THE MOST STRONGEST SUPERNOVA

CHAPTER 27 : BONDS!

Disisi lain, Naruto sudah berada dalam kamar mandi dan telah membuka seluruh pakaiannya. Tanpa sehelai pakaian pun ia tersenyum dan bersiap memasuki bath up besar yang berada di depannya. Naruto sebenarnya sedikit bingung karena bath up tersebut diisi oleh air berwarna putih kental yang nampaknya adalah air sabun namun Naruto menghiraukan itu semua karena ia mengira bahwa itu air bekas Nobara dan Naruto pun ingin mencoba air sabun tersebut.

"Yosssh! Selamat mandi!" Gumam Naruto.

BRUUUSH!

Naruto pun lalu masuk ke bath up tersebut dan tersenyum. Ia merasakan air yang hanyat mulai memasuki pori-pori kulitnya dan tubuhnya pun merasa rileks.

"AHHH! Benar-benar- Eh?"

Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataanya, ia terkejut karena ia merasa ada yang ada sesuatu yang menyentuh bagian vitalnya.

Bruuush!

Seketika, ada seseorang yang muncul dari bath up tersebut dan Naruto pun langsung membulatkan matanya.

"E-erza?" Gumam Naruto.

"Huh? Naruto? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Erza.

Blink! Blink!

"ERZAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Naruto yang terkejut karena melihat Erza yang ternyata berada di dalam bath up yang sama.

Erza yang melihat kedatangan Naruto pun terkejut namun tidak memberikan reaksi yang berlebihan seperti yang dilakukan Naruto.

"Kau sudah datang? Darimana saja kau tadi sore?" Tanya Erza dengan santai.

Naruto yang melihat gaya bicara Erza dan reaksi Erza yang begitu santai dan tidak terkejut sedikit pun bahkan Naruto pun tidak melihat bahwa Erza terganggu dengan kehadirannya merasa sangat aneh.

"O-oi. Ada apa denganmu?" Tanya Naruto.

"Ada apa denganku? Apa maksudmu?" Tanya balik Erza yang bingung dengan pertanyaan Naruto.

"Kau berada di dalam bak mandi dengan keadaan telanjang bersamaku! Apa kau tidak merasa terganggu!?" Tanya Naruto.

"Tidak. Lagipula, sudah semestinya orang telanjang di kamar mandi kan?" Tanya Erza.

Naruto yang mendengar itu pun semakin kebingungan. Saat ia masih kecil, ia sempat masuk ke kamar mandi dengan keadaan telanjang dan disana ia melihat Nami yang sedang mandi. Namun sesaat Nami melihat Naruto, Nami langsung berteriak dan memukuli Naruto dan mengatakan pada Naruto bahwa pria tidak boleh mandi bersama dengan wanita. Maka dari itu, Naruto memegang kata-kata Nami dan ia takut jika ia mandi bersama dengan wanita lain maka wanita itu pun akan bereaksi yang sama dengan Nami tapi ia bingung mengapa Erza tidak marah sama sekali.

"Dulu aku pernah dipukuli oleh teman wanitaku karena melihatnya telanjang. Maka dari itu aku sedikit takut berada dalam situasi seperti ini." Ucap Naruto.

"Benarkah? Tapi aku tidak keberatan sama sama sekali tidak keberatan telanjang di depan para sahabatku karena aku merasa aman saat bersama mereka. Lagipula, kau adalah teman dan kaptenku jadi kau tidak akan menyerangku saat aku mandi kan?" Tanya Erza.

"Ah kau benar. Tapi, bisakah kau melepaskan tangannmu dari sana? Aku mulai merasa aneh." Ucap Naruto.

Erza yang mendengar itu pun mengarahkan pandangannya kebawah dan melihat bahwa ia sedang menggenggam penis Naruto.

"Ah maaf. Aku sedikit tertarik dengan benda ini. Jadi ini yang dinamakan pedang tumpul pria?" Tanya Erza.

"Uhm. Apa kau baru pertama kali melihatnya?" Tanya Naruto.

"Sebenarnya tidak. Aku sudah pernah melihat benda ini di beberapa majalah." Ucap Erza.

Erza masih belum melepaskan genggamannya pada penis Naruto dan malah ia menggerakan tangannya sedikit lebih ke bawah dan menyentuh dua bola kecil yang aneh.

"Hm? Apa ini?" Tanya Erza.

"Entahlah. Aku pun tidak tahu. Sampai sekarang pun aku masih mencari kebenaran tentang kedua bola aneh itu tapi aku masih belum tahu. Aku bahkan tidak tahu kegunaan dari dua bola ini." Ucap Naruto.

Erza yang mendengar perkataan Naruto pun menganggukan kepalanya seolah mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Naruto.

Brussh!

Erza lalu melepaskan genggamannya pada penis Naruto dan ia langsung bangkit berdiri. Naruto kini melihat seluruh lekuk tubuh Erza dan melihat setiap inchi bagian dari tubuhnya. Mungkin, bagi pria biasa ini adalah sebuah sepotong kecil surga yang bisa mereka lihat namun tidak dengan Naruto yang terlihat biasa saja dan tidak terganggu dengan Erza yang telanjang.

