THE MOST STRONGEST SUPERNOVA

CHAPTER 29 : TIME TO GO!

Saint Roswald yang melihat Charlos pingsan dan kakinya potong pun langsung menatap Erza dengan tajam dan langsung mengarahkan pistolnya kepada Erza.

"AKAN KUBUAT KAU MEMBAYAR UNTUK SEMUA INI!"

DOR ! DOR! DOR!

Roswald mengelurkan pistol yang ia bawa dan ia menarik pelatuk pistol tersebut dan menembaki Erza. Namun, tentunya Erza dapat menghindari peluru-peluru tersebut dengan mudah.

Disisi lain, Nami, Franky, Sanji, Hachi, Papag yang melihat sudah adanya kekacauan yang dibuat oleh Erza pun masuk dalam posisi bertarung karena mau tidak mau, mereka harus terlibat dalam kekacauan ini karena tujuan mereka adalah menyelamatkan Camie.

"Sialan! Aku tidak menyangka wanita itu nekad!" Ucap Franky.

"Artinya, mereka sudah berurusan dengan Tenryuubito. Angkatan laut pasti tidak akan tinggal diam." Ucap Nami.

"Mau bagaimana lagi. Semuanya sudah terjadi lebih baik kita selamatkan Camie!" Ucap Sanji.

Nami, Franky, Hachi dan Papag pun menganggukan kepala mereka. Mereka semua pun langsung berlari kearah panggung untuk menyelamatkan Camie.

SIUUNG!

BOOOM!

"CAMIEEEEEEEEEE!"

Belum sempat mereka berlari, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dan membuat atap dari ruangan tersebut jebol. Tidak hanya itu, mereka mendengar suara yang sangat nyaring dan familiar dan suara tersebut meneriakan nama Camie.

"Luffy!? Zoro!?" Teriak Nami.

Ternyata, orang tersebut adalah Luffy dan Zoro. Entah darimana mereka datang tapi, ini adalah keuntungan bagi Nami dan kawan-kawan karena setidaknya kapten mereka sudah datang.

"Brengsek! Kepalaku sakit sekali!" Gumam Zoro sambil memegangi kepalanya.

Luffy yang mendengar namanya dipanggil pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Nami.

"Nami! Aku dengar Camie diculik! Dimana dia sekarang!?" Teriak Luffy.

"Di panggung sana! Kita harus cepat, Luffy!" Jawab Nami.

Luffy yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan langsung berlari kearah panggung. Nami dan yang lainnya pun berlari dan mengikuti Luffy dan bergegas untuk menyelamatkan Camie.

DOOR!

Croot!

"E-egh!"

Saat mereka berlari, mereka mendengar suara tembakan. Tembakan tersebut nampaknya diarahkan kepada gerombolan Nami yang sedang berlari mengikuti Luffy.

Buagh!

Mereka semua membelalakan matanya saat melihat Hachi yang tiba-tiba tergeletak dan dari tubuhnya pun mengucur darah yang sangat banyak. Jubah yang menutupi Hachi pun terlepas dan identitasnya sebagai manusia ikan pun akhirnya terungkap. Seluruh orang yang berada diruangan tersebut langsung mengarahkan pandangannya kepada Hachi dan terlihat tatapan jijik dari mereka semua.

"Ma-manusia ikan!"

"Menjijikan!"

"Jauhkan dia dari anak-anaku!"

"Aku dengar jika ada seseorang yang disentuh oleh manusia ikan maka mereka akan terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan!"

"Siapapun usir mahluk menjijikan itu dari ruangan ini!"

Teriakan-teriakan pun mulai terdengar dan tentunya itu berasal dari para penonton pelelangan. Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Luffy, Nami dan kawan-kawan pun sangat kesal dan mereka semua berlari kearah Hachi dan mengecek kondisi Hachi.

"Hachi! Kau tidak apa-apa!?" Teriak Nami sambil berjongkok disebelah Hachi.

"Bertahanlah, Tako!" Teriak Luffy.

"Hachi!" Papag pun histeris melihat Hachi yang berlumuran darah.

"Go-gomenasai!" Gumam Hachi.

Luffy yang mendengar perkataan maaf dari Hachi pun semakin kesal karena Luffy tidak mengerti kenapa Hachi harus minta maaf disaat dia tidak melakukan kesalahan apapun. Luffy pun langsung berdiri dan mengarahkan pandangannya ke bangku penonton.

"SIAPA YANG MENEMBAK DIA!?" Teriak Luffy dengan lantang.

"KENAPA MEMANGNYA HAH!?"

Pandangan Luffy pun sedikit bergerak ke kiri dan ia melihat seseorang yang mengenakan pakaian aneh dengan helem gelembung dikepalanya dan ditangannya sedang memegang pistol.

"Kau rupanya." Ucap Luffy dengan datar.

"Kenapa memangnya hah!? Manusia ikan itu memang harusnya menerima semua itu! Mereka tidak layak hidup berdampingan dengan manusia apalagi kami para Tenryuubito!" Ucap Saint Roswald.

TAP! TAP! TAP!

Luffy tidak mengatakan sepatah apapun namun ia berjalan mendekati Saint Roswald. Nami dan kawan-kawan pun hanya menatap Luffy dengan datar karena sudah tidak ada lagi yang mereka bisa ucapkan. Tenryuubito memang layak dihajar.

"Ke-kenapa kau mendekatiku!? Menjauhlah!"

DOR! DOR! DOR!

Roswald yang panik pun terus menembaki Luffy dengan pistolnya namun, tidak ada satu peluru pun yang mengenai Luffy dan Luffy hanya sedikit menggerakan tubuhnya ke kiri dan ke kanan guna menhindari tembakan tersebut.

SREET!

Luffy pun sampai dihadapan Sain Roswald dan ia langsung mengepalkan tangannya dengan kuat dan bersiap meninju Tenryuubito tersebut.

"UAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

BUAAAAAAAAGH!

DUAAAR!

Luffy pun berteriak dengan sangat kencang dan mendaratkan pukulan yang super dahsyat kepada Roswald sehingga helem yang melindungi kepalanya pecah dan ia pun langsung terpental beberapa meter.

