Senbon Zakura

Fandom : Naruto, Highschool DxD
Reference : Bleach.
Genre : Romance, humor, fiksi pendek.
Pair : [Naruto Uzumaki, Katerea Leviathan, Serafall Leviathan]. [Vali Lucifer/Vali Uzumaki, Kuroka]
Bab
21 : Keluh kesah

Menjawab Reviews dari para pembaca setia di chapter 20.

aulshi : ayolah kapan si mamih rea bklan nikah jangan sampai ntar nikah bertiga wkwkw. oh oh bibi sona? bklan seperti apa nih klo sona di buat jengkel dengan sifat vali wkwkw.

Author menjawab : Katerea lagi mikir-mikir soal apakah ia bisa bahagia atau tidak, jika menikah dengan Naruto, Soal hubungan Sona dengan Vali, ya bisa dibilang tidak akan banyak bersinggungan karena keduanya cukup pendiam

polosan271 : cerita yg bagus tor lanjutkan

Author menjawab : terima kasih.

romanalarcon : kalo akeno ga jadi kuroka boleh lah. typo. yasaka mksd nya.

Author menjawab : bisa dipikirkan, tapi prosesnya masih lama.

Unlimited Lost Works : Sikat sih,... Walau bibi' sendiri, apakah termasuk incest oh tidak. Karna incest itu hanya berlaku saat saudara kandung, laki perempuan yg terlahir oleh 1 ibu. Klau itu sih gassss lah :v

Author menjawab : Dalam islam itu enggak boleh.

kuy gelud : gabriel seingatku ada deh di salah satu light novel dxd, cari aja Gabriel dxd nah ntar ada wajah gabriel yang cuma make bikini ama pantsu

Author menjawab : ini berbahaya.

Tenshi-Azazel : Sedang menunggu Katarea jadi istri Naruto duluab sebelum Serafall. Ceritanya bener-bener seru, menghibut, nggak terlalu banyak action, nggak terlalu cepet alur percintaan antara MC ama haremnya, Alurnya juga santai tapi pasti. Gua sih pengennya si Katarea jadi Malaikat jatuh lagi. Gua tunggu Chapter selanjutnya, Thor.

Author menjawab : Bisa diatur, Rea-chan jadi Datenshi lagi okelah, untuk Serafall sendiri ia harus tetap Akuma, soalnya kalau ia jadi Datenshi maka Kursi Maou Leviathan akan kosong.

Queen 00001 : jadi apakah lebih ke arah dunia manusia kegiatan narutonya ?

Author menjawab : Iya Naruto akan lebih menjalani kehidupannya di dunia manusia, karena semua tugas Datenshi sudah ditangani banyak petinggi lain, kalaupun ia mendapatkan tugas, palingan hanya tugas menangkap penghianat atau mencari dan menangkap sosok yang berbahaya.

FCI. Master Harem : wkwkwkwkwk kasihan bet Issei.. malah ngira kalau Vali akan merebut Rias.. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk... kasihan bet dah Issei sama yang lainnya bisa-bisa jadi bujang lapuk.

Author menjawab : Issei punya pesonanya sendiri jadi ia tidak akan khawatir jomblo.

Alarick Adrians : Kapan bertemunya Katerea dan Serafall thor ? Dan juga kapan adegan adu jotos antara Katerea dan Serafall thor ?

Author menjawab : Rencananya di chapter 22 sampai 26.

Dimas Kurosaki : Komen ah,,, siapa tau ntar tau-tau jadi tau ..

Author menjawab : hem ...

Mr. Fun10 : Anjir salut upnya cepet bener! Dengan word segini udah sangat bagus sih! Kalo Gabriel diperawakannya kaya loli gitu masih cantik yasaka menurutku, masukin aja si Dewi aprodite dari Mytologi yunani untuk gambar versinya yang shumatsu no Valkryie itu saran dari w, kalo gak mami Velena hahaha.

Author menjawab : Terima kasih sarannya, akan saya tampung.

naruto gremory : bawah gue mami velena yg mana? klo ibunya rias ya gk jelas. Dan juga gue setuju 100% klo Gabriel gk cocok masuk pair karna ya dia itu malaikat murni dan gk cocok menikah pada ahirnya keperawanannya jeboll. kalo penampilan Gabriel Ada tu di google. cuma make bikini dan juga perawakannya kayak masih bocah 16 tahun(kayaknya) tatapnnya polos amat soalnya. dan gue tetep saranin roasweisse hahahahaha. dichapter ini gl banyak yg mau gue comen karna ya udah bagus kayak biasanya, hem bibi sonanya ntar Ada perasaan gk ni ama vali_chan ?

Author menjawab : Kalaupun ada pasti akan ditahan, hal ini dikarenakan hukum pernikahan yang menyatakan haram seorang anak menikahi bibinya, atau haram seorang perempuan menikah dengan anak dari saudari dan kakak iparnya.

FCI Kang Nasgor : Kan Fast update.

Author menjawab : Karena lagi enggak ada proyek lain.

Polosan271 : maaf thor kalau kesan nya memaksa hehe soal nya banyak fanfic lain yg cerita nya bagus tapi Hiatus maupun di rewrite jadi ya saya berharap aja semoga author nya bisa lanjutin fanfic yg menarik ini

Author menjawab : Itu tergantung teman Author, masih mau bantu Author atau enggak, soalnya, Author enggak nulis ini sendiri.

Cerita dimulai

Vali hanya bisa diam melihat para murid di sekitarnya menatap dirinya, ia mencoba memahami dan beradaptasi dengan perubahan yang ia alami karena perubahan fisik yang ia alami, meski tidak terlalu terlihat mencolok, karena perubahan hanya ada di gaya rambut, warna rambut dan warna kulitnya, untuk postur wajah masih sama saja seperti dirinya yang sebelumnya, dalam perjalanan menuju kelas Vali terlihat berpapasan dengan Rias dan Akeno dan membuat kedua perempuan itu terdiam dan berbalik ke arah Vali.

