Senbon Zakura
Crossovers: Naruto. Highschool DxD
Pair : [Naruto U. Serafall L. Katerea L].
Bab 16
"Vali, kau penghianat!" seru Katerea Leviathan sembari berdiri dan bersiap menyerang Vali dengan sihirnya. Namun, nampaknya Katerea langsung tak bisa bergerak dan tubuhnya juga langsung gemetar hebat ketika melihat tatapan tajam Vali ke arahnya, ia bisa merasakan aura membunuh yang Vali pancarkan terasa sangat kuat bahkan jika ia sedang bersama Bellzebub dan yang lain ia juga tidak yakin bisa mengalahkan Vali yang sedang seorang diri, apalagi di dekat Vali ada Naruto yang level kekuatannya masih misterius, 'B-besar sekali kekuatannya, tubuhku terasa gemetar,' batin Katerea dengan jantung yang terus berdetak kencang.
"Katerea, aku sudah memberikanmu obat untuk kembali menjadi iblis dan aku juga sudah memberikan pilihan padamu dengan resikonya masing-masing, yang tentunya kau sendiri sudah tahu. Jika kau mengikutiku maka teman-temanmu akan mengincar nyawamu karena kau dianggap penghianat, tapi aku menawarkan perlindungan yang cukup besar padamu, dan perlu kau ketahui, kalau Azazel cukup penurut kepadaku, dan jika kau memilih kembali, aku memang tidak menyerangmu sekarang, tapi di pertemuan kedua, sebagai bentuk tanggung jawab karena melepaskan tawanan perang seperti dirimu, aku akan membunuhmu, dan aku memberikan waktu selama satu bulan untuk perenungan. Ayo kita kembali ke kamar Vali, oh Katerea, jika kau ingin tinggal di sini ini adalah kunci kamarmu," ucap Naruto sembari memberikan kunci nomor 703.
"Tousan," panggil Vali pada Naruto.
"Hn ada apa?" sahut Naruto dengan santai.
"Kenapa kau memberikan dia pilihan? Harusnya kau bunuh saja wanita kurang ajar itu," tanya dan saran Vali pada Naruto.
"Vali semua orang berhak hidup di jalan yang mereka inginkan, aku tidak akan memaksanya, lagipula kau pasti sudah tahu kalau dari dulu sampai sekarang, masa depan itu tergantung pada pilihan yang kau pilih, jadi aku ingin ia menentukan masa depannya sendiri, hancur atau utuh, itu tergantung dirinya," ungkap Naruto dengan santai.
"Kalau begitu, jika aku diberikan pilihan, antara menjadi half demon atau half Datenshi, aku lebih memilih menjadi half Datenshi atau kalau bisa aku ingin menjadi manusia seutuhnya saja dan aku yakin kau bisa melakukannya, ini pilihanku bisakah kau mengabulkannya untukku, Ayah!" seru Vali pada Naruto yang merupakan ayah angkatnya.
"Prosesnya sangat menyakitkan, apa kau yakin masih ingin merubah rasmu?" tanya Naruto pada Vali.
"Selama aku bisa lepas dari ikatan darahku dengan Lucifer aku akan melakukannya!" seru Vali dengan penuh keyakinan.
"Nampaknya tekatmu sudah bulat, baiklah aku akan membantumu," ucap Naruto dengan santai berjalan ke arah Vali dan mulai menyentuh dada pemuda itu, aku akan menghapus gen Lucifer di tubuhmu dan menggantinya dengan gen atau DNA Uzumaki milikku, tanda-tanda keberhasilannya adalah warna rambutmu akan menjadi seperti warna rambutku atau warna rambut ibumu dan karena aku adalah sosok Datenshi, maka kau akan menjadi manusia setengah Datenshi, itupun kalau berhasil, karena prosesnya yang terlalu menyakitkan aku ragu kewarasanmu masih utuh setelah ini selesai," ucap Naruto memberikan kata-kata yang bisa meruntuhkan semangat Vali untuk melanjutkan niatannya.