Melihat tragedy itu, semua penonton pun hanya menutup mulut mereka dan membelalakan mata mereka karena tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Seumur hidup mereka, baru kali ini mereka melihat ada seseorang yang berani memukul Tenryuubito dan juga menebas kaki Tenryuubito.

Disisi lain, Shinobu dan Erza yang menyaksikan peristiwa tersebut pun hanya tersenyum dan nampaknya mereka puas.

"Ara-ara, sepertinya bukan hanya kita yang berurusan dengan Tenryuubito, benarkan Scarlet-San?" Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Mereka pantas mendapatka itu." Ucap Erza.

Shalulia, yang merupakan salah satu dari Tenryuubito pun membelalakan matanya karena kakak dan ayahnya telah diserang oleh sekelompok bajak laut. Tidak terima dengan semua ini, ia pun langsung mengangkat tangannya dan memelototi Luffy.

"AKU TIDAK TERIMA INI SEMUA! PANGGIL ADMIRAL ANGKATAN LAUT DAN SURUH DIA UNTUK MEMBUNUH PARA BAJAK LAUT INI! PENGAWAL! TANGKAP ORANG-ORANG YANG SUDAH BERANI MELUKAI KEDUA KELUARGAKU!" Teriak Shalulia.

SIUUUNG!

BOOOM! BOOOM!

Lagi-lagi, atap dari ruangan tersebut pun jebol dan kali ini, sisa dari kelompok bajak laut mugiwara telah tiba. Ussop, Robin, Brook, mereka semua tiba dan kini kelompok bajak laut mugiwara sudah lengkap dan mereka semua sudah siap bertarung.

"Ussop, Brook, Robin!" Ucap Luffy yang senang melihat nakamanya datang.

"Oi Luffy! Dimana Camie!?" Ucap Ussop.

"Luffy, kita harus cepat. Kapal perang angkatan laut sedang bergerak menuju pulau ini dan admiral akan segera tiba." Ucap Robin kepada Luffy.

"Yohohoho! Benar-benar kacau." Ucap Brook.

"Ah aku tahu itu! Camie ada di panggung itu dan kita harus cepat membebaskan Camie sebelum admiral dan angkatan laut datang!" Ucap Luffy.

"Jika kau khawatir dengan angkatan laut, mereka semua sudah ada di sini sejak tadi."

Mendengar suara seseorang, Luffy pun langsung menoleh kearah sumber suara dan melihat ada seseorang seekor beruang.

"Siapa kau?" Tanya Luffy.

Melihat orang tersebut, Robin langsung menyilangkan kedua tangannya dan menatap tajam orang tersebut.

"Hati-hati Luffy. Dia adalah Shi no Gekai, Trafalgar Law. Seorang bajak laut." Ucap Robin yang memperingati Luffy.

Luffy sepertinya tidak tertarik dengan orang yang bernama Law ini karena pandangannya terus tertuju pada beruang yang duduk disebelah Law.

"Bajak laut? Beruang itu juga bajak laut?" Ucap Luffy.

"TUNGGU SEBENTAR SHALULIA-GU! BAGAIMANA DENGAN PEMBAYARANNYA!?"

"DIAM! Aku akan membunuh duyung yang mereka sangat inginkan ini!"

Pandangan semua orang pun tertuju pada Shalulia yang sudah bergerak menaiki panggung dan suda mengarahkan pistolnya kepada Camie yang berada dalam aquarium.

Melihat itu, Seluruh kelompok mugiwara pun membelalakan matanya dan berusaha untuk menyelamatkan Camie, namun mereka semua masih disibukan dengan pengawal Tenryuubito yang menghalangi jalan mereka.

"SIAL! CAMIE-CHAN!" Teriak Sanji.

"MATILAH KAU IKAN JELEK!" Teriak Shalulia.

SRIIIING!

Belum sempat Shalulia menembak, tiba-tiba ia pingsan dan tergeletak diatas panggung. Entah apa yang terjadi namun, seluruh kelompok mugiwara pun.

STEP! STEP! STEP!

"Kau lihat kan, Raksasa? Tempat ini benar-benar kacau."

"Kaulah yang mengacaukannya kakek tua."

"Hahahaha. Lagipula aku hanya berencana mencuri uang dari orang yang akan membeliku. Lagipula, siapa yang menginginkan budak orang tua sepertiku?"

Terdengar suara percakapan antara dua orang dan terlihat pula dari belakang panggung dan dua bayangan seseorang yang muncul. Satu adalah seorang kakek tua dan satunya lagi seorang raksasa. Mereka berdua tampak berjalan sangat santai dan seolah tidak melihat atau menyadari kekacauan yang sedang terjadi.

Sesampainya di panggung, kedua orang tersebut pun sedikit kebingungan karena melihat banyak orang yang sedang bertarung dan berserakan di lantai.

"Hm? Ada apa ini? Kenapa semua orang melihat kita?" Tanya kakek tua tersebut.

Hachi, yang telah terluka akibat di tembak oleh Tenryuubito namun bersyukur ada Chopper yang mengobatinya sedikit terkejut ketika melihat kakek tua yang baru saja muncul di panggung tersebut.

"Ray-Rayleigh!" Ucap Hachi.

Si kakek tua yang dikatakan Hachi bernama Rayleigh itu pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Hachi dan tersenyum lebar kepada Hachi.

"OOOOH! HACHI KAH!? LAMA TIDAK BERTEMU! KENAPA KAU ADA DISINI DAN KENAPA KAU TERLUKA!?" Teriak Rayleigh.

Tetapi, setelah berteriak seperti itu Rayleigh terlihat kembali tenang dan mengusap-usap janggutnya. Rayleigh pun menatap satu persatu orang yang berada disana dan pandangannya terhenti pada Luffy dan kawan-kawan.

"Tidak usah repot-repot menjelaskan. Jadi, kalian yang telah menyelamatkan Hachi ya?" Gumam Rayleigh.

Rayleigh pun menyeringai dan sedikit menyipitkan matanya. "Nah, kalau begitu….."

SRIIIING!

Seketika, aura mencekam pun menyelimuti ruangan tersebut dan seketika beberapa orang yang berada disana pun bertumbangan dan pingsan.

