Senbon Zakura
Fandom : Naruto, Highschool DxD
Reference : Bleach.
Genre : Romance, humor, fiksi pendek.
Pair : [Naruto Uzumaki, Katerea Leviathan, Serafall Leviathan]. [Vali Lucifer/Vali Uzumaki, Kuroka]
Bab 18 : tawaran
"Tunggu maksudmu dia tidak selamat?" tanya Cruserey.
"Yah, dia berada di luar jangkauanku, cepat kita harus pulang, meskipun kehilangan satu orang setidaknya kita sudah mengalahkan satu diantara mereka," ungkap Shalba lagi.
"Baiklah, aku mengerti," tanggap Crussery sembari ikut pergi bersama Bellzebub tanpa memikirkan nasib Katerea yang tertimpa bangunan.
Sementara itu di dalam reruntuhan, terlihat Katerea mencoba mempertahankan dirinya dengan sihir miliknya agar tidak tertimpa bangunan, akan tetapi ia tidak menyangka akan satu hal, yaitu tangan energi berwarna orange muncul menahan puing-puing reruntuhan yang akan menimpa tubuhnya, Katerea yang penasaran mengenai tangan energi yang membantunya itu langsung menatap ke arah sumbernya dan melihat Naruto yang sedang tengkurap dan terjepit atap beton mengeluarkan tangan chakra dari tangan kirinya untuk menahan puing-puing gudang tua untuk tidak menghimpit tubuh Katerea.
"Naruto, apa yang kau pikirkan, cepat bebaskan dirimu sendiri, tak usah kau pikirkan aku, aku bisa menahan reruntuhan ini sendirian!" seru Katerea pada Naruto yang terlihat lemas karena terjepit reruntuhan lantai beton yang tentu saja tekanannya tidaklah ringan, apalagi gudang itu memiliki sepuluh lantai dan di setiap lantai terdapat material berat berupa semen beton dan material lain yang sering digunakan untuk membangun sebuah gedung atau bangunan lainnya.
"Hinata, uhug-uhug, Hinata j-jangan pergi," gumam Naruto sembari menatap Katerea dengan tatapan kosong dan terus menggunakan tangan chakranya untuk menahan material bangunan yang akan menindih Katerea.
'Hinata? Mungkinkah itu istrinya yang sudah lama mati?' batin Katerea merasa sangat tidak nyaman. Lalu Katerea juga kaget melihat Naruto mengeluarkan air mata.
"Maaf, maaf, maaf, aku tidak bisa m-men ... jadi s-suami y-yang baik, maafkan aku," gumam Naruto sembari terus menatap kosong ke arah depan dengan mata yang terus meneteskan air mata.
'Apa yang harus aku lakukan, ia terus mengira aku Hinata, mungkin karena kepalanya terbentur jadi penglihatannya tidak jelas, baiklah untuk kali ini aku ingin membuatnya tenang,' batin Katerea sembari menggenggam tangan Naruto yang terus terulur ke arahnya, "Tenanglah, aku baik-baik saja, kita akan hidup aku akan mengeluarkan kita dari sini kau bertahanlah yah," ucap Katerea sembari tersenyum lembut ke arah Naruto.
Sementara itu di sisi Naruto yang sebenarnya.
'Huaaaa! Beruntungnya aku, ia langsung percaya saja kalau aku sedang sekarat, padahal sebenarnya kalau aku mau aku bisa saja keluar dari tempat ini dengan mudah, hehehe. Lanjut ah,' pikir Naruto sembari tersenyum tipis ke arah Katerea dan memasang muka sendu, "A-riga-to, Hi-na-ta-chan," gumam Naruto dengan nada lemah dan mulut berdarah ia pun mulai memejamkan matanya secara perlahan, lalu ia mulai mempertipis warna tangan chakra Kurama yang menahan puing-puing bangunan.
Melihat kesadaran Naruto yang mulai hilang Katerea pun mulai berpikir mengenai bagaimana caranya agar ia dan Naruto bisa keluar hidup-hidup, akhirnya Katerea pun mulai melapisi tangannya dengan sihir, berikutnya Katerea mulai melapisi bagian tubuh depan dan belakang Naruto dengan lingkaran sihir yang berguna untuk mengurangi gesekan dengan permukaan, hal ini dilakukan agar tubuh Naruto tidak terluka saat ditarik dari puing-puing bangunan yang menindih tubuhnya, "Baiklah karena persiapan sudah selesai aku akan menarik tubuhnya sekarang," gumam pelan Katerea.