"Aku akan membantumu. Biarku basuh punggungmu." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Benarkah? Terima kasih kalau begitu!" Ucap Naruto yang juga tersenyum.

Bruush!

Naruto pun langsung bangkit berdiri dan keluar dari bak mandi tersebut. Naruto lalu mengambil sebuah bangku kecil dan ia duduk di bangku tersebut. Hal yang sama pun dilakukan Erza dan ia meletakan bangku yang ia ambil dibelakang Naruto dan duduk di belakang Naruto.

Erza mengambil sebuah sabun batang dan ia pun mulai menyabuni punggung Naruto dengan halus.

"Uaaah! Kali ini punggungku akan terasa sangat bersih." Ucap Naruto.

"Kau tidak pernah membersihkan punggungmu?" Tanya Erza.

"Tentu saja aku membersihkannya! Tapi, ada beberapa bagian yang tidak bisa aku jangkau jadi aku kira punggungku tidak bersih secara merata." Ucap Naruto.

"Aku pun sama. Lenganku tidak begitu panjang sehingga terkadang aku sulit menjangkau punggungku." Ucap Erza.

"Kalau begitu, setelah ini biar aku yang menggosok punggungmu." Ucap Naruto.

"Benarkah!? Baiklah kalau begitu." Ucap Erza sambil tersenyum.

Erza pun terus menggosok punggung Naruto sampai punggungn Naruto terlihat bersih dan sudah tidak ada lagi debu dan kotoran yang berada di punggung Naruto. Namun tidak berhenti sampai disitu, Erza sedikit mendekatkan tubuhnya kearah Naruto sehingga payudaranya pun menyentuh Naruto.

"Hm? Apa yang kau lakukan?" Tanya Naruto.

"Aku sempat melihat posisi seperti ini dari majalah yang aku baca. Di majalah itu tertulis bahwa posisi seperti ini adalah posisi yang sangat disukai pria." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Benarkah? Tapi aku tidak merasa senang? Maksudku, aku merasa biasa saja." Ucap Naruto.

Erza pun lalu menggerakan tangannya dan mulai menyentuh bagian tubuh Naruto. Ia meletakan tangann kanannya di dada Naruto dan tangan kirinya di penis Naruto.

"Bagaimana dengan ini?" Tanya Erza.

"Hmmmm…. Aku merasa sedikit nyaman tapi juga sedikit aneh." Ucap Naruto.

"Benarkah? Apa majalah itu berbohong? Dasar majalah sialan!" Gumam Erza.

"Nah, Erza, kali ini biar aku yang membasuh punggungmu." Ucap Naruto.

"Uhm. Baik." Ucap Erza.

Mereka berdua pun kembali bangkit berdiri dan mulai betukar posisi. Kali ini, Erza yang duduk di depan dan Naruto duduk di belakang Erza.

Sesaat setelah melihat punggung Erza, Naruto sedikit membelalakan matanya saat ia melihat sebuah tanda, atau bisa dibilang sebuah bekas luka yang cukup besar namun luka itu berbentuk seperti gambar cakar naga. Naruto tahu tentang luka itu karena Hancock pun mempunyai luka yang sama di punggungnya.

Naruto pun lalu mulai mengambil sabun batang yang digunakan oleh Erza dan menggosok dan membersihkan punggung Erza.

"Kau ingat saat pertama kali kita bertemu kerajaan Germa?" Tanya Erza.

"Tentu saja." Ucap Naruto.

"Saat itu aku terkurung disebuah ruangan. Dengan rantai yang mengikat lengan dan kakiku, aku merasa sangat takut pada saat itu. Mengingatkanku pada masa lalu." Ucap Erza yang terlihat sedih sambil menundukan kepalanya.

"Maksudmu, tenryuubito?" Tanya Naruto.

"Saat itu aku masih berusia 10 tahun. Aku diculik oleh segerombolan orang dan dibawa ke tempat pelelangan manusia. Aku dibeli oleh bangsawan dunia dan mereka menjadikanku budak." Ucap Erza.

"Kau tahu, kau tidak perlu menceritakannya. Aku mengerti bahwa itu sangat menyakitkan untukmu." Ucap Naruto.

"Jika aku tidak menceritakannya kepadamu, kepada siapa lagi aku harus bercerita? Kelompok bajak laut ini adalah rumahku dan tempatku bersandar." Ucap Erza.

Naruto yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Meskipun ia bukanlah pria yang peka terhadap perasaan seorang wanita, namun ia bisa memahami jika seorang wanita sedang membutuhkan sebuah bantuan dari rasa penderitaanya. Hancock dan Erza adalah contoh dari wanita yang sebenarnya berhati lembut namun karena masa lalu mereka, mereka terpaksa harus menjadi wanita yang menyeramkan guna melindungi diri mereka sendiri.