SRIIIING!

CIUUUNG!

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

Namun, semua orang yang berada disana pun terkejut bukan main karena tiba-tiba mereka merasakan gelombang kejut yang sangat besar. Seperti suara gemuruh awan yang bertabrakan dan ruangan tembok-tembok serta lantai di ruangan itu pun tiba-tiba mengalami keretakan. Bahkan Rayleigh pun terkejut.

Rayleigh lalu mengarahkan pandangannya kepada seorang wanita bermabut merah yang sedang berdiri di atas dan menatapnya dengan tajam dan terlihat aura merah terpancar dari wanita berambut merah tersebut.

BOOOOOOOM!

Seketika, gelombang kejut itu pun berhenti dan hampir semua orang yang berada disana pun pingsan kecuali para bajak laut.

Para bajak laut yang masih sadarkan diri pun seketika berkeringat dingin karena mereka baru saja merasakan tekanan hebat dari dua orang.

"A-apa itu tadi…." Gumam Nami.

"Menyeramkan…." Gumam Chopper.

"Cih! Titania…." Gumam Eustass Kid yang melirik kearah kiri.

"Aku yakin ini perbuatan kakek tua itu dan wanita berambut merah yang ada diatas." Ucap Zoro.

Luffy yang mendengar itu pun langsung membalikan tubuhnya dan menatap seorang wanita berambut merah yang sedang menatap sinis Rayleigh.

"Ah. Entah kenapa aku merasakan kekuatan yang sangat hebat dari wanita merah itu. Siapa dia?" Gumam Luffy.

"Titania, Erza Scarlet. Harga kepalanya 277 juta berry. Dia adalah salah satu petarung dari Naruto Kaizokudan." Ucap Robin kepada Luffy.

"Souka, Naruto kah?" Gumam Luffy sambil menatap tajam Erza.

"Hahahahahahahahaha! Tenanglah! Jangan tegang seperti ini!" Ucap Rayleigh yang mencoba mencairkan suasana.

TIK! TOK! TIK TOK!

Mereka semua pun kembali dikejutkan saat mendengar sebuah suara aneh yang berasal dari rantai yang mengikat di leher Camie.

"Camie!" Teriak Luffy.

Rayleigh yang berada di dekat Camie pun hanya tersenyum dan langsung memegang cincin leher yang berada di leher Camie.

"Tenanglah. Aku akan menyelamatkanmu." Ucap Rayleigh.

CRACK!

BOOOM!

Rayleigh pun langsung merusak cincin leher yang berada di leher Camie dan langsung melemparkan benda itu kebelakang dan alhasil Camie pun terbebas.

"A-aku bebas…." Ucap Camie.

Rayleigh pun lalu mengarahkan pandangannya kepada Luffy dan tersenyum kepada Luffy. "Monkey, D Luffy. Sudah sangat lama aku ingin bertemu denganmu…"

Luffy yang mendengar hal itu pun sedikit kebingungan karena ia yakin tidak pernah mengenal Rayeligh sebelumnya.

"Kau ingin bertemu denganku?" Tanya Luffy.

Rayleigh pun hanya tersenyum dan kini ia mengarahkan pandangannya kepada Erza yang ternyata masih menatap memelototi Rayleigh.

"Ano, Ojou-Chan, tidak perlu memberikanku tatapan yang menyeramkan seperti itu. Aku berjanji tidak akan melakukan yang macam-macam." Ucap Rayleigh.

"Seseorang yang bisa menggunakan Haoshoku haki, bukanlah seseorang yang bisa aku biarkan begitu saja. Kau akan menjadi ancaman yang sangat serius jika kau adalah musuh kami." Ucap Erza.

"Haso? Haoku? Apa tadi dia bilang?" Gumam Luffy.

"Hahahahahaha. Bukankah wajar bagi orang tua sepertiku bisa menggunakan Haoshoku? Malah, aku terkejut wanita muda sepertimu bisa menggunakannya dan lagi, kau bukanlah seorang kapten." Ucap Rayleigh.

"Tidak ada gunanya pembicaraan ini dilanjutkan. Aku tahu kau mendapatkan banyak informasi tentang banyak laut kami jika kau tahu bahwa aku bukan kaptennya. Siapa kau sebenarnya!?" Ucap Erza yang nadanya mulai meninggi.

"Hahahahaha tenanglah. Aku bukan musuhmu dan aku tidak akan menyakiti satupun dari kawanmu. Aku mendengar banyak tentangmu, seorang kesatria wanita yang tidak akan pernah membiarkan temannya tersakiti dan selalu melindungi temannya. Titania. Aku sedikit terkejut kau memilih untuk menjadi bajak laut dan mengikuti Naruto. Aku jadi penasaran apa yang di tawarkan Naruto padamu. Hahahahah." Ucap Rayleigh.

"Kau mengenal Naruto?" Tanya Erza.

"Scarlet-San, kupikir dia bukanlah musuh kita. Sebaiknya dengarkan saja apa yang dia ingin katakan." Ucap Shinobu kepada Erza.

"AH! Benar juga! Kalau begitu, bagaimana jika kalian semua ikut denganku ke tempat tinggalku. Kita akan berbicara banyak disana." Ucap Rayleigh.

-X-

( YORIICHI )

Disisi lain pulau, tepatnya di Grove 12, Yoriichi sedang duduk di sebuah bangku taman dan sedang melihat sekelilingnya. Ia sedang menikmati sebotol jus dingin yang ia beli dari penjual kaki lima yang berada di Saboady.

Selama ia berada di sini, ia belum melihat adanya sebuah transaksi mencurigakan atau melihat ada orang yang sedang memperjual belikan budak. Ia pun sedang mencari-cari keberadaan rumah pelelalangan manusia namun ia tidak menemukannya.

Yoriichi pun memutuskan untuk beristirahat sejenak dan menikmati keindahan dari pulau Saboady.

"Yooo! Sedang menikmati waktu santai?"

Yoriichi pun sedikit terkejut ketika mendengar suara seseorang dari belakang. Ia pun sedikit meilirk kebelakang dan melihat seseorang dengan setelan aneh, dimana ia memiliki lengan yang panjang, memakai kaca mata, dan giginya yang berbentuk seperti piano.