"Akeno, apa kau bisa merasakannya?" tanya Rias pada Queennya itu.

"Yah, auranya terasa seperti diriku sebelum direinkarnasikan," ucap Akeno yang merasakan aura dari tubuh Vali yang merupakan gabungan Datenshi dan Ninggen.

"Tepat sekali, Akeno, bisakah nanti kau memintanya untuk menemui kita?" pinta Rias pada Akeno.

"Aku akan mencobanya ketua," tanggap Akeno sembari tersenyum tipis.

Sementara itu, terlihat para gadis semakin memperhatikan Vali yang terlihat menjadi lebih tampan dari sebelumnya.

"Wah siapa itu?"

"Dia terlihat keren, apakah ia murid baru?" gumam pelan para murid berbisik-bisik, sementara itu Vali hanya tersenyum tipis saja menanggapi gumaman para perempuan itu dan membuat mereka semua terpesona dengan senyum tipis darinya. Vali kemudian meneruskan langkahnya hingga sampai ke tempat duduknya dan meletakan tasnya dengan tenang.

"Ano, tempat yang kau duduki itu sudah dimiliki oleh murid lain," tegur salah satu murid di sana pada Vali.

Vali yang mendengar hal itu hanya bisa memakluminya dan tersenyum tipis lalu berkata, "Ini memang tempat dudukku, dan aku bukan murid pindahan, tapi aku sudah pindah beberapa hari lalu ke sini. Namaku Uzumaki Vali," tanggap Vali pada perempuan itu.

"Eh?"

"Heeeeeeeh!" teriak seluruh murid di kelas, kecuali Issei, Matsuda, Motohama, serta Murayama dan Katase yang sempat mendengar perbincangan Sona dan Vali.

"Ayolah yang berubah hanya gaya rambutku," ucap Vali lagi.

"Hem setelah diperhatikan memang benar hanya rambutmu saja yang berubah, tapi tetap saja ada perubahan kecil pada wajahmu," ucap Kiryuu gadis mesum berkacamata di kelas itu sembari menunjuk pipi Vali yang memiliki dua pasang garis tipis seperti halnya pipi Uzumaki Naruto.

"Oh ini tanda lahir baru saja muncul kemarin, yah lagi pula ayahku juga memilikinya," jawab Vali dengan wajah datarnya.

"Heeeeeh," gumam panjang Kiryuu Aika sembari menatap Vali.

Sementara itu di perjalanan Naruto dan Katerea.

"Rea-chan," panggil Naruto sembari menatap pemandangan dari dalam mobilnya.

Katerea pun menatap ke arah Naruto lalu bertanya, "Ada apa Naruto-dono?"

Naruto kemudian menatap ke arah Katerea "A ... sudahlah, aku rasa kau juga tidak akan bisa menjawabnya," gumam pelan Naruto yang langsung menghentikan niatnya untuk bertanya lebih lanjut pada Katerea.

"H-hei jangan membuatku penasaran cepat katakan apa yang ingin kau tanyakan, soal bisa atau tidaknya aku menjawabnya itu bukan kau yang menentukan!" seru tak terima Katerea sembari menatap tajam Naruto.

Naruto pun menatap ke arah Katerea dengan tatapan sendu dan bertanya, "Cepat atau lambat, kau pasti akan bertemu lagi dengan temanmu yang bernama Shalba dan Cruseirey atau siapalah itu, namanya susah banget ... apakah kau akan kembali ke mereka jika mereka meminta maaf?" tanya Naruto pada Katerea.

"Hah? Apa kau pikir aku bisa melupakan hal buruk yang mereka lakukan hanya dengan kata maaf? Aku tidak akan kembali pada mereka," tanggap Katerea sembari mengalihkan wajah, d-dan kenapa juga kau tiba-tiba menanyakan hal ini?" tanya Katerea yang merasa tidak nyaman dengan situasi mereka sekarang.

Naruto langsung diam dan memejamkan matanya selama beberapa saat hingga akhirnya ia menjawab pertanyaan Katerea dengan nada lembut, "Aku hanya khawatir kalau kau tiba-tiba kembali pada mereka hanya karena kau sudah cukup lama mengenal mereka sebagai teman yang bisa dipercaya dan aku juga minta maaf jika terlalu ikut campur dalam masalahmu."

"Kenapa kau sampai segitunya padaku, padahal ras kita berdua bermusuhan?" tanya Katerea lagi.

"Sudah jelas karena aku sudah menganggapmu sebagai temanku, aku juga diajarkan untuk tidak pernah meninggalkan orang yang sudah aku anggap sebagai teman, tak peduli apapun yang terjadi bahkan jika harus melanggar aturan yang ada," jawab santai Naruto, "Dengan begitu, aku akan selalu khawatir dan akan selalu ada di sampingmu untuk mencegahmu menuju jalan yang salah, karena aku adalah temanmu, setidaknya itulah yang aku pikirkan."

'Naruto,' batin Katerea yang merasa terharu dengan kata-kata lembut dari sosok Datenshi yang menyelamatkan atau bahkan bisa dibilang orang yang menahannya sekaligus sosok menyelamatkannya beberapa kali dari kematian. Terlihat pula mata Katerea sedikit berkaca-kaca dengan pipi yang memerah.

Naruto yang melihat itu langsung dengan cepat memeluk Katerea dan membenamkan wajah gadis itu ke dadanya, "Tenangkan dirimu Rea-chan, aku selalu ada di sisimu, aku tidak akan meninggalkanmu, jika kau pergi aku akan mengejarmu hingga aku bisa membawamu kembali dan aku janji tidak akan membuatmu kecewa, "Tak peduli apapun yang orang lain katakan, selama kau tidak berada di jalan yang salah aku akan membelamu, keluarkan semua air matamu sampai perasaanmu menjadi lebih baik, aku tahu kalau tidak mudah rasanya melupakan kenangan masa lalu, aku juga tahu kalau sulit bagimu untuk membuka hati padaku karena aku adalah Datenshi, sekaligus tunangan dari Serafall sosok yang paling kau benci, makanya ada tawaran kedua yaitu menjadi sahabatku, dengan begitu kau tidak perlu takut terbunuh dan tak perlu menikah denganku, kau juga tidak perlu memikirkan untuk bagaimana caranya agar bisa menjadi istri pertama."

