Senbon Zakura
Fandom : Naruto, Highschool DxD
Reference : Bleach.
Genre : Romance, humor, fiksi pendek.
Pair : [Naruto Uzumaki, Katerea Leviathan, Serafall Leviathan]. [Vali Lucifer/Vali Uzumaki, Kuroka]
Bab 19 : Semua tergantung dirimu
Katerea yang kelelahan hanya bisa menatap tak percaya kalau sihir yang ia tembakkan tidak ada artinya bagi Naruto bahkan dalam kekuatan penuh sekalipun, "Maaf saja, tadi aku hanya berpura-pura kalah untuk melihat seperti apa sifat teman-temanmu yang sebenarnya. Dan dari yang aku lihat mereka tidak peduli kepadamu dan hanya menganggapmu sebagai senjata mereka saja, bahkan mereka tidak ada niatan untuk menolongmu, ketika kau terjebak di dalam reruntuhan, justru aku yang menolongmu, sekarang terserah padamu mau tetap kembali pada mereka atau berbalik menjadi calon ratuku dan aku tidak akan mengecewakanmu," tawar Naruto pada Katerea sembari berjalan mendekati pure blood devil itu.
"Maaf aku tidak bisa memutuskannya sekarang," tanggap Katerea sembari mengalihkan wajahnya dari Naruto. Naruto langsung tersenyum tipis mendengarnya, nampaknya Naruto paham membuat keputusan di waktu singkat itu sangat sulit bagi Katerea.
"Baiklah aku mengerti, sekarang ambilah, kau boleh kembali ke hotel milikku kapanpun kau mau," ucap Naruto sembari memberikan kunci kamar nomor 703, Naruto kemudian pergi meninggalkan Katerea dengan tubuh yang berubah menjadi ratusan kelopak bunga Sakura yang bertebaran kemana-mana.
Katerea hanya diam menatap kunci kamar yang diberikan Naruto untuknya, ia sedikit bimbang untuk memutuskan untuk kembali ke markasnya atau hotel pribadi milik Naruto. Sementara itu di atas sebuah menara terlihat banyak kelopak bunga Sakura yang berkumpul di sana membentuk wujud seseorang dan setelah selesai, terlihat kelopak bunga Sakura itu berubah menjadi Naruto yang sedang memakai setelan Toxido hitam lengkap dengan topi bundarnya yang berwarna hitam, membuatnya terlihat seperti seorang bangsawan inggris abad 16 yang terlihat cukup keren, ia juga memainkan jam saku di tangannya sembari menatap pemandangan kota Kouh dari atas menara itu.
'Katerea Leviathan, ia adalah wanita yang cukup menarik, aku semakin bersemangat untuk dekat dengannya. Namun, aku juga cukup penasaran dengan Serafall, mungkin besok adalah hari yang tepat untuk mengenalnya dan siapa tahu ia juga bisa menghiburku,' batin Naruto sembari menekan tombol di jam sakunya dan membuat jam sakunya terbuka memperlihatkan sebuah foto keluarga dimana ia dan Hinata saling tersenyum dan di hadapan mereka ada Kawaki dan Boruto yang saling menatap di sertai Himawari yang tersenyum diantara Boruto dan Kawaki.
Tak lama air mata Naruto mulai menetes ketika melihat foto keluarganya, 'Sial,' batin Naruto yang mulai menghapus air matanya, "Vali ... entah kenapa setiap kali aku menatapnya malah mengingatkanku dengan Kawaki, hingga secara tidak sadar aku malah mengambil tindakan dengan meminta Vali menjadi anak asuhku seperti tindakan egoisku yang meminta Kawaki menjadi anak asuhku ... bahkan saat mengganti gen ayahnya denganku aku malah membayangkan wujud Kawaki hingga membuat warna rambutnya menjadi seperti Kawaki tapi di saat yang sama ia malah juga memiliki kumis kucingku," gumam pelan Naruto sembari melamun pelan, ia benar-benar tidak menyangka kalau menjadikan Vali menjadi perpaduan antara Boruto dan Kawaki, yang kemungkinan adalah hasil dari rasa rindunya akan keluarga lamanya.
"Kenapa setiap kali aku melupakan perdamaian, malah membuatku semakin terjerumus dan secara tidak sadar membuat tindakanku berjalan sesuai ideologiku yang dulu untuk menciptakan perdamaian ... padahal dunia ini sama sekali bukan tanggung jawabku," gumam pelan Naruto sembari menutup foto keluarganya dan menyimpan jam saku miliknya ke kantongnya kembali.
