Senbon Zakura
Fandom : Naruto, Highschool DxD
Reference : Bleach.
Genre : Romance, humor, fiksi pendek.
Pair : [Naruto U, Katerea L, Serafall L, Minami L, ?]. [Vali U, Kuroka, Tomoe M]
Bab 23 : Keinginan Vali.
Menjawab Reviews dari para pembaca setia di chapter 22.
Tenshi-Azazel : Wah nggak baca berapa hari udah ketinggalan aja gua 2 chapter... Gua sih lebih berharap istri pertamanya Naruto si Katarea... Mami Tsun Tsun is the best lah... Sedang menunggu Vali mengungkapkan bahwa dia penyuka vantat...
Author menjawab : Kadang takdir yang saya siapkan bisa mengecewakan anda, jadi bersiaplah.
FCI. Master Harem : bagus ceritanya bro. bahkan w merasa ada didalam sana karena alurnya bagus ditambah si Serafall orangnya sangat imut jika ketemu Naruto pas mau melamarnya.
Author menjawab : Naruto memang harus sesuatu banget
AhegaoPeace : 4 Permaisuri0 Selir aja gan, soalnya ngejaga plot dimana MC punya banyak harem itu susah bgt loh banyak jga author yg akhirnya hiatus atau bahkan bikin ulang ceritanya karna kehilangan plotnya, itu aja sih saran dri gw thor, oiya soal knapa Sera yg jdi Maou dan bukan Grayfia, seinget gw dlu sempet diadain rating game buat menentukan posisi maou ke mereka, seinget gw itu sih gan dri canon. Itu aja dri gw.
Author menjawab : Terima kasih infonya
Mr. Fun10 : Emmmm lanjut? Perasaan tadi lady siftri manggil lord siftri kakang ya?
Author menjawab : Author kepengen mengurangi pemakaian kosa kata jepang, jadi jika ada kata sayang pada kekasih dari indonesia yang bisa dimasukkan, kenapa enggak?
Kumpulan saran jumlah Harem
5 permaisuri, 4 selir. pepatah mengatakan "the more, the merrier", lebih banyak lebih baik.
4 Permaisuri0 Selir aja gan, soalnya ngejaga plot dimana MC punya banyak harem itu susah bgt loh banyak jga author yg akhirnya hiatus atau bahkan bikin ulang ceritanya karna kehilangan plotnya, itu aja sih saran dri gw thor, oiya soal knapa Sera yg jdi Maou dan bukan Grayfia, seinget gw dlu sempet diadain rating game buat menentukan posisi maou ke mereka, seinget gw itu sih gan dri canon
Itu aja dri gw
Yang no satu ajah thor kalo kebanyakan susah entar
no 5 bang dan juga tetap saran pair dari chapter 16 , roasweisse dan yasaka.
1
no 5 kek ny good.
no 5. hehe :) saya suka harem
5 permaisuri 4 selir
senpai, kurasa tidak perlu pakai selir
bang mending gk usah pakai istilah selir semua permaisuri aja biar adil dan tak terkesan pilih kasih
3. 4 permaisuri 1 selir, btw selirnya bisa ambil dari ras manusia gak Azai? Kalo misalnya kepilih. Kek nemu cwe budak misalnya?
g usah pakai selir 5 permaisuri cukup kok wkwkwk
gak usah pake selir 4 permaisuri aja sekalian req milf yasaka sama rossweisse soalnya jarang yang pair rossweisse
Dari sekian banyak saran kalian mengenai jumlah pair idealnya Naruto, maka saya putuskan untuk empat permaisuri atau istri dengan kursi ratu untuk selir atau istri kursi highclas, masih belum saya tentukan. Oh iya meskipun selir, ini bukan berarti kasih sayangnya tidak sama, perbedaannya hanyalah, anak dari permaisuri akan menjadi boss dimasing-masing perusahaan yang Naruto kelola sebagai hak warisnya atau warisannya, dan anak dari selir akan menjadi kaki tangan atau bisa dibilang jabatan tertingginya adalah sekertaris boss yang diisi oleh anak dari permaisurinya.
Cerita di mulai.
"Serafall, di dunia ini yang penting bagiku bukan perintah Azazel atau apapun, tapi keamanan keluarga dan juga citra keluargaku dimana orang lain, jadi aku bukan tipe yang akan menusuk dirimu dari dalam," tanggap Naruto pada reaksi Serafall mengenai sulitnya Serafall mempercayai Naruto.
"Kau benar, tapi kita masih belum bisa menikah jika perdamaian belum ditanda tangani secara resmi di sini," tanggap Serafall sembari memeluk tangan kanan Naruto.
Naruto pun langsung meletakan tangannya di kepala Serafall sembari berkata, "Tak perlu terburu-buru, walau bagaimanapun kita harus tetap saling mengenal, itulah hubungan yang baik," gumam pelan Naruto sembari menatap ke sekitar, "Ne Serafall, memangnya kenapa para tetua itu menunjukmu untuk mengisi kursi Leviathan, meskipun kau sudah tidak mau?" tanya Naruto pada Serafall.