Mendengar apa yang Naruto katakan, Katerea langsung berhenti sesegukan dan menatap ke arah Naruto dengan mendongakkan kepalanya, "Maksudmu?" tanya Katerea.

"Ah ya begini loh, dalam cinta itu ada dua jenis persaingan, yaitu satu persaingan siapa yang berhasil mendapatkannya dan yang kedua adalah siapa yang pertama kali mendapatkan cintanya. Jenis kedua sangat jarang terjadi, karena kebanyakan orang hanya ingin punya satu istri dan kebanyakan wanita tidak ingin suaminya menikah lagi, tapi dalam kasus ini, aku sudah mengatakannya kepadamu, aku tidak akan menikah dengan satu wanita, keputusan ditangan orang yang aku tawari, mau menerima atau tidak, jika kau menerimanya maka kau harus berjuang untuk bisa menjadi istri pertamaku, tapi meski sudah menjadi istri pertama aku juga akan menikahi calon-calonku yang lain, bagiku kau tidak perlu menderita karena menikah dengan orang sepertiku," jawab Naruto sembari mengelus lembut rambut Katerea.

Katerea langsung memisahkan diri dari Naruto dan berkata, "Terima kasih telah mencoba memahami perasaanku, dan aku ing-"

"Naruto-sama anda sudah sampai di tujuan," tanggap sang supir mengintrupsi memberitahukan Naruto kalau mereka sudah sampai di perusahaan.

"Kalau begitu, baiklah, maaf Rea-chan, aku rasa kau harus melanjutkan pembicaraan ini nanti," tanggap Naruto sembari keluar mobil dan berjalan ke arah supir, "Tolong antar Rea-chan ke restoran ini, ia ingin bekerja di sana," pinta Naruto pada sang supir.

Si sopir pun hanya tersenyum saja dan menginjak gas mobilnya, membawa Katerea pergi ke tempat dimana ia harus bekerja, sementara itu Katerea hanya bisa terdiam karena tidak sempat menyelesaikan perkataannya dan sudah terpotong karena mereka sudah sampai dan sekarang si sopir juga sudah membawanya pergi ke tempat lain, hal itu sempat membuat Katerea prustasi dan memilih kembali diam dan menghela nafas. Dan sedikit pemberitahuan, Naruto juga memasang kekai khusus ketika ia berada di dalam mobil yang akan membuat apa yang ia bicarakan dengan Vali dan Katerea tidak akan bisa didengar oleh supir dan kalaupun si sopir mendengarnya kata-kata yang di dengar akan berbeda dengan apa yang sebenarnya dikatakan oleh Naruto, Katerea dan Vali, sehingga mereka bisa membicarakan hal gaib sesuka hati mereka.

"Yosh, Setelah ini selesai, aku akan mengajak Vali ke kuil untuk berdo'a dan selanjutnya aku akan mengajak Serafall berkencan," gumam pelan Naruto sembari menatap foto keluarganya yang ia simpan di dalam jam saku miliknya.

Sore hari kemudian di Kouh Akademi.

Terlihat Vali yang bersiap untuk menuju ruang OSIS dicegat oleh Akeno dan hal itu membuat keduanya saling menatap satu sama lain, "Akeno-senpai kenapa datang kemari?" tanya Issei yang melihat arah tatapan Akeno mengarah ke Vali.

"Ah Issei-kun apa kau mengenalnya?" tanya Akeno sembari menunjuk Vali.

"Dia anaknya Naruto-san, namanya Uzumaki Vali, si Hakuryuuko," jawab Issei sembari menatap Akeno, "Memangnya ada apa?" tanya Issei.

"Hn, ada perlu apa Queen dari Rias Gremory sampai menemuiku?" tanya Vali dengan santai.

"Ah tidak bukan apa-apa, aku hanya tidak menyangka kalau tampilanmu jauh berubah semenjak kejadian malam itu, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Akeno penasaran.

"Soal itu akan aku jelaskan, tapi aku sudah ada janji dengan Sitri-san untuk membicarakan hal ini dengannya. Jadi nanti saja setelah aku selesai aku akan datang ke tempat kalian untuk menjawab semua pertanyaan kalian tentangku," jawab Vali sembari berjalan santai melewati Akeno menuju ruang OSIS tempat dimana Sona akan menunggu dirinya.

Kejadian itu membuat Akeno kaget bercampur bingung, soalnya kalau hanya penampilan saja ia masih bisa memakluminya karena bisa saja Vali mengagumi ayah angkatnya dan berusaha meniru penampilan ayah angkatnya, tapi yang membuatnya tidak percaya adalah aura half demon dari tubuh Vali menghilang dan tergantikan dengan aura half fallen angel.

"Akeno-senpai, ada apa?" tanya Issei yang mulai khawatir kalau seniornya itu yang merupakan target haremnya tiba-tiba kepincut dengan Vali.

"Ah bukan apa-apa, ayo kita pergi Issei-kun, aku yakin Bochou sudah menunggu kita," tanggap Akeno sembari pergi meninggalkan Issei.

"Mah aku rasa juga begitu, ayo kita pergi Asia-chan!" ajak Issei sembari tersenyum.

"Em baiklah!" seru Asia sembari tersenyum lembut.

"Kuso! Kenapa selalu Issei yang untung!" seru Matsuda dan Motohama.

"Ini membuatku depresi njing" ucap Matsuda dan Motohama serempak.

"Kadang aku heran kenapa si mesum itu bisa begitu beruntung," gumam para lelaki di sana.