"Hm? Kau berbicara padaku?" Tanya Yoriichi.

"APEP!"

Orang itu pun langsung melompat dan duduk disebelah Yoriichi. "Scratchman Apoo! Senang bertemu denganmu, Hinokami!"

"Scratchman….Apooo?" Gumam Yoriichi.

"Souka ternyata kau tidak mengenaliku yah! Sayang sekali! Hahahaha." Ucap Apoo sambil tertawa.

"Aku yakin aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya." Ucap Yoriichi.

"Kita memang belum pernah bertemu satu sama lain tapi, sebagai sesame bajak laut kita harus mengenal satu sama lain." Ucap Apoo sambil tersenyum.

"Jadi, kau seorang bajak laut?" Tanya Yoriichi.

"Tentu saja! Kita lahir digenerasi yang sama! 18 Supernova!" Ucap Apoo.

"18?" Tanya Yoriichi.

"Begitulah orang-orang menyebut kita semua. Generasi terburuk, 18 supernova, 18 bajak laut yang memiliki bounty lebih dari 100 juta!" Ucap Apoo sambil menyeringai.

"Naruto Kaizokudan memiliki bounty diatas 100 juta." Ucap Yoriichi.

"Jangan sombong dasar brengsek! Nilai bountymu bukan ukuran kekuatanmu!" Teriak Apoo.

Yoriichi yang melihat Apoo berteriak dan marah pun sedikit kebingungan karena Yoriichi yakin bahwa ia tidak berniat untuk sombong sama sekali.

"Aku tidak mengenalmu dan tidak berniat untuk berteman denganmu. Katakan saja apa maumu." Ucap Yoriichi.

Apoo yang mendengar itu pun langsung menyeringai karena ia tahu bahwa Yoriichi bukanlah orang yang bisa diajak basa-basi.

"Hahahaha kaku sekali kau. Tapi baiklah. Aku ingin tahu dimana kaptenmu." Ucap Apoo.

"Ada urusan apa kau dengan kaptenku?" Tanya Yoriichi.

"Aku hanya ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri seberapa menyeramkannya Kozuki Naruto. Diantara para supernova, dialah yang terkuat dan reputasinya paling menakjubkan. Mengalahkan Germa 66, mengalahkan kapten Smoker di East Blue, mengalahkan salah satu Shicibukai Donquixote Doflamingo, benar-benar prestasi yang menakjubkan." Ucap Apoo sambil menyeringai.

"Souka. Jadi kau ingin mengetes kaptenku? Bagaimana jika kau berhadapan denganku dulu sebelum bertemu dengan Naruto?" Tanya Yoriichi sambil sedikit mengeluarkan pedanganya.

Apoo yang melihat itu pun sedikit berkeringat dingin dan mulai ketakutan. Ia tahu bahwa perbedaan kekuatannya dengan Yoriichi sangat jauh dan dia akan mati jika bertarung melawan Yoriichi sekarang.

"Hahahahaha! Tenanglah kawan! Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan pertarungan!" Ucap Apoo.

Apoo pun menenangkan dirinya dan ia pun tersenyum kepada Yoriichi. "Aku ingin menawarkanmu aliansi denganmu."

Yoriichi yang mendengar itu pun sedikit terganggu namun, disisi lain ia penasaran dengan penawaran yang diajukan Apoo.

"Jika kau ingin membentuk aliansi pasti ada yang ingin kau kalahkan. Wajar jika membentuk aliansi dengan kami karena orang menyebut Naruto Kaizokudan adalah bajak laut terkuat digenarasinya." Ucap Yoriichi.

"Hahaha! Salah. Aku tidak ingin mengalahkan siapapun! Aku ingin mengajak kalian semua untuk bergabung bersamaku." Ucap Apoo.

"Kau mengajak kaptenku, yang memiliki harga buronan lebih tinggi darimu untuk menjadi bawahanmu?" Tanya Yoriichi.

Apoo yang mendengar itu pun hanya menyeringai dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku ingin kau dan teman-temanmu bergabung bersamaku untuk menjadi bawahan dari Kaido-Sama!"

-X-

( NARUTO DAN NOBARA )

"UAAAAAAAAA! Keren sekali! Aku baru pertama kali melihat pulau seperti ini!"

"Benar! Ini menakjubkan! Bagaimana bisa ada gelembung yang bisa terus menerus keluar dari tanah seperti ini!?"

Disisi lain, tepatnya di Grove 31, Naruto dan Nobara sedang berjalan-jalan di kepulaun Saboady dan mereka berdualah yang paling terpukau dengan keindahan dan keunikan dari pulau Saboady. Mereka berdua bahkan sudah melupakan tujuan mereka untuk mencari informasi tentang dunia baru dan lebih memilih untuk bersenang-senang di pulau ini.

"Lihat! Naruto! Ada toko sepedah!" Ucap Nobara sambil menunjuk sebuah toko yang memajang banyak sekali sepedah.

Naruto pun lalu mengarahkan pandangannya kepada toko tersebut dan menyeringai.

"Kalau begitu, ayo kita kesana!" Teriak Naruto.

SIUUUUNG!

Naruto dan Nobara pun langsung bergegas dan berlari dengan sangat cepat menuju toko sepedah tersebut.

"OOOO! Banyak sekali sepedahnya!" Ucap Naruto.

"Tapi, kenapa ada gelembungnya?" Tanya Nobara.

Naruto yang melihat ada gelembung yang beterbangan disekitarnya pun langsung meraih gelembung itu dan memasukan kepalanya ke dalam gelembung itu.

BLUP!

"OOOI! Nobara! Lihat! Aku berada didalam gelembung ini!" Ucap Naruto.

"Sugoi! Bagaimana bisa!? Apa ada udara didalam?" Tanya Nobara yang terlihat ingin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Naruto.

"Ohh! Ada pelanggan rupanya! Apa kalian ingin membeli sepeda gelembung Saboady?"

Tiba-tiba, muncul seorang pria tua dari toko sepedah tersebut dan bertanya kepada Nobara dan Naruto.