"Sudah jelas untuk mengatur dan menjaga keseimbangan empat wilayah besar iblis, jika tidak ada raja yang memimpinnya hal ini akan sangat berdampak pada wilayah itu, karena kemampuanku dalam mengendalikan sihir es yang sangat kuat, maka akupun dipilih ketika Grayfia menolak dengan alasan jika ia mengambil gelar Leviathan tidak akan ada yang menggantikannya untuk menjadi hires Lucifeg di meikai, yang akhirnya ia malah menikah dengan Sirzech, sebenarnya aku ingin berhenti, tapi karena sudah terlanjur dan juga banyak yang tidak mau aku berhenti, akupun terpaksa memikul tanggung jawab ini dan berpura-pura tersenyum di depan mereka," jawab Serafall lagi.
"Tapi nampaknya kau sangat terbuka padaku, apa karena kau sudah mendengar masalaluku sehingga kau tidak ragu menceritakan semua masalahmu padaku?" tanya Naruto.
"Yah, kamu bisa menganggapnya begitu, tapi menurutku hanya kaulah yang bisa aku percaya dalam menyimpan rahasia, meski aku belum sepenuhnya mempercayaimu dalam urusan negara, tapi aku sudah cukup percaya kepadamu dalam menjaga rahasiaku. Sebenarnya aku juga tidak marah pada Grayfia ataupun Sirzech dan semua iblis yang menunjukku untuk menjadi Maou, karena aku juga mendapatkan keuntungan dari menerima posisi ini," gumam pelan Serafall sembari menatap lurus kedepan dan melihat banyak iblis yang hidup damai di wilayahnya serta tidak banyak yang menderita semuanya masih ada yang tersenyum, meskipun mereka tidak terlalu berpendidikan.
Seampainya di toko perhiasan, terlihat Naruto dan Serafall sedang memperhatikan segala macam perhiasan atau asesoris yang dijual di tempat itu. Mulai dari gelang, cincin, anting dan lain sebagainya ada di sana, "Ano pelanggan apakah ada yang perlu saya bantu?" tanya seorang pelayan yang mendekati mereka berdua dengan sangat ramah, meskipun ia menatap Naruto dengan tatapan waspada karena ya Datenshi dan Akuma masih belum benar-benar damai.
Naruto pun dengan santainya tersenyum dan berkata, "Banyak sekali perhiasan yang berkualitas di toko ini, aku sangat kagum," gumam pelan Naruto sembari mengambil sebuah penjepit rambut dengan hiasan burung merpati berwarna biru berkilau karena terbuat dari kristal obsidian, setelah itu Naruto lansung memasangkannya ke poni rambut Serafall dan menjepitkannya dengan santai, Naruto tersenyum, "Kau terlihat lebih cantik dari sebelumnya," gumam pelan Naruto saat itu.
"T-terima kasih pujiannya," gumam pelan Serafall dengan wajah tertunduk dan berwarna merah merekah.
"Kenapa pakai malu-malu segala, kau sejak awal sudah cantik kok," gumam Naruto sembari menepuk bahu Serafall, "Iyakan?" tambah Naruto lagi sembari menatap sang pelayan yang bertugas memberikan penawaran atau memperkenalkan barang-barang dari toko itu pada pelanggan yang berkunjung, lebih tepatnya sales girls yang ada di dekatnya.
"Itu sangat benar, anda terlihat sangat cantik, seolah-olah jepit rambut itu memang di desain untuk anda," ucap Sales girls sembari tersenyum ke arah Serafall.
Serafall hanya bisa tersenyum tipis mendengarnya, lalu menatap ke arah sang sales dan kembali menatap ke arah Naruto, "J-jika kalian bilang seperti itu, baiklah aku terima ini," gumam Serafall sembari tersenyum tipis dan menundukkan wajah di hadapan Naruto.
"Sudah diputuskan, alau begitu, berapa harga jepit rambutnya?" tanya Naruto pada sang Sales.
Sementara itu di tempat Vali berada.
Terlihat pemuda dengan rambut pirang jabrik agak panjang seperti rambut Minato dan sedikit warna hitam di bagian kiri dan kanannya, sedang berdiri diam menatap sebuah batu dengan mata birunya, ia adalah Uzumaki Vali, atau dulu lebih dikenal sebagai Vali Lucifer, ciri-ciri tubuh Vali berubah itu dikarenakan gen Lucifer di tubuhnya telah diganti dengan gen Uzumaki Naruto, sehingga beberapa fisiknya berubah.
"Haaaah, baiklah ayo kita mulai lagi," gumam Vali sembari mengambil kunai di sebuah lingkaran sihir dan mulai mengaliri kunai itu dengan chakra yang ada di dalam tubuhnya, lalu di sekitar kunai itu mulai terasa hawa panas yang diakibatkan karena gesekan udara dengan sangat cepat secara berlawanan dan bagi orang yang bisa melihat aliran energi, maka di sekitar kunai itu terlihat sebuah energi berwarna biru yang saling bergesekan dengan kecepatan tinggi dan sangat tipis melapisi Kunai itu.