"Hidup dibawah bayang-bayang seseorang, hidup dalam belas kasih seseorang, bahkan untuk tertawa dan menangismu kau harus meminta izin terlebih dahulu. Itu sangatlah mengerikan. Beruntung saat itu ada seseorang yang menginvasi Marijois sehingga para budak pun berhasil melarikan diri." Ucap Erza.

Grab!

Erza membelalakan matanya karena tiba-tiba Naruto memeluknya dari belakang.

"Eto, aku tidak tahu bagaimana cara menenangkan orang lain tapi hanya ini yang bisa aku lakukan. Aku tidak perduli dengan masa lalumu karena yang terpenting adalah kau bagian dari bajak laut Naruto. Itu berarti, seluruh beban, masalah, penderitaanmu menjadi tanggung jawabku sebagai seorang kapten.

Mendengar hal tersebut Erza pun tersenyum dan tanpai ia sadari, setetes air mata pun keluar dari matanya karena saking bahagiannya ia. Untuk pertama kalinya ia merasakan hangatnya sebuah keluarga dan untuk pertama kalinya ia merasa bahwa ia aman dan ia bisa melakukan apapun.

"Terima kasih Naruto…" Gumam Erza.

"Tidak usah dipikirkan. Shishishi." Ucap Naruto sambil tertawa.

"E-eh, Naruto aku merasa ada yang aneh dengan bagian bawah dan bokokngku, Seperti ada sesuatu yang mencoba untuk masuk." Ucap Erza dengan wajah yang merona.

Naruto yang mendengar itu pun langsung mengarahkan pandangannya kebawah dan ia melihat bahwa penisnya ternyata menyelinap dibokong Erza dan menyentuh organ vital dari Erza.

"Ah, sepertinya pedangku masuk kebokongmu." Ucap Naruto dengan datar.

"Ta-tapi, entah kenapa ini terasa begitu nyaman." Ucap Erza.

"Benarkah? Sejujurnya aku pun merasakan hal sama tapi entah kenapa aku merasa harus mengakhirinya sekarang." Ucap Naruto.

Naruto pun lalu dengan perlahan menarik pensinya namun, Erza malah membelalakan matanya dan merasa ada yang menggelitik organ vitalnya.

"A-apa itu tadi? Kenapa aku merasa ingin melakukannya lagi?" Tanya Erza.

"Entahlah. Aku pun ingin melakukannya lagi tapi kita harus cepat. Karena makan malam akan segera datang dan aku tidak ingin ramenku habis." Ucap Naruto.

"Kau benar! Aku sudah memesan banyak kue stroberi dan aku tidak ingin ada seorang pun yang memakannya." Ucap Erza.

"Baiklah kalau begitu! Ayo selesaikan mandi kita dan segera menuju meja makan!" Ucap Naruto.

-X-

Disisi lain, di ruang makan, seluruh kelompok Naruto kecuali Naruto dan Erza sedang berkumpul dan terlihat sudah ada hidangan di meja makan mereka. Hidangan yang begitu megah dan mewah yang sebenarnya sudah tidak sabar mereka santap tapi mereka bersabar menunggu Erza dan Naruto.

"Ano, dimana Scarlet-San dan Kozuki-San?" Tanya Shinobu.

"Erza sedang mandi. Naruto pun sedang mandi." Ucap Levi.

"Hm?" Gumam Yoriichi.

"Jangan-jangan!" Ucap Genos.

"Dasar bodoh. Tidak mungkin hal seperti itu terjadi. Naruto adalah pria polos sedangkan Erza adalah wanita yang bodoh. Meskipun mereka memang mandi bersama dan melihat satu sama lain, aku yakin mereka bahkan tidak tahu cara menggunakan alat kelamin mereka. Jadi sabarlah dan tunggu saja." Ucap Nobara yang menopang dagu dan terlihat malas.

"Kenapa kau bisa begitu yakin?" Tanya Yoriichi.

"Aku sempat berbicara dengan Naruto dan ia mengatakan bahwa ia tidak tahu cara melakukan seks. Sedangkan si merah itu hanyalah wanita polos yang berlagak liar. Dia menyimpan beberapa majalah porno dan erotis dan sangat menukai hal-hal yang mesum. Tapi dia tidak pernah melakukannya dengan siapapun dan bahkan dia pun sama dengan Naruto yang tidak tahu bagaimana cara melakukan seks." Ucap Nobara

"Kau berbicara seolah-olah kau lebih berpengalaman dari mereka berdua." Ucap Levi.

"Apa kau bodoh? Manusia normal tentunya bisa melakukan itu semua tanpa pengalaman sebelumnya. Seks adalah insting seorang manusia dan mereka akan melakukannya jika waktunya tepat. Tapi untuk manusia upnormal seperti kalian semua pastinya itu adalah hal yang sulit. Aku kadang merasa kasihan pada kalian." Ucap Nobara.

"Ara-ara, Kugisaki-San sepertinya pernah mendapatkan pengalaman seks yang luar biasa." Ucap Shinobu.

"Jangan asal bicara bocah. Aku masih perawan." Ucap Nobara.

BRRAAK!

"OOOH! MAAF MEMBUAT KALIAN MENUNGGU!"