"Aku sudah siap dengan apapun yang akan terjadi padaku!" seru Vali saat itu juga.
"Baiklah jika itu keputusanmu. Nak. Akan aku mulai prosesnya itu" ucap Naruto sembari memejamkan mata dan saat matanya terbuka dengan cepat Naruto mengaliri tubuh Vali dengan chakra Yin dan yang miliknya, "Banbutsu Shoushou!" sekali lagi energi yang sangat besar mengalir ke tubuh Vali, mata Vali langsung terbuka lebar.
"Arrrrrrrrrrrrgggggg!" erang Vali ketika energi dari tubuh Naruto mulai memasuki tubuhnya, ia merasa kalau tubuhnya seperti dicabik-cabik dari dalam, hal itu karena Naruto menghancurkan susunan jaringan DNA milik Vali dan membentuk ulang DNAnya dengan menghilangkan DNA ayah kandung Vali dan mengisinya dengan DNA miliknya hingga bisa dibilang Naruto benar-benar menghapus DNA Lucifer dari tubuh Vali dan menggantinya dengan miliknya.
Terlihat secara perlahan rambut pali mulai rontok dan digantikan rambut baru dengan warna pirang, Sayap iblisnya yang ada delapan pasang itu mulai berjatuhan dan ditumbuhi oleh sayap-sayap Datenshi dengan jumlah yang sama, bahkan aliran chakra milik Vali yang awalnya tidak begitu besar menjadi sangat besar dan kuat karena adanya darah Naruto yang mengalir di tubuhnya..
"Huaaa! Yaaaaaaaa! Gaaaaaaaaa!" Vali terus mengerang kesakitan dalam proses itu. Namun, terlihat Naruto tidak mau menghentikan prosesnya, karena jika prosesnya berhenti ditengah jalan Vali akan menjadi cacat atau bahkan yang paling parah adalah mati, jadi ia tidak akan peduli bahkan jika Vali pingsan prosesnya harus di selesaikan saat itu juga.
"Hyaaaaaaaaaa" raung Naruto yang mulai meningkatkan pengaruh DNA nya pada tubuh Vali untuk benar-benar merubah Vali menjadi bagian dari dirinya.
Boooooom!
Sekali lagi kamar itu meledak dan menampakan wujud Vali yang sedikit berubah, dengan rambut berwarna pirang dan hitam acak-acakan dan wajah yang nampak lembut, ia lalu tersenyum ke arah Naruto.
"Sepertinya aku berhasil," gumam pelan Vali sembari tertunduk lemas.
"Yah sepertinya begitu," tanggap Naruto yang langsung membopong Vali dan membawa dan membaringkannya di atas ranjang, Vali yang kelelahan pun tertidur, sementara itu Naruto hanya bisa menghela nafas dan pergi dari kamar lalu membiarkan Vali beristirahat dengan tenang dan saat ia keluar kamar ia melihat Katerea menatap dirinya.
"Jadi kau merubah ras Vali sekarang?" tanya Katerea.
"Yah, tapi itu atas keinginannya sendiri," tanggap Naruto dengan wajah datar dan menatap ke arah Katerea sembari mengisap rokok dengan merek Sampurna dan mengepulkan asap tebal dari mulutnya, "Lalu bagaimana denganmu Katerea, apa kau sudah menentukan mau berdiri di pihak siapa?" tanya Naruto pada Katerea.
"Aku masih ingin memikirkannya," jawab Katerea sembari berjalan melewati Naruto dan mulai mengambil bilah rokok yang Naruto isap, "Sebaiknya jangan terlalu banyak ngudut, itu tidak baik buat kesehatanmu," ungkap Katerea sembari mematikan rokok milik Naruto yang sudah ada di tangannya dengan cara melenyapkannya menggunakan sihir dan akhirnya ia memasukki kamar 703 yang ternyata bersebelahan dengan kamar Vali dan Naruto.