Wuuussss
Duaaaaarrrrr!
Seketika pecahan batu berhamburan ketika kunai yang Vali lempar menghantam batu besar yang ia targetkan, terlihat pula batu itu berlubang dengan cukup dalam dan juga memiliki Diameter yang sangat luas, hingga kalau di dirikan akan menjadi mangkok raksasa dari batu.
"Lumayan juga, tapi ini masih jauh dari kata sempurna, karena ayah bisa memotong batu hanya dengan satu kunai dan tanpa memberikan kerusakan besar, intinya kontrol chakraku masih jelek dan hasil yang aku inginkan adalah potongan sempurna bukan kehancuran," gumam pelan Vali sedikit prustasi.
"Tenangkan dirimu Vali, kau tak perlu merasa terbebani hanya karena belum menguasai kontrol chakra, yah lagipula aku cukup terkejut kalau perubahan chakramu adalah angin dan petir, karena aku sempat mengira kalau elemenmu adalah api," tanggap sebuah suara yang tidak diketahui asalnya.
"Yah aku juga tidak menyangka akan hal itu Albion, dan mungkin sudah saatnya aku menemui teman-temanku, karena sudah lama aku tidak mengunjungi mereka," gumam pelan Vali sembari menciptakan lingkaran sihir teleportasi yang entah menuju kemana.
Di sebuah hutan.
Terlihat gadis kucing berambut hitam, bertelinga kucing dan memiliki dua ekor hitam yang panjang lurus melambai-lambai ketika gadis kucing itu tengkurap di ranting pohon, ia juga memiliki mata yang berwarna keemasan dan ia juga mengenakan yukata hitam dengan motip bunga dan ia ditemani seorang lelaki yang membawa sebuah tongkat yang sedang bersender di pohon tempat si gadis kucing bersantai dirantingnya. Bukan hanya itu seorang pria berambut pirang dengan sebuah pedang emas di pinggangnya duduk diatas semak-semak bersama gadis penyihir berambut pirang berbadan kecil.
"Ne, apa kalian tahu kenapa Vali mengumpulkan kita disini mya?" tanya gadis kucing dengan yukata hitam itu sembari menatap teman-temannya yang nyantai di bawah.
"Entahlah, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia memanggil kita kemari," tanggap pemuda yang sedang bersender di batang pohon sembari memegang tongkat di tangannya, terlihat ia juga sedang berpikir mengenai alasan kenapa Vali mengumpulkan mereka, padahal Ophis mereka semua sedang santai-santainya dan baru saja mengerjakan misi dari Ophis.
"Kalau menurutmu bagaimana Arthur-san?" tanya Kuroka yang sedang duduk di rerumputan bersama adik perempuannya yang merupakan seorang gadis penyihir dengan pakaian penyihir kuno dan topi bundarnya yang kebesaran.
"Aku juga tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan, tapi karena kita adalah bawahannya, jadi aku rasa wajar-wajar saja jika kita menuruti keinginannya untuk berkumpul di sini," jawab santai Arthur, manusia yang bergabung bersama adiknya di team Vali dan juga seorang pendekar pedang hebat di kelompok mereka.
"Sebenarnya aku juga cukup penasaran akan hal itu, sangat jarang sekali ia mengumpulkan kita semua di satu tempat seperti ini, karena biasanya yang paling sering dipanggil hanyalah Bikou dan Kuroka-san" tanggap gadis kecil berpakaian penyihir yang tidak lain adala adik dari Arthur, yaitu Le Fay Pendragon.
"Yah terlepas dari hal itu aku yakin ada hal penting yang ingin dia sampaikan, karena mustahil bagi Hakuryouko untuk mengumpulkan kita semua hanya karena alasan untuk mengetes kesetiaan kita," ucap Bikou angkat bicara, meskipun sebenarnya tadi ia rada malas menanggapi pertanyaan Kuroka.
"Tapi membosankan juga yah, ini juga kali pertamanya dia datang terlambat dari waktu yang ditentukan," tambah Kuroka yang laangsung turun dari ranting pohon tempat dia bersantai sebelumnya.
Tak lama setelah Kuroka turun, secara tiba-tiba lingkaran sihir berwarna putih kebiru-biruan muncul di hadapan mereka, hal itu membuat Bikou, Kuroka, Arthur Pendragon dan Le Fay pendragon langsung menatap ke arah lingkaran sihir yang mereka yakini milik Vali, hingga munculnya seorang pemuda berambut jabrik dengan warna dominan pirang dibagian tengah dan sedikit hitam pada bagian samping kiri dan kanannya.
Melihat hal itu tentu saja Arthur langsung waspada dan melesat dengan kecepatan tinggi dan tak lupa ia mencabut pedang di pinggangnya yang digunakan untuk menebas sosok yang keluar dari lingkaran sihir yang tadinya mereka sangka adalah Vali, meskipun itu adalah Vali, tapi karena tampilan dan auranya yang berbeda mereka menganggap itu adalah sosok yang bisa menjadi ancaman.