""TENTU SAJA!"" Jawab Nobara dan Naruto spontan.

Si penjual pun tersenyum dengan sangat bahagia. "Baiklah kalau begitu! Harganya 100 berry!"

"HAH!?" Teriak Naruto dan Nobara.

Melihat reaksi Naruto dan Nobara, si penjual pun langsung panik dan berkeringat dingin. "Ke-kenapa? 100 beli sudah harga yang paling murah.

"JANGAN BERCANDA O-SAN! Untuk barang seperti ini, harusnya…." Ucap Naruto.

"Ah kau benar…." Ucap Nobara.

Si penjual pun muali ketakutan dan kali ini seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh keringat dingin dan terlihat wajahnya pun memucat.

"Go-gomenasai! A-aku-"

"HARUSNYA BENDA SEPERTI INI BERHARAG 1000 BERRY!" Teriak Naruto.

Si penjual yang asalnya ketakutan dan panik pun seketika ekspresinya berubah drastis dan menganga tidak percaya. Entah dia yang salah dengar atau memang kedua orang ini yang aneh.

"Ma-maaf, aku hanya ingin memastikan saja apakah pendengaranku masih berfungsi dengan baik atau tidak. Bisa kau ulangi apa yang kau katakan barusan?" Tanya si penjual tersebut.

BRAK!

"AKU BELI SEPEDAH INI DENGAN HARGA 1000 BERRY!" Teriak Nobara sambil menaruh uang di atas meja.

"TENTU SAJA! SENANG HATI!" Teriak si penjual tersebut dengan senyuman yang sangat lebar.

Si penjual tersebut pun langsung mengambil sebuah sepedah dan mulau mengatur sepedah tersebut. Si penjual mulai memasukan sepedah tersebut pada gelembung yang cukup besar dan terlihat sepedah tersebut melayang karena terangkat oleh gelembung tersebut.

Naruto dan Nobara yang melihat itu pun memiringkan kepalanya karena kebingungan dengan cara kerja sepedah tersebut.

"O-San, bagaimana bisa aku mengendarai sepedah yang terbang seperti ini?" Tanya Naruto.

"Naiklah kalian berdua. Akan kutunjukan caranya. Ini tidak serumit yang kalian bayangkan." Ucap penjual tersebut.

Naruto dan Nobara berjalan mendekati sepeda tersebut dan mulai menaikinya. Naruto duduk didepan dimana ia yang mengemudikan sedangkan Nobara duduk dibelakang Naruto.

"Nah, bosehlah." Ucap penjual tersebut.

Naruto pun memboseh sepedah itu dan terkejut saat melihat sepedah yang ia kendarai mulai melayang dan bergerak maju.

"Sugoi!" Ucap Nobara.

"UOOOOOOO! Benar-benar ajaib!" Ucap Naruto.

"Nah, sekarang kalian bisa mengelilingi pulau ini tanpa berjalan kaki." Ucap si penjual itu.

"Kalau begitu terima kasih O-San! Terima kasih!" Ucap Naruto.

Naruto dan Nobara pun langsung pergi dengan sepedah yang baru saja mereka beli dan meninggalkan si penjual yang masih tersenyum lebar.

"Dasar bodoh. Sepedah itu tidak akan berguna jika diluar Saboady. Tapi, yang penting aku untung. Hahahahah."

20 MENIT KEMUDIAN

Setelah mendapatkan sepedah tersebut, Naruto dan Nobara dengan riang dan gembira mengelilingi pulau Saboady. Benar-benar moment yang sangat menyenangkan terutama untuk Nobara karena, ia senang ketika melihat ada orang yang berjalan kaki dan nampak letih sedangkan dia duduk santai disepedah yang dikendarai oleh Naruto.

"Benar-benar asik. Aku suka pulau ini." Ucap Nobara.

"Kau benar. Aku bisa menghabiskan satu minggu penuh di pulau ini dan berkeliling menggunakan sepedah ini." Ucap Naruto.

"Ah benar juga! Ngomong-ngomong kita sama sekali belum mendapatkan informasi tentang dunia baru." Ucap Nobara.

"Hm? Tenang saja. Lagipula, kita tidak terburu-buru kan? Masih ada hari esok." Ucap Naruto.

"Hm kau benar juga. Lagipula aku masih belum mengelilingi kota ini." Ucap Nobara.

Mereka pun terus bersepedah sampai melihat sebuah pusat perbelanajaang yang sangat besar dan megah.

"Naruto! Lihat disana!" Ucap Nobara sambil menunjuk sebuah pusat perbelanjaan.

"Sugoi! Besar sekali." Gumam Naruto.

"Tunggu apalagi? Ayo kita kesana!" Ucap Nobara.

"Yosh!"

Naruto pun kembali memboseh sepedahnya menuju pusat perbelanjaan tersebut. Dalam 7 menit pun akhirnya mereka berdua sampai. Mereka lalu memarkirkan sepedah tersebut di sebuah taman yang berada di depan pusat perbelanjaan tersebut.

"Baiklah. Ayo kita masuk, Nobara." Ucap Naruto.

"Tunggu."

Nobara pun mengeluarkan sebuah tali tebal dan cukup besar dan di tali tersebut seperti ada tulisan-tulisan yang terlihat seperti jimat.

"Sedang apa kau?" Tanya Naruto.

"Menjaga sepedah ini dari para pencuri!" Ucap Nobara sambil mengikat sepedah itu ke tiang yang berada disana.

"Yosssh! Selesai! Ayo berangkat." Ucap Nobara sambil tersenyum.

Naruto dan Nobara pun berjalan dengan santau menuju pintu masuk pusat perbelanjaan. Namun, mereka berdua melihat seorang wanita berambut merah muda yang sedang memakan banyak sekali daging dan sedang membaca koran.

"Ada apa dengan wanita itu?" Bisik Nobara kepada Naruto.

"Entahlah. Sepertinya dia sangat menikmati makanannya." Ucap Naruto.

"Hah!? Kalian membicarakanku!?"

Naruto dan Nobara pun terkejut ketika wanita yang sedang mereka bicarakn berteriak kepada mereka dan nampaknya wanita tersebut sedikit tersinggung dengan perkataan Naruto.