Naruto kemudian mengambil topi yang menutupi kepalanya dan berkata, "Aku malah mirip Dohnaseek yang menyukai model pakaian seperti ini. Sejujurnya aku sangat menyayangkan kematian Raynare, Kalawarna, Mittelt dan Dohnaseek. Bukan karena aku peduli pada mereka, hanya saja karena aku tidak ada di sana untuk melihat wajah putus asa mereka," gumam pelan Naruto sembari tersenyum tipis, hingga akhirnya Naruto kembali menghilang.
Ke esokan harinya.
"Ohayo Vali!" seru Naruto sembari membuka tirai kamar hotel mereka dan hal itu membuat Vali membuka matanya dan menatap ke arah Naruto.
"Huamm, selamat pagi juga ayah," ucap pelan Vali sembari tersenyum dan ia mencoba duduk membiasakan diri dengan tubuh barunya, ia juga terlihat sangat senang.
"Meski kau mengantuk, aku bisa merasakan kalau kau jauh lebih bersemangat, ada apa?" tanya Naruto penasaran pada anaknya itu.
Vali hanya tersenyum dan menatap penampilannya ketika di cermin, karena perubahan genitik di tubuhnya warna rambutnya sudah tidak perak lagi, melainkan hitam dan pirang, seperti halnya anak angkatnya Naruto yang bernama Kawaki, di mana warna rambut Vali dibagian sisi kiri dan kanannya berwarna hitam dan bagian poni hingga atas kepalanya berwarna pirang, soal gaya rambutnya sendiri, terlihat mirip dengan Minato Namikaze, ayah dari Naruto.
"Aku senang karena aku tidak perlu hidup dengan darah Lucifer yang menjijikan dan Albion juga berkata kalau tubuhku menjadi seratus kali lebih kuat dari sebelumnya, yang artinya aku bisa menampung atau menyerap energi musuh dalam jumlah yang lebih besar," ungkap Vali sembari menyeringai.
"Oh, kalau begitu, cepatlah mandi dan ganti baju, kau harus berangkat sekolah bocah tampan," ucap Naruto sembari menyentuh bahu Vali.
"Yah, kau benar ayah, aku mandi dulu," tanggap Vali dengan santai ia berjalan menuju kamar mandi.
Naruto yang melihat hal itu langsung tersenyum lembut dan berkata, "Vali, mulai saat ini dengan genku yang menggantikan gen ayahmu, maka secara biologis kau adalah anak kandungku, meskipun tentu saja kalau ibumu masih hidup ia tidak akan mengakuinya."
Naruto pun pergi keluar kamar dan mendapati Katerea yang juga keluar kamar dengan mengenakan baju kaos kasual berwarna hitam dan celana jeans coklat panjang, mereka berdua nampak saling bertatapan satu sama lain, "Kau kembali kemari?" tanya Naruto membuka percakapan.
"M-mau bagaimana lagi, aku tidak punya rumah di dunia manusia dan aku juga tidak mau kembali ke sana," jawab Katerea lagi.
"Oh kalau begitu nikmati hari liburmu," ucap Naruto lagi sembari mencoba mengikat dasi hitam panjangnya, dan terlihat Naruto mengikat dasinya secara asal-asalan. Melihat ikatan dasi Naruto sangat tidak rapi atau tidak pas, membuat Katerea tergerak dan berjalan ke arah Naruto.
"Kau mau kemana sampai-sampai harus memakai kemeja putih dengan jas hitam dan memakai dasi begini?" tanya Katerea yang langsung melepaskan ikatan dasi dari leher Naruto dan mengikat ulang dasi itu.
"Aku ... tentu saja aku berangkat kerja sekaligus mengantar Vali ke sekolah sebagai orang tua yang baik," jawab Naruto dengan penuh rasa bangga.
Katerea sedikit heran dengan tindakan Naruto, "Kau terlalu baik untuk ukuran Datenshi," ucap Katerea lagi setelah membenarkan dasi milik Naruto.
"Kenapa kau berpikir begitu? Dan apakah kau bermaksud menerima lamaranku?" tanya Naruto mengenai tindakan Katerea yang membenarkan dasi miliknya.
"Hah darimana kau dapat kesimpulan kalau aku akan menerima lamaranmu?" tanya kesal Katerea pada ucapan Naruto yang selalu blak-blakan dan enggak tahu tempat.
"Tentu saja dari tingkahmu yang membenarkan dasinya," ucap Vali yang keluar dari kamar dan terlihat tersenyum ke arah mereka, "Yah dilihat dari segi apapun kalian hampir terlihat seperti pasangan baru."
"Tebakan yang bagus Vali," ucap Naruto sembari mengacungkan jempolnya ke arah Vali.
"T-Tidak begitu! V-Vali k-kau salah paham, aku melakukan ini hanya sebagai balas budi tidak ada hubungannya dengan aku punya perasaan atau tidak!" sanggah Katerea pada pernyataan Vali barusan.