Trank!
Akan tetapi pedang Ex-Calibur milik Arthur dapat dengan mudahnya ditahan oleh Vali yang melapisi tangannya dengan gauntlet naga putih atau bisa dibilang Secred gear Divinding gear yang dalam bentuk gaunlet baja di tangan kanannya, "Masih terlalu cepat untukmu bisa melukaiku Arthur," ucap Vali sembari tersenyum tipis.
"Gaunlet yang ada ditanganmu ... terlihat mirip dengan gaunlet Vali ketika mode Balance Breaker, siapa kau sebenarnya?" tanya Arthur, bukan hanya Arthur, tapi Bikou langsung berada di samping kiri Vali, begitu juga Le Fay yang berdiri di samping kanan Vali yang masih menahan pedang milik Arthur dan nampak mereka siap siaga untuk menyerang Vali, kecuali Kuroka yang masih menatap ke arah Vali dan nampak mencoba mendekat atau sebenarnya ia ingin menanyakan sesuatu pada Vali.
"Dan bagaimana kau bisa mengenali Arthur, bahkan kami rasa kami tidak pernah sekalipun bertemu denganmu?" tanya Le Fay dengan nada selidik.
"Di mana Vali, apa yang kau lakukan padanya?" tanya Bikou dengan tatapan tajamnya.
Vali yang mendengar pertanyaan dari ketiga anggotanya itu langsung tersenyum tipis, "Le Fay, Bikou, Arthur, apa kalian benar-benar tidak mengenaliku hanya karena gaya dan warna rambutku yang berubah?" tanya Vali yang langsung mengeluarkan wujud Balance Breakernya dan hal itu langsung membuat ketiganya kaget bukan main, karena orang yang ada di hadapan mereka memiliki secred gear yang mirip dengan Vali, mereka juga dibingungkan dengan pertanyaan dari Vali.
"Apa maksudmu? Meskipun kau punya secred gear yang sama dengan Vali, bukan berarti kau dirinya," sanggah Kuroka sembari berdiri di belakang Vali dan tangan kanannya bersiap dengan bola api berwarna biru yang siap ditembakan ke arah Vali.
Vali langsung menghela nafas, karena ia sadar, sebenarnya sangat sulit menjelaskan kondisinya pada teman-temannya, tapi karena ia sudah janji untuk membawa teman-temannya ketempat rumah jika ada waktu dan ia berpikir kalau mustahil ada waktu kalau ia tidak mengundang mereka dan juga dengan penampilannya yang baru pasti akan sulit untuk meyakinkan teman-temannya kalau itu adalah dia jadi ia berniat membuat seluruh anggota teamnya mengetahui perubahan tubuhnya sebelum mengajak mereka.
"Kuroka, apakah bau tubuhku juga berubah sebegitu drastisnya sampai-sampai kau tidak mengenaliku?" tanya Vali pada gadis kucing dibelakangnya di saat ia masih dalam wujud balance breaker.
Mendengar pertanyaan dari Vali mengenai bau tubuhnya, membuat Kuroka sedikit terdiam , "Memang benar baumu masih terasa seperti Vali yang aku kenal, tapi auramu bukan half demon, tapi Half Datenshi, apa yang sebenarnya terjadi pada Vali?" tanya Kuroka yang mulai percaya kalau sosok yang muncul dan mengagetkan Arthur itu adalah Vali. Namun, meskipun begitu, nampaknya ia masih waspada dengan api yang masih belum ia hilangkan.
"Eh Jadi dia benar-benar Vali?!" seru tidak percaya Bikou dan Le Fay yang kaget, sementara itu Arthur langsung mengendorkan pertahanannya dengan menyimpan kembali Excaliburnya dan memperhatikan fisik Vali kembali dansetelah ia memperhatikannya lagi setelah Vali melepaskan Balance Breakernya.
"Memang benar, wajahnya juga terlihat mirip, hanya saja ada beberapa perbedaan kecil yang tidak terlalu mencolok," gumam pelan Arthur ketika menilai postur wajah Vali, "Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi padamu ... Vali?" tanya Arthur lagi sedikit penasaran.
"Albion, jelaskan kepada mereka," pinta Vali pada Secred gear miliknya yang berwujud sepasang sayap naga mekanik itu.
"Ciri fisik dan aura Vali berubah, karena ulah ayah angkatnya yang bernama Uzumaki Naruto, Vali sekarang berubah menjadi manusia setengah Datenshi dan kehilangan Darah Lucifer atau darah iblis di tubuhnya, maka dari itu ciri-ciri Lucifer yang ada ditubuhnya menghilang dan tergantikan menjadi ciri ayah angkatnya," jelas Albion dengan sebenar-benarnya.
"Apa?"
"Mustahil!"
"Tidak mungkin!"
"Bagaimana bisa?!" seru Kuroka bersama yang lain secara bersamaan, yah mereka kaget ada sosok Datenshi yang bisa merubah genetik orang lain, jika hanya sekedar mengubah ras mereka masih percaya, karena hal itu tidak akan mengubah bentukan dari orang yang dirubah rasnya genetiknya juga akan sama saja dengan orang tua aslinya, tapi kasus yang terjadi pada Vali adalah sangat lain.
