yonkou?" Tanya Nobara kepada Levi.

Mendengar hal tersebut Levi pun memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya ke sofa. Ia sedikit menyeruput the panasnya lalu tersenyum.

"Ah. Aku pernah bertemu dengan salah satu Yonkou." Ucap Levi.

"Benarkah? Yonkou mana?" Tanya Genos.

"Big Mom." Ucap Levi.

"Big Mom? Charlotte Linlin kah?" Tanya Yoriichi.

"Kau mengenalnya?" Tanya Levi.

"Hanya reputasinya. Aku mendengar bahwa bajak laut Big Mom adalah bajak laut yang sangat unik karena seluruh anggotanya adalah anak-anak dari Big Mom." Ucap Levi.

""EEHHHH!?""

Seluruh anggota bajak laut Naruto kecuali Levi pun terkejut mendengar perkataan Yoriichi.

"Semua anggotanya adalah anak-anaknya?" Tanya Nobara.

"Memangnya berapa banyak anak yang ia miliki?" Tanya Genos.

"85." Ucap Levi.

Seluruh anggota Naruto pun terkejut dan hanya menganga tidak percaya. Mereka semua baru mendengar ada seorang wanita yang memiliki 85 anak.

"Sugoi! Dia adalah wanita terkuat di dunia ini. AKu yakin itu." Ucap Nobara.

"Kita harus memberinya penghargaan untuk itu." Ucap Genos.

"Tidak mudah bagi wanita melahirkna satu anak tapi ini…. 85…." Ucap Shinobu.

"Apa kau serius?" Tanya Yoriichi kepada Levi.

"Ah. Dia adalah wanita gila. Dia tidak mempercayai orang lain untuk menjadi bagian dari bajak lautnya selain darah dagingnya sendiri." Ucap Levi.

"Bagaimana kau tahu tentang semua itu?" Tanya Genos.

"Aku sempat menjadi bagian dari bajak laut Big Mom. Tapi hanya sekedar aliansi." Ucap Levi.

""EEEEHHH!?""

"Benarkah!?" Ucap Nobara yang terkejut.

"Maka dari itu aku pergi ke Grandline. Berurusan dengan nenek gila itu sangat merepotkan. Lagipula itu cerita lama." Ucap Levi.

"Cerita lama?" Tanya Shinobu.

"Saat itu aku masih berusia 20 tahun dan aku masih mencari jati diri dan kebenaran." Ucap Levi sambil tersenyum.

"Memangnya berapa umurmu sekarang?" Tanya Yoriichi.

"38 tahun." Ucap Levi.

BRRRRRUUUUUSSSSSSH!

Seluruh anggota Naruto pun sangat terkejut dengan jawaban Levi. Tidak pernah terbesit dipikiran mereka bahwa ternyata Levi adalah orang yang sudah tua dan bahkan hampir menyentuh 40 tahun karena wajah Levi yang masih terlihat muda dan lagi, tubuhnya yang pendek.

-X-

Disisi lain, Naruto sudah berada dalam kamar mandi dan telah membuka seluruh pakaiannya. Tanpa sehelai pakaian pun ia tersenyum dan bersiap memasuki bath up besar yang berada di depannya. Naruto sebenarnya sedikit bingung karena bath up tersebut diisi oleh air berwarna putih kental yang nampaknya adalah air sabun namun Naruto menghiraukan itu semua karena ia mengira bahwa itu air bekas Nobara dan Naruto pun ingin mencoba air sabun tersebut.

"Yosssh! Selamat mandi!" Gumam Naruto.

BRUUUSH!

Naruto pun lalu masuk ke bath up tersebut dan tersenyum. Ia merasakan air yang hanyat mulai memasuki pori-pori kulitnya dan tubuhnya pun merasa rileks.

"AHHH! Benar-benar- Eh?"

Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataanya, ia terkejut karena ia merasa ada yang ada sesuatu yang menyentuh bagian vitalnya.

Bruuush!

Seketika, ada seseorang yang muncul dari bath up tersebut dan Naruto pun langsung membulatkan matanya.

"E-erza?" Gumam Naruto.

"Huh? Naruto? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Erza.

Blink! Blink!

"ERZAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

TO BE CONTINUED!