Seketika, pintu ruang makan pun terbuka dan muncul Naruto dan Erza dari pintu tersebut. Terlihat Naruto yang memakai kimono putih panjang sedangkan Erza memakai kimono biru pendek.

"Lama sekali kalian." Ucap Yoriichi.

"Apa kalian mandi bersama?" Tanya Genos.

"Uhm. Kami berdua mandi bersama dan saling menggosok punggung kami satu sama lain." Ucap Erza.

"Ara-ara, apa kalian tidak malu?" Tanya Shinobu sambil terseyum.

"Tentu saja tidak. Kenapa aku harus malu melepaskan pakaianku di depan sabahatku?" Tanya Erza.

BRAAAK!

Yoriichi, Genos dan Shinobu menjatuhkan kepala mereka ke meja saat mendengar jawaban konyol dari Erza.

"Sudahku bilang kan? Mereka berdua memang aneh. Kalian berdua cepatlah kesini dan ayo kita makan bersama." Ucap Nobara kepada Erza dan Naruto.

Erza dan Naruto pun lalu berjalan mendekati meja makan dan duduk di tempat mereka masing-masing. Erza duduk disebelah Shinobu sedangkan Naruto duduk disebelah Nobara dan akhirnya mereka bertujuh telah berkumpul semua.

"OOOH! Sepertinya ramen ini sangat lezat! Apa kalian yang memesang ini semua?" Tanya Naruto sambil tersenyum.

"Ah. Genos bilang harga kapalnya hanya 80 juta berry. Jadi kita masih punya sekitar 370 juta berry dan karena kita sudah menghabiskan 40 juta berry jadi tersissa 330 juta berry." Ucap Yoriichi.

"Souka. Lalu apa yang harus kita lakukan dengan sisa uang itu?" Tanya Naruto.

"Tentu saja membeli furniture! Aku ingin barang-barang mewah di kamarku nantinya!" Ucap Nobara.

"Baiklah. Tidak masalah bagiku. Lagipula kita masih punya banyak uang kan?" Tanya Naruto.

"Tapi kita tidak bisa menghamburkan uang secara terus menerus. Kita hanya memiliki 1 peti yang berisikan emas dan aku yakin itu emas itu berkisar 600 juta. Setidaknya kita harus mencari uang lagi." Ucap Yoriichi.

"600 juta berry itu sangat banyak. Memangnya apa yang akan kalian beli sehingga kalian ingin mengumpulkan uang lagi?" Tanya Levi.

"Itu hanya cadangan saja. Lagipula kita adalah bajak laut. Kita harus mempunyai harta. Kita bukan angkatan laut yang digaji setiap bulan." Ucap Genos.

"Ah Levi. Kau dulu kan membuka kedai teh. Bagaimana jika kau membuka kedai teh di kapal?" Tanya Naruto.

"Dasar bodoh. Siapa yang mau membeli secangkir teh dari seorang bajak laut." Ucap Levi.

"Ah, benar juga. Hehehe." Ucap Naruto.

"Ara-ara. Jangan khawatir. Aku mempunyai banyak simpanan uang. Lagipula aku produsen obat terbesar di dunia ini dan aku mendapatkan banyak uang dari obat-obatku." Ucap Shinobu.

"Maksudmu tas besar yang waktu itu kau bawa?" Tanya Nobara.

"Uhm! Aku sudah memindahkan semuanya ke kantong yang Tsugikuni-San dan Genos-San tadi pagi bawa." Ucap Shinobu.

"Baiklah kalau begitu! Artinya, secara keuangan kita aman dan tidak perlu khawatir! Lagipula sudah ada banyak makanan di depan kita dan kita harus makan semua ini!" Ucap Naruto.

Naruto lalu mengambil sebuah sumpit dan ia menarik mangkok ramen yang ada dihadapannya.

"ITADAKIMASU!" Teriak Naruto.

""ITADAKIMASU!"" Seluruh kru Naruto pun mengucapkan hal yang sama dan mulai menyantap makan mereka.

Naruto seperti biasa menyantap ramen jumbo dengan telur,Yoriichi memakan sushi, Nobara memakan steak sapi,Genos memakan onigiri,Erza memakan kue stroberi, Levi memakan pasta dan tentunya di temani secangkir teh, dan Shinobu memakan udon.

Mereka semua menyantap makanan mereka dengan santai dan mereka menikmati makan mereka masing-masing. Setidaknya, inilah saat santai bagi mereka karena tadi siang mereka baru saja diganggu oleh bajak laut Kid.

"Naruto, setelah ini kemana kita akan pergi?" Tanya Levi.

"SLUURP! Aku berencana untuk pergi ke dunia baru. Tapi apa kalian semua sudah siap?" Tanya Naruto sambil menyantap ramennya.

Mendengar hal tersebut, Yoriichi pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Naruto. "Secara pribadi aku siap. Tapi, apa tujuanmu pergi ke dunia baru?" Tanya Yoriichi.

"Kalau dipikir-pikir, praktis kita belum pernah mengalami kekalahan dalam pertarungan. Tapi aku yakin musuh-musuh yang ada di dunia baru pasti jauh lebih kuat." Genos.

