Senbon Zakura
Fandom : Naruto, Highschool DxD
Reference : Bleach.
Genre : Romance, humor, fiksi pendek.
Pair : [Naruto Uzumaki, Katerea Leviathan, Serafall Leviathan]. [Vali Lucifer/Vali Uzumaki, Kuroka]
Bab 22 : Percakapan antara Uzumaki Naruto dengan Calon Mertua.
Menjawab Reviews dari para pembaca setia di chapter 21.
Rizqa12 : mantap thorr gak bisa berkomentar lagi ceritanya bagus banget
Author menjawab : Terima kasih pendapatnya Author cukup senang.
Mr Fun10 : Lanjuuuuut broooohhh! Mantap up kilatnya! Jari apaan tuh bisa cepet ngetiknya wkwk aku juga author pemula pernah bikin fanfic tapi setelah data data FIC kelanjutan ku ada yang ngehapus semangat menulis milikku hilang haaa nyesek nulis sekitar 7- 10 K eh ada yang hapus haaa. Jadi aku udah tau rasanya nulis FIC, hmm untuk masukan aku belom bisa ngasih brooh karena masih pemula, tapi menurut ku typo kalau pun ada tidak jadi masalah! Yang penting UPP hehe! Ditunggu lanjutannya bang/neng/bro :v
Author menjawab : Author di bantu teman yang nama akunya FCI Master Harem, makanya bikin ceritanya cepat, karena ngetiknya berdua. Oh iya Author ini lelaki, jadi panggil aja bang atau mamang.
FCI. Master Harem : mantap kamu Naruto. dah menjadi kriteria suami idaman yang nggak memaksa keinginannya saja.
Author menjawab : Tentu saja, kan kita berdua yang bikin.
aulshi : yasaka, rosswiesee juga boleh tuh. valkrie jomblo wkwkwk
Author menjawab : Hmmmmm... Boleh juga sih, nanti aku pikirkan untuk masuk atau tidaknya dia.
Kuy Gelut : kalau bisa tambah harem narutod, ya masa cuma dua, btw kemarin katanya maj nambah yasaka, hmm boljug namun lebih baik tambahin lagi
Author menajawab : Hem ... akan Author pikirkan, mungkin Author juga akan menambah Jumlah Harem Naruto jadi lima orang.
Alarick Adrians : penasaran dengan misteri "apakah naruto tahu dengan kebusukan supir nya dan membiarkannya ?". semakin menarik dan semakin penasaran, semangat thor. jaga kesehatan
Author menjawab : Kalau di kasih tahu jadi spoiler, enggak dikasih tahu malah bisa mengecewakan yang komen, jadi Author jawab aja, kalau Naruto enggak tahu, yah sekuat apapun Naruto, Naruto bukan tuhan yang bisa mengetahui isi hati orang lain, jadi ia tidak tahu apa-apa mengenai supirnya dan ia juga menaruh kepercayaan besar pada semua karyawannya, bahkan jika ada kenaikan sedikit saja dalam pendapatan bulanan, semua karyawan termasuk supir dan tukang bersih-bersih langsung naik gaji. Jadi tidak terpintas sedikitpun di pikiran Naruto kalau akan ada orang yang mengkhianatinya setelah cukup lama berkerja dengannya.
Start Story
"Karena aku yakin bisa membahagiakanmu, tapi jika kau memang masih ingin mengenalku lebih dalam, baiklah, aku tidak akan memaksa, tapi janji adalah janji, jadi kau harus segera mempersiapkan dirimu, karena kita akan berkencan," bisik Naruto di telinga Serafall.
"Em, a-aku mengerti, k-kalau begitu aku pergi dulu dah!" seru Serafall yang langsung pergi keluar dari istana Leviathan karena akhirnya sudah bisa terbebas dari tugas menyebalkannya.
Sementara itu Naruto yang menunggu di ruang kerja Serafall langsung menghilang menjadi kepulan asap yang artinya Naruto terakhir itu juga sosok bunshin dari Uzumaki Naruto. Sementara itu di sebuah istana, terlihat gadis berambut hitam terikat twintail dan mata yang berwarna violet cerah dengan baju kantoran berlari dengan penuh gembira menuju rumahnya yang merupakan istana di tempat itu.
Betapa kagetnya gadis itu ketika ia membuka rumahnya dan mendapati Naruto yang sedang minum teh bersama dengan kedua orang tuanya di rumahnya, 'Eh?'
"Serafall, kebetulan sekali kau sudah datang, cepat kemari," ucap seorang perempuan berambut hitam dengan dengan mata yang juga berwarna violet seperti halnya Serafall.
Serafall hanya bisa diam dan menurut saja dan berjalan mendekati kedua orang tuanya lalu duduk di sofa bersama kedua orang tuanya menatap ke arah Naruto Uzumaki, sosok Datenshi dengan kekuatan besar yang bahkan kekuatannya bisa melebihi Azazel dan seluruh Yondai maou tersebut, "Jadi kalau boleh tahu, ada apa sebenarnya ini?" tanya Serafall penasaran dengan kehadiran Naruto di rumahnya padahal ia sudah memastikan kalau Naruto menunggunya di ruang kerja miliknya. Dan malah entah bagaimana sosok Datenshi bernama Uzumaki Naruto ada di hadapannya, lebih tepatnya berada di dalam rumahnya sebelum dirinya sampai.
Naruto hanya tersenyum dan menatap santai ke arah Serafall sembari mengatakan, "Baiklah, Serafall-sama, saya datang kesini hanya untuk menagih janji untuk berkencan tidak lebih," jawab santai Naruto sembari menatap kedua orang tua Serafall, "Sekaligus aku juga sedang berusaha untuk mendapatkan izin dari kedua orang tuamu untuk bisa mengajakmu jalan-jalan. Walau bagaimanapun aku tahu kalau kita tidak boleh membuat orang tua kita khawatir, maka dari itu aku ingin mereka tahu kalau kau akan pergi jalan-jalan bersamaku," tambah Naruto lagi.
Kali ini Serafall wajahnya langsung memerah, ia benar-benar tidak menyangka kalau Naruto sampai bertindak sejauh itu hanya karena masalah kencan semata, "Ano b-bukankah itu berlebihan?" tanya Serafall yang merasa tidak nyaman, apalagi melihat reaksi kedua orang tuanya yang nampak memasang tatapan tajam ke arahnya seolah-olah menanyakan siapa sebenarnya Naruto itu dan kenapa ia malah membuat janji untuk melakukan kencan dengan Datenshi, "Ano ... ayah, ibu bisakah kalian menghentikan tatapan kalian? Itu membuatku gugup," tanggap Serafall.