"Huaaaaah!" erang Katerea sembari menarik tubuh Naruto dan Booom, reruntuhan yang menjepit tubuh Naruto kembali jatuh ketanah dan mengeluarkan suara dentuman kencang hingga membuat Katerea kesulitan bernapas karena banyak debu yang berhamburan di kubah bangunan yang tertutup sehingga tempat ia sekarang dipenuhi debu yang tidak memungkinkan untuk bernapas, "Uhug-uhug sial debunya," gumam pelan Katerea sembari mengibas-ngibaskan tangannya agar tidak ada debu di sekitar hidungnya.
Sementara itu Naruto yang berpura-pura pingsan melihat Katerea kesulitan langsung diam-diam memberikan bantuan kecil, dengan meruntuhkan lantai yang di duduki Katerea sekaligus lantai tempat ia berbaring.
Kraaaaaaak blaaaaarrrrrrr!
Setelah lantainya runtuh, Katerea dan Naruto pun jatuh ke saluran pembuangan atau bisa dikatakan gorong-gorong, dan dalam momen terjatuh bersama itu, sebelum keduanya di timpa oleh reruntuhan kembali, Katerea langsung memeluk Naruto dan membawanya terbang melesat ke arah samping sebelum ditindih reruntuhan bangunan dan karena tenaganya juga hampir habis, Katerea langsung terjatuh dan keduanya terhempas di saluran air got itu. Katerea terdiam dan menatap ke arah Naruto, lalu dengan cepat membopongnya dan membawanya pergi dari sana.
Sementara itu Naruto yang dibopong oleh Katerea mulai sedikit menampakkan senyuman mesumnya, dan karena Katerea fokus ke jalanan ia tidak tahu kalau sebenarnya Naruto sejak tadi itu cuma berpura-pura dan sedang mengerjai dirinya, terlihat tangan kanan Naruto yang dilingkarkan oleh Katerea di lehernya sendiri bergerak-gerak mengelus payudara milik Katerea.
Katerea yang kaget langsung berteriak dan mendorong tubuh Naruto hingga membentur dinding gorong-gorong, "Kyaaa hentai!"
Braak!
"Aarrrg!" erang Naruto yang kesakitan meski hanya tipu muslihat.
Katerea nampak khawatir dan langsung sedikit merasa bersalah ketika melihat Naruto meringkuk kesakitan dengan tubuh penuh darah dan luka memar di mana-mana, membuat Katerea merasa iba kembali, "K-kau tak apa-apa Uzumaki-san?" tanya Katerea sembari menyentuh tubuh Naruto.
"Em aku baik-baik saja, hanya saja aku sedikit merasa lelah," ucap Naruto memberikan jawaban pada Katerea.
"Kalau begitu kita akan istirahat sebentar," ucap Katerea yang duduk di dekat Naruto.
"Ne, Katerea," panggil Naruto.
"Ah ya, eh kau sudah sadar?" tanya Katerea pada Naruto yang kaget karena Naruto sudah tidak memanggilnya dengan sebutan Hinata lagi.
"Em," jawab Naruto dengan nada datar.
"Sejak kapan?" tanya Katerea.
"Sejak kau mendorongku," balas Naruto dengan nada datar.
"Maaf," ucap Katerea lagi.
"Aku maafkan, tapi dengan satu syarat," jawab Naruto sembari menatap Katerea.
"Apa itu?"
"Ijinkan aku untuk tidur di pangkuan pahamu yang lembut," jawab Naruto sembari memasang muka memelas yang terlihat sangat menyedihkan apalagi dengan wajah penuh darah.
"P-Pangkuanku!" kaget Katerea dengan wajah yang memerah.
"Kau tidak mau?" tanya Naruto memasang muka sedih.
"B-bukan begitu ... ha-hanya saja kenapa dari sekian banyak keinginan kau malah meminta izin untuk berbaring di pangkuanku?" tanya Katerea lagi.
"Maksudmu aku boleh minta lebih?" tanggap Naruto lagi.