"Benarkah? Bukankah si Doflamingo itu bajak laut yang berasal dari dunia baru? Kita bisa mengalahkannya." Ucap Nobara.

"Aku sama sekali tidak keberatan kalau kita pergi ke dunia baru sekarang." Ucap Erza.

Levi yang mendengar itu pun menyeruput the panasnya sedikit dan mulai memasang ekspresi serius.

"Ada satu aturan yang tidak bisa kita langgar di dunia baru." Ucap Levi.

Seluruh kru Naruto pun langsung mengarahkan pandangannya kearah Levi dan bertanya-tanya dengan apa yang dimaksud oleh Levi.

"Apa maksudmu?" Tanya Yoriichi.

"Ada dua cara bertahan hidup di dunia baru. Menjadi bawahan Yonkou atau melawan Yonkou." Ucap Levi.

"Hm?" Genos pun sedikit melirik kearah Levi.

"Seluruh pulau atau wilayah di dunia baru sudah dikuasai oleh para Yonkou. Shirohige, Big Mom, Kaido. Mereka semua mempunyai teritori mereka masing-masing dan tentunya jika kita memasuki teritori mereka dengan gegabah, mereka pasti akan murka dan menghajar kita semua. Untuk Akagami, aku tidak terlalu mengenalnya karena baru 4 tahun yang lalu dia menjadi Yonkou." Ucap Levi.

Naruto yang mendengar nama Kaido dan Shirohige disebut pun sedikit merasa terganggu karena tadi sore ia baru mendengar cerita tentang kedua Yonkou tersebut dari Teach.

"Levi, apa kau tahu daerah mana saja yang dikuasi oleh Kaido dan Shirohige?" Tanya Naruto.

"Aku tidak tahu banyak namun, salah satu pulau besar yang dikuasai oleh Shirohige adalah pulau manusia ikan. Sedangkan Kaido menduduki Wano Kuni. Kenapa kau bertanya?" Tanya Levi.

"Pulau manusia ikan?" Tanya Naruto.

Mendengar hal tersebut, Nobara pun langsung melirik kearah Naruto karena ia tahu bahwa Naruto sedikit memiliki masalah dengan manusia ikan.

"Benar juga. Kau kan membenci manusia ikan. Apa aku berencana menghancurkan pulau itu? Aku akan mengahancurkannya jika kau menyuruhku." Ucap Nobara.

"Oi! Sabarlah sedikit." Ucap Yoriichi kepada Nobara.

Naruto yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Huffft. Aku memang membenci manusia ikan tapi setelah aku pikir-pikir mungkin tidak semua manusia ikan seperti Arlong. Mungkin saja beberapa dari mereka ada yang baik jadi aku tidak akan menyerang pulau manusia ikan itu." Ucap Naruto.

"Lalu kenapa kau bertanya tentang Kaido, Kozuki-San?" Tanya Shinobu.

"Tadi sore aku bertemu dengan seseorang yang bernama Teach. Dia-"

"APAAA!? Apa Teach yang kau bicarakan ini adalah Marshall D,Teach!?" Teriak Erza yang langsung memotong perkataan Naruto.

"A-a-ah! Itu namanya! Aku merasa penah mendengar nama itu sebelumnya tapi aku lupa!" Ucap Naruto.

"BODOH! Dia adalah Kurohige!" Teriak Erza.

"APAAAAAAAAA!?"

Naruto pun berteriak karena ia terkejut. Ternyata orang yang bernama Teach itu adalah Kurohige dan Naruto baru mengetahuinya sekarang. Dia barus saja bertemu dengan orang yang hampir membunuh Genos dan Erza dan orang yang sedang dicari oleh Ace dan Shirohige.

"Tapi aku tidak bisa menyalahkan Naruto tentang ini. Lagipula dia adalah bajak laut baru dan belum terkenal sama sekali. Dia juga pandai menyembunyikan identitasnya sejauh ini." Ucap Genos.

"Kuro…hige kah?" Gumam Shinobu yang terlihat sangat marah.

"Kurohige? Siapa dia?" Tanya Levi pada Yoriichi.

"Aku pun tidak terlalu tahu. Tapi, Kurohige ini pernah hampir mengalahkan Genos dan Erza dan kini ia sedang di cari oleh Shirohige karena ia membunuh satu komandan divisi bajak laut Shirohige. Dan juga, dia adalah mantan anggota bajak laut Shirohige." Ucap Yoriichi.

Naruto pun semakin geram karena sebenarnya ia merasakan aura jahat dari Kurohige namun ia menghiraukan itu semua karena ia berpikir bahwa orang itu bukanlah Kurohige.

"Lalu apa yang kalian bicarakan?" Tanya Erza.

"Dia menceritakan kepadaku tentang seluk beluk keluargaku." Ucap Naruto.

Seluruh kru Naruto pun terkejut dan membelalakan mata mereka. Akhirnya, mereka akan mengetahui siapa Naruto sebenarnya dan dari mana asal Naruto.