"Tapi, jika genetiknya Vali berubah, harusnya aromanya juga berubah, tapi kenapa masih terasa sama?" tanya Kuroka penasaran.
"Mungkin Ayah angkatnya Vali hanya ingin merubah genetik dan DNA lahir Vali tanpa mengubah aroma dan sidik jarinya, agar kalian tidak kesulitan untuk mengenalinya," jawab Albion.
"Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Arthur yang nampaknya sudah mengerti akan situasinya.
"Yah, apa tujuanmu mengumpulkan kami kemari?" tanya Bikou.
"Vali, apa kau tidak marah dengan orang tua angkatmu yang membuang gen Lucifer dari tubuhmu?" tanya Kuroka sembari menatap ke arah Vali, jujur ia cukup kaget mendengar kenyataam kalau Vali mengalami perubahan fisik karena gennya dirubah paksa dengan sihir, ia khawatir kalau-kalau Vali diperlakukan tidak baik oleh Naruto, apalagi akhir-akhir ini Vali jarang berkunjung ke tempat mereka dan ini adalah pertama kalinya ia meminta semuanya berkumpul setelah tiga minggu lamanya.
"Marah? Untuk apa, aku malah senang kalau aku sudah tidak punya hubungan darah lagi dengan kakek bangkotan itu, meski wajahnya masih muda tapi sebenarnya dia adalah kakek tertua dan juga paling kejam yang pernah aku lihat, jadi aku lebih memilih bersama Uzumaki Naruto dan aku juga hidup dengan nama baru yaitu Uzumaki Vali," balas Vali sembari tersenyum ke arah Kuroka dan senyuman Vali secara langsung membuat Le Fay dan Kuroka yang melihat kaget dan merasakan degupan kencang di dada mereka pipi mereka berdua juga memerah karena melihat senyuman Vali barusan.
'S-sejak kapan Vali terlihat sangat mempesona?' batin Le Fay dan Kuroka secara bersamaan.
Kembali ke Naruto dan Serafall.
Terlihat kali ini Serafall mulai aktif dalam kencan yang mereka jalani, ia mulai mengenalkan tempat-tempat keren di daerah kekuasaannya, mulai dari jajanan kecil di jalanan, sampai toko-toko barang-barang mewah semuanya keduanya kunjungi, meskipun menjadi pusat perhatian para iblis, keduanya tidak terlalu memikirkannya, toh yang penting keduanya sama-sama senang.
Hingga akhirnya mereka berdua sampai di pertunjukan teater mahou shoujo milky spiral, tontonan favorit dari Serafall, Naruto yang melihat wajah Serafall yang bersinar melihat poster pertunjukan hanya tersenyum tipis saja, "Kau mau melihat pertunjukannya, Sera Ojou-sama?" tawar Naruto sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Serafall.
"Eh? Apa tidak masalah, dari tadi selalu kau yang membayar apa yang kita beli, apa keuanganmu akan baik-baik saja, belum lagi Mahou Shoujo itu lebih disukai anak-anak ketimbang orang dewasa," gumam pelan Serafall sembari menunduk malu karena ia adalah salah satu orang dewasa yang menyukai pertunjukan anak-anak, bahkan bisa dibilang kalau saja ia bukan Maou para iblis di sekitarnya pasti sudah mengolok-olok dirinya karena hobinya tersebut.
"Tenang saja, keuanganku tidak pernah surut selama ini, biaya nonton juga tidak semahal itu ku rasa, dan dari wajahmu kau sangat menyukainya, jadi aku tetap membeli tiketnya, karena bagiku kebahagiaanmu lebih penting saat ini," ucap Naruto menjawab pertanyaan Serafall dan membuat Serafall menghapus keraguannya untuk masuk. Serafall pun akhirnya menerima uluran tangan Naruto dan berjalan bersama ke dalam ruang teater.
"Baiklah, tapi kali ini aku yang bayar, karena aku merasa tidak nyaman jika kau yang membayar hal ini, walau bagaimanapun kamu sudah menghamburkan banyak uang sebelumnya, jadi aku rasa ini giliranku untuk mentraktirmu," gumam pelan Serafall.
"Tidak masalah, selama kamu merasa nyaman, aku akan ikut saja," ungkap pelan Naruto.
Akhirnya mereka melihat pertunjukan Mahou Shoujo, Miru-tan Milky spiral, yang dimainkan oleh aktor iblis dari dunia bawah, yah entah bagaimana serial anime dunia manusia sampai terkenal di meikai dan dijadikan pertunjukan teater, kemungkinan Serafall yang suka diam-diam menyelinap ke dunia manusialah yang memperkenalkan tokoh Mirutan dari serial Milky spiral.