"Serafall, bagaimana bisa sosok Maou terhormat sepertimu berkencan dengan sosok Datenshi apa kau tidak khawatir akan menjadi bahan perbincangan orang-orang, hah?" tanya kedua orang tuanya pada Serafall. Serafall yang terkena teguran dari kedua orang tuanya langsung bingung mau menjawab apa dan menatap ke arah Naruto yang masih santai-santainya meminum teh di ruangan keluarga Sitri.
"Tenanglah tuan dan nyonya Sitri-dono, aku datang kemari ingin melamarnya dengan baik-baik, kau juga tidak perlu setegas itu dengan anakmu, tuan harus tahu, Serafall-dono sangat kelelahan dan stress karena pekerjaannya yang terlalu berat, ia perlu relaksasi seperti jalan-jalan bersama seseorang yang akan menghiburnya, dan aku cukup yakin mampu untuk melakukannya dan aku juga akan memberikan sebuah jaminan khusus jika ternyata ketika kembali Serafall dalam keadaan buruk, aku siap dihukum mati untuk itu!" seru Naruto sembari menatap kedua orang tua Serafall dengan sangat tajam dan nampak ia sangat serius dengan apa yang ia katakan.
"Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan itu, Datenshi-san?" tanya ayah dari Serafall atau yang dipanggil Lord Sitri, ayah dari Serafall Leviathan dan juga Sona Sitri.
"Aku seratus persen yakin! Aku tidak akan membiarkan orang yang aku cintai terbunuh, tak peduli ia dari ras manapun, selama aku mencintainya aku akan menjaganya dan menghargai keputusannya, aku juga sudah melamarnya sebelum ini, tapi karena jawabannya masih belum jelas, aku rasa aku harus bergerak untuk melakukan pendekatan khusus untuk memastikan, apakah ia menolakku atau menerimaku, tapi karena masih ada keraguan memutuskan untuk memberikan jawaban yang tidak pasti," ungkap pelan Naruto.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu anak muda?" tanya Lady Sitri atau ibu dari Sona dan Serafall dengan tatapan penasaran, ini pertama kalinya ada sosok pria yang berani datang ke rumah mereka untuk melamar Serafall dan juga berhasil membuat Serafall merona hebat tanpa bisa berkata banya, padahal jika itu orang lain Serafall pasti akan menolak tanpa ragu dengan kata-kata halus dan jika masih ngeyel pasti akan dibekukan.
"Aku bukan anak muda lagi, aku sudah cukup tua, bahkan sudah berada di usia yang siap menikah, aku cukup paham cara membahagiakan wanita, yah walau bagaimanapun, aku sudah pernah menikah sebelumnya, hanya saja karena suatu kejadian istri dan anak-anakku terbunuh dalam keadaan yang sangat mengenaskan, ketika aku pulang ke rumah berharap mereka disambut dengan senyuman, tapi yang aku dapatkan adalah bau anyir darah dan cairan merah kental membasahi lantai. lalu aku yang hampir mati Setelah menyelidiki semuanya ternyata aku melihat potongan baju istri dan anakku dan sebuah gumpalan daging cincang. Melihat hal itu aku kaget karena hatiku berkata kalau itu pasti anak-anak dan istriku. Setelahnya aku dipukul dengan keras hingga pingsan, ketika aku bangun aku ditemukan oleh Azazel dalam keadaan tangan dan kakiku hilang, aku sekarat dengan banyak organ dalam yang rusak, tubuh penuh tusukan. Untuk menyelamatkanku ia pun meminta izin untuk mereinkarnasikanku kembali menjadi Datenshi. Karena aku masih ingin hidup dan membalaskan dendam mereka, akupun menerimanya," ungkap Naruto memberikan sedikit jawaban kecil kepada pertanyaan kedua orang tuanya Serafall, meskipun beberapa isi dari perkataannya adalah kebohongan, nampaknya hal itu cukup berpengaruh.
Terlihat jelas Lord dan Lady Sitri menatap kasihan ke arah Naruto, tapi raut wajah Lord Sitri kembali menjadi tegas dan hal itu membuat kaget Serafall. Serafall juga khawatir kalau orang ayahnya akan mengatakan sesuatu yang akan membuat Naruto kecewa dan akhirnya ia juga tidak tahu akan hal apa yang akan dilakukan Datenshi terkuat itu pada mereka nantinya, "Jadi apa jaminan kau bisa melindungi Serafall kalau kau saja gagal melindungi keluargamu yang sebelumnya?" tanya lord Sitri.
"Hei Suamiku, tidak baik rasanya membuka luka lama orang lain, jadi sudah jangan tanyakan hal itu," tegur sang istri atau Lady Sitri sembari menyenggol dada Lord Sitri dengan sikunya.
"Dengar dulu, ini sangat penting, aku tidak bisa mempercayakan anak kita kepada orang yang pernah gagal dalam melindungi keluarganya, jadi setidaknya ia harus memberikan sebuah bukti untuk bisa membuatku mempercayai dirinya," ungkap Lord Sitri tidak mau kalah.
Naruto yang mendengar hal itu langsung menghela nafas, 'Ujung-ujungnya aku harus menunjukkan kekuatanku, hem berapa persen yah ah lima aja dah,' pikir Naruto sembari mengangkat sedikit jari telunjuk kanannya. Langsung saja saat itu juga hawa membunuh yang sangat pekat keluar dari tubuh Naruto dan lantai beton yang Naruto pijak langsung hancur kursinya meledak, beberapa kaca cermin di sekitar mereka sekaligus beberapa barang dari keramik dan bahan mudah pecah lainnya hancur, pilar istana berguncang hebat, rambut Naruto berkibar kesana kemari dengan tatapan datar yang menusuk, 'Waduh, rencananya lima persen, tapi 1,5% saja sudah membuat kerusakan sebesar ini,' batin Naruto yang melihat benda-benda di sekitarnya berterbangan, bahkan lantai beton dalam area 100 meter dari Naruto langsung terangkat ke udara dan hancur, meikai juga berguncang dengan hebatnya, Serafall bahkan sampai kesulitan bernapas dan ia juga terus menggunakan sihirnya agar kedua orang tuanya tidak pingsan, sementara para pelayan yang bekerja di rumah Sitri langsung jatuh kelantai dalam keadaan lemah karena rasa takut mereka membuat tubuh mereka tak bisa digerakan, bahkan ada yang sampai pingsan disertai kecing di celana.