Di ruang perkumpulan anggota OSIS.

Terlihat Vali sudah masuk, terlihat seluruh anggota OSIS menatap heran sosok atau wujud baru Vali yang kalau dilihat sekilas memang seperti orang yang berbeda, akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama mereka mulai merasa pernah melihat wajahnya.

"Selamat sore," sapa Vali dengan wajah malas.

"Selamat sore juga Vali-kun, duduklah," jawab Sona mempersilahkan Vali untuk duduk di atas sofa yang ada di ruangan mereka.

"Vali?"

"Jangan bilang dia Hakuryuuko?" tanggap Saji yang mulai tidak nyaman akan kehadiran dari Uzumaki Vali anak dari Naruto tersebut.

"Yah bisa dibilang begitu," jawab Vali sembari mengeluarkan secred gear miliknya yang berbentuk sayap naga mekanik dengan rangka baja putih dan selaput sayap yang terbuat dari kristal berwarna biru sapir. Setelah membuat semua sosok di sana kaget Vali langsung menutup sacred gearnya kembali.

Sona dan yang lain benar-benar terkejut mengenai hal itu, pasalnya aura dari Vali terasa seperti Datenshi, "Tapi bukankah kau itu half demon, bagaimana bisa auramu terasa seperti Datenshi?" tanya Sona yang kaget dengan hal yang ia lihat.

"Itu karena aku meminta ayahku, Uzumaki Naruto untuk menghapus gen ayahku dari tubuhku dan menggantinya dengan gen miliknya, jadi secara biologis sekarang aku adalah anak dari Uzumaki Naruto, karena DNA kami berdua sama," jawab Vali sembari memejamkan mata dan sedikit menatap ke arah Sona dengan lirikan santai, terlihat pula Vali tersenyum tipis ke arah Sona. Sementara itu Sona dan peeragenya kaget bukan kepalang ketika mendengar pernyataan dari Vali barusan. Pasalnya belum pernah dia mendengar jika seseorang bisa merubah ras seseorang itu ke ras lain.

"Yang benar saja, sebenarnya sehebat apa ayahmu itu Vali?" gumam tanya Sona yang langsung memijat kepalanya karena baru kali ini ia mendengar ada sosok makhluk yang mampu mengubah DNA orang lain hingga membentuk ulang ciri-ciri orang lain, seperti yang terjadi pada Vali, dimana awalnya Vali memiliki rambut berwarna silver, sekarang rambutnya terlihat berwarna pirang dan sedikit hitam pada bagian pinggirnya, kulit Vali juga sedikit berubah dari putih menjadi sedikit berwarna tan seperti halnya Naruto dan auranya menjadi seperti Datenshi.

"Tak ada yang pernah mengukur kekuatannya hingga seratus persen, aku yang sekarang saat adu tanding dengannya, hanya bisa bertahan selama 3 menit dengan kekuatan 3 % dari ayahku, Uzumaki Naruto," jawab santai Vali, "Dan dalam pertarungan sesingkat itu, aku yang sedang terbang di ketinggian seratus kaki dari bumi, langsung tenggelam sejauh satu kilometer kedalam bumi hanya karena satu sentilan," tambah Vali lagi menjelaskan betapa kuatnya Uzumaki Naruto yang telah menjadi guru sekaligus ayahnya.

Sona yang mendengar hal itu langsung tercengang bukan main, hanya dengan satu sentilan sosok Hakuryuuko terkuat langsung tenggelam kedalam tanah dengan kedalaman satu kilometer, "Y-yang benar saja," ucap tak percaya Sona.

"Hn, terserah kau saja mau percaya atau tidak, sekarang aku pergi jika tidak ada lagi yang ingin kalian tanyakan," tanggap Vali dengan santai dan terlihat Vali juga mulai berdiri, nampaknya ia ingin langsung pergi setelah selesai bicara.

"Baiklah, kau boleh pergi, tapi jawablah pertanyaan terakhirku," tanggap Sona sembari menatap ke arah Vali. Vali yang tadi bersiap untuk pergi keluar dari ruangan OSIS langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Sona dengan tatapan penasaran.

"Apa yang ingin kau tanyakan Oba-san(bibi)?" tanya Vali pada Sona mengenai hal apa yang sebenarnya ingin ditanyakan oleh Sona dengannya.

Author note : perlu diketahui ada perbedaan antara nenek dan bibi. Oba-san dengan huruf ba dibaca panjang dengan nada bergelombang ini artinya Nenek, nah kalau Oba-san yang dibaca biasa aja artinya bibi.

Nampak Sona dan seluruh Peeragenya kaget mendengar panggilan yang Vali gunakan saat memanggilnya adalah oba yang artinya, Vali memanggilnya dengan sebutan aunt atau bibi, 'Y-yang benar saja apa-apaan panggilan yang ia gunakan, padahal seumuran dia malah memanggilku dengan sebutan bibi?' batin Sona yang merasa gereget dengan tingkah Vali dan kalau saja yang dihadapannya bukan Hakuryuuko, ia sudah menghajarnya sejak tadi.

"Apa maksud perkataanmu barusan apa kau menghina ketua kami?!" seru saji yang tidak terima ketuanya yang masih muda dipanggil bibi oleh orang yang seumuran, padahal orang itu tidak punya hubungan apapun dengan ketuanya.

"Ah maaf, aku hanya mencoba menghormatinya sebagai bibiku, karena sebentar lagi Ayahku Uzumaki Naruto akan menikahi Serafall, kakak dari ketua kalian," jawab santai Vali.

"Juga.. emang ada salah ya aku sebut bibi ke ketua kalian lantaran ayahku bakal menikahi kakak ketua kalian?" tanya Vali bingung sambil mengacungkan ibu jarinya ke Sona

'Enggak salah sih ... cumankan ya tahu tempatlah, orang-orang yang enggak tahukan jadi bingung,' batin yang lain swedrop.