"Heh, kau sudah bersikap seperti istriku saja," gumam pelan Naruto, "Tapi aku suka itu setidaknya untuk beberapa saat kau bisa mengisi kekosongan di hatiku," gumam pelan Naruto sembari melangkahkan kakinya pergi keluar hotel.
Katerea hanya diam mendengar perkataan dari Naruto sebelum akhirnya ia menutup dan mengunci pintu kamarnya, 'Apa yang harus aku pilih? Aku benar-benar ragu dan bimbang,' batin Katerea sembari berjalan letih dan berbaring di atas kasur mewah yang ada di kamar hotel itu.
Tak lama setelahnya Naruto berada di luar hotelnya, terlihat Naruto kembali ngudut diluar "Puah ... Hinata, apakah kau bisa melihatku di sana. Aku minta maaf karena tidak bisa setia kepadamu, aku kesepian dan aku sudah tidak tahan sendirian ... Nee kenapa kalian meninggalkanku, oh baru ingat kalian meledak bersama bumi rupanya, maaf aku benar-benar gagal, aku mohon, bisakah kau memaafkanku Hinata," gumam pelan Naruto sembari meneteskan air mata dan mengisap asap dari rokoknya, singkat kata ngudut.
"Ne-ne mama, lihat paman itu bicara sendiri di depan hotel!" seru anak kecil sembari menunjuk-nunjuk Naruto.
"Hei diam, jangan sampai ia melihat kita, dia itu contoh tidak baik, jangan tiru dia," ucap perempuan itu sembari menarik anaknya menjauh dari sana.
Sementara itu Naruto hanya bisa diam mendengar ucapan ibu itu pada anaknya, kemudian Naruto hanya tersenyum tipis saja karena ia malah teringat kehidupannya di masa lalu, di mana, anak-anak seumurannya dulu dilarang orang tua mereka untuk bermain dengannya.
'Mengingatkan masa kecilku,' ucap hati kecil Naruto sembari menatap sosok ibu dan anak tadi dengan tatapan datar dan tanpa makna sama sekali.
Tak lama setelahnya lampu lalu lintas di zebra cross menjadi merah dan setelahnya para pejalan kaki mulai menyebrangi jalan dengan santai, pemandangan normal perkotaan jepang yang taat aturan, 'Betapa indahnya dunia ini jika semuanya memang berjalan seperti ini, akan tetapi bahaya selalu datang kapan saja, kedamaian sejati tidak akan ada selama masih ada makhluk hidup di dunia ini, kedamaian hanya akan ada jika kiamat telah tiba, di sana semua yang berdosa akan dikirim ke neraka dan semua yang baik akan bahagia di surga selamanya, tidak akan ada lagi kejahatan hidup damai tentram tanpa gangguan,' batin Naruto.
Tak lama setelah berpikir mengenai masalah kehidupan, Naruto pun memutuskan untuk kembali ke dalam hotel setelah membuang puntung rokoknya ke tong sampah. Namun, niatnya untuk kembali bersantai seketika hilang ketika ia menerima sebuah pesan dari ponselnya.
Naruto pun menutup ponsel lipatnya dan pergi ke kamar 703.
Tok-tok-tok!
Kreeeet.
"Apa maumu?" tanya Katerea ketika melihat Naruto berada di depan pintu kamarnya.
"Temanmu menghubungiku dan memintaku untuk mengembalikanmu. Jadi siapkan dirimu aku akan mengantarmu ke tempat mereka secara baik-baik," gumam pelan Naruto.
"Eh kenapa?" tanya Katerea.
"Kenapa? Bukankah kau tidak ingin bersamaku, sudah minum saja obatnya dan aku akan mengembalikanmu kepada mereka," tanggap Naruto lagi.
"Lalu bagaimana dengan waktu berpikir yang kau berikan?" tanya Katerea.
