THE MOST STRONGEST SUPERNOVA
CHAPTER 28 : SABOADY!
"Yooosh! Akhirnya kita kembali ke laut dengan kapal yang baru! Aku sangat berterima kasih kepada Genos karena telah membuatkanku kita kapal yang sangat hebat ini tapi, kita harus tetap melanjutkan perjalanan kita sebagai bajak laut." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Naruto pun mengarahkan pandangannya kepada Nobara. "Nobara, bagaimana? Apa kita bisa berlayar sekarang?"
"Tentu saja! Beruntung aku sudah membeli Log Pose di kota ini dan sekarang kita tidak akan terombang-ambing di lautan lagi!" Ucap Nobara.
"Baiklah kalau begitu. SAATNYA BERLAYAR!" Teriak Naruto.
"OOOOOOOOOOOOOOOO!"
Seluruh anggota dari Naruto Kaizokudan pun berteriak dengan semangat dan akhirnya mereka akan melanjutkan perjalan mereka kembali. Senyuman yang terpampang di setiap dari wajah mereka menunjukan bahwa mereka siap untuk menghadapi rintangan yang selanjutnya dan bersiap untuk menghadapi musuh yang lebih kuat.
WUUUSH!
Kapal Naruto pun sudah mulai bergerak meninggalkan pantai Water 7. Naruto lalu mengarahkan pandangannya kebelakang dan melambaikan tangannya kepada Icberg.
"PAK WALIKOTA! SAMPAI JUMPA LAGI!" Teriak Naruto.
Iceberg pun hanya melambaikan tangannya dan tersenyum kepada Naruto. Meskipun mereka berdua tidak terlalu dekat, namun Iceberg merasa bahwa Naruto bukanlah orang yang jahat dan ia yakin suatu saat nanti Naruto akan menjadi bajak laut yang besar sama seperti Mugiwara,
-X-
30 MENIT KEMUDIAN
Setengah jam telah berlalu semenjak kapal Naruto meninggalkan kota Water 7. Kini mereka semua sedang sibuk melihat-lihat isi kapal terutama bagian dalam kapal.
Bagian dalam kapal ini pun sangat mewah dan unik. Ruang utama yang sangat luas dengan 5 sofa besar dan juga jendela kaca yang sangat besar yang membuat orang di dalam bisa melihat pemandangan laut yang indah dari dalam. Di ruang utama pun terdapat hiasan-hiasan seperti patung-patung dan juga lukisan-lukisan dan terdapat tempat untuk membakar kayu yang bisa digunakan jika musim dingin tiba. Setelah itu, terdapat tangga menuju lantai 2.
"Sugoi! Darimana kau dapatkan barang-barang seperti ini Nobara?" Tanya Naruto sambil memegang beberapa patung emas.
"Aku menemukannya di sebuah toko aksesoris di kota Water 7. Aku sangat terkejut ketika melihat semua barang-barang yang dijual disana terbuat dari emas dan aku langsung memborongnya!" Ucap Nobara sambil tersenyum.
"Tidak buruk. Aku suka lukisan ini." Ucap Yoriichi sambil melihat beberapa lukisan yang terpajang di ruang utama.
"Sofa ini pun tidak buruk. Aku bisa menghabiskan waktu seharian di sofa ini." Ucap Levi sambil duduk di sofa besar di ruang utama.
"Aku menyukai model pintu kaca ini. Kita semua bisa melihat pemandangan yang ada di luar." Ucap Shinobu yang berdiri didepan pintu kaca.
TOK! TOK!
"Ini bukan kaca biasa. Apa ini kaca anti peluru, Genos?" Tanya Erza sambil mengetuk-ngetuk jendela kaca.
"Kau benar. Jadi, kita tidak perlu khawatir jika ada musuh yang menembaki kita." Ucap Genos sambil tersenyum.
Genos lalu berjalan kesebelah kiri dan menunjukan ruangan lain dari kapal ini. "Kemarilah."
Naruto dan kawan-kawan pun berjalan mengikuti Genos dan mulai masuk ke ruang makan. Disebelah kiri ruang utama, terdapat ruang makan dengan meja yang besar dan dapur. Ruang makan dan dapur ini menjadi satu guna menghemat ruangan. Terlihat sebuah kitchen set yang sangat lengkap di dapur tersebut dan membuat mereka semakin takjub.
"SUGOOOI!" Teriak Naruto.
"Aku tidak tahu kau mendesign dapur sebagus ini." Ucap Nobara.
"Genos-San, apa kau dulunya seorang koki?" Tanya Shinobu.
"Tidak. Aku hanya membaca dan mempelajari design dapur yang baik dan aku menerapkannya disini." Ucap Genos.
Levi pun berjalan ke dapur dan ia mulai menaruh beberapa bungkus teh dan bahan makanan yang telah ia beli di Water 7.
"Kalau begitu, kalian pergilah ke ruangan lain. Aku akan menyiapkan makanan dan juga secangkir teh panas. Kalau dilihat sebentar lagi akan turun hujan dan akan sangat nikmat jika kita duduk di sofa ruang utama sambil melihat hujan dan menikmati secangkir teh." Ucap Levi.
Naruto dan kawan-kawan pun mengangguk dan mereka pun meninggalkan ruang makan dan dapur dan melanjutkan perjalanan mereka ke ruangan lain.
Mereka semua kini berjalan menaiki tangga untuk melihat ruangan di lantai dua. Sesampainya mereka di lantai dua, mereka melihat ada 5 ruangan pintu besar yang berada di lantai 2.
"Ini adalah lantai dua. Disini adalah ruangan pribadi kita yang terdiri dari dua kamar tidur, satu ruangan kapten satu ruangan rapat, dan satu ruangan pribadi Erza." Ucap Genos.
Mendengar hal tersebut, Erza pun membelalakan matanya dan tersenyum dengan lebar. "Benarkah!? Dimana ruangannya!?"
"Disebelah ujung kanan.." Ucap Genos sambil menunjuk sebuah pintu yang di pintu tersebut ada tulisan 'Erza's Room'.
Wuuush!
Erza pun langsung berlari dengan cepat dan memasuki ruangan tersebut.
Semua orang disitu pun berkeringat jatuh karena melihat tingkah laku Erza dan mereka tidak mengerti kenapa Erza sangat menginginkan ruangan itu. Tapi mereka semua kembali tersenyum dan menghiraukan semua itu.
"Tapi Genos, apa maksudmu dengan ruangan kapten?" Tanya Naruto.
"Sebagai seorang kapten kau perlu memiliki ruangan pribadi untuk menyimpan rahasia dan juga untuk kau merenung." Ucap Genos.
"Sepertinya aku tidak membutuhkan ruangan itu." Ucap Naruto.
Nobara yang mendengar itu pun langsung berjalan mendekati Naruto dan merangkulnya. "Benarkah? Siapa tahu kau perlu menghibur dirimu dan membawa seorang wanita ke ruanganmu!"
"Membawa seorang wanita? Jika kau, Erza dan Shinobu ingin masuk, ya masuk saja." Ucap Naruto.
Nobara berkeringat jatuh mendengar jawaban Naruto karena ternyata Naruto tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Nobara.
"Nah, Genos, apa yang ada di lantai 3?" Tanya Yoriichi.
"Daripada aku menjelaskannya lebih baik kalian melihatnya sendiri." Ucap Genos sambil tersenyum.