"Sudah cukup h-hentikan! Aku tidak ingin rumah kami jadi hancur!" seru Lady Sitri yang tidak ingin Naruto terus meningkatkan kekuatannya. Sementara itu Serafall hanya bisa kaget bukan main ketika merasakan langsung aura suci yang keluar dari tubuh Naruto yang benar-benar hampir tidak bisa dianggap remeh karena saking kuatnya, kaki lord Sitri pun bergetar hebat karena merasakan kekuatan Naruto.
Naruto kemudian menurunkan jarinya kembali dan membuat hawa kematian di tempat itu menurun, banyak pelayan dan penjaga pingsan karena tidak sanggup menahan tekanan dari rasa takut yang mereka rasakan karena kekuatan chakra Naruto yang benar-benar sudah berada di luar nalar, "Aku sebenarnya tidak ingin menunjukkan kekuatanku, tapi karena aku bingung mau memperlihatkan apa sebagai jaminan keselamatan Serafall selagi bersamaku, jadinya aku menunjukkan kekuatanku yang menurutku sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan kalau aku tidak akan gagal dalam melindungi Serafall-dono dari bahaya yang akan mengincarnya. Dan sebagai seorang pria, aku akan terus menjaga janjiku kepada siapapun ... dengan kekuatan besar yang aku bawa, aku berjanji tidak akan membiarkan siapapun menyakiti calon istriku Serafall," gumam pelan Naruto sembari tersenyum lembut, ia menjentikkan jarinya dan seketika seluruh ruangan kembali menjadi seperti semula, kecuali para pelayan yang pingsan dan hampir mati karena ketakutan.
"Apa yang terjadi, kenapa semua hal yang rusak sudah kembali?" tanya Lord Sitri yang keheranan.
"Yah aku juga tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku tidak pernah dengar ada Datenshi yang bisa memutar ulang waktu, bahkan jika ini disebut memutar ulang waktu, maka seharusnya para pelayan sudah sadar dan kita akan kehilangan ingatan kita," tambah Lady Sitri yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jangan bilang kekuatan mengerikan yang kau gunakan pada kami adalah kekuatan Ilusi yang kau gunakan pada Katerea sewaktu insiden penyerangan saat pertemuan waktu itu?" tebak Serafall sembari menatap ke arah Naruto.
"Binggo, aku hanya menggunakan sihir ilusi, tapi meski begitu, aku bisa menjebak lebih dari seratus orang ke dalam ilusi tanpa mereka semua bisa menyadarinya dan tak akan ada yang bisa melepaskan diri dari ilusiku tanpa ijin dariku," ucap pelan Naruto sembari menatap Serafall, "Aku bahkan bisa membuat orang lain menjadi gila dalam satu detik hanya dengan menggunakan kemampuanku yang tadi, lagi pula aku juga tidak mau mengundang Yondai maou dan iblis bangsawan kuat lain untuk datang kemari hanya karena merasakan kekuatan super besar yang aku peragakan, makannya aku mensimulasikannya saja ke otak kalian dengan ilusi mengenai apa yang akan terjadi jika aku benar-benar menunjukkannya."
"Baiklah aku mengerti, sekarang aku sudah merasa cukup tenang karena anakku bisa ditemani oleh sosok kuat sepertimu, untuk kali ini aku izinkan kau mengencani anakku," ucap Lord Sitri sembari menghela nafas dengan berat, jujur ia masih tidak bisa menyangka kalau semua hal mengerikan yang ia rasakan hanyalah ilusi, dan bukan hanya mereka bertiga, tapi seluruh penghuni istana Sitri terkena ilusi dari Naruto entah bagaimana Naruto melakukannya.
"Terima kasih atas izinnya, saya benar-benar merasa senang bisa berkencan dengan anak tuan, dan saya sangat ingin bisa melanjutkan hal ini sampai ke tahap pernikahan, yah meskipun itu mungkin hanya angan-angan saja," gumam pelan Naruto.
"K-kenapa Naruto-dono berpikir seperti itu? Perlu tuan ketahui, jika tuan punya kekuatan sebesar itu, jangankan Serafall, aku yakin seluruh iblis wanita di meikai akan bersedia menikahi tuan," ucap santai Lady Sitri.
"Nyonya bisa saja, saya hanya memberikan penawaran bukan keharusan, jadi aku lebih menghargai jawaban Serafall Leviathan-dono yang berasal dari hati terdalamnya. Jika dia tidak mau menikah denganku, itu pasti juga karena perhitungannya, lagi pula aku tidak mau menikahi wanita yang mendekatiku karena terpaksa, karena itu bukan cinta dan karena itu bukan cinta ia pasti tidak akan bahagia, dan aku tidak mau membuat orang di sekitarku menderita. Dan juga, aku akan jujur pada kalian, dengan mengatakan kalau aku ingin punya empat istri dan Serafall adalah wanita peratama yang mungkin ingin aku nikahi, dan karena keinginanku dalam membuat harem inilah membuatku tidak ingin memaksa Serafall untuk mencintaiku, jika ia tidak suka di duakan atau melihatku dengan wanita lain maka ia boleh menolak lamaranku, tapi jika ia sanggup berbagi cinta dengan gadis lain yang akan menjadi pasanganku juga, maka aku dengan senang hati menerimanya menjadi yang pertama," ungkap Naruto sembari tersenyum lembut.
"Kenapa kau memberitahukan hal ini kepada kami? Apa kau tidak khawatir kami usir karena berniat untuk membagi kasih dengan perempuan lain selain anak kami?" tanya Lady Sitri dan diberi anggukan setuju oleh Lord Sitri.
"Itu, KARENA AKU BUKAN PENGECUT YANG AKAN MENGHIANATI KESETIAAN WANITA YANG INGIN MENIKAH DENGANKU! MAKA DARI ITU! AKU MENGATAKAN INI DENGAN JUJUR KEPADA KALIAN, AGAR KALIAN TIDAK MENYESAL KARENA TELAH MENGIJINKAN AKU MENIKAHI ANAK KALIAN! AKU AKAN BERUSAHA BERBUAT ADIL KEPADA SEMUA WANITA YANG AKAN AKU NIKAHI! TIDAK AKAN ADA YANG NAMANYA PILIH KASIH, SEMUANYA AKAN MENERIMA CINTA DENGAN TAKARAN YANG SAMA!" seru Naruto dengan penuh semangat dan juga tatapan wajah yang sangat-sangat serius yang menandakan kalau ia benar-benar yakin untuk hal itu, "Aku juga memberitahu kalian hal ini juga agar kalian tidak terkejut ketika aku menikah lagi dengan gadis lain dan aku juga ingin Serafall siap untuk berbagi kasih jika memilih menerima diriku, aku sadar aku tidak begitu sempurna dan aku tahu mungkin aku juga bisa mengecewakan siapa saja, maka dari itu aku menyerahkan semua keputusan pada kalian, aku tidak pernah mencoba menjadi egois bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak ingin mengecewakan orang yang sudah percaya kepadaku," gumam pelan Naruto sembari tersenyum tipis, "Dengan diberitahukannya hal ini dari awal, aku harap kalian bisa dengan bijak memilih keputusan, sekali lagi aku tidak mengancam, aku hanya menawarkan, jika menolak tidak akan ada apa-apa, jika menerima aku akan berusaha mendukung keluarga Sitri dengan semua hal yang aku miliki, baik keuangan, kekuatan militer, pengetahuan dan lain sebagainya akan aku bagikan, yah itulah keuntungan yang bisa aku tawarkan."