"Hahahaha! Gomenasai!" Ucap Naruto.

"Cih! Kozuki Naruto kah?" Ucap wanita tersebut.

"Huh? Kau kenal aku?" Tanya Naruto.

"Namaku Jewelry Bonney. Sama sepertimu, aku seorang bajak laut." Ucap wanita yang bernama Bonney tersebut.

"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Sampai bertemu lagi." Ucap Nobara.

Naruto pun menganggukan kepalanya dan mengikuti Nobara yang meninggalkan Bonney sendirian.

"Tidak bisakah kau tetap disini? Aku punya berita bagus. Mungkin kalian akan tertarik." Ucap Bonney.

Naruto dan Nobara pun menghentikan langkahnya dan kembali menatap Bonney.

"Berita?" Tanya Naruto.

"Bacalah."

Bonney melemparkan sebuah koran kepada Naruto dan Naruto pun menangkapnya. Naruto lalu membuka koran tersebut dan mulai membaca berita yang terdapat didalamnya. Merasa penasaran, Nobara pun sedikit mendekatkan dirinya pada Naruto dan membaca berita tersebut.

Semakin lama mereka membaca, semakin melebar juga mata mereka karena mereka terkejut dan shock dengan berita yang sedang mereka baca.

"Mu-mu-mustahi….. Ke-kenapa…" Gumam Nobara.

"Ace… akan dieksekusi?" Gumam Naruto.

-X-

( SHINOBU DAN ERZA )

Setelah kejadian dirumah pelalangan, Shinobu dan Erza pun memutuskan untuk ikut dengan bajak laut Mugiwara untuk berbicara dengan Rayeligh di rumahnya. Erza dan Shinobu merasa cukup nyaman dengan kru Mugiwara karena mereka merasa bahwa setiap orang yang berada di kru Mugiwara adalah orang baik dan tidak berbahaya.

Kini, mereka semua sedang berada Shakky's Bar dimana Rayleigh dan Shakky yang merupakan kekasihnya tinggal.

"APAAAAAA!? WAKIL KAPTEN DARI RAJA BAJAK LAUT!?

Terdengar suara teriakan Luffy yang sangat keras karena ia terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Rayleigh.

"Hmmm? Kau tidak memberi tahu mereka Hachi?" Tanya Rayleigh kepada Hachi.

Hachi yang sedang diobati oleh Chopper dan Shinobu pun hanya tersipu malu mendengar pertanyaan dari Rayleigh.

"A-aku pikir mereka hanya ingin melapisi kapal mereka dengan gelembung. Jadi aku tidak memberitahu mereka." Ucap Hachi.

"Sugoi!" Ucap Ussop.

"Aku yakin pernah mendengar nama itu sebelumnya." Ucap Sanji.

"Namanya tertulis diberbagai macam buku." Ucap Nami.

"Tapi, kenapa seseorang seperti kau bisa berteman dengan gurita ini?" Tanya Zoro kepada Rayleigh sambil melirik kearah Hachi.

"Dulu, saat kapalku karam, aku diselamatkan oleh Hachhi. Meskipun saat itu ia masih kecil tapi tetap saja aku berhutang nyawa padanya." Ucap Rayeleigh.

"Lalu, apa yang kau lakukan disini? Aku kira semua kru dari raja bajak laut telah mati." Ucap Erza.

"Benar. Jika Roger tertangkap, bukankah seharusnya seluruh krunya juga ikut tertangkap?" Tanya Sanji.

Rayleigh yang mendengar itu pun hanya tersenyum. "Roger tidak tertangkap. Dia menyerahkan dirinya karena terkena penyakit yang sangat mematikan."

Semua orang yang mendengar itu pun terkejut. Ternyata informasi yang mereka dengar selama ini dari angkatan laut dan pemerintah dunia tidak benar.

"Hahahaha aku tahu kalian terkejut. Tapi itu semua masa lalu. Sekarang adalah era baru dan inilah waktu kalian untuk bersinar." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.

Mendengar hal tersebut pun seluruh kru Mugiwara tersenyum.

"Ouh! Aku pasti akan menjadi raja bajak laut!" Ucap Luffy.

Rayleigh yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan mengarahkan pandangannya kepada Erza yang sedang duduk sambil menikmati kue stroberi.

"Ojou-Chan, dimana kaptenmu?" Tanya Rayleigh.

"Ah! Benar juga! Dimana Naruto?" Tanya Luffy kepada Erza.

"Hm? Dia sedang bersama Nobara. Entah apa yang sedang mereka lakukan tapi aku khawatir dengan mereka." Ucap Erza.

"Khawatir? Kenapa kau khawatir?" Tanya Nami yang penasaran.

"Naruto dan Nobara adalah dua orang paling ceroboh di antara kami semua. Jika mereka berdua pergi bersama, sudah pasti kami akan mendapatkan masalah." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Huh? Bukankah kalian berdua yang membuat masalah? Kau telah memotong kaki dari Tenryuubito." Ucap Zoro sambil tersenyum.

"Mereka pantas mendapatkannya." Ucap Erza sambil tersenyum.

"Ah benar juga! Dimana Genos!?" Tanya Franky.

"Kau mengenal Genos?" Tanya Erza.

"Tentu saja bakayaro! Genos, aku dan Iceberg dulu adalah teman baik!" Ucap Franky sambil tersenyum.

"Hm, dia bersama Levi sekarang. Aku yakin mereka berdua pasti baik-baik saja." Ucap Erza.

Brook, disisi lain hanya terdiam dan hanya memperhatikan Erza. Sejak pertama ia melihat Erza, ia terpukau dengan kecantikan dan keseksian Erza. Shakky yang melihat Brook pun hanya tersenyum dan berusaha menggodanya.

"Tengkorak-San, jika ada yang ingin kau katakan kepada Titania, katakan saja. Tidak baik menatapnya seperti itu." Ucap Shakky.

Brook yang mendengar perkataan Shakky pun langsung tersipun dan menaruh telunjuknya didepan mulutnya dan mengisyaratka Shakky untuk diam.

"Hm? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Erza kepada Brook.