"Dia mengatakan bahwa aku adalah putra dari seorang Daimyo di Wano Kuni. Ia bernama Kozuki Oden. Dia pun berkata bahwa aku mempunyai seorang kakak laki-laki dan aku dibuang oleh kedua orang tuaku karena ayahku ingin kakakku yang menjadi penerusnya." Ucap Naruto.

Levi yang mendengar itu pun sedikit terkejut karena ia merasa pernah mendengar nama itu. "Kozuki Oden kah? Entah dimana tapi aku merasa nama itu sangat familiar."

"Dia pun mengatakan bahwa ayahku memang benar pernah berlayar menjadi bajak laut dan bahkan ia dulunya adalah komandan divisi 2 bajak laut Shirohige." Ucap Naruto.

"Naruto! Mungkin ini terkesan aku mencampuri urusan keluargamu tapi saranku sebaiknya kau jangan terlalu mempercayai Kurohige. Dia adalah pria yang sangat licik!" Ucap Erza.

"Souka. Jadi itu alasanmu bertanya tentang Kaido. Apa kau ingin pergi ke Wano Kuni dan mencari tahu kebenarannya?" Tanya Levi.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun mulai bimbang. Perkataan Erza sangat benar bahwa Kurohige adalah orang licik dan siapa tahu semua cerita itu hanyalah kebohongan yang ia buat. Entah apa tujuannya tapi pasti ada maksud dan tujuan dari Kurohige yang tiba-tiba menceritakan masa lalu dari Naruto dan keluarganya.

"Kaido adalah bajak laut yang sangat sadis. Dia senang mengumpulkan orang-orang kuat dan menjadikan mereka sebagai bawahannya. Lalu yang aku dengar pun Kaido merebut Wano Kuni secara paksa dari penguasa sebenarnya. Aku yakin pasti masih ada para pemeberontak yang menentang keberadaan Kaido di Wano Kuni dan jika cerita si Kurohige ini benar, maka aku yakin orang-orang di Wano Kuni ini pasti mengenalimu." Ucap Levi.

"Apa kita akan pergi kesana?" Tanya Yoriichi kepada Naruto.

Naruto pun mulai berpikir sejenak. Tentunya dia sangat ingin pergi ke Wano Kuni dan ingin mengetahui cerita yang sebenarnya. Tapi disisi lain, ia merasa belum siap untuk berhadapan dengan seorang Yonkou. Naruto merasa bahwa ia pasti akan kalah jika melawan salah satu dari Yonkou karena ia masih belum bisa mengendalikan kekuatan buah iblisnya dengan sempurna. Naruto berencana, saat ia sudah berhasil mengendalikan kekuatan buah iblisnya, barulah dia akan menantang salah satu Yonkou.

"Tidak. Jangan terburu-buru. Aku rasa, kita masih perlu bertarung dengan orang-orang kuat selain Yonkou untuk menguji kekuatan kita. Yonkou adalah tingkatan tertinggi dari bajak laut dan pastinya mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan disokong oleh prajurit yang banyak." Ucap Naruto.

"Aku setuju denganmu." Ucap Genos.

"Kalau begitu, kita harus pergi ke Saboady terlebih dahulu." Ucap Levi.

"Saboady?" Gumam Naruto.

"Itu adalah pulau terakhir di Grandline dan pintu gerbang menuju dunia baru. Setidaknya kita bisa mendiskusikan hal ini saat kita sampai disana." Ucap Levi.

Naruto yang mendengar hal tersebut pun mengangguk dan tersenyum.

"YOSSSH! Baiklah kalau begitu, sudah kuputuskan! Pertama, kita tunggu sampai kapal selesai dan kita akan pergi ke Saboady!" Ucap Naruto.

""OOOOOOOOOOOOOO!""

-X-

( TIME SKIP 4 HARI )

4 hari telah berlalu semenjak hari itu. Selama 4 hari tersebut, Naruto dan para nakamanya hanya berjalan-jalan di kota Water 7. Nobara membeli beberapa pakaian dan juga furniture-furniture mahal yang akan ia pasang di kamarnya nanti. Yoriichi, Levi dan Shinobu lebih banyak menghabiskan waktu mereka di hotel sambil membaca majalah dan berita. Naruto dan Erza lah yang mengelilingi kota Water 7 untuk mencari barang-barang yang aneh.

Erza membeli beberapa senjata seperti pedang, kapak, tombak, dan juga beberapa baju zirah besi yang akan ia gunakan untuk bertarung suatu hari nanti. Ia pun tidak lupa untuk membeli beberapa majalah erotis dan porno karena entah kenapa ia sangat suka membaca dan mengkoleksi majalah-majalah itu.

Sedangkan Naruto hanya berkeliling kota dan membeli beberapa setel baju. Dalam hal ini, Nobara lah yang selalu memberi saran kepada Naruto tentang style pakaiannya dan rata-rata baju yang dibeli oleh Naruto adalah baju pilihan Nobara.