Naruto cukup menikmati pertunjukan itu, ia terlihat tersenyum, bahkan ada saat-saatnya Naruto menahan tawa dan tertawa lepas bersama anak-anak dan juga Serafall ketika melihat pertunjukan yang ada, Serafall yang memperhatikan reaksi Naruto pada pertunjukan teater di meikai dengan antusias sedikit tersenyum, "Lain kali aku ingin kau mengajakku berkencan di dunia manusia dan Grigori," gumam pelan Serafall.
Naruto yang mendengar keinginan Serafall hanya sedikit tersenyum lembut dan berkata, Tentu saja, aku tidak masalah dengan hal itu, meskipun terkadang kau harus membiasakan diri dengan suasana rumahku," gumam pelan Naruto sembari tersenyum lembut ke arah Serafall.
"Aku akan mencoba untuk membiasakan diri dengan lingkunganmu," gumam pelan Serafall lagi, "Yah itupun kalau aku punya waktu untuk keluar, karena bisa saja tugasku sebagai Maou malah menumpuk lagi besok," gumam pelan Serafall.
"Kenapa kau berpikir begitu? Seumur-umur aku bekerja di pemerintahan desaku sebagai Hokage, jika aku menyelesaikan tugas hingga tidak ada yang tersisa, diperlukan waktu tujuh hari baru menumpuk, itupun jika aku berhenti mengerjakannya. Jangan-jangan kau adalah tipikal gadis yang malas bekerja?" ucap Naruto sedikit menuduh Serafall.
"E-enak saja, aku bukanlah gadis yang malas tahu!" seru Serafall tidak terima dikatai sebagai gadis yang malas bekerja.
"Lalu bagaimana bisa pekerjaanmu tiba-tiba menumpuk hanya dalam satu hari?" tanya Naruto keheranan.
"Aku juga tidak mengerti, tapi nampaknya ketika para tetua mendengar kabar kalau perjanjian damai disetujui dengan syarat aku harus menikah dengan salah satu jendral Datenshi, para Tetua langsung memasang muka masam ke arahku dan setelahnya, setiap hari dimejaku selalu ada segunung kertas yang harus aku periksa, beberapa tidak berguna atau hanya dokumen iseng, sepertinya mereka sengaja memberikan tugas dalam jumlah yang tidak masuk diakal, agar mereka punya alasan untuk menahanku di sini dan akhirnya akan membuat kita berdua tidak pernah bisa bertemu," tanggap pelan Serafall.
Naruto yang mendengar hal itu langsung merangkul tubuh Serafall dan menatap ke arah panggung pertunjukan, "Tak usah kau pikirkan, aku akan mengatasi hal ini," gumam pelan Naruto dengan nada lembut.
"Mengatasi, maksudmu?" tanya Serafall penasaran.
"Sera-chan, kau tak perlu tahu apa yang aku lakukan, yang terpenting adalah hasilnya," ucap pelan Naruto sembari mengelus rambut Serafall.
Setelah pertunjukan selesai Naruto pun mengantar Serafall pulang kerumahnya dan langsung berpamitan pergi dari rumah orang tua Serafall, "Terima kasih telah mau meminjamkan Sera-chan kepadaku, besok saya akan datang lagi, "Otou-sama, Okaa-sama," ucap Naruto sembari membungkuk hormat ke arah kedua orang tua Serafall.
"Yah, kami juga sangat senang kau bisa menjaga anak kami dengan baik. Oh iya Naruto-kun, mampirlah sebentar dulu ke dalam, kami akan hidangkan teh dan camilan untukmu," ucap Lord Sitri sembari tersenyum lembut ke arah Naruto.
"Aku sangat terhormat diundang untuk makan camilan dirumah calon mertua, tapi sepertinya itu akan membuat Sera-chan kurang nyaman, ia harus istirahat setelah melakukan perjalanan jauh bersama saya. Saya juga sudah mendapatkan hadiah yang bagus dari Sera-chan, dan saya juga sedang ada urusan kecil yang harus dikerjakan," gumam Naruto menolak permintaan Lord Sitri dengan panjang lebar.
"Eh, padahal kami sudah menyiapkan camilan yang banyak untuk menyambutmu," ucap kecewa Lady Sitri.
"Tak perlu kecewa, simpan saja camilannya, besok pagi saya pasti datang untuk bertemu lagi dengan Serafall dan mengajaknya kencan setelah ia sudah pulang kerja," tanggap Naruto.
"Aku kerja di pagi hari sampai Sore Naruto, tidak mungkin aku langsung pulang hanya untuk berkencan dengan dasar aneh!" seru Serafall sembari membuang muka.
"Hei jangan begitu diakan calon suamimu," tegur Lady Sitri.
"Iya, meskipun kau Maou, kau tetap harus sopan pada suamimu," tanggap Lord Sitri menimpali perkataan istrinya.
"Iya-iya, aku minta maaf karena mengataimu aneh," ucap Serafall sembari langsung pergi ke dalam kamarnya.
"Heh, ya aku memaafkanmu," gumam pelan Naruto yang tubuhnya langsung berubah jadi sekumpulan kelopak bunga Sakura yang berterbangan kemana-mana.
"Kemampuan sihir yang hebat," gumam Lord Sitri memuji kemampuan sihir Naruto.