Vali yang mendengar hal itu langsung memasang muka datar dan menatap ke arah Naruto, "Ayah kenapa kau masih mempertahankannya, padahal kau sudah bertunangan dengan Serafall?" tanya Vali dengan rasa penasaran tinggi.
Katerea sedikit kaget mendengar kalau Naruto sudah bertunangan belum lagi itu dengan Serafall yang merupakan saingannya.
"Aku hanya memberikan dia pilihan, soal ia mau atau tidak itu terserah padanya, dan bukankah ayah sudah mengatakan ini padamu anaku yang tampan, aku ingin punya empat permaisuri," jawab santai Naruto sembari tersenyum.
Vali hanya bisa angkat alis mendengarnya, jujur ia tidak tahu mau bilang apa saat ini, kemudian ia menatap ke arah Katerea yang memberikan tatapan mematikan ke arah Naruto, "Kau cukup berani juga mengatakan keinginanmu untuk memiliki empat istri di depan wanita yang kau tawari menjadi istrimu, hebat sekali," ucap Katerea sembari mengeluarkan aura mematikan.
'Gawat, kenapa aku bisa berada di konflik seperti ini?' batin Vali yang tidak mau repot langsung melangkah mundur mencoba menjauh dari Katerea dan Naruto yang saling pandang. Terlihat Katerea menatap Naruto dengan penuh kemarahan dan rasa cemburu serta kecewa.
Sedangkan Naruto menatapnya dengan rasa santai dan senyum manis di wajahnya, terlihat pula kalau Naruto menampakkan wajah santainya seolah tidak terganggu dengan amarah Katerea dan dengan santai Naruto berjalan ke arah Katerea lalu memasangkan topi bundarnya di kepala Katerea sembari berkata.
"Ini tanda ketulusan dan kejujuranku, aku tidak mau membohongi semua wanita yang aku tawari jadi istriku, aku juga mengatakan ini pada Serafall sebelumnya, jadi aku harap siapapun yang menerima tawaranku sudah siap untuk hidup berdampingan dengan permaisuriku yang lain, selama hidupku aku baru punya dua calon yaitu kau dan Serafall, jika di suruh memilih aku tidak akan memilih karena aku mencintai orang yang mencintaiku, jika tidak suka, maka mundurlah dan menyerahlah, karena aku tidak akan memilih, tapi kalian berdua lah yang memutuskan untuk tetap bersamaku atau tidak, sakit dan senang untung dan ruginya ditanggung bersama, aku akan berusaha untuk bersikap adil meskipun mungkin tidak akan bisa selamanya adil, karena aku adalah makhluk bukan tuhan, tapi aku tahu batasanku adalah empat wanita dan jujur saja jika aku tidak punya komitmen untuk membatasi jumlah haremku, maka seluruh pegawai wanita di hotel ini akan jadi haremku, tapi nyatanya tidak, mereka bahkan sudah ada yang menikah dengan pegawai lelaki dan orang lain dari luar perusahaanku dan aku merestui hubungan mereka, karena menjalin hubungan denganku merupakan kebebasan bukan paksaan, jika kau sanggup dan siap berbagi cinta dengan tiga wanita lain maka tetaplah bersamaku dan jika tidak sanggup kau bisa menjadi teman atau sahabatku, kedua pilihan itu tidak buruk bukan," ucap Naruto sembari tersenyum lembut ke arah Katerea.
Katerea langsung terdiam, ia tidak bisa membantah logika atau pendapat dari Naruto, karena memang penawaran yang Naruto berikan padanya bersifat pilihan opsional dan bukan paksaan dan tanpa ancaman di dalamnya, "Kalau begitu setidaknya beritahu aku kenapa kau ingin punya empat istri?" tanya Katerea.
Naruto tersenyum lembut dan menyentuh pipi gadis itu dan berkata, "Karena tidak ada orang yang benar-benar mirip dengan istriku yang sebelumnya, jadi aku ingin melengkapi kekurangan yang ada di dalam diriku dengan para wanita yang sekiranya memiliki beberapa hal yang mirip dengan Hinata, dimulai dengan Serafall yang memiliki rambut hitam panjang seperti Hinata, lalu sifat pemalumu yang sedikit mirip Hinata, yah meskipun tetap ada bedanya sih, aku hanya ingin bisa mengenang Hinata dengan kehadiran empat orang yang sekiranya memiliki sedikit kemiripan dengan Hinata istriku, ini mungkin egois dan terkesan seperti aku hanya menjadikan kalian pelampiasan, tapi ... pernahkah kau berpikir kalau seseorang yang sudah berhubungan lama dan saling mengerti suatu saat cepat atau lambat pasti akan melahirkan rasa cinta," jawab jujur Naruto dengan sangat lembut.