Brook pun semakin menciut ketika Erza berbiaca kepadanya. "A-ano, kau sangat cantik, Ojou-San."

"Terima kasih." Ucap Erza.

"Brengsek Brook! Jangan menggodanya!" Ucap Sanji yang tidak terima.

"Yohohohoho! Ano, Erza-San bolehkah aku melihat celan-"

"HENTIKAAAAAAN!"

BUAAAAGH!

Belum sempat Brook menyelesaikan perkataanya, Nami langsung mehajarnya dan membuat Brook langsung tersungkur ke tanah.

Erza yang melihat itu pun langsung berjongkok disebelah Brook dan mengangkat Brook.

"Oi! Kau tidak apa-apa!?" Ucap Erza,

"Yohohohoho! Erza-San, apa aku sedang melihat malaikat? Tapi aku kan sudah tidak punya mata. Yohhohohoh!" Ucap Brook.

Erza pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Nami dan menatapnya dengan tajam. "Kenapa kau memukulnya? Bukankah dia temanmu!? Lihat! Dia sekarang menjadi gila!"

"Brook! Menjauh darinya!" Teriak Sanji kepada Brook.

"Jangan hiraukan dia. Dia hanyalah tengkorak mesum." Ucap Nami.

"Shishishi. Oi, Shinobu, Erza, panggilah Naruto kesini. Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Luffy kepada Shinobu dan Erza.

Shinobu, yang sedari diam dan tidak ikut dalam pembicaraan karena sibuk mengobati Hachi, akhirnya pun berdiri dan mengarahkan pandangannya kepada Luffy.

"Apa yang kau inginkan dari kaptenku Mugiwara-San?" Tanya Shinobu sambil tersenyum.

"Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu saja." Ucap Luffy sambil tersenyum.

"Apa kapten kalian tahu siapa sebenarnya orang tuanya?" Tanya Rayleigh kepada Shinobu dan Erza.

"Orang tua sebenarnya Naruto?" Tanya Nami.

Shinobu pun mengarahkan pandangannya kepada Rayleigh dan tersenyum kepadanya. "Ah. Dia mengetahuinya, Silvers-San."

Rayleigh yang mendengar jawaban Shinobu pun membelalakan matanya dan terkejut bukan main. Ternyata, Naruto mengetahui siapa orang tua kandungnya.

"Benarkah? Apa dia pernah memberitahumu atau menceritakan tentang orang tuanya?" Tanya Rayeligh.

"Pernah. Tapi dia lebih sering membicarakan orang tua angkatnya yang bernama Bellemere dibandingkan orang tua kandungnya. Yang aku dengar, orang tua kandungnya berasal dari keluarga terhormat di Wano Kuni." Ucap Shinobu.

Rayleigh dan Nami yang mendengar itu pun terkejut. Rayleigh terkejut karena Naruto tidak Shinobu tidak berbohong saat mengatakan bahwa Naruto mengetahui siapa orang tua kandungnya dan Nami terkejut karena Naruto ternyata berasal dari keluarga terhormat.

"Be-benarkah!? Lalu kenapa dia bisa berada di East Blue!?" Ucap Nami.

"Entahlah. Mungkin, Kozuki-San pun tidak mengetahui hal itu." Ucap Shinobu.

Perepereperep! Pererpereprep!

Tiba-tiba denden mushi yang berada di dalam saku Erza pun bergetar dan semua orang yang berada disana pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Erza.

"Si-siapa itu? Apa itu Naruto?" Tanya Nami yang muali berkeringat dingin.

"Entahlah." Ucap Erza.

Erza pun langsung mengambil denden mushi yang berada dalam sakunya dan mengangkat teleponnya.

Gotcha!

"Moshi-Moshi…" Ucap Erza.

"Erza! Shinobu! Dimana kalian!?"

"Naruto? Aku dan Shinobu berada di sebuah bar. Pemilik bar ini bisa melapisi kapal kita dengan gelembung dan dengan itu kita bisa pergi ke dunia baru." Ucap Erza.

Seketika, semua orang yang berada disana pun langsung membelalakan matanya saat mendengar suara Naruto terutama Nami dan Hachi.

"Na-Naruto!" Ucap Nami dengan cukup keras.

"Hm? Siapa itu? Aku rasa aku mengenali suara itu." Ucap Naruto

Mendengar itu, Nami pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan berjalan mundur hingga menabarak dinding.

"Ceroboh sekali kau." Ucap Zoro.

Luffy yang mendengar suara Naruto pun langsung menyeringai dan langsung mendekati Erza dan mencoba berbicara dengan Nartuto.

"Narutoo! Lama tidak bertemu! Ini aku, Luffy!" Ucap Luffy.

"Oh! Luffy kah!? Hisahshi buri! Aku dengar kau sudah menjadi bajak laut yang terkenal yah? Hahahahaha!" Ucap Naruto sambil tertawa.

"OUH! Kau juga sudah menjadi bajak laut yang terkenal kan! Jika kita bertemu nanti aku pasti akan mengalahkanmu! Hahahahahaha!" Balas Luffy yang juga tertawa.

"Oh! Jadi kau menantangku? Hahahah baiklah! Suatu saat nanti aku juga pasti akan mengalahkanmu! Tapi tunggu! Kau kenal wanita bernama Nami kan!? Mana dia!?" Tanya Naruto.

"Ah Nami kah? Dia ada disi- Are? Dimana dia?"

Luffy menengok kebelakang dan melihat Nami yang sudah tidak ada disana. "Kemana dia?"

"Aku rasa dia ada disini tadi." Ucap Ussop.

"Cepat sekali dia." Ucap Zoro.

"Yohohoho aku baru melihat Nami-San ketakutan seperti ini." Ucap Brook.

"Maaf Naruto. Dia tiba-tiba menghilang. Tapi katanya kau juga kenal dengan Hachi. Oi Ha- Are? Hachi juga menghilang?" Luffy pun mencoba mengenalkan Hachi kepada Naruto dan ternyata Hachi pun sudah menghilang entah kemana.

"Aku rasa dia ada disini tadi." Ucap Chopper.