Semua orang yang ada disana pun kembali berjalan menuju tangga dan mulai menaiki tangga tersebut. Sesampainya di lantai 3 mereka semua tersenyum karena melihat ruangan yang sangat besar. Ruangan di lantai 3 ini hampir sama dengan ruang utama di lantai 1 namun dengan pintu kaca besar yang membatasi antara ruangan dan teras, dimana di teras terdapat sebuah kolam renang yang cukup besar.
"Inilah lantai 3. Aku menyebutnya sebagai ruang kerja dan ruang hiburan. Disini tedapat kolam renang yang sudah aku modfikasi. Kolam renang ini memiliki pemanas dan bisa digunakan sebagai tempat berendam juga. Sedangkan di dalam, terdapat ruangan olahraga, ruang teknis, ruang eksperimen dan ruang dokter untuk Shinobu.
Mendengar hal tersebut pun Shinobu membelalakan matanya dan langsung menatap Genos. "Benarkah Genos-San? Ada ruangan dokter untukku?"
"Uhm. Disebelah sana. Pintu berwarna putih." Ucap Genos sambil menunjuk pintu yang merupakan ruangan dokter.
"Bolehkah aku melihatnya Genos-San?" Tanya Shinobu.
"Tentu saja. Lagipula itu ruanganmu." Ucap Genos.
Shinobu pun langsung berlari kecil dan bergegas bergerak menuju ruangannya. Ia sangat senang karena akhirnya ia mempunyai ruangan sendiri guna meningkatkan ilmu kedokteran dan farmasinya karena sebagai seorang dokter kapal, ia mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa teman-temannya jauh dari penyakit mematikan.
Genos, Yoriichi, Nobara dan Naruto pun tersenyum melihat Shinobu yang senang. Namun, senyuman di wajah Nobara tiba-tiba menghilang dan ia langsung menatap Genos.
"Oi! Apa aku tidak punya ruangan pribadi?" Tanya Nobara.
"Untuk apa kau punya ruangan pribadi?" Tanya Genos.
"Tentu saja aku harus punya! Aku adalah navigator kapal dan aku butuh ketenangan dan privasi!" Teriak Nobara,
"Masuk saja ke kamarmu. Erza pasti akan sibuk di ruangannya sendiri dan Shinobu pasti akan banyak menghabiskan waktunya di ruangan dokter. Itu berarti kamar wanita pasti akan kosong dan kau bisa tenang berada di dalam." Ucap Genos dengan datar.
Mendengar itu Shinobu pun membelalakan matanya dan kesal. Namun, ia pun tidak bisa berkata apa-apa karena semua yang dikatakan oleh Genos benar.
"CIH! Baiklah! Aku akan berenang saja!" Ucap Nobara.
Nobara pun langsung meninggalkan mereka bertiga dan berjalan ke kolam renang untuk berenang. Melihat tingkah laku Nobara itu, Yoriichi, Genos dan Naruto hanya menaikan pundak mereka dan membiarkan Nobara.
"Tapi Naruto, ada satu hal yang kurang dari kapal ini." Ucap Genos.
"Hm? Apa itu?" Tanya Naruto.
"Kapal ini belum mempunyai nama." Ucap Genos.
Mendengar hal tersebut, Naruto pun memiringkan kepalanya sedikit karena ia pun kebingungan dengan nama kapalnya sendiri.
"Benar juga! Aku sama sekali tidak kepikiran tentang itu!" Ucap Naruto.
"Nama sebuah kapal kah? Seorang bajak laut memiliki sebuah kebanggan terhadap kapalnya sendiri dan tentunya kapal ini harus berlayar dengan sebuah nama." Ucap Yoriichi.
Genos yang mendengar itu pun tersenyum karena sebenarnya ia sudah memiliki nama untuk kapal ini. Namun, ia takut jika Naruto ingin menamai kapal ini jadi Genos sengaja tidak memberikan menamaik kapal ini dulu karena seorang kapten lah yang berhak menamai kapalnya.
"Aku sebenarnya sudah menemukan nama untuk kapal ini." Ucap Genos.
"Benarkah!? Apa namanya?" Tanya Naruto sambil tersenyum.
"Aku pernah membaca sebuah buku. Buku itu adalah buku novel yang mengisahkan seorang pahlawan yang sangat luar biasa kuat. Orang itu melindungi orang-orang lemah dengan kekuatannya yang luar biasa tanpa ingin mendapat pengakuan dari orang lain. Selama hidupnya, ia tidak terkalahkan dan selalu mengalahkan musuhnya dengan hanya satu pukulan dan pada akhirnya ia berhasil menaklukan dunia." Ucap Genos.
"Sugeeee! Siapa pahlawan itu!?" Tanya Naruto yang terlihat excited.
"SAITAMA! Aku ingin kapal ini menjadi kuat dan membawa kita menaklukan dunia yang besar ini. Jadi aku ingin menamai kapal ini dengan SAITAMA!" Teriak Genos.
Naruto yang mendengar itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya. "BAIKLAH KALAU BEGITU! NAMA KAPAL INI ADALAH SAITAMA!"
Yoriichi yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Sebenarnya ia tidak terlalu perduli dengan nama kapal ini tapi, Saitama kedengarnnya tidak terlalu buruk untuk nama sebuah kapal.
"YOOOSH! Kalau begitu, Kita berangkat ke Saboady, Saitamaaaa!" Terika Naruto.
""OOOOOOOOOOO!"" Jawab Genos dan Yoriichi secara bersamaan.
-X-
TIME SKIP 4 HARI KEMUDIAN
4 hari telah berlalu sejak Naruto dan kawan-kawan meninggalkan Water 7. Kini mereka semua sedang menuju ke sebuah pulau yang bernama Saboady Archipelago dimana pulau itu merupakan pulau terkahir di Grandline da gerbang utama menuju ke dunia baru.
Entah berapa hari lagi akan sampai tapi, Nobara mengatakan bahwa sebentar lagi mereka akan sampai ke Saboday. Kini, mereka semua sedang berkumpul di lantai 3 dan beberapa dari mereka sedang berenang.
Naruto hanya mengenakan boxer oranye dan sedang berendam di kolam renang. Erza mengenakan bikini berwarna kuning dengan corak hitam dan ia sedang melakukan pemanasan dan meregangkan tubuhnya sebelum masuk ke kolam renang. Nobara pun menggunakan bikini berwarna putih dan ia sudah berada di kolam renang sambil menikmati sebuah jus lemon. Shinobu sedang duduk disebuah kursi di pinggir kolam renang sambil membaca sebuah majalah. Levi sedang menikmati secangkir teh panas, Genos sedang merenovasi bagian tubuhnya sendiri, sedangkan Yoriichi sedang berlatih pedang di pinggir kapal.
Mereka semua sedang menikmati waktu santai di kapal baru mereka sebelum mereka mendarat di pulau Saboady.
"Hmmmmm! Cuaca yang sangat indah!" Ucap Nobara.
"Kozuki-San, apa kau tidak apa-apa berada di dalam air dalam waktu lama? Aku dengar pengguna buah iblis akan melemah jika berada dalam air." Ucap Shinobu sambil tersenyum kepada Naruto.
"Jangan khawatir. Kolam renang ini tidak terlalu dalam dan lagi ini bukan air laut. Memang aku merasakan kekuatanku melemah tapi aku masih bisa bertarung jika ada serangan mendadak." Ucap Naruto sambil tersenyum.
Bruuush!
Erza yang sedari tadi melakukan pemanasan akhirnya pun melompat ke kolam renang. Dengan ban pelampung yang mengikat di perutnya membantunya untuk mengapung di kolam renang tersebut.