"Itu sudah tidak berlaku lagi, karena aku bisa melihat kalau mereka benar-benar ingin kau kembali, bukan karena mereka butuh kekuatanmu tapi karena kau teman mereka," ucap santai Naruto.
"Katerea pun diam dan akhirnya menutup pintu kamar untuk berganti pakaian dan meminum obatnya untuk kembali menjadi iblis, setelah selesai, barulah Katerea berjalan bersama Naruto dengan pakaian lamanya.
"Apa kau yakin kalau ini bukan jebakan?" tanya Katerea.
"Huh? Kenapa kau mempertanyakan hal yang tidak penting, bukankah harusnya kau bersyukur karena mereka memintamu untuk dikembalikan?" tanya Naruto.
"Bukan apa-apa, aku hanya merasa permintaan itu terlalu berlebihan, karena biasanya dari pada meminta mereka lebih memilih langsung datang dan menyelamatkanku," ucap Katerea lagi.
"Kau Khawatir padaku?" tanya Naruto sembari mendelik ke belakang.
"K-khawatir! Y-yang benar saja, aku tidak mungkin khawatir pada orang sepertimu!" bantah Katerea sembari menunjuk-nunjuk wajah Naruto.
"Ahhahahahahaha! Baiklah, aku mengerti," ucap Naruto sembari cengengesan.
"Humf!" nampak Katerea langsung membuang muka setelahnya, Naruto hanya tersenyum sendiri dan kembali menatap jalan, sementara itu Katerea kembali curi-curi pandang ke arah Naruto.
"Setelah dipikir-pikir, kau mirip dengan salah satu sahabatku, bukan wajahnya yang aku maksud, tapi sifat kalian," timpal Naruto lagi.
"Sahabatmu?" tanya Katerea penasaran.
"Em, tapi mereka sudah tidak ada karena perang besar melawan pasukan Otsutsuki, aku kalah dalam pertarungan itu, bahkan sampai kehilangan satu tangan dan kaki," ungkap pelan Naruto, "Anak dan istriku juga mati, hanya aku yang masih hidup, dan saat aku dan raja Otsutsuki beradu serangan, ledakan besar terjadi membuat aku terlempar ke mari, aku tidak tahu ini dunia lain, dimensi lain atau masa depan, tapi aku tidak mau dunia ini hancur oleh sosok yang sama, entah kenapa aku yakin mereka akan sampai kemari ... untuk itu aku menerima diriku direinkarnasikan menjadi Datenshi agar bisa berumur panjang selain itu aku juga ingin membangun keluargaku lagi di sini untuk membantuku melindungi tempat ini ... tapi meski begitu aku bukan sosok naif yang ingin membuat perdamaian sejati, aku mau melindungi dunia ini itu hanya karena aku tinggal di sini saja, aku benar-benar sudah menyukai tempat ini," curhat panjang Naruto pada Katerea.
"Kau adalah pria dengan kekuatan besar, bahkan aku bisa mengatakan kalau kekuatanmu hampir setara dewa, tapi kenapa kau bisa sampai kalah?" tanya Katerea.
"Karena sosok yang aku lawan adalah pemilik sejati dari kekuatan yang aku miliki, jadi sebenarnya sekuat apapun aku, aku tidak akan bisa menang melawan sosok dewa sesungguhnya," tanggap pelan Naruto sembari tersenyum tipis.
Katerea yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya diam saja, ia benar-benar tidak tahu mau berkata apa, ia bingung mau bersimpati atau bersikap masa bodoh, karena walau bagaimanapun Naruto adalah bagian dari musuh mereka, tapi dibalik itu semua, Naruto sangat baik kepadanya, ia sebenarnya ingin mengenal Naruto lebih dalam, akan tetapi nampaknya itu tidak akan terjadi karena Naruto ingin ia kembali ke teman-temannya.
Bersambung