Mendengar pernyataan mengejutkan dari Naruto, Lord Sitri pun terdiam, jujur ia tidak pernah bertemu pria sejujur itu di hadapannya dalam menyatakan keinginan mereka untuk membuat harem dan memasukkan anak mereka kedalam haremnya, karena pada dasarnya siapapun yang berani mengecap Serafall menjadi calon bini atau harem, kalau enggak tersegel kedalam bongkahan es abadi, pasti mati secara mengenaskan. Namun, nampaknya sosok Naruto ini dengan percaya diri menyatakan kalau ia ingin membuat harem 4 wanita dengan Serafall menjadi salah satunya dan juga yang utama atau istri pertama, meskipun tidak memaksa, tapi itu tetap butuh kepercayaan diri tinggi untuk menyatakannya, apalagi yang menyatakan hal ini adalah Datenshi, pada dasarnya Akuma saja tidak ada yang berani mendekat bahkan Serafall akan langsung menolak mereka, tapi nampaknya Serafall tak mampu menolak Naruto, meskipun Naruto bilang kalau Serafall bisa menolaknya kapan saja dan jika diterima maka Serafall harus siap kapanpun suatu saat Naruto akan menikah lagi.
"Kalau masalah yang seperti ini, kami hanya akan mengikuti keinginan Serafall, karena menurut kami Serafall jauh lebih tahu mengenai apa yang bisa membuatnya bahagia, adapun syarat-syarat agar kau bisa mendapat restu dari kami hanyalah, supaya Serafall tetap memakai klan Leviathan di belakang namanya, karena walau bagaimanapun para tetua pasti tidak akan melepaskan Serafall jika belum ada sosok yang bisa menggantikannya," ungkap pelan Lady Sitri.
"Aku tidak masalah akan hal itu, tapi anak Tuan dan Nyonya Sitri tetap harus memakai nama Uzumaki jika ia sedang berada di dunia manusia, setidaknya nama dalam kartu keluarga kami di dunia manusia," tanggap Naruto yang tidak mempermasalahkan syaratnya.
"Jika sudah sama-sama setuju, jadi bukankah akan lebih baik membicarakan tanggal pernikahannya saja," tanggap Lord Sitri sembari tertawa di hadapan Naruto.
"A-Ayah! Aku masih belum siap untuk hal itu!" seru Serafall yang tidak terima akan keputusan ayahnya yang tiba-tiba membicarakan tanggal pernikahan, padahal dia sendiri belum menyatakan kalau ia menerima ataupun menolak Naruto.
"Hei Serafall, menggantung perasaan orang lain itu tidak boleh terlalu lama, nanti diambil orang lain loh," tanggap Lady Sitri menasehati anaknya.
"Tapi bu, kami bahkan belum pernah berkencan, kalau langsung menikah tanpa saling kenal itu akan terasa sangat akward!" sanggah Serafall mengenai keputusan kedua orang tuannya.
"Satu minggu setelah ia menerima perasaanku!" tegas Naruto pada pertanyaan orang tua Serafall.
"N-Naruto-dono!" seru kaget Serafall.
"Ara-ara berani juga kau menentukan tanggalnya," ucap Lady Sitri sembari menutup mulut.
"Kau adalah pria ideal yang cocok untuk Sera-chan, itulah menurut instingku sebagai seorang ayah!" tanggap Lord Sitri secara sepihak.
"Mooo! Setidaknya dengarkan pendapatku!"
"Sera-chan, menurut ibu kau harus segera ke kamar dan berpenampilan rapi, tak pantas rasanya membuat tunanganmu menunggu terlalu lama hanya untuk bisa jalan-jalan bersamamu," tanggap Lady Sitri.
Serafall pun hanya bisa menunduk pasrah dan pergi ke kamarnya untuk mencari gaun yang cocok untuk kencan pertama dia dengan Naruto, yang sudah siap dengan baju toxido hitam dan topi hitam bundar pula, "Maaf Naruto-dono, harap dimaklumi. Ini pertama kalinya anak kami Sera mendapat ajakan kencan, jadi mungkin dia butuh banyak persiapan," ucap Lady Sitri sembari menutupi sebagian wajahnya dengan kipas lipatnya.
"Sama sekali bukan masalah Madam Sitri, saya bisa mewajarkan kebimbangan hatinya dalam menghadapi orang seperti saya, mungkin sayalah yang harus minta maaf karena mengatakan semua ini secara mendadak tanpa adanya persiapan dari pihak kalian,' gumam pelan Naruto sembari membungkuk di hadapan Lord dan Lady Sitri.
"Tuan Uzumaki, ternyata adalah orang yang sangat pengertian, aku jadi sedikit malu karena meragukan kemampuan tuan," ucap Lord Sitri sembari tersenyum ke arah Naruto, lalu Naruto juga tersenyum menanggapi senyuman dari Lord Sitri.
"Tuan Sitri tidak perlu merasa malu, karena tuan melakukan hal itu demi memastikan apakah aku benar-benar pantas atau tidak, karena aku pasti juga akan seperti kalian jika anakku dilamar oleh orang yang tidak aku kenal," gumam pelan Naruto.
"Kalau begitu, Suamiku, aku akan membantu anak kita berpakaian, kakang temani Tuan Uzumaki berkeliling yah," ucap Lady Sitri sembari pergi meninggalkan Lord Sitri berduaan dengan Naruto.
"Baik aku mengerti, kalau begitu tuan Uzumaki, apakah tuan ingin melihat-lihat rumah kami?" tanya Lord Sitri menawarkan pada Naruto untuk melakukan tur berkeliling rumah, agar Naruto tidak bosan menunggu Serafall yang sedang berdandan untuk melakukan kencan.
"Saya merasa sangat terhormat jika tuan Sitri yang mengawal saya untuk mengelilingi rumah ini dan tolong mulai sekarang panggil saja saya dengan Naruto, saya kurang nyaman jika dipanggil dengan sebutan Lord Uzumaki oleh calon Mertua," tanggap Naruto sembari tersenyum lembut ke arah.