"Uaaaagh! Menyegarkan sekali. Kadang-kadang aku menyesal telah memakan buah iblis karena aku jadi tidak bisa berenang," Ucap Erza sambil tersenyum.
Disisi lain, Yoriichi pun menyudahi latihan pedanganya dan berjalan mendekati kolam renang. "Sepertinya kalian sedang bersenang-senang."
Yoriichi pun langsung duduk disebelah Shinobu dan meminum sebotol air. Melihat itu, Shinobu pun sedikit terganggu karena, botol air itu adalah miliknya.
"Tsugikuni-San, itu miliku." Ucap Shinobu.
"Masih banyak botol air yang lainnya." Ucap Yoriichi sambil tersenyum.
"Apa yang sedang kau lakukan, Genos?" Tanya Levi kepada Genos yang sedari tadi penasaran karena Genos sibuk mengoprek dirinya sendiri.
"Aku sedang mengupgrade sistem robot ditubuhku. Setelah pertarungan melawan Trebol di Mock Town, aku sadar bahwa tubuhku ini masih mempunyai banyak kelemahan." Ucap Genos.
WUUUSH!
Seketika angina berhembus dengan kencang dan membuat semua orang yang berada disana sedikit terkejut.
"Nobara, apa akan ada badai?" Tanya Yoriichi.
"Tidak. Cuaca hari ini sangat cerah dan tidak akan terjadi badai atau hujan." Ucap Nobara dengan santai.
Disisi lain, Erza mengarahkna pandangannya kearah utara dan ia membelalakan matanya karena ia melihat sebuah dinding merah yang sangat besar.
"OOI! LIHAT ITU!" Teriak Erza.
Semua orang pun langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Erza dan mereka semua melihat sebuah dinding merah yang sangat besar.
"Jangan-jangan…." Gumam Genos.
"Itu Red Line!" Ucap Nobara.
Bruuush!
Naruto, Erza, dan Nobara pun langsung keluar dari kolam renang dan mereka berjalan menuju pagar kapal untuk melihat tembok Red Line tersebut. Yoriichi, Shinobu, Levi dan Genos pun mengikuti mereka bertiga.
"Kenapa kita ada disini lagi!? Apa ini berarti kita akan kembali ke East Blue!?" Teriak Naruto yang panik.
"Bukan bodoh! Artinya kita sudah setengah jalan dan kita akan memasuki dunia baru!" Ucap Nobara.
"Hah? Apa maksudmu?" Tanya Naruto.
"Red Line adalah benua panjang yang membentang di dunia ini yang bisa dikatakan sebagai meridian utama bumi. Red Line menjadi dinding pembatas yang membatasi setiap kontinen dan lautan di dunia ini. East Blue, North Blue, South Blue, West Blue, Grandline, Dunia baru, dinding merah inilah yang menjadi pembatas dan maka dari itu tidak semua orang bisa menyeberangi laut dengan mudah." Ucap Levi.
Mendengar hal tersebut, Naruto pun mendongakan kepalanya keatas dan mencoba melihat apa yang ada di puncak tersebut. "Aku tidak bisa melihat ujungnya."
Disisi lain, Erza pun mendongakan kepalanya keatas dan mengerang. Sebuah tempat yang pernah ia tinggali dan menjadi mimpi buruk baginya.
"Marijoa…" Gumam Erza yang terlihat kesal.
"Itu berarti, posisi kita sekarang ini sudah dekat dengan markas pusat angkatan laut." Gumam Shinobu.
"Kalau begitu kita harus berhati-hati. Kita sudah memasuki area pemerintahan dunia dan itu berarti petinggi angkatan laut berada disekitar sini." Ucap Yoriichi.
"Petinggi angkatan laut?" Tanya Naruto.
"Ah. Angkatan laut memiliki orang-orang kuat yang bisa kita sebut sebagai admiral. Ada 3 admiral yaitu Aokiji,Kizaru, dan Akainu dan mereka bertiga merupakan kekuatan utama angkatan laut. Satu-satunya orang yang bisa memerintah mereka bertiga adalah panglima angkatan laut yaitu Sengoku." Ucap Yoriichi.
"Admiral kah?" Gumam Naruto.
"Naruto, ada satu hal yang harus kau ketahui. Di Saboady banyak sekali Tenryuubito yang berkeliaran disana. Jika kau memukul salah satu dari mereka, maka admiral angkatan laut akan langsung datang mencarimu." Ucap Levi.
Naruto yang mendengar itu pun tidak terkejut sama sekali dan tidak memperlihatkan ekspresi takut sama sekali.
"Aku mengerti sekarang. Jadi karena itu tidak ada yang berani menyerang Tenryuubito?" Tanya Naruto.
"Melukai, melawan, memukul, atau menolak permintaan dari Tenryuubito dianggap sebagai tindakan criminal. Jadi, bagi orang-orang lemah, mereka tidak punya pilihan lain selain menurut." Ucap Shinobu.
Naruto yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti. Naruto lalu mengarahkan pandangannya kepada seluruh nakamanya dan menatap mereka dengan serius.
"Semuanya, kalian tahu bahwa aku sangat tidak menyukai Tenryuubito. Salah satu dari kita, yaitu Erza pun mempunyai dendan kepada Tenryuubito. Aku tidak bisa menjamin jika aku tidak akan melukai salah satu dari mereka. Jadi, jika salah admiral ini datang, apa kalian semua siap menghadapinya?" Tanya Naruto.
Mendengar hal tersebut dari Naruto, bukannya khawatir, seluruh kru Naruto malah tersenyum dan terlihat bersemangat.
"Mau admiral, mau yonkou aku tidak perduli! Jika mereka menganggu, akan kuhabisi mereka!" Ucap Nobara.
"Meskipun kau mati ditangan mereka?" Ucap Levi kepada Nobara sambil menyeringai.
"AKU TIDAK AKAN MATI!" Teriak Nobara.
"Jika kita harus melawan admiral, ya mau bagaimana lagi." Ucap Yoriichi.
"Demi melindungi teman-temanku dan bajak laut ini, aku akan bertarung dengan siapapun." Ucap Erza.
"Tidak masalah bagiku untuk melawan admiral." Ucap Genos.
"Lagipula kita ini bajak laut dan sudah menjadi resiko kit ajika harus melawan admiral angkatan laut. Cepat atau lambat mereka pasti akan datang." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
Naruto yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan merasa senang. Ia bangga dengan teman-temannya karena mereka sangat berani dan juga memiliki ikatan yang kuat.
'Sepertinya, mengumpulkan orang-orang kuat dalam satu kapal bukanlah masalah. Shishishi.' Gumam Naruto dalam hatinya.
-X-
2 JAM KEMUDIAN
2 Jam telah berlalu semenjak mereka menemukan tembok Red Line. Mereka memutuskan untuk mengikuti arahan dari jarum Log Pose yang menunjukan kearah barat dan pada akhirnya pun mereka sampai disebuah pulau yang bernama Saboady Archipelago..
Mengetahui akan segera mendarat, Naruto dan kawan-kawan pun bersiap-siap dan membersihkan diri mereka.
Naruto menggunakan kemeja putih dengan celana panjang putih dan mengenakan sandal capit biasa. Yoriichi kali ini tampi beda dengan mengenakan kemeja putih dengan vest hitam dan celana panjang hitam dengan sepatu boot. Nobara mengenakan baju putih tanpa lengan dan hotpants putih ketat dan ia menggunakan sepatu berwarna merah. Genos seperti biasa menggunakan baju dan celana hitam. Erza mengenakan baju hitam lengan panjang dan rok mini berwarna hitam dan ia mengucir rambutnya menjadi dua bagian. Shinobu menggunakan kimono berwarna putih tipis dengan jubah bercorak kupu-kupu dan Levi menggenakan kemeja cokat dengan celana panjang hitam.