"S-sudahlah Vali-kun, aku rasa kau bisa memanggilku seperti biasa dan tak perlu memanggilku dengan sebutan itu, meskipun kakakku Serafall tidak menolak lamaran ayahmu, tapi belum tentu ia menerimanya," tanggap Sona sembari membenarkan kacamatanya yang hampir jatuh karena ia sempat kaget dengan tingkah Vali yang seenaknya saja memanggilnya dengan sebutan bibi.

Vali yang mendengar hal itu hanya diam saja dan menatap ke arah Sona sekali lagi, "Kalau begitu apa yang ingin kau tanyakan padaku, Kaichou?"

"Apa alasan mengenai kenapa ia merubah rasmu menjadi Datenshi?" tanya Sona pada Vali.

"Karena kemauanku," jawab Vali lagi.

"Kalau begitu kenapa kau mau menjadi Datenshi?" tanya Sona untuk kedua kalinya.

"Sebagai simbol, kalau aku sudah melepaskan diri dari kakekku Rezevim Livan Lucifer jadi aku meminta ayahku membuang darah Lucifer dari tubuhku dan menggantinya dengan darah Uzumaki miliknya," jawab Vali dengan santainya.

Sona cukup kaget mendengar kenyataan kalau Vali adalah cucu dari Rezevim Livan Lucifer dan meminta Naruto memutus hubungan darah mereka dengan mengubah DNA dari Vali menjadi Uzumaki, sehingga secara Otomatis rasnya juga berubah menjadi ras gabungan dari Ibu Vali dengan Naruto yang merupakan Datenshi, "Terakhir kenapa kau memutus hubunganmu dengan Lucifer? Bukankah dengan masih menjaga darah Lucifermu, kau bisa mendapatkan tahta di Meikai?" tanya Sona penasaran.

"Apa ini benar-benar pertanyaan terakhir?" tanya Vali yang mulai jegah ditanyai mengenai dirinya.

"Oi yang sopan dengan Kaichou!" seru tak terima Saji, pemuda berambut pirang pucat dengan mata biru yang terlihat dari awal nampak tidak terlalu menyukai Vali. Tapi Sona langsung menahan Saji dengan menyentuh bahunya dan menggelengkan kepala tanda agar Saji tidak usah bertindak terlalu jauh, karena ini bukan sesuatu yang bisa ia tangani kalau Vali sampai marah.

Vali yang tahu kalau Sona menghalangi Saji karena takut ia marah dan menyerang mereka hanya menghela nafas, "Untuk saat ini aku tidak sedang mencari musuh jadi aku akan berusaha menahan diri dan juga aku sedang belajar untuk mendapatkan teman di sini" ungkap pelan Vali.

"Yah dan tolong maafkan kelakuan Saji, ia hanya tidak menyukai seseorang yang menurutnya bisa menjadi saingannya," ungkap Sona pada saat itu.

Vali hanya tersenyum tipis ke arah Saji dan berkata, "Hm, aku paham, lagi pula tidak ada satupun orang yang bisa tenang melihat saingannya berada di hadapannya, meskipun begitu, sejujurnya aku tidak terlalu tertarik dengan persaingan dengan kalian, karena aku sudah pasti menang jika adu kekuatan jadi jika ingin bersaing, carilah satu hal yang membuat kalian lebih unggul dariku dan jika hasilnya kalian menang maka aku akan mengakui kau sebagai sainganku," jawab Vali dengan wajah datarnya.

"Hal lain katamu? Memngnya apa saja yang bisa membuatmu merasa tersaingi hah?" tanya Saji sembari berjalan mendekati Vali.

"Apa saja, permainan, pertarungan, pertandingan, pelajaran, olahraga dan seni, kalau kau bisa mengalahkan nilaiku di salah satu kategori, maka aku bisa menganggapmu saingan yang pantas," jawab Vali dengan santai.

"Kalau begitu, bagaimana dengan catur?" tanya Saji.

"Boleh juga, tapi karena aku ada janji, aku tidak bisa bertanding sekarang, jadi tentukan waktunya," tanggap Vali.

"Oke, besok sepulang sekolah!"

"Diterima!" seru Vali sembari mengarahkan kepalan tangannya ke arah Saji.

"Huh?" Saji, Sona dan yang lain kaget melihat Saji mengarahkan kepalan tangannya ke arah Saji.

"Ayo, adu kepalan tangan, ini adalah salam antar lelaki yang diajarkan oleh ayahku," tanggap Vali sembari menatap datar Saji.

Saji yang mendengar perkataan Vali, langsung menurut dan mengadukan kepalan tangannya dengan kepalan tangan Vali, tak lama setelahnya keduanya tersenyum lebar, "Uzumaki Vali, ingatlah namaku Saji Genshirou, aku akan mengalahkanmu dalam pertarungan Catur besok!" seru Saji sembari menyeringai.

"Kalau begitu, ingatlah juga namaku, Uzumaki Vali! Orang yang akan mengalahkan segalanya!" seru Vali dengan penuh percaya diri ia tersenyum ke arah Saji.

"Boleh juga dirimu, tapi aku tidak akan kalah lihat saja nanti!" seru Saji yang tidak mau kalah.

Vali yang mendengar hal itu hanya diam saja lalu ia sedikit tersenyum sendiri karena ini adalah pertama kalinya ia bisa menanggapi perkataan orang-orang disekitarnya dan ia cukup menikmati guncangan emosi yang ia rasakan dan juga ia menikmati perubahan emosi orang-orang di sekitarnya dan kemungkinan itu sifat turunan dari Naruto.

"Sudah cukup Saji kembali ke tempat dudukmu!" tanggap Sona pada saat itu.

"H-hai Kaichou!"

"Saji-san yang sabar yah," gumam Ruruko yang langsung menghibur Saji yang ditegur oleh Sona.