"AKU TIDAK BILANG BEGITU!" sanggah keras Katerea menyangkal tebakan Naruto yang terkesan blak-blakan.
"Terus apa, katakan dengan jelas," tanggap Naruto dengan lemas, "Ini bisa saja jadi keinginan terakhirku, kau tahu," ucap Naruto lagi.
"Eh? Keinginan terakhir, aku hanya ingin tahu alasan kau meminta untuk berbaring dipangkuanku i-itu saja," jawab Katerea dengan wajah yang semakin memerah, saking merahnya Katerea sampai harus memalingkan wajah dari Naruto.
"Aku merasakan beberapa organ dalamku hancur, Uhug-uhug!" ucap Naruto sembari batuk darah, "Selama ini aku bisa bertahan karena aku masih memiliki banyak chakra untuk menahan waktu kematianku," ungkap Naruto lagi, "Dan kenapa aku meminta untuk bisa berbaring dipangkuanmu. I-itu uhug-uhug! Karena aku ... merindukan pangkuan istriku, aku ingin bisa merasakan kelembutan paha seorang wanita lagi, aku tahu ini egois dan terkesan seperti aku sedang melakukan pelecehan sexsual, tapi aku sudah terlalu lama menduda, tolong sembuhkan kerinduanku," ucap Naruto dengan air mata buayanya.
Katerea yang mulai luluh pun akhirnya mengijinkan Naruto untuk berbaring dipaha nya, "B-bagaimana rasanya?" tanya Katerea, setelah menaruh kepala Naruto di pangkuannya.
Naruto memejamkan mata dan tersenyum, lalu dengaan sengaja memperlemah pernapasan dan aliran darah atau detakan jantungnya serta mengatur suhu tubuhnya hingga terasa sedikit dingin, "Rasanya nyaman, terima kasih."
Katerea terdiam mendengar ungkapan terima kasih dari Naruto, air matanya tiba-tiba menetes seketika, "N-Naruto ... NARUTOOOOO!" teriak Katerea sembari memeluk Naruto dan karena itu pelukan tentu saja wajah Naruto langsung menyentuh payudara eksotis dari Katerea dan hal itu membuat nafsu Naruto memuncak, hingga membuat sosis kebanggaannya bangun.
"Kumonon bangun Naruto! Masih banyak yang ingin aku ketahui darimu! Kumohon jangan tinggalkan aku cepat bangun! Aku tidak mau Vali mengamuk dan membunuhku hanya karena kau terbunuh seperti ini! Sial cepat ban... ngun" Katerea langsung diam seribu bahasa ketika merasakan kulit Naruto yang awalnya dingin langsung menghangat, bahkan detakan nadinya jadi lebih cepat lalu Naruto juga mengeluarkan nafas yang terasa hangat di dadanya dan yang paling kelihatan, ada sesuatu yang tegak di selangkangan Naruto dan itu membuat celana hitamnya sedikit terangkat.
Setelah melihat dan merasakan hal-hal mencurigakan itu akhirnya ia sadar kalau sebenarnya ia sedang dikerjai oleh orang paling jahil dan tukang ngeprank di Konoha, yaitu Naruto Uzumaki.
"Naaaaaruuuuutoooo! Kau!" terlihat Katerea yang mulai menyeramkan langsung mengumpulkan demonic powernya di telapak tangannya.
Naruto yang sadar akan kecerobohannya langsung berkeringat dingin ketika merasakan aura mematikan dari Katerea, 'Sial padahal lagi asik-asiknya,' batin Naruto, "Ya," sahut Naruto sedikit takut-takut.
"Beraninya kau mengerjaiku hem ... sekarang aku akan menghancurkan biji milikmu!"
"JANGAAAAAAAN!"
Duaaaarrrrrr!
Akhirnya terjadilah adegan kejar-kejaran di gorong-gorong kota Kouh, dimana Katerea yang marah terus menembakan sihir-sihir mematikan ke arah Naruto, sementara Naruto terus saja melompat kesana dan kemari untuk menghindari serangan demi serangan dari Katerea Leviathan yang sedang mengamuk.
"Ahahahahaha, maaf habisnya aku tidak tahan untuk menggodamu!" seru Naruto yang terus menghindar dan kadang menahan tembakan sihir Katerea dengan teknik Senbon Zakura miliknya.