Baju-baju tersebut pun sebenarnya tidak buruk karena Nobara merupakan wanita yang mengerti tentang style dan juga seleranya cukup mahal. Naruto membeli sebuah kemeja berwarna putih, jubah hitam panjang, sepatu boots, mantel bulu dan masih banyak lagi dan tentunya seluruh pakaian itu berharga sangat mahal.

Disisi lain, Genos lah yang memisahkan diri karena ia fokus membangun dan membuat kapal dengan Iceberg. Genos sangat bersemangat membuat kapal tersebut karena ia merasa bahwa akhirnya ia membuat sebuah kapal untuk seseorang dan kapal itu adalah kapal berteknologi tinggi seperti yang selalu ia impikan saat ia kecil.

Proses pembuatan kapal pun berjalan lancar. Meskipun, ada beberapa kendala dari para tukang kayu yang membantu karena mereka tidak mengerti dengan teknologi yang dijelaskan oleh Genos, tapi pada akhirnya mereka pun mengerti dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Iceberg pun sedikit kesulitan memahami konsep yang diberikan Genos karena pada dasarnya ia hanyalah pembuat kapal bukan ahli teknologi. Jika saja ada Franky disini, maka mungkin pembuatan kapal akan jauh lebih cepat selesai.

Dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh bajak laut Naruto. Hari dimana kapal mereka sudah jadi dan hari dimana mereka akan meninggalkan kota Water 7.

Naruto dan nakamanya pun sudah berkemas dari hotel tersebut dan mereka sudah membawa barang mereka masing-masing dan sudah meninggalkan hotel tersebut. Kini mereka semua sedang berjalan kearah pantai Water 7 untuk bertemu dengan Genos dan melihat kapal mereka.

"YUUUHU! Aku benar-benar sudah tidak sabar melihat kapal baru kita!" Ucap Naruto.

"Benar! Aku sudah memberikan furniture-furniture yang aku beli kepada Genos dan kuharap dia sudah measangkannya dengan benar!" Ucap Nobara.

"Jangan terlalu berharap. Lagipula kapal ini hanya berharaga 80 juta berry." Ucap Levi sambil tersenyum.

"Sudahku bilang itu adalah harga teman! Jika Genos tidak kenal dengan walikota itu aku yakin harga kapal ini bisa mencapai milyaran berry!" Ucap Nobara.

"Ara-ara, kalian terlihat begitu bersamangat." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Aku pun meminta Genos untuk membuat ruangan khusus kepada Genos dan kuharap dia sudah membuatkannya dengan benar." Ucap Erza sambil tersenyum.

Mendengar hal tersebut Naruto pun mengarahkan pandangannya kepada Erza. "Ruangan apa?"

"Ruangan hukuman!" Ucap Erza sambil menyeringai.

Naruto yang mendengar itu pun seketika bergidik ngeri dan membayangkan horrornya ruangan yang dibicarakan Erza. Sedangkan Nobara hanya berkeringat jatuh karena tahu ruangan apa yang dimaksud Erza dan itu tidak lebih dari ruangan mesum yang Erza inginkan karena terlalu banyak membaca majalah erotis.

"Sepertinya kita sudah sampai." Ucap Yoriichi.

Mereka semua pun seketika berhenti dan mengarhakan pandangan mereka kearah utara dimana ada sebuah kapal berwarna merah oranye yang sangat besar terparkir di pantai. Sebuah kapal besar dengan 5 layar yang membentang dan setiap layar tersebut ada gambar tengkorak rubah yang merupakan lambang bajak laut dari Naruto Kaizokudan.

Terlihat juga dibagian depan kapal ada patung kepala rubah berwarna merah dan didalam mulut patung rubah tersebut ada sebuah corong meriam yang sangat besar. Di sisi kanan dan sisi kiri kapal pun terdapat Meriam yang masing-masing berjumlah 8 sedangkan di bagian belakang kapal terdapat dua Meriam.

Seluruh mata kru Naruto pun terbelalak dan mereka tidak menyangka bahwa kapal mereka akan menjadi sebagus ini dan sebesar ini. Mereka sangat senang melihat kapal baru mereka dan mereka merasa bahwa kini mereka sudah lengkap.

"SUUUUUGOOOOOOOOI!" Teriak Naruto dengan sangat keras.

"O-oi! Mustahil!" Gumam Yoriichi yang juga terkejut.

"Luar biasa." Ucap Levi.

"Diberkatilah kau Genos. Kami-Sama selalu melindungimu." Gumam Nobara.

"Genos-San benar-benar hebat." Ucap Shinobu,

"Be-besar sekali…" Gumam Erza.

Disisi lain, Genos dan Iceberg yang sedang berbiacara santai pun mendengar teriakan Naruto dan suara dari teman-temannya. Mereka berdua pun langsung berbaik badan dan mereka melihat Naruto dan kawan-kawan yang nampaknya sedang terpukau dengan kapal buatan mereka.

"Yo! Kapten! Bagaimana menurutmu?" Tanya Genos kepada Naruto sambil melambaikan tangannya.

SIUUNG!