Kembali beberapa menit sebelumnya di hutan di pegunungan dunia manusia.
Terlihat Vali, Bikou, Le Fay, Kuroka dan Arthur saling berhadapan satu sama lain, "Jadi Vali, katakan alasanmu mengumpulkan kami kemari dan katakan juga alasanmu untuk tidak mengundang Ophis kemari?" tanya Arthur langsung to the point.
"Ya aku juga cukup penasaran akan hal itu," tanggap Kuroka sembari mendekati Vali. Vali yang melihat kalau Kuroka mendekatinyakemudian langsung memejamkan mata dan menyentilkan jarinya di dahi Kuroka, Ctak! "Aduh!" ringis Kuroka sembari menyentuh dahinya yang kena sentil oleh Vali.
"Tetap di posisimu Kuroka," tanggap Vali sembari menatap tajam Kuroka.
"Hiiih, kau memang bertambah tampan, tapi sifatmu sama sekali tidak berubah, kau masih saja suka menjauh dariku!" seru Kuroka cemberut.
"Kuroka-nee seharusnya bisa memahami Vali yang memang sejak dari awal tidak suka di dekati seperti itu," tanggap Le Fay.
"Diam kau anak kecil!" bentak Kuroka yang tidak suka diledek oleh Le Fay.
"Bweee..."
Duaak!
"Au!" kali ini Le Fay yang kesakitan karena Arthur yang menjitaknya, "Kakak kenapa?" tanya Le Fay heran.
"Jangan suka menjaili orang," tanggap Arthur yang menegur adiknya itu.
"Sudah diamlah, aku hanya ingin agar kalian tahu kalau aura dan wajahku sudah berubah itu saja," tanggap Vali lagi.
"Jika memang begitu, kenapa kau tidak mengajak Ophis?" tanya Bikou lagi.
"Aku tidak mau mengganggunya, walau bagaimanapun Ophis itu adalah naga yang sangat sensitif dan sudah diajak bicara, kalau aku gagal menjelaskan situasiku, aku bisa langsung mati ditangannya," ucap Vali lagi.
"Kalau begitu, apa sudah tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan Vali?" tanya Arthur pada ketuanya itu.
"Yah, kecuali satu," ucap Vali lagi.
"Apa itu?" tanya mereka semua.
Vali pun menatap teman-temannya dan ia langsung teringat mengenai percakapan ia dan Naruto disaat Naruto sedang berdo'a di kuil.
Flash back.
Terlihat Naruto dan Vali sedang menaiki tangga yang sangat panjang menuju sebuah kuil, "Ayah, kenapa kau datang kemari? Bukankah kau sudah tahu kalau Tuhan di tempat ini sudah mati, kenapa kau mau berdo'a, bukankah itu tidak ada artinya sama sekali?" tanya Vali pada Naruto.
"Tuhan di tempat kalian memang mati, tapi tuhan pencipta alam semesta belum mati, aku yakin ia masih hidup, hanya saja aku masih belum tahu siapa nama dan bagaimana cara menyembahnya, jadi untuk saat ini aku hanya akan berdo'a dengan nama-nama Dewa yang masih hidup, untuk mendo'akan anak dan istriku. Bukan karena aku ini lemah, hanya saja, aku ingin keluargaku dan semua orang yang dekat denganku dan telah gugur dan sudah mencapai usia mereka, bisa beristirahat dengan tenang di alam sana, aku ingin mereka tidak mencemaskanku dan juga aku ingin mereka bisa mendapatkan kebahagiaan di sana. Lalu alasan lain aku mendo'akan mereka adalah sebagai tanda kasih sayang dan balas budiku, orang tuaku, istri dan anakku serta mertua dan teman-temanku yang mengisi kekosongan dihatiku, aku ingin terus mendo'akan mereka dan mengenang setiap perjuanganku bersama mereka dalam do'a dan aku juga ingin menceritakan semua perjalanan hidupku lewat do'a agar mereka bisa tenang dan tahu kalau aku baik-baik saja,"gumam pelan Naruto.
"Apa yang akan terjadi jika kita tidak pernah mendo'akan orang tua kita sama sekali?" tanya Vali.
"Tentu mereka akan sangat kecewa, mereka sudah merawatmu sejak lama dan kau tak pernah sekalipun merawat kuburannya sekalipun, bukankah itu sangat menyedihkan, mereka juga sendirian di sana tak ada teman, jadi jika kita datang kepemakaman lalu mendo'akan mereka, di hadapkan jiwa mereka akan tenang karena mendapatkan do'a dari kita," ucap pelan Naruto.
"Bahkan untuk orang yang jasatnya sudah tidak ada dan tidak tahu dikubur dimana?" tanya Vali.
"Untuk yang seperti itu, kita hanya harus pergi ke kuil seperti yang aku lakukan dan berharap suara kita sampai ke alam roh untuk didengarkan oleh mereka yang sudah mati dan menemani mereka dari rasa kesepian," jawab Naruto sembari tersenyum lembut.
Flash back off.