Vali juga sedikit terdiam dengan pengakuan Naruto, yah bagi Vali diperlukan keberanian dan mental yang sangat besar untuk mengakui keinginan semacam itu di depan pasangan sendiri, jujur saja mengaku ingin punya harem di depan pacar itu pun pasti akan sangat sulit, tapi entah kenapa Naruto bisa mengucapkannya dengan santai dan memberikan penjelasan yang agak sulit di bantah.
"Sekali lagi ini adalah pilihanmu sendiri, aku harap kau bisa menentukan pilihanmu, untuk menjadi sahabat atau istriku," ucap Naruto sembari mencium telapak tangan Katerea, seperti seorang pangeran yang bersumpah pada tuan putrinya. Katerea hanya bisa diam dengan pipi yang bersemu merah.
"N-Naruto-dono, bisakah anda menghentikan ini, kita jadi tontonan penghuni lain," pinta Katerea sembari menarik tangannya, terlihat pipinya bersemu merah. Vali yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil saja.
"Waaaaaah Naruto-sama benar-benar gentelman," puji para pelayan di sana.
"Ah ingin rasanya aku seperti gadis itu," ucap para perempuan lain yang melihat adegan itu.
"Tak usah kau pikirkan Rea-chan, bagaimana kalau kita sarapan bersama," ajak Naruto lagi sembari tersenyum.
"R-Rea-chan!" kaget Katerea dengan wajah memerah.
"Ahahaha, sudahlah tak usah kau pikirkan, kau juga boleh memanggilku Naru-kun jika kau mau," tanggap Naruto sembari tersenyum bahagia ke arah Katerea.
'Apa ini? Hatiku terasa hangat jantungku berdebar ketika melihat senyumannya, apakah aku benar-benar mencintainya? Tapi ... apakah aku siap berbagi cinta pada wanita lain dan yang paling parah aku harus akur dengan Serafall yang merupakan sainganku,' Katerea nampak kaget dan bingung ia bahkan memiliki kebimbangan dalam hatinya setelah melihat senyuman tulus Naruto dan hanya diam mengikuti Naruto ketika Naruto menarik tangannya dan Vali.
Sementara itu Vali menatap ke arah Katerea yang tatapan matanya bersinar dan terpaku pada sosok Naruto yang menarik tangan mereka berdua dengan semangat, bahkan ia juga melihat semburat merah di pipi Katerea hingga sampai ketelinga, 'Sadari perasaanmu sendiri Leviathan no baka, nanti kalau keduluan Serafall jangan nyesel, lagian aku sudah tahu kalau Naruto lumayan terkenal di kalangan para wanita baik dari ras manusia ataupun Datenshi, kalau terlalu lama, nanti semua kursi permaisuri di duduki orang lain,' batin Vali yang merasa kasihan pada Katerea yang sulit mengucapkan kejujuran atau perasaan hatinya.
Bersambung
Menjawab Reviews dari para pembaca setia di chapter 18.
naruto gremory : hehehehe semakin lawak aja emang orange yang gak tau di tolerir soal kejahilan dimana di canon shinobi semua temennya aja di jahilin tu hehehehe. char favorite gue ni, dan ya terima kasih karna dah update dan up kali ini Ada humor nya dan ya ditambah pegang oppai ama si baka naru. kk gak Ada niatan gitu nambahin beberapa gitu masuk harem naru dari kalangan datenshi kayak raynare, kalawarner gitu kalo belum mati ya, kan kurang pas aja klo ngambil dari ras iblis kan padahal Ada banyak wanita dari ras nya sendiri. dah itu aja next chapter gue bakal review lagi tenang aja. hehe banyakin humor nya biar bisa ngakak dan ya kemesumannya naru juga jangn lupa ya hehhehe.
Author menjawab : Harem dari ras Datenshikah, hem nanti aku pikirkan.
Mr. Fun10 : Sumpah ngakak broooo! Humornya kerasa banget di chap ini, semoga dengan kamu menghibur para reader ffn! Tuhan memberkati rezeki lebih untukmu! Keep writing brooo
Author menjawab : Ya sama-sama, Author senang mendengarnya.
FCI. Master Harem : huahahahahahaha... kasihan banget tuh nasib Naruto diamuk oleh Katerea Leviathan. dinantikan chapter selanjutnya bro.
Author menjawab : selalu bor
Grand560 : Ne author... bukannya kalo wordnya dikit, lebih baik di gabungin saja?.
Author menjawab : Lo pengen gua update dua tahun sekali itupun tak pasti?
aushi : dasar tsun-tsun
Author menjawab : udah jadi daya tariknya.
Jika ingin bicara secara pribadi dengan Author, gunakan Telegram dan hubungi nomor : 08875365360