"Em," tanggap Saji ketika ditenangkan Ruruko, terlihat pula Reya dan yang lain langsung memperhatikan Saji dan hal itu membuat Vali sedikit iri, karena ia tidak pernah sedekat itu dengan perempuan.

"Jadi bisa kita lanjutkan perbincangan ini dengan menjawab pertanyaan terakhirku Vali-kun?" tanya Sona sembari menatap ke arah Vali.

"Aku membenci kakek iblis itu, makannya aku tidak suka kalau darahnya mengalir di tubuhku dan dia juga merupakan target yang ingin aku kalahkan, bahkan jika ibuku membenciku aku tidak akan melepaskan kebencian ini bahkan sampai kiamat sekalipun," jawab Vali sembari mengarahkan tatapan tajamnya.

"Jadi kau membenci ras iblis?" tanya Sona pada Vali.

"Tidak, aku tidak membenci kalian, yang aku benci adalah Rezevim Livan Lucifer, hanya dia yang aku benci dan satu-satunya sosok iblis yang ingin aku bunuh!" seru Vali pada saat itu sembari menatap ke arah Sona, "Dan apakah ini sudah semua dari rasa penasaran anda Kaichou?" tanya Vali pada Sona.

"Yah, sudah semuanya, dan terima kasih karena telah mau menjawab semua pertanyaanku," tanggap Sona sembari tersenyum ke arah Vali, meskipun itu hanya senyum formalitas semata atau sekedar senyuman tanpa arti.

"Kalau begitu, aku harap kau tidak akan terganggu oleh calon keponakanmu ini," gumam pelan Vali sembari berjalan pergi keluar ruangan OSIS, "Sampai jumpa lagi Tante ku yang manis,," ucap Vali lagi sembari menutup pintu ruang OSIS dengan sangat kencang dan berlari menjauh.

"Aku bukan tantei-tantei! Vali no Baka!" teriak keras Sona ketika Vali pergi meninggalkan ruangannya.

"Ahahahahahahahaha! Aku tidak menyangka ternyata mengerjai perempuan semenyenangkan ini!" seru Vali sembari tertawa ngakak dan berlari menuju ruang klub Ocult Reaserch Club atau disingkat ORC.

Sesampainya di ruang klub, terlihat Vali duduk di sofa dengan tenang dan di hadapannya dihidangkan secangkir teh hangat buatan dari Akeno, Queen dari Rias Gremory, Vali meminum teh itu dengan santai lalu dilanjutkan dengan menatap semua wajah sosok-sosok penghuni klub, "Jadi ... apa yang ingin kalian tanyakan denganku?" ujar Vali yang langsung mempertanyakan alasan Rias memanggilnya untuk memulai pembicaraan dan ia juga cukup kaget dengan kehadiran Azazel di ruang klub itu.

"Yah kami hanya penasaran denganmu, itu saja dan menurut Akeno kau adalah Vali, tapi bagaimana bisa auramu berubah menjadi seperti Akeno sebelum dia aku reinkarnasikan, yaitu Manusia setengah Datenshi?" tanya Rias sembari menatap datar Vali.

Vali dengan mata biru terang miliknya langsung menatap ke arah Azazel yang menatap dirinya, "Karena aku harus segera pulang, aku tidak ingin berlama-lama di sini, jadi aku akan menjawabnya secara singkat. Jika ingin tahu lebih lengkapnya, kau bisa bertanya langsung pada calon tanteiku yang juga ada di sekolah ini," ucap Vali sembari menatap ke arah Azazel dan Rias secara bergantian, lalu tatapannya terarah ke Issei, lalu perlahan tatapan matanya memandangi seluruh ekspresi bingung para anggota klub itu.

'Tantei? Memangnya siapa tanteinya Vali di tempat ini?' batin Rias dan Peeragenya.

"Vali, janngan bilang kau sudah berani memanggil gadis itu dengan sebutan Tantei, meskipun Naruto belum menikah dengan kakaknya?" tanya Azazel pada Vali.

"Cepat atau lambat mereka akan menikah, aku yakin itu dan aku tak pernah meragukan pesona ayahku," balas Vali, "Dan untuk jawabannya adalah, aku membenci kakekku," balas Vali yang langsung beranjak pergi dari ruang klub dan terlihat tidak ada yang berani menghalangi Vali, karena mereka menyadari kalau kekuatan Vali jauh berada di atas mereka.

Setelah Vali sudah keluar ruangan seluruh pasang mata di sana menatap ke arah Azazel, "Sepertinya kau sudah tahu siapa tantei yang dimaksud oleh Vali, Azazel-senseo?" tanya Issei pada sosok pemimpin para Datenshi itu.

Pria paruh baya dengan rambut hitam pendek berponi pirang itu menatap ke arah anak didiknya di ruang klub Ocult Research Club, "Orang yang Vali maksud adalah orang yang sangat dekat dengan Ketua klub kalian," jawab Azazel.

"Memangnya siapa dia?" tanya Rias makin penasaran.

"Memangnya kalian lupa Naruto ingin aku jodohkan dengan siapa pada malam pertemuan itu?" tanya Azazel lagi.

Issei yang malam itu pergi bersama Vali untuk menyelamatkan Gasper, jelas tidak tahu menahu mengenai hal itu, "Eh maksudnya?" tanya Issei kebingungan.

Sementara itu Rias dan Akeno langsung ngeh dengan maksud Azazel, yah Naruto sempat Azazel jodohkan dengan Serafall dan Serafall mengatakan kalau ia akan memikirkannya serta merundingkannya dengan para tetua iblis, "Jadi dia toh," gumam Rias sembari menahan tawa membayangkan muka kesal Sona ketika dipanggil Tantei oleh orang yang seumuran dengannya.

Sementara itu di depan gerbang Kouh akademi.

Terlihat Naruto sedang bersender di Limosinnya menunggu kedatangan Vali. Melihat hal itu Vali langsung tersenyum tipis ke arah Naruto, "Yo!"

"Vali kau lama sekali," tanggap Naruto ketika ia membuka matanya.