"Sialan!" seru Katerea yang menyerang Naruto dengan sihir terkuatnya dan itu menutupi semua celah gorong-gorong, sehingga Naruto tidak bisa menghindari serangan dari Katerea yang kali ini. Namun Naruto yang mulai serius langsung menyentuh sihir Katerea secara langsung dan seketika sihir itu hilang seolah-olah sihir itu memang tidak dikeluarkan, hilang begitu saja tanpa jejak.
Katerea yang kelelahan hanya bisa menatap tak percaya kalau sihir yang ia tembakkan tidak ada artinya bagi Naruto bahkan dalam kekuatan penuh sekalipun, "Maaf saja, tadi aku hanya berpura-pura kalah untuk melihat seperti apa sifat teman-temanmu yang sebenarnya. Dan dari yang aku lihat mereka tidak peduli kepadamu dan hanya menganggapmu sebagai senjata mereka saja, bahkan mereka tidak ada niatan untuk menolongmu, ketika kau terjebak di dalam reruntuhan, justru aku yang menolongmu, sekarang terserah padamu mau tetap kembali pada mereka atau berbalik menjadi calon ratuku dan aku tidak akan mengecewakanmu," tawar Naruto pada Katerea sembari berjalan mendekati pure blood devil itu.
Bersambung.
Menjawab Reviews dari para pembaca setia di chapter 17.
FCI. Master Harem c : aku nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya ditambah amukan Naruto nanti kayak apa Disa a.
Author : Hem jadi semakin tidak sabar, tapi kayanya tidak akan seperti itu deh.
aulshi : ini nih contoh hati sejuta wanita, gue yg jelas cewej aja kadang suka bingung dgn perasaan sendiri, terkadang mulut bilang a namun hati bilang b, ketika udh di lakuin ada sengatan di hati yg entah kenapa tiba" muncul. mama katarea yakin g mau nih sama naru?
Author : Hem ... Mungkin karena persaingan dengan Serafall
Queen 00001 : hey hey hey bagaimana caranya memberi review yg baik ? :v
Author : Hem, dari hati turun ke jari:V
Naruto gremory : kk kata ngudut diganti aja gk enak bacanya terlalu gimana gitu bacanya. dan ya terima kasih karna dah update gue doain semoga sehat selalu. Dan yah masalah perasaan memang sulit untuk dipahami dan di mengerti. Disini saya mengatakan kalo serafal kurang masuk gitu dalam pair nya , gak Ada hal yg romantic atau berkesan antara dia dan naruto. klo mau tetep masuk in kasih scene romansa nya biar jelas aja gitu hubungannya dan ya klo emang dia mau nikah nanti pasti bakal kontroversi dimana naruto ingin dia jadi datenshi biar ras nya sama dan gak mungkin kan mengingat dia iblis berdarah murni. cuman itu aja sih, dan bukan ya gk suka ama seraffal. gue malah suka banget ama pair narusera ,terlebih naruvene hehehehe dan yng milf lah pokoknya. itu aja sih next kkk
Author : Hem, terima kasih sarannya, nanti aku pikirkan. Soal hubungan Naruto dengan Serafall, akan dimulai untuk beberapa chapter kedepan, dan terima kasih sarannya. Soal apakah Naruto akan merubah Serafall menjadi Datenshi itu juga tergantung keinginan Serafall jadi jika Serafall enggak mau juga enggak apa-apa. Soal Mlf aku setuju big oppai nober wan.
Mr. Fun10 : Gua suka kamu bikin Vali jadi anak Naruto! Kesan nya Naruto jadi sangat keren dan Berwibawa seperti saat Naruto menjadi Nanadaime Hokage, Oke lanjut dan humor dichap chap sebelumnya kerasa banget! Walaupun akhir-akhir ini gak ada, Tapi gak papa. Tetap lanjutkan saja! Lebih baik Vali aja yang dibuuf si oppai dragon lemah banget dan ooon sangat! MC yang modal hoky gak ketulungan menurut aing sih.. ahaha.
Author : Sebenarnya aku juga tidak kepikiran untuk memasukkan Issei untuk menjadi murid Naruto, lagian kalau enggak salah Issei pun tidak mau dekat-dekat dengan Datenshi.
upper moon 3 AKaza : njir maraton dri eps 1 gak kerasa thor, rjin" up
Author : Oke