"YOOOO! AKHIRNYA KITA SAMPAI!" Teriak Naruto.
Wuuush!
Genos yang sedang mengemudikan kapal pun membelokan arah ke kapal ke kanan dan memarkirkan kapal tersebut. Terlihat sebuah pohon bakau besar yang tertulis angka 20.
"Besar sekali pohonnya." Ucap Genos.
"Ini semua adalah pohon mangrove. Tidak seperti pulau biasanya, pohon-pohon ini tumbuh dari dasar laut dan terus bergerak hingga permukaan laut. Saat sampai di permukaan, pohon-pohon ini terus berkembang biak sehingga menciptakan suatu dataran yang sangat luas dan terjadilah pulau ini." Ucap Levi.
"Apa semuanya sudah siap!?" Teriak Nobara.
"AH! Aku sudah memarkirkan kapal dan menurunkan jangkar. Semua ruangan pun sudah terkcunci!" Teriak Genos.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Nobara.
Nobara pun membuka sebuah kantung besar yang berisikan uang dan mulai membagikan uang kepada setiap rekannya.
"Masing-masing dari kalian memegang 10 juta berry. Aku memberikan uang ini hanya untuk berjaga-jaga saja siapa tahu ada keperluan mendadak dan ada permasalahan yang memang harus diselesaikan dengan uang." Ucap Nobara.
Setiap dari mereka pun menerima uang 10 juta berry yang diberikan oleh Nobara dan memasukan uang tersebut ke dalam saku mereka.
"Terima kasih Kugisaki-San. Aku pun membawa beberapa uangku dan sudah menyimpannya di ruang rahasia Erza-San." Ucap Shinobu.
"Huh?" Gumam Nobara sambil melirik Erza.
"Aku menyimpang uang Shinobu di ruang dimensiku dimana aku menyimpan semua armorku." Ucap Erza.
"Aku penasaran, memangnya berapa uang yang kau miliki Shinobu?" Tanya Naruto.
"Untuk seorang produsen obat sepertimu, kau pasti memilki banyak sekali cadangan uang." Ucap Levi.
"5 Milyar Berry!" Ucap Shinobu sambil tersenyum manis.
Blink! Blink!
….
….
"" 5 MILYAR BERRRRRRRRRRRRY!?"" Teriak Nobara, Genos, Naruto dan Yoriichi yang terkejut.
Levi disisi lain pun terkejut dan membelalakan matanya namun ia tidak bereaksi berlebihan seperti yang dilakukan oleh teman-temannya.
"Gi-gi-gi-gila! Kau kaya sekali!" Teriak Naruto.
"Shinobu, aku tidak tahu kau ternyata adalah seorang konglomerat!" Ucap Genos.
"Ara-ara, aku bukanlah orang yang terlahir dari keluarga kaya. Aku hanya memproduksi obat saja." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Pertama kali aku melihatmu, aku pikir kau wanita penyakitan dan kekurang gizi karena kulit putihmu yang pucat. Tapi ternyata aku salah besar." Ucap Nobara.
"Tapi itu berita baik. Sekarang lupakan tentang itu dan mari bagi tim." Ucap Levi.
Nobara yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan menatap semua rekan-rekannya.
"Aku akan pergi bersama Naruto dan mencari informasi tentang dunia baru dan bagaimana cara kita sampai kesana. Erza dan Shinobu harus pergi bersama karena uang Shinobu dipegang olehnya. Yoriichi, Genos, dan Levi kalian pergilah bersama-sama. Jika kalian bertiga pergi bersamaan, aku yakin tidak akan ada yang berani menyentuh kalian." Ucap Nobara sambil tersenyum.
"Nobara, sepertinya aku akan pergi sendiri. Aku ingin mengelilingi pulau ini dan melihat bagaimana praktik perdagangan manusia yang berada disini." Ucap Yoriichi.
"Memangnya apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Levi.
"Jika memungkinkan, aku akan membebsakan para budak dan mencari tahu siapa pemilik bisnis perdagangan manusia ini. Seperti yang kau katakana sebelumnya bahwa di pulau ini, perdagangan manusia adalah bisnis terbesar dan aku penasaran siapa pemilik bisnis ini." Ucap Yoriichi kepada Levi.
"Baiklah kalau begitu. Kau memegang vivre card dan denden mushi kan?" Tanya Nobara.
"Aku membawanya. Jangan khawatir. Aku tidak akan menghilang." Ucap Yoriichi.
"YOSSSH! Kalau begitu ayo kita jelajahi pulau ini!" Ucap Naruto.
""OOOOOOOOOOO!""
-X-
( LEVI DAN GENOS )
Akhirnya seluruh kru Naruto pun berpencar. Yoriichi kearah utara, Naruto dan Nobara kearah barat, Shinobu dan Erza kearah timur, dan Levi dan Genos kearah selatan.
Untuk Levi dan Genos, mereka berdua kini sedang berjalan-jalan santai di kepulauan Saboady Archipelago. Mereka melihat kesekitar mereka dan melihat sebuah pulau yang damai karena terlihat banyak orang yang sedang berdagang, bermain dan berpacaran.
Gelembung-gelembung yang keluar dari permukaan tanah pun semakin membuat suasan terasa begitu nyaman dan indah.
"Pulau yang indah." Ucap Genos.
"Kau bisa bilang seperti itu karena kau tidak melihat betapa hancurnya pulau ini." Ucap Levi.
"Ah, kau mengatakan bahwa perdagangan manusia adalah hal yang wajar di pulau ini. Apa kau pernah melihatnya?" Tanya Genos.
"Aku sempat singgah di pulau ini 5 tahun yang lalu. Sama sepertimu aku menyangka bahwa pulau ini adalah pulau yang indah. Tapi, setelah aku mengelilingi pulau ini, aku melihat sebuah pameran dimana manusia dijual dan diberi label harga." Ucap Levi.
"Benar-benar mengerikan. Bagaimana mereka bisa memperlakukan manusia seperti itu?" Tanya Genos.
"Pertama-tama kau harus mengerti bahwa Tenryuubito menganggap kita manusia biasa adalah sampah dan tidak bisa disandingkan dengan mereka. Maka dari itu, para bangsawan dunia memperbudak manusia dan para bangsawan itu menganggap bahwa manusia yang mereka jadikan budak seharusnya bersyukur karena bisa melayani bangsawan dunia." Ucap Levi.
"Menjijikan! Tidak ada yang harus disyukuri untuk menjadi budak!" Ucap Genos.
"Pemikiran itu pun merambat kepada orang-orang kaya atau raja-raja sebuah negara dan mereka pun ikut memperbudak manusia yang mereka anggap rendahan." Ucap Levi.
"Lalu, apa para budak itu tidak mencoba meloloskan diri? Atau memberikan perlawanan?" Tanya Genos.
"Saat mereka menjadi budak, dalam kasus Tenryuubito mereka akan ditandai dengan tongkat yang sudah di panaskan. Tongkat tersebut berbentuk seperti cakar naga. Mereka menempelakan tongkat panas itu ke punggung para budak sehingga punggung mereka pun memiliki luka bakar yang berbentuk seperti cakar naga. Lalu, leher mereka di pasang semacam rantai yang jika mereka melakukan perlawanan maka rantai itu akan meledak." Ucap Levi.