"Ahahahaha! Maafkan aku, karena beberapa hal yang mendadak, aku tidak bisa keluar sekolah dengan cepat," tanggap Vali sembari tersenyum. Melihat anaknya tersenyum, Naruto ikut tersenyum.

"Sudahlah, cepat masuk, kita akan menuju kuil" gumam pelan Naruto sembari membukakan pintu mobil dan setelahnya ia dan Vali langsung masuk ke dalam Mobil, hingga akhirnya Limosin itu berjalan santai pergi dari Kouh akademi.

"Tuan, apakah kita harus menjemput Nona Katerea di restoran itu atau langsung ke tempat tujuan?" tanya si sopir.

"Aku tidak mau mengganggu pekerjaannya, jadi sebaiknya langsung ke tempat tujuan kita," jawab Naruto.

"Baiklah hamba mengerti," ucap sang sopir sembari tersenyum tipis, menuju sebuah kuil tempat dimana Naruto selalu berdoa di setiap tanggal sepuluh Oktober, dan terlihat di dalam limosin terdapat empat buah dupa bakar yang biasanya akan dinyalakan ketika mendo'akan orang yang sudah mati.

Sesampainya di sebuah kuil, terlihat Vali dan Naruto langsung naik ke atas tangga, lalu setelahnya Naruto langsung memberikan uangnya sebesar lima yen di sana ke kotak do'a dan langsung mengambil foto keluarganya dari dalam jaketnya. Lalu meletakannya di depan Kuil, setelah itu Naruto mulai menyalakan dupa di depan foto keluarganya satu persatu, Vali yang melihat itu hanya diam saja, dan itu kali pertamanya ia melihat foto keluarga Naruto yang sebenarnya, setelah itu Vali dan Naruto mulai berdo'a untuk keselamatan, keluarga Naruto yang sudah mati.

Setelah selesai berdo'a, keduanya langsung membersihkan debu dupa dan Naruto langsung menyimpan kembali foto keluarganya, dimulai dari foto Kushina dan Minato yang merupakan ayah dan ibunya, sampai akhirnya Foto Hinata dan keluarga besar Hyuuga termasuk Neji di sertai anak-anaknya dari Hinata, semua itu kembali ia simpan di gulungan kertas.

"Vali, kau kembalilah ke Hotel, aku akan pergi ke mekai untuk berbicara dengan Serafall," ucap Naruto sembari tersenyum tipis.

"Em aku mengerti dan aku tidak ada niatan untuk mengganggu kencan pertama kalian," balas Vali lagi.

"Oh iya Vali, lain waktu undanglah teman-teman satu teammu ke rumah, ayah akan sangat senang dengan kehadiran mereka, sekaligus ada hal yang ingin ayah bicarakan dengan mereka," ucap Naruto lagi sembari menghilang menjadi kelopak bunga yang bertebaran kemana-mana.

Vali sempat terdiam mendengarnya, lalu tersenyum tipis. " Baiklah aku mengerti ayah," tanggap Vali sembari pergi menuruni tangga menuju mobil ayahnya.

Di meikai kemudian.

"Haaaaah, kapan pekerjaan ini bisa selesai," gumam pelan Serafall yang merasa kalau pekerjaannya terus menumpuk akhir-akhir ini.

"Mau aku bantu?" tanya sebuah suara misterius di ruangan itu dan hal itu membuat Serafall kaget.

"S-siapa itu?" tanya Serafall sembari memasang ekspresi waspada, lalu terlihat bunga sakura langsung berkumpul dan membentuk tubuh seseorang hingga akhirnya berubah sepenuhnya menjadi seorang pria tampan berambut pirang dengan mata biru langit menatap ke arah seorang gadis berbaju kantoran dengan rambut hitam panjang terikat twintail berkulit putih dengan mata berwarna violet.

"Naruto, apa yang kau lakukan disini?" tanya kaget Serafall.

"Menjengukmu, dan nampaknya kau sangat kesulitan," gumam pelan Naruto sembari menatap tumpukan dokumen-dokumen yang ada di meja kerja Serafall dan itu mengingatkannya dengan dirinya yang bertugas sebagai Hokage Konoha.

"Yah bisa dibilang begitu, Dokumen ini sepertinya terus dibuat menumpuk agar aku tidak bisa pergi kemana-mana," tanggap Serafall sembari terus mengalirkan air mata.

"Eh, k-kau tak perlu sesedih itu jugakan, lagi pula ini kewajibanmu sebagai pemimpin," tanggap Naruto sembari membaca salah satu dokumen yang ada.

"Masalahnya itu, aku tidak pernah dapat tugas sebanyak ini sebelumnya dan aku bisa pergi ke dunia manusia sesukaku setelah menyelesaikannya dan menjalani hobiku sebagai cossplayer," ucap Serafall memberi tahu keluh kesahnya pada Naruto, singkatnya curhat.

"Bagaimana kalau aku membantumu menyelesaikan semua dokumen yang ada?" tanya Naruto pada Serafall.

"Eh? Benaran? Kamu serius mau membantuku, ini banyak banget loh?"

"Tentu saja, dengan syarat kau harus berkencan denganku setelah ini selesai," jawab santai Naruto.

"Aku tidak masalah, selama tugas berat ini bisa selesai aku akan melakukan apapun yang kau minta," tanggap Serafall sembari tersenyum ke arah Naruto.

"Kau memang gadis yang mudah diajak diskusi rupanya," gumam pelan Naruto yang langsung merapalkan beberapa segel tangan dan langsung menciptakan ratusan cloning dirinya sendiri dan mulai membagikan beberapa dokumen yang ada pada para bunshinya untuk dikerjakan secara bersamaan.

"Dengan begini akan lebih menghemat waktu," gumam Naruto yang hanya memegang lima lembar kertas.