"Ahahahaha anda bisa saja, kalau begitu Naruto-san bisakah kau memanggilku Tou-san, karena walau bagaimanapun kau pasti akan menikahi anakku bukan," pinta Lord Sitri yang ingin menghilangkan keformalan di antara mereka.
"Sama sekali bukan masalah, Tou-sama," tanggap Naruto sembari tersenyum lembut dan mulai berdiri dan berjalan berkeliling istana ditemani lord Sitri yang menenalkan berbagai macam hal yang ada di rumah mereka.
Singkat cerita.
Setelah hampir satu menit lamanya akhirnya Serafall muncul di hadapan Naruto dengan mengenakan gaun yang sangat bagus, gaun berwarna biru dengan hiasan manik-manik yang berkilau berjalan santai ke arah Naruto dengan gaya rambut yang masih sama yaitu twintail yang diikat dengan dua pita ungu.
"Maaf karena telah membuatmu menunggu lama," gumam pelan Setafall sembari menatap lembut Naruto dan bibirnya sedikit tersenyum dengan pipinya yang juga sedikit berwarna pink karena kedua pipinya sudah dimake up oleh Lady Sitri dengan blush on.
"Tidak masalah, kalau begitu, saya pinjam Sera-chan terlebih dahulu, "Tou-sama, Kaasama" ucap Naruto sembari tersenyum dan menggenggam lengan Serafall.
"Ara berani sekali," gumam Lady Sitri.
"Aku percayakan Serafall padamu, tapi jika kau membuatnya menangis, kau tidak akan aku izinkan menemuinya untuk selamanya," ancam Lord Sitri.
Naruto hanya menanggapinya dengan senyuman dan berjalan keluar dari rumah keluarga Sitri melewati para penjaga para pelayan yang bergetar ketakutan saat melihat Naruto, karena sempat terkena ilusi dari Naruto yang sangat kuat bahkan para penjaga di rumah keluarga Sitri yang sedang berjaga di luar hanya bisa membungkukkan badan dengan kaki yang bergetar ke arah Naruto dan Serafall.
"Ne, kenapa kau malah datang ke rumahku?" tanya Serafall sembari menundukkan wajahnya agar para iblis di Meikai tidak melihat wajahnya dan tidak akan menimbulkan gosip kalau ada Maou yang berkencan dengan Datenshi, sementara itu Naruto hanya tersenyum kecil saja.
"Aku sudah menjawab pertanyaan itu, jadi kenapa kau tanyakan lagi?" tanggap Naruto sembari mengambil rokok sampurna dan mulai menyalakannya lalu menghisapnya, Serafall mulai merasa tidak nyaman, ketika mendengar parcakapan para iblis disekitar mereka yang menatap ke arah mereka.
"Bukan begitu, hanya saja, apa kau tidak memikirkan resiko dari segala tindakanmu? Kau bisa saja langsung diusir dan diperlakukan tidak sopan oleh ayah dan ibuku, apalagi pihak kita belum resmi berdamai," tanggap Serafall lagi.
Naruto hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari Serafall yang terus menundukkan kepala menghindari tatapan para iblis yang penasaran mengenai siapa iblis yang sedang menemani dirinya, atau bisa dibilang para iblis di sana penasaran dengan siapa yang Naruto kencani, "Aku hanya tidak suka jalan-jalan dengan seorang gadis tanpa izin dari orang tuanya, itu saja," jawab santai Naruto.
"Jadi kalau ayah dan ibuku menolak kau akan membatalkan niatmu untuk berkencan denganku?" tanya Serafall sembari menatap ke arah Naruto dan di jawab anggukan kepala oleh Naruto sendiri.
"Aku tidak mau kena sial hanya karena memaksakan kehendakku pada seseorang jika aku tidak mendapatkan restu orang tuanya," jawab Naruto lagi, "Dan nampaknya kau tidak takut menampakkan wajahmu di sini, padahal kita masih ditempat kekuasaanmu," ledek Naruto. Serafall yang kaget langsung kembali menundukkan wajahnya dan langsung mencubit perut Naruto dengan sangat kuat, "Aaaaaduuh Sakit Sera-chan!" ringis Naruto sembari menatap Serafall.
"Huh!" nampak Serafall juga langsung mengalihkan wajah ketika mendengar keluhan Naruto, "Tapi kenapa mereka malah biasa saja, bukankah mereka sempat melihatku?" tanya Serafall.
"Aku tahu kau tidak ingin mendengar rumor kalau dirimu kedapatan berkencan dengan Datenshi yang tentu akan mempermalukan nama Leviathan dan juga keluarga Sitri, jadi aku menggunakan sihir ilusi ituk mengelabui semua sensorik penduduk kota Meikai yang berada di daerah ini, untuk membuat mereka semua tidak ada yang mengenalmu jadi kita tidak akan kena masalah, dan dengan ini aku berharap kau tidak menundukkan wajahmu lagi.
Serafall yang mendengar itu sedikit kaget dan agak ragu untuk mengangkat mengangkat kepalanya, tapi ia tetap melakukannya untuk membuktikan apa yang Naruto katakan padanya, dan benar saja semua iblis di sana nampak seperti tidak ada yang menengal Serafall, bahkan nampak mereka cukup cuek ketika sudah melihat seperti apa wajah Serafall, tidak seperti biasanya dimana Serafall akan selalu disapa dan dikerumuni banyak iblis ketika jalan-jalan tanpa pengawal, sekarang nampak mereka semua hanya tertarik menatap ke arah Naruto dengan tatapan heran dan ada juga yang tidak suka entah karena apa.
"Hei, kau tidak melakukan sesuatu terhadap presepsi mereka pada dirimu?" tanya Serafall yang merasa tidak nyaman melihat Naruto terus ditatap benci dan juga ada orang tua yang langsung membawa anak mereka menjauh dari Naruto.
"Itu tidak perlu, bagi Datenshi sepertiku, yang sudah tahu mengenai peliknya dunia dan juga segala hal yang menyebalkan di dalamnya, hatiku sudah cukup keras untuk tidak terlalu memperdulikan pandangan orang lain padaku, karena sewaktu aku masih kecil, dimana saat aku masih belum menjadi Datenshi sekalipun, tatapan mata mereka yang seperti itu sudah sering aku lihat, orang tua yang menjauhkan anak mereka dariku juga bukan hal baru bagiku," tanggap pelan Naruto sembari mengingat masa lalu.
"Tapi bukannya akan menyakitkan bagimu jika kau membiarkan kenangan buruk masa lalu muncul lagi di tempat ini?" tanya Serafall pada Naruto.