"Ara-ara, sepertinya Kozuki-San sangat ditakuti disini." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

"Hachi? Hm? Aku rasa aku familiar dengan nama itu. Tapi terserahlah. Maaf Luffy tapi aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang. Ada hal yang harus aku diskusikan dengan nakamaku." Ucap Naruto.

"Shishishishi baiklah kalau begitu." Ucap Luffy.

"Jadi ada apa?" Tanya Erza.

"Aku berada di Grove 13 bersama Nobara. Aku baru saja mendapatkan berita yang sangat mengejutkan dan sepertinya kita harus bergegas. Kita akan menghadapi perang besar." Ucap Naruto.

Erza dan Shinobu yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya.

"Siapa yang akan kita hadapi Kozuki-San?" Tanya Shinobu.

"Jangan bilang kau sedang berhadapan dengan admiral sekarang! Maafkan aku! Ini pasti karena aku melukai Tenryuubito itu! Kau boleh menghukumku setelah ini!" Ucap Erza.

"Kau memukul Tenryuubito? Baguslah kalau begitu. Tapi ini bukan masalah admiral. Aku juga dengar admiral akan segera datang tapi aku masih belum melihat keberadaanya." Ucap Naruto.

"Jadi, kau akan menunggu sampai admiral datang?" Tanya Shinobu.

"Uhm. Setidaknya aku harus mengalahkan admiral ini dan jika admiral ini sudah kalah, baru kita pergi dari pulau ini." Ucap Naruto.

Mendengar hal tersebut, seluruh kru mugiwara pun terkejut karena mendengar Naruto akan melawan admiral.

"O-Oi! Bukankah itu sangat berbahaya!" Ucap Sanji.

"Admiral adalah level yang berbeda, Mungkin kalian bisa mengalahkan Shicibukai tapi level admiral jauh diatas Shicibukai." Ucap Robin.

"Se-Senpai…" Gumam Chopper kepada Shinobu.

"Baiklah kalau begitu. Aku akan pergi kesana sekarang juga." Ucap Erza.

Gotcha!

Erza pun langsung menutup denden mushinya dan langsung berdiri dan bersiap untuk pergi. Shinobu kembali memakai jubahnya dan bersiap juga untuk pergi.

"Apa kalian sanggup mengalahkan admiral?"

Langkah Shinobu dan Erza pun terhenti ketika mendengar suara Rayleigh. Mereka berdua pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Rayleigh.

"Ada apa Silvers-San?" Tanya Shinobu.

"Admiral adalah kekuatan tempur utama angkatan laut. Tidak banyak orang yang bisa melawan mereka apalagi mengalahkannya. Kalian masih muda dan jalan kalian masih panjang. Kenapa terburu-buru sekali melawan admiral? Bukankah lebih baik melarikan diri?" Tanya Rayleigh sambil tersenyum.

"Apa menurutmu melarikan diri adalah pilihan yang tepat bagi seorang bajak laut?" Tanya Erza.

"Hm? Tidak ada salahnya melarikan diri. Atau kau merasa harga dirimu tercoreng jika melarikan diri?" Tanya Rayleigh sambil tersenyum.

"Silvers-San sepertinya kau salah paham. Kozuki-San telah mengatakan bahwa dia akan mengalahkan admiral ini dan perkataan kapten adalah perintah. Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mengubah keputusannya. Lalu, ini bukan masalah harga diri. Kami semua sudah memutuskan untuk menjadi bajak laut dan artinya angkatan laut adalah musuh kami. Cepat atau lambat, kami pasti akan bertarung dengan angkatan laut dan termaksud para admiral. Jadi, tidak ada gunanya kami menghindar karena pada akhirnya kami akan melawan mereka juga." Ucap Shinobu sambil tersenyum.

Rayleigh yang mendengar itu pun hanya tersenyum. Kata-kata yang sangat bijak dan juga berani terucap dari mulut seorang wanita muda. Rayleigh pun merasa bahwa kru dari Naruto sangat menarik karena kesetiannya kepada Naruto dan Rayleigh pun, sampai saat ini bisa menyimpulkan bahwa kelompok bajak laut Naruto jauh lebih kuat daripada bajak laut Mugiwara.

"Hahahaha maafkan aku Ojou-Chan. Baiklah kalau begitu aku tidak akan menghalangi jalan kalian. Tapi bisakah aku meminta satu permintaan?" Tanya Rayleigh.

"Apa?" Tanya Erza.

"Jika sudah berhasil mengalahkan admiral itu, tolong mampirlah kesini. Aku ingin bertemu dengan kapten kalian." Ucap Rayleigh.

"Baiklah. Akan kupastikan pesanmu tersampaikan kepada Kozuki-San dan juga terima kasih atas hidangannya Silvers-San, Shakky-San, serta seluruh bajak laut Mugiwara-San. Sampaikan salamku pada Nami-San dan katakan kepadanya bahwa Kozuki-San tidak akan melukainya, jadi tidak perlu khawatir. Ayo, Scarlet-San." Ucap Shinobu.

Erza dan Shinobu pun langsung pergi meninggalkan Bar Shakky dan segera menuju ke Grove 30 dimana Naruto dan Nobara berada dan meninggalkan bajak laut Mugiwara yang masih terduduk disana.

"Uooo! Keren sekali mereka! Chopper, senpaimu itu benar-benar cantik!" Ucap Franky.

"Yohohohoho! Saking cantiknya, aku bahkan belum sempat berbicara dengannya." Ucap Brook.

Disisi lain, Zoro sedikit heran melihat Luffy yang terdiamn dan tidak heboh seperti biasanya. "Ada apa Luffy?"

"Aku merasa, jarakku dengan Naruto sangatlah jauh." Ucap Luffy dengan serius.

-X-

( GROVE 27 )

"Ahhh. Akhirnya aku tiba…."

Di Saboady Archipelago, tepatnya di Grove 27 terlihat ada seseorang jangkung besar yang memakai setelan kuning. Ia pun memakai jubah keadilan Marine dan dia adalah admiral Kizaru yang diutus untuk menyelesaikan masalah yang berada di Saboady.

"Lalu, kemana aku harus mencari, Titania, Kozuki Naruto dan Mugiwara no Luffy?"

TO BE CONTINUED!