Serafall hanya bisa diam melihat hal itu, "Keren, andai aku juga bisa menggunakan sihir penggandaan tubuh, aku pasti bisa mengerjakan semua pekerjaan ini tanpa harus memikirkan kalau aku akan ketinggalan acara film yang aku ingin tonton," gumam pelan Serafall sembari menatap kagum Naruto dan para bunshinya yang sedang fokus mengerjakan tugas, "Ne Naruto, apa kau yakin ingin menikah denganku?" tanya Serafall.

"Selama kau tidak keberatan di madu aku tidak masalah menikahimu bahkan jika perlu banyak syarat sekalipun, jika bisa mendapatkan wanita pengertian, pekerja keras dan mau di berbagi cinta dengan wanita lain kenapa tidak," balas Naruto sembari menatap ke arah Serafall dan ia tersenyum tipis melihat Serafall masih memakai liontin yang ia berikan, "Dan aku sangat senang karena kau masih menyimpannya." ucap Naruto lagi sembari menatap datar liontin kristal biru yang berada di leher Serafall.

"Yah alasan aku mau bertunangan denganmu, adalah karena tugas-tugas gila ini dan aku ingin cepat-cepat berhenti jadi Maou agar tidak mendengar ceramah panjang para tetua menyebalkan, sekaligus kalau aku tinggal di dunia manusia, aku bisa menjalankan hobiku dengan baik," gumam pelan Serafall.

"Jika kau berhenti jadi Maou, siapa yang mengisi kursi Leviathan?" tanya Naruto yang kaget dengan pernyataan Serafall barusan.

"Aaaah Bodo amat aku benar-benar tidak tahan!" seru keras Serafall sembari membenamkan wajahnya di meja kerjanya. Naruto dan seluruh bunshinnya langsung kaget dengan tingkah Serafall, "Sejujurnya semenjak 90 tahun lalu semenjak aku menjadi Maou, aku ingin cepat-cepat berhenti agar bisa menikah dengan seorang pria tampan dan tak lagi merasa iri dengan para iblis wanita yang sudah menikah dengan pria idaman mereka, belum lagi karena tugasku sebagai Maou, aku jadi tidak punya banyak waktu untuk bermain bersama adikku, pekerjaan ini benar-benar membuatku kesepian," gumam Serafall dengan nada pelan.

Naruto yang melihat hal itu dapat merasakan aura kesedihan dari Serafall, kakak dari Sona Sitri, "Kalau begitu tersenyumlah padaku, karena setelah ini selesai aku akan langsung membawamu ke rumah orang tuamu untuk melamarmu secara langsung," tanggap Naruto dengan wajah datar sembari terus mengerjakan pekerjaannya Serafall yang tersisa.

Serafall langsung kaget dan menatap ke arah Naruto dengan wajah sembab atau pipi yang basah karena air mata, "K-kau serius dengan perkataanmu?" tanya Serafall.

"Em aku serius," jawab Naruto.

"Apa kau paham kosekuensinya?" tanya Serafall lagi.

"Tentu, tapi aku rasa mereka tidak akan berani mengangkat bendera perang padaku, karena aku yakin kau sudah mengatakan kalau aku mampu menghancurkan seluruh bagian dari dunia ini hanya dengan satu jurus," ucapa Naruto lagi.

"Itu bohongkan? Aku tahu kau kuat, tapi sekuat apapun dirimu aku tidak percaya kalau kau bisa menghancurkan dunia," tanggap Serafall sembari menatap ke arah Naruto yang ia anggap bercanda dan hanya sedang berusaha menghibur dirinya.

"Asal kau tahu saja, Loki bahkan tidak berani untuk bermain-main denganku, karena aku sudah pernah menghajar Jormungand dan Fennir dengan satu serangan yang membuat kedua monster itu tidak bisa apa-apa, bahkan racun dari Jormungand yang katanya bisa membunuh dewa itu tidak ada efeknya sama sekali di tubuhku," tanggap Naruto yang sudah menyelesaikan semua dokumennya.

Terlihat kini Naruto mulai merapikan seluruh Dokumen yang ada dan setelah sudah selesai ia menghilangkan seluruh kagebunshinya dan menyentuh kepala Serafall sembari tersenyum, "Aku tidak peduli dengan perdamaian, yang aku pikirkan sekarang adalah cara untuk melindungi teman dan keluargaku di dunia ini, jadi aku tidak akan segan membunuh siapapun yang menghalangiku atau mengajakku untuk berperang," gumam pelan Naruto sembari menyentuh dahi Serafall, "Akan tetapi sekarang aku akan kembali mencoba untuk menjadi diriku yang dulu, Uzumaki Naruto yang mencari perdamaian, hal itu karena kau mengingatkanku dengan istriku, aku juga tidak ingin kau susah seperti ini, makanya jika kau memang beranggapan berhenti menjadi Maou adalah pilihan terbaik, maka aku akan menikahimu dan membawamu pergi dari Meikai, tapi jika kau masih memikirkan meikai, maka pilihan kedua adalah, aku akan tetap menikahimu, tapi dengan syarat kau tetap menjadi Maou dan aku akan meringankan pekerjaanmu seperti ini dengan terus membantumu untuk menyelesaikan tugas yang ada," tawar Naruto.

Seketika wajah Serafal memerah dan terasa panas, "B-bukankah itu terlalu mendadak, B-bagaimana bisa kau langsung mengajakku menikah, sementara kita saja baru saling kenal!" tanggap Serafall.

"Karena aku yakin bisa membahagiakanmu, tapi jika kau memang masih ingin mengenalku lebih dalam, baiklah, aku tidak akan memaksa, tapi janji adalah janji, jadi kau harus segera mempersiapkan dirimu, karena kita akan berkencan," bisik Naruto di telinga Serafall.

"Em, a-aku mengerti, k-kalau begitu aku pergi dulu dah!" seru Serafall yang langsung pergi keluar dari istana Leviathan karena akhirnya sudah bisa terbebas dari tugas menyebalkannya.

Bersambung.