Naruto pun langsung berlari mendekati kapal baruya itu dan langsung melompat ke kapalnya itu. "GENOSSS! INI LUAR BIASA!" Teriak Naruto.

Yoriichi,Levi,Nobara, Shinobu, dan Erza pun langsung berlari kecil dan menyusul Naruto dan mereka semua pun langsung menaiki kapal baru mereka.

"Benar-benar besar…" Gumam Nobara.

TANG! TANG!

Levi mengecek beberapa bagian kapal seperti pagar, dan tiang kapal dan ternyata benar. Beberapa material dari kapal ini adalah logam dan besi. Masih ada beberapa bagian yang menggunakan kayu namun, 50% dari kapal ini berbahan besi.

"Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya tapi ini luar biasa," Ucap Levi.

Yoriichi pun berjalan dan melihat setiap bagian dari kapal tersebut. Ia melihat tiang kapal yang sangat besar, layar yang begitu besar, dan melihat beberapa pintu kaca yang dimana terlihat ruangan dalam dari kapal ini.

"Memakai pintu kaca kah? Sepertinya ini permintaanmu." Ucap Yoriichi kepada Nobara.

Nobara yang mendengar hal tersebut pun hanya tersenyum bangga dan ia nampak senang sekali dengan hasil kerja Genos.

"Hahahahahaha! Ini baru namanya kapal!" Teriak Nobara.

"Dengan kapal ini, aku yakin kita akan mampu mengarungi ganasnya lautan dunia baru." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"A-ano.. Dimana ruangan hukumannya?" Gumam Erza yang sedari tadi mondar-mandir dan mencari ruangan yang ia pesan.

Melihat teman-temannya yang sangat senang, Genos dan Icebgerg pun tersenyum karena tentunya mereka berdua bangga dengan hasil kerja mereka.

"Sepertinya aku berhasil." Ucap Genos.

"Jujur saja baru pertama kali aku membuat kapal semacam ini. Ini sebuah pengalaman bagiku." Ucap Iceberg.

Mendengar hal tersebut pun Genos hanya tersenyum. Genos lalu memberikan sebuah koper besar kepada Icebgerg yang sebenarnya koper itu berisikan uang sebesar 80 juta berry.

"Terimalah." Ucap Genos.

Iceberg pun menerima koper tersebut dengan senang hati dan tersenyum kepada Genos. "Aku hanya meminta 50 juta tapi, jika kau memaksaku untuk menerima 80 juta maka aku akan menerimanya."

"Kita sudah berteman lama dan bukan berarti aku akan menghancurkan bisnismu. Seorang teman pasti akan membantu bisnis temannya untuk berkembang bukannya malah meminta diskon terus menerus." Ucap Genos sambil tersenyum.

"PAK WALIKOTA! TERIMA KASIH ATAS BANTUANMU! AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN KEBAIKANMU DAN AKU BERJANJI AKAN MEMBALASNYA SUATU SAAT NANTI!"

Genos dan Iceberg pun lalu mengarahkan pandangannya kearah kapal dimana Naruto sedang berdiri dan Iceberg pun melambaikan tangannya kepada Naruto dan tersenyum.

"Hahahaha akulah yang seharusnya berterima kasih kepadamu anak muda. Aku mendapatkan banyak uang hari ini karenamu." Ucap Iceberg.

"Iceberg terima kasih atas bantuanmu. Sepertinya aku harus berangkat sekarang." Ucap Genos.

Iceberg pun menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Genos. "Ah. Aku mengerti. Memang tugas dari seorang bajak laut adalah mengelilingi dunia ini. Sampaikan salamku pada Franky jika suatu saat kalian bertemu."

Genos pun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.

SIUUUNG!

Genos pun lalu melompat ke kapal untuk bergabung bersama Naruto dan kawan-kawan dan meninggalkan Iceberg.

"Yooosh! Akhirnya kita kembali ke laut dengan kapal yang baru! Aku sangat berterima kasih kepada Genos karena telah membuatkanku kita kapal yang sangat hebat ini tapi, kita harus tetap melanjutkan perjalanan kita sebagai bajak laut." Ucap Naruto sambil tersenyum.

Naruto pun mengarahkan pandangannya kepada Nobara. "Nobara, bagaimana? Apa kita bisa berlayar sekarang?"

"Tentu saja! Beruntung aku sudah membeli Log Pose di kota ini dan sekarang kita tidak akan terombang-ambing di lautan lagi!" Ucap Nobara.

"Baiklah kalau begitu. SAATNYA BERLAYAR!" Teriak Naruto.

"OOOOOOOOOOOOOOOO!"

TO BE CONTINUED!

Yoooo Mina-San! I'm back with another chapter and I hope you guys like this chapter!

Untuk scene Naruto sama Erza itu author bingung mau dikategoriin sebagai lemon atau bukan tapi author pikir kayanya segitu mah bukan lemon lah yah jadi masih aman! Wkwkwkw

Terima kasih para reader dan reviewer yang membuat author semakin semangat buat fic ini dan terus dukung author supaya bisa update fic ini dengan cepat!

Sekian dan terima kasih!

See you in next chapter!