"Ini bukanlah sesuatu yang sangat buruk, sampai-sampai aku harus bertarung atau bagaimana, karena kenangan masa laluku tidak sekelam itu, meskipun aku dijauhi orang-orang di tempatku, tapi mereka tidak pernah menyakitiku secara fisik, jadi itu bukanlah masalah yang terlalu berat, buktinya saja aku masih bisa menikah, walau akhirnya istriku malah mati di tangan orang misterius," gumam pelan Naruto.
"Kau benar, lalu apa yang akan kita lakukan di kencan pertama ini?" tanya Serafall yang mulai mencoba suasana baru baginya, yah ini pertama kalinya ia bisa merasakan nyamannya jalan kaki ditengah-tengah masyarakatnya tanpa pengawalan sama sekali.
"Bagaimana kalau kita melihat pemandangan Meikai di daerah kekuasaanmu untuk sebentar, soalnya aku cukup penasaran dengan hal-hal yang ada di sini, termasuk baju, peralatan dan segala hal yang kalian dagangkan di sini," gumam pelan Naruto.
"Tidak masalah, aku tahu tempat terbaik untuk membeli sebuah asesoris dan juga baju," ucap Serafall sembari memegang tangan Naruto dan menariknya menggiring Naruto ke suatu tempat. Naruto sedikit kaget dan membiarkan dirinya digiring oleh Serafall menuju suatu tempat. Terlihat Naruto tersenyum tipis sembari memejamkan matanya menikmati angin malam yang menerpa wajahnya ketika ia berlari bersama Serafall.
'Serafall adalah gadis baik yang energik, dari pada Hinata, ia malah mengingatkanku dengan anakku Himawari dan adik iparku Hanabi,' batin Naruto sembari membuka matanya dan terlihat Serafall berhenti menarik lengannya karena mereka dihadang oleh sekumpulan iblis bertanduk dengan pakaian sobek-sobek dan nampaknya mereka adalah premannya meikai.
"Sera-chan, ada apa?" tanya Naruto penasaran.
"Bukan apa-apa, hanya saja sepertinya kita akan berada dalam masalah Naru-kun," jawab Serafall sembari menatap tajam tiga iblis berbadan kekar dengan kulit berwarna merah dan tubuh dipenuhi bulu disertai rambut yang lebat dan melingkar.
Naruto pun menatap ke arah para preman itu, 'Sepertinya aku tidak bisa berkencan dengan tenang selama masih di meikai,' batin Naruto sembari menatap tiga iblis yang menatapnya dengan tatapan merendahkan.
"Oi-oi-oi datenshi, berani sekali kau memasuki wilayah kami para iblis, dan lagi sepertinya pacarmu cantik juga," gumam salah satu dari mereka yang kemungkinan adalah pemimpin mereka sembari menyeringai ke arah Naruto.
'Huh? Kenapa dia malah mengatai gadis yang ada di sampingku adalah pacarku? Bukankah aura Serafall masih iblis, apa mungkin mereka?' batin Naruto sembari menatap Serafall, "Sera-chan kau kenal mereka?" tanya Naruto sembari menatap ke arah Serafall.
"Tidak, tapi mengingat ada rumor kalau ada banyak iblis wanita yang hilang saat melewati jalur ini, kemungkinan mereka adalah sosok yang bertanggung jawab dalam hilangnya para wanita," jawab Serafall sembari menatap tajam sosok preman iblis itu.
"Oi-Oi! Tatapanmu itu menakutkan sekali gadis manis, sini main sama om, dari pada bersama Datenshi di sana, sebaiknya ikut om aja pulang ke rumah," ucap ketiga iblis itu.
"Boleh aku bunuh?" tanya Naruto pada Serafall.
"Eh? Bukankah itu hanya akan membuatmu dalam masalah, lihatlah ini, tempat ini belum benar-benar sepi, lagipula aku cukup ragu kalau mereka pelakunya," gumam Serafall.
"Benar, untuk ukuran penculik gadis, mereka terlalu amatir," gumam pelan Naruto sembari menatap datar tiga pria brewokan berkulit merah dengan tanduk iblis di kepala mereka.
"Amatir katamu, kau sudah mulai berani juga dengan kami yah dasar Datenshi rendahan!" seru kasar pria itu sembari melemparkan botol alkohol dengan sekuat tenaga ke arah Naruto.
"Naruto-kun!" seru Serafall yang langsung menahan serangan itu dengan tongkat sihirnya yang langsung membelokkan arah lemparan botol itu dan membuatnya membentur kotak sampah yang terbuat dari besi dan membuatnya pecah serta meledak.
Duaaaarrr!
Serafall cukup kaget karena botol tadi tiba-tiba meledak ketika ia memukul botol itu dan membuat si botol pecah membentur bak sampah di sampingnya. Dan terlihat sebuah sayap Datenshi dengan ukuran yang sangat besar muncul di punggung Naruto dan menyelimuti tubuh Serafall melindunginya dari ledakan dan pecahan beling yang bertebaran kemana-mana.
"Heeeh, hebat juga kalian bisa menghindari kerusakan dari seranganku, tapi kami tidak akan kalah hanya karena gagal memberikan luka di serangan pertama!" seru mereka ketika melihat Naruto baik-baik saja hanya dengan mengandalkan satu sayapnya untuk melindungi diri. Oh iya meskipun sayap Naruto hanya ada satu pasang dan tidak seperti Azazel yang punya sayap lebih dari satu, tapi Naruto memiliki satu keunikan, dimana bentangan sayap dan lebar sayapnya itu sangat tidak biasa, yah Naruto bisa mengatur ukuran sayapnya dan kekuatan bulunya untuk menahan serangan musuh.
Naruto terlihat masih menyelimuti dan melindungi Serafall dengan sayapnya hingga hanya kepala Serafall saja yang terlihat karena tubuh sampai kakinya masih terselimuti sayap milik Naruto, lalu Naruto mulai membentangkan sayapnya kembali dan memasukannya lagi kedalam punggungnya, "Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku?" tanya Naruto dengan wajah datar sembari menciptakan sebuah katana dari cahaya yang berwarna emas.
"Kalian apa kalian berniat membunuh kami?!" seru keras Serafall sembari menatap tajam mereka.
"Ah maaf Ojou-chan, tujuan kami hanya Datenshi jelek yang mendekatimu, kau itu jauh lebih cocok bersama kami dari pada dengannya, lagi pula ras kita bermusuhan," ungkap para berandalan itu yang mulai menampakan tatapan mesum mereka pada Serafall.