"Souka. Jadi itu penyebabnya. Tapi, bukankah lebih baik mati daripada menjadi seorang budak?" Tanya Genos.
"Tidak semudah itu. Mungkin bagi orang yang berputus asa dan memiliki keberanian mereka lebih baik mengakhiri hidup mereka. Tapi, beberapa dari mereka memiliki sebuah harapan untuk bebas, beberapa dari mereka ada yang takut akan kematian. Lagipula, saat kau menjadi seorang budak, kau harus meminta izin dahulu kepada majikanmu bahkan jika kau ingin mati." Ucap Levi.
Mendengar hal tersebut, Genos pun sedikit menyipitkan matanya. Perkataan Levi membuatnya sadar bahwa dunia ini tidak lebih dari pada sekedar sampah. Ia berpikir seperti itu karena pemimpin dunia ini yang dimana adalah Tenryuubito adalah sampah. Mereka memperlakukan manusia lain semena-semena karena menganggap mereka semua adalah bangsawan dunia.
"Aku mengerti perkataan Naruto sekarang. Mungkin, karena ini dia ingin mengubah dunia." Ucap Genos.
"Mengubah dunia?" Tanya Levi.
"Impian Naruto sebenarnya adalah mengubah dunia ini dan membawa perdamaian di dunia ini. Bukan hal yang mudah untuk dilakukan tapi aku percaya dia dapat melakukan semua itu." Ucap Genos sambil tersenyum.
Levi yang mendengar itu pun tersenyum. Ternyata benar dugaanya bahwa Naruto pasti memiliki tujuan yang besar, bahkan lebih besar daripada menjadi raja bajak laut. Levi setuju bahwa dunia ini memang harus dirubah tapi siapa yang bisa merubahnya? Entahlah, tapi mungkin saja kaptennya ini akan menjadi orang yang menggulingkan pemerintah dunia.
"Sepertinya, si bodoh itu mempunyai semangat yang besar." Ucap Levi.
SIUUNG!
BOOOM!
Tiba-tiba, ada sesuatu yang jatuh tepat dihadapan mereka sehingga membuat mereka berdua pun melompat kebelakang guna menghindari benda jatuh tersebut.
"Apa itu!?" Ucap Genos.
"Bersiaplah. Sepertinya kita sedang diserang!" Ucap Levi.
Mereka berdua pun memasang kuda-kuda bertarung dan memfokuskan pandangan mereka kepada kepulan asap yang berada di depan mereka.
Kepulan asap tersebut pun mulai menghilang dan mulai terlihat bayangan dari seseorang. Seseorang yang besar yang mungkin tingginya hampir 4 meter dengan rambut ikal seleher dan terlihat salah satu matanya berwarna merah.
Levi sedikit menyipitkan matanya karena ia mengetahui siapa orang tersebut.
"Shicibukai, Bartholomew Kuma." Ucap Levi.
Mendangar hal tersebut, Genos pun membelalakan matanya dan langsung mengarahkan pandangannya pada sosok Shicibukai yang bernama Kuma tersebut.
"Shicibukai!? Apa yang dilakukan Shicibukai disini!?" Teriak Genos.
"Tempat ini dekat dengan Marijoa dan markas pusat angkatan laut. Siapa saja bisa datang ke pulau ini." Ucap Levi.
"Sial. Disaat kita mengira bahwa admiral angkatan laut yang akan datang, malah Shicibukai yang kita temui." Ucap Genos.
"Ini akan menjadi buruk jika Naruto benar-benar berurusan dengan Tenryuubito dan admiral angkatan laut datang." Ucap Levi.
"Ah. Kau benar! Itu berarti kita akan menghadapi admiral dan Shicibukai sekaligus!" Ucap Genos.
SREENG!
ZRET!
Kuma pun mengarahkan pandangannya kepada Levi dan Genos dan ia menggerakan tangannya dan mengarahkan tangannya kepada mereka berdua.
Terlihat sebuah telapak tangan besar yang ditengahnya terdapat sebuah lubang kecil. Levi yang melihat itu pun menyipitkan matanya karena, Kuma yang ia tahu tidak memiliki telapak tangan seperti itu.
"Tunggu. Sepertinya dia bukan Bartholomew Kuma." Ucap Levi.
"Hah? Apa maksudmu?" Tanya Genos.
SRIIIIIIIING!
Seketika, terdengar suara yang cukup bising dan terlihat telapak tangan dari Kuma mengeluarkan sinar kunging.
"Menghindar!" Teriak Levi.
SIUUNG!
…..
BOOOOOOM!
-X-
( SHINOBU DAN ERZA )
Disisi lain, Shinobu dan Erza pun berjalan santai mengelilingi pulau Saboady. Senyuman di wajah mereka menandakan bahwa mereka menikmati perjalanan mereka di pualu ini. Pohon mangrove yang menjulang tinggi, gelembung yang keluar dari permukaan tanah, serta cuaca hangat di pulau ini membuat mereka merasa nyaman.
"Pulau yang sangat indah." Ucap Erza.
"Kau benar. Aku menyukai cuaca hangat seperti ini. Selama aku di Druma Kingdom, aku hanya merasakan musim salju." Ucap Shinobu.
"Ah benar juga. Bagaimana keadaan teman-temanmu disana?" Tanya Erza.
"Sejujurnya aku tidak mempunyai teman disana. Aku tinggal bersama Kureha-Sensei dan Chopper dan hanya mereka berdualah keluargaku. Saat aku mendengar dari Kozuki-San bahwa Chopper telah pergi dan menjadi bajak laut aku sedikit khawatir dengan keadaan Kureha-Sensei tapi aku pikir dia akan baik-baik saja." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Begitukah? Aku harap juga begitu. Semoga mereka semua baik-baik saja dan kau bisa bertemu dengan mereka lagi jika petualangan ini sudah beres." Ucap Erza sambil tersenyum.
"Uhm. Kuharap mereka akan mengerti dengan pilihan yang kuambil." Ucap Shinobu.
Mereka berdua melanjutkan perjalan mereka selama hampir 30 menit dan mereka menemukan sebuah bangunan besar yang bertuliskan Human Auction. Melihat itu pun Erza langsung membelalakan matanya karena saat kecil, ia pernah melihat bangunan seperti ini sebelumnya.
"Ada apa, Scarlet-San?" Tanya Shinobu.
"Bangunan itu! Tidak lain dan tidak bukan adalah rumah pelalangan manusia!" Ucap Erza.
Shinobu pun langsung membelalakan matanya dan menatap bangunan besar tersebut. "Jadi ini, hal yang dibiacarakn oleh Ackerman-San."
Erza pun mengepalkan kedua lengannya dan mengertakan giginya karena saking kesalnya ia. Melihat itu, Shinobu pun menepuk pundak Erza dengan pelan dan tersenyum kepadanya.
"Scarlet-San aku mengerti perasaanmu. Ayo, kita pergi dari sini." Ucap Shinobu.
"Tidak!" Ucap Erza,
Mendengar itu, Shinobu pun membelalakan matanya dan terkejut. "Ke-Kenapa?"
"Ayo kita masuk kesana dan selamatkan para budak yang ada disana!" Ucap Erza.
Shinobu pun sedikit terkejut dengan perkataan Erza namun ia menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti.
"Baiklah kalau begitu. Aku tidak keberatan jika kau memakai uangku untuk membebaskan para budak itu Scarlet-San." Ucap Shinobu.
"Be-benarkah?" Tanya Erza.
"Uhm!" Jawab Shinobu sambil tersenyum.
Erza pun tersenyum kepada Shinobu. "Terimkasih Shinobu. Kalau begitu, ayo kita masuk!"
Erza dan Shinobu pun langsung berlari ke rumah pelelangan manusia tersebut. Sesampainya di depan pintu masuk, mereka melihat beberapa orang yang sedang berjaga didepan pintu masuk.
"OI! Menyingkirlah dan biarkan kami masuk!" Ucap Erza.
Mendengar hal tersebut, para penjaga pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Erza dan menodongkan senjata mereka kepada Erza dan Shinobu.
"Siapa kalian hah!? Ini adalah acara terhormat dan kalian tidak bisa masuk seenaknya!" Ucap salah satu penjaga tersebut.
"Terhormat katamu!?" Gumam Erza.
Erza pun lalu berjalan mendekati para penjaga dan bersiap untuk menyerang mereka.
Graab!
Erza membelalakan matanya dan terkejut saat ia merasa lengannya sedang ditarik oleh seseorang. Ia melirik sediki kebelakang dan melihat Shinobu yang memegang lengannya dan menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Serahkan mereka kepadaku, Scarlet-San." Ucap Shinobu.
Setelah mengatakan itu, Shinobu pun berjalan mendekati para penjaga itu dan tersenyum kepada mereka. Shinobu mengeluarkan beberapa lembar uang yang berjumlah 100 ribu beri dan ia berikan kepada penjaga tersebut.
"Maaf, tapi bisakah kalian mengizinkan kami masuk?" Ucap Shinobu.
Para penjaga tersebut pun tersenyum kepada Shinobu dan mengambil uang yang ditawarkan Shinobu.
"Inilah yang kami maksud. Kalau begitu, kalian berdua boleh masuk." Ucap Penjaga tersebut.
Pada akhirnya, Erza dan Shinobu pun berhasil lolos dari penjagaan yang berada di luar dan kini mereka sudah berada tepat di depan pintu masuk.
CLACK!
Shinobu membuka pintu itu dengan perlahan dan terlihat sebuah ruangan yang sangat besar dimana disitu pun terdapat banyak orang. Mereka berdua pun melihat sebuah panggung besar dan di panggung tersebut terlihat ada seseorang yang menungkulkan kepalanya, dengan rantai yang mengikat lehernya dan mereka yakini itu adalah seseorang yang sedang dijual untuk dijadikan budak.
"TERJUAL! WANITA CANTIK YANG JUGA MERUPAKAN PENARI INI TERJUAL DIHARGA 2 JUTA BERRY! SELAMAT!" Teriak si pembawa acara tersebut.
Melihat hal tersebut, Erza pun semakin geram. Dia benar-benar ingin berlari ke panggung dan menghajar semua orang yang berada disana.
"Lihat siapa yang datang! Terakhir kali kita bertemu di Water 7!"
Erza dan Shinobu pun membelalakan matanya saat mendengar suara yang tidak asing ditelinga mereka. Mereka mengarahkan pandangannya ke kana dan melihat Eustass Kid sedang berdiri bersama dengan angota bajak lautnya.
"Ara-ara, kau masih penasaran dengan kami?" Tanya Shinobu sambil tersenyum.
"Kau kan yang dihajar Yoriichi waktu itu." Ucap Erza.
"Jangan asal bicara! Saat itu aku hanya terkejut dengan kekuatan dari Hinokami! Jika pertarungannya di lanjutkan maka aku yang akan menang." Ucap Kid.
"Fufufufu aku tidak perduli dengan alasanmu tapi kami sedang tidak ingin bertarung. Ada hal yang lebih penting yang harus kami lakukan disini." Ucap Shinobu.
"Shinobu-Senpai!"
Shinobu pun kembali terkejut karena ia mendengar suara dari seseoran yang ia kenal. Ia mengarahkan pandangannya ke kiri dan melihat Chopper yang berlari menghampirinya.
"Chopper!" Ucap Shinobu sambil tersenyum.
Chopper pun langsung melompat dan memeluk Shinobu dengan erat. Chopper sangat merindukan Shinobu dan akhirnya mereka dipertemukan kembali di pulau ini. Chopper pun tidak menyangka bisa kembali bertemu dengan Shinobu.
"Shinobu-Senpa! Hiks! Hiks! Aku merindukanmu!" Ucap Chopper sambil menangis.
"Ara-ara. Jangan menangis Chopper. Aku jadi merasa bersalah jika kau menangis seperti ini." Ucap Shinobu sambil mengelus kepala Chopper.
Disisi lain, beberapa anggota dari bajak laut mugiwara seperti Nami, Franky, Sanji, seta Hachi yang merupakan teman dari mereka menyaksikan Chopper yang memeluk Nobara pun sedikit bingung.
"Siapa dia?" Gumam Nami.
"Sepertinya, Chopper sangat mengenal wanita itu." Gumam Franky.
"Wanita itu sangat cantic." Gumam Sanji yang matanya berubah menjadi hati saat melihat Shinobu.
"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu." Ucap Hachi.
Disisi lain, Chopper pun melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Shinobu. "Senpai, akan ku kenalkan teman-temanku kepadamu."
Chopper pun langsung menarik lengan Shinobu dan membawanya kehadapan Franky, Nami, Sanji, dan Hachi.
"Mereka adalah teman-temanku, Shinobu-Senpai." Ucap Chopper sambil menunjuk nakamanya.
Shinobu pun tersenyum kepada mereka semua dan melambaikan tangannya. "Konichiwa! Namaku Kocho Shinobu. Senang bertemu dengan kalian."
"Melorine!" Ucap Sanji sambil menari-nari.
Sanji pun langsung menghampiri Shinobu dan langsung berlutut dihadapannya. "Senang bertemu denganmu. Namaku Sanji dan aku adalah pria pecinta wanita."
"Ara-ara! Senang bertemu denganmu, Sanji-San." Ucap Shinobu.
"Shinobu, apa kau mengenal mereka?" Tanya Erza.
Sanji yang kembali mendengar suara wanita pun langsung membelalakan matanya dan ia langsung mengarahkan pandangannya kepada Erza.
"WAH!"
Pandangan Sanji pun langsung terarah kepada payudara Erza yang sangat besar dan Sanji pun kembali menghampiri Erza dan berlutut dihadapannya.
"Seorang wanita cantik berdiri dihadapanku. Kecantikanmu telah membuat hatiku luluh. Salam kenal, Sanji sang kesatria penakluk wanita." Ucap Sanji.
Erza sedikit terganggu dengan tingkah laku Sanji tapi Erza lebih fokus kepada alis Sanji yang terlihat unik dan mirip seseorang.
"Wajahmu nampak tidak asing. Apa kau mengenal Vinsmoke Reiju?" Tanya Erza.
Wajah Sanji yang sedari tadi berseri-seri pun seketika berubah drsasti menjadi wajah panik. Keringat dingin pun membasih tubuhnya dan tubuhnya mulai bergetar.
'A-aku lupa! Mereka berdua adalah bajak laut Naruto dan mereka penah melawan Germa 66!' Gumam Sanji dalam hatinya.
"Sanji-Kun, apa kau baik-baik saja?" Nami yang melihat Sanji begetar pun langsung menghampiri Sanji karena khawatir.
"A-a-ah! Tidak. Aku tidak apa-apa Nami-San!" Ucap Sanji.
Shinobu yang melihat itu pun hanya tersenyum dan ia mengerahkan pandangannya kepada Chopper.
"Lalu, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Shinobu kepada Chopper.
"Kami akan menyelamatkan teman kami disini! Dia tertangkap dan dia akan dijual disini!" Ucap Chopper.
Mendengar hal tersebut, Erza dan Shinobu pun menatap satu sama lain dan mengangguk. Shinobu pun kembali mengarahkan pandangannya kepada Chopper.
"Kalau begitu ayo kita bebaskan dia." Ucap Shinobu.
"Benarkah!? Terima kasih senpai!" Ucap Chopper.
Shinobu yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum. Ia lalu mengarahkan pandangannya kepada Nami dan tersenyum juga kepada Nami dan membuat Nami sedikit merasa tidak nyaman.
"Ke-kenapa?" Tanya Nami.
"Dorobo Neko, Nami. Senang bertemu denganmu. Kau membuat kaptenku seperti orang gila." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Jadi dia yang bernama Nami?" Tanya Erza.
Nami yang mendengar hal tersebut pun tersenyum bangga. "Aku tidak tahu siapa kapten kalian tapi, bilang kepada kapten kalian jika dia mempunyai banyak uang dia bisa bertemu denganku."
"Ara-ara. Baiklah. Aku akan menyampaikan pesanmu kepada Kozuki Naruto." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
Nami yang mendengar itu pun langsung membelalakan matnya dan terkejut bukan main. Dia baru ingat bahwa orang yang bernama Kocho Shinobu adalah dokter dari Naruto Kaizokudan. Tapi yang terpenting adalah, Naruto berarti ada di pulau ini dan ini untuk keempat kalinya ia berada di pulau yang sama dengan Naruto.
"Na-naruto? Dia ada disini?" Tanya Nami.
Disisi lain, Hachi pun membelalakan matanya dan langsung mendekati Nami. "Nami! Na-Naruto yang mereka maksudkan, jangan bilang….."
"Ah! Kau benar! Dia adalah Naruto yang kita kenal dulu!" Ucap Naruto.
Hachi pun langsung berkeringat dingin dan ia bergidik ngeri. Ia tahu seberapa mengerikannya Naruto dan yang paling penting, ia tahu dan ia yakin bahwa Naruto masih menyimpan dendam terhadapnya. Jika ia bertemu dengan Naruto sekarang, maka ia pasti mati.
"Na-Nami.. Selamatkan aku! Aku takut!" Bisik Hachi kepada Nami.
"Ba-baka! Kau pikir kau saja yang takut!? Aku juga takut jika bertemu dengan Naruto sekarang." Ucap Nami.
"NAH! SEKARANG WAKTUNYA! KEJUTAN BAGI KALIAN SEMUA!"
Seketika, semua orang yang berada disana pun langsung mengarahkan pandangannya kearah panggung ketika mendengar pembawa acara berbicara.
Dari panggung tersebut, Terlihat ada seseorang yang membawa sebuah aquarium besar dan aquarium tersebut tertutupi oleh sebuah kain. Namun terlihat sebuah bayangan dari kain tersebut. Bayangan yang menyerupai ikan tapi memiliki perawakan seperti manusia.
"KAMI PERSEMBAHKAN KEPADA KALIAN!"
SREET!
"CAMIE SI DUYUNG! KAMI MENDAPATKANNYA LANGSUNG DARI PULAU MANUSIA IKAN!"
"UOOOOOOOOOOOOOOOO!"
Teriakan pun mengisi seluruh ruangan tersebut, Semua penonton terlihat sangat gembira karena pada akhirnya mereka menemukan seekor duyung. Bagi mereka, duyung adalah budak yang sangat mahal dan sangat diinginkan. Itu terlihat dari harga pasaran budak dimana ras manusia ikan atau duyung memiliki harga kisaran 50 juta berry.
"Camie!" Teriak Chopper.
"Akhirnya dia muncul juga!" Ucap Sanji yang tersenyum.
"Yosssh! Akhirnya kita bisa menyelamatkannya." Ucap Nami.
"Camie…" Ucap Papag yang merupakan bintang laut dan teman dari Camie.
"Tunggu saja. Camie." Ucap Franky.
"YOOOO! HADIRIN SEKALIAN! KAMI AKAN MEMBUKA HARGA DI-"
"AKU MEMBELINYA DENGAN HARGA 500 JUTA!"
Ucapan pembawa acara tersebut pun terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba berteriak dan menawar Camie dengan harga 500 juta. Harga itu bahkan 10 kali lipat dari harga pasaran. Ternyata, orang yang menawar itu adalah salah satu Tenryuubito yang bernama Saint-Charloss.
Semua orang yang berada disana pun menundukan kepala mereka karena mereka tahu bahwa mereka semua tidak bisa melawan Tenryuubito.
Disisi lain, Kelompok mugiwara serta Hachi dan Papag pun membelalakan mata mereka karena mereka tidak menyangka akan ada orang yang menawar setinggi 500 juta.
"500 juta!? Kita tidak punya uang sebesar itu!" Ucap Nami.
"Tenryuubito sialan…" Gumam Franky.
"Ini diluar dugaan, Kita mengira bahwa kita bisa menyelamatkannya dengan uang tapi ini benar-benar di luar dugaan." Ucap Sanji.
"Camiee…." Ucap Hachi.
"Sial….." Ucap Papag yang mulai menangis.
Disisi lain pembawa acara pun terkejut dengan tawaran yang diajukan oleh Tenryuubito. Namun, ia pun tersenyum puas karena ia akan mendapatkan uang yang sangat banyak.
"500 JUTA! INI ADALAH HARGA YANG SANGAT MENKAJUBKAN! TAWARAN DIMULAI DARI 500 JUTA! APA ADA YANG AKAN MENAWAR LEBIH TINGGI!?" Teriak si pembawa acara.
Tidak ada jawaban dari seorang pun karena 500 juta adalah harga yang sangat tinggi, Bahkan seorang pengusaha besar pun berpikir dua kali jika harus mengeluarkan uang sebanyak 500 juta berry.
Melihat tidak adanya jawaban dari penonton, si pembawa acara pun tersenyum puas dan mengangkat tangannya.
"BAIKLAH! JIKA TIDAK ADA LAGI YANG MENAWAR, MAKA CAMIE SI DUYUNG SECARA RESMI TERJUAL KE-"
"Moshi-Moshi.."
Seletika, ucapan pemabwa acara tersebut pun terpotong akibat mendengar suara seseorang. Si pembawa acara pun mengarahkan pandangannya keatas dan melihat seorang wanita yang mengangkat tangannya.
"A-ADA YANG BERBICARA! APAKAH DIA AKAN MEMBERIKAN HARGA YANG LEBIH TINGGI!?" Teriak si pembawa acara.
Tenryuubito yang mendengar itu pun langsung membalikan tubuhnya dan melihat wanita yang mengangkat tangannya itu.
"Huh!? Siapa dia!? Beraninya dia melawanku!" Teriak Saint Charlos.
Wanita tersebut adalah Shinobu. Shinobu pun hanya tersenyum saat ia tahu bahwa seluruh mata orang yang berada di ruangan ini sedang terarah kepadanya.
"Ano, bolehkah aku meminta microphone? Aku tidak bisa berteriak terlalu kencang." Ucap Shinobu kepada salah satu petugas disana.
"Baik!" Si petugas pun langsung berlari dan bergegas mengambil microphone.
Disisi lain, Nami, Chopper, Sanji, Franky, Hachi, dan Papag pun terkejut dan menatap Shinobu.
"Shinobu-Senpai…" Gumam Chopper.
"Oi! Apa yang kau lakukan!?" Tanya Nami kepada Shinobu.
"Jangan bilang kau akan melawan Tenryuubito!?" Tanya Franky.
"Ojou-San, apa kau akan membantu Camie?" Tanya Hachi.
Shinobu pun hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan mereka semua dan membuat mereka semakin bingung dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Shinobu.
"Ojou-San! Ini Microphone anda!"
Tiba-tiba petugas pun datang dan memberikan Shinobu sebuah microphone yang dimana langsung diterima oleh Shinobu dengan senang hati.
"Arigatou." Ucap Shinobu.
"Cek..Cek.. Moshi-moshi.. Ah, nampaknya suaraku sudah terdengar oleh semuanya."
Shinobu pun mengecek micnya dan berbicara melalui mic tersebut sehingga suarany terdengar oleh seluruh orang yang berada dalam ruangan itu.
"Maaf telah menunggu lama. Aku tadi habis berdiskusi dengan temanku yang berada disebelahku ini. Kami memutuskan untuk membeli duyung itu dengan harga 501 juta berry." Ucap Shinobu.
Semua orang yang berada disana, termaksud para Tenryuubito pun membelalakan matanya karena masih ada orang gila yang berani menaikan harganya.
"501 JUTA BERRRY! FANTASTIS! MESKIPUN HANYA SELISIH SATU JUTA TAPI TETAP SAJA HARGA YANG DITAWARKAN OLEH WANITA ITU ADALAH HARGA TERTINGGI!" Ucap si pembawa acara.
"Shinobu-Senpai! Arigatou!" Ucap Chopper kepada Shinobu.
"Fufufuf. Aku sudah bilang akan menyelamataknnya kan? Percaya saja padaku." Ucap Shinobu.
Nami dan yang lainnya pun tersenyum dan menghela nafas lega. Setidaknya, Camie aman sampai sekarang dan mereka bisa mengucapkan terima kasih nanti kepada Shinobu dan Erza.
"Shinobu, apa tidak apa-apa? Lawanmu adalah Tenryuubito. Mereka pasti memiliki uang yang lebih banyak darimu." Ucap Erza kepada Shinobu.
"Jangan khawatir Scarlet-San. Uangku tidak terbatas." Ucap Shinobu.
BRAAAK!
"AKU TIDAK TERIMA! BERANINYA DIA MELAWANKU!" Teriak Tenryubito tersebut sambil menunjuk Shinobu.
Shinobu pun hanya tersenyum dan menatap Tenryuubito itu dengan manis. "Ara-ara, bukankah sistem pelalngan ini harus saling melawan, Tenryuubito-Sama?"
Tenryuubito pun hanya bisa mengerang dan mengepalkan kedua tangannya dengan sangat keras. Ia lalu mengangkat tangannya dan menatap si pembawa acara.
"600 JUTA BERRY!" Teriak Saint-Charlos.
"600 JUTA BERRY! APA ADA YANG BERANI MENAWAR LAGI!?" Teriak si pembawa acara.
"601 Juta berry." Ucap Shinobu.
Semua orang yang berada disana pun kembali terkejut karena Shinobu masih memberikan perlawanan dan harga pun sudah mulai tidak masuk akal.
"Gi-gila!" Ucap Franky.
"Berapa banyak uang yang ia punya!?" Ucap Nami.
"CUKUPPPPP! TANGKAP WANITA ITU SEKARANG JUGA!" Teriak Saint Charlos kepada para pengawalnya.
Mendengar hal tersebut, Nami, Franky, Sanji, Chopper, Hachi dan Papag pun langsung membelalakan mata mereka dan mengambil posisi bertarung. Tidak tahu kenapa, namun insting mereka menuntun mereka untuk melindungi Shinobu.
"Jangan khawatir. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini." Ucap Shinobu.
Shinobu pun sedikit berjalan kedepan dan mengarahkan pandangannya kepada Saint Charlos.
"Kenapa kau ingin menangkapku?" Tanya Shinobu.
"Itu karena kau melawanku!" Jawab Charlos.
"Ini adalah rumah pelelalangan. Tidak perduli siapa kau, selama kau mempunyai uang yang lebih banyak maka kaulah pemenangnya. Jika ingin mengalahkanku, sebutkan saja harga yang lebih tinggi daripada yang aku tawarkan." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"AKU SUDAH MENAWAR SAMPAI 600 JUTA BERRY! KENAPA KAU MASIH MELAWANKU!?" Teriak Carlos.
"Karena aku masih mempunyai banyak uang. Jangan bilang kau sudah tidak mempunyai uang lagi dan 600 juta adalah harga tertinggi yang bisa kau tawarkan." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"Grrrrr!" Saint Carlos pun hanya mengerang kesal.
Ia pun langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkan pistol tersebut kepada Shinobu.
"MATI KAU!"
DOOOOOR!
"SHINOBU-SENPAI!" Teriak Chopper.
"SHINOBU-SAN!" Teriak Sanji.
Semua pandangan pun terarah kepada Shinobu yang baru saja ditembak oleh Saint Carlos. Tapi, tidak terlihat darah yang keluar dari tubuh Shinobu dan Shinobu pun masih tetap berdiri.
"Ara-ara, kau meleset Tenryuubito-Sama." Ucap Shinobu sambil tersenyum.
"APA!?" Teriak Saint Carlos.
SRIIING!
Kali ini, muncul sebuah cahaya putih disebelah Shinobu dan ternyata cahaya itu berasal dari Erza yang baru saja mengeluarkan pedangnya.
"Aku baru saja melihat temanku di tembak di depan mataku sendiri dan itu membuatku sangat muak. Kau harus diberi pelajaran." Ucap Erza kepada Saint Charlos.
"E-Eh?" Gumam Charlos yang nampak kebingungan.
"O-Oi…" Gumam Nami.
"Jangan bilang…." Gumam Franky.
"Apa yang dia pikirkan!?" Teriak Hachi.
Disisi lain, Eustass Kid dan Trafalgar Law yang ternyata ada juga di rumah pelelangan mengarahkan pandangannya kepada Erza dan mereka berdua mulai khawatir. Karena, jika Erza benar-benar menyerang Tenryuubito maka dipastikan akan ada admiral yang yang datang ke pulau ini.
"Titania! Hentikan! Kau akan membuat kekacuan!" Teriak Kid.
"Naruto Kaizokudan…." Gumam Trafalgar Law sambil menatap tajam Erza.
SRRING!
"CIRCLE SWORD!"
SREEEEET!
CROOT!
"UAAAAAAAAAAAAAAAAAGH!"
Semua orang yang berada disana pun terkejut ketika melihat Erza menyerang salah satu dari Tenryuubito. Tidak hanya itu, yang membuat mereka semakin terkejut adalah ketika melihat salah satu kaki dari Saint Charlos yang terpotong akibat serangan Erza.
"Wanita ini benar benar menyeramkan!" Ucap Nami.
"Charlos Ni-Sama!"
"CHARLOSSSSS!"
Seorang Tenryuubito wanita dan Tenryuubito yang terlihat sudah tua dimana mereka adalah keluarga dari Saint Charlos yaitu Saint Roswald dan Saint Shalulia menghampiri Charlos dan mengecek kondisinya.
"Bertahanlah! Charlos Ni-Sama!" Ucap Shalulia.
Saint Roswald yang melihat Charlos pingsan dan kakinya potong pun langsung menatap Erza dengan tajam dan langsung mengarahkan pistolnya kepada Erza.
"AKAN KUBUAT KAU MEMBAYAR UNTUK SEMUA INI!"
DOR ! DOR! DOR!
TO BE CONTINUED!