Setelah mengingat hal tersebut, Vali pun menatap mereka dan mengatakan apa yang ingin ia katakan, "Aku ingin kalian menemaniku ke sebuah reruntuhan tempat dimana ibuku dibunuh oleh Rezevim Livan Lucifer, dan aku ingin kalian menemaniku untuk berdo'a di sana," tambah Vali lagi.
Kuroka, Le Fay, Arthur dan Bikou langsung kaget akan permintaan kecil Vali yang ingin ditemani untuk mendo'akan ibunya yang sudah mati, "S-sejak kapan kau memikirkan hal ini? Bukankah dari dulu yang kau pikirkan hanya apapun untuk menjadi kuat?" tanya Bikou yang merasa heran.
"Vali, tak aku sangka k-kau punya keinginan yang mulia," ucap Le Fay dengan air mata yang terus menetes.
"Kau sudah tidak seperti dirimu yang aku kenal, tapi aku lebih senang dengan dirimu yang sekarang," tanggap Arthur.
"Berdo'a? V-Vali, sebenarnya aku ingin menemanimu, tapi mengingat aku adalah iblis reinkarnasi yang melarikan diri dari klan Naberius, merasa sulit untuk ikut, karena kau tahu sendiri kelemahan iblis adalah rasa sakit ketika mendengar do'a," ucap pelan Kuroka.
"Untuk urusan itu tenang saja, ayahku bisa mengembalikanmu menjadi Yokai Nekoshou murni," tanggap Vali.
"Eh? Bagaimana caranya?" tanya Kuroka dengan tatapan tak percaya.
"Untuk hal itu kau akan tahu sendiri jika kau datang menemuiku di pagi hari," ucap Vali lagi sembari mengusap kepala Kuroka dengan lembut dan terlihat wajah Kuroka langsung memerah padam, sedangkan Vali walau sedikit, terlihat pipinya sedikit ada berwarna merah tipis, "Aku sangat berharap kau datang Kuroka, karena ..." wajah Vali pun mulai memerah dan Vali kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Kuroka si gadis kucing, "Sejak dulu aku sangat menyukaimu," setelah mengungkapkan itu dengan bisikan yang sangat pelan, Vali langsung pergi meninggalkan mereka dan Kuroka yang diam mematung karena kaget mendengar pernyataan mendadak Vali tadi.
Bikou dan Arthur nampak bingung sementara Le Fay nampak langsung cemberut, karena melihat sosok Vali tiba-tiba jadi dekat dengan Kuroka, bisa dibilang kalau Le Fay merasa cemburu karena keduluan Kuroka untuk bisa mendekatkan diri dengan Vali.
Sementara itu bersama Katerea pukul 23:00
Terlihat Katerea langsung dijemput oleh supirnya Naruto, "Madam Katerea, silahkan masuk ke mobil, hamba diminta oleh Naruto-sama untuk mengantar madam pulang," ucap sang supir sembari membukakan pintu mobilnya. Katerea yang sedang lelah pun akhirnya hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil yang dibukakan pintunya oleh sang supir, setelahnya mobil itu pun jalan dengan kecepatan sedang.
"Naruto-san sedang ada urusan apa, hingga hanya anda yang datang?" tanya Katerea pada si supir.
"Entahlah, itu bukan wewenang hamba mencari tahu hal itu, dan kenapa madam ingin tahu apa yang sedang Naruto-sama lakukan?" tanya si supir, "Apakah nona khawatir kalau Naruto-sama selingkuh?"
Mendengar pertanyaan si sopir Katerea langsung menatap datar ke arah si sopir, dan berkata, "Tidak sama sekali, karena ia sudah pasti melakukannya jadi aku sama sekali tidak khawatir," jawab Katerea.
"Eh Maksud madam?" tanya si sopir yang heran dengan tanggapan Katerea mengenai Naruto yang berselingkuh.
"Dia sudah mengatakan kalau ia ingin punya empat istri, jadi perselingkuhannya sudah jelas bagiku, dan aku tidak akan terkejut jika melihat ia sedang jalan-jalan dengan perempuan saat ini," tanggap Katerea dengan santai.
Doooooong!
'Huh? What?' batin si sopir yang heran tujuh turunan.
Ke esokan harinya.
"Ayah," panggil Vali ketika di meja makan bersama Naruto dan Katerea.
"Hem ada apa?" tanya Naruto, hari ini aku ingin ke suatu tempat dimana debu ibuku dihambur-hamburkan oleh kakekku, aku dan teman-temanku akan ada disana untuk mendo'akan kepergiannya, maukah ayah menemaniku ke sana?" tanya Vali pada Naruto.
Naruto yang mendengar permintaan Vali langsung tersenyum tipis, "Tentu saja anakku, ayah akan menemanimu ke sana," ucap Naruto sembari tersenyum ke arah Vali dengan senyuman lembut.
"Terima kasih ayah," tanggap Vali sembari memakan sarapan yang sudah di sediakan untuknya.
Bersambung.
Setujukah kalian jika Le Fay jadi haremnya Vali?