"Kakakku benar, dan juga kami yakin bisa memberikanmu kepuasan birahi yang lebih hebat dari pada pecundang di sampingmu, E ... Ahahahahahahaha!" uca iblis berkulit hijau botak dengan tanduk di tengahnya sembari tertawa riang bersama iblis berkulit merah dan hitam.
Serafall yang mendengar itu, tentu merasa jengkel, ia tidak menyangka kalau ada iblis di wilayahnya yang bisa dengan secara terang-terangan mengucapkan kebenciannya pada sosok Datenshi, padahal ia sudah mengumumkan kalau Datenshi, Tenshi dan Akuma telah menjalin kerja sama, yang artinya sudah tidak bermusuhan, yah meskipun hal itu belum diresmikan karena penandatanganan perjanjian damainya sempat kacau dan dilakukan di tempat tertutup dan akan dilakukan penandatanganan ulang di meikai secara terbuka beberapa minggu kedepan, tapi tetap saja harusnya mereka bisa menahan diri, paling tidak pura-pura tidak peduli.
"Apa-apaan kalian?! Bukankah Maou Leviathan sudah mengatakan kalau kita sudah menjalalin persahabatan dengan para Datenshi apa kalian ingin membuat Maou marah karena tingkah kalian kepada tamu dari Grigori jadi tidak nyaman ketika berkunjung ke meikai hah!" teriak Serafall memperingati mereka, Naruto sedikit diam dan menghilangkan katana cahaya milinya, membiarkan Serafall memperingatkan mereka mengenai hal yang cukup penting dan krusial itu, lagi pula meskipun mereka tidak mengenal Serafall karena ulah Naruto, bukan berarti mereka tidak akan memperdulikan peringatan dari Serafall, apalagi Serafall menyebutkan kalau Maou Leviathan sudah memberitahukan para penduduk mengenai perjanjian damai dengan Grigori dan Heaven.
"Heh kau pikir kami akan peduli, selama Maou-sama tidak tahu itu tidak masalah," jawab si kulit hitam.
"Benar, kalau dia terbunuh, kami hanya perlu mengatakan kalau dia adalah pembunuh yang berencana menculik anak gadis," jawab santai si merah.
"Ya dan aku yakin kami akan menjadi pahlawan, ahahahahaha!"
Naruto yang mendengar hal itu langsung tersenyum lembut, dan menyentuh bahu Serafall yang sedang menahan amarah karena kesal dengan kelakuan penduduk yang berada di wilayahnya, "Bukan salahmu jika mereka seperti ini, sehebat apapun rajanya, sebijak apapun sosok pemimpin di suatu wilayah akan ada saja sampah seperti mereka yang hanya akan memirkirkan diri sendiri dan mengabaikan kewajibannya sebagai rakyat lalu mulai bertindak seenaknya demi keuntungan pribadi, seperti halnya Kokabiel," gumam Naruto sembari berjalan maju kedepan, ia juga sengaja mengatakan hal itu agar Serafall tidak merasa malu karena para iblis di tempatnya mulai kurang ajar pada Naruto.
Seketika wajah Serafall sedikit bersemu tipis mendengarnya, ia tidak menyangka kalau Naruto akan mengatakan sesuatu yang bisa membuat hatinya tenang dan nyaman serta tidak menyalahkan dirinya sendiri lagi, "Naruto kau ..."
"Diamlah di sana, aku akan menyelesaikan ini tanpa waktu lama," ungkap Naruto.
"Em aku percaya padamu, Naruto-kun," tanggap Serafall sembari tersenyum kepada sosok yang dikenal sebagai Black Jokernya Datenshi.
Naruto pun melambaikan tangannya, "Saatnya membersihkan sampah," gumam pelan Naruto sembari mengubah udara di sekitarnya menjadi ratusan kelopak bunga Sakura yang berterbangan mengelilinginya, "Menyebarlah Sebon Zakura."
Melihat secara-tiba-tiba ada bunga ratusan kelopak bunga Sakura disekitar tubuha Naruto dan melayang mengitari tubuhnya secara terus menerus, membuat ketiga iblis itu terdiam, heran, kagum, bingung sekaligus ingin tertawa merendahkan.
"Fuh kami kira kau akan mengeluarkan tombak cahaya, tapi apa-apaan trik yang kau gunakan? Apa kau meremehkan kami dengan mengeluarkan bunga-bunga lemah itu hah, atau mungkin kau ingin cepat mati?" tanggap si tubuh hijau.
"Ahahahahahahahaha!" tawa ketiganya.
"Silahkan kalian tertawa, tapi aku pastikan kalau kalian tidak akan bisa pulang ke rumah sampai kota menjadi sepi," jawab Naruto sembari menatap datar ketiga sosok iblis kurang ajar yang ada di hadapannya.
"Hoooh, tapi mari kita lihat siapa yang akan tertawa, Datenshi!"seru ketiganya yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi dan bersiap dengan meninju Naruto dengan sihir mereka, mulai dari simerah dengan tinju api, si hitam dengan tinju besi, dan si hijau dengan tinju yang berbalut elemen petir.
Wussss.
Ketiganya cukup kaget ketika melihat Naruto menghilang dari hadapan mereka ketika tinju mereka bertiga hampir menyentuh wajah Naruto dan saat mereka menatap ke arah belakang Naruto ternyata dengan santainya menatap mereka sembari merokok dan Naruto juga berjalan ke arah mereka sembari menghembuskan asap rokoknya ke wajah si merah.
"Uhug-uhug! Sialan apa yang kalian lakukan cepat serang dia!" seru si merah pada dua temannya.
"Teman-temanmu sudah pingsan maaf," ucap Naruto yang lagi-lagi dalam sekejap berada di belakang iblis merah itu dan benar saja Si iblis hitam dan Hijau sudah tidak ada di samping si merah dan terlihat kepala mereka berada di bak sampah dengan celana dalam mereka yang terpasang di kepala mereka masing-masing.
"K-kau! Apa yang kau lakukan pada mereka?" teriak si merah yang tidak terima kedua anak buah atau adik-adiknya diperlakukan seperti itu.
Sementara itu Serafall cukup kaget dengan kecepatan Naruto, karena saat muka si merah terkena asap rokok yang tebal, si hijau dan hitam yang marah langsung mencoba menyerang Naruto, tapi, kelopak bunga Sakura yang sempat Naruto munculkan langsung menyerang mereka hingga pakaian mereka hancur dan dalam sekejap keduanya pingsan oleh Naruto dalam keadaan mereka telanjang dan saat mereka jatuh ke dalam bak sampah oleh Naruto yang sempat meninju mereka secara uppercut hingga membuat mereka pingsan dan jatuh dari ketinggian ke bak sampah yang ada di dekat Serafall, Naruto lagi-lagi hanya butuh waktu 0,02 detik untuk memasangkan celana dalam ke kepala kedua iblis itu.
"H-hebat, dia bisa mempermalukan iblis dengan mudahnya," gumam pelan Serafall sembari menatap ke arah Naruto satu kali lagi.
Terlihat Naruto tidak terlalu menghiraukan pertanyaan dari sosok iblis itu dan berjalan mendekatinya, "Kenapa kau mempertanyakan apa yang sudah aku lakukan padanya, sementara aku sedang mendekatimu dan akan melakukan sesuatu yang mungkin lebih dari yang aku lakukan pada temanmu. Singkatnya untuk apa kau khawatir pada mereka yang sudah tidak sadarkan diri, sementara dirimulah yang sedang dalam bahaya sekarang," gumam pelan Naruto.
"Kono Yaro!" teriak sang iblis yang langsung mengeluarkan gada besar di lingkaran sihirnya dan bersiap menyerang Naruto dengan gadanya yang ia lapisi dengan api.
Naruto pun nampak tidak tinggal diam, terlihat tangan Naruto terarah ke atas bertujuan untuk menahan ayunan gada dari si iblis. Akan tetapi lingkaran sihir Lord satan berwarna putih keunguan muncul ditengah-tengah mereka dan menembakan sihir es yang langsung membuat si iblis merah membeku dan pelakunya adalah Serafall.
"Kenapa kau melakukan itu? Ini bisa memunculkan isu yang akan menghancurkan reportasimu? Apa kau mau mendengar berita Maou Leviathan menyerang warga sipil karena bertarung dengan Datenshi?" tanya Naruto pada Serafall.
"Maaf, aku hanya tidak mau kau terluka, menerima serangan gada besar yang berlapis api itu bukanlah ide yang baik," ucap Serafall sembari menatap iblis merah yang terkurung di dalam bongkahan es.
Naruto yang mendengar hal itu sedikit terdiam, "Aku kira kau tidak akan terlalu peduli padaku, karena walau bagaimanapun, perjodohan kita terjadi secara tiba-tiba dan itu dilakukan juga sebenarnya demi perdamaian yang dimana saat itu kau tidak punya banyak pilihan bukan," tanggap Naruto, "Jadi kenapa kau malah membantuku?" tanya Naruto setelah menyentuh bongkahan es itu dan menghilangkannya dengan mengubah es itu menjadi bunga Sakura yang berterbangan kesana-kemari lalu memperlihatkan iblis merah yang jatuh pingsan dan setelah itu Naruto menyentuh kepalanya sebentar, tentu saja untuk mengubah ingatan dari si iblis.
"Karena aku bisa merasakan kalau kau bukan sosok yang hanya mencari keuntungan dari pernikahan seperti para akuma yang pernah melamarku sebelumnya," jawab Serafall sembari menatap ke arah iblis merah yang menghalangi jalan mereka dengan tatapan sendu, "Aku juga sebenarnya tidak mau menjadi raja iblis dan sebelumnya yang akan menyandang gelar Leviathan adalah Grayfia, hanya saja karena ia ingin menikah dengan Sirzech dan juga klan Lucifeg masih dibutuhkan di meikai maka mereka mencari kandidat lain, yaitu aku. Awalnya aku tidak terlalu mempermasalahkannya, akan tetapi ketika aku menyadari kalau aku semaki tidak punya waktu untuk bermain dari sana aku semakin sadar, kalau sebenarnya aku tidak mau menjadi Raja Iblis, tapi karena tidak ada kandidat yang cocok untuk menggantikanku, maka aku tidak bisa berhenti," ucap Serafall sembari menatap datar iblis yang dibuat pingsan oleh Naruto, "Jadi aku berpikir jika aku menikah denganmu dan Katerea masih hidup lalu ia juga sudah tidak berpihak pada Old Satan, maka aku bisa meminta Katerea untuk menggantikanku," ungkap pelan Serafall.
Author note : ini hanya masalalu yang Author karang sendiri, kalau di alur aslinya Author sendiri masih bingung kenapa Serafall yang jadi Maou bukan Grayfia padahal dari tingkahlaku Serafall sama sekali tidak mencerminkan raja iblis.
Naruto sedikit tersenyum, "Jadi kaulah yang berharap bisa untung dari pertunangan ini?" gumam pelan Naruto.
"Yah, maaf kalau aku terkesan hanya memanfaatkanmu," tanggap Serafall.
"Tapi meskipun begitu, aku rasa kau tetap tidak bisa lari dari tanggung jawabmu sebagai Maou, meskipun kau menikah denganku belum tentu Katerea mau menggantikan posisimu dan belum tentu juga para tetua itu setuju bukan," tanggap Naruto sembari menggandeng tangan Serafall dan membawanya menjauh dari sana.
"Yah, aku sadar akan hal itu," ungkap pelan Serafall dengan nada sendu.
"Tapi, bagaimana kalau kau tak perlu berhenti menjadi Maou, tapi kau bisa meninggalkan tugasmu kapan saja setelah menikah denganku?" tanya Naruto.
"Maksudmu?"
"Menyelesaikan semua dokumen dan masalah pemerintahan bukan hal yang sulit untukku, aku juga bisa menyamar menjadi orang lain, jadi mengelabui banyak iblis di sini agar kau bisa jalan-jalan sampai puas bukan hal mustahil bagiku," ucap Naruto memberi tahukan hal apa saja yang bisa ia berikan untuk membuat Serafall tidak perlu merasa terkekang akan tugasnya sebagai Maou.
"Tapi aku masih belum bisa percaya padamu," ungkap pelan Serafall yang masih meragukan Naruto, memang dari segi kemampuan ia tidak ragu, tapi yang ia ragukan adalah loyalitas Naruto pada kesejahteraan rakyatnya.
"Serafall, di dunia ini yang penting bagiku bukan perintah Azazel atau apapun, tapi keamanan keluarga dan juga citra keluargaku dimana orang lain, jadi aku bukan tipe yang akan menusuk dirimu dari dalam," tanggap Naruto pada reaksi Serafall mengenai sulitnya Serafall mempercayai Naruto.
"Kau benar, tapi kita masih belum bisa menikah jika perdamaian belum ditanda tangani secara resmi di sini," tanggap Serafall sembari memeluk tangan kanan Naruto.
Bersambung.
Author bertanya
Berapa sih jumlah harem yang ideal untuk Naruto?
1. 4 permaisuri 0 selir
2. 5 permaisuri 0 selir
3. 4 permaisuri 1 selir
4. 4 permaisuri 3 selir
5. 5 permaisuri 4